Pagi yang cerah di Bintaraloka. Meski seharusnya Sabtu adalah hari libur, hari itu banyak siswa melakukan berbagai kesibukan di lapangan Bintaraloka. Ya, hari itu diadakan Perkemahan Sehari (Perseri ) di Bumi Bintaraloka.
Perseri ini adalah Perseri yang kedua dilaksanakan di sekolah. Untuk memenuhi target pembelajaran Pramuka sebanyak 48 jam pertahun, Perseri dilakukan tiap semester satu kali, dengan pelaksanaan 24 jam / semester.
Pembina Pramuka Kak Gerry, dokumentasi BBC
Perseri dilaksanakan mulai pagi pukul 08.00 hingga pukul 15.00. Siapa pesertanya? Seluruh kelas delapan ditambah beberapa siswa kelas sembilan yang belum mengikuti perjusa karena berbagai sebab.
Tema Perseri kali ini adalah Satyaku Kudharmakan, Dharmaku Kubaktikan. Tidak hanya untuk memenuhi target pembelajaran pramuka, Perseri mempunyai tujuan untuk mendidik karakter dan ketrampilan siswa.
Mendirikan tenda, dokumentasi BBCPioneering, dokumentasi BBCPioneering, dokumentasi BBC
Adapun materi dalam Perseri adalah:
Simulasi pendirian tenda. Kegiatan ini sangat penting untuk persiapan pramuka blok di kelas sembilan, juga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pioneering atau tali temali. Pioneering adalah mencipta karya dari tongkat dan tali. Karya bisa berupa benda-benda yang bermanfaat seperti tempat untuk menjemur, rak sepatu, rak piring dan lain-lain.
Dinamika kelompok. Kegiatan yang mengajak siswa untuk belajar hidup bersama dalam satu kelompok. Kegiatan yang sangat bermanfaat karena bisa menjadi bekal bagi siswa nantinya saat mereka terjun di masyarakat kelak.
Yang menjadi pendamping dalam kegiatan perseri kali ini adalah Kak Gerry, Kak Rahmat, Kak Ghia , Kak Vigil, Kak Hertika juga Kak Ardilla.
Dalam Perseri ini, materi yang didapatkan kelas sembilan meliputi memasak, pendirian tenda dan peta pita.
Peserta menunjukkan hasil masakan pada pembina, dokumentasi Kak Gerry
Peta pita adalah gambaran keadaan daerah/wilayah yang dilewati dalam suatu perjalanan/penjelajahan yang digambar pada gulungan kertas berbentuk pita.
Dalam kesempatan itu juga dilakukan pelantikan pratama putra dan putri. Pratama putra adalah Yoga Bara Putra sedangkan pratama putri atas nama Shafa.
Regu putri, dokumentasi BBC
Selain penggantian pratama, pada hari itu juga dilakukan pelantikan penggalang ramu, rakit dan terap untuk persiapan Pramuka Garuda.
Pramuka Garuda adalah tingkatan paling prestisius dalam tiap jenjang kepramukaan dan untuk mencapainya siswa harus berada di tingkatan terap
Hari itu ada sebelas siswa yang sampai pada tingkatan terap sementara yang lain adalah ramu dan rakit.
Pelantikan pratama, dokumentasi BBC
Siswa mengikuti kegiatan dengan penuh semangat. Wajah mereka tampak berseri-seri, meski acara begitu padat. Dari foto-foto hasil jepretan BBC, tampak kegiatan Perseri ini sangat menyenangkan
Tim BBC, dokumentasi Apple
.
Ya, melalui Perseri, penanaman karakter baik, juga pemberian ketrampilan hidup dilaksanakan oleh Pramuka Bintaraloka dalam suasana yang begitu menyenangkan.
Pagi itu matahari bersinar cerah. Para siswa, guru pendamping dan karyawan melakukan berbagai gerakan sesuai irama yang ada. irama musik yang begitu rancak mengiringi kami semua yang melaksanakan SKJ.
Pak Ardilla pemandu senam, dokumentasi pribadi
Di depan barisan, Pak Ardilla dan beberapa siswa memandu gerakan dengan penuh semangat. Ya, suasana ini benar-benar mengingatkan saya saat pelaksanaan SKJ diwajibkan di sekolah bertahun tahun yang lalu.
Tentang SKJ
Peserta SKJ, dokumentasi pribadi
Senam Kesegaran Jasmani (SKJ) adalah lanjutan dari program Senam Pagi Indonesia yang telah populer di kisaran tahun 70 an.
Berbeda dengan senam pagi Indonesia yang diajarkan untuk murid SD, Senam Kesegaran Jasmani lebih diperkenalkan untuk semua usia atau untuk umum.
Senam Kesegaran Jasmani terdiri dari tiga gerakan, yaitu pemanasan, inti, dan pendinginan, dan dalam pelaksanaannya selalu menggunakan iringan musik.
Mengikuti SKJ, dokumentasi pribadi
Senam Kesegaran Jasmani merupakan program resmi empat tahunan dari Kementrian Pemuda dan Olahraga.
Berikut adalah macam-macam SKJ yang pernah ada sejak pertama kali dilaksanakan yaitu tahun 1984
Peserta SKJ, dokumentasi pribadi
Satu : SKJ ’84
SKJ ’84 adalah seri pertama dari Senam Kesegaran Jasmani. Aransemen musik SKJ ’84 digubah oleh N. Simanungkalit.
Dua : SKJ ’88
Musik SKJ ’88 diaransemen oleh Januar Ishak. Ciri utama SKJ ini adalah diawali dengan tiupan peluit
Tiga : SKJ ’92
Durasi pada SKJ ’92 ini menjadi jauh lebih panjang dan variasi gerakannya lebih banyak. Musik pengiring SKJ ’92 diaransemen oleh Januar Ishak dan banyak memasukkan lagu-lagu daerah.
Peserta SKJ, dokumentasi pribadi
Empat : SKJ ’96
Pada SKJ ’96, musik pengiring diaransemen oleh N. Simanungkalit yang bekerja sama dengan Januar Ishak.
Lima : SKJ 2000
Musik pengiring SKJ 2000 kembali digubah oleh N. Simanungkalit.
Enam : SKJ 2004
Musik pengiring SKJ 2004 diaransemen oleh Yan Roesly. Musik SKJ 2004 terasa lebih kekinian dengan adanya irama house dan disco, juga unsur dangdut pada musik inti yang terakhir
Tujuh : SKJ 2008
Sejak SKJ 2008 nama Senam Kesegaran Jasmani berubah menjadi Senam Kebugaran Jasmani. Musik pengiring SKJ 2008 diaransemen oleh Yohanes Sucihandono bekerja sama dengan Yan Roesly
Delapan : SKJ 2012
SKJ 2012 musiknya diaransemen oleh Nawawi AC dan Drs. Syaiful. SKJ ini tidak lagi diwajibkan di sekolah-sekolah, hanya diperkenalkan sebagai program resmi dari pemerintah, karena semakin banyaknya senam yang disusun oleh organisasi lain yang juga digunakan di sekolah-sekolah.
Peserta SKj, dokumentasi pribadi
Sembilan : SKJ 2018 Djadoel
Karena satu dan lain hal, SKJ yang seharusnya diterbitkan pada tahun 2016 ini mundur menjadi tahun 2018. SKJ 2018 ini mengambil tema mengulangi masa lalu saat SKJ ’88 diperkenalkan.
Setelah lama tidak diwajibkan di sekolah, SKJ diwajibkan lagi di sekolah mulai tahun ini. SKJ kali ini bernama SKJ berbudaya dan wajib dilaksanakan sebelum pembelajaran berlangsung.
Mengingat jadwal pembiasaan yang lumayan padat di Bintaraloka, pelaksanaan SKJ dilaksanakan bergantian dengan literasi dan doa bersama.
SKJ bersama, dokumentasi Bintaraloka
Ada banyak manfaat dari pelaksanaan SKJ secara rutin, di antaranya adalah membuat tidur lebih nyenyak, meningkatkan kesehatan jantung, memperbaiki suasana hati, meningkatkan kekebalan tubuh, juga meningkatkan kemampuan kognitif.
Karenanya yuk, kita ikuti SKJ di sekolah dengan penuh semangat. Ya, men sana in corpore sano. Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.
Kesehatan badan sangat berpengaruh pada jiwa seseorang. Individu yang sehat akan lebih bersemangat menghadapi kegiatan sehari-hari dibanding individu yang kurang sehat.
Berkaitan dengan diadakannya kirab Adipura pada hari Jumat 3 Maret 2023, maka beberapa siswa ditugaskan untuk menyambut kirab dan setiap SKPD dihimbau untuk mengadakan kerja bakti di lingkungan masing masing.
Membersihkan taman, dokumentasi pribadi
Karenanya sejak pagi di hari Jumat itu kesibukan tampak nyata di Bintaraloka. Beberapa siswa ditugaskan untuk melakukan penyambutan kirab sementara yang lain bersih bersih di lingkungan sekolah.
Di depan patung singa, dokumentasi Bu Tika
Kirab yang dimulai sejak pagi hari itu menempuh rute yang cukup panjang. Detail rutenya adalah sebagai berikut:
Start Balaikota Malang – Melingkar Bundaran Tugu – Jl. Kertanegara ke Timur – Jl. Trunojoyo ke Selatan – Jembatan Brantas ke Selatan – Jl. Gatot Subroto – Jl. Laksamana Martadinata – Melewati Fly Over Mergosono ke Selatan – Jl. Kolonel Sugiono – Jl. Raya Gadang – Simpang 4 Gadang ke Barat – Jl. Satsui Tubun – Simpang 3 Kacuk ke Utara – Jl. S. Supriadi – Simpang 4 Kasin ke Utara – Simpang 3 Talun ke Timur – Melewati Kayutangan Heritage ke Utara – Jl. Semeru ke Barat – Jl. Ijen ke Utara – Jl. Bandung – Jl. Veteran – Putar Balik depan TMP Suropati masuk ke Jl. Bogor – Jl. Mayjen Panjaitan ke Barat – Jl. Soekarno Hatta ke Utara – Patung Pesawat Suhat ke Timur – Jl. Borobudur – Melewat depan MCC, masuk ke Jl. LA. Sucipto ke Timur – Simpang 4 LA Sucipto ke Selatan – Jl. Sunandar Priyo Sudarmo – Simpang 3 Sulfat ke Timur – Jl. Sulfat – Jl. Terusan Sulfat – Jl. Danau Kerinci Raya ke Selatan – Jl. Danau Toba – Melewati Jembatan Ranugrati ke Barat – Simpang 4 Rampal ke Barat – Jl. Trunoyo ke Selatan – Jl. Kertanegara ke Barat – Jl. Tugu – Jl. Mojopahit – Finish Tarekot Balaikota
Rombongan SMPN 3 Malang, dokumentasi Bintaraloka
Rombongan siswa SMP Negeri 3 Malang mengambil posisi di sekitar patung singa dekat stasiun.
Bagaimana dengan kegiatan di sekolah? Semua siswa kelas tujuh, delapan dan sembilan serempak melakukan kegiatan bersih-bersih.
Membersihkan taman dekat area parkir, dokumentasi pribadi
Supaya gerakan bersih- bersih berjalan maksimal, maka dilakukan pembagian daerah oleh Ibu wakahumas.
Mari kita jaga senantiasa kebersihan lingkungan sekolah kita. Jika sekolah bersih, asri dan menyenangkan maka penghuninya akan merasa nyaman berada di dalamnya.
Bagaimana rasanya belajar aransemen musik langsung pada ahlinya? Wow.. mantap, sekaligus inspiratif.
Itu yang bisa dirasakan ketika pagi ini siswa mengikuti salah satu rangkaian acara Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Bintaraloka.
Ya, pagi ini acara Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila mengundang dua orang personil grup musik KOS ATOS.
Kolaborasi gitar dan sape, dokumentasi pribadi
Mengapa KOS ATOS? Grup musik yang punya banyak prestasi ini, salah seorang personil nya adalah Pak Vigil Kristologus, guru seni budaya kebanggaan SMP Negeri 3 Malang.
Sekilas Tentang KOS ATOS
Kelompok musik KOS ATOS lahir dilingkungan kampus Universitas Negeri Malang pada tahun 2014. Awalnya kelompok musik ini berisi sekumpulan mahasiswa musik dari PSTM Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang
Setelah beberapa kali mengalami perubahan formasi KOS ATOS perlahan mulai mengeluarkan album mereka.
Album dari KOS ATOS tersebut adalah Luta (Album, 2016) Selagi Ada (Single, 2017) Esok Lagi (Album, 2018) Local Heroes (Album, 2019) Harapan (Single, 2019) Langkah Baru (Album, 2021)
Selain rilis beberapa Album, KOS ATOS semakin berkibar dengan banyaknya apresiasi yang diperoleh, seperti terlibat di beberapa event nasional seperti Pasar Keroncong 2016 dan 2018, Keroncong Plesiran 2019, Finalis Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI) 2021 yang diadakan oleh KEMENPAREKRAF, serta menjadi Nominasi AMI Award 2021 untuk kategori Musik Keroncong Progresif Terbaik dengan lagu “Keroncongkan Sekitarmu” (Album Langkah Baru 2021) dan Nominasi AMI Award 2022 untuk kategori Musik Keroncong Progresif Terbaik dengan lagu “Hingga Ujung Mentari” (Album Langkah Baru 2021).
Dan pada tahun 2022 Kos Atos tercantum pada sebuah bukuberjudul Ensiklopedia Musik Keroncong oleh Kemendikbud RI sebagai pendokumentasian terhadap musik Keroncong Indonesia.
Luar biasa..
Kedatangan Pak Vigil dan Kak Eka pagi ini adalah dalam rangka pemberian materi tentang bagaimana cara membuat aransemen musik Nusantara pada siswa kelas tujuh.
Senam Pelajar Pancasila, dokumentasi pribadi
Pagi ini acara P5 diawali dengan senam Profil Pelajar Pancasila bersama. Berbeda dengan biasanya kali ini yang menjadi pemandu adalah seluruh ketua kelas tujuh dan siswa kelas 2.2.1.
Sesudah senam bersama, acara dilanjutkan dengan pembukaan sekaligus pengarahan dari Pak Aksan selaku wakakur SMP Negeri 3 Malang. Dalam pengarahannya Pak Aksan menekankan pada siswa agar mengikuti semua kegiatan dengan sungguh-sungguh.
Sambutan Pak Aksan, dokumentasi pribadi
Pada sesi materi, Pak Vigil bersama Pak Eka memberikan materi secara kolaborasi. Keduanya menerangkan tentang sejarah seni musik, tahapan sejarah seni musik di Indonesia juga bagaimana mengaransemen musik dengan baik.
Diterangkan di sesi tersebut bahwa musik berasal dari kata muse( bahasa Yunani ). Dalam bahasa Yunani Kuno, muse mempunyai arti suatu keindahan yang terjadinya berasal dari kemurahan hati para dewa-dewa yang diwujudkan sebagai bakat.
Pak Vigil, dokumentasi pribadi
Musik yang sudah ada sejak ribuan tahun sebelum Masehi sampai sekarang masih eksis. Mengapa? Karena hakekatnya musik sudah ada dalam diri manusia. Hal ini bisa kita lihat dari irama detak jantung kita yang selalu ada sejak kita lahir. Ya, irama detak tersebut hakekatnya adalah musik.
Menurut Hazrat Inayat Khan musik mempunyai dimensi yang begitu luas. Arsitektur adalah musik, taman adalah musik, pertanian adalah musik, lukisan adalah musik, puisi adalah musik. bahwa alam dengan segala keteraturan dan ketidak keteraturannya, sebagai suatu harmoni dan juga keselarasan akan ciptaan Tuhan.
Peserta P5, dokumentasi pribadi
Ada lima periode sejarah perkembangan musik di Indonesia yaitu:
Era spriritual dimana musik digunakan untuk kegiatan spiritual.
Era setelah Hindu Budha. Pada zaman ini mulai muncul alat musik gamelan
Pengaruh Islam, musik banyak dipakai untuk penyebaran agama Islam misal dengan menggunakan perangkat gamelan.
Masa kolonialisme, dimana musik barat mulai masuk ke Indonesia karena dibawa oleh bangsa Eropa
Masa modern /kontemporer. Musik dan berbagai alirannya semakin berkembang luas di Indonesia.
Acara pemberian materi dilanjutkan dengan praktik langsung menyanyi bersama lagu lagu daerah, seperti Yamko Rambe Yamko, Kampung nan jauh di Mato, Rasa Sayange dan Ayo Mama dengan iringan gitar Kak Eka.
Melalui menyanyi bersama ini ditanamkan pada siswa bahwa untuk mengaransemen lagu ada hal-hal yang perlu diperhatikan siswa yaitu asal lagu, karakter dan budaya daerah tempat musik berasal.
Pagi ini siswa tidak hanya diajak menyanyi bersama, tapi juga menonton permainan musik angklung dari YouTube. Berbagai lagu diperdengarkan dan itu membuat suasana semakin hangat.
Di akhir acara Pak Vigil dan Kak Eka mempertunjukkan kolaborasi antara permainan sape dan gitar. Sape adalah alat musik tradisional serupa gitar yang berasal dari daerah Kalimantan.
Kolaborasi cantik antara keduanya berhasil menampilkan lagu Tanah Airku , Ibu Pertiwi, Cik cik Periok Indonesia Tanah Air Beta dengan begitu manis. Siswa di aula ikut menyanyikan lagu-lagu tersebut bersama-sama.
Tanah Airku, dokumentasi pribadi
Di akhir acara, bersama- sama semua menikmati lagu dari KOS ATOS yang berjudul Kita Beda dan Berbahaya. Sebuah lagu yang sarat pesan di mana kita harus bangga dengan potensi kita yang berbeda -beda dan bisa mengembangkannya.
Sungguh, sebuah hari yang penuh kesan. Di hari ini menanamkan rasa cinta dan bangga pada Nusantara dilaksanakan dengan begitu menyenangkan.
Sebuah pesan yang sangat menarik dari Kak Eka pagi ini adalah berkesenianlah dengan jujur dan nyaman sehingga membuat hatimu merasa senang.
Sekelompok siswa yang terdiri atas delapan anak melakukan presentasi dengan penuh percaya diri di depan kelas. Di depan mereka ada majalah duduk (maduk ) sebagai peraga.
Kelompok yang maju kali ini menjelaskan tentang propinsi Nusa Tenggara Timur dengan serba- serbinya. Tentang rumah adat, tarian adat, lagu daerah, binatang khas bahkan daerah wisatanya.
Yang menarik semua yang dibahas tersaji rapi dalam majalah duduk yang telah mereka buat.
Di atas adalah salah satu kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila tema tiga di Bintaraloka.
Kegiatan yang dinanti siswa ini selalu mempunyai banyak cerita dalam pelaksanaannya.
Tentang Majalah Duduk ( Maduk)
Siswa dan maduk hasil karya, dokumentasi pribadi
Majalah duduk sebenarnya istilah lain dari majalah tiga dimensi. Jika ada singkatan mading untuk majalah dinding, maka untuk majalah duduk disingkat dengan maduk. Jika majalah dinding posisinya digantung di dinding, maka majalah duduk diletakkan di atas meja dan berupa karya tiga dimensi.
Membuat maduk adalah salah satu tagihan dari projek tema Konser Musik Nusantara yang mulai dilaksanakan di awal bulan Pebruari.
Salah satu maduk, dokumentasi BuzSalah satu maduk, dokumentasi pribadi Salah satu maduk, dokumentasi pribadi
Mengapa membuat maduk? Sebelum mereka melakukan konser tentang lagu daerah Nusantara, mereka harus memahami kekhasan daerah di mana lagu tersebut berasal, dan pengetahuan tentang segala sesuatu berkaitan dengan propinsi tersebut bisa digali lewat pembuatan majalah duduk.
Pembuatan maduk, dokumentasi Bintaraloka
Pembuatan maduk dilakukan melalui beberapa tahapan :
Diskusi pembuatan maduk, dokumentasi Buz
Pengundian tema : satu kelas dibagi dalam tiga kelompok besar dan tiap kelompok mengambil undian yang berisi nama propinsi yang akan diangkat sebagai tema dari majalah duduk.
Diskusi dan browsing : sesudah mendapatkan nama propinsi yang harus dijadikan maduk, siswa melakukan diskusi kelompok dan mencari bahan sebanyak-banyaknya dengan cara browsing tentang propinsi tesebut.
Membuat maduk : proses merancang dan membuat maduk dilaksanakan bersama. Bahan-bahan diusahakan jangan terlalu mahal, atau memanfaatkan bahan yang ada di sekitar kita.
Presentasi : sesudah jadi, maduk dipresentasikan di depan kelas. Guru memberikan bimbingan seperlunya tentang bagaimana melakukan presentasi yang baik, dan memberikan beberapa pertanyaan berkaitan dengan proses pembuatan maduk.
Penilaian : penilaian dilakukan oleh guru juga oleh teman sejawat
Maduk dibuat dari berbagai macam benda yang ada di sekitar kita. Seperti triplek, kardus bekas, benang wol, kawat, sabut kelapa, tusuk gigi, stick es krim dan banyak lagi. Dengan kreativitas siswa, benda-benda tersebut bisa disulap sebagai pengisi maduk.
Proses pembuatan maduk, dokumentasi pribadiPenilaian teman sejawat, dokumentasi Buz
Wow, dari stik es krim dan tusuk gigi siswa bisa mebuat rumah adat Kalimantan Barat, dari sabut kelapa mereka bisa membuat rumah adat NTT juga dari benang wol mereka bisa membuat pepohonan di pantai. Mengagumkan sekali. Kreativitas siswa benar-benar patut diacungi jempol.
Presentasi dengan bimbingan guru, dokumentasi pribadi
Selain lebih memahami kekhasan daerah-daerah di Nusantara, yang bisa dipelajari siswa dari kegiatan pembuatan maduk ini adalah:
Siswa belajar bekerja dalam tim dan bertanggung jawab dalam mengerjakan tugasnya.
Siswa belajar mencari ide, mendiskusikan dan mengeksekusi ide-ide tersebut.
Siswa belajar melakukan presentasi dengan baik.
Ya, ada banyak hal yang dipelajari siswa dari kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.
Utamanya dalam tema Konser Musik Nusantara ini, disamping belajar tentang berbagai karakter baik, yang tak kalah penting adalah siswa bisa memahami kekayaan Nusantara, sehingga bisa lebih mencintai budaya Nusantara.
Siswa dan maduk, dokumentasi pribadi Siswa dan maduk, dokumentasi pribadiPresentasi maduk, dokumentasi Bintaraloka
Karena jika bukan kita yang mencintai budaya Nusantara , lalu siapa lagi?