Kabar gembira kembali datang dari regu Pramuka Barakuda Cempaka, regu kebanggaan SMP Negeri 3 Malang.
Regu yang kerap menorehkan tinta emas ini berhasil mencatatkan prestasi membanggakan dengan menyabet gelar Juara 1 dalam lomba Pramuka pada ajang Langsep Challenge yang diselenggarakan oleh SMAK Santa Maria Malang.
Pramuka Bintaraloka raih juara pertama, dokumentasi Pramuka Bintaraloka
Langsep Challenge sendiri merupakan event tahunan yang bertujuan menjaring bakat-bakat unggul siswa SMP se-Jawa Timur, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
Dengan beragam kompetisi seperti basket, futsal, dan e-sport, acara ini tidak hanya menguji skill, tetapi juga menanamkan nilai-nilai sportivitas, kreativitas, dan jalinan persahabatan.
Mengusung tema ‘Beyond The Toybox’, ajang ini mendorong setiap peserta untuk berani keluar dari rutinitas dan mengeksplorasi potensi terbaik mereka.
Dalam kompetisi yang penuh semangat ini, Bintaraloka mendelegasikan 17 siswanya yang terpilih. Hasilnya, kerja keras dan dedikasi mereka selama ini terbayar lunas. Prestasi juara pertama ini membuktikan sebuah prinsip sederhana: bahwa usaha dan ketekunan yang tulus tidak pernah mengkhianati hasil.
“Pengalamannya sangat menyenangkan. Kami bisa bertemu dan berinteraksi dengan banyak pangkalan Pramuka lain, sekaligus bisa menampilkan yang terbaik dari hasil latihan intensif kami selama dua bulan,” ujar Izza, salah satu peserta, menceritakan kesan tak terlupakan dari ajang tersebut.
Dengan segudang semangat, Pramuka Bintaraloka berharap kemenangan ini menjadi batu loncatan untuk meraih lebih banyak prestasi di masa depan, sekaligus mengangkat nama besar Pramuka Bintaraloka di kancah yang lebih luas.
Peserta dari Bintaraloka , dokumentasi Pramuka Bintaraloka
Pembina Pramuka SMP Negeri 3 Malang, Kak Mubin, juga memberikan pesan penyemangat. “Prestasi ini adalah awal yang baik, namun jangan cepat berpuas diri. Tetaplah rendah hati, jaga solidaritas, dan teruslah menyala untuk meraih pencapaian-pencapaian berikutnya.”
Sekelompok siswa berdiri berjajar di lapangan. Tak berapa lama satu dari mereka maju ke depan dan membacakan ikrar Sumpah Pemuda dengan penuh semangat.
Setelah ikrar semua segera menyanyikan lagu Bangun Pemudi Pemuda, beberapa dengan koreografi tertentu. Nuansa kebangsaan dan semangat begitu terasa di pagi itu.
Ikrar Sumpah Pemuda dan padsu, dokumentasi Bintaraloka
Berbagai macam kostum mewarnai penampilan mereka. Ada yang mengenakan baju bebas, busana merah putih, busana batik, juga busana daerah.
Peserta dengan kostum merah putih, dokumentasi pribadi
Sementara itu di tempat lain siswa sedang menyiapkan diri untuk tampil dalam drama b. Ada yang mengenakan baju surjan, kaos oblong, kebaya, pendeknya mereka berbusana sesuai dengan peran yang akan mereka bawakan.
Drama, dokumentasi Bintaraloka
Di tempat yang lain lagi siswa sibuk membuat tulisan aksara Jawa, membuat poster digital juga poster manual. Berbagai pesan tersampaikan lewat karya siswa, misalnya tentang anti bullying.
Poster anti bullying , dokumentasi MeiyantikaLomba poster digital , dokumentasi Bintaraloka
Belum selesai, di tengah kesibukan peserta lomba ada siswa yang meliputi sekaligus melaporkan tentang pelaksanaan lomba. Mereka adalah reporter- reporter cilik yang sedang mengikuti lomba broadcast.
Lomba broadcasting , dokumentasi pribadi
Di atas adalah kesibukan SMP Negeri 3 Malang dalam perayaan Bulan Bahasa yang diadakan pada hari Kamis, 23 Oktober 2025.
Bahasa adalah jiwa dari sebuah bangsa. Ia bukan sekadar kumpulan huruf dan kata, melainkan jendela untuk menatap dunia, jembatan untuk merajut persatuan, dan cermin yang memantulkan identitas kita.
Story telling, dokumentasi Bintaraloka
Dalam semangat akan kecintaan pada bahasa inilah perayaan ini diadakan.
Acara yang ditandai dengan berbagai macam lomba ini adalah sebuah festival untuk merayakan keindahan, kekuatan dan kekayaan bahasa yang meliputi bahasa daerah, bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
Musikalisasi puisi, Dokumentasi Bintaraloka
“Mari cintai Bahasa Indonesia, lestarikan Bahasa Daerah dan kuasai Bahasa Asing,” ungkap Ibu Dwikaa ketua pelaksana Perayaan Bulan Bahasa 2025 di pembukaan acara ini.
Tidak tanggung-tanggung, acara kali ini dimeriahkan dengan lima belas nomor lomba yang wajib diikuti oleh perwakilan tiap kelas.
Cintai Bahasa Indonesia, lestarikan Bahasa Daerah dan kuasai Bahasa Asing
Nomor lomba yang diadakan meliputi pidato, MC, mendongeng, story telling, speech contest, cipta puisi dan cerpen, geguritan, menulis aksara Jawa, membuat poster digital dan manual, drama, musikalisasi puisi, broadcasting dan mading.
Peserta lomba, dokumentasi pribadi
Setiap kelas begitu intens dalam melakukan persiapan. Beberapa hari sebelumnya siswa sibuk latihan membuat puisi, membuat naskah sekaligus berlatih drama, dan banyak lahi. Singkat cerita, ini adalah minggu sibuk di Bintaraloka, karena semua ingin menunjukkan tampilan yang maksimal di hari perayaan Bulan Bahasa.
Hari yang luar biasa. Lewat kegiatan ini siswa bisa mengembangkan kreativitas dalam kebahasaan dan kesastraan, sekaligus melatih ketrampilan bahasa lisan mereka.
Selain hal tersebut di atas lewat berbagai kegiatan lomba, siswa bisa mengasah rasa percaya diri sekaligus sportivitas dalam berkompetisi.
Mading, dokumentasi pribadi
Akhirnya lebih dari sekadar kompetisi, perayaan Bulan Bahasa adalah wadah nyata bagi siswa untuk mengaktualisasikan diri, mengasah kreativitas kebahasaan, dan memperkuat karakter.
Berbagai kesibukan dan persiapan yang dilakukan para siswa telah terbayar lunas dengan kegembiraan, kebanggaan, dan pelajaran berharga yang mereka dapatkan di hari perayaan.
Berbagai kegiatan hari itu menjadi bukti bahwa kecintaan pada bahasa dan budaya adalah fondasi penting dalam membentuk generasi muda yang percaya diri, sportif, dan mencintai identitas bangsanya.
Rabu (22/10) adalah hari yang begitu istimewa di Bintaraloka. Betapa tidak? Hari ini telah dilaksanakan pemilihan ketua OSIS periode 2025/2026 sekaligus peringatan Hari Santri Nasional 2025.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, peringatan Hari Santri Nasional ditandai dengan pemakaian busana muslim oleh seluruh warga Bintaraloka.
Siap menggunakan hak pilih, dokumentasi pribadi
Penetapan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional sendiri dituangkan dalam Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015.
Penetapan tersebut merujuk pada peristiwa bersejarah tahun 1945, ketika Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama, mengeluarkan seruan monumental yang dikenal sebagai “Resolusi Jihad”.
Seruan itu disampaikan di Surabaya pada 22 Oktober 1945 dan berisi fatwa bahwa mempertahankan kemerdekaan Indonesia hukumnya fardhu ‘ain (wajib bagi setiap individu Muslim). Artinya, seluruh umat Islam tanpa memandang status sosial memiliki kewajiban untuk melawan penjajah yang berusaha kembali menancapkan kekuasaannya di bumi Indonesia.
Siap menggunakan hak pilih, dokumentasi pribadi
Resolusi ini membakar semangat para santri, ulama, dan rakyat untuk berjuang mempertahankan kemerdekaan. Tak lama setelah seruan tersebut, pecahlah pertempuran 10 November 1945, yang kemudian dikenal sebagai Hari Pahlawan.
Sejarah mencatat, tanpa semangat jihad yang dikobarkan oleh kalangan pesantren, perjuangan rakyat Surabaya tidak akan seheroik itu.
Peringatan Hari Santri dilaksanakan dengan bersama sama menyanyikan Mars Hari Santri yang dipimpin oleh Ibu Utien Kustianing.
Di tengah peringatan Hari Santri tersebut, juga dilaksanakan Pilketos sebagai wujud partisipasi seluruh warga sekolah untuk memilih Ketua OSIS periode 2025/2026.
Pengarahan dari Pak Ardilah, dokumentasi pribadi
Pilketos yang dilaksanakan di lapangan volley ini diikuti dengan antusias oleh seluruh warga sekolah. Pemilihan dilaksanakan dengan menggunakan tab sekolah melalui aplikasi Master Web.
“Harapannya semoga para pengurus OSIS yang terpilih bisa bekerja dengan baik dan optimal, ” ungkap beberapa siswa setelah menunaikan hak pilihnya.
Pelaksanaan Pilketos, dokumentasi pribadi
Akhirnya semoga peringatan Hari Santri dan Pilketos hari ini bisa menjadi inspirasi bagi siswa untuk menjadi pemimpin yang baik di masa depan, mengabdi pada bangsa dan negara dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi yang tinggi.
René Descartes adalah penemu sistem koordinat kartesius. Ia adalah seorang filsuf, ilmuwan, dan matematikawan asal Prancis yang hidup dari tahun 1596 hingga 1650.
Sistem koordinat kartesius dinamai berdasarkan nama Latinnya, yaitu Renatus Cartesius.
Menurut legenda, gagasan tentang sistem ini muncul ketika Descartes sedang berbaring di tempat tidur dan memperhatikan seekor lalat yang merayap di langit-langit.
Ia menyadari bahwa posisi lalat tersebut dapat digambarkan dengan menggunakan dua angka: jarak lalat dari dua sisi dinding yang tegak lurus. Ide inilah yang kemudian ia kembangkan menjadi sistem koordinat kartesius, yang menghubungkan aljabar dan geometri.
Sistem koordinat Kartesius adalah sistem penentuan posisi titik pada bidang atau ruang menggunakan dua atau lebih sumbu bilangan yang saling tegak lurus.
Dokumentasi pribadi
Sistem ini menggunakan pasangan angka (x,y)
Komponen utama dalam Sistem Koordinat Cartesius
Sumbu: Dua garis yang saling tegak lurus, yaitu sumbu mendatar(x) dan sumbu tegak (y)
Titik pusat (0,0): Titik perpotongan antara sumbu x dan sumbu y
Kuadran: Empat daerah yang terbentuk akibat perpotongan kedua sumbu.
Untuk mengingat kembali cara meletakkan titik pada sumbu koordinat, kerjakan soal berikut ini:
Petunjuk Umum:
· Siapkan kertas berpetak atau lembar kerja bidang koordinat.
· Gambarlah bidang koordinat dengan sumbu X (mendatar) dan sumbu Y (tegak). Rentang yang disarankan adalah dari -10 hingga 10.
· Plot titik-titik berikut sesuai dengan koordinat yang diberikan.
· Hubungkan titik-titik tersebut secara berurutan dengan garis lurus. Jika ada perintah “angkat pensil”, itu artinya kamu tidak perlu menghubungkan titik tersebut dengan titik berikutnya.
· Setelah semua titik terhubung, sebuah gambar akan terbentuk!
Soal 1:
Langkah-langkah:
1. Mulailah dari titik A.
2. Hubungkan titik A → B → C → D → A.
3. Angkat pensilmu. Pindah ke titik E tanpa menggambar garis.
4. Hubungkan titik E → F → G → E.
5. Angkat pensilmu. Pindah ke titik H.
6. Hubungkan titik H → I.
7. Selesai!
Titik-titik Koordinat:
· A (1, 1)
· B (1, 5)
· C (5, 5)
· D (5, 1)
· E (0, 5)
· F (3, 8)
· G (6, 5)
· H (2, 1)
· I (2, 3)
· J (4, 3)
· K (4, 1)
Pertanyaan:
1. Bangun datar apakah yang terbentuk dari titik A, B, C, D?
2. Bangun datar apakah yang terbentuk dari titik E, F, G?
Soal 2:
Langkah-langkah:
1. Gambar dari titik A dan ikuti urutan alphabet sampai titik K.
2. Hubungkan juga titik K kembali ke titik A.
Titik-titik Koordinat:
· A (-6, 2)
· B (-2, 2)
· C (-2, 4)
· D (0, 0)
· E (2, 4)
· F (2, 2)
· G (6, 2)
· H (4, 0)
· I (6, -2)
· J (2, -2)
· K (2, -4)
· L (0, 0) [Catatan: Titik L sama dengan D, jadi hubungkan K ke L/D, lalu ke M]
· M (-2, -4)
· N (-2, -2)
· O (-6, -2)
· P (-4, 0)
Pertanyaan:
Gambar apakah yang terbentuk?Jelaskan arahnya!
Soal 3:
Langkah-langkah:
1. Plot semua titik terlebih dahulu.
2. Hubungkan titik-titik secara berurutan dari A hingga J.
Titik-titik Koordinat:
· A (1, 5)
· B (3, 7)
· C (6, 7)
· D (8, 5)
· E (8, 4)
· F (16, 4)
· G (16, 3)
· H (8, 3)
· I (8, 2)
· J (6, 0)
· K (3, 0)
· L (1, 2)
· M (1, 3)
· N (-7, 3)
· O (-7, 4)
· P (1, 4)
· Kembali ke A (1, 5)
Pertanyaan:
Gambar apa yang terbentuk?
Soal 4:
Langkah-langkah:
1. Gambarlah titik-titik ini dengan sangat teliti. Gambar ini sangat simetris.
Karang Taruna “Asri Lestari” melakukan program penanaman pohon di bantaran sungai. Pada hari pertama, mereka menanam 25 batang pohon. Untuk menjaga semangat relawan, setiap hari berikutnya mereka menambah 5 pohon lebih banyak dari hari sebelumnya.
a.Berapa banyak pohon yang ditanam pada hari ke-10?
b.Berapa total pohon yang telah ditanam setelah 15 hari?
Soal 2: Pengumpulan Sampah Plastik
Dalam rangka memperingati Hari Bumi, siswa-siswa SMP Cendekia mengadakan gerakan pungut sampah plastik. Target mereka adalah mengumpulkan 100 botol plastik pada minggu pertama. Mereka berencana meningkatkan jumlah pengumpulan sebanyak 15 botol setiap minggunya.
a.Berapa botol plastik yang akan mereka kumpulkan pada minggu ke-8?
b.Berapa total botol plastik yang telah terkumpul selama satu semester (18 minggu)?
Soal 3: Pembuatan Biopori
RW 05 membuat program pembuatan lubang resapan biopori (LRB) untuk meningkatkan daya serap air tanah. Bulan pertama berhasil dibuat 30 LRB. Karena antusias warga, setiap bulan berikutnya dapat dibuat 4 LRB lebih banyak dari bulan sebelumnya.
Lestarikan air tanah, sumber gambar : Tanindo
a.Berapa LRB yang berhasil dibuat pada bulan ke-12?
b.Berapa jumlah seluruh LRB yang telah dibuat selama satu tahun?
Soal 4: Pengomposan Sampah Organik
Ibu-ibu PKK membuat kompos dari sampah daun. Pada bulan pertama, mereka menghasilkan 18 kg kompos. Setiap bulannya, produksi kompos mereka berkurang 2 kg karena berkurangnya pasokan daun kering.
a.Berapa kg kompos yang dihasilkan pada bulan ke-6?
b.Berapa total kompos yang dihasilkan selama 6 bulan?
Soal 5: Hemat Air
Keluarga Pak Budi berkomitmen menghemat air. Pada bulan pertama, mereka berhasil menghemat 15.000 liter air. Setiap bulannya, mereka menambah jumlah penghematan sebanyak 3.000 liter dari bulan sebelumnya.
a.Berapa liter air yang berhasil dihemat pada bulan ke-9?
b.Berapa total air yang telah dihemat selama setahun (12 bulan)?