Tabungan dan Pinjaman

Tabungan Koperasi Sekolah

Koperasi sekolah membuka program tabungan siswa. Rani membuka rekening dengan setoran awal Rp500.000. Setiap bulan ia menyetor Rp100.000. Koperasi memberikan bunga tunggal 6% per tahun yang dihitung hanya dari setoran awal. Rani ingin mengumpulkan minimal Rp1.500.000 untuk membeli laptop bekas.

Pertanyaan:

a. Berapa saldo Rani setelah 10 bulan?

b. Apakah target Rani tercapai? Jelaskan.

c. Jika setelah 10 bulan Rani tetap menyetor Rp100.000 per bulan dan bunga tidak berubah, berapa bulan lagi agar saldo mencapai Rp2.000.000?

Pinjaman Koperasi

Pak Budi meminjam Rp6.000.000 di koperasi untuk modal usaha. Koperasi menerapkan bunga tunggal 9% per tahun dari pokok pinjaman. Pinjaman diangsur selama 12 bulan dengan pokok yang sama setiap bulan. Biaya administrasi sudah termasuk dalam bunga.

Pertanyaan:

a. Berapa bunga per bulan?

b. Berapa angsuran yang harus dibayar Pak Budi setiap bulan?

c. Berapa total uang yang dibayarkan Pak Budi sampai lunas?

dokumentasi pribadi

Tabungan Pendidikan

Bu Sari membuka tabungan pendidikan untuk anaknya. Ia menyetor awal Rp2.000.000. Setiap bulan ia menabung Rp200.000. Bank memberikan bunga tunggal 4% per tahun yang dihitung dari setoran awal. Bu Sari menargetkan tabungan mencapai Rp5.000.000.

Pertanyaan:

a. Berapa saldo tabungan setelah 1 tahun?

b. Apakah target Bu Sari sudah tercapai? Jika belum, berapa kekurangannya?

c. Jika setelah 1 tahun ia tetap menabung Rp200.000 per bulan, berapa bulan lagi target tercapai?

Memilih Pinjaman Modal

Bu Ani membutuhkan Rp10.000.000 untuk modal usaha. Ia mendapat dua penawaran:

· Bank A: bunga tunggal 8% per tahun dari pokok, biaya administrasi Rp200.000, tenor 12 bulan.

· Bank B: bunga tunggal 1% per bulan dari pokok, tanpa biaya administrasi, tenor 12 bulan.

Pertanyaan:

a. Hitung total uang yang harus dibayar Bu Ani jika memilih Bank A.

b. Hitung total uang yang harus dibayar jika memilih Bank B.

c. Manakah yang lebih murah? Berapa selisihnya?

Tabungan Qurban

Masjid Al-Ikhlas membuka program tabungan qurban. Peserta menyetor Rp500.000 setiap bulan selama 12 bulan. Panitia menambahkan subsidi 5% dari total setoran peserta. Harga satu ekor kambing Rp3.500.000 dan satu ekor sapi Rp14.000.000. Pak Rahmat mengikuti program tersebut.

Pertanyaan:

a. Berapa total tabungan Pak Rahmat setelah 12 bulan?

b. Jika ia ingin berqurban kambing, apakah tabungannya cukup? Berapa kelebihan/kekurangannya?

c. Jika ia ingin berqurban sapi, berapa bulan minimal ia harus menabung?

Pinjaman dengan Denda

Andi meminjam Rp3.000.000 untuk membeli sepeda. Pinjaman diangsur 6 bulan. Bunga tunggal 2% per bulan dari pokok pinjaman. Jika terlambat membayar, ia dikenakan denda 5% dari angsuran bulanan untuk setiap bulan keterlambatan. Andi terlambat membayar selama 2 bulan.

Pertanyaan:

a. Berapa angsuran bulanan Andi?

b. Berapa total denda yang harus dibayar?

c. Berapa total uang yang harus dibayar Andi selama dua bulan tersebut?

 Dua Saudara Menabung

Alya dan Bima bersaudara menabung di bank yang sama. Alya menabung Rp150.000 setiap bulan, sedangkan Bima menabung Rp200.000 setiap bulan. Mereka mulai menabung pada bulan yang sama. Bank memberikan bonus 5% dari total setoran setelah 12 bulan. Bonus tidak diberikan jika menarik tabungan sebelum 12 bulan.

Pertanyaan:

a. Setelah berapa bulan selisih tabungan mereka Rp500.000?

b. Setelah 13 bulan, berapa saldo Alya dan Bima masing-masing? Berapa selisih saldo mereka setelah bonus?

Membeli Motor: Menabung atau Meminjam?

Pak Dedi ingin membeli motor Rp18.000.000. Ia punya dua pilihan:

· Pilihan 1: menabung Rp1.500.000 per bulan tanpa bunga sampai uangnya cukup.

· Pilihan 2: membayar DP Rp3.000.000 sekarang, lalu meminjam Rp15.000.000 dengan bunga tunggal 12% per tahun selama 12 bulan.

Pertanyaan:

a. Berapa bulan Pak Dedi harus menabung pada Pilihan 1?

b. Berapa total uang yang dikeluarkan pada Pilihan 2?

c. Pilihan mana yang lebih murah? Berapa selisihnya?

Pola dan Barisan Bilangan

Kasus Brankas Berisi Uang Emas

Pada suatu hari detective Conan menerima beberapa orang tamu spesial. Tamu ini kebingungan karena menemukan sebuah brankas tua berisi emas batangan. Di luar brankas, tertempel secarik kertas bertuliskan:

‘Kunci terdiri dari 6 digit. Polanya: 1, 1, 2, 3, 5, …’

Mereka sudah mencoba semua angka, tapi brankas malah mengeluarkan asap! Ternyata, mereka salah memahami polanya.

Nah, berapa 2 digit terakhir yang benar agar brankas bisa dibuka? 

Misteri Lonceng Kuno dan Kode Terakhir

A large, weathered bronze bell stands tall and majestic against the backdrop of a clear, vibrant blue sky.

Di sebuah desa kecil di kaki gunung, hiduplah seorang pemuda bernama Raka. Suatu malam, desanya diguncang gempa kecil. Tidak ada yang rusak parah, kecuali satu hal: sebuah lonceng kuno di puncak bukit yang selama ratusan tahun tidak pernah berbunyi, tiba-tiba jatuh dari menaranya.

Saat warga berkerumun, mereka menemukan sesuatu yang aneh di balik lonceng itu. Terukir sebuah deretan angka yang sangat misterius:

1, 4, 9, 16, 25, …, …

Di bawah deretan angka itu, tertulis kalimat usang:
“Jika kau tahu angka ketujuh dan kedelapan, maka kau akan menemukan ruang rahasia di bawah menara ini.”

Raka, yang penasaran, mencoba menerka. “Mungkin 30 dan 40?” gumamnya. Tapi beberapa warga tua menggeleng. “Itu terlalu mudah. Leluhur kita pasti menyembunyikan sesuatu yang lebih rumit.”

Nah. menurut kalian, berapa dua angka sesudahnya? Jelaskan jawaban  kalian!

Salam matematika 😀

Osob Kiwalan, Identitas dan Perekat Budaya Orang Malang 

“Nakam?”

“Oges lecep ya,”

“Oyi wes,”

“Sebenarnya kepingin oskab,”

“Oskab apa lecep?”

“Lecep ae wes, oskab kapan kapan ae..,”

Di atas adalah sekelumit percakapan antara dua orang yang ada di sebuah kedai. Dari bahasa yang digunakan pembaca pasti bisa menebak dari mana kedua orang tersebut berasal. Ya, dari Malang. Mengapa ? Karena bahasa yang digunakan adalah bahasa khas Malangan yang dinamakan Osob Kiwalan atau Boso Walikan atau Bahasa yang kosa katanya dibaca terbalik.

Jadi jika kita membaca sebuah tulisan biasanya dari kiri ke kanan, dalam Osob Kiwalan kata dibaca dari kanan ke kiri. Mirip tulisan Arab ya..? Tidak juga. Nanti di uraian selanjutnya pembaca akan bisa melihat keunikan alat komunikasi satu ini.

Penggunaan Osob Kiwalan membuat suasana terasa hangat dan akrab. Osob Kiwalan membuat pemakainya merasa sesaudara, ya sama- sama orang Malang. Apalagi saat berada di luar kota, dan tiba-tiba ada yang menyapa kita dengan Osob Kiwalan ini. Yoopo kabare Sam? Wah, pasti sangat beda rasanya.

Bukan sekedar unik dan penambah keakraban Osob Kiwalan ternyata mempunyai sejarah yang ada kaitannya dengan Perang Kemerdekaan. Ya, bahasa ini tercipta saat Belanda melakukan aksi agresi militer satu (1947) dan agresi militer dua (1948) di Kota Malang.

Aksi yang bertujuan untuk menguasai kembali daerah Malang itu benar- benar merepotkan para pejuang saat itu. Di samping persenjataan Belanda yang lebih canggih, mereka juga dibantu oleh mata-mata yang dari masyarakat setempat yang berkhianat dengan menjadi informan untuk Belanda.

Begitu kreatifnya orang Malang, maka untuk menghadapi musuh dalam selimut ini mereka menciptakan Osob Kiwalan atau bahasa walikan yang hingga sekarang banyak dan pada akhirnya menjadi identitas budaya masyarakat Malang.

Bahasa walikan saat itu banyak digunakan oleh orang Malang yang berada di garis demarkasi atau perbatasan antara wilayah Indonesia dengan jajahan Belanda.

Pasukan yang paling banyak menggunakan Osob Kiwalan ini adalah para pejuang di bawah pimpinan Mayor Hamid Roesdi, pejuang asli Malang yang juga menjadi pemimpin  Gerilyawan Rakyat Kota (GRK), yaitu sebuah gerakan pemuda Malang untuk melawan penjajah Belanda.

Patung Mayor Hamid Rusdi, Sumber gambar: Metro

Sampai sekarang patung Mayor Hamid Rusdi bisa kita lihat berdiri gagah di Jalan Simpang Balapan Malang.

Lalu bagaimana cara membalik kata dalam Osob Kiwalan ini? Bukan sekedar membalik urutan huruf atau fonem, Osob Kiwalan juga memperhatikan kenyamanan pengucapan atau istilahnya “enak di lidah”.

Ada beberapa cara untuk membalik kata dalam Osob Kiwalan, yaitu:

1. Pembalikan Huruf secara  Langsung

Teknik ini membalik posisi huruf secara keseluruhan tanpa mengubah susunan bunyi.

Contoh:

Arek menjadi Kera

Boso menjadi Osob

Bayar menjadi Rayab

2. Membalik huruf dengan sedikit melakukan pengubahan dengan prinsip “Enak Dirungokno” (Nyaman Didengar). Jadi pembalikan tidak dilakukan secara kaku.

 Contoh:

Malang menjadi Ngalam

Mlebu menjadi ublem

Meskipun prinsipnya dibalik, tidak semua kata harus dibalik secara kaku. Jika kata yang dibalik sulit diucapkan, maka susunannya akan disesuaikan agar tetap terdengar enak dan mudah diucapkan.

3. Pembalikan Suku Kata

Beberapa kata tidak dibalik huruf demi huruf, melainkan per suku kata, terutama untuk kata yang memiliki konsonan ganda. 

Contoh:

Sembarang menjadi ngarambes

4. Membalik Kata Umum dalam Kalimat, jadi yang dibalik hanya kata kata umum, tidak semua kata.

Contoh:

“Awakmu wis budal” menjadi “Awakmu wis ladub” (ladub = budal/berangkat).

Iyo Mas, aku melok menjadi oyi sam, ayas kolem

Dalam osob kiwalan sering kali imbuhan dipertahankan atau menyesuaikan agar kata yang diucapkan tetap mudah dipahami.

Meskipun unik , namun menurut jajak pendapat yang dilakukan Times Indonesia pada tahun 2025, Osob Kiwalan ini semakin lama semakin ditinggalkan.

Jajak pendapat yang dilakukan pada anak muda dengan rentang usia 17-27 tahun tersebut menghasilkan data bahwa bahasa yang unik dan kreatif ini sangat menarik namun sulit dipahami.

Pengaruh media sosial dan banyaknya pendatang di Kota Malang membuat komunikasi orang Malang lebih banyak dilakukan dengan menggunakan Bahasa Indonesia daripada Osob Kiwalan ini. Hal ini ikut andil atas semakin menurunnya jumlah pemakai Osob Kiwalan. 

Sebuah bahasa lambat laun akan punah jika pemakainya semakin lama semakin sedikit. Berkaca dari hal tersebut,  adalah tanggung jawab kita bersama terutama orang Malang untuk terus berusaha agar Osob Kiwalan yang menjadi identitas dan perekat budaya orang Malang ini tidak semakin hilang tergerus oleh arus perubahan zaman.

Bagaimana pembaca? Utujes?

Berkunjung ke Penangkaran Rusa Maliran, Kesambi Trees Park Blitar

Azan Dhuhur baru saja berkumandang ketika kami kembali menaiki sepur kelinci. Jelajah Penataran sudah selesai dan kini  perjalanan Eksplor Blitar akan segera dilanjutkan.

“Sampun? Langsung Penangkaran Rusa?” kata Pak Ali ketika menghitung jumlah penumpangnya sudah lengkap, sepuluh orang.

“Sampun Pak, lanjut,” jawab kami hampir serempak.

Sepur kelinci mulai berjalan. Tidak seperti tadi saat berangkat, kali ini beberapa lagu disetel agar suasana lebih ceria. Lagu- lagu lawas dari Nike Ardilla mewarnai perjalanan kami siang itu.

Sepur terus berjalan melalui jalan-jalan yang tak begitu besar, dan di sebuah pelataran yang lumayan luas, kendaraan kami berhenti. 

Setelah membayar tiket Rp12.000 per orang kamipun masuk dan mulai menjelajah Penangkaran Rusa atau Kesambi Trees Park Blitar.

Penangkaran Rusa Maliran atau Kesambi Trees Park Blitar

Tempat Penangkaran Rusa ini  berada di Desa  Jatilengger, Kec. Ponggok, Kab. Blitar. Wisata ini dulunya terkenal dengan nama Penangkaran Rusa Maliran, namun kini lebih dikenal dengan Kesambi Trees Park.

Sesuai namanya, tempat ini banyak ditumbuhi oleh pohon kesambi.

Dari Wikipedia diperoleh informasi bahwa kesambi atau kosambi (Schleichera oleosa) atau Malay Lac Tree dalam bahasa inggris adalah pohon dari Family Sapindaceae yang tumbuh agak lambat, dan dapat mencapai ketinggian 40 meter. 

Pohon ini hidup di daerah tropis dan subtropis, biasanya di dataran rendah tetapi kadang-kadang bisa hidup sampai pada ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut. 

Selain obyek wisata penangkaran rusa, Kesambi Trees Park ini juga merupakan kawasan outbond dan tempat yang bagus untuk berfoto-foto. Saat kami datang di sana banyak didirikan kemah, rupanya sedang ada acara dari komunitas tertentu.

Kedatangan kami langsung disambut hangat oleh seorang bapak di dekat pintu gerbang. “Monggo, ngopi dulu. Gratis, bisa meracik sendiri,” kata Si Bapak.

Mendengar kata “ngopi” kami langsung semangat. 

“Saestu, Pak?” tanya kami memastikan.

“Lho Monggo,” 

Si Bapak segera mengajak kami ke semacam gubuk kecil yang di dalamnya disediakan dua buah toples. Satu berisi gula dan satunya kopi.

“Monggo ngracik piyambak,” katanya sambil menyodorkan beberapa gelas kosong. Sementara itu di atas kompor dekat meja kopi terdapat panci kecil berisi air mendidih, siap untuk dituangkan ke gelas-gelas berisi kopi.

“Monggo kalau mau memberi makan rusa,” kata bapak tadi sambil mengarahkan kami ke meja yang penuh berisi kangkung. Rupanya bapak ini tadi juga menjual pakan rusa berupa kangkung yang diikat kecil-kecil dengan harga dua ribu rupiah per ikat.

Kami segera membeli beberapa ikat dan menuju dekat pagar sebagai pembatas pengunjung dan tempat rusa.

Setelah mencari tempat duduk dan ngopi sejenak, kamipun memberi makan rusa- rusa tersebut. 

Asyik sekali rasanya melihat rusa- rusa jinak tiba-tiba bermunculan dan berebut makan kangkung yang kami berikan.

“Ayo.. ayo jangan rebutan,” seru seorang teman sambil kembali membeli beberapa ikat kangkung. Senang sekali rasanya memberikan makan pada rusa-rusa itu. Melihat rusa yang begitu semangat makan membuat kami membeli dan membeli lagi kangkung di bapak yang memberi kami kopi tadi.

Suasana yang sejuk karena banyaknya pohon kesambi membuat kami betah berlama-lama di tempat ini. Setelah berfoto-foto (lagi dan lagi)  kamipun bersiap untuk melanjutkan perjalanan 

“Ayo ditunggu Pak Ali,” kata leader kami. Yap, tanpa menunggu lama kamipun menuju parkiran. Saatnya menuju destinasi terakhir yaitu Masjid Ar Rahman.

Perjalanan singkat kami di Penangkaran Rusa Kesambi Trees Park Blitar kali ini benar-benar meninggalkan kesan tersendiri. Bukan hanya karena bisa berinteraksi langsung dengan rusa-rusa yang lucu, tapi juga karena keramahan bapak penjaga dan anak gadisnya yang menyuguhkan kopi gratis untuk kami .

Suasananya yang sejuk dan asri membuat kami enggan beranjak, meski waktu terus mendesak. Semoga suatu hari nanti kami bisa kembali lagi, atau barangkali pembaca tergoda untuk merasakan sendiri serunya memberi makan rusa dan menikmati teduhnya pepohonan tua di Blitar ini? Selamat jalan-jalan!

Semangat Persiapan TKA (1)

Salam Matematika

Mari kita belajar soal-soal persiapan TKA berikut. Sebagai petunjuk, kerjakan sendiri terlebih dahulu, baru cocokkan dengan kunci jawaban. Tetap semangat ya…

Soal 1:

Diketahui bilangan real p dan q dengan p < q. Pilihlah di antara pernyataan-pernyataan berikut manakah yang benar:

a. 𝑝+1 < 𝑞+1

b. −𝑝 > −𝑞

c. 𝑝−𝑞>0

d. 𝑝−𝑞<0

Soal 2 :

Cuaca Ekstrem dan Perubahan Suhu Harian
Dalam beberapa waktu terakhir, Indonesia mengalami cuaca ekstrem yang ditandai dengan
perubahan suhu yang tidak menentu antara pagi, siang, dan malam hari. Cuaca ekstrem ini
dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti perubahan iklim, pergeseran musim, dan pola
angin yang tidak menentu. Kondisi ini menyebabkan suhu udara mudah berubah dalam
waktu singkat.
Perubahan suhu ini dapat dirasakan di berbagai daerah, termasuk di Kota Malang. Suhu
udara pada pagi hari tercatat sebesar 18°C. Memasuki siang hari, suhu udara meningkat
sebesar 7°C akibat paparan sinar matahari yang cukup terik. Namun, pada sore hari suhu
udara kembali menurun sebesar 5°C karena mulai turun hujan dan angin bertiup lebih
kencang. Pada malam hari, suhu udara turun lagi sebesar 4°C dibandingkan suhu pada sore
hari. Perubahan suhu tersebut terjadi secara bertahap sepanjang hari.
Berdasarkan info pada teks di atas, suhu udara pada malam hari adalah …
A. 16°C
B. 18°C
C. 20°C
D. 25°C

Soal 3 :

Toko “ Segara” menjual buah apel jenis Apel Malang dengan berat rata-rata 0, 98 kg setiap
kantong. Jika toko tersebut menjual 52 kantong Apel Malang, maka
pernyataan-permyataan berikut yang benar adalah… .
a. Jika semua terjual habis, maka perkiraan berat Apel Malang yang terjual adalah 51
kg
b. Total berat Apel Malang yang terjual diperkirakan lebih dari 50 kg
c. Pembulatan 0,98 menjadi 1 menyebabkan estimasi berat Apel Malang yang terjual
menjadi lebih kecil dari hasil sebenarnya
d. Jika 0,98 kg dibulatkan menjadi 1 kg dan 52 kantong dibulatkan menjadi 50, maka
estimasi berat Apel Malang yang terjual semuanya adalah 50 kg

Soal 4 :

Sumber gambar: TribrataNews

Pada saat bencana banjir di Aceh bulan November 2025 yang lalu, sebuah komunitas peduli
bencana mengumpulkan 420 paket makanan untuk korban bencana alam tersebut.
Paket-paket tersebut akan dibagikan ke beberapa posko dengan jumlah paket yang sama di
setiap posko dan tanpa sisa.
Untuk menentukan jumlah paket yang diterima setiap posko, perhatikan
pernyataan-pernyataan berikut kemudian berilah tanda centang (v)pada
pernyataan-pernyataan yang benar!

Selamat Belajar..

Kunci bisa dilihat di sini