Ketika Mereka Belajar Membuat Aransemen Musik (Catatan P5 Tema Konser Musik Nusantara)

Bagaimana rasanya belajar aransemen musik langsung pada ahlinya? Wow.. mantap, sekaligus inspiratif.

Itu yang bisa dirasakan ketika pagi ini siswa mengikuti salah satu rangkaian acara Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Bintaraloka.

Ya, pagi ini acara Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila mengundang dua orang personil grup musik KOS ATOS.

Kolaborasi gitar dan sape, dokumentasi pribadi

Mengapa KOS ATOS? Grup musik yang punya banyak prestasi ini, salah seorang personil nya adalah Pak Vigil Kristologus, guru seni budaya kebanggaan SMP Negeri 3 Malang.

Sekilas Tentang KOS ATOS

Kelompok musik KOS ATOS lahir dilingkungan kampus Universitas Negeri Malang pada tahun 2014. Awalnya kelompok musik ini berisi sekumpulan mahasiswa musik dari PSTM Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang

Setelah beberapa kali mengalami perubahan formasi KOS ATOS perlahan mulai mengeluarkan album mereka.

Album dari KOS ATOS tersebut adalah
Luta (Album, 2016)
Selagi Ada (Single, 2017)
Esok Lagi (Album, 2018)
Local Heroes (Album, 2019)
Harapan (Single, 2019)
Langkah Baru (Album, 2021)

Selain rilis beberapa Album, KOS ATOS semakin berkibar dengan banyaknya apresiasi yang diperoleh, seperti terlibat di beberapa event nasional seperti Pasar Keroncong 2016 dan 2018, Keroncong Plesiran 2019, Finalis Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI) 2021 yang diadakan oleh KEMENPAREKRAF, serta menjadi Nominasi AMI Award 2021 untuk kategori Musik Keroncong Progresif Terbaik dengan lagu “Keroncongkan Sekitarmu” (Album Langkah Baru 2021) dan Nominasi AMI Award 2022 untuk kategori Musik Keroncong Progresif Terbaik dengan lagu “Hingga Ujung Mentari” (Album Langkah Baru 2021).

Dan pada tahun 2022 Kos Atos tercantum pada sebuah buku berjudul Ensiklopedia Musik Keroncong oleh Kemendikbud RI sebagai pendokumentasian terhadap musik Keroncong Indonesia.

Luar biasa..

Kedatangan Pak Vigil dan Kak Eka pagi ini adalah dalam rangka pemberian materi tentang bagaimana cara membuat aransemen musik Nusantara pada siswa kelas tujuh.

Senam Pelajar Pancasila, dokumentasi pribadi

Pagi ini acara P5 diawali dengan senam Profil Pelajar Pancasila bersama. Berbeda dengan biasanya kali ini yang menjadi pemandu adalah seluruh ketua kelas tujuh dan siswa kelas 2.2.1.

Sesudah senam bersama, acara dilanjutkan dengan pembukaan sekaligus pengarahan dari Pak Aksan selaku wakakur SMP Negeri 3 Malang. Dalam pengarahannya Pak Aksan menekankan pada siswa agar mengikuti semua kegiatan dengan sungguh-sungguh.

Sambutan Pak Aksan, dokumentasi pribadi

Pada sesi materi, Pak Vigil bersama Pak Eka memberikan materi secara kolaborasi. Keduanya menerangkan tentang sejarah seni musik, tahapan sejarah seni musik di Indonesia juga bagaimana mengaransemen musik dengan baik.

Diterangkan di sesi tersebut bahwa musik berasal dari kata muse( bahasa Yunani ). Dalam bahasa Yunani Kuno, muse mempunyai arti suatu keindahan yang terjadinya berasal dari kemurahan hati para dewa-dewa yang diwujudkan sebagai bakat.

Pak Vigil, dokumentasi pribadi

Musik yang sudah ada sejak ribuan tahun sebelum Masehi sampai sekarang masih eksis. Mengapa? Karena hakekatnya musik sudah ada dalam diri manusia. Hal ini bisa kita lihat dari irama detak jantung kita yang selalu ada sejak kita lahir. Ya, irama detak tersebut hakekatnya adalah musik.

Menurut Hazrat Inayat Khan musik mempunyai dimensi yang begitu luas. Arsitektur adalah musik, taman adalah musik, pertanian adalah musik, lukisan adalah musik, puisi adalah musik. bahwa alam dengan segala keteraturan dan ketidak keteraturannya, sebagai suatu harmoni dan juga keselarasan akan ciptaan Tuhan.

Peserta P5, dokumentasi pribadi

Ada lima periode sejarah perkembangan musik di Indonesia yaitu:

  1. Era spriritual dimana musik digunakan untuk kegiatan spiritual.
  2. Era setelah Hindu Budha. Pada zaman ini mulai muncul alat musik gamelan
  3. Pengaruh Islam, musik banyak dipakai untuk penyebaran agama Islam misal dengan menggunakan perangkat gamelan.
  4. Masa kolonialisme, dimana musik barat mulai masuk ke Indonesia karena dibawa oleh bangsa Eropa
  5. Masa modern /kontemporer. Musik dan berbagai alirannya semakin berkembang luas di Indonesia.
Rasa Sayange, dokumentasi pribadi
Ayo Mama, dokumentasi pribadi
Belajar intonasi musik, dokumentasi pribadi

Acara pemberian materi dilanjutkan dengan praktik langsung menyanyi bersama lagu lagu daerah, seperti Yamko Rambe Yamko,
Kampung nan jauh di Mato, Rasa Sayange
dan Ayo Mama dengan iringan gitar Kak Eka.

Melalui menyanyi bersama ini ditanamkan pada siswa bahwa untuk mengaransemen lagu ada hal-hal yang perlu diperhatikan siswa yaitu asal lagu, karakter dan budaya daerah tempat musik berasal.

Pagi ini siswa tidak hanya diajak menyanyi bersama, tapi juga menonton permainan musik angklung dari YouTube. Berbagai lagu diperdengarkan dan itu membuat suasana semakin hangat.

Di akhir acara Pak Vigil dan Kak Eka mempertunjukkan kolaborasi antara permainan sape dan gitar. Sape adalah alat musik tradisional serupa gitar yang berasal dari daerah Kalimantan.

Kolaborasi cantik antara keduanya berhasil menampilkan lagu Tanah Airku , Ibu Pertiwi, Cik cik Periok
Indonesia Tanah Air Beta dengan begitu manis. Siswa di aula ikut menyanyikan lagu-lagu tersebut bersama-sama.

Tanah Airku, dokumentasi pribadi

Di akhir acara, bersama- sama semua menikmati lagu dari KOS ATOS yang berjudul Kita Beda dan Berbahaya. Sebuah lagu yang sarat pesan di mana kita harus bangga dengan potensi kita yang berbeda -beda dan bisa mengembangkannya.

Sungguh, sebuah hari yang penuh kesan. Di hari ini menanamkan rasa cinta dan bangga pada Nusantara dilaksanakan dengan begitu menyenangkan.

Sebuah pesan yang sangat menarik dari Kak Eka pagi ini adalah berkesenianlah dengan jujur dan nyaman sehingga membuat hatimu merasa senang.

Kita bisa pasti bisa…
Kita beda dan berbahaya….

Salam Bintaraloka 😀

Lebih Memahami Budaya Nusantara Melalui Pembuatan Majalah Duduk (Maduk)

Sekelompok siswa yang terdiri atas delapan anak melakukan presentasi dengan penuh percaya diri di depan kelas. Di depan mereka ada majalah duduk (maduk ) sebagai peraga.

Kelompok yang maju kali ini menjelaskan tentang propinsi Nusa Tenggara Timur dengan serba- serbinya. Tentang rumah adat, tarian adat, lagu daerah, binatang khas bahkan daerah wisatanya.

Yang menarik semua yang dibahas tersaji rapi dalam majalah duduk yang telah mereka buat.

Di atas adalah salah satu kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila tema tiga di Bintaraloka.

Kegiatan yang dinanti siswa ini selalu mempunyai banyak cerita dalam pelaksanaannya.

Tentang Majalah Duduk ( Maduk)

Siswa dan maduk hasil karya, dokumentasi pribadi

Majalah duduk sebenarnya istilah lain dari majalah tiga dimensi. Jika ada singkatan mading untuk majalah dinding, maka untuk majalah duduk disingkat dengan maduk. Jika majalah dinding posisinya digantung di dinding, maka majalah duduk diletakkan di atas meja dan berupa karya tiga dimensi.

Membuat maduk adalah salah satu tagihan dari projek tema Konser Musik Nusantara yang mulai dilaksanakan di awal bulan Pebruari.

Salah satu maduk, dokumentasi Buz
Salah satu maduk, dokumentasi pribadi
Salah satu maduk, dokumentasi pribadi

Mengapa membuat maduk? Sebelum mereka melakukan konser tentang lagu daerah Nusantara, mereka harus memahami kekhasan daerah di mana lagu tersebut berasal, dan pengetahuan tentang segala sesuatu berkaitan dengan propinsi tersebut  bisa digali lewat pembuatan majalah duduk.

Pembuatan maduk, dokumentasi Bintaraloka

Pembuatan maduk dilakukan melalui beberapa tahapan :

Diskusi pembuatan maduk, dokumentasi Buz
  1. Pengundian tema : satu kelas dibagi dalam tiga kelompok besar dan tiap kelompok mengambil undian yang berisi nama propinsi yang akan diangkat sebagai tema dari majalah duduk.
  2. Diskusi dan browsing : sesudah mendapatkan nama propinsi yang harus dijadikan maduk, siswa melakukan diskusi kelompok dan mencari bahan sebanyak-banyaknya dengan cara browsing tentang propinsi tesebut.
  3. Membuat maduk : proses merancang dan membuat maduk dilaksanakan bersama. Bahan-bahan diusahakan jangan terlalu mahal, atau memanfaatkan bahan yang ada di sekitar kita.
  4. Presentasi : sesudah jadi, maduk dipresentasikan di depan kelas. Guru memberikan bimbingan seperlunya tentang bagaimana melakukan presentasi yang baik, dan memberikan beberapa pertanyaan berkaitan dengan proses pembuatan maduk.
  5. Penilaian : penilaian dilakukan oleh guru juga oleh teman sejawat

Maduk dibuat dari berbagai macam benda yang ada di sekitar kita. Seperti  triplek, kardus bekas, benang wol, kawat, sabut kelapa, tusuk gigi, stick es krim dan banyak lagi. Dengan kreativitas siswa, benda-benda tersebut bisa disulap sebagai pengisi maduk.

Proses pembuatan maduk, dokumentasi pribadi
Penilaian teman sejawat, dokumentasi Buz

Wow, dari stik es krim dan tusuk gigi siswa bisa mebuat rumah adat Kalimantan Barat, dari sabut kelapa mereka bisa membuat rumah adat NTT juga dari benang wol mereka bisa membuat pepohonan di pantai. Mengagumkan sekali. Kreativitas siswa benar-benar patut diacungi jempol.

Presentasi dengan bimbingan guru, dokumentasi pribadi

Selain lebih memahami kekhasan daerah-daerah di Nusantara,   yang bisa  dipelajari siswa dari kegiatan pembuatan maduk ini adalah:

  1.  Siswa belajar bekerja dalam tim dan bertanggung jawab dalam mengerjakan tugasnya.
  2. Siswa belajar mencari ide, mendiskusikan dan mengeksekusi ide-ide tersebut.
  3. Siswa belajar melakukan presentasi dengan baik.

Ya, ada banyak hal yang dipelajari siswa dari kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.

Utamanya dalam tema Konser Musik Nusantara ini, disamping belajar tentang berbagai karakter baik, yang tak kalah penting adalah siswa bisa memahami kekayaan Nusantara, sehingga bisa lebih mencintai budaya Nusantara.

Siswa dan maduk, dokumentasi pribadi
Siswa dan maduk, dokumentasi pribadi
Presentasi maduk, dokumentasi Bintaraloka

Karena jika bukan kita yang mencintai budaya Nusantara , lalu siapa lagi?  

Salam Pelajar Pancasila:)

Gempita Try Out UKD SD dan MI 2023 di Bumi Bintaraloka

Jam belum lagi menunjukkan pukul tujuh pagi. Meski demikian di Sabtu ini suasana halaman Bintaraloka sudah begitu ramai.

Kursi yang ditata di dekat tempat parkir mulai banyak yang menduduki.

Ya, pagi itu ada kegiatan Try Out UKD SD dan MI yang diadakan di SMP Negeri 3 Malang.

Try Out UKD SD dan MI adalah salah satu dari rangkaian acara Peringatan HUT Bintaraloka yang ke 73.

Peserta mencari ruangan, dokumentasi pribadi

Selain Try Out ada banyak acara lainnya, di antaranya gebyar seni, pameran, jalan sehat juga olimpiade IPA tingkat SD.

UKD atau Uji Kompetensi Dasar merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kota Malang dengan tujuan untuk mendapatkan nilai kelulusan yang akan digunakan sebagai syarat mengikuti PPDB SMP Negeri Kota Malang.

Peserta try out di ruang kelas, dokumentasi Anggita
Peserta try out di lab kom , dokumentasi pribadi

Untuk menghadapinya perlu dilakukan latihan yang terus-menerus dan sesekali mengikuti uji coba sehingga siswa bisa mengetahui sejauh mana persiapan yang telah dilakukan.

Dalam rangka membantu siswa SD untuk mengetahui sejauh mana kesiapan mereka untuk menghadapi UKD 2023 inilah SMP Negeri 3 mengadakan Try Out tersebut.

Pendaftaran try out sudah dilaksanakan sejak sepuluh hari sebelum pelaksanaan. Pendaftaran yang dilakukan lewat link google form ini disambut antusias oleh siswa dari berbagai SD.

Terbukti ada 651 siswa SD yang pagi ini mengikuti try out dan terbagi dalam 27 ruangan.

Siswa di antaranya berasal dari SD Purwantoro, Lowokwaru, Bareng, Kebonsari, Tanjungrejo, Bunulrejo, Sawojajar, Blimbing, Tunjungsekar, Kauman, Muhamadiyah, Laboratorium UM, Global Islamic School, Polehan, SDI Sabilillah, SDK Santo Yosep juga SDK Santa Maria.

Siswa yang datang ke sekolah ada yang diantar oleh orang tua ataupun guru pendamping. Siswa begitu bersemangat meski seharusnya hari Sabtu adalah hari dimana mereka biasanya menikmati libur di rumah.

Hal ini bisa dilihat dari beberapa siswa yang menyempatkan diri untuk foto bersama sebelum memasuki ruangan try out.

Foto bersama peserta try out, dokumentasi Pak Dian

Try out yang diadakan mulai dari pukul 08.00 hingga pukul 10.00 ini adalah kerjasama antara SMP Negeri 3 Malang dengan Bimbel Ganesha Operation.

Acara berlangsung lancar dari awal hingga akhir. Kelancaran acara ini sangat didukung oleh kerjasama panitia yang begitu kompak, pihak Ganesha yang menyiapkan soal dan pengawas try out, juga OSIS yang memberikan bantuan sejak sehari sebelum pelaksanaan hingga acara berakhir hari ini.

Berfoto bersama OSIS, dokumentasi pribadi

Selain dari Ganesha, pengawas try out sebagian berasal dari guru-guru SMP Negeri 3 Malang.

Di akhir acara try out pagi ini dilaksanakan rapat evaluasi antara SMP Negeri 3 Malang dan Ganesha Operation.

Akhirnya terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan sehingga acara Try Out UKD ini bisa berjalan dengan lancar, dan sampai jumpa di try out tahun mendatang.

Salam Bintaraloka:)

Menyulam, Giat Istimewa Keputrian Bintaraloka

Siang itu aula Bintaraloka satu kembali dipenuhi dengan siswa putri. Namun ada yang berbeda. Berbagai perlengkapan dibawa siswa, seperti kain, benang yang berwarna warni, jarum dan pamidangan.

Alat-alat menyulam, dokumentasi BDI

Aha, rupanya hari ini siswa akan belajar menyulam. Siapa yang akan menjadi narasumber? Istimewa! Para narasumber adalah alumni SMP Negeri 3 angkatan lulus tahun 1990.

Sesuai namanya keputrian adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh para siswa putri. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Jumat ketika siswa putra menunaikan sholat Jumat. Kegiatan keputrian dilanjutkan dengan pelaksanaan sholat Dhuhur berjamaah di aula.

Keputrian kadang diisi materi keagamaan, ketrampilan atau juga penyuluhan kesehatan. Narasumber bisa dari guru, alumni atau lainnya.

Hari itu dengan sabar ibu-ibu alumni memberikan pengarahan tentang tata cara menyulam mulai dari yang paling dasar. Sementara siswa mengikuti kegiatan dengan begitu antusias.

Bersama narasumber alumni, dokumentasi BDI

Yang membedakan keputrian kali ini dengan biasanya adalah kegiatan tidak hanya diikuti oleh siswi yang beragama Islam saja, namun juga dari yang beragama Kristen dan Katholik. Tentunya sesudah mereka melakukan kegiatan doa siang.

Tentang Menyulam dan Sejarahnya

Antusias belajar menyulam, dokumentasi BDI

Menyulam adalah teknik hias yang dilakukan dengan teknik tusuk untuk membuat pola atau desain yang diinginkan. Sulam dinamakan juga bordir. Jika sulam menggunakan tangan secara manual, maka bordir menggunakan mesin.

Menyulam disamping berfungsi untuk memperindah kain, juga bisa untuk menutup kekurangan kain, misal sedikit koyak atau berlubang.

Menyulam sudah dikenal sejak manusia mengenal pakaian yaitu sekitar 30.000 SM.
Hal tersebut dibuktikan dengan ditemukannya sisa fosil pakaian, sepatu dan topi dari masa lalu yang dihiasi oleh sulam jahitan tangan.

Ada berbagai macam tusuk sederhana dalam menyulam. Di antaranya adalah tusuk jelujur, tusuk silang, tusuk rantai, tusuk feston, tusuk Perancis dan banyak lagi.

Bagaimana bentuk masing masing tusuk sederhana dan cara membuatnya bisa dilihat di YouTube berikut ini.:

Macam-macam tusuk sederhana

Adapun cara membuat sulaman dengan motif tertentu adalah;

  1. Siapkan kain polos
  2. Gambar pola yang diinginkan di kain dengan menggunakan pensil
  3. Pasang pamidangan supaya kain tidak berkerut.
  4. Membuat sulaman dari berbagai macam tusuk sederhana yang sudah dipelajari.

Ada banyak manfaat dari menyulam bagi siswa putri. Di samping untuk meningkatkan kreativitas dan ketrampilan, menyulam bisa membuat siswa putri bisa mengatasi masalahnya sendiri, misal ada baju yang koyak, atau jika mereka ingin membuat hiasan pada baju, tas, taplak, seprai juga saputangan.

Menyulam, dokumentasi BDI

Di samping itu yang tak kalah penting menyulam bisa dikembangkan lebih lanjut ke depannya sehingga bisa menjadi ladang penghasilan.

Kegiatan siang itu berjalan begitu menyenangkan. Sambil menyulam siswa bisa saling bercerita sambil membandingkan hasil sulaman mereka. Bahkan peserta sampai meluber keluar aula karena banyaknya.

Peserta di luar aula, dokumentasi pribadi

Di akhir acara siswa diminta mengangkat dan menunjukkan hasil sulaman yang telah dibuat. Tampak senyum gembira dimana- mana. Tentu saja hari itu ilmu baru telah didapat.

Salut sekali pada Bu Utin dan BDI yang memprakarsai acara ini, juga pada ibu-ibu alumni yang telah membagikan ilmunya pada siswa di hari itu.

Akhirnya, betapa pentingnya memberikan ketrampilan pada siswa putri. Karena kelak siswa putri akan menjadi wanita yang menurunkan generasi.

Menunjukkan hasil kegiatan menyulam, dokumentasi BDI

Di tangan wanita bentuk generasi yang akan datang sangat ditentukan. Wanita yang pintar, terampil dan cerdas akan menurunkan generasi yang istimewa pula.

Salam Bintaraloka..:)

Kegiatan menyulam bisa dilihat di video berikut ini:

“Love is True”, Pentingnya Memberikan Cinta Untuk Sesama Manusia

Sementara di aula Bintaraloka satu berlangsung peringatan Isra’ Mi’raj, di aula Bintaraloka dua siswa Kristen dan Katholik melaksanakan ibadah Valentine dengan dipandu oleh Pak Gerry Valentino.

Adapun guru pendamping dari kegiatan ini adalah Pak Gerry, Bu Maria, Bu Cahya dan Pak Vigil.

Siswa peserta Ibadah Valentine, dokumentasi Jojo

Kegiatan ini bertema “Love is True”, dan lebih mengarah pada pemberian sex education.

Menurut Pak Gerry, penting kiranya memberikan pendidikan sex pada remaja karena masyarakat Indonesia yang masih menganggap sex adalah masalah yang tabu untuk dibicarakan. Akibatnya remaja dalam hal ini siswa tidak mendapat informasi yang cukup berkaitan dengan sex.

Informasi yang cukup tentang sex bisa menekan angka kenakalan remaja berkaitan dengan masalah sex.

Peserta Ibadah Valentine, dokumentasi Jojo

Kegiatan ini berintikan bagaimana cara mengolah hati dan mengatur otak berkaitan dengan cinta berdasarkan firman Tuhan.

Rangkaian Ibadah Valentine berisi puji-pujian, Firman Tuhan, tukar menukar kado, dan games-games, ice breaking untuk meningkatkan kekompakan dan solidaritas.

Games, dokumentasi Jojo

Dalam kesempatan tersebut Pak Gerry juga menekankan tentang pentingnya memberikan cinta dan kasih sayang. Kasih sayang tidak hanya diberikan kepada lawan jenis, namun pada semua umat manusia.

Salam Bintaraloka …🤗