Menjadi Generasi yang Sehat, Cantik dan Cerdas Tanpa Anemia

Siang itu aula Bintaraloka kembali dipenuhi siswa putri. Ya, acara keputrian kali ini wajib diikuti seluruh siswa putri berkaitan dengan tindak lanjut hasil screening anemia yang telah dilaksanakan beberapa waktu yang lalu.

Screening anemia yang dilaksanakan dengan mengambil sampel seluruh siswa putri kelas tujuh tersebut ternyata menunjukkan hasil yang kurang menggembirakan, dimana banyak siswa yang ditengarai mengalami anemia. Karenanya sekolah mengambil langkah untuk memberikan penyuluhan tentang anemia pada seluruh siswa putri SMP Negeri 3 Malang.

Acara yang bertajuk Penyuluhan Pencegahan dan Penanganan Anemia pada Remaja Putri ini mengundang narasumber utama Ibu Della Kaulika, A.Md.Gz dari Puskesmas Rampal Celaket Malang.

Peserta tampak antusias, dokumentasi BDI

Ada banyak hal yang dikemukakan oleh narasumber pada hari itu, meliputi anemia dan gejalanya, mengapa anemia banyak terjadi pada remaja putri, cara pencegahan anemia, dan berbagai mitos tentang tablet tambah darah.

Anemia adalah kondisi dimana kadar hemoglobin tubuh berada di bawah normal. Untuk usia remaja, kadar Hb tidak boleh kurang dari 12.

Hemoglobin adalah protein darah yang bertugas mengangkut oksigen ke seluruh tubuh kita. Jika kadar hemoglobin kurang dari normal, maka kadar oksigen di dalam darahpun berkurang. Akibatnya orang yang menderita anemia akan menampakkan gejala 5L yaitu lemah, lesu, lelah, letih, dan lunglai.

Anemia banyak terjadi pada remaja putri karena mereka berada pada usia pubertas dimana pertumbuhan sedang pesat-pesatnya juga saat itu mereka sudah mulai menstruasi.

Peserta penyuluhan, dokumentasi BDI

Usia remaja juga usia dimana mereka sangat memperhatikan penampilan. Banyak remaja yang melakukan diet, namun sayangnya kadang dengan pola diet yang salah sehingga berakibat pada kurangnya asupan gizi yang masuk dalam tubuh kita.

Pencegahan anemia bisa dilakukan dengan meminum tablet tambah darah satu minggu satu kali, dan yang sangat penting adalah memperbaiki pola makan dan pola hidup sehat sesuai sepuluh pedoman gizi seimbang.

Narasumber, dokumentasi pribadi

Sepuluh pedoman gizi seimbang tersebut meliputi:

  1. Biasakan mengonsumsi aneka ragam makanan pokok
  2. Batasi konsumsi panganan manis, asin, dan berlemak
  3. Lakukan aktivitas fisik yang cukup dan pertahankan berat badan ideal
  4. Biasakan mengonsumsi lauk pauk yang mengandung protein tinggi
  5. Cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir
  6. Biasakan sarapan pagi
  7. Biasakan minum air putih yang cukup dan aman
  8. Banyak makan buah dan sayur
  9. Biasakan membaca label pada kemasan pangan
  10. Syukuri dan nikmati aneka ragam makanan
Sepuluh pedoman gizi seimbang, sumber gambar: Kemenkes RI

Dalam penjelasan tersebut narasumber juga menjelaskan berbagai mitos tentang tablet tambah darah. Mitos yang beredar di masyarakat tentang tablet tambah darah adalah:

  1. Tablet tambah darah bisa membuat hipertensi
  2. Tablet tambah darah bisa membuat orang ‘kebanyakan’ darah
  3. Efek samping dari tablet tambah darah sangat berbahaya.

Ditekankan oleh Ibu narasumber bahwa mitos tersebut tidak benar. Karena tablet tambah darah tidak ada kaitannya dengan hipertensi atau kadar Hb yang terlalu tinggi, juga efek samping dari minum tablet tambah darah seperti mual akan hilang dengan sendirinya.

Pertanyaan siswa, dokumentasi pribadi

Meski tidak terlalu lama, siswa mengikuti acara dengan penuh semangat. Berbagai pertanyaan bermunculan misal apakah laki-laki juga bisa terkena anemia? Bagaimana gejala perubahan tingkah laku seseorang yang terkena anemia?

Aha.. pertanyaan yang sangat menarik dan semua dijelaskan dengan sabar oleh narasumber.

Antusias peserta juga ditunjukkan dengan banyaknya siswa yang menjawab pertanyaan pertanyaan yang diajukan oleh narasumber.

Akhirnya penting bagi remaja putri untuk lebih peduli pada kualitas kesehatan dirinya, karena kelak mereka akan menjadi wanita yang melahirkan generasi penerus bangsa.

Berfoto di akhir acara, dokumentasi Suster Ratna

Wanita yang sehat akan menurunkan generasi yang sehat pula.

Mari menjadi generasi yang sehat, cantik dan cerdas tanpa anemia..:)

Yuli Anita

Leave a Comment

Your email address will not be published.

184 views