Langkah Awal Menuju Masa Depan, Cerita Penyerahan Kembali Siswa Kelas 9 SMP Negeri 3 Malang 

Suasana demikian ramai di depan Hotel Ijen Suite Malang hari Selasa pagi itu (03/06).

Matahari belum begitu tinggi. Para penjual bunga, tukang foto sudah banyak yang  berjajar di depan hotel. Mereka menawarkan dagangan ataupun jasa pada para pengunjung hotel yang hari itu didominasi oleh siswa SMP dan orang tuanya.

Siap mengikuti kirab, dokumentasi pribadi

Siswa putra berjas hitam rapi, sementara yang putri berkebaya cantik. Memang bukan hari biasa, karena pagi akan dilaksanakan acara Penyerahan Kembali Siswa Kelas 9 SMP Negeri 3 Malang.

Siap mengikuti kirab, dokumentasi Pribadi
Siap di samping ruangan acara, dokumentasi pribadi

Setelah tiga tahun menuntut ilmu, kini saatnya  siswa dilepas untuk menuntut ilmu di jenjang yang lebih tinggi. Acara yang sangat bermakna karena ini adalah pentas terakhir mereka di panggung SMP Negeri 3 Malang.

Acara yang dihadiri oleh sekitar 270 siswa dengan didampingi para orang tua ini dimulai  pukul 07.30 wib.

MC Bapak Nur Rochmat dan Ibu Galuh, dokumentasi pribadi

Dengan dipandu MC Bapak Nur Rochmat, Ibu Galuh dan beberapa siswa, acara pagi itu dimulai dengan kirab siswa dan guru memasuki ruangan.

Iringan instrumen  lagu-lagu  daerah Nusantara membuat suasana terasa segar. Wajah peserta dengan baju yang berwarna warni sesuai kelas masing masing tampak begitu gembira.

Ada senyum di mana- mana.  Ya, hari ini adalah momen terakhir mereka berkumpul bersama teman- teman SMP Negeri 3 Malang.

MC dari siswa, dokumentasi pribadi

Acara Penyerahan Kembali Siswa Kelas 9 kali ini juga dihadiri oleh Bapak Kadinas Pendidikan Dasar dan Menengah, Bapak Pengawas, Ketua Komite SMP Negeri 3 Malang serta Ikatan Alumni.

Dalam sambutan pagi itu ketua panitia Ibu Vivi Maksum mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah berkontribusi sehingga acara ini bisa terselenggara dengan baik.

Ditambahkan oleh Ibu Vivi bahwa moment ini bukan sekedar hura-hura namun juga momen untuk  memberikan apresiasi dan penghargaan pada para siswa atas kerja keras dan semangat mereka selama tiga tahun bersekolah SMP Negeri 3 Malang.

Bapak Kadinas, Kepsek, Ketua Komite, Ketua panitia dan pengawas menyanyi bersama, dokumentasi pribadi

Dalam sambutan pagi itu Bapak Kadin, Suwarjana SE mengucapkan selamat atas terselenggaranya acara Penyerahan Kembali Siswa Kelas 9 ini. Beliau juga berharap agar  kekompakan , kerjasama dengan orang tua dalam menyelenggarakan event sekolah terus ditingkatkan.

Setelah berpidato pagi itu Bapak Kadinas juga berkenan untuk menyumbangkan suara emasnya yang disambut meriah oleh para hadirin.

Sesudah sambutan dari Bapak Kadinas, Bapak Plt Kepala SMP Negeri 3 Malang juga memberikan sambutan. 

Selain berterima kasih pada ketua panitia dan semua pihak yang mendukung terlaksananya acara hari itu, Bapak Teguh berpesan pada siswa agar menjadi  pribadi yang bertanggung jawab dan lebih berhati-hati dalam era disrupsi dan distraksi.

“Teruslah berprestasi  agar index sekolah kita  semakin meningkat,” pesan beliau.

Tari Pesona Indonesia, dokumentasi pribadi

Bapak Natsir Pratomo Ketua Komite SMP Negeri 3 Malang juga berpesan pada semua siswa bahwa sukses adalah target kita semua, dan harapannya anak-anak semua akan semakin sukses ke depannya.

Dalam acara pagi itu juga diumumkan sepuluh besar siswa dengan perolehan nilai terbaik. Nilai diakumulasikan dari nilai rapor semester satu hingga enam, ujian praktik dan ujian tulis.

Sepuluh peraih nilai tertinggi , dokumentasi pribadi

Selain prestasi akademik , juga diumumkan berbagai prestasi non akademik yang diperoleh siswa. Seperti karate, Taek won do, Pramuka dan banyak lagi. Sungguh hari yang bertabur prestasi.

Prosesi kelulusan siswa, dokumentasi pribadi

Selain prosesi kelulusan dan penyerahan siswa, acara pagi itu juga dihiasi dengan berbagai tampilan siswa. 

Tampilan tersebut meliputi tari Pesona Indonesia, alunan Lintang Asmoro dari Farin, lagu-lagu dari Petrichor, aksi memukau Rajendra dan Maureen dalam lagu The Prayer juga lagu-lagu keroncong.

Penampilan Farin, dokumentasi pribadi
Perichor, dokumentasi pribadi
The Prayer oleh Maureen dan Syahjendra, dokumentasi pribadi

Sesudah pembacaan ikrar, dua orang siswa maju ke depan sebagai perwakilan untuk menerima selempang alumni. Momen ini menandakan bahwa siswa sudah menjadi alumni Bintaraloka (B25).

Pemberian selempang alumni, dokumentasi Buz

Apresiasi setinggi- tingginya kepada tim panitia baik dari orang tua dan guru yang telah bekerja keras sehingga acara Pelepasan Siswa kali ini berjalan sukses dan meriah.

Panitia dari orang tua, dokumentasi Buz

Akhirnya selamat untuk anak-anak atas kelulusannya. Perlu diIngat bahwa hari ini  bukanlah akhir,  namun justru langkah awal untuk menuntut ilmu di jenjang yang lebih tinggi.

Terus semangat, berjuang dan berprestasi serta jangan lupakan Bumi Bintaraloka.

Kami selalu menunggu kabar sukses kalian..

Satukan Harapan dan Raih Kemenangan, Wisuda Bintaraloka 2024

Makan durian bikin kepayang, segelas limau itu obatnya..

Selamat jalan anakku sayang, kulepas engkau menggapai cita..

(Mengutip Pantun Ibu Vipha Maksum, Ketua Komite SMP Negeri 3 Malang)

Pagi yang cerah. Meski beberapa ruas jalan di kota Malang tampak basah karena sisa hujan yang turun kemarin, semua tak mengurangi semangat para undangan yang akan menghadiri acara di ballroom Ijen Suite Hotel.

Siap untuk mengikuti kirab wisuda, dokumentasi pribadi

Ya, hari itu, Kamis 13 Juni 2024 akan dilaksanakan Penyerahan Kembali Siswa Kelas 2.4 dan 3.6 SMP Negeri 3 Malang.

Siswa, guru maupun orang tua memenuhi jalan di luar ballroom. Semua tampak gembira, terutama para siswa. Tentu saja , setelah tiga tahun mereka belajar di Bintaraloka sekolah tercinta, kini tiba saatnya mereka harus diserahkan kembali oleh sekolah kepada orang tua.

Panitia bagian penerima tamu, dokumentasi pribadi

Acara pagi itu diawali dengan kirab seluruh siswa diikuti para guru. Lagi Padamu Negeri mengiringi jalannya kirab dari luar menuju ke dalam ballroom hotel.

Dengan dipandu Mister Sony dan Ibu Galuh sebagai MC dari guru  dan Al fil zacky, Anya kalia, Anindya dan M Irsyad sebagai MC dari siswa, acarapun dimulai. 

Pembawa acara guru, dokumentasi pribadi
Pembawa acara siswa, dokumentasi pribadi

Acara pertama diisi dengan suara merdu Kirana.  Rolling in the Deep. Lagu dari Adele ini dinyanyikan oleh siswi kelas 8 ini dengan begitu apik.

Setelah berdoa dan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. 

Penampilan Kirana, dokumentasi pribadi

Sambutan pertama adalah dari Ibu Melly Syamallia, Ketua panitia Penyerahan Siswa Tahun 2024. Dalam sambutannya beliau   menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dan kerjasama sehingga acara pagi itu bisa berlangsung dengan baik.

Sambutan Ibu Kepala SMP Negeri 3 Malang, dokumentasi pribadi

Sambutan berikutnya adalah dari Ibu Kepala SMP Negeri 3 Malang Dra Mutmainah Amini, M.Pd. Dalam sambutan pagi itu Ibu Amini mengucapkan selamat atas kelulusan seluruh siswa kelas 2.4 dan 3.6.  Beliau juga berpesan agar semua siswa terus berusaha meraih prestasi yang lebih baik, tidak mudah putus asa, tetap kuat dan tangguh.

Tari Maheswari, dokumentasi pribadi

Tak lupa beliau juga berpesan agar orang tua selalu mendampingi siswa dalam belajar, mengingat begitu beragamnya media belajar sehingga kita semua harus pandai memilah dan memilih.

 Sesudah sambutan Ibu Kepala SMP Negeri 3 Malang, Bapak Sutikno, S.Pd, MM, pengawas SMP Negeri 3 Malang juga memberikan pesan yang berintikan agar para siswa terus menjaga nama baik sekolah dan selalu berbakti pada orang tua, guru dan negeri kita tercinta.

Penampilan Jason, dokumentasi pribadi

Setelah berbagai sambutan acara dilanjutkan dengan tampilan Tari Maheswari dari siswa kelas 8. Dengan gemulai namun energik mereka membawakan tari kreasi yang cantik ini.

Suasana semakin hangat ketika sesudah tampilan tari, Jason Aditya yang juga merupakan wisudawan membawakan lagu “Sekali Ini Saja” dengan alunan saxophone nya yang lembut.

Trinors feat Kak Oni, dokumentasi pribadi

Kejutan berikutnya adalah penampilan dari The Trinors feat Kak Oni yang membawakan lagu O Sole Mio. Lagu yang diciptakan di era 1800 an ini dibawakan oleh Addin, Imraan, Danendra dan Kak Oni dengan begitu memukau. Tepuk tangan penonton begitu meriah setelah mereka menyelesaikan lagu ini.

Petrichor Band, dokumentasi pribadi

Setelah tampilan dari Petrichor Band yang membawakan lagu dari Sheila On 7, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Komite SMP Negeri 3 Malang yaitu Ibu Vipha Maksum. 

Dalam sambutannya Ibu Vipha mengucapkan selamat atas kelulusan para siswa dan ucapan terima kasih pada seluruh orang tua yang telah memberikan kontribusi begitu berarti sehingga semua acara pagi itu bisa terlaksana.

Kirab 10 besar wisudawan , dokumentasi pribadi

Sesudah sambutan dari Ibu Ketua Komite, sampailah pada acara yang ditunggu-tunggu yaitu prosesi sepuluh besar wisudawan dan wisudawati Bintaraloka 24.

Pengiring kirab sepuluh besar, dokumentasi pribadi

Dengan didampingi kedua orang tua, para wisudawan dan wisudawati yang masuk dalam jajaran sepuluh besar memasuki ballroom. Ada wajah bangga dan haru atas pencapaian yang mereka raih setelah tiga tahun belajar di SMP Negeri 3 Malang.

Wisudawan sepuluh besar, dokumentasi pribadi
Berfoto bersama sepuluh besar dengan Ibu Kepala SMP Negeri 3 Malang dan Pengawas, dokumentasi pribadi

Setelah pemberian penghargaan dan berfoto bersama acara kembali dilanjutkan. Kini yang tampil adalah duet Maureen dan Syahjendra dalam lagu The Prayer. 

The Prayer by Mauren dan Syahjendra , dokumentasi pribadi

Sebuah tampilan yang luar biasa. Lagu yang berisi rasa syukur, harapan dan doa pada Tuhan ini dibawakan dengan begitu manis oleh keduanya.

Tidak hanya prestasi akademik, prestasi non akademik pun sangat diperhatikan oleh SMP Negeri 3 Malang. 

Sesudah penayangan di LCD para siswa yang mempunyai prestasi non akademik, acara dilanjutkan dengan prosesi wisuda seluruh siswa mulai dari 3.6.1 hingga 3.6.8 dan 2.4.1.

Kelas 3.6.4 berfoto bersama sesudah prosesi, dokumentasi pribadi
Keroncong Bintaraloka , dokumentasi pribadi

Acara prosesi diiringi oleh lagu-lagu dari paduan suara dan tim Keroncong Bintaraloka secara bergantian.

Di sela-sela prosesi wisuda, acara dihentikan sejenak karena kedatangan dari Bapak Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Suwardjana, SE MM.

Berfoto bersama Pak Kadinas, dokumentasi Bintaraloka

Dalam kesempatan tersebut Bapak Suwardjana memberikan sambutan yang berintikan ucapan selamat atas pelaksanaan kegiatan pada hari itu, juga agar siswa dan orang tua lebih cermat dalam mengikuti PPDB SMA yang akan berlangsung tidak lama lagi.

Sesudah sambutan dan foto bersama Kadinas, acara prosesi dilanjutkan hingga selesai.

Penyerahan siswa pada orang tua secara secara simbolis dokumentasi pribadi

Sesudah prosesi dilaksanakan  pembacaan janji wisudawan,  penyerahan siswa kepada orang tua secara simbolis dan pengalungan selempang alumni pada dua orang siswa sebagai perwakilan angkatan B24.

Pembacaan janji wisudawan , dokumentasi pribadi
Pengalungan selempang alumni Bintaraloka, dokumentasi Buz

Acara hari itu ditutup sekitar pukul 13.00 dengan doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Aksan selaku Wakakur SMP Negeri 3 Malang.

Doa dipimpin oleh Pak Aksan, dokumentasi pribadi

Sungguh sebuah acara yang menggambarkan kolaborasi yang luar biasa antara sekolah dan orang tua siswa.

Foto bersama guru dan panitia wisuda, dokumentasi Fabi

Akhirnya selamat atas kelulusan seluruh siswa kelas 3.6 dan 2.4, satukan harapan dan raih kemenangan.., semoga semua semakin berprestasi dalam belajar di jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Baca juga:

“Sekali Ini Saja”, Sebuah Tampilan Manis  Saxophonis Bintaraloka 

Arena wisuda atau pelepasan siswa kelas 2.4 dan 3.6 tahun ini menyimpan banyak cerita. Utamanya tentang berbagai talenta yang bertaburan di Bintaraloka. Salah satu yang akan saya tulis di sini adalah penampilan dari Jason Aditya dengan saxophonenya yang luar biasa.

Denting irama mengalun lembut membuat hadirin diam sesaat. Tak lama kemudian dari arah pintu masuk, melangkah pelan Jason Aditya dengan tiupan saxophone yang demikian manis. Bagaikan seorang penyihir, ia menghipnotis seisi arena wisuda dengan lantunan saxophonenya.

Penampilan Jason Aditya dengan lagu “Sekali Ini Saja”, dokumentasi pribadi

Dalam berbagai kesempatan Jason sering menunjukkan kepiawaiannya dalam bermain alat musik satu ini. Menurut pengamatan saya sejak kelas tujuh ia sering tampil dalam acara sekolah.

Penampilan Jason selalu menarik perhatian, antara Jason dan saxophone seperti dua hal yang tak terpisahkan.

Alat musik saxophone sendiri adalah alat musik tiup yang ditemukan oleh  Adolphe Sax pada awal 1840 dan terus mengalami perkembangan hingga dipatenkan pada tanggal 28 Juni 1846.

Penapilan Jason Aditya di acara wisuda, dokumentasi pribadi

Alat musik ini sering digunakan dalam musik klasik, drumband, jazz,musik kontemporer maupun solo. Pemain saxophone disebut saxophonis.

Musik terus mengalun lembut. Sekali Ini Saja, sebuah lagu yang pernah dipopulerkan oleh almarhum Glenn Fredly terasa demikian indah. Selain Glenn Fredly lagu ini juga pernah dinyanyikan Rossa dengan aransemen ulang oleh Andi Rianto pada tahun 2022.

Salut pada Jason yang konsisten menekuni alat musik satu ini sehingga bisa tampil di berbagai acara sekolah termasuk wisuda hari itu.

Jason dalam sebuah persiapan acara, dokumentasi pribadi

Melihat usianya yang demikian muda, dan talenta yang selalu diasah tersimpan harapan besar bahwa potensi Jason akan semakin berkembang lagi ke depannya.

Baca juga:

Tentang ‘O Sole Mio’ dan Cinta yang Terpancar di Kala Wisuda

Lampu gedung dimatikan. Suasana menjadi gelap. Intro musik yang mengalun membuat saya tiba- tiba terlempar ke masa lalu.

Dari arah pintu masuk Imraan dengan senyumnya yang khas mengalunkan sebuah lagu. O Sole Mio. Lampu kembali benderang dan suasana terasa demikian hangat.

Che bella cosa, ‘na jurnata ‘e sole (Sungguh indah, hari yang cerah)

N’aria serena doppo ‘na tempesta (Udara tenang setelah badai)

Pe’ l’aria fresca pare già ‘na festa (Udara segar sudah terasa seperti pesta)

Sampai di depan, dua orang penyanyi yang lain muncul. Addin dan Danendra. Aha… The Trinors dengan suara mereka yang demikian memukau mengeksekusi nada nada dari O Sole Mio dengan demikian manis.

Senyum selalu mengembang di wajah mereka. Belum selesai. Menjelang lagu berakhir, muncul Kak Oni. Dan kolaborasi keempatnya membuat lagu ini benar benar terasa istimewa.

Sebuah tampilan yang penuh kejutan. Betapa tidak? Selama ini saya lebih mengenal Imran sebagai pemain pantomim, teater juga dirigen paduan suara.

Penampilan The Trinors dan Kak Oni, dokumentasi pribadi

Addin lebih saya kenal sebagai fotografer yang pendiam, dan Danendra sebagai pemain olah raga. Tapi hari itu mereka seperti menjadi sosok yang lain. Powerful. Dan lewat kolaborasi dengan Kak Oni mereka membuat lagu lawas ini terasa begitu cantik. 

Applaus penonton begitu meriah setelah mereka mengakhiri penampilan pagi itu.

Tentang Lagu O Sole Mio

Kota Napoli, sumber gambar: Haluan Lifestyle

O Sole Mio adalah lagu Italia yang sangat digemari. Bahkan seperti menjadi ‘lagu wajib’ bagi orang Napoli.

Menggunakan bahasa dialek Napoli lagu ini diciptakan oleh Giovanni Capurro (1898), dengan komposisi melodi oleh Eduardo di Capua dan Alfredo Mazzucchi.

Almarhum Elvis Presley pernah mempopulerkan lagu ini kembali dengan menggunakan irama O Sole Mio untuk lagu Its Now or Never pada tahun 1960.

Lagu ini memiliki syair yang demikian puitis yang menggambarkan perasaan yang mendalam tentang kerinduan, pengabdian dan kegembiraan saat berada di tengah orang yang dicintai.

Sole Mio artinya Matahariku. Mungkin matahari digunakan penciptanya karena Napoli adalah daerah di Italia yang berlimpah sinar matahari.

Mengapa matahari dipakai sebagai lambang cinta? Kemunculan sinar matahari selalu memberikan kehangatan, harapan dan kegembiraan pada manusia. Sinar matahari adalah lambang optimisme kita untuk melangkah ke depan

Matahari juga lambang dari sebuah kesetiaan. Bukankah dia tak henti menyinari kita di saat dan jam yang sama selama berabad abad? Kemunculannya adalah ibarat kesetiaan dan janji yang selalu ditepati. Tak berlebihan jika beberapa penyair mengatakan bahwa mentari adalah gambaran dari sosok yang tak pernah ingkar janji.

Lewat lagu ini pengarangnya seolah menggambarkan bahwa begitulah seharusnya cinta. Ia memberikan kegembiraan, kehangatan, kekuatan dan optimisme dengan penuh kesetiaan pada orang yang dicintai.

Wisuda saat berbagi kebahagiaan bersama orang orang tercinta, dokumentasi pribadi

Membawakan lagu ini di kala wisuda seperti kemarin terasa begitu tepat. Bukankah dalam wisuda kita berkumpul dengan orang-orang yang kita cintai? Teman, ayah, ibu atau bahkan adik juga kakak. 

Dalam acara tersebut kita bisa saling berbagi rasa gembira. Ada keakraban dan optimisme dalam wisuda. Ya, di antara kehangatan hari itu terucap optimisme wisudawan dan wisudawati dalam sebuah janji yang berkali- kali diucap. See you on the top. Semoga kita bertemu lagi dalam prestasi yang lebih baik

O Sole Mio…

Baca juga:

Karena tidak bisa memvideo secara lengkap yuk tetap kita nikmati lagu legendaris ini lewat Il Volo😊

Gladi Wisuda Bintaraloka 2024

Selasa pagi ini ada kesibukan yang demikian nyata di sekolah. Setelah lebih kurang satu minggu diselenggarakan SAS Genap untuk kelas 7 dan 8, kini ganti kelas 9 yang melaksanakan aktivitas.

Siswa membentuk barisan di lapangan volley sesuai kelas dan nomor urut masing-masing. Di bagian depan Mister Sony beserta seluruh sie acara sibuk mengatur bagaiman jalannya acara nanti saat prosesi wisuda. 

Jalannya gladi wisuda, dokumentasi pribadi
Arahan dari Mister Sony, dokumentasi pribadi

Siswa mengikuti semua petunjuk sie acara dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat. Ya, gladi wisuda kali ini, disamping untuk latihan juga merupakan pengobat rasa rindu mereka setelah sekian lama tidak datang ke sekolah dan bertemu dengan teman-teman.

Seragam kaos kelas yang berwarna warni , dokumentasi pribadi

Salut pada sie acara wisuda yang dengan sabar mengarahkan dan membimbing anak anak dalam gladi pagi ini.

Arahan sie acara, dokumentasi pribadi

Warna- warni kaos kelas tampak menggambarkan keceriaan hati siswa kelas sembilan yang sebentar lagi akan lulus dan menuntut ilmu di jenjang yang lebih tinggi.

Arahan tim sie acara, dokumentasi pribadi

Akhirnya tetap semangat anak-anak kelas 9, semoga acara wisuda ke depan berjalan lancar sesuai yang diharapkan.