Relasi dan Fungsi

Amatilah gambar di atas. Tampak beberapa siswa dengan baju adat sedang melakukan kegiatan sesuai hobi masing-masing. Relasi antara siswa dan baju adat, juga antara siswa dan hobi adalah fungsi atau pemetaan. Apakah fungsi atau pemetaan itu?

Fungsi atau pemetaan adalah relasi khusus dari himpunan A ke himpunan B yang memasangkan setiap anggota himpunan A ke tepat satu anggota himpunan B. 

Istilah Penting dalam Fungsi

  • Domain: Daerah asal atau seluruh anggota [himpunan A].
  • Kodomain: Daerah kawan atau seluruh anggota [himpunan B].
  • Range: Daerah hasil, yaitu subset dari kodomain yang merupakan pasangan aktual dari anggota domain. 

Cara Menyatakan Fungsi

  • Diagram Panah: Menggambarkan hubungan antar-anggota dua himpunan menggunakan tanda panah.
  • Himpunan Pasangan Berurutan: Menuliskan pasangan dalam bentuk koordinat .
  • Diagram Kartesius: Menyajikan anggota domain pada sumbu-X dan kodomain pada sumbu-Y. 

Untuk pemahaman lebih lanjut tentang relasi dan fungsi mari kita lihat soal soal berikut ini!

Hewan Peliharaan

sumber gambar : Kompas.com

Di sebuah desa, setiap penduduk memiliki satu hewan peliharaan kesayangan. Tidak ada penduduk yang memelihara lebih dari satu hewan, dan tidak ada hewan yang dipelihara oleh lebih dari satu penduduk. Hubungan antara “penduduk” dan “hewan peliharaan” digambarkan sebagai pasangan.

Berdasarkan aturan desa tersebut, manakah pernyataan yang paling tepat?

A. Hubungan itu adalah fungsi, karena setiap penduduk punya tepat satu hewan peliharaan.
B. Hubungan itu bukan fungsi, karena hewan peliharaan bisa banyak.
C. Hubungan itu bukan fungsi, karena penduduk bisa memelihara banyak hewan.
D. Hubungan itu bukan fungsi, karena tidak ada bilangan di dalamnya.

Kunci Pintu

Di sebuah kerajaan terdapat sekumpulan kunci dan sekumpulan pintu. Setiap kunci hanya dapat membuka satu pintu tertentu. Namun, satu pintu bisa dibuka oleh beberapa kunci yang berbeda. Hubungan antara “kunci” dan “pintu yang dapat dibuka” dicatat dalam sebuah diagram panah.

Seorang penjaga istana berkata, “Jika kita melihat dari arah kunci ke pintu, hubungan ini sungguh teratur.” Namun, seorang filsuf berkata, “Belum tentu, karena bisa jadi ada kunci yang tidak membuka pintu mana pun.”

Manakah analisis yang paling tepat tentang hubungan tersebut?

A. Hubungan kunci ke pintu adalah fungsi, karena setiap kunci hanya membuka satu pintu.
B. Hubungan kunci ke pintu bukan fungsi, karena satu pintu bisa dibuka banyak kunci.
C. Hubungan kunci ke pintu adalah fungsi, karena setiap pintu pasti punya kunci.
D. Hubungan kunci ke pintu bukan fungsi, karena jumlah kunci dan pintu tidak sama.

Buku dan Peminjam

Membaca buku di perpustakaan, by : Gemini AI

Di sebuah perpustakaan, setiap buku hanya boleh dipinjam oleh satu pembaca. Namun, seorang pembaca boleh meminjam banyak buku. Hubungan antara “buku” dan “pembaca yang meminjam” dibuat dalam diagram panah.

Penjaga perpustakaan ingin mengetahui apakah hubungan dari buku ke pembaca merupakan fungsi. Ia juga ingin mengetahui apakah hubungan dari pembaca ke buku merupakan fungsi.

Manakah pernyataan yang paling tepat?

A.Buku ke pembaca adalah fungsi, sedangkan pembaca ke buku bukan fungsi.
B. Buku ke pembaca bukan fungsi, sedangkan pembaca ke buku adalah fungsi.
C. Keduanya adalah fungsi.
D. Keduanya bukan fungsi.

Klub Sains

Di sebuah klub sains, terdapat lima siswa yang masing-masing memiliki nomor anggota: 1, 2, 3, 4, dan 5. Setiap siswa hanya boleh memilih satu jenis eksperimen favorit. Hubungan antara “nomor anggota” dan “jenis eksperimen favorit” dicatat sebagai pasangan berurutan. Data yang tercatat adalah saebagai berikut:

  • Anak nomor 1 memilih roket air
  • Anak nomor 2 memilih volcano
  • Anak nomor 3 memilih roket air
  • Anak nomor 4 memilih magnet
  • Anak nomor 5 memilih volcano

Seorang pembina berkata, “Hubungan ini adalah fungsi.” Seorang siswa membantah, “Tidak, karena ada eksperimen yang dipilih lebih dari satu siswa.”

Manakah pernyataan yang paling tepat?

A. Hubungan itu fungsi, karena setiap nomor anggota memiliki tepat satu eksperimen favorit.
B. Hubungan itu bukan fungsi, karena roket air dipilih oleh dua siswa.
C. Hubungan itu bukan fungsi, karena jumlah eksperimen lebih sedikit daripada siswa.
D. Hubungan itu fungsi, karena semua nomor anggota berbeda.

Turnamen Catur

Di sebuah turnamen catur, terdapat empat pemain dengan nomor peserta: 10, 20, 30, dan 40. Setiap pemain melawan tepat satu lawan dalam babak pertama. Hubungan antara “nomor peserta” dan “nomor lawan” dicatat sebagai pasangan berurutan.

Data yang tercatat adalah:

  • 10 melawan 30
  • 20 melawan 40
  • 30 melawan 10
  • 40 melawan 20

Panitia berkata, “Hubungan dari nomor peserta ke nomor lawan adalah fungsi.” Seorang peserta bertanya, “Apakah hubungan ini juga korespondensi satu-satu?”

Manakah pernyataan yang paling tepat?

A. Hubungan itu fungsi, tetapi bukan korespondensi satu-satu.
B. Hubungan itu fungsi dan korespondensi satu-satu.
C. Hubungan itu bukan fungsi, tetapi korespondensi satu-satu.
D. Hubungan itu bukan fungsi dan bukan korespondensi satu-satu.

Hobi

Hobi siswa, dokumentasi pribadi

Lima orang siswa yaitu Adi, Bima, Citra, Dina, dan Eka diminta menuliskan satu hobi favorit mereka. Hobi yang tersedia adalah membaca, melukis, berkebun, memasak, dan fotografi. Setiap siswa hanya boleh memilih satu hobi. Hubungan antara “nama siswa” dan “hobi favorit” dicatat sebagai pasangan berurutan.

Data yang tercatat adalah:

  • Adi memilih membaca
  • Bima memilih melukis
  • Citra memilih membaca
  • Dina memilih berkebun
  • Eka memilih fotografi

Guru berkata, “Hubungan ini adalah fungsi.” Seorang siswa bertanya, “Mengapa bisa disebut fungsi, padahal membaca dipilih oleh dua orang?”

Manakah penjelasan yang paling tepat?

A. Karena setiap siswa memiliki tepat satu hobi favorit.
B. Karena setiap hobi favorit dimiliki oleh tepat satu siswa.
C. Karena jumlah siswa lebih banyak daripada jumlah hobi.
D. Karena hobi membaca dipilih oleh Adi dan Citra.

Klub Olah Raga

Olah raga, sumber gambar: Gemini AI

Di sebuah klub olahraga, terdapat empat anggota dengan nomor anggota: 1, 2, 3, dan 4. Setiap anggota memilih satu olahraga favorit. Olahraga yang tersedia adalah sepak bola, bulu tangkis, renang, dan basket. Hubungan antara “nomor anggota” dan “olahraga favorit” dicatat sebagai pasangan berurutan.

Data yang tercatat adalah:

  • Anggota 1 memilih sepak bola
  • Anggota 2 memilih bulu tangkis
  • Anggota 3 memilih renang
  • Anggota 4 memilih basket

Pelatih berkata, “Hubungan ini adalah korespondensi satu-satu.” Seorang anggota bertanya, “Apa alasannya?”

Manakah alasan yang paling tepat?

A. Karena setiap anggota memiliki satu olahraga favorit dan setiap olahraga favorit dimiliki oleh tepat satu anggota.
B. Karena jumlah anggota sama dengan jumlah olahraga.
C. Karena sepak bola adalah olahraga paling populer.
D. Karena setiap anggota boleh memilih lebih dari satu olahraga.

Genre Musik Favorit

Di sebuah komunitas musik, lima remaja yaitu Fani, Gilang, Hana, Irfan, dan Joko diminta menuliskan satu genre musik favorit. Genre yang tersedia adalah pop, rock, jazz, dangdut, dan klasik. Hubungan antara “nama remaja” dan “genre musik favorit” dicatat sebagai pasangan berurutan.

Data yang tercatat adalah:

  • Fani memilih pop
  • Gilang memilih rock
  • Hana memilih pop
  • Irfan memilih jazz
  • Joko memilih rock

Seorang pembina berkata, “Jika kita membuat hubungan dari genre musik ke nama remaja, maka hubungan itu bukan fungsi.” Seorang remaja bertanya, “Mengapa?”

Manakah alasan yang paling tepat?

A. Karena genre pop dimiliki oleh Fani dan Hana, serta rock dimiliki oleh Gilang dan Joko, sehingga satu genre bisa berpasangan dengan lebih dari satu nama.
B. Karena setiap remaja hanya memilih satu genre musik.
C. Karena jumlah genre musik ada lima.
D. Karena jazz hanya dipilih oleh Irfan.

Film Favorit

Di sebuah kelas, terdapat empat siswa dengan nomor absen: 11, 12, 13, dan 14. Setiap siswa memilih satu film favorit. Film yang tersedia adalah film petualangan, komedi, horor, dan animasi. Hubungan antara “nomor absen” dan “film favorit” dicatat sebagai pasangan berurutan.

Data yang tercatat adalah:

  • Absen 11 memilih petualangan
  • Absen 12 memilih komedi
  • Absen 13 memilih horor
  • Absen 14 memilih animasi

Kemudian datang siswa baru dengan nomor absen 15. Ia belum memilih film favorit. Guru berkata, “Jika siswa baru ini belum memilih film favorit, maka hubungan dari nomor absen ke film favorit bukan fungsi.”

Manakah alasan yang paling tepat?

A. Karena ada anggota domain, yaitu absen 15, yang tidak memiliki pasangan di kodomain.
B. Karena film animasi hanya dipilih oleh satu siswa.

Sudut sangat banyak terdapat pada benda-benda di sekeliling kita. Coba sejenak kalian perhatikan sekitar kita:

· Bukaan pintu saat dibuka setengah  akan  membentuk sudut.

· Jarum jam yang menunjukkan pukul 03.00 membentuk sudut siku-siku.

· Atap rumah yang miring membentuk sudut lancip.

· Pegangan tangan saat memegang cangkir – membentuk sudut.

Apa itu sudut?

Sudut adalah daerah yang dibentuk perpotongan dua sinar garis pada pangkalnya.

 Penulisan sudut: ∠ABC atau ∠B atau ∠α (alpha)

Keterangan: Titik B adalah titik sudut, BA dan BC adalah kaki sudut.

 MACAM-MACAM SUDUT BERDASARKAN BESARNYA 

Ada bermacam-macam sudut menurut ukurannya, yaitu :

Sudut lancip, mempunyai ukuran  0° < x < 90°  

Sudut siku-siku  yang berukuran tepat 90° 

Sudut tumpul berukuran 90° < x < 180° 

Sudut lurus berukuran tepat 180° 

Sudut refleks dengan ukuran 180° < x < 360° 

SUDUT BERKOMPLEMEN (BERPENYIKU)

Dua sudut dikatakan berkomplemen jika jumlah kedua sudut tersebut = 90°.

Satu sudut merupakan komplemen (penyiku) dari sudut lainnya.

Contoh:

· Sudut 30° + Sudut 60° = 90° → 30° dan 60° saling berkomplemen.

· Komplemen dari 45° adalah 45° (karena 45° + 45° = 90°).

· Komplemen dari 20° adalah 70°.

SUDUT BERSUPLEMEN (BERPELURUS)

Dua sudut dikatakan bersuplemen jika jumlah kedua sudut tersebut = 180°.

Satu sudut merupakan suplemen (pelurus) dari sudut lainnya.

Contoh:

· Sudut 110° + Sudut 70° = 180° → 110° dan 70° saling bersuplemen.

· Suplemen dari 120° adalah 60° (karena 120° + 60° = 180°).

· Suplemen dari 90° adalah 90°.

Untuk mengecek pemahaman kalian, coba kerjakan soal berikut ini:

sumber : chat GPT

Selamat belajar😊

Kedudukan Dua Garis

Amatilah gambar di atas. Jika kalian pernah naik kendaraan di jalan tol , kalian akan banyak menemui garis garis yang dibuat di sepanjang jalan. Garis-garis itu dibuat untuk kelancaran jalannya alu lintas di jalan tol, serta sebagai tanda atau arah yang harus dilalui pengendara untuk menuju tempat tertentu.

Garis garis yang ada dalam gambar di atas adalah yang sejajar , berpotongan, maupun berhimpit.

Tahukah kalian, penataan buka bersama di bawah ini juga menunjukkan kedudukan atau posisi dari dua garis? Bagaimana posisi garis yang ada?

Buka bersama, dokumentasi pribadi

Nah, dalam geometri ada berbagai macam kedudukan dua garis yaitu:

1. Sejajar

2. Berpotongan

3. Berhimpit

4. Bersilangan

Untuk lebih jelasnya kedudukan dua garis bisa dicermati pada gambar berikut:

Sumber gambar : Wayground

Untuk lebih memahami kedudukan dua garis, jawablah pertanyaan berikut ini!

dokumentasi pribadi

Pada gambar kubus di atas, bagaimanakah kedudukan ruas garis:

  1. PQ dan TU
  2. PR dan RV
  3. WV dan SR
  4. PS dan SW
  5. PS dan TU
  6. PU dan SW
Ada banyak garis di sekitar kita, dokumentasi pribadi

Gambarlah pasangan garis berikut pada kertas berpetak, lalu tentukan kedudukan garis yang terbentuk (sejajar, berpotongan, berpotongan tegak lurus atau berhimpitan)

  1. y = 2x + 3 dan y = 2x – 1
  2. y= x + 4 dan y = 3x + 2
  3. y = 2x dan y = -1/2 x +5
  4. x+y = 4 dan 2x + 2y =8

Sumber Belajar Melimpah tapi Motivasi Kian Lemah? Begini Tips untuk Menghadapinya

Tahukah kalian di era dimana terjadi kelimpahan informasi seperti sekarang ini justru semangat belajar kian menurun? Benar- benar terjadi paradoks, di era di mana sumber belajar melimpah, semangat untuk maju kian lemah.

Ada banyak hal yang menyebabkan hal ini seperti:

1. Terlalu banyak sumber dan platform belajar sehingga siswa sibuk memilah dan memilih tapi tak kunjung memulai.

2. Terlalu banyak distraksi. Media untuk belajar (HP) adalah media yang sama untuk bersismed atau betmain. Jadi tengah tengah belajar sering ada notifikasi yang “membuyarkan” konsentrasi.

3. Terlalu tegang dan takut menghadapi ujian. Saat ujian (TKA) yang semakin dekat membuat siswa makin tegang dan mengalami kelelahan mental.

4. Tidak bisa menentukan skala prioritas dan melakukan manajemen waktu. Mengejar kesenangan sesaat dengan terus bermain akan membuat tugas- tugas terbengkalai.

Nah, berikut adalah tips praktis menghadapi ujian (seperti TKA) di tengah paradoks pilihan dan godaan digital yang luar biasa:

Siap hadapi ujian, gambar by AI chat gpt

1. Tetapkan “Komitmen Tunggal” untuk Sumber Belajar. Jangan jadi “kolektor buku” atau “pengoleksi akun platform”. Pilih maksimal 1-2 sumber utama lalu commit untuk menghabiskan sumber itu sampai tuntas. Percayalah, mengerjakan 1 buku 5 kali lebih baik daripada memiliki 5 buku tapi tidak ada yang selesai.

2. Gunakan Teknik “Atomic Habits” (Kebiasaan Kecil)

Ini untuk mengatasi Rasa Malas Memulai dan Rasa Kewalahan. Mengerjakan satu atau dua soal setiap hari adalah salah satu cara membangkitkan diri dari rasa malas.

3. Rekayasa Lingkungan (Bentengi Diri dari Distraksi) terutama untuk mengatasi Godaan Digital. Saat belajar, aktifkan mode pesawat atau gunakan aplikasi focus mode di HP.

Langkah kecil yang konsisten lebih baik daripada lompatan besar yang terhenti

4. Jangan langsung baca pembahasan! Sebelum belajar satu topik, coba kerjakan beberapa soal acak dulu (meskipun belum diajari). Proses ini memaksa otak untuk “gagal” terlebih dahulu. Setelah itu, baru baca materi atau pembahasannya. 

Nah, pada intinya di era banjir informasi ini, strategi belajarnya harus berubah. Bukan lagi “siapa yang punya akses terbanyak”, tetapi “siapa yang bisa menyaring dan konsisten”.

Di era seperti ini, kualitas dan konsistensi mengalahkan kuantitas. 

Satu soal yang dianalisis dengan benar sampai paham konsepnya lebih berharga daripada 10 soal yang dikerjakan asal-asalan sambil buka HP.

Paradigma belajar harus diubah, bukan lagi “siapa yang punya akses terbanyak”, tetapi “siapa yang bisa menyaring dan konsisten”.

Ingat, konsisten sangat penting, seperti sebuah kata bijak bahwa: “langkah kecil yang konsisten lebih baik daripada lompatan besar yang terhenti”. 

Semoga bermanfaat dan salam matematika😊.

Membuka Ruang Berpikir dengan Soal Open Ended  Matematika 

Sore itu saya tiba tiba mendapat pertanyaan dari seorang ibu yang putranya masih duduk di kelas dua SD. Pertanyaannya simpel, tapi cukup membuat ibu ini geregetan. 

Ceritanya putrinya mendapatkan soal matematika yang perintahnya diminta membuat kumpulan beberapa benda yang sejenis, lalu membuat arsiran yang menunjukkan pecahan 1/2.

Zizi, siswa kelas dua ini langsung membuat empat buah segitiga yang di tiap segitiga dibagi dua lalu setengah bagiannya diarsir.

Di contoh berikutnya Zizi membuat empat lingkaran dengan ukuran sama, dan seperti halnya segitiga, tiap lingkaran dibagi dua lalu setengah bagiannya diarsir.

Alhasil jawabannya disilang oleh Ibu guru alias salah semua.

“Kok salah ya jawabannya?” tanya Ibu Zizi gemas 

Padahal kalau ada empat lingkaran atau segitiga atau apapun bangunnya, jika masing masing dibagi dua dan setengah bagiannya diarsir itu kan menunjukkan bahwa pecahannya 4/8 atau 1/2?” lanjutnya.

Ilustrasi pelajaran matematika pecahan tingkat dasar, sumber gambar : iStock

“Coba Ibu tanyakan Bu Guru yang benar bagaimana?’ kata saya pada Ibu Zizi.

Tak berapa lama sebuah jawaban dikirim oleh Bu Guru. Intinya sebenarnya sama, menunjukkan pecahan 1/2. Hanya saja gambar dari Bu Guru benda-benda tidak dibagi dua, tapi dibiarkan utuh. Jadi gambar pertama ada empat lingkaran dan dua bagian diarsir, gambar kedua ada enam segitiga dengan tiga bagian diarsir dan seterusnya. 

Saya mulai memahami bahwa ibu guru ingin membuat soal open ended tentang pecahan dengan harapan siswa bisa memahami masalah pecahan dan membuat sendiri ilustrasi pecahan dengan menggunakan berbagai bentuk gambar.

Penggunaan soal open ended memang sering dilakukan dalam pembelajaran untuk menguji daya nalar serta kreativitas siswa.

Ilustrasi pecahan 1/2, dokumentasi pribadi

Apakah soal yang open ended itu?

Soal open-ended adalah masalah atau pertanyaan matematika yang dirancang dengan kondisi awal yang terbuka dan prosedur penyelesaian yang tidak tunggal, sehingga memungkinkan beragam jawaban atau solusi yang benar. 

Yang menjadi ciri dari soal ini adalah merangsang proses berpikir tingkat tinggi (seperti analisis, evaluasi, dan kreasi) dengan menekankan pada jalan pikiran (proses) dan argumen logis. 

Soal open ended bukan sekadar bertujuan pada pencapaian satu jawaban final yang pasti. Singkatnya, soal open ended ini akan bermuara pada banyak jawaban benar.

Soal open-ended adalah masalah atau pertanyaan matematika yang dirancang dengan kondisi awal yang terbuka dan prosedur penyelesaian yang tidak tunggal, sehingga memungkinkan beragam jawaban atau solusi yang benar. 

Selain open ended, adapula soal yang hanya menuntut satu jawaban yang benar atau close ended.

Contoh berikut menunjukkan perbedaan soal open ended dengan close ended. 

Soal close ended (bermuara pada satu jawaban benar) :

Berapakah hasil dari 4+6? (jawaban: 10)

Berapakah luas dari persegi panjang yang panjangnya 10 dan lebarnya 4?  (jawaban: 40)

Jika harga satu buku 1500 dan satu pensil 1000 berapakah harga 4 buku dan 2 pensil? (jawaban :8000)

Soal open ended (ada lebih dari satu jawaban benar)

Buatlah penjumlahan yang hasilnya 10.(jawaban: 3+7, 2+8 , 4+6 dst)

Jika sebuah persegi panjang luasnya adalah 50 satuan luas, berapa panjang dan lebarnya?  (jawaban : bisa 10×5, 12,5 x 4 , 2x 25 dan seterusnya)

Jika harga satu buku 1500 dan satu pensil 1000 berapakah  buku dan pensil yang bisa diperoleh dengan uang 10.000 rupiah?( jawaban: Bisa 4 pensil dan 4 buku, bisa 1 pensil dan 6 buku, 3 pensil dan 4 buku  dan banyak lagi)

Nah, tampak jelas perbedaan soal open ended dan close ended bukan?

Lalu apa manfaat memberikan soal open ended pada siswa?

1. Mengembangkan Berpikir Kritis dan Kreatif

Soal open-ended tidak memiliki satu jawaban atau cara penyelesaian tunggal. Hal ini membuat siswa terus bereksplorasi dan melakukan berbagai pendekatan untuk menyelesaikan masalah.

2. Memahami Konsep secara Mendalam

Dengan soal open ended siswa belajar mengapa suatu cara bekerja, bukan hanya bagaimana mengerjakannya. Ini membangun pemahaman yang lebih kuat dan tahan lama.

3. Membangun Keterampilan Pemecahan Masalah (Problem Solving)

Soal open-ended sering kali menyerupai masalah dunia nyata yang kompleks dan tidak terstruktur. Siswa belajar merumuskan strategi, melakukan pengujian dan mengevaluasi solusi, keterampilan yang sangat berharga dalam kehidupan dan karir.

4. Mendorong Komunikasi Matematis

Dengan soal open ended siswa didorong untuk menjelaskan hasil jawaban mereka baik secara lisan maupun tulisan. Hal ini meningkatkan kemampuan mereka dalam mengkomunikasikan gagasan  matematika secara logis dan sistematis.

5. Mengakomodasi Perbedaan jawaban

Soal open-ended memungkinkan setiap siswa untuk lebih memahami perbedaan pendapat. Ya, berbeda belum tentu salah karena setiap orang pasti punya dasar atau alasan sendiri untuk mengeluarkan pendapat. 

Masih banyak lagi manfaat penggunaan soal open ended dalam pembelajaran. Namun demikian penggunaan soal ini juga mempunyai tantangan tersendiri karena , memerlukan kreativitas guru dalam pembuatannya dan lebih banyak waktu dalam melakukan koreksi .

Soal open ended membuka ruang diskusi yang lebih luas di kelas, dokumentasi : Pngtree

Satu hal lagi yang unik adalah  dalam penggunaan soal jenis ini guru harus siap dengan jawaban siswa yang di luar prediksi ataupun jawaban yang aneh , karena daya nalar kritis siswa yang beragam seperti masalah Zizi di atas.

Adalah penting untuk menanamkan pada diri siswa bahwa  perbedaan adalah sesuatu yang wajar. Dengan memahami perbedaan maka pembelajaran akan lebih bermakna dan khazanah ilmu  akan menjadi lebih terbuka.

Guru harus siap menerima berbagai macam argumen siswa, dan membuka ruang diskusi bahkan dengan orang tua siswa, agar tidak ada perasaan segan atau takut pada siswa kita untuk berargumentasi. 

Adalah penting untuk menanamkan pada diri siswa bahwa  perbedaan adalah sesuatu yang wajar. Dengan memahami perbedaan maka pembelajaran akan lebih bermakna dan khazanah ilmu  akan menjadi lebih terbuka.

Semoga bermanfaat, salam matematika 😃