Seorang laki-laki duduk di bangku marmer depan kelas. Alat kebersihan, sapu dan pel disandarkan di tembok di sebelahnya. Sambil sesekali mengelap peluh, ia membuka surat dengan sampul warna-warni dan mulai membacanya.
Di tangannya yang satu beberapa surat dalam amplop tertutup sudah menunggu untuk dibaca pula.
Satu surat dilipat kembali. Ada senyum sekaligus haru di wajahnya.
“Wah, dapat surat nih,” tanya teman saya menggoda.
“Inggih Bu, dari anak-anak,” jawabnya sambil tersenyum seperti biasanya.
Pak Edi adalah salah satu cleaning service di sekolah kami. Orangnya ramah juga rajin. Ramah, karena ia selalu menyapa orang orang yang lewat di sekitarnya , dan rajin karena Pak Edi selalu melakukan tugas dengan penuh tanggung jawab. Pokoknya di mana ada Pak Edi, lingkungan langsung bersih, baik itu kamar mandi koridor, ataupun lobby.
“Wah, banyak suratnya,” kata teman saya lagi.
“Mboten semerap niki, lare-lare,” jawab Pak Edy sambil menunjukkan surat-surat yang sudah dibacanya.
Menulis surat pribadi adalah salah satu materi pelajaran Bahasa Indonesia kelas 7. Di era yang serba digital ini surat menyurat memang semakin jarang dilakukan. Meski demikian, surat pribadi tetap relevan sebagai media komunikasi yang personal, mendalam, dan abadi.
Diterangkan oleh salah satu guru bahasa Indonesia, bahwa dalam pelajaran menulis surat pribadi ini siswa diberi kebebasan untuk menulis surat dan mengirimkannya pada seseorang. Orang yang dituju bebas, boleh orang tua, guru, teman ataupun saudara. Dan uniknya ternyata banyak siswa yang mengirim surat pada Pak Edi, mungkin karena Pak Edi yang ramah pada anak anak.
Rasa terima kasih dan penghargaan anak anak pada Pak Edi terungkap dalam surat-surat mereka berikut ini:
Surat dari anak anak, dokumentasi Ahfi Surat dari anak-anak, dokumentasi Ahfi
Ada ‘mutiara berharga’ yang bisa diambil dari kegiatan menulis surat pribadi ini seperti menumbuhkan rasa hormat dan empati pada orang lain, peduli pada orang-orang sekitar kita, termasuk juga menghargai aneka profesi yang ada di sekitar kita. Ya, setiap pekerjaan yang memberikan kemaslahatan bagi orang banyak adalah mulia dan layak dihormati.
Surat dari anak anak, dokumentasi Ahfi
Bagi Pak Edi sendiri hadirnya surat-surat istimewa pagi itu adalah kejutan manis. Ia tak menduga, kerjanya selama ini ternyata mendapat apresiasi dari anak-anak yang setiap hari menyapanya.
Pak Edi melipat surat-surat yang habis dibaca, lalu memasukkannya ke dalam saku. Ia kembali tersenyum, sungguh hadirnya surat-surat itu membuatnya kian bersemangat dalam melaksanakan tugasnya dari hari ke hari.
Pernahkah kalian bermain layang-layang? Bermain sepak bola di lapangan? Sangat menyenangkan sekali bukan. Atau pernahkah kalian membantu ibu membuat kue wajik dan men memperhatikan potongan-potongannya?
Layang-layang, lapangan sepakbola, kue wajik adalah contoh-contoh benda berbentuk bangun datar segiempat. Aada banyak benda-bendadi sekitar kita yang berbentuk segiempat.
Nah, apakah segiempat itu? Bagaimana ciri-cirinya? Mari perhatikan uraian lebih lanjut di bawah ini.
Apa itu Bangun Datar Segi Empat?
Bangun datar segi empat adalah suatu bidang datar yang dibentuk oleh empat garis lurus. Oleh karena itu, bangun datar segi empat memiliki 4 sisi. dan empat sudut.
Masing-masing jenis bangun segi empat punya karakter atau sifat-sifat yang berbeda. Nah, karena bentuknya bangun datar, kita juga bisa menghitung luas dan kelilingnya.
Kue wajik contoh bangun dengan bentuk permukaannya segiempat , sumber gambar: detik.com
Macam-Macam Bangun Datar Segi Empat
Ada enam bangun datar segi empat yang akan kita pelajariyaitu persegi, persegi panjang, jajargenjang, trapesium, belah ketupat, dan layang-layang.
Yuk, simak masing-masing sifat serta rumus mencari luas dan keliling bangunnya berikut ini:
Jajargenjang
Jajar genjang adalah bangun segi empat dimana sisi-sisi yang berhadapan saling sejajar dan punya panjang yang sama.
A. Gambar Jajargenjang
B. Sifat-Sifat Jajargenjang
Sisi yang berhadapan sejajar dan sama panjang (AB = DC dan AB // DC, AD = BC dan AD // BC).
Sudut-sudut yang berhadapan sama besarnya ( dan ).
Dua sudut yang berdekatan berjumlah 180o atau saling berpelurus .
Jumlah semua sudutnya = 360 derajat.
Diagonal-diagonalnya membagi jajargenjang menjadi dua sama besar.
Kedua diagonal berpotongan di tengah-tengah (titik P) dan saling membagi dua sama panjang (AP = PC dan BP = PD).
Memiliki satu simetri lipat.
Kemudian, kita dapat menghitung luas dan keliling bangun jajargenjang menggunakan rumus di bawah ini:
C. Rumus Jajargenjang
Rumus untuk menghitung luas jajargenjang: L = alas x tinggi = a x t
Rumus untuk menghitung keliling jajargenjang: K = (2 x a) + (2 x b) = 2(a + b) = 2(a+b), dengan a dan b merupakan sisi-sisi jajargenjang yang panjangnya sama (saling berhadapan).
Belah Ketupat
Belah ketupat adalah bangun datar yang dibentuk oleh empat buah rusuk yang sama panjang. Bedanya belah ketupat dengan persegi yaitu, pada belah ketupat, sudut-sudutnya bukanlah siku-siku. Dua pasang sudut yang saling berhadapan akan memiliki besar yang sama.
Belah ketupat dapat dibangun dari dua buah segitiga sama kaki identik yang simetri pada alas-alasnya. Contoh benda yang berbentuk belah ketupat, antara lain ketupat, papan rambu lalu lintas, lubang stupa Candi Borobudur, dan lain sebagainya.
A. Gambar Belah Ketupat
Berikut sifat-sifat bangun belah ketupat yang bisa kamu perhatikan:
B. Sifat-Sifat Belah Ketupat
Keempat sisinya sama panjang (AB = BC = CD = DA)
Kedua sisinya saling berpasangan dan sejajar (AB // DC dan BC // AD)
Kedua diagonal berpotongan tegak lurus dan saling membagi sama panjang (AC = BD dan AO = OC, BO = OD)
Sudut-sudut yang berhadapan sama besar dan terbagi dua sama besar oleh diagonal-diagonalnya .
Memiliki dua simetri lipat.
Memiliki simetri putar.
Sementara itu, luas dan keliling bangun belah ketupat, bisa kita hitung menggunakan rumus berikut ini!
Rumus Belah Ketupat
Rumus untuk menghitung luas belah ketupat: L = 1/2 x diagonal 1 x diagonal 2 = 1/2 x d1 x d2
Rumus untuk menghitung keliling belah ketupat: K = sisi + sisi + sisi + sisi = 4s
Persegi Panjang
Persegi panjang adalah jenis bangun segi empat dimana sisi-sisi yang berhadapan saling sejajar dan punya panjang yang sama, dan keempat sudutnya siku-siku.
Contoh benda yang berbentuk persegi panjang, di antaranya lapangan sepak bola, lapangan basket, lapangan bulu tangkis, papan tulis, pintu, permukaan meja, kertas HVS, dan lain sebagainya.
A. Gambar Persegi Panjang
Persegi panjang juga memiliki ciri-ciri, yaitu:
B. Sifat-Sifat Persegi Panjang
Memiliki 2 buah sumbu simetri dan simetri putar tingkat 2.
Dapat menempati bingkainya dengan 4 cara.
Sisi-sisi yang berhadapan sama panjang (AB = DC dan AD = BC).
Sisi-sisi yang berhadapan sejajar (AB // DC dan AD // BC).
Tiap-tiap sudutnya sama besar .
Diagonal-diagonalnya sama panjang (AC = BD).
Diagonal-diagonal saling berpotongan dan membagi dua sama panjang (AO = OC = BO = OD).
Nah, berikut ini rumus untuk mencari luas dan keliling persegi panjang:
C. Rumus Persegi Panjang
Rumus untuk menghitung luas persegi panjang: L = panjang x lebar = p x l
Rumus untuk menghitung keliling persegi panjang: K = (2 x panjang) + (2 x lebar) = 2(panjang + lebar) = 2(p+l)
Persegi
Persegi adalah jenis bangun segi empat yang sisi-sisinya sama panjang dan membentuk sudut siku-siku (90°). Contoh benda yang berbentuk persegi, di antaranya papan catur, kertas origami, roti tawar, lantai keramik, dan lain sebagainya.
A. Gambar Persegi
Persegi memiliki sifat-sifat yang membedakannya dengan bagun datar segi empat yang lain, yaitu:
B. Sifat-Sifat Persegi
Memiliki 4 buah sumbu simetri dan simetri putar tingkat 4.
Dapat menempati bingkainya dengan 8 cara.
Keempat sisinya sama panjang (AB = BC = CD = AD).
Sisi-sisi yang berhadapan sejajar (AB // CD dan BC // AD).
Tiap-tiap sudutnya sama besar .
Diagonal-diagonalnya sama panjang (BD = AC).
Diagonal-diagonalnya saling berpotongan tegak lurus dan membagi dua sama panjang (AO = OC = BO = OD).
Lalu, bagaimana cara menghitung luas dan keliling persegi? Berikut rumus menghitung luas dan keliling persegi:
C. Rumus Persegi
Rumus untuk menghitung luas persegi: L = sisi x sisi
Rumus untuk menghitung keliling persegi: K = sisi + sisi + sisi + sisi = 4 x sisi = 4s
4. Trapesium
Secara umum, trapesium adalah jenis bangun segi empat yang hanya memiliki sepasang sisi sejajar yang saling berhadapan. Trapesium terbagi menjadi 3 jenis, yaitu trapesium sama kaki, trapesium siku-siku, dan trapesium sembarang.
Contoh benda yang berbentuk trapesium, di antaranya atap rumah, permukaan samping perahu, permukaan samping bak mandi, dan lain sebagainya.
A. Gambar Trapesium Sama Kaki
Trapesium sama kaki ditandai dengan rusuk kiri dan kanannya yang sama panjang (SP = RQ).
B. Sifat-Sifat Trapesium Sama Kaki
Memiliki sepasang sisi yang berhadapan dan sejajar (SR // PQ).
Memiliki panjang sisi samping yang sama besar (SP = RQ)
Memiliki dua sudut alas yang sama besar .
Memiliki dua sudut pada sisi atas yang sama besar .
Memiliki dua diagonal yang sama panjang.
Memiliki satu simetri lipat.
Tidak memiliki simetri putar.
C. Gambar Trapesium Siku-Siku
Trapesium siku-siku ditandai dengan sudut siku-siku yang dibentuk oleh dua rusuknya yang saling tegak lurus, yaitu DA dengan AB dan DA dengan DC.
D. Sifat-Sifat Trapesium Siku-Siku
Memiliki sepasang sisi yang berhadapan dan sejajar (AB // DC).
Memiliki tepat dua sudut siku-siku, yaitu ( dan ).
Tidak memiliki simetri lipat.
Tidak memiliki simetri putar.
E. Gambar Trapesium Sembarang
Trapesium sembarang memiliki 4 rusuk atau sisi yang tidak sama panjang.
F. Sifat-Sifat Trapesium Sembarang
Memiliki sepasang sisi yang berhadapan dan sejajar (AB // DC).
Jumlah sudut yang berdekatan di antara dua sisi sejajar adalah 180o .
Tidak memiliki simetri lipat.
Tidak memiliki simetri putar.
Lalu, bagaimana cara menghitung luas dan keliling trapesium? Simak rumus berikut ini!
G. Rumus Trapesium
Rumus untuk menghitung luas trapesium: L = 1/2 x jumlah sisi sejajar x tinggi = 1/2 x (a + b) x t, dengan a dan b merupakan sisi-sisi trapesium yang sejajar.
Rumus untuk menghitung keliling trapesium: K = sisi atas + sisi kanan + sisi bawah + sisi kiri
Layang-Layang
Layang-layang adalah jenis bangun datar segi empat yang dibentuk oleh dua pasang rusuk sama panjang. Layang-layang hanya memiliki satu sumbu simetri, dan satu sudut yang sama besar. Contoh benda yang berbentuk layang-layang, di antaranya layangan, mata panah, dan lain sebagainya.
A. Gambar Layang-Layang
Layang-layang memiliki sifat-sifat yang membedakannya dengan bangun segi empat yang lain, yaitu:
B. Sifat-Sifat Layang-Layang
Mempunyai dua pasang sisi yang berdekatan dan sama panjang (AD = DC dan AB = BC).
Mempunyai dua buah diagonal yang saling tegak lurus. Diagonal yang satu membagi dua diagonal yang lain dengan ukuran yang sama panjang (AC BD dan AT = TC).
Memiliki sepasang sudut berhadapan yang sama besar .
Memiliki sebuah diagonal (BD) yang membagi dua sudut sama besar dan .
Memiliki satu simetri lipat.
Untuk menghitung luas dan keliling layang-layang, rumusnya sama seperti belah ketupat, yaitu:
C. Rumus Layang-Layang
Rumus untuk menghitung luas layang-layang: L = 1/2 x diagonal 1 x diagonal 2 = 1/2 x d1 x d2
Rumus untuk menghitung keliling layang-layang: K = sisi + sisi + sisi + sisi = 4s
Secara umum hubungan antar keluarga segiempat bisa kita gambarkan sebagai berikut:
Pagi itu dengan wajah cerah seorang teman masuk ruang guru. Tidak seperti biasa, di tangan kirinya ada sebuah kresek yang berisi dua wadah plastik besar.
“Ayo dicoba, dicoba,” katanya sambil meletakkan wadah- wadah tersebut di meja. Tutup wadah dibuka dan bau sedap langsung menguar.
“Hmm, enaknya,” komentar saya demi melihat penganan dengan bentuk persegi yang menggembung di tengahnya. Tampilannya sangat menggoda. Wah, ada cabe rawitnya pula.
“Apa namanya Bu?” tanya saya ingin tahu sambil membantu membukakan plastik berisi cabe rawit hijau.
“Karipap,” jawab teman saya . “Maunya saya bentuk serupa pastel tapi terlalu lama. Dibuat kotak seperti ini saja,” sambungnya.
“Ayo, ambil,” katanya kemudian.
Tanpa diminta dua kali saya langsung mencomot satu. Aih, masih hangat.. .
Teman saya yang satu ini memang jago masak. Di sela-sela kesibukannya mengajar dia menerima berbagai pesanan masakan termasuk kue.
Karipap dan cabe rawit, dokumentasi pribadi
Hobby memasak membuatnya sering membawa makanan hasil masakannya ke sekolah untuk diicipi bersama. Nah, bagian ini yang paling saya suka. Punya teman yang pintar memasak dan suka membagi masakannya adalah sebuah keberkahan. He..he..
Karipap saya gigit dan maknyus…lezatnya langsung terasa di lidah. Aroma kari sangat terasa. Potongan ayam dan kentang membuat hidangan ini terasa istimewa. Belum lagi kulitnya. Lembut dan gurih.
Pertama kali makan karipap dan saya langsung dibuat jatuh hati oleh penganan satu ini.
Tentang Karipap
Karipap, menyerupai pastel dengan tekstur kulit berlapis lapis dan lebih lembut, sumber gambar : cookpad
Karipap atau curry puff adalah hidangan camilan yang digoreng, mirip pastel tapi mempunyai perbedaan pada kulit dan isinya.
Jika kulit pastel halus dan tipis, kulit karipap berlapis lapis, lebih renyah dan garing.
Jika isi pastel umumnya bihun , rogut dan telur atau abon, maka isi karipap adalah potongan ayam dan kentang dibumbu kari.
Menurut Wikipedia karipap atau curry puff berasal dari Asia Tenggara. Kata puff diyakini berasal dari dialek Tionghoa Fujian yang berarti gelembung, melepuh, atau mengembang.
Karipap adalah wujud hidangan yang mendapatkan pengaruh hidangan pastri Cornish dari Inggris, empanada dari Portugis, hingga samosa dari Asia Selatan.
Lalu bagaimana cara membuat karipap?
Ternyata tidak terlalu sulit. Tidak percaya? Yuk kita cermati bersama.
Bahan I (Isian Ayam dan Sayur)
150 gr daging ayam giling atau potong dadu kecil
300 gr kentang, kupas dan potong dadu kecil
150 gr wortel, kupas dan potong dadu kecil
1 buah bawang bombay, cincang halus
2 sdm bubuk kari (sesuaikan selera)
3 sdm santan instan kental
200 ml air
Garam, gula, merica, dan kaldu bubuk secukupnya
Minyak goreng untuk menumis
Bahan II (Kulit Karipap)
Adonan 1 (Adonan Minyak): 100 gr tepung terigu protein sedang dan 65 ml minyak goreng.
Adonan 2 (Adonan Utama): 400 gr tepung terigu protein sedang, 1 sdm margarin, 1/2 sdt garam, 80 ml minyak goreng, dan sekitar 120-130 ml air es (tuang bertahap).
Cara Membuat
1. Membuat Isian
Tumis bawang bombay hingga harum, lalu masukkan daging ayam dan masak hingga berubah warna.
Masak hingga air menyusut dan isian mengering (kesat) agar tidak mudah basi dan tidak membuat kulit basah/bocor. Koreksi rasa dan biarkan dingin.
2. Membuat Kulit
Adonan Minyak: Campurkan semua bahan Adonan 1, aduk rata dan kepalkan hingga menggumpal. Sisihkan.
Adonan Utama: Campurkan tepung, garam, dan margarin. Tambahkan minyak dan air es sedikit demi sedikit hingga adonan bisa dibentuk dan tidak lengket. Uleni sebentar.
Bagi Adonan 1 dan Adonan 2 menjadi beberapa bagian kecil (misalnya 15-20 bagian).
Ambil 1 bagian Adonan 2 (Adonan Utama), pipihkan, lalu letakkan 1 bagian Adonan 1 di tengahnya. Bungkus dan bulatkan.
Gilas adonan memanjang, gulung, lalu gilas memanjang lagi dan gulung kembali.
Lakukan ke semua adonan agar hasilnya berlapis-lapis.
Masukkan sebagian adonan isi ke dalam adonan kulit yang dilebarkan, lalu lipat adonan kulit sehingga isi tertutup.
Bentuk sedemikian rupa sehingga tampilan karipap menjadi lebih cantik. Bisa dibuat seperti pastel atau membuat kreasi yang lain.
Goreng dalam minyak panas. Jika sudah matang angkat karipap dan tiriskan.
Menggoreng karipap, sumber gambar ; cookpad
Karipap siap dinikmati, dan bila suka bisa dimakan dengan cabai rawit seperti yang kami lakukan pagi itu.
“Wah, enak..,”
“Tambah boleh?”
“Mantap..,”
Berbagai komentar muncul setelah kami mencicipi karipap pagi itu.
Hidangan yang luar biasa. Tidak hanya lezat, hadirnya karipap sungguh membuat pagi itu terasa lebih hangat.
Judul Buku: Bonsai Hikayat Satu Keluarga Cina Benteng
Penulis/Pengarang: Pralampita Lembahmata
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2011
Tebal Halaman: 520
Saya menemukan buku ini di rak ketika kami melakukan penataan ulang atas buku-buku perpustakaan sekolah. Bukan buku baru, tapi sangat menarik untuk dijadikan bahan renungan.
Novel yang lumayan tebal ini langsung menarik perhatian saya begitu melihat daftar isinya. Ya, dari daftar isi tersebut bisa dilihat bahwa latar kejadian di novel ini adalah mulai zaman Mataram hingga zaman Reformasi.
Cina Benteng adalah komunitas etnis Tionghoa peranakan yang menetap di sekitar wilayah Kota Tangerang, Banten. Leluhur Cina Benteng datang dari Tiongkok dan sudah berasimilasi dengan penduduk setempat sejak awal abad ke 15.
Kaum peranakan ini mula-mula tinggal di kawasan pantai Utara, Teluknaga, kemudian menyusuri Cisadane ke pedalaman dan mendirikan Born Tek Bio pada tahun 1684 sebagai awal eksistensi mereka di Tangerang.
Buku ini bercerita tentang keluarga Boenarman yang merupakan salah satu keluarga keturunan Cina Benteng.
Boenarman yang mempunyai usaha peternakan babi ini suatu saat terpikat pada filosofi sebuah bonsai. Ia kemudian bermimpi untuk memiliki sebatang pohon kerdil yang akan menjadi pusaka, “prasasti hidup” bagi keluarganya, melampaui kekayaan materi .
Ketertarikan Boenarman diwujudkan dengan mulai merawat sebatang hinoki cypress pada tahun 1909.
Hinoki Cypress, Love My Bonsai
Boenarman merawat dengan penuh ketekunan dan berusaha meresapi filosofi kesabaran, keteguhan, dan kerendahan hati yang diajarkan oleh “guru tak berlisan” ini .
Bonsai ini akhirnya terus menjadi saksi bisu cerita keluarga Boenarman selama hampir satu abad, mengikuti perjalanan hidup keturunannya melintasi berbagai peristiwa dari zaman ke zaman.
Di masa kolonial dan pendudukan Jepang, bonsai diselamatkan oleh Boenadi anak Boenarman dengan cara menyembunyikannya dari incaran tentara Jepang.
Pada era revolusi dan pasca kemerdekaan keluarga Boenadi menghadapi tragedi rasial pasca proklamasi. Pada peristiwa tersebut etnis Tionghoa menjadi sasaran kekerasan dan hotel milik Boenadi dibakar, serta menantunya menjadi korban pembantaian .
Orde Baru adalah masa dari Meily (cucu Boenarman). Saat itu gelombang demonstrasi Malari 1974 terjadi dan mengancam kehidupan keluarga ini. Meski hanya kehilangan harta benda, trauma dan kewaspadaan terus menghantui mereka.
Puncak kerusuhan berikutnya adalah Mei 1998. Pada masa tersebut keluarga ini kembali porak-poranda akibat kerusuhan yang meluluhlantakkan banyak warga Tionghoa, meninggalkan luka fisik dan psikis yang mendalam .
Di tengah setiap badai sejarah yang menerpa, bonsai tersebut tetap teguh berdiri dan menjadi bagian dari keluarga ini.
Saya membaca novel ini dua kali. Ya, di momen membaca yang kedua ini terasa benar keindahannya. Betapa setiap cerita yang disajikan ada pelajaran berharga yang bisa diambil.
Sebagian daftar isi buku, dokumentasi pribadi
Di awal terasa alur cerita berjalan begitu lambat, tapi ternyata di situlah keistimewaannya. Lewat bab yang ada, kita seolah diajak merenung, menekuri setiap jejak peristiwa yang menimpa keluarga ini.
Gaya bahasa Pralampita yang sederhana tapi membumi adalah daya tarik lain dari novel ini. Munculnya Bahasa Indonesia yang sesekali dicampur Bahasa Hokkien membuat dialog dalam novel ini terasa hidup.
Novel ini memberikan pelajaran bahwa lebih dari sekadar tanaman, bonsai adalah pengingat bahwa manusia harus ulet dan tabah dalam menghadapi berbagai kesulitan hidup, seperti halnya bonsai yang tetap tumbuh subur dalam potnya yang sempit dan dangkal.
Rabu (13/05) telah dilaksanakan puncak perayaan HUT SMP Negeri 3 Malang yang ke 76. Puncak acara ditandai dengan pawai budaya yang diikuti oleh seluruh siswa dan guru SMP Negeri 3 Malang.
Tema HUT kali ini yaitu Pariyatana, Unity, Identity, Diversity, yang bermakna semangat merangkul kebersamaan di tengah perbedaan.
Sambutan Plt Kepala SMP Negeri 3 Malang, dokumentasi pribadi
Sesuai tema tersebut maka perjalanan pawai budaya kali ini ibarat “keliling dunia”. Ya, setiap peserta mengenakan kostum yang berasal dari 27 negara yang berbeda.
Sebutlah Indonesia, Inggris, Perancis, Skotlandia, Arab, Afrika, Uzbekistan, Rusia, China, Jepang dan banyak lagi.
Keragaman yang ditunjukkan hari ini benar- benar sebuah pemandangan yang menarik. Tiap kelas secara kompak mengenakan busana dan membawa ikon dari masing-masing negara.
Peserta pameran dengan tema Inggris, dokumentasi pribadi
Pawai budaya diberangkatkan oleh Bapak Teguh Edy Purwanta pada pukul 07.00. Pemberangkatan ditandai dengan pemotongan untaian bunga di pintu gerbang sekolah.
Yang membuat suasana kian menarik, setiap kelas sebelum berangkat memperagakan yel masing-masing, dan sejenak berfoto bersama wali kelas.
Sementara pawai budaya berangkat, acara seremonial di lapangan volly dimulai. Acara yang dipandu oleh MC dari siswa dan guru ini berjalan meriah sekaligus khidmat.
Acara juga dihadiri oleh Kadikbud : Bapak Suwarjana, SE.MM, Asisten Administrasi Umum 3 kota Malang ( Bp M. Sailendra, ST, MT), Kepala Bapedda Kota Malang (Ibu Dwi Rahayu, S.H, M.Hum), Camat Klojen, Bapak Willstar taripar Hatoguan, S.STP, M.AP, Lurah Klojen, Bapak Butet, S.E, Bapak RT dan RW setempat, juga perwakilan alumni.
Dalam pidato sambutan pagi itu Bapak Teguh mengajak semua pihak untuk terus mempertahankan reputasi SMP Negeri 3 Malang sebagai sekolah yang menghasilkan alumni-alumni terbaik yang tersebar di mana-mana berkiprah di berbagai bidang yang mereka geluti.
Pagi itu Bapak Suwarjana menyampaikan penghargaan pada SMP Negeri 3 Malang yang bisa menyelenggarakan acara HUT dengan begitu meriah.
Sambutan Bapak Suwarjana, dokumentasi pribadi
“Acara seperti ini tentunya bisa terwujud karena sinergi yang bagus antara sekolah dan orang tua, hal tersebut agar terus dipertahankan agar berbagai acara yang merupakan program sekolah bisa terselenggara dengan baik,” papar beliau.
Di sela-sela acara seremonial pagi itu penonton dihibur oleh atraksi tari, tampilan penyanyi solo, juga band dari siswa.
Tema Spanyol, dokumentasi pribadiTema Mesir, dokumentasi pribadi Inggris, dokumentasi pribadi
Sementara di panggung berlangsung berbagai acara, pameran seni kelas 9 berlangsung di masing-masing kelas. Stand bazaar kelas tujuh dan delapan, serta dari luar dibanjiri oleh para pengunjung dari siswa maupun orang tua.
Sesudah acara pawai budaya, bazaar dan pameran selesai sekitar pukul 12.00, semua istirahat sejenak untuk kembali lagi ke sekolah untuk acara sesi dua yang dimulai sejak pukul 15.00 hingga malam hari.
Pada acara sesi dua ini penonton akan dihibur oleh fashion show, tari juga para bintang tamu yaitu Salwa Jasmine, Kos Atos, Miss Anggar, Klab Reggae Hore dan Band Alumni.
Sebuah hari yang luar biasa. Para penonton ikut menari, bergoyang dan gembira bersama.
Fashion Show, dokumentasi pribadi
Ya, ada saatnya kita bisa menghilangkan rasa penat dengan menumpahkan rasa gembira dalam wujud berbagai karya seperti dua hari ini di Bintaraloka.
Semoga semaraknya perayaan HUT ke 76 kali ini bisa menjadi pemicu semangat bagi warga SMP Negeri 3 Malang untuk terus bergerak maju dalam perjalanan bersama untuk mencerdaskan anak bangsa.