Meriahnya Puncak Perayaan HUT ke 76 SMP Negeri 3 Malang 

Rabu (13/05) telah dilaksanakan puncak perayaan HUT SMP Negeri 3 Malang yang ke 76. Puncak acara ditandai dengan pawai budaya yang diikuti oleh seluruh siswa dan guru SMP Negeri 3 Malang.

Tema HUT kali ini yaitu Pariyatana, Unity, Identity, Diversity, yang bermakna semangat merangkul kebersamaan di tengah perbedaan.

Sambutan Plt Kepala SMP Negeri 3 Malang, dokumentasi pribadi

Sesuai tema tersebut maka perjalanan pawai budaya kali ini ibarat “keliling dunia”. Ya, setiap peserta mengenakan kostum yang berasal dari 27 negara yang berbeda.

Sebutlah Indonesia, Inggris, Perancis, Skotlandia, Arab, Afrika, Uzbekistan, Rusia, China, Jepang dan banyak lagi.

Keragaman yang ditunjukkan hari ini benar- benar sebuah pemandangan yang menarik. Tiap kelas secara kompak mengenakan busana dan membawa ikon dari masing-masing negara.

Peserta pameran dengan tema Inggris, dokumentasi pribadi

Pawai  budaya diberangkatkan oleh Bapak Teguh Edy Purwanta pada pukul 07.00. Pemberangkatan ditandai dengan pemotongan untaian bunga di pintu gerbang sekolah.

Yang membuat suasana kian menarik, setiap kelas sebelum berangkat memperagakan yel masing-masing, dan sejenak berfoto bersama wali kelas.

Sementara pawai budaya berangkat, acara seremonial di lapangan volly dimulai. Acara yang dipandu oleh MC dari siswa dan guru ini berjalan meriah sekaligus khidmat. 

Guru-guru berkostum busana mancanegara, dokumentasi pribadi

Acara juga dihadiri oleh  Kadikbud : Bapak Suwarjana, SE.MM, Asisten Administrasi Umum 3 kota Malang ( Bp M. Sailendra, ST, MT), Kepala Bapedda Kota Malang (Ibu Dwi Rahayu, S.H, M.Hum), Camat Klojen, Bapak Willstar taripar Hatoguan, S.STP, M.AP, Lurah Klojen, Bapak Butet, S.E, Bapak RT dan RW setempat, juga perwakilan alumni.

Dalam pidato sambutan pagi itu Bapak Teguh mengajak semua pihak untuk terus mempertahankan reputasi SMP Negeri 3 Malang sebagai sekolah yang menghasilkan alumni-alumni terbaik yang tersebar di mana-mana berkiprah di berbagai bidang yang mereka geluti.

Pagi itu Bapak Suwarjana menyampaikan penghargaan pada SMP Negeri 3 Malang yang bisa menyelenggarakan acara HUT dengan begitu meriah.

Sambutan Bapak Suwarjana, dokumentasi pribadi

“Acara seperti ini tentunya bisa terwujud karena sinergi yang bagus antara sekolah dan orang tua, hal tersebut agar terus dipertahankan agar berbagai acara yang merupakan program sekolah bisa terselenggara dengan baik,” papar beliau.

Di sela-sela acara seremonial pagi itu penonton dihibur oleh atraksi tari, tampilan penyanyi solo, juga band dari siswa.

Tema Spanyol, dokumentasi pribadi
Tema Mesir, dokumentasi pribadi
Inggris, dokumentasi pribadi

Sementara di panggung berlangsung berbagai acara, pameran seni kelas 9 berlangsung di masing-masing kelas.  Stand bazaar kelas tujuh dan delapan, serta dari luar dibanjiri oleh para pengunjung dari siswa maupun orang tua.

Scotlandia, dokumentasi pribadi
Korea, dokumentasi pribadi
Belanda, dokumentasi pribadi

Selesai? Belum!

Sesudah acara pawai budaya, bazaar dan pameran selesai sekitar pukul 12.00, semua istirahat sejenak untuk kembali lagi ke sekolah untuk acara sesi dua yang dimulai sejak pukul 15.00 hingga malam hari.

Portugal, dokumentasi pribadi
Hola Mexico, dokumentasi pribadi
Arab Saudi, dokumentasi pribadi

Pada acara sesi dua ini penonton akan dihibur oleh fashion show, tari juga para bintang tamu yaitu Salwa Jasmine, Kos Atos, Miss Anggar, Klab Reggae Hore dan Band Alumni.

Sebuah hari yang luar biasa. Para penonton ikut menari, bergoyang dan gembira bersama. 

Fashion Show, dokumentasi pribadi

Ya, ada saatnya kita bisa menghilangkan rasa penat dengan menumpahkan rasa gembira dalam wujud berbagai karya seperti dua hari ini di Bintaraloka.

Salwa Jasmine , dokumentasi pribadi
Kos Atos, dokumentasi pribadi

Semoga semaraknya perayaan HUT ke 76 kali ini bisa menjadi pemicu semangat bagi warga SMP Negeri 3 Malang untuk terus bergerak maju dalam perjalanan bersama untuk mencerdaskan anak bangsa.

Gempita Jelang Puncak Perayaan HUT ke 76 SMP Negeri 3 Malang

Dua hari ini, Selasa dan Rabu (12-13 Mei) adalah moment yang sangat ditunggu-tunggu oleh warga Bintaraloka. Ya, dua hari itu adalah puncak perayaan HUT SMP Negeri 3 Malang yang ke 76.

Mengangkat tema besar Pariyatana atau unity, identity dan diversity,  kemeriahan HUT begitu terasa. Warga sekolah demikian antusias untuk bersama merayakan kegembiraan acara ini.

Apel pagi, dokumentasi pribadi Happy

Acara pagi ini diawali dengan apel bersama dengan dipimpin oleh Moreno siswa kelas 8.1. 

Dalam apel pagi itu Bapak Plt Kepala SMP Negeri 3 Malang, Drs Teguh Edy Purwanta menyampaikan bahwa usia 76 bagi sebuah lembaga bukanlah usia yang muda. Sudah sepatutnya kita mempertahankan reputasi kita dengan terus menghasilkan lulusan yang berkualitas seperti halnya para alumni Bintaraloka yang sudah tersebar di mana-mana.

Persiapan panggung seni, dokumentasi pribadi

“Mari terus kita tingkatkan kebersamaan kita, dalam memeriahkan HUT SMP Negeri 3 Malang yang ke 76 ini,” ungkap Pak Teguh.

Sesudah apel berakhir semua peserta diajak senam bersama dengan komando Bapak Ardilah, guru PJOK SMP Negeri 3 Malang.

Suasana gayeng langsung terasa. Semua ikut bergerak, sekaligus bergoyang menikmati kemeriahan pagi itu.

Cek kesehatan, dokumentasi pribadi

Sementara senam berlangsung, di ruang UKS dilaksanakan pemeriksaaan kesehatan gratis. Pemeriksaan kesehatan gratis  yang  bekerja sama dengan Laboratorium Sima ini meliputi pemeriksaan papsmear satu paket dengan CBE dan gula darah.

Aktivitas setelah apel dan senam tidak kalah meriah. Di panggung pentas dilaksanakan final lomba vokal solo, band dan tari. Hari itu semua finalis berusaha mempertunjukkan kemampuan terbaik mereka di depan dewan juri baik dari dalam sekolah maupun luar sekolah.

Finalis lomba tari, dokumentasi pribadi

Meskipun sebagian siswa menjadi penonton, sebagian besar siswa yang lain tampak sibuk menata kelas untuk pameran, membuat ogoh-ogoh juga menata stand bazaar. Pihak orang tua juga ikut mendukung bahkan terlibat langsung dalam kegiatan ini.

Persiapan stand pameran dengan dibantu orang tua, dokumentasi pribadi
Persiapan stand bazaar, dokumentasi pribadi
Persiapan stand bazaar, dokumentasi pribadi
Persiapan stand pameran, dokumentasi pribadi

Persiapan stand bazaar, dokumentasi pribadi

Hari yang luar biasa. Hari ini Bintaraloka menunjukkan sebuah cerita bahwa peringatan HUT bukan sekedar kemeriahan dan hura-hura. Perayaan ini adalah wujud nyata sinergi antara siswa, sekolah dan orang tua untuk mewujudkan cita-cita bersama.

Osob Kiwalan, Identitas dan Perekat Budaya Orang Malang 

“Nakam?”

“Oges lecep ya,”

“Oyi wes,”

“Sebenarnya kepingin oskab,”

“Oskab apa lecep?”

“Lecep ae wes, oskab kapan kapan ae..,”

Di atas adalah sekelumit percakapan antara dua orang yang ada di sebuah kedai. Dari bahasa yang digunakan pembaca pasti bisa menebak dari mana kedua orang tersebut berasal. Ya, dari Malang. Mengapa ? Karena bahasa yang digunakan adalah bahasa khas Malangan yang dinamakan Osob Kiwalan atau Boso Walikan atau Bahasa yang kosa katanya dibaca terbalik.

Jadi jika kita membaca sebuah tulisan biasanya dari kiri ke kanan, dalam Osob Kiwalan kata dibaca dari kanan ke kiri. Mirip tulisan Arab ya..? Tidak juga. Nanti di uraian selanjutnya pembaca akan bisa melihat keunikan alat komunikasi satu ini.

Penggunaan Osob Kiwalan membuat suasana terasa hangat dan akrab. Osob Kiwalan membuat pemakainya merasa sesaudara, ya sama- sama orang Malang. Apalagi saat berada di luar kota, dan tiba-tiba ada yang menyapa kita dengan Osob Kiwalan ini. Yoopo kabare Sam? Wah, pasti sangat beda rasanya.

Bukan sekedar unik dan penambah keakraban Osob Kiwalan ternyata mempunyai sejarah yang ada kaitannya dengan Perang Kemerdekaan. Ya, bahasa ini tercipta saat Belanda melakukan aksi agresi militer satu (1947) dan agresi militer dua (1948) di Kota Malang.

Aksi yang bertujuan untuk menguasai kembali daerah Malang itu benar- benar merepotkan para pejuang saat itu. Di samping persenjataan Belanda yang lebih canggih, mereka juga dibantu oleh mata-mata yang dari masyarakat setempat yang berkhianat dengan menjadi informan untuk Belanda.

Begitu kreatifnya orang Malang, maka untuk menghadapi musuh dalam selimut ini mereka menciptakan Osob Kiwalan atau bahasa walikan yang hingga sekarang banyak dan pada akhirnya menjadi identitas budaya masyarakat Malang.

Bahasa walikan saat itu banyak digunakan oleh orang Malang yang berada di garis demarkasi atau perbatasan antara wilayah Indonesia dengan jajahan Belanda.

Pasukan yang paling banyak menggunakan Osob Kiwalan ini adalah para pejuang di bawah pimpinan Mayor Hamid Roesdi, pejuang asli Malang yang juga menjadi pemimpin  Gerilyawan Rakyat Kota (GRK), yaitu sebuah gerakan pemuda Malang untuk melawan penjajah Belanda.

Patung Mayor Hamid Rusdi, Sumber gambar: Metro

Sampai sekarang patung Mayor Hamid Rusdi bisa kita lihat berdiri gagah di Jalan Simpang Balapan Malang.

Lalu bagaimana cara membalik kata dalam Osob Kiwalan ini? Bukan sekedar membalik urutan huruf atau fonem, Osob Kiwalan juga memperhatikan kenyamanan pengucapan atau istilahnya “enak di lidah”.

Ada beberapa cara untuk membalik kata dalam Osob Kiwalan, yaitu:

1. Pembalikan Huruf secara  Langsung

Teknik ini membalik posisi huruf secara keseluruhan tanpa mengubah susunan bunyi.

Contoh:

Arek menjadi Kera

Boso menjadi Osob

Bayar menjadi Rayab

2. Membalik huruf dengan sedikit melakukan pengubahan dengan prinsip “Enak Dirungokno” (Nyaman Didengar). Jadi pembalikan tidak dilakukan secara kaku.

 Contoh:

Malang menjadi Ngalam

Mlebu menjadi ublem

Meskipun prinsipnya dibalik, tidak semua kata harus dibalik secara kaku. Jika kata yang dibalik sulit diucapkan, maka susunannya akan disesuaikan agar tetap terdengar enak dan mudah diucapkan.

3. Pembalikan Suku Kata

Beberapa kata tidak dibalik huruf demi huruf, melainkan per suku kata, terutama untuk kata yang memiliki konsonan ganda. 

Contoh:

Sembarang menjadi ngarambes

4. Membalik Kata Umum dalam Kalimat, jadi yang dibalik hanya kata kata umum, tidak semua kata.

Contoh:

“Awakmu wis budal” menjadi “Awakmu wis ladub” (ladub = budal/berangkat).

Iyo Mas, aku melok menjadi oyi sam, ayas kolem

Dalam osob kiwalan sering kali imbuhan dipertahankan atau menyesuaikan agar kata yang diucapkan tetap mudah dipahami.

Meskipun unik , namun menurut jajak pendapat yang dilakukan Times Indonesia pada tahun 2025, Osob Kiwalan ini semakin lama semakin ditinggalkan.

Jajak pendapat yang dilakukan pada anak muda dengan rentang usia 17-27 tahun tersebut menghasilkan data bahwa bahasa yang unik dan kreatif ini sangat menarik namun sulit dipahami.

Pengaruh media sosial dan banyaknya pendatang di Kota Malang membuat komunikasi orang Malang lebih banyak dilakukan dengan menggunakan Bahasa Indonesia daripada Osob Kiwalan ini. Hal ini ikut andil atas semakin menurunnya jumlah pemakai Osob Kiwalan. 

Sebuah bahasa lambat laun akan punah jika pemakainya semakin lama semakin sedikit. Berkaca dari hal tersebut,  adalah tanggung jawab kita bersama terutama orang Malang untuk terus berusaha agar Osob Kiwalan yang menjadi identitas dan perekat budaya orang Malang ini tidak semakin hilang tergerus oleh arus perubahan zaman.

Bagaimana pembaca? Utujes?

Hubungan Antar Sudut Jika Dua Garis Sejajar Dipotong oleh Transversal

Jika ada dua garis sejajar dipotong oleh garis yang lain (kita namakan Transversal) maka ada hubungan antar sudut yang dinamakan sudut sehadap, sudut dalam berseberangan, sudut luar berseberangan, sudut dalam sepihak dan sudut luar sepihak.

Perhatikan gambar berikut ini:

k dan l adalah garis sejajar, m adalah transversal

1. Sudut-Sudut Sehadap

Coba perhatikan ∠A4 dan ∠B4 menghadap ke arah yang sama bukan?  Sudut seperti ∠A4 dan ∠B4 disebut sudut-sudut sehadap.

Ada pun pasangan sudut-sudut sehadap yang lain adalah ∠A1 dan ∠B1 , ∠A2 dan ∠B2 dan ∠A3 dan ∠B3.

Sudut-sudut yang sehadap besarnya sama

2. Sudut-Sudut Dalam Berseberangan

Sudut dalam bersebrangan pada gambar di atas adalah ∠A3 dan ∠B1. Keduanya terletak berseberangan yang dibatasi garis m dan berada di bagian dalam antara garis k dan l.

Sudut dalam berseberangan yang lain adalah ∠A2 dan ∠B4.

Sudut-sudut dalam berseberangan besarnya sama

3. Sudut-Sudut Luar Berseberangan

Selain sudut dalam berseberangan, ada juga sudut luar bersebrangan. Nah, ∠A1 dan ∠B3 terletak berseberangan yang dibatasi garis m dan berada di bagian luar garis k dan l.

Sudut-sudut seperti ∠A1 dan ∠B3 disebut sudut-sudut luar berseberangan. Sudut luar berseberangan yang lain adalah ∠A4 dan ∠B2.

Sudut-sudut luar berseberangan besarnya sama

4. Sudut-Sudut Dalam Sepihak

∠A3 dan ∠B4 terletak pada pihak yang sama, yaitu bagian bawah garis m dan berada di bagian dalam antara garis k dan l.

Sudut-sudut seperti ∠A1 dan ∠B3 disebut sudut-sudut dalam sepihak. Sudut dalam sepihak yang lain adalah ∠A2 dan ∠B1 karena terletak pada pihak yang sama (di atas).

Sudut-sudut dalam sepihak saling berpelurus atau jika dijumlah sama dengan 180 derajat.

5. Sudut-Sudut Luar Sepihak

∠A4 dan ∠B3 terletak pada pihak yang sama, yaitu bagian bawah garis m dan berada di bagian luar garis k dan l.

Sudut-sudut seperti ∠A4 dan ∠B3 disebut sudut-sudut luar. Sudut luar sepihak yang lain adalah ∠A1 dan ∠B2 karena terletak pada pihak yang sama (di atas).

Sudut-sudut luar sepihak saling berpelurus atau jika dijumlah sama dengan 180 derajat.

Untuk lebih memahami materi di atas kerjakan soal berikut ini:

Soal 1
Soal 2

Pramuka SMP Negeri 3 Malang Raih Gelar Juara Umum di AUSTERN 4.0

Sebuah prestasi yang membanggakan kembali diraih Barakuda Cempaka di awal bulan Mei ini (03/05). Ya, regu Pramuka SMP Negeri 3 Malang berhasil mendapatkan gelar juara umum dalam  event AUSTERN 4.0.

AUSTERN4.0 atau Al Uswah Treasure Hunt 4.0 adalah ajang perlombaan pelajar tingkat SMP/MTs sederajat se-Jawa & Madura yang diselenggarakan oleh SMAIT Al Uswah Surabaya.

Dalam event yang berlangsung dari bulan April hingga Mei 2026 ini dilaksanakan kompetisi berbagai cabang lomba, dari Pramuka, olahraga juga lomba akademik.

AUSTERN4.0 ini dirancang sebagai ajang kompetisi dan ajang unjuk bakat bagi pelajar tingkat menengah di wilayah Jawa dan Madura 

Berbagai kejuaraan yang diperoleh Pramuka Bintaraloka dalam ajang ini adalah:

1. Juara 1 SMS Putra

2. Juara 1 Scout Chef Putra

3. Juara 1 Scout Chef Putri

4. Juara 1 Pionering Putra

5. Juara 1 Pionering Putri

6. Juara 2 SMS Putri

7. Juara 2 Cerdas Cermat Putra

8. Juara 2 Cerdas Cermat Putri

9. Juara 2 Batle Yel Pangkalan

10. Regu Tergiat 1 Putra

11. Regu Tergiat 1 Putri

12. Juara Umum GPP AUSTERN 4.0

Luar biasa. Hasil tidak akan mengkhianati usaha.

Semoga prestasi ini bisa menjadi inspirasi bagi siswa yang lain untuk memberikan yang terbaiknya bagi SMP Negeri 3 tercinta.

Semangat peserta dalam berlatih akhirnya memberikan prestasi yang manis. Dengan sebelas kejuaraan, akhirnya gelar juara umum berhasil direbut Barakuda Cempaka.

Pelatih, pembina dan alumni, dokumentasi Pramuka

Peran serta pelatih dan pembina, serta motivasi dari alumni adalah sumber energi yang tak kalah penting untuk mendapatkan prestasi yang sangat gemilang ini.

Akhirnya selamat atas prestasi yang diraih Pramuka Bintaraloka. Semoga bisa menjadi inspirasi bagi siswa yang lain untuk menyumbangkan prestasi terbaiknya bagi SMP Negeri 3 tercinta.