Kunjungi Pameran Museum Bersama, Pelajari Jejak Sejarah Peradaban Malang Raya

Suasana di depan gerbang pintu masuk Mpu Purwa demikian ramai. Beberapa mikrolet datang ngedrop anak-anak yang akan melakukan kunjungan ke pameran hari itu.

Suasana sedikit crowded sampai ketika kami sekelas demi sekelas mulai masuk area pameran.

Ya, hari Selasa (13/10) siang itu kami mengunjungi Pameran Bersama Temporer 8 Museum yang diadakan di Museum Mpu Purwa Malang.

Kunjungan yang kami lakukan hari itu adalah bagian dari kegiatan kokurikuler kelas 9 yang mengambil tema Malang Heritage. Kegiatan ini bertujuan agar siswa lebih memahami sejarah Malang dan pada akhirnya mereka lebih cinta akan Kota Malang sebagai tempat tinggal mereka.

Tentang Pameran Museum di Mpu Purwa

Siap berangkat ke Museum Mpu Purwa, dokumentasi pribadi

Pameran bersama ini diikuti oleh delapan museum di Malang Raya. Mengusung tema Perjalanan Waktu dan Jejak Peradaban Malang Raya, dalam pameran ini dihadirkan koleksi serta informasi sejarah dari  Museum Mpu Purwa, Museum Singhasari, Museum Ganesya, Museum Brawijaya, Museum Pendidikan, Museum Musik, Museum Zoologi Fr. M. Vianney BHK, dan Museum Karmel Padmawiyata.

Saya yang orang Malang asli merasa sangat surprise. Sungguh tak menyangka jika Malang ternyata punya museum sebanyak ini.

Suasana pameran , dokumentasi pribadi

Setelah masuk area pameran, anak anak pun menyebar ke masing masing stand museum untuk mencatat berbagai informasi menarik yang mereka dapatkan di sana.

Saya sendiri memulai perjalanan dari Museum Musik Indonesia. Museum yang berlokasi di Jl Sukarno Hatta ini menghadirkan poster para seniman musik kota Malang, seperti Silvia Saartje, Ian Antono dan Sal Priadi.

Silvia Saartje adalah lady rocker di kisaran tahun 70-80, Ian Antono adalah gitaris God Bless  yang ngetop di era 80-90 an dan Sal Priadi adalah penyanyi yang masih eksis hingga saat ini.

Sylvia Saartje, Sal Priadi dan Ian Antono, dokumentasi pribadi

“Wah, luar biasa ini suaranya,” komentar saya sambil mendekati poster Sang Lady Rocker.

“Benar, serak- serak begitu ya,” jawab penjaga stand museum. Pembicaraanpun semakin asyik, melantur kesana-kemari, baik tentang penyanyi maupun grup band lawas yang pernah terkenal di masa lalu.

Di stand Museum Musik Indonesia , dokumentasi pribadi

“Ian Antono ini gitarisnya God Bless,” kata penjaga stand. 

“Wah, benar. Ruame dulu konsernya di stadion Gajayana,” timpal saya.

Ya, ketika itu God Bless adalah band yang banyak digemari. Konsernya selalu membludak. Dengan hitsnya seperti Kehidupan, Semut Hitam, God Bless benar benar merajai musik di tanah air saat itu.

Dari stand Museum Musik saya berjalan ke stand Museum Pendidikan dan Museum Karmel Padmawiyata.

Di Museum Pendidikan kami disuguhi aneka koleksi mata uang baik dari Indonesia maupun negara lain. Berbagai koleksi tersebut diletakkan dalam sebuah album. 

Siswa mengamati koleksi mata uang, dokumentasi pribadi

Sambil membuka lembarannya satu persatu, pengunjung bisa bertanya berkaitan dengan koleksi mata uang tersebut.

Di stand Museum Karmel Padmawiyata yang tak jauh dari Museum Musik, kami bisa melihat lembaran Injil kuno yang masih menggunakan Bahasa Latin. 

Menurut keterangan, Injil tersebut dulunya masih sering dipakai beribadah pada zaman Belanda. 

Museum Karmel Padmawiyata  sendiri adalah museum sejarah dan kebudayaan yang dikelola oleh Ordo Karmel Indonesia di Malang dan berlokasi di kawasan  Oro-oro Dowo Malang.  

Sebuah hal yang sangat menarik kami jumpai di Museum Zoologi Fr. M. Vianney BHK. Di sini para pengunjung diperbolehkan memegang ular yang lumayan besar yang menjadi salah satu koleksi museum selain berbagai cangkang moluska.

Mencoba memegang ular di Museum Zoologi, dokumentasi pribadi

Museum Zoologi Fr. M. Vianney BHK terletak di dusun Karangwidoro kecamatan Dau Kabupaten Malang. Museum ini tidak hanya berfungsi sebagai ruang pamer, tetapi juga sebagai tempat belajar tentang keanekaragaman fauna, penelitian hewan, serta praktik perawatan dan konservasi satwa. 

“Wiii,” pekik beberapa siswa geli, sementara siswa yang lain penasaran ingin mendekati ular yang dibawa oleh penjaga stand museum.

 Museum Singhasari  yang banyak menyimpan artefak, arca, dan sejarah mengenai Kerajaan Singhasari pada hari itu menyajikan aneka keris dan replika benda benda yang ada di Candi Singosari, seperti dwarapala. 

Stand pameran berbagai museum, dokumentasi pribadi

Tentang keris yang dipamerkan, dijelaskan bahwa jika keris lurus, maka  keris tersebut adalah peninggalan dari masa Kerajaan Singosari, sedangkan jika mempunyai luk (berbelok-belok) maka itu peninggalan dari masa Majapahit.

Jika di stand Museum Brawijaya kita bisa melihat berbagai macam senjata yang digunakan untuk perang di masa agresi militer tahun 1947, maka di Museum Panji kita bisa melihat aneka barang yang sering dipakai dalam kehidupan sehari-hari.

Mencoba alat jebakan tikus , dokumentasi pribadi

Barang yang dipamerkan di sini seperti jebakan tikus, pengaduk adonan juga alat pijat. yang pernah dipakai di kisaran tahun 1900 an

Wayang potehi, wayang suket bisa kita lihat dari dekat di stand Museum Ganesya. Menurut keterangan, museum Ganesya yang terletak di Graha Kencana Raya, Karanglo, Singosari, Kabupaten Malang ini mempunyai banyak koleksi artefak menarik peninggalan kerajaan Singosari dan Majapahit.

Wayang potehi, dokumentasi pribadi

Perjalanan hari itu kami akhiri dengan melihat koleksi museum Mpu Purwa yang terdiri atas berbagai macam topeng Malangan, peninggalan sejarah dari kerajaan yang ada di Malang termasuk diorama yang bercerita tentang berdirinya Singasari, keruntuhannya dan berdirinya Kerajaan Majapahit.

“Bagaimana perjalanan hari ini? Menyenangkan?” tanya saya pada seorang siswa. 

“Menyenangkan,” ungkap seorang siswa

“Saya baru tahu Malang punya museum sebanyak ini,” ungkap siswa yang lain.

“Luar biasa, koleksi cangkangnya bagus dan asli, saya pikir replika,” ungkap Tama, salah satu siswa yang rupanya tertarik pada aneka cangkang moluska di Museum Zoologi.

Cara yang paling hangat untuk mencintai tempat kita tinggal adalah dengan cara mengenal sejarahnya.

Hari yang luar biasa. Perjalanan hari itu membuka mata kami bahwa Malang bukan sekadar kota dengan udara sejuk dan kulinernya yang menggoda. Ia menyimpan jejak peradaban yang panjang, tersimpan rapi dalam delapan museum yang tersebar di Malang Raya.

Kami pulang dengan lelah yang menyenangkan karena membawa banyak cerita. Sebuah pelajaran yang kami dapatkan hari itu adalah bahwa cara yang paling hangat untuk mencintai tempat kita tinggal adalah dengan cara mengenal sejarahnya. Dan Malang, dengan segala jejak peradabannya, pantas untuk terus dikenang, dijaga, dan dibanggakan.

Tabungan dan Pinjaman

Tabungan Koperasi Sekolah

Koperasi sekolah membuka program tabungan siswa. Rani membuka rekening dengan setoran awal Rp500.000. Setiap bulan ia menyetor Rp100.000. Koperasi memberikan bunga tunggal 6% per tahun yang dihitung hanya dari setoran awal. Rani ingin mengumpulkan minimal Rp1.500.000 untuk membeli laptop bekas.

Pertanyaan:

a. Berapa saldo Rani setelah 10 bulan?

b. Apakah target Rani tercapai? Jelaskan.

c. Jika setelah 10 bulan Rani tetap menyetor Rp100.000 per bulan dan bunga tidak berubah, berapa bulan lagi agar saldo mencapai Rp2.000.000?

Pinjaman Koperasi

Pak Budi meminjam Rp6.000.000 di koperasi untuk modal usaha. Koperasi menerapkan bunga tunggal 9% per tahun dari pokok pinjaman. Pinjaman diangsur selama 12 bulan dengan pokok yang sama setiap bulan. Biaya administrasi sudah termasuk dalam bunga.

Pertanyaan:

a. Berapa bunga per bulan?

b. Berapa angsuran yang harus dibayar Pak Budi setiap bulan?

c. Berapa total uang yang dibayarkan Pak Budi sampai lunas?

dokumentasi pribadi

Tabungan Pendidikan

Bu Sari membuka tabungan pendidikan untuk anaknya. Ia menyetor awal Rp2.000.000. Setiap bulan ia menabung Rp200.000. Bank memberikan bunga tunggal 4% per tahun yang dihitung dari setoran awal. Bu Sari menargetkan tabungan mencapai Rp5.000.000.

Pertanyaan:

a. Berapa saldo tabungan setelah 1 tahun?

b. Apakah target Bu Sari sudah tercapai? Jika belum, berapa kekurangannya?

c. Jika setelah 1 tahun ia tetap menabung Rp200.000 per bulan, berapa bulan lagi target tercapai?

Memilih Pinjaman Modal

Bu Ani membutuhkan Rp10.000.000 untuk modal usaha. Ia mendapat dua penawaran:

· Bank A: bunga tunggal 8% per tahun dari pokok, biaya administrasi Rp200.000, tenor 12 bulan.

· Bank B: bunga tunggal 1% per bulan dari pokok, tanpa biaya administrasi, tenor 12 bulan.

Pertanyaan:

a. Hitung total uang yang harus dibayar Bu Ani jika memilih Bank A.

b. Hitung total uang yang harus dibayar jika memilih Bank B.

c. Manakah yang lebih murah? Berapa selisihnya?

Tabungan Qurban

Masjid Al-Ikhlas membuka program tabungan qurban. Peserta menyetor Rp500.000 setiap bulan selama 12 bulan. Panitia menambahkan subsidi 5% dari total setoran peserta. Harga satu ekor kambing Rp3.500.000 dan satu ekor sapi Rp14.000.000. Pak Rahmat mengikuti program tersebut.

Pertanyaan:

a. Berapa total tabungan Pak Rahmat setelah 12 bulan?

b. Jika ia ingin berqurban kambing, apakah tabungannya cukup? Berapa kelebihan/kekurangannya?

c. Jika ia ingin berqurban sapi, berapa bulan minimal ia harus menabung?

Pinjaman dengan Denda

Andi meminjam Rp3.000.000 untuk membeli sepeda. Pinjaman diangsur 6 bulan. Bunga tunggal 2% per bulan dari pokok pinjaman. Jika terlambat membayar, ia dikenakan denda 5% dari angsuran bulanan untuk setiap bulan keterlambatan. Andi terlambat membayar selama 2 bulan.

Pertanyaan:

a. Berapa angsuran bulanan Andi?

b. Berapa total denda yang harus dibayar?

c. Berapa total uang yang harus dibayar Andi selama dua bulan tersebut?

 Dua Saudara Menabung

Alya dan Bima bersaudara menabung di bank yang sama. Alya menabung Rp150.000 setiap bulan, sedangkan Bima menabung Rp200.000 setiap bulan. Mereka mulai menabung pada bulan yang sama. Bank memberikan bonus 5% dari total setoran setelah 12 bulan. Bonus tidak diberikan jika menarik tabungan sebelum 12 bulan.

Pertanyaan:

a. Setelah berapa bulan selisih tabungan mereka Rp500.000?

b. Setelah 13 bulan, berapa saldo Alya dan Bima masing-masing? Berapa selisih saldo mereka setelah bonus?

Membeli Motor: Menabung atau Meminjam?

Pak Dedi ingin membeli motor Rp18.000.000. Ia punya dua pilihan:

· Pilihan 1: menabung Rp1.500.000 per bulan tanpa bunga sampai uangnya cukup.

· Pilihan 2: membayar DP Rp3.000.000 sekarang, lalu meminjam Rp15.000.000 dengan bunga tunggal 12% per tahun selama 12 bulan.

Pertanyaan:

a. Berapa bulan Pak Dedi harus menabung pada Pilihan 1?

b. Berapa total uang yang dikeluarkan pada Pilihan 2?

c. Pilihan mana yang lebih murah? Berapa selisihnya?

Relasi dan Fungsi

Amatilah gambar di atas. Tampak beberapa siswa dengan baju adat sedang melakukan kegiatan sesuai hobi masing-masing. Relasi antara siswa dan baju adat, juga antara siswa dan hobi adalah fungsi atau pemetaan. Apakah fungsi atau pemetaan itu?

Fungsi atau pemetaan adalah relasi khusus dari himpunan A ke himpunan B yang memasangkan setiap anggota himpunan A ke tepat satu anggota himpunan B. 

Istilah Penting dalam Fungsi

  • Domain: Daerah asal atau seluruh anggota [himpunan A].
  • Kodomain: Daerah kawan atau seluruh anggota [himpunan B].
  • Range: Daerah hasil, yaitu subset dari kodomain yang merupakan pasangan aktual dari anggota domain. 

Cara Menyatakan Fungsi

  • Diagram Panah: Menggambarkan hubungan antar-anggota dua himpunan menggunakan tanda panah.
  • Himpunan Pasangan Berurutan: Menuliskan pasangan dalam bentuk koordinat .
  • Diagram Kartesius: Menyajikan anggota domain pada sumbu-X dan kodomain pada sumbu-Y. 

Untuk pemahaman lebih lanjut tentang relasi dan fungsi mari kita lihat soal soal berikut ini!

Hewan Peliharaan

sumber gambar : Kompas.com

Di sebuah desa, setiap penduduk memiliki satu hewan peliharaan kesayangan. Tidak ada penduduk yang memelihara lebih dari satu hewan, dan tidak ada hewan yang dipelihara oleh lebih dari satu penduduk. Hubungan antara “penduduk” dan “hewan peliharaan” digambarkan sebagai pasangan.

Berdasarkan aturan desa tersebut, manakah pernyataan yang paling tepat?

A. Hubungan itu adalah fungsi, karena setiap penduduk punya tepat satu hewan peliharaan.
B. Hubungan itu bukan fungsi, karena hewan peliharaan bisa banyak.
C. Hubungan itu bukan fungsi, karena penduduk bisa memelihara banyak hewan.
D. Hubungan itu bukan fungsi, karena tidak ada bilangan di dalamnya.

Kunci Pintu

Di sebuah kerajaan terdapat sekumpulan kunci dan sekumpulan pintu. Setiap kunci hanya dapat membuka satu pintu tertentu. Namun, satu pintu bisa dibuka oleh beberapa kunci yang berbeda. Hubungan antara “kunci” dan “pintu yang dapat dibuka” dicatat dalam sebuah diagram panah.

Seorang penjaga istana berkata, “Jika kita melihat dari arah kunci ke pintu, hubungan ini sungguh teratur.” Namun, seorang filsuf berkata, “Belum tentu, karena bisa jadi ada kunci yang tidak membuka pintu mana pun.”

Manakah analisis yang paling tepat tentang hubungan tersebut?

A. Hubungan kunci ke pintu adalah fungsi, karena setiap kunci hanya membuka satu pintu.
B. Hubungan kunci ke pintu bukan fungsi, karena satu pintu bisa dibuka banyak kunci.
C. Hubungan kunci ke pintu adalah fungsi, karena setiap pintu pasti punya kunci.
D. Hubungan kunci ke pintu bukan fungsi, karena jumlah kunci dan pintu tidak sama.

Buku dan Peminjam

Membaca buku di perpustakaan, by : Gemini AI

Di sebuah perpustakaan, setiap buku hanya boleh dipinjam oleh satu pembaca. Namun, seorang pembaca boleh meminjam banyak buku. Hubungan antara “buku” dan “pembaca yang meminjam” dibuat dalam diagram panah.

Penjaga perpustakaan ingin mengetahui apakah hubungan dari buku ke pembaca merupakan fungsi. Ia juga ingin mengetahui apakah hubungan dari pembaca ke buku merupakan fungsi.

Manakah pernyataan yang paling tepat?

A.Buku ke pembaca adalah fungsi, sedangkan pembaca ke buku bukan fungsi.
B. Buku ke pembaca bukan fungsi, sedangkan pembaca ke buku adalah fungsi.
C. Keduanya adalah fungsi.
D. Keduanya bukan fungsi.

Klub Sains

Di sebuah klub sains, terdapat lima siswa yang masing-masing memiliki nomor anggota: 1, 2, 3, 4, dan 5. Setiap siswa hanya boleh memilih satu jenis eksperimen favorit. Hubungan antara “nomor anggota” dan “jenis eksperimen favorit” dicatat sebagai pasangan berurutan. Data yang tercatat adalah saebagai berikut:

  • Anak nomor 1 memilih roket air
  • Anak nomor 2 memilih volcano
  • Anak nomor 3 memilih roket air
  • Anak nomor 4 memilih magnet
  • Anak nomor 5 memilih volcano

Seorang pembina berkata, “Hubungan ini adalah fungsi.” Seorang siswa membantah, “Tidak, karena ada eksperimen yang dipilih lebih dari satu siswa.”

Manakah pernyataan yang paling tepat?

A. Hubungan itu fungsi, karena setiap nomor anggota memiliki tepat satu eksperimen favorit.
B. Hubungan itu bukan fungsi, karena roket air dipilih oleh dua siswa.
C. Hubungan itu bukan fungsi, karena jumlah eksperimen lebih sedikit daripada siswa.
D. Hubungan itu fungsi, karena semua nomor anggota berbeda.

Turnamen Catur

Di sebuah turnamen catur, terdapat empat pemain dengan nomor peserta: 10, 20, 30, dan 40. Setiap pemain melawan tepat satu lawan dalam babak pertama. Hubungan antara “nomor peserta” dan “nomor lawan” dicatat sebagai pasangan berurutan.

Data yang tercatat adalah:

  • 10 melawan 30
  • 20 melawan 40
  • 30 melawan 10
  • 40 melawan 20

Panitia berkata, “Hubungan dari nomor peserta ke nomor lawan adalah fungsi.” Seorang peserta bertanya, “Apakah hubungan ini juga korespondensi satu-satu?”

Manakah pernyataan yang paling tepat?

A. Hubungan itu fungsi, tetapi bukan korespondensi satu-satu.
B. Hubungan itu fungsi dan korespondensi satu-satu.
C. Hubungan itu bukan fungsi, tetapi korespondensi satu-satu.
D. Hubungan itu bukan fungsi dan bukan korespondensi satu-satu.

Hobi

Hobi siswa, dokumentasi pribadi

Lima orang siswa yaitu Adi, Bima, Citra, Dina, dan Eka diminta menuliskan satu hobi favorit mereka. Hobi yang tersedia adalah membaca, melukis, berkebun, memasak, dan fotografi. Setiap siswa hanya boleh memilih satu hobi. Hubungan antara “nama siswa” dan “hobi favorit” dicatat sebagai pasangan berurutan.

Data yang tercatat adalah:

  • Adi memilih membaca
  • Bima memilih melukis
  • Citra memilih membaca
  • Dina memilih berkebun
  • Eka memilih fotografi

Guru berkata, “Hubungan ini adalah fungsi.” Seorang siswa bertanya, “Mengapa bisa disebut fungsi, padahal membaca dipilih oleh dua orang?”

Manakah penjelasan yang paling tepat?

A. Karena setiap siswa memiliki tepat satu hobi favorit.
B. Karena setiap hobi favorit dimiliki oleh tepat satu siswa.
C. Karena jumlah siswa lebih banyak daripada jumlah hobi.
D. Karena hobi membaca dipilih oleh Adi dan Citra.

Klub Olah Raga

Olah raga, sumber gambar: Gemini AI

Di sebuah klub olahraga, terdapat empat anggota dengan nomor anggota: 1, 2, 3, dan 4. Setiap anggota memilih satu olahraga favorit. Olahraga yang tersedia adalah sepak bola, bulu tangkis, renang, dan basket. Hubungan antara “nomor anggota” dan “olahraga favorit” dicatat sebagai pasangan berurutan.

Data yang tercatat adalah:

  • Anggota 1 memilih sepak bola
  • Anggota 2 memilih bulu tangkis
  • Anggota 3 memilih renang
  • Anggota 4 memilih basket

Pelatih berkata, “Hubungan ini adalah korespondensi satu-satu.” Seorang anggota bertanya, “Apa alasannya?”

Manakah alasan yang paling tepat?

A. Karena setiap anggota memiliki satu olahraga favorit dan setiap olahraga favorit dimiliki oleh tepat satu anggota.
B. Karena jumlah anggota sama dengan jumlah olahraga.
C. Karena sepak bola adalah olahraga paling populer.
D. Karena setiap anggota boleh memilih lebih dari satu olahraga.

Genre Musik Favorit

Di sebuah komunitas musik, lima remaja yaitu Fani, Gilang, Hana, Irfan, dan Joko diminta menuliskan satu genre musik favorit. Genre yang tersedia adalah pop, rock, jazz, dangdut, dan klasik. Hubungan antara “nama remaja” dan “genre musik favorit” dicatat sebagai pasangan berurutan.

Data yang tercatat adalah:

  • Fani memilih pop
  • Gilang memilih rock
  • Hana memilih pop
  • Irfan memilih jazz
  • Joko memilih rock

Seorang pembina berkata, “Jika kita membuat hubungan dari genre musik ke nama remaja, maka hubungan itu bukan fungsi.” Seorang remaja bertanya, “Mengapa?”

Manakah alasan yang paling tepat?

A. Karena genre pop dimiliki oleh Fani dan Hana, serta rock dimiliki oleh Gilang dan Joko, sehingga satu genre bisa berpasangan dengan lebih dari satu nama.
B. Karena setiap remaja hanya memilih satu genre musik.
C. Karena jumlah genre musik ada lima.
D. Karena jazz hanya dipilih oleh Irfan.

Film Favorit

Di sebuah kelas, terdapat empat siswa dengan nomor absen: 11, 12, 13, dan 14. Setiap siswa memilih satu film favorit. Film yang tersedia adalah film petualangan, komedi, horor, dan animasi. Hubungan antara “nomor absen” dan “film favorit” dicatat sebagai pasangan berurutan.

Data yang tercatat adalah:

  • Absen 11 memilih petualangan
  • Absen 12 memilih komedi
  • Absen 13 memilih horor
  • Absen 14 memilih animasi

Kemudian datang siswa baru dengan nomor absen 15. Ia belum memilih film favorit. Guru berkata, “Jika siswa baru ini belum memilih film favorit, maka hubungan dari nomor absen ke film favorit bukan fungsi.”

Manakah alasan yang paling tepat?

A. Karena ada anggota domain, yaitu absen 15, yang tidak memiliki pasangan di kodomain.
B. Karena film animasi hanya dipilih oleh satu siswa.

Merapi Lava Tour, dari Petilasan Mbah Maridjan hingga Offroad Air Kali Kuning

Jam sudah menunjukkan pukul setengah delapan pagi ketika bus kami mulai meninggalkan Hotel Pandanaran Yogyakarta.

“Bapak/Ibu, hari ini kita akan mengikuti Merapi Lava Tour. Beberapa tempat yang akan kita kunjungi adalah  Museum Petilasan Mbah Maridjan, Batu Alien, Bunket Kaliadem dan terakhir off road Air Kali Kuning,” jelas pemandu kami Mbak Nia dari Nala Tour. 

Bus terus melaju membelah lalu lintas Yogyakarta yang semakin ramai. Sesekali terdengar canda tawa di dalam bus, sementara lagu-lagu yang ditayangkan berganti ganti. Mulai dari Dewa 19 hingga  campursari. Wah, serasa gayeng sekali.

Suasana dalam bus, dokumentasi pribadi

Tak berapa lama sampailah kami di tempat yang dituju. Turun dari bus, kami langsung disambut oleh pemandu dari Merapi Lava Tour dan beberapa Jeep siap mengajak kami berkeliling di area sekitar Merapi.

Berempat kami menaiki Jeep warna merah. Tutorial naik dan turun kendaraan perang ini diberikan oleh Mas Wisnu guide kami dengan sabar.

Mas Wisnu, driver sekaligus guide kami ini banyak bercerita tentang cerita erupsi Merapi di tahun 2010. Sebagai orang Yogja asli Mas Wisnu tampak begitu memahami daerah Merapi ini.

Menuju Jeep, dokumentasi pribadi

Jeep kami melalui jalan yang naik turun dengan kecepatan yang tinggi menurut saya. Memang sepertinya di sini sensasinya. Naik kendaraan terbuka, melihat alam sekitar dan menikmati udara yang begitu segar.

Setelah perjalanan yang tidak begitu lama, Jeep kami memasuki wilayah Museum Petilasan Mbah Maridjan.

Museum Petilasan Mbah Maridjan 

Museum ini berada di Dusun Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Cangkringan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Sesuai dengan namanya, tempat ini dibangun untuk mengenang Mbah Maridjan, juru kunci Gunung Merapi atas kesetiaan dan pengabdiannya dalam menjaga tradisi dan spiritualitas masyarakat setempat.

Mbah Maridjan menjadi ikon nasional setelah letusan besar Gunung Merapi pada tahun 2010. Saat itu beliau bersikeras tinggal di rumah saat terjadi erupsi hingga beliau meninggal di tempat.

Gamelan Mbah Maridjan , bagian dari museum Mbah Maridjan, dokumentasi pribadi

Museum Petilasan Mbah Maridjan dibangun di lokasi yang berdekatan dengan rumah Mbah Maridjan, yang hancur akibat letusan Merapi. 

Di Museum ini kita bisa melihat banyak barang peninggalan Mbah Maridjan yang memiliki nilai sejarah tinggi, seperti pakaian, sarung, dan peci yang biasa ia gunakan, termasuk juga replika rumah Mbah Maridjan yang hancur, serta motor tua yang menjadi kendaraannya sehari-hari. 

Di sini kita juga bisa melihat dokumentasi kehidupan Mbah Maridjan sebagai juru kunci Merapi, informasi erupsi besar Gunung Merapi tahun 2010, proses evakuasi dan berbagai kerusakan serta dampak bagi masyarakat sekitarnya.

Hingga kini di sekitar museum banyak penjual makanan atau cinderamata. Salah satu kios adalah milik putri dari Mbah Maridjan. 

Toko cinderamata milik putri Mbah Maridjan, dokumentasi pribadi

“Mas Wisnu kenal Mbah Maridjan?” tanya saya ketika kami kembali naik Jeep untuk melanjutkan perjalanan.

“Kenal, ” jawabnya.

“Beliau baik sekali, sabar,” tambah Mas Wisnu. Tampak sekali ia sangat menghormati sosok Mbah Maridjan.

Dari Museum Mbah Maridjan perjalanan kami lanjutkan ke Bunker Kaliadem dan batu Alien.

Bunker Kaliadem 

Bagian depan bunker, dokumentasi pribadi

Bunker Kaliadem adalah bangunan perlindungan bawah tanah di lereng Gunung Merapi yang dibangun pada tahun 2001 .

Bunker ini dibangun oleh pemerintah kabupaten Sleman dengan fungsi sebagai tempat evakuasi darurat bagi warga dan relawan dari terjangan awan panas atau wedhus gembel Gunung Merapi.

Ketika terjadi erupsi pada tahun 2006, letusan gunung Merapi mengakibatkan aliran piroklastik atau awan panas bersuhu ekstrem menimbun seluruh bangunan bunker dan menutup pintu masuknya. Akibat nya dua orang relawan yang berlindung di dalam bunker meninggal dunia, karena suhu di dalam bunker melonjak sangat tinggi seperti oven akibat terjangan material panas. 

Berfoto dengan latar belakang gunung Merapi di area sekitar bunker, dokumentasi pribadi

Dari papan yang berisi informasi tentang bunker, bisa dilihat kondisi bunker sebelum erupsi, saat erupsi dan sesudah erupsi Merapi.

Dari lokasi bunker Kaliadem ini kita bisa melihat sosok Merapi yang tampak begitu indah dari jarak yang tak begitu jauh.

Batu Alien dan Off road Air Kali Kuning 

Batu Alien yang mirip manusia, sumber gambar: RRI

Jika di Padang ada batu Malin Kundang, maka di lereng Gunung Merapi kita bisa temui Batu Alien.

Batu Alien adalah bongkahan batu vulkanik erupsi Merapi tahun 2010 yang berbentuk mirip wajah manusia. 

 “Yang pertama menemukan menyebut, itu wajah alien, makanya sekarang namanya wisata Batu Alien,” kata pemandu wisata saatbitu.

Diperkirakan batu Alien dan batuan lainnya di lokasi tersebut berasal dari muntahan Gunung Merapi, yang dibawa Kali Gendol. Karena posisi kali sedikit menikung, maka  batu terlempar karena luapan kali tersebut.

Sesudah jelajah musium, bunker Kaliadem dan Batu Alien, kami tiba pada jelajah terakhir yaitu offroad air Kali Kuning.

Kali Kuning adalah sungai yang berhulu di puncak Gunung Merapi serta mengalir di bagian timur Kota Yogyakarta. Sungai tersebut tentu memiliki panjang sekitar 40 km dan mengalir melalui beberapa kapanewon di Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul

Offroad Air Kali Kuning dilakukan dengan cara menaiki jeep terbuka dengan track offroad yang langsung melintasi beberapa jalur, seperti area berbatu, sungai dangkal, serta area yang berpasir. 

“Siap dipakai jas hujannya Ibu-ibu,” kata Mas  Wisnu mengingatkan. Bergegas kami memakai jas hujan dan tak lupa merapatkan helm.

Off road Air Kali Kuning, dokumentasi pribadi

“Pegangan yang kuat..!” kata Mas Wisnu sambil menambah kecepatan Jeep kami. Jeep meluncur menuju jalanan berbatu dan turun ke arah sungai kecil.

 “Wiiih…!” air langsung muncrat naik membasahi kami para penumpang Jeep. Teriakan dan tawa langsung berderai bersama. 

“Aman, Ibu-ibu?” tanya Mas Wisnu memastikan.

“Aman..!” teriak kami bersemangat

Dengan cekatan Mas Wisnu memutar mobil , kembali ke rute awal dan Jeep kembali melintasi sungai. Semakin tinggi kecepatannya semakin tinggi pula air yang muncrat di sekitar kami. Sungguh sebuah pengalaman yang luar biasa.

Rute Jeep yang berkelok- kelok, cipratan air sungai dan jeritan para penumpang membuat pengalaman ini tak akan terlupakan.

Ketika matahari semakin tinggi, jelajah sekitar Merapipun diakhiri. Kami mengucapkan terima kasih pada Mas Wisnu yang telah begitu sabar menjadi guide kami dalam perjalanan pagi ini.

Setelah sejenak bersih diri, kamipun menuju bus untuk persiapan kembali ke Malang.

“Bu, monggo salaknya.. salaknya,”  seorang ibu menawarkan dagangan salak di tangannya. 

Bukan hanya sebagai gunung yang menyimpan amarah dan pernah menelan korban, Merapi adalah guru yang mengajarkan ketangguhan, tentang kehidupan yang terus berjalan di atas bekas luka, dan tentang alam yang selalu punya cara untuk mengingatkan kita akan kebesaran Yang Kuasa

“Manis?” tanya saya.

“Manis, Bu, bisa dicoba,” katanya ramah. Saya dan teman-teman masing-masing mengambil satu ikat dan segera memasukkannya ke dalam bagasi bus.

Matahari kian terik, dan bus kami perlahan meninggalkan area Merapi. 

Dari kejauhan dengan latar langit yang berwarna biru terang, sosok Merapi tampak indah dan begitu perkasa.

Merapi yang luar biasa.

Bukan hanya sebagai gunung yang menyimpan amarah dan pernah menelan korban, tetapi juga sebagai guru yang mengajarkan ketangguhan, tentang kehidupan yang terus berjalan di atas bekas luka, dan tentang alam yang selalu punya cara untuk mengingatkan kita akan kebesaran Yang Kuasa.

Mbak Menik

“Bothok, nasi bakar…, oseng oseng godhong kates,”

Sebuah ‘keributan’ kecil mulai mewarnai pagi di kampung kami. Teriakan Mbak Menik. Ya, dengan suaranya yang cempreng namun penuh semangat, Mbak Menik membangunkan penduduk kampung dengan menawarkan dagangannya. 

“Mbak Sri…Mbak Weni.., bothoknya.. tempe tahu teri..!” Teriakan Mbak Menik kembali membahana ketika melewati rumah hijau yang berhadapan dengan rumah bercat coklat; rumah Mbak Weni dan Mbak Sri.

Pintu rumah hijau dibuka dan Mbak Menik dengan keranjang di tangan serta bakul di atas kepala  langsung masuk.

Tak berapa lama setelahnya, Mbak Menik segera keluar.

“Matur nuwun Mbak Weni,” katanya senang.

“Iya Mbak Menik, ati-ati.., laris..laris!” tambah Mbak Weni sambil mengantar sang penjual sampai ke pagar.

“Suwun..!” Teriak Mbak Menik sambil tertawa renyah.

Itulah Mbak Menik. Semangat seolah tak pernah surut dari wajahnya. Hidup sendiri di usia jelang kepala tujuh, tidak menghalangi semangatnya untuk terus bekerja. Ia masih sering menerima pesanan masakan, membantu bersih-bersih bahkan momong anak kecil. Seolah tiada hari tanpa kesibukan.

“Saya kalau diam saja tambah sakit,” katanya ketika ditanya mengapa terus bekerja. Rupanya menganggur membuat Mbak Menik tidak nyaman. Terlalu banyak diam membuatnya ingat almarhum suaminya dan akhirnya membuatnya semakin nglokro (sedih dan malas). 

“Mbak Menik masak piyambak?” tanya saya suatu hari demi melihat aneka makanan dalam keranjangnya. Ada lebih dari lima macam.

“Oseng-oseng godhong kates masak sendiri, yang lain punya orang-orang,” katanya.

“Wah, berarti tiap hari banyak yang titip ke Mbak Menik?” tanya saya takjub. Benar, takjub dengan semangatnya mengajak orang lain untuk bergerak memutar roda ekonomi rumah tangga.

Dagangan Mbak Menik, dokumentasi pribadi

“Leres, Mbak Ajeng,” katanya sambil menyebutkan nama-nama tetangga yang titip juga jenis masakannya.

“Luar biasa Mbak Menik,” kata saya kagum

Mbak Menik tertawa. “Halah…, saget e namung kados ngeten lo..,” katanya merendah. Artinya  “bisanya cuma seperti ini lo..”.

Bukan sekedar penjaja makanan, kehadiran Mbak Menik suatu hari bisa menjadi penyemangat dan inspirasi bagi diri saya sendiri.

Pernah suatu saat saya merasa segan sekali untuk berangkat ke sekolah. Badan rasanya sakit semua, mungkin kecapekan atau juga karena mewabahnya flu seperti yang sekarang sedang ramai diperbincangkan.

Nah, pagi-pagi sekitar pukul setengah enam terdengar suara Mbak Menik  kembali menawarkan dagangannya di depan rumah saya. 

“Monggo Mbak Menik,” kata saya sambil membukakan pintu. Tidak seperti biasanya, kali ini suara Mbak Menik tidak begitu ‘ngegas’.

“Urap, sambel goreng kentang, sama nasi bakar,” kata saya sambil menyodorkan sejumlah uang.

“Mbak Menik agak sakit?” tanya saya demi melihat wajahnya yang agak pucat, tidak sesegar biasanya.

Mbak Menik tersenyum sambil menjawab,”Inggih Mbak Ajeng, nggreges mulai kemarin,”

“Lha.., sama, kok tidak istirahat?” tanya saya. 

Dagangan Mbak Menik , dokumentasi pribadi

Mbak Menik tersenyum sambil menata dagangan dalam keranjangnya.

“Mboten, lha kalau saya libur nanti dapat uang dari mana? Lagi pula kasihan teman- teman yang sudah terlanjur masak,” katanya sambil membetulkan jaketnya yang tebal. Tampak sekali ia kurang sehat hari ini.

“Hati-hati Mbak Menik,” kata saya di depan pintu sebelum Mbak Menik mengangkat keranjangnya.

“Inggih Mbak Ajeng, pokoknya kalau pusing saya duduk sebentar,  terus lanjut lagi,” tambahnya. Meski suaranya agak pelan, tapi tekad dan semangat masih sangat terasa.

Saya tiba-tiba merasa malu. Malu pada semangat Mbak Menik.

Sungguh, pagi ini saya berencana absen karena badan agak sakit dan meriang. Tapi rasanya tidak sebanding dengan Mbak Menik yang nggreges mulai kemarin, harus memakai jaket tebal, tapi masih mau membawa dagangan yang berat dan berkeliling kampung. Aih..

Setelah Mbak Menik berpamitan dan melanjutkan perjalanan, bergegas saya segera masuk, ganti baju dan melakukan persiapan ke sekolah.

“Le, sepedanya tolong dikeluarkan,” kata saya pada anak saya

“Lho, katanya tidak masuk?” tanya anak saya heran.

“Masuk Le, hari ini anak-anak ulangan,” jawab saya singkat. 

Anak saya memandang saya agak lama. 

“Ibuk sudah sehat?” Ia bertanya memastikan

“Sehat Le, nanti ketemu anak- anak tambah sehat,” senyum saya.

Jam sudah menunjukkan pukul setengah tujuh. Saya menyetater Vario untuk segera berangkat ke sekolah. Sepeda saya mulai berjalan melewati gang-gang yang kian ramai.

“Monggo, Bu guru,” sapa beberapa orang yang saya balas dengan senyum dan anggukan.

Dari kejauhan terdengar suara orang menjajakan dagangan. Meski samar, cemprengnya suara itu sangat saya kenal. Ya, suara Mbak Menik dengan dagangannya.

 “Urap-urap.. nasi bakar..!”