Bintaraloka begitu berbeda pagi itu. Sejak jam pertama siswa dengan kostum kaos olah raga telah memenuhi lapangan dan titik titik tertentu.
Bukan hanya itu. Kesibukan panitia dari OSIS tampak begitu nyata. Mereka menyiapkan peralatan band, sound system dan segala hal berkaitan dengan lomba. Ya, pada hari itu Senin (27/4) mulai dilaksanakan lomba-lomba sekolah berkaitan dengan HUT SMP Negeri 3 Malang yang ke 76.
Penampilan salah satu grup tari, dokumentasi Bintaraloka
Lomba berkaitan dengan HUT dilaksanakan secara eksternal maipun internal. Secara eksternal berupa lomba TKA SD yang sudah diselenggarakan beberapa minggu sebelumnya, sedangkan lomba internal diadakan mulai Senin dan nanti akan dilanjutkan babak final jelang puncak perayaan HUT SMP Negeri 3 Malang.
Penampilan salah satu grup tari, dokumentasi pribadi
Lomba yang diikuti oleh perwakilan seluruh kelas 7,8 dan 9 ini meliputi tari kreasi, band, vlog dan menyanyi solo.
Semangat dan kreativitas peserta begitu nyata. Hal ini tampak pada kesungguhan saat penampilan juga penggunaan kostum yang unik tapi juga cantik.
Tampilan salah satu grup tari, dokumentasi Bintaraloka
Para juri dari guru tampak memperhatikan tampilan mereka dengan cermat agar bisa memberikan penilaian yang obyektif.
Juri lomba band, dokumentasi Bintaraloka
“Seru,”
“Tampilannya bagus-bagus,” ungkap para penonton yang memberikan support pada teman teman sekelasnya yang sedang tampil.
Lomba menyanyi solo, dokumentasi Bintaraloka
Bukan sekedar meriah, lewat acara ini setiap siswa menemukan ruang untuk berkarya, berani tampil, dan merayakan kebersamaan.
Menunggu saat tampil, dokumentasi pribadi
Satu pelajaran yang bisa diambil dari event ini adalah bahwa setiap anak memiliki cahayanya sendiri.
Lomba bukan hanya tentang siapa yang jadi juara, tetapi tentang berani bersinar dan berbagi tawa, karena tepuk tangan, sorak sorai, dan kenangan yang terukir adalah kemenangan sejati.
Tampilan salah satu grup Band, dokumentasi Bintaraloka
Dirgahayu ke-76, SMP Negeri 3 Malang. Teruslah bergerak, maju dan melesat dalam prestasi dan karya.
2. Ani akan membagikan 120 m kain kepada teman-temannya. Apabila setiap anak mendapat 1,25 meter maka banyak teman Ani yang mendapat pembagian kain adalah … .
A. 180 orang
B. 150 orang
C. 96 orang
D. 80 orang
3. Untuk menempuh jarak 60 km, sebuah kendaraan memerlukan 5 liter bensin. Jika ingin menempuh jarak 144 km dan harga 1 liter adalah Rp 4.500,00. maka harga bensin yang harus dibayar adalah …..
A. Rp108.000,00.
B. Rp54.000,00
C. Rp50.000,00
D. Rp45.000,00
4. Pedagang buah-buahan membeli 200 buah durian seharga Rp 1.000.000,00. Seratus buah dijual dengan harga Rp. 7.500,00 perbuah, 50 buah dijual dengan harga Rp 6.500,00 per buah dan sisanya dijual dengan harga Rp. 5.500,00 per buah. Persentase untung adalah …
Sumber gambar : Koran Kaltara
A. 35 %
B. 30 %
C. 10 %
D. 5 %
5. Mawar menabung di Bank sebesar Rp. 3.600.000,00. Bank memberikan bunga 10% pertahun. Besar bunga yang diterima Mawar setelah 15 bulan adalah … .
A. Rp900.000,00
B. Rp540.000,00
C. Rp450.000,00
D. Rp360.000,00
6. Rumus suku ke-n dari barisan bilangan 4, 7 , 10 , 13 , . . .adalah . . . .
A. 2n + 2
B. 3n + 1
C. 5n – 1
D. 6n – 2
7. Dalam suatu aula terdapat 11 kursi pada baris pertama dan setiap baris berikutnya memuat dua kursi lebih banyak dari kursi baris di depannya.Jika terdapat 8 baris kursi , maka banyak kursi pada baris paling belakang tersebut adalah… .
A. 144
B. 140
C. 25
D. 23
8. Bentuk sederhana dari 5(x- 2)- 3(x+3)- 4x+3 adalah … .
10. Suatu fungsi f dirumuskan dengan f(x) = px + q , diketahui bahwa f(-1) = 1 dan f(2) = 7. Nilai p dan q berturut-turut adalah …
A. -3 dan -2
B. -2 dan 3
C. 2 dan 3
D. 2 dan -3
11. Garis p melalui titik (4,-6) dan (-8,2), jika garis p tegak lurus garis q maka gradien garis q adalah…..
A. 3/2
B. 2/3
C. -2/3
D. -3/2
12. Penyelesaian dari sistem persamaan 3x – 2y = 7 dan 2x + y = 14 adalah x dan y. Nilai x + y adalah … . A. 4
B. 5
C. 7
D. 9
13. Harga 5 kg gula dan 3 kg beras Rp71.000,00 .Sedangkan harga 2 Kg gula dan 6 kg beras Rp.62.000,00. Harga 5 kg gula dan 6 kg beras adalah …
A. Rp.82.000,00
B. Rp.85.000,00
C. Rp92.000,00
D. Rp95.000,00
14. Luas segitiga ABC adalah 180 cm2. Panjang AC adalah … .
A. 41 cm
B. 40
C. 20 cm
D. 15 cm
15. Sebuah kapal berlayar ke arah barat dengan kecepatan 80 km/jam setama 1 ½ jam. Kemudian kapal memutar menuju arah utara dengan kecepatan 75 km/jam selama 1 jam 12 menit. Jarak terpendek kapal sekarang dengan tempat mulamula adalah …
A. 210 km
B. 150 km
C. 135 km
D. 130 km
16. Sebuah toko alat tulis menjual paket penjualan yang terdiri dari buku dan ballpoin seperti tercantum pada tabel di samping. Bila Ernawati akan membeli Paket 3 maka jumlah uang yang harus ia bayarkan adalah … .
A. Rp16.000,00
B. Rp20.000,00
C. Rp22.000,00
D. Rp24.000,00
17. Berikut ini adalah ukuran sisi sisi dari empat buah segitiga :
I. 7 cm, 24 cm, 26 cm
II. 8 cm, 15 , 16 cm
III. 9 cm, 40 cm, 41 cm.
IV. 20 cm, 21 cm , 29 cm
Yang merupakan ukuran sisi segitiga siku siku adalah … .
A. I dan II
B. I dan III
C. II dan IV
D. III dan IV
18. Pemborong bangunan dapat menyelesaikan bangunan gedung dalam waktu 9 bulan dengan pekerja sebanyak 210 orang. Jika bangunan tersebut direncanakan selesai dalam waktu 7 bulan maka pemborong tersebut harus menambah pekerja sebanyak …….
A. 50 orang
B. 60 orang
C. 70 orang
D. 80 orang
19. Perhatikan gambar berikut ! Luas trapesium sama kaki ABCD adalah . . . .
A. 192 cm2
B. 180 cm2
C. 160 cm2
D. 144 cm2
20. Keliling bangun disamping adalah … .
A. 64 cm
B. 62 cm
C. 58 cm
D. 53 cm
21. Pak Teguh memiliki kebun berbentuk persegi panjang dengan luas 1.000 m2 dan panjang 40 meter. Ia ingin membuat pagar sekeliling tanah tersebut. Jika harga pagar dan ongkos pasang setiap meter adalah Rp75.000,00 maka biaya untuk memagari adalah …
A. Rp7.500.000,00
B. Rp9.000.000,00
C. Rp9.750.000,00
D. Rp11.250.000,00
22. Pada jajargenjang di bawah , nilai dari x – y adalah …
A. 350
B. 250
C. 12,50
D. 100
23. Pada gambar di samping Jika ukuran < 7 = 1400 maka ukuran <1 adalah …
A. 700
B. 400
C. 250
D. 200
24. Pak Suko ingin mengetahui tinggi sebuah pohon dengan cara mengukur tinggi bayangannya
sepanjang 6 m .Pada saat yang sama dia mendirikan sebuah tongkat dengan tinggi 150 cm dan
panjang bayangannya sejauh 2 m. Maka tinggi pohon tersebut adalah…..
A. 3 m
B. 4 m
C. 4,5 m
D. 8 m
25. Segitiga ABC dan segitiga PQR kongruen ,dengan <A = <P = 90o. Panjang AC = 15 cm, QR = 25 cm. Maka Keliling PQR adalah…cm
A. 75 cm
B. 65 cm
C. 60 cm
D. 55 cm
26. Perhatikan gambar kubus di samping! Bidang diagonal yang tegak lurus dengan bidang TQRW adalah …
A. UVQR
B. RSTU
C. QUWS
D. PUVS
27. Yang merupakan jaring-jaring kubus adalah ….
A. (I), (II), dan (III)
B. (II), (III), dan (IV) (III)
C. (I), (II), dan (IV)
D. (I), (III), dan (IV)
28. Sebuah kerucut tingginya 12 cm. Jika volume kerucut 1.256 cm3, maka jari-jari alas kerucut
adalah ….
A. 20 cm
B. 15,5 cm
C. 10 cm
D. 6 cm
29. Alas limas berbentuk persegi dengan panjang sisi 10 cm. Jika tinggi limas 12 cm, maka luas sisi limas adalah ….cm2
A. 260
B. 340
C. 360
D. 620
30. Perhatikan Tabel berikut. Median data tinggi badan tersebut adalah …….
A. 162 cm
B. 160 cm
C. 159 cm
D. 157 cm
31. Grafik di samping menunjukkan produksi kopi pada perkebunan “COFFE PLANTATION”. Rata rata produksi selama 5 tahun pertama adalah … .
A. 15,7 ton
B. 15,8 ton
C. 16 ton
D. 16,2 ton
32. Soal Essay : Diketahui ABCD adalah segiempat dengan A(12,4), B(20,4), C(20,7) dan D(18,9).
Berapakah perbandingan luas ABCD dan bayangannya setelah didilatasikan oleh [O,-2] ?
33. Soal Essay : Disediakan kawat sepanjang 500 cm. Kawat tersebut akan digunakan untuk membuat sebuah kerangka balok sebanyak-banyaknya dengan panjang 20 cm, lebar 6 cm dan tinggi 8,5 cm . Maka panjang sisa kawat adalah … cm
Selamat belajar..
Ilustrasi belajar matematika, Gemini AI
Sudut sangat banyak terdapat pada benda-benda di sekeliling kita. Coba sejenak kalian perhatikan sekitar kita:
· Bukaan pintu saat dibuka setengah akan membentuk sudut.
· Jarum jam yang menunjukkan pukul 03.00 membentuk sudut siku-siku.
· Atap rumah yang miring membentuk sudut lancip.
· Pegangan tangan saat memegang cangkir – membentuk sudut.
Apa itu sudut?
Sudut adalah daerah yang dibentuk perpotongan dua sinar garis pada pangkalnya.
Penulisan sudut: ∠ABC atau ∠B atau ∠α (alpha)
Keterangan: Titik B adalah titik sudut, BA dan BC adalah kaki sudut.
MACAM-MACAM SUDUT BERDASARKAN BESARNYA
Ada bermacam-macam sudut menurut ukurannya, yaitu :
Sudut lancip, mempunyai ukuran 0° < x < 90°
Sudut siku-siku yang berukuran tepat 90°
Sudut tumpul berukuran 90° < x < 180°
Sudut lurus berukuran tepat 180°
Sudut refleks dengan ukuran 180° < x < 360°
SUDUT BERKOMPLEMEN (BERPENYIKU)
Dua sudut dikatakan berkomplemen jika jumlah kedua sudut tersebut = 90°.
Satu sudut merupakan komplemen (penyiku) dari sudut lainnya.
Contoh:
· Sudut 30° + Sudut 60° = 90° → 30° dan 60° saling berkomplemen.
· Komplemen dari 45° adalah 45° (karena 45° + 45° = 90°).
· Komplemen dari 20° adalah 70°.
SUDUT BERSUPLEMEN (BERPELURUS)
Dua sudut dikatakan bersuplemen jika jumlah kedua sudut tersebut = 180°.
Satu sudut merupakan suplemen (pelurus) dari sudut lainnya.
Contoh:
· Sudut 110° + Sudut 70° = 180° → 110° dan 70° saling bersuplemen.
· Suplemen dari 120° adalah 60° (karena 120° + 60° = 180°).
· Suplemen dari 90° adalah 90°.
Untuk mengecek pemahaman kalian, coba kerjakan soal berikut ini:
Sebuah layar besar berukuran 75 inci terpampang di depan ruang kelas. Guru menyentuh ‘tombol’ tertentu dan sebuah tayangan tampil di layar tersebut.
Tayangan gambar untuk pertanyaan pemantik pembelajaran hari itu.
Siswa tampak begitu antusias. Serasa menonton layar lebar. Beberapa siswa memberikan komentar, dan beberapa saat kemudian layar berubah fungsi menjadi papan tulis, dan dengan menggunakan stylus pen guru mulai menulis dan menerangkan sebuah materi.
Di atas adalah gambaran suasana pembelajaran dengan menggunakan IFP yang dilaksanakan di sekolah. Ya, sekitar tiga bulan yang lalu sekolah kami mendapatkan bantuan IFP dari pemerintah.
Apakah IFP itu?
Pembelajaran menggunakan IFP, dokumentasi Selviska
IFP (Interactive Flat Panel) adalah perangkat layar sentuh digital interaktif berukuran besar (all-in-one) yang menggabungkan fungsi monitor, proyektor, papan tulis, dan komputer.
Bantuan Interactive Flat Panel (IFP) atau “Smart Board” 75 inci adalah program digitalisasi pendidikan pemerintah tahun 2025 (Inpres No. 7/2025) untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Ada 288.865 unit didistribusikan ke sekolah-sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran interaktif.
Penggunaan IFP dalam pembelajaran memungkinkan pembelajaran yang lebih menarik, variatif juga interaktif.
Berbagai simulasi atau pembelajaran interaktif bisa dibuat.
Sebagai contoh, saat pembelajaran matematika Persamaan Linier Satu Variabel, guru bisa membuat simulasi persamaan yang ekivalen dalam bentuk neraca dengan beban tertentu. Secara bergantian siswa diminta maju ke depan untuk memindahkan beban yang ada dan membuat posisi neraca dalam keadaan yang setimbang. Posisi neraca yang setimbang adalah ilustrasi untuk persamaan yang ekivalen (ruas kanan dan kiri sama).
Masih dalam pembelajaran matematika, siswa bahkan bisa ‘battle’, adu cepat dalam mencari penyelesaian sebuah persamaan dengan temannya.
Siswa belajar dengan IFP, Dokumentasi Diah
Demikian juga saat pembelajaran Bahasa Indonesia yang membahas materi iklan, guru bisa menayangkan berbagai contoh iklan yang sudah disiapkan sebelumnya lalu mengajak siswa bersama- sama membuat iklan dengan menggunakan aplikasi tertentu.
Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan IFP, dokumentasi Eka
“Seru,”
” Mirip HP, hanya saja bentuknya lebih besar, ” komentar beberapa siswa senang.
Tentu saja. Pemakaian IFP mirip sekali dengan penggunaan gadget, benda yang sangat akrab bagi siswa.
Hadirnya IFP di sekolah membawa nuansa baru dalam pembelajaran di sekolah. Guru- guru dituntut untuk belajar menggunakannya termasuk membuat rancangan pembelajaran yang menarik dengan menggunakan IFP . Agar semua guru bisa melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan IFP, maka dibuat jadwal untuk mengatur penggunaan ya.
Lalu apa peran guru agar pembelajaran dengan menggunakan IFP bisa maksimal?
1. Sebagai fasilitator dan pemantap.
IFP membuat pembelajaran lebih menyenangkan, dokumentasi Anggita
IFP memang bisa menampilkan video, diagram 3D, atau kuis interaktif yang memantik rasa ingin tahu, meski demikian, gurulah yang harus mengambil alih untuk memantapkan konsep. Misalnya, setelah menampilkan simulasi tentang neraca yang setimbang untuk persamaan linier satu variabel guru bertanya, “Nah, dari ilustrasi ini, menurut kalian apakah persamaan yang ekivalen itu?”
2. Guru sebagai sumber kehangatan dan empati.
Meskipun canggih, IFP tidak akan bisa memeluk siswa yang sedang sedih, menangkap keraguan di mata siswa, termasuk juga memberikan senyum tulus saat seorang anak berhasil menjawab pertanyaan sulit.
Interaksi hangat seperti menepuk pundak, kontak mata, dan mendengarkan cerita siswa adalah ranah eksklusif yang tidak boleh diabaikan guru.
3. Pengendali dinamika kelas.
IFP bisa membuat siswa antusias, bahkan mungkin terlalu antusias. Di sini guru berperan penting untuk mengatur ritme pembelajaran . Tentang kapan harus fokus ke IFP, kapan diskusi kelompok, dan kapan harus hening sejenak untuk refleksi.
Akhirnya hadirnya IFP bisa membuat pembelajaran di sekolah lebih menarik jika kita bisa menggunakannya dengan tepat.
IFP hanyalah alat yang membantu pelaksanaan pembelajaran. Alur jalannya pembelajaran dan kebermaknaannya tetap tergantung pada peran guru di dalam kelas.
Satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah IFP dirancang untuk memperkaya pembelajaran, bukan menggantikan peran guru. Guru bukan “operator” IFP yang terus fokus menekan-nempel layar sepanjang waktu, sehingga interaksi hangat dan pembelajaran bermakna hilang.
Bisa diibaratkan, IFP adalah jendela ajaib yang bisa membawa dunia ke dalam kelas, tetapi gurulah yang tetap menjadi pemandu wisata yang hangat, penuh perhatian, dan memastikan semua siswa mendapatkan pengalaman yang bermakna dari “perjalanan” belajar tersebut.
Asli, saya senyum- senyum sendiri membaca tulisan Kompasianer Kaekaha yang berjudul “Menyaksikan Layar Perak, Ludruk, dan Ketoprak Berbagi Panggung di “Misbar” Karto Dasil”. Tulisan yang bercerita tentang serunya nonton film, ketoprak dan wayang di daerahnya kala itu, di area yang dikelola oleh Pak Karto Dasil, “raja hiburan” di daerahnya.
Membaca baris demi baris tulisan itu, saya benar- benar tergelitik dan bisa merasakan suasananya. Mengapa? Tidak jauh dari tempat tinggal saya, dulu ada sebuah bioskop yang sangat fenomenal di Kota Malang yaitu Kelud. Sebuah gedung bioskop yang selalu dikunjungi banyak orang karena harga karcisnya yang sangat murah, dan suasananya.., persis dengan yang digambarkan Kompasianer Kaekaha dalam tulisannya.
Di masa itu, sekitar tahun 80 an bioskop menjadi tempat hiburan yang banyak disuka. Dalam ingatan saya bioskop-bioskop di Kota Malang saat itu adalah Ria, Agung, Merdeka, Malang Theater, Surya, Tenun dan Kelud. Saya hafal nama nama bioskop tersebut karena setiap sore ada acara berita-berita film di radio kami di rumah.
Bioskop di Malang, sumbergambar : Suara.com
Di saat rata-rata karcis masuk bioskop sekitar seribu rupiah, Kelud saat itu mematok dua ratus rupiah. Bayangkan. Dengan harga sekian, banyak sekali yang bisa masuk ke sana. Tua, muda, besar, kecil, tumplek blek di akhir pekan. Apa lagi jika film yang diputar film Rhoma Irama. Waoow, ditanggung sejak Sabtu siang, teman teman saya (saat itu saya masih duduk di SD) akan ramai bercerita tentang rencana nonton ke Kelud nanti malam.
“Aku sama Masku,” jawab beberapa teman ketika kami berbincang tentang dengan siapa nanti malam akan nonton bioskop.
“Aku sama tetanggaku,”
“Aku dewe an (sendirian),”
Lho .., kok dewean? Ya, di masa itu anak kecil nonton sendirian di Kelud bukan barang aneh. Anak- anak ini bisa masuk tanpa karcis pula. Caranya? Tinggal menggandeng tangan orang dewasa yang akan masuk bioskop sambil berbisik,”Lek, melok Lek,” alias “Om..ikut ya Om…,”
He..he.., cara ini sering kami namakan ‘nrombol’ .
Tapi tentu saja dengan karcis semurah itu penonton bisa mendapatkan fasilitas yang sederhana sekali. Jika di gedung bioskop lain di sediakan kursi yang bagus, semacam sofa atau kursi rotan, maka di Kelud tempat duduknya berupa lonjoran bangku besi panjang. Tempat menonton juga berupa lapangan beratapkan langit alias terbuka. Ya, terbuka. Jadi kalau hujan penonton pasti bubar, atau misbar (gerimis bubar).
Layar bioskop Kelud sekarang, sumber gambar: Kompas.com
Hal yang bisa dijumpai di Kelud tapi tidak di bioskop lain adalah kita bisa bertepuk tangan atau bersorak saat melihat adegan film. Misal jagoan kita menang, banyak penonton yang bertepuk tangan karena gembira.
Seiring berjalannya waktu, untuk memberikan layanan yang lebih bagus pihak bioskop membuat tempat duduk di balkon. Di sini tempat duduknya lebih bagus dan ada atapnya sehingga ketika hujan atau gerimis penonton tetap aman. Tentu saja karcis balkon lebih mahal daripada karcis biasa.
Bioskop Kelud benar- benar mewarnai denyut kehidupan kami, orang Bareng. Ya, saat itu jarang sekali orang punya televisi, akhirnya untuk mencari hiburan ya larinya ke gedung bioskop. Dan gedung bioskop paling terjangkau harga karcisnya adalah Kelud.
Suasana kampung kami akan sepi sehabis Maghrib tatkala Kelud memutar film India. Kalau tidak salah tiap hari Rabu Kelud memutar film-film dari negeri Amitabh Bacan ini. Film dengan durasi panjang, penuh drama dan air mata tapi juga banyak dihiasi tarian. Dan jangan heran, ketika yang diputar film India, saat bubaran kita akan banyak melihat penonton pulang dengan wajah habis menangis. Nangisi film India.. he..he..
Kehadiran Kelud juga membuat roda ekonomi warga sekitar kian menggeliat. Banyak yang berjualan di Kelud, entah kacang, gorengan, juga es. Bahkan ada teman saya berjualan es lilin dalam bioskop. Karena berjualan di dalam, otomatis setiap hari dia bisa melihat film yang ditayangkan. Dan terus terang, ini sering membuat kami yang tidak diperbolehkan nonton film di Kelud benar benar merasa iri.
Ketika hampir setiap rumah mempunyai televisi, dan film-film menarik semakin banyak diputar di televisi, era bioskop semakin meredup, dan lama-kelamaan Keludpun ikut gulung tikar tergilas oleh perubahan zaman.
Jejak Sekolah Kartini
Sekolah Kartini di Jl. Kelud, sumber gambar: Kliktimes.com
Kelud ternyata bukan hanya menyimpan cerita tentang dunia film dan bioskop. Dari berbagai sumber informasi ternyata di sini dulu pernah berdiri Sekolah Kartini atau Kartinischool.
Menurut Agung Buana, pemerhati sejarah Kota Malang, di lokasi bioskop ini pada tahun 1915 pernah didirikan Sekolah Kartini oleh Menteri Pendidikan Belanda waktu itu, Jacques Henrij Abendanon.
Karena Sekolah Kartini, maka semua siswanya adalah perempuan. Di sekolah ini para siswi tidak hanya belajar tentang berbagai ilmu pengetahuan, tapi juga bagaimana mengasah keterampilan dalam kehidupan sehari-hari
Karena gudang kopi dekat sekolah ini membutuhkan perluasan, maka beberapa waktu kemudian aktivitas Sekolah Kartini pindah tidak jauh dari lokasi semula yaitu ke SD Negeri Bareng 1 Malang.
Di masa penjajahan Jepang Sekolah Kartini ditutup, karena banyak guru-gurunya ditangkap oleh Jepang.
Sumber gambar: Kliktimes.com
Sebagai penanda bahwa di daerah ini pernah berdiri Sekolah Kartini, maka wilayah ini dinamakan Jalan Bareng Kartini.
Kini meskipun Gedung bioskop Kelud sudah tak lagi berdiri karena tergilas deru zaman yang serba digital, bagi kami warga Bareng kehadiran bioskop ini adalah kenangan yang tak terlupakan.
Kelud bukan sekadar tempat hiburan murah; ia adalah saksi bisu kebersamaan, kepolosan, dan cara sederhana bahagia di masa lalu. Dan menariknya, di tanah yang sama, pernah tumbuh cita-cita luhur emansipasi melalui Sekolah Kartini.
Dua lembar sejarah yang berbeda, satu tentang tawa rakyat kecil dengan kebahagiaannya, satu lagi tentang sebuah perjuangan besar lewat dunia pendidikan untuk memajukan kaum perempuan Indonesia.