Jam masih menunjukkan pukul delapan lebih ketika mobil kami memasuki area Tempat Wisata Sumber Gempong. Jalannya yang berkelok dan tak begitu lebar membuat pengemudi harus berhati-hati. Dengan dipandu oleh tukang parkir mobil terus berjalan menuju area parkir yang sudah ditentukan.
Dalam perjalanan tersebut dari kejauhan hamparan sawah dengan beberapa dangau membuat pemandangan terasa demikian segar. Sungai yang berkelok kelok tampak berkilau airnya ditimpa sinar matahari, sementara Gunung Penanggungan berdiri kokoh, merangkul semua keindahan yang ada di sekitarnya.

Berenam kami segera turun menuju pintu masuk area wisata. Saat itu Lebaran hari ke empat. Sesudah bersilaturahmi ke rumah famili di Mojosari, dalam perjalanan pulang ke Malang kami mampir ke tempat ini.
Pengunjung lumayan banyak dan rata rata membawa anak.kecil
Suasana demikian ramai, tapi masih terasa nyaman untuk berjalan-jalan sambil menikmati segarnya udara persawahan.
Sumber Gempong adalah obyek wisata berupa sumber mata air alami yang dikelilingi oleh hamparan sawah terasering yang sangat indah.
Berlokasi di Tanah Kas Desa seluas 4 Ha yang berada di Dusun Sukorame Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas Mojokerto, tempat ini sering dimanfaatkan oleh beberapa hotel untuk dijadikan rujukan paket tambahan bagi tamu hotel. Hawanya sejuk karena terletak di ketinggian 700-1200 mdpl.

“Gempong atau nggempong“ bisa diartikan sebagai suatu lokasi yang banyak terdapat genangan air dan tidak akan kering walaupun saat musim kemarau.
Pada tahun 2021 dengan adanya program pengembangan wisata, Pemerintah Desa Ketapanrame fokus pembangunan kawasan wisata Sumber Gempong dengan sumber dana yang diperoleh dari laba usaha Bumdesa tahun sebelumnya.
Pemandangan sawah di kaki gunung sungguh terasa menyejukkan mata. Tidak jauh dari situ, dari bawah sebuah pohon besar terdapat sebuah sumber air yang mengalir deras. Air ini sebagian dimanfaatkan untuk irigasi sawah, sebagian lagi dipakai untuk pemeliharaan ikan koi.

Ada berbagai wahana di Sumber Gempong ini, seperti sepeda air, kolam renang , kereta kelinci mengelilingi sawah, sepeda layang, termasuk juga melihat dari dekat cara menanam padi di sawah.
Mengasyikkan, iku kesan yang tercipta saat memasuki area wisata ini. Dengan tiket delapan ribu rupiah perorang kita bisa berjalan-jalan, berswafoto atau menikmati berbagai wahana yang disebutkan di atas. Tentu saja di setiap wahana kita harus membeli tiket dengan harga tertentu.
Harga tiket tiap wahana terhitung ramah di kantong. Untuk naik kereta sawah per orang dikenakan sepuluh ribu rupiah, naik sepeda air duapuluh ribu rupiah, dan satu sepeda bisa dipakai dua anak kecil dan dua orang dewasa.

Harga makanan juga tidak terlalu mahal. Bayangkan, rujak cingur harganya duabelas ribu rupiah, mie cup besar delapan ribu rupiah, tidak ada kenaikan yang mencolok seperti yang biasa terjadi di tempat-tempat wisata.
Setelah berjalan sepanjang bedengan sawah, kami menyempatkan diri untuk naik kereta sawah, mencoba sepeda air, juga memberi makan ikan koi yang besar-besar dan jinak. Aih, ikan koi yang melenggok ke sana ke mari seolah memberikan salam pada kedatangan kami.
Di Sumber Gempong, desiran angin, suara gemericik air dan aroma sawah adalah satu kesatuan simponi yang memberikan ketenangan hati.

Beberapa keluarga tampak menggelar tikar di tempat- tempat tertentu sambil membuka perbekalan dan makan bersama. Oh ya, di sini juga menyediakan persewaan tikar bagi siapa yang ingin merasakan sensasi makan bersama di alam terbuka, atau sekedar duduk-duduk di tepi sawah.

Wisata Sumber Gempong imenjadi salah satu icon Wisata desa di Kabupaten Mojokerto dan menjadi tujuan wisata oleh masyarakat baik wisatawan domestik maupun luar kota. Menurut informasi, dalam satu hari tempat ini dikunjungi sekitar 500 orang di hari biasa, dan jika hari libur kunjungan bisa mencapai 2000 orang.
Setelah menikmati mie cup dan minuman hangat kami segera menuju parkiran untuk meneruskan kembali perjalanan ke Malang. Hari semakin siang ketika mobil kami terus berjalan meninggalkan area parkir
Deretan sawah, liuk air sungai juga jerit anak kecil semakin jauh tertinggal di belakang kami. Sebagai pelengkap silaturahmi, Sumber Gempong dengan keindahan alam dan petualangan di dalamnya adalah cerita yang menghangatkan hati kami di hari yang Fitri.
Salam Lebaran








