Mak Ayam mempunyai enam ekor anak yang lucu-lucu. Keenam anak ayam itu Ciko, Cika, Cika, Caki, Coki dan Ciki setiap hari mengikuti ibunya mencari makanan di depan rumah Mbah Sur.
Dengan patuh mereka mengikuti petunjuk Mak Ayam dalam mencari makan. Sambil mencari makan, kadang mereka kejar kejaran dan bergurau. Mak Ayam sangat bangga melihat anak anaknya yang lucu dan cantik. Bulu-bulu mereka yang putih kekuningan berkilau lembut diterpa sinar matahari.
Pagi itu tidak seperti biasanya Cika dan Ciko terlibat dalam pertengkaran. Ya, ketika mencari makan, tiba tiba paruh mereka mematuk cacing yang sama.
“Ini punyaku!” kata Cika
“Bukan, punyaku..!” kata Ciko tak mau kalah.

Ketika keduanya bertengkar Mak Ayam dan keempat anak yang lain sedang sibuk makan dedak yang disebar Mbah Sur di samping rumah.
Pertengkaran antara Cika dan Ciko makin ramai, karena tak ada satupun yang mau mengalah. Karena terus bertengkar mereka tidak melihat Katty yang bersembunyi di balik batu mengawasi keduanya.
“Hmmm, anak ayam yang lezat ini,” bisik hati Katty sambil menatap keduanya dengan mata berkilat. Melihat dua anak ayam yang lucu dan gemuk membuat perut Katty terasa demikian lapar.
Dengan mengendap endap Katty mendekati Cika dan Ciko yang terus bertengkar. Kedua anak Mak Ayam tidak tahu ada bahaya sedang mengintai.
Di saat yang genting itu tiba- tiba Mak Ayam terkejut ketika melihat anak-anak ayam yang ada di sekitarnya hanya ada empat.
“Cika…Ciko… dimana kalian?” teriak Mak Ayam khawatir.
“Cika…!Ciko..!” Mak Ayam terus berteriak.
Tiba-tiba dari kejauhan Mak Ayam melihat Katty, kucing gendut itu sedang berusaha mendekati anak- anaknya.
“Petooook….! Cika, Ciko…,lari…!” teriak Mak Ayam.
Secepat kilat Mak Ayam mengembangkan sayapnya lalu lari mengejar dan menubruk Katty.
Katty yang sedang fokus mengamati Cika dan Ciko langsung mengaduh ketika sayap Mak Ayam mengenai tubuhnya. Apalagi ujung-ujung sayap tersebut cukup runcing sehingga beberapa bagian tubuh Katty terluka.
“Pergi kau kucing nakal!” teriak Mak Ayam.
“Maaak..!” teriak Cika dan Ciko serempak. Mereka berlari ketakutan, menghambur pada ibunya. Mak Ayam langsung memeluk keduanya dengan sayang.
Cika dan Ciko menangis ketakutan. Ya, baru kali ini mereka melihat ibunya berkelahi dengan kucing.
“Kalian harus waspada, dimanapun kalian berada, kalian harus selalu hati-hati,” bisik Mak Ayam menenangkan.

“Maaf Mak, kami tadi tidak tahu ada Katty.., kami tadi sedang berebut cacing,” kata Ciko sambil menangis. Ciki mengangguk membenarkan.
“Makanya, jangan suka bertengkar sesama saudara. Pertengkaran membuat kalian kurang waspada,” kata Mak Ayam lagi.
“Iya Mak..,” kata Cika dan Ciko hampir bersamaan.
“Ayo, sekarang ikut Mak ke saudara -saudaramu. Itu ada dedak dari Mbah Sur. Ayo makan sama-sama..,” ajak Mak Ayam. Cika dan Ciko mengikuti langkah Mak Ayam dengan lega. Keduanya bertekad untuk tidak lagi suka bertengkar dan mau berbagi dengan saudaranya








