Zulhijjah atau Bulan Besar adalah bulannya wisata terop. Ya, wisata terop adalah istilah kami untuk berkunjung ke pernikahan seseorang, dan bulan Zulhijjah seperti sekarang ini banyak menjadi pilihan bagi pasangan yang akan menikah.
Mengapa banyak yang memilih Bulan Besar sebagai bulan pernikahan? Beberapa alasan di antaranya adalah karena Nabi Muhammad SAW menikahkan putri kesayangannya, Sayyidah Fatimah, dengan Sayyidina Ali bin Abi Thalib pada awal bulan Zulhijjah.
Selain itu Zulhijjah merupakan salah satu dari empat bulan mulia (bulan haram) dalam Islam. Melangsungkan pernikahan di bulan ini dianggap sebagai bentuk ibadah untuk mengharapkan pahala dan keberkahan berlipat ganda.
Nah, di bulan Zulhijjah ini, tepatnya Minggu (31/05) kami menghadiri pernikahan dari seorang teman yang tinggal di desa Sukorejo, kec. Karangrejo Tulungagung yaitu Moch. Alfatan Widyastanto atau sering kami panggil dengan panggilan akrab Mas Fathan.
Mas Fathan adalah mantan pegawai tata usaha SMP Negeri 3 Malang yang sejak tahun 2025 dipindah tugaskan ke SMP Negeri 5 Malang.
Persiapan berangkat ke Tulungagung, dokumentasi Shinta
Keberangkatan rombongan kami ke Tulungagung ini terdiri atas 13 orang dari guru dan tenaga kependidikan baik yang masih aktif di SMP Negeri 3 Malang, berdinas di tempat lain, atau sudah purna.
Pukul 07.00 wib rombongan berangkat dan diharapkan sampai di tempat tujuan sekitar pukul 10.00 wib.
Prosesi temu manten , dokumentasi pribadi
Kehadiran rombongan dari SMP Negeri 3 Malang disambut hangat oleh keluarga mempelai, sekaligus mempersilakan kami mengikuti prosesi temu manten.
Setelah acara prosesi selesai dan dilanjutkan dengan ramah tamah, rombonganpun berpamitan untuk kembali melanjutkan perjalanan menuju Kota Malang.
Selamat berbahagia Mas Fathan dan Mbak Candra Mey Sinta. Semoga berbahagia, samawa dan diberkahi Allah dengan anak-anak yang sholih dan sholihah.
Mengikuti acara temu manten , dokumentasi BuzMengikuti acara temu manten , dokumentasi Buz
Bukan sekedar silaturahmi dan menghadiri undangan diharapkan acara ini bisa memperkuat kebersamaan di antara kami. Karena kebersamaan yang bagus adalah pondasi yang kuat bagi sekolah untuk membangun langkah ke depan yang lebih baik.
Berfoto bersama manten, dokumentasi Shinta
Akhirnya selamat berbahagia Mas Fathan dan Mbak Candra Mey Sinta. Semoga berbahagia, samawa dan diberkahi Allah dengan anak-anak yang sholih dan sholihah.
Allahu Akbar …Allahu Akbar…Allahu Akbar. Laa Ilaha ilallahu Allahu Akbar…Allahu Akbar walillahilhamd
Gema takbir bersahut-sahutan menandai datangnya hari yang mulia. Hari yang sangat ditunggu-tunggu. Hari dimana kita kembali mengenangkan peristiwa pengorbanan Nabi Ibrahim atas puteranya terkasih Nabi Ismail.
Hari ini kita kita selalu diingatkan bagaimana Ibrahim, dengan tangan gemetar, membaringkan putranya, bukan karena benci, tapi karena cinta yang begitu besar kepada Sang Pencipta.
Ismail kecil, dengan mata jernih, justru menenangkan ayahnya: “Lakukan apa yang diperintahkan, ayah. Aku ikhlas.”
Namun, Allah mengganti Ismail dengan domba. Bukan sekadar ujian, itu adalah sebuah pelukan lembut dari Tuhan: “Kamu sudah rela melepaskan yang terkasih. Sekarang, peliharalah rasa cinta itu untuk berbagi.”
Penyembelihan kurban di Hari Raya Idul Adha adalah gambaran dari penyembelihan atas ego kita. Idul Adha mengajak kita untuk menyembelih segala rasa gengsi, mau menang sendiri, iri hati dan banyak lagi sifat merasa “paling” dalam diri kita.
Jamaah sholat Id, dokumentasi Bintaraloka
Membagikan daging kurban adalah ajakan untuk peduli pada sesama dan suka berbagi. Betapa banyak saudara-saudara kita yang berada dalam kondisi di bawah kita , dan sebenarnya membutuhkan uluran tangan kita. Tapi mungkin belum kita sapa atau berbagi dengan mereka.
Saat ego kita luruhkan maka berbagi adalah sesuatu yang sangat membahagiakan.
Peringatan Hari Raya Idul Adha 1447 H di SMP Negeri 3 Malang
Jamaah sholat Id, dokumentasi Bintaraloka
Peringatan Hari Raya Idul Adha di SMP Negeri 3 Malang dilaksanakan pada hari Rabu (27/05).
Gempita perayaan sudah dilaksanakan sejak Selasa malam hari dengan takbiran bersama yang oleh siswa yang tergabung dalam BDI.
Keesokan harinya pada pukul 06.15 dilaksanakan sholat Id di lapangan volly yang dihadiri oleh guru, kepala sekolah, komite dan siswa SMP Negeri 3 Malang.
Takbiran di malam Idul Adha , dokumentasi pribadi
Dalam sambutan pagi itu Bapak Plt Kepala SMP Negeri 3 Malang Drs Teguh Edy Purwanta mengajak siswa untuk meneladani kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Tentang bagaimana seorang anak menghormati orang tuanya, dan orang tua yang memberikan teladan pada anaknya.
Bertindak sebagai imam dan khatib sholat pagi itu adalah Ustadz Imam Sabarodin, S.Pd, M.Pd.
Dalam ceramahnya beliau menekankan pada siswa agar selalu berusaha menjadi manusia yang tangguh, rela mengorbankan waktu, mengorbankan ego untuk meraih yang terbaik, meniru keteladanan Nabi Ibrahim dan Ismail as.
Sambutan Bapak Kepala SMP Negeri 3 Malang, dokumentasi Bintaraloka
Sesudah sholat Id, dilaksanakan penyembelihan dan pembagian daging kurban oleh panitia yang bertugas. Tahun ini SMP Negeri 3 Malang menyembelih 8 kambing dan 2 domba yang dagingnya dibagikan pada warga sekolah dan masyarakat sekitar.
Semoga melalui kegiatan ini kita bisa senantiasa memperkuat keimanan, menghayati arti pengorbanan dan semangat berbagi dengan sesama
Ibu Tyas Wakahumas
Penimbangan dan pengemasan daging, dokumentasi Bintaraloka
Apresiasi setinggi-tingginya pada jajaran panitia baik dari guru, BDI maupun OSIS yang telah bekerja sedemikian rupa sehingga acara peringatan Hari Raya Idul Adha ini bisa berjalan lancar.
Panitia dari BDI, dokumentasi BDI
“Semoga melalui kegiatan ini kita bisa senantiasa memperkuat keimanan, menghayati arti pengorbanan dan semangat berbagi dengan sesama,” ungkap Ibu Tyas wakahumas SMP Negeri 3 Malang pagi itu.
Seorang laki-laki duduk di bangku marmer depan kelas. Alat kebersihan, sapu dan pel disandarkan di tembok di sebelahnya. Sambil sesekali mengelap peluh, ia membuka surat dengan sampul warna-warni dan mulai membacanya.
Di tangannya yang satu beberapa surat dalam amplop tertutup sudah menunggu untuk dibaca pula.
Satu surat dilipat kembali. Ada senyum sekaligus haru di wajahnya.
“Wah, dapat surat nih,” tanya teman saya menggoda.
“Inggih Bu, dari anak-anak,” jawabnya sambil tersenyum seperti biasanya.
Pak Edi adalah salah satu cleaning service di sekolah kami. Orangnya ramah juga rajin. Ramah, karena ia selalu menyapa orang orang yang lewat di sekitarnya , dan rajin karena Pak Edi selalu melakukan tugas dengan penuh tanggung jawab. Pokoknya di mana ada Pak Edi, lingkungan langsung bersih, baik itu kamar mandi koridor, ataupun lobby.
“Wah, banyak suratnya,” kata teman saya lagi.
“Mboten semerap niki, lare-lare,” jawab Pak Edy sambil menunjukkan surat-surat yang sudah dibacanya.
Menulis surat pribadi adalah salah satu materi pelajaran Bahasa Indonesia kelas 7. Di era yang serba digital ini surat menyurat memang semakin jarang dilakukan. Meski demikian, surat pribadi tetap relevan sebagai media komunikasi yang personal, mendalam, dan abadi.
Diterangkan oleh salah satu guru bahasa Indonesia, bahwa dalam pelajaran menulis surat pribadi ini siswa diberi kebebasan untuk menulis surat dan mengirimkannya pada seseorang. Orang yang dituju bebas, boleh orang tua, guru, teman ataupun saudara. Dan uniknya ternyata banyak siswa yang mengirim surat pada Pak Edi, mungkin karena Pak Edi yang ramah pada anak anak.
Rasa terima kasih dan penghargaan anak anak pada Pak Edi terungkap dalam surat-surat mereka berikut ini:
Surat dari anak anak, dokumentasi Ahfi Surat dari anak-anak, dokumentasi Ahfi
Ada ‘mutiara berharga’ yang bisa diambil dari kegiatan menulis surat pribadi ini seperti menumbuhkan rasa hormat dan empati pada orang lain, peduli pada orang-orang sekitar kita, termasuk juga menghargai aneka profesi yang ada di sekitar kita. Ya, setiap pekerjaan yang memberikan kemaslahatan bagi orang banyak adalah mulia dan layak dihormati.
Surat dari anak anak, dokumentasi Ahfi
Bagi Pak Edi sendiri hadirnya surat-surat istimewa pagi itu adalah kejutan manis. Ia tak menduga, kerjanya selama ini ternyata mendapat apresiasi dari anak-anak yang setiap hari menyapanya.
Pak Edi melipat surat-surat yang habis dibaca, lalu memasukkannya ke dalam saku. Ia kembali tersenyum, sungguh hadirnya surat-surat itu membuatnya kian bersemangat dalam melaksanakan tugasnya dari hari ke hari.
Pernahkah kalian bermain layang-layang? Bermain sepak bola di lapangan? Sangat menyenangkan sekali bukan. Atau pernahkah kalian membantu ibu membuat kue wajik dan men memperhatikan potongan-potongannya?
Layang-layang, lapangan sepakbola, kue wajik adalah contoh-contoh benda berbentuk bangun datar segiempat. Aada banyak benda-bendadi sekitar kita yang berbentuk segiempat.
Nah, apakah segiempat itu? Bagaimana ciri-cirinya? Mari perhatikan uraian lebih lanjut di bawah ini.
Apa itu Bangun Datar Segi Empat?
Bangun datar segi empat adalah suatu bidang datar yang dibentuk oleh empat garis lurus. Oleh karena itu, bangun datar segi empat memiliki 4 sisi. dan empat sudut.
Masing-masing jenis bangun segi empat punya karakter atau sifat-sifat yang berbeda. Nah, karena bentuknya bangun datar, kita juga bisa menghitung luas dan kelilingnya.
Kue wajik contoh bangun dengan bentuk permukaannya segiempat , sumber gambar: detik.com
Macam-Macam Bangun Datar Segi Empat
Ada enam bangun datar segi empat yang akan kita pelajariyaitu persegi, persegi panjang, jajargenjang, trapesium, belah ketupat, dan layang-layang.
Yuk, simak masing-masing sifat serta rumus mencari luas dan keliling bangunnya berikut ini:
Jajargenjang
Jajar genjang adalah bangun segi empat dimana sisi-sisi yang berhadapan saling sejajar dan punya panjang yang sama.
A. Gambar Jajargenjang
B. Sifat-Sifat Jajargenjang
Sisi yang berhadapan sejajar dan sama panjang (AB = DC dan AB // DC, AD = BC dan AD // BC).
Sudut-sudut yang berhadapan sama besarnya ( dan ).
Dua sudut yang berdekatan berjumlah 180o atau saling berpelurus .
Jumlah semua sudutnya = 360 derajat.
Diagonal-diagonalnya membagi jajargenjang menjadi dua sama besar.
Kedua diagonal berpotongan di tengah-tengah (titik P) dan saling membagi dua sama panjang (AP = PC dan BP = PD).
Memiliki satu simetri lipat.
Kemudian, kita dapat menghitung luas dan keliling bangun jajargenjang menggunakan rumus di bawah ini:
C. Rumus Jajargenjang
Rumus untuk menghitung luas jajargenjang: L = alas x tinggi = a x t
Rumus untuk menghitung keliling jajargenjang: K = (2 x a) + (2 x b) = 2(a + b) = 2(a+b), dengan a dan b merupakan sisi-sisi jajargenjang yang panjangnya sama (saling berhadapan).
Belah Ketupat
Belah ketupat adalah bangun datar yang dibentuk oleh empat buah rusuk yang sama panjang. Bedanya belah ketupat dengan persegi yaitu, pada belah ketupat, sudut-sudutnya bukanlah siku-siku. Dua pasang sudut yang saling berhadapan akan memiliki besar yang sama.
Belah ketupat dapat dibangun dari dua buah segitiga sama kaki identik yang simetri pada alas-alasnya. Contoh benda yang berbentuk belah ketupat, antara lain ketupat, papan rambu lalu lintas, lubang stupa Candi Borobudur, dan lain sebagainya.
A. Gambar Belah Ketupat
Berikut sifat-sifat bangun belah ketupat yang bisa kamu perhatikan:
B. Sifat-Sifat Belah Ketupat
Keempat sisinya sama panjang (AB = BC = CD = DA)
Kedua sisinya saling berpasangan dan sejajar (AB // DC dan BC // AD)
Kedua diagonal berpotongan tegak lurus dan saling membagi sama panjang (AC = BD dan AO = OC, BO = OD)
Sudut-sudut yang berhadapan sama besar dan terbagi dua sama besar oleh diagonal-diagonalnya .
Memiliki dua simetri lipat.
Memiliki simetri putar.
Sementara itu, luas dan keliling bangun belah ketupat, bisa kita hitung menggunakan rumus berikut ini!
Rumus Belah Ketupat
Rumus untuk menghitung luas belah ketupat: L = 1/2 x diagonal 1 x diagonal 2 = 1/2 x d1 x d2
Rumus untuk menghitung keliling belah ketupat: K = sisi + sisi + sisi + sisi = 4s
Persegi Panjang
Persegi panjang adalah jenis bangun segi empat dimana sisi-sisi yang berhadapan saling sejajar dan punya panjang yang sama, dan keempat sudutnya siku-siku.
Contoh benda yang berbentuk persegi panjang, di antaranya lapangan sepak bola, lapangan basket, lapangan bulu tangkis, papan tulis, pintu, permukaan meja, kertas HVS, dan lain sebagainya.
A. Gambar Persegi Panjang
Persegi panjang juga memiliki ciri-ciri, yaitu:
B. Sifat-Sifat Persegi Panjang
Memiliki 2 buah sumbu simetri dan simetri putar tingkat 2.
Dapat menempati bingkainya dengan 4 cara.
Sisi-sisi yang berhadapan sama panjang (AB = DC dan AD = BC).
Sisi-sisi yang berhadapan sejajar (AB // DC dan AD // BC).
Tiap-tiap sudutnya sama besar .
Diagonal-diagonalnya sama panjang (AC = BD).
Diagonal-diagonal saling berpotongan dan membagi dua sama panjang (AO = OC = BO = OD).
Nah, berikut ini rumus untuk mencari luas dan keliling persegi panjang:
C. Rumus Persegi Panjang
Rumus untuk menghitung luas persegi panjang: L = panjang x lebar = p x l
Rumus untuk menghitung keliling persegi panjang: K = (2 x panjang) + (2 x lebar) = 2(panjang + lebar) = 2(p+l)
Persegi
Persegi adalah jenis bangun segi empat yang sisi-sisinya sama panjang dan membentuk sudut siku-siku (90°). Contoh benda yang berbentuk persegi, di antaranya papan catur, kertas origami, roti tawar, lantai keramik, dan lain sebagainya.
A. Gambar Persegi
Persegi memiliki sifat-sifat yang membedakannya dengan bagun datar segi empat yang lain, yaitu:
B. Sifat-Sifat Persegi
Memiliki 4 buah sumbu simetri dan simetri putar tingkat 4.
Dapat menempati bingkainya dengan 8 cara.
Keempat sisinya sama panjang (AB = BC = CD = AD).
Sisi-sisi yang berhadapan sejajar (AB // CD dan BC // AD).
Tiap-tiap sudutnya sama besar .
Diagonal-diagonalnya sama panjang (BD = AC).
Diagonal-diagonalnya saling berpotongan tegak lurus dan membagi dua sama panjang (AO = OC = BO = OD).
Lalu, bagaimana cara menghitung luas dan keliling persegi? Berikut rumus menghitung luas dan keliling persegi:
C. Rumus Persegi
Rumus untuk menghitung luas persegi: L = sisi x sisi
Rumus untuk menghitung keliling persegi: K = sisi + sisi + sisi + sisi = 4 x sisi = 4s
4. Trapesium
Secara umum, trapesium adalah jenis bangun segi empat yang hanya memiliki sepasang sisi sejajar yang saling berhadapan. Trapesium terbagi menjadi 3 jenis, yaitu trapesium sama kaki, trapesium siku-siku, dan trapesium sembarang.
Contoh benda yang berbentuk trapesium, di antaranya atap rumah, permukaan samping perahu, permukaan samping bak mandi, dan lain sebagainya.
A. Gambar Trapesium Sama Kaki
Trapesium sama kaki ditandai dengan rusuk kiri dan kanannya yang sama panjang (SP = RQ).
B. Sifat-Sifat Trapesium Sama Kaki
Memiliki sepasang sisi yang berhadapan dan sejajar (SR // PQ).
Memiliki panjang sisi samping yang sama besar (SP = RQ)
Memiliki dua sudut alas yang sama besar .
Memiliki dua sudut pada sisi atas yang sama besar .
Memiliki dua diagonal yang sama panjang.
Memiliki satu simetri lipat.
Tidak memiliki simetri putar.
C. Gambar Trapesium Siku-Siku
Trapesium siku-siku ditandai dengan sudut siku-siku yang dibentuk oleh dua rusuknya yang saling tegak lurus, yaitu DA dengan AB dan DA dengan DC.
D. Sifat-Sifat Trapesium Siku-Siku
Memiliki sepasang sisi yang berhadapan dan sejajar (AB // DC).
Memiliki tepat dua sudut siku-siku, yaitu ( dan ).
Tidak memiliki simetri lipat.
Tidak memiliki simetri putar.
E. Gambar Trapesium Sembarang
Trapesium sembarang memiliki 4 rusuk atau sisi yang tidak sama panjang.
F. Sifat-Sifat Trapesium Sembarang
Memiliki sepasang sisi yang berhadapan dan sejajar (AB // DC).
Jumlah sudut yang berdekatan di antara dua sisi sejajar adalah 180o .
Tidak memiliki simetri lipat.
Tidak memiliki simetri putar.
Lalu, bagaimana cara menghitung luas dan keliling trapesium? Simak rumus berikut ini!
G. Rumus Trapesium
Rumus untuk menghitung luas trapesium: L = 1/2 x jumlah sisi sejajar x tinggi = 1/2 x (a + b) x t, dengan a dan b merupakan sisi-sisi trapesium yang sejajar.
Rumus untuk menghitung keliling trapesium: K = sisi atas + sisi kanan + sisi bawah + sisi kiri
Layang-Layang
Layang-layang adalah jenis bangun datar segi empat yang dibentuk oleh dua pasang rusuk sama panjang. Layang-layang hanya memiliki satu sumbu simetri, dan satu sudut yang sama besar. Contoh benda yang berbentuk layang-layang, di antaranya layangan, mata panah, dan lain sebagainya.
A. Gambar Layang-Layang
Layang-layang memiliki sifat-sifat yang membedakannya dengan bangun segi empat yang lain, yaitu:
B. Sifat-Sifat Layang-Layang
Mempunyai dua pasang sisi yang berdekatan dan sama panjang (AD = DC dan AB = BC).
Mempunyai dua buah diagonal yang saling tegak lurus. Diagonal yang satu membagi dua diagonal yang lain dengan ukuran yang sama panjang (AC BD dan AT = TC).
Memiliki sepasang sudut berhadapan yang sama besar .
Memiliki sebuah diagonal (BD) yang membagi dua sudut sama besar dan .
Memiliki satu simetri lipat.
Untuk menghitung luas dan keliling layang-layang, rumusnya sama seperti belah ketupat, yaitu:
C. Rumus Layang-Layang
Rumus untuk menghitung luas layang-layang: L = 1/2 x diagonal 1 x diagonal 2 = 1/2 x d1 x d2
Rumus untuk menghitung keliling layang-layang: K = sisi + sisi + sisi + sisi = 4s
Secara umum hubungan antar keluarga segiempat bisa kita gambarkan sebagai berikut:
Pagi itu dengan wajah cerah seorang teman masuk ruang guru. Tidak seperti biasa, di tangan kirinya ada sebuah kresek yang berisi dua wadah plastik besar.
“Ayo dicoba, dicoba,” katanya sambil meletakkan wadah- wadah tersebut di meja. Tutup wadah dibuka dan bau sedap langsung menguar.
“Hmm, enaknya,” komentar saya demi melihat penganan dengan bentuk persegi yang menggembung di tengahnya. Tampilannya sangat menggoda. Wah, ada cabe rawitnya pula.
“Apa namanya Bu?” tanya saya ingin tahu sambil membantu membukakan plastik berisi cabe rawit hijau.
“Karipap,” jawab teman saya . “Maunya saya bentuk serupa pastel tapi terlalu lama. Dibuat kotak seperti ini saja,” sambungnya.
“Ayo, ambil,” katanya kemudian.
Tanpa diminta dua kali saya langsung mencomot satu. Aih, masih hangat.. .
Teman saya yang satu ini memang jago masak. Di sela-sela kesibukannya mengajar dia menerima berbagai pesanan masakan termasuk kue.
Karipap dan cabe rawit, dokumentasi pribadi
Hobby memasak membuatnya sering membawa makanan hasil masakannya ke sekolah untuk diicipi bersama. Nah, bagian ini yang paling saya suka. Punya teman yang pintar memasak dan suka membagi masakannya adalah sebuah keberkahan. He..he..
Karipap saya gigit dan maknyus…lezatnya langsung terasa di lidah. Aroma kari sangat terasa. Potongan ayam dan kentang membuat hidangan ini terasa istimewa. Belum lagi kulitnya. Lembut dan gurih.
Pertama kali makan karipap dan saya langsung dibuat jatuh hati oleh penganan satu ini.
Tentang Karipap
Karipap, menyerupai pastel dengan tekstur kulit berlapis lapis dan lebih lembut, sumber gambar : cookpad
Karipap atau curry puff adalah hidangan camilan yang digoreng, mirip pastel tapi mempunyai perbedaan pada kulit dan isinya.
Jika kulit pastel halus dan tipis, kulit karipap berlapis lapis, lebih renyah dan garing.
Jika isi pastel umumnya bihun , rogut dan telur atau abon, maka isi karipap adalah potongan ayam dan kentang dibumbu kari.
Menurut Wikipedia karipap atau curry puff berasal dari Asia Tenggara. Kata puff diyakini berasal dari dialek Tionghoa Fujian yang berarti gelembung, melepuh, atau mengembang.
Karipap adalah wujud hidangan yang mendapatkan pengaruh hidangan pastri Cornish dari Inggris, empanada dari Portugis, hingga samosa dari Asia Selatan.
Lalu bagaimana cara membuat karipap?
Ternyata tidak terlalu sulit. Tidak percaya? Yuk kita cermati bersama.
Bahan I (Isian Ayam dan Sayur)
150 gr daging ayam giling atau potong dadu kecil
300 gr kentang, kupas dan potong dadu kecil
150 gr wortel, kupas dan potong dadu kecil
1 buah bawang bombay, cincang halus
2 sdm bubuk kari (sesuaikan selera)
3 sdm santan instan kental
200 ml air
Garam, gula, merica, dan kaldu bubuk secukupnya
Minyak goreng untuk menumis
Bahan II (Kulit Karipap)
Adonan 1 (Adonan Minyak): 100 gr tepung terigu protein sedang dan 65 ml minyak goreng.
Adonan 2 (Adonan Utama): 400 gr tepung terigu protein sedang, 1 sdm margarin, 1/2 sdt garam, 80 ml minyak goreng, dan sekitar 120-130 ml air es (tuang bertahap).
Cara Membuat
1. Membuat Isian
Tumis bawang bombay hingga harum, lalu masukkan daging ayam dan masak hingga berubah warna.
Masak hingga air menyusut dan isian mengering (kesat) agar tidak mudah basi dan tidak membuat kulit basah/bocor. Koreksi rasa dan biarkan dingin.
2. Membuat Kulit
Adonan Minyak: Campurkan semua bahan Adonan 1, aduk rata dan kepalkan hingga menggumpal. Sisihkan.
Adonan Utama: Campurkan tepung, garam, dan margarin. Tambahkan minyak dan air es sedikit demi sedikit hingga adonan bisa dibentuk dan tidak lengket. Uleni sebentar.
Bagi Adonan 1 dan Adonan 2 menjadi beberapa bagian kecil (misalnya 15-20 bagian).
Ambil 1 bagian Adonan 2 (Adonan Utama), pipihkan, lalu letakkan 1 bagian Adonan 1 di tengahnya. Bungkus dan bulatkan.
Gilas adonan memanjang, gulung, lalu gilas memanjang lagi dan gulung kembali.
Lakukan ke semua adonan agar hasilnya berlapis-lapis.
Masukkan sebagian adonan isi ke dalam adonan kulit yang dilebarkan, lalu lipat adonan kulit sehingga isi tertutup.
Bentuk sedemikian rupa sehingga tampilan karipap menjadi lebih cantik. Bisa dibuat seperti pastel atau membuat kreasi yang lain.
Goreng dalam minyak panas. Jika sudah matang angkat karipap dan tiriskan.
Menggoreng karipap, sumber gambar ; cookpad
Karipap siap dinikmati, dan bila suka bisa dimakan dengan cabai rawit seperti yang kami lakukan pagi itu.
“Wah, enak..,”
“Tambah boleh?”
“Mantap..,”
Berbagai komentar muncul setelah kami mencicipi karipap pagi itu.
Hidangan yang luar biasa. Tidak hanya lezat, hadirnya karipap sungguh membuat pagi itu terasa lebih hangat.