Kapan terakhir kali anda rujakan bersama teman? Aha, di sebuah hari perayaan Agustusan kemarin kami para guru Bintaraloka mengadakan acara rujakan.
Acara yang pernah menjadi lambang keakraban dalam pertemanan di masa lalu ini kami lakukan setelah jalan sehat pada hari Jumat (14/08).
Di kisaran tahun 80-90 rujakan adalah acara istimewa yang selalu ditunggu saat kumpul bareng teman.
Rekreasi bersama pasti ada acara rujakan. Silaturahmi ke rumah teman ada acara rujakan, bahkan mengerjakan tugas kelompok masih disisipi dengan acara rujakan.

Entah kenapa, rujakan selalu membuat acara kumpul-kumpul menjadi lebih afdhol, gayeng dan akrab.
Sekilas tentang Rujak, jenis makanan ini sering juga dinamakan salad Jawa.
Rujak adalah salah satu hidangan tertua dan makanan Jawa Kuno. Hal tersebut terungkap dalam Prasasti Taji Jawa Kuno (901 M).
Nama rujak diyakini berasal dari bahasa Jawa angrujak yang berarti menghancurkan, memotong halus, atau menyayat.
Penamaan ini merujuk pada berbagai bahan untuk membuat rujak yang biasanya dipotong-potong menjadi ukuran lebih kecil terlebih dahulu sebelum disajikan
Orang Jawa sering memasukkan rujak ini sebagai sajian dalam upacara pranatal seperti neloni (perayaan tiga bulan usia kandungan) atau mitoni (tujuh bulan usia kandungan).
Dalam kedua upacara ini rujak yang dibuat juga khusus yaitu rujak buah dengan resep gula merah, asam jawa, cabe dan sedikit garam. Hanya bedanya buah pada rujak untuk neloni atau mitoni dipasrah halus.
Rujak seperti ini sering dinamakan dengan rujak gobet.

Rujak yang dibuat pada kedua upacara ini disuguhkan pada para tamu dengan harapan agar ibu maupun bayi yang dikandung sehat dan diberikan kelancaran pada proses persalinan.
Ada sebuah mitos yang mengatakan jika rujak yang dibuat terasa manis, maka bayi yang dikandung ibunya adalah perempuan. Tapi jika rujaknya terasa pedas, maka bayinya laki-laki. He..he…
Dalam berbagai acara, kehadiran rujak membuat suasana lebih terasa segar. Di samping karena mudah membuatnya, bahan bakunya yang terdiri atas buah-buahan segar makin disukai karena kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat semakin meningkat.
Rujakan yang kali ini dilakukan di Bintaraloka kami namakan Rujak Merah Putih. Bisa jadi karena yang membuat rujak semua mengenakan baju bernuansa merah putih, atau bisa juga karena rujak tersebut dibuat dalam suasana perayaan HUT Kemerdekaan RI ke 81, dimana semangat keIndonesiaan kami demikian membara.
Dalam berbagai acara, kehadiran rujak membuat suasana lebih terasa segar.
Untuk bahannya peserta membawa seikhlasnya. Ada yang membawa buah-buahan, kerupuk, tahu dan yang paling penting ada yang bersedia membuatkan bumbu.
Sebelum menikmati hidangan tentu saja kami bersama sama mengiris buah dan menatanya di atas meja.


Kehadiran rujak Merah Putih pagi itu benar-benar membuat suasana lebih ceria. Kebersamaan antar guru kian terasa. Ya, kehadiran aneka buah, kerupuk, tahu dalam balutan bumbu gula merah, kacang tanah, cabe, asam dan bawang membuat suasana terasa begitu manis, semanis rujak juga senyum kami hari itu.
Salam Merdeka… 🇮🇩🇮🇩



























