Menulis, Ketika Terapi Membuahkan Prestasi

Seorang siswa mendekati saya malu-malu. Dengan tersenyum ia menyapa saya yang saat itu sedang mengerjakan sesuatu di perpustakaan.

“Ya, Nadia?” tanya saya ramah. Nadia adalah salah satu siswa yang rajin ke perpustakaan. Anaknya sangat pendiam dan lebih sering menenggelamkan diri dalam buku buku bacaan saat istirahat.

Nadia semakin mendekat lalu berkata pelan. “Bu, saya punya naskah cerpen, boleh saya kirim ke Ibu? Barangkali bisa dimuat di majalah?’ 

Saya tersenyum surprise. “Tentu boleh, Nadia suka nulis ya?” tanya saya.

“Suka, Bu,” jawabnya singkat. Masih malu-malu.

“Saya tunggu,” jawab saya lagi.

Singkat kata keesokan harinya cerpenpun dikirim pada saya. 

Tentang Nadia, ia adalah siswa saya di kelas tujuh dan  seorang teman BK bercerita pada saya bahwa anak ini sedang menghadapi masalah yang serius 

“Kenapa Nadia, Bu?” tanya saya heran.

“Anak ini mempunyai kecenderungan untuk menyakiti diri sendiri. Dengan menggunakan cutter dia sering membuat “barcode” di pergelangan tangannya,” jelas teman saya.

“Astaga, anak sekecil itu? Kenapa dia melakukan hal itu?”

Dijelaskan secara singkat bahwa kecenderungan itu muncul karena ia sering merasa tidak dihargai, dibanding bandingkan dan merasa dirinya tidak berarti. Karena tidak ada teman bicara, untuk melampiaskan kekecewaannya Nadia mengikuti trend saat itu yaitu menyilet pergelangan tangannya. Ada banyak hasil guratan benda tajam itu di lengan kecilnya.

“Apa perasaan Nadia setelah melukai tangannya?” tanya saya lagi.

“Menurut keterangannya, Nadia merasa puas, bebannya lepas dan lega setelah menyileti lengannya,” lanjut teman saya.

Teman saya bercerita ebih lanjut bahwa setelah mengadakan konsultasi berkali-kali baik dengan Nadia maupun orang tuanya, diketahui bahwa Nadia mempunyai hobi menulis. Karenanya ia memutuskan membuat hobbi ini menjadi sarana untuk meringankan masalah Nadia, terutama yang berkaitan dengan kecenderungannya untuk menyakiti diri sendiri.

Ilustrasi membaca buku di perpustakaan, gambar by : Gemini AI

“Nadia, silakan membuat tulisan di sini ketika keinginan untuk melukai dirimu tiba-tiba muncul,” kata teman saya sambil menyodorkan sebuah buku kosong di sebuah sesi konseling.

Nadia menerima buku itu. Dan sejak saat itu setiap ada kecenderungan untuk menyakiti dirinya ia mengalihkan keinginan tersebut dengan menulis dan menulis. 

Hari demi hari berlalu. Suatu saat sesudah duduk di kelas dua Nadia mendatangi guru BKnya sambil bercerita bahwa ia mempunyai sebuah tulisan.

Teman saya begitu gembira. Nadia sepertinya sudah tidak sependiam dulu lagi.

“Coba hubungi tim majalah, barangkali naskahmu bisa diterbitkan di majalah,” kata teman saya saat itu.

Dan akhirnya Nadia menemui saya seperti sekarang ini.

Naskah sudah dikirim, dan saya mulai membaca cerpen Nadia yang lumayan panjang. Ada sekitar empat halaman folio.

Ceritanya berkisar pada seorang anak introvert yang berteman dengan anak,-anak dari dunia lain. Mungkin ini juga menggambarkan suasana hatinya. Oh ya, menurut teman BK, Nadia banyak mempunyai teman ‘imajinasi’, karena ia merasa kurang bisa berteman dengan orang sekitarnya.

Dalam ceritanya Nadia mengisahkan tokoh utama yang tidak mempunyai teman di dunia nyata, merasa dikucilkan dan akhirnya dia menemukan teman-teman dunia khayal yang sangat menyenangkan. 

Di akhir cerita Sang Tokoh mengikuti teman- temannya menuju dunia khayal yang lebih menyenangkan daripada dunia nyata.

Saya langsung terhenyak melihat endingnya. Suram sekali.

Segera saya hubungi guru BK untuk lebih melakukan pendekatan pada Nadia sambil menunjukkan cerpen itu.

“Kok mengkhawatirkan ya Bu?” kata saya saat itu.

Agar cerpen bisa memberikan vibes positif pada pembacanya saya memanggil Nadia.

“Nduk, cerpen ini kami masukkan majalah, tapi tolong endingnya diganti sedikit bisa?”

“Diganti bagaimana Bu?’

“Tokoh utamanya jangan mati, buat yang happy ending,” jawab saya.

Nadia mengangguk dan tersenyum. Ia siap mengubah akhir cerita tulisannya, sementara itu teman saya BK secara berkala tetap berkomunikasi dengan Nadia.

Beberapa hari berlalu dan Nadia kembali mengirimkan tulisannya dengan ending yang berbeda.

“Wah, bagus tulisanmu, nanti dimuat di majalah ya,” kata saya senang. Setelah sekali lagi saya baca naskah cerpen Nadia,  nuansa suram sudah jauh berkurang.

Nadia tersenyum dan seperti biasa ia hanya menjawab singkat,”Terima kasih, Bu,”

“Sama-sama,” 

Sungguh saya ikut merasa gembira. Setidaknya saya berusaha mengajak Nadia untuk melihat bahwa dunia tidak sesuram yang ia kira.

Mempunyai tulisan yang dimuat di majalah adalah sebuah kebanggan tersendiri. Dengan wajah gembira, setelah penerbitan majalah Nadia  mendekati saya sambil berkata,” Saya masih punya cerita yang lain, Bu,” katanya senang.

***

Hari purnawiyata kemarin menjadi hari yang sangat mengejutkan bagi saya dan guru BK Nadia. Betapa tidak? Saat pengumuman nilai absolut, ternyata Nadia mendapatkan nilai 100 untuk Bahasa Indonesia. Luar biasa.

Jika banyak teori yang mengungkapkan bahwa menulis bisa menjadi terapi, hari itu kami telah membuktikannya. Menulis bukan hanya terapi, tapi juga bisa membuahkan prestasi.

“Bu, Nadia..!” bisik saya pada teman BK yang duduk di samping saya.

“Subhanallah…,” kata teman saya speechless.

Sungguh mengharukan ketika kami melihat Nadia maju ke depan di antara para peraih nilai absolut untuk mendapatkan penghargaan. Rupanya kegemaran membaca dan menulis secara otomatis mengasah kemampuan Nadia dalam bidang literasi sehingga ia bisa meraih prestasi yang yang sangat membanggakan ini.

Jika banyak teori yang mengungkapkan bahwa menulis bisa menjadi terapi, hari itu kami telah membuktikannya. Menulis bukan hanya terapi, tapi juga bisa membuahkan prestasi.

Wisata Terop Bersama ke Desa Sukorejo Kabupaten Tulungagung

Zulhijjah atau Bulan Besar adalah bulannya wisata terop. Ya, wisata terop adalah istilah kami untuk berkunjung ke pernikahan seseorang, dan bulan Zulhijjah seperti sekarang ini banyak menjadi pilihan bagi pasangan yang akan menikah.

Mengapa banyak yang memilih Bulan Besar sebagai bulan pernikahan? Beberapa alasan di antaranya adalah karena Nabi Muhammad SAW menikahkan putri kesayangannya, Sayyidah Fatimah, dengan Sayyidina Ali bin Abi Thalib pada awal bulan Zulhijjah.

Selain itu Zulhijjah merupakan salah satu dari empat bulan mulia (bulan haram) dalam Islam. Melangsungkan pernikahan di bulan ini dianggap sebagai bentuk ibadah untuk mengharapkan pahala dan keberkahan berlipat ganda. 

Nah, di bulan Zulhijjah ini, tepatnya Minggu (31/05) kami menghadiri pernikahan dari seorang teman yang tinggal di desa Sukorejo, kec. Karangrejo Tulungagung yaitu Moch. Alfatan Widyastanto atau sering kami panggil dengan panggilan akrab Mas Fathan.

Mas Fathan adalah mantan pegawai tata usaha SMP Negeri 3 Malang yang sejak tahun 2025 dipindah tugaskan ke SMP Negeri 5 Malang.

Persiapan berangkat ke Tulungagung, dokumentasi Shinta

Keberangkatan rombongan kami ke Tulungagung ini terdiri atas 13 orang dari  guru dan tenaga kependidikan baik yang masih aktif di SMP Negeri 3 Malang, berdinas di tempat lain, atau sudah purna.

Pukul 07.00 wib rombongan  berangkat dan diharapkan sampai di tempat tujuan sekitar pukul 10.00 wib.

Prosesi temu manten , dokumentasi pribadi

Kehadiran rombongan dari SMP Negeri 3 Malang disambut hangat oleh keluarga mempelai, sekaligus mempersilakan kami mengikuti prosesi temu manten.

Setelah acara prosesi selesai dan dilanjutkan dengan ramah tamah, rombonganpun berpamitan untuk kembali melanjutkan perjalanan menuju Kota Malang.

Selamat berbahagia Mas Fathan dan Mbak Candra Mey Sinta. Semoga berbahagia, samawa dan diberkahi Allah dengan anak-anak yang sholih dan sholihah.

Mengikuti acara temu manten , dokumentasi Buz
Mengikuti acara temu manten , dokumentasi Buz

Bukan sekedar silaturahmi dan menghadiri undangan diharapkan acara ini bisa memperkuat kebersamaan di antara kami. Karena kebersamaan yang bagus adalah pondasi yang kuat bagi sekolah untuk membangun langkah ke depan yang lebih baik. 

Berfoto bersama manten, dokumentasi Shinta

Akhirnya selamat berbahagia Mas Fathan dan Mbak Candra Mey Sinta. Semoga berbahagia, samawa dan diberkahi Allah dengan anak-anak yang sholih dan sholihah.

Peringatan Idul Adha 1447 H: Luruhkan Ego, Nyalakan Semangat Berbagi dengan Sesama

Allahu Akbar …Allahu Akbar…Allahu Akbar. Laa Ilaha ilallahu Allahu Akbar…Allahu Akbar walillahilhamd

Gema takbir bersahut-sahutan menandai datangnya hari yang mulia. Hari yang sangat ditunggu-tunggu. Hari dimana kita kembali mengenangkan peristiwa pengorbanan Nabi Ibrahim atas puteranya terkasih Nabi Ismail.

Hari ini kita kita selalu diingatkan bagaimana Ibrahim, dengan tangan gemetar, membaringkan putranya, bukan karena benci, tapi karena cinta yang begitu besar kepada Sang Pencipta. 

Ismail kecil, dengan mata jernih, justru menenangkan ayahnya: “Lakukan apa yang diperintahkan, ayah. Aku ikhlas.” 

Namun, Allah mengganti Ismail dengan domba. Bukan sekadar ujian, itu adalah sebuah pelukan lembut dari Tuhan: “Kamu sudah rela melepaskan yang terkasih. Sekarang, peliharalah rasa cinta itu untuk berbagi.”

Penyembelihan kurban di Hari Raya Idul Adha adalah gambaran dari penyembelihan atas ego kita. Idul Adha mengajak kita untuk menyembelih segala rasa gengsi, mau menang sendiri, iri hati dan banyak lagi sifat merasa “paling” dalam diri kita.

Jamaah sholat Id, dokumentasi Bintaraloka

Membagikan daging kurban adalah ajakan untuk peduli pada sesama dan suka berbagi. Betapa banyak saudara-saudara kita yang berada dalam kondisi di bawah kita , dan sebenarnya membutuhkan uluran tangan kita. Tapi mungkin belum kita sapa atau berbagi dengan mereka.

Saat ego kita luruhkan maka berbagi adalah sesuatu yang sangat membahagiakan.

Peringatan Hari Raya Idul Adha 1447 H di SMP Negeri 3 Malang

Jamaah sholat Id, dokumentasi Bintaraloka

Peringatan Hari Raya Idul Adha di SMP Negeri 3 Malang dilaksanakan pada hari Rabu (27/05).

Gempita perayaan sudah dilaksanakan sejak Selasa malam hari dengan takbiran bersama yang oleh siswa yang tergabung dalam BDI.

Keesokan harinya pada pukul 06.15 dilaksanakan sholat Id di lapangan volly yang dihadiri oleh guru, kepala sekolah, komite dan siswa SMP Negeri 3 Malang.

Takbiran di malam Idul Adha , dokumentasi pribadi

Dalam sambutan pagi itu Bapak Plt Kepala SMP Negeri 3 Malang Drs Teguh Edy Purwanta mengajak siswa untuk meneladani kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Tentang bagaimana seorang anak menghormati orang tuanya, dan orang tua yang memberikan teladan pada anaknya.

Bertindak sebagai imam dan khatib sholat pagi itu adalah Ustadz Imam Sabarodin, S.Pd, M.Pd.

Dalam ceramahnya beliau menekankan pada siswa agar selalu berusaha menjadi manusia yang tangguh, rela mengorbankan waktu, mengorbankan ego untuk meraih yang terbaik, meniru keteladanan Nabi Ibrahim dan Ismail as.

Sambutan Bapak Kepala SMP Negeri 3 Malang, dokumentasi Bintaraloka

Sesudah sholat Id, dilaksanakan penyembelihan dan pembagian daging kurban oleh panitia yang bertugas. Tahun ini SMP Negeri 3 Malang menyembelih 8 kambing dan 2 domba yang dagingnya dibagikan pada warga sekolah dan masyarakat sekitar.

Semoga melalui kegiatan ini kita bisa senantiasa memperkuat keimanan, menghayati arti pengorbanan dan semangat berbagi dengan sesama

Ibu Tyas Wakahumas
Penimbangan dan pengemasan daging, dokumentasi Bintaraloka

Apresiasi setinggi-tingginya pada jajaran panitia baik dari guru, BDI maupun OSIS yang telah bekerja sedemikian rupa sehingga acara peringatan Hari Raya Idul Adha ini bisa berjalan lancar.

Panitia dari BDI, dokumentasi BDI

“Semoga melalui kegiatan ini kita bisa senantiasa memperkuat keimanan, menghayati arti pengorbanan dan semangat berbagi dengan sesama,” ungkap Ibu Tyas wakahumas SMP Negeri 3 Malang pagi itu.

Surat-surat untuk Pak Edi

Seorang laki-laki duduk di bangku marmer depan kelas. Alat kebersihan, sapu dan pel  disandarkan di tembok di sebelahnya. Sambil sesekali mengelap peluh, ia membuka surat dengan sampul warna-warni dan mulai membacanya.

Di tangannya yang satu beberapa surat dalam amplop tertutup sudah menunggu untuk dibaca pula.

Satu surat dilipat kembali. Ada senyum sekaligus haru di wajahnya.

“Wah, dapat surat nih,” tanya teman saya menggoda.

“Inggih Bu, dari anak-anak,” jawabnya sambil tersenyum seperti biasanya.

Pak Edi adalah salah satu cleaning service di sekolah kami. Orangnya ramah juga rajin. Ramah, karena ia selalu menyapa orang orang yang lewat di sekitarnya , dan rajin karena Pak Edi selalu melakukan tugas dengan penuh tanggung jawab. Pokoknya di mana ada Pak Edi, lingkungan langsung bersih, baik itu kamar mandi koridor, ataupun lobby.

“Wah, banyak suratnya,” kata teman saya lagi. 

“Mboten semerap niki, lare-lare,” jawab Pak Edy sambil menunjukkan surat-surat yang sudah dibacanya.

Menulis surat pribadi adalah salah satu materi pelajaran Bahasa Indonesia kelas 7. Di era yang serba digital ini surat menyurat memang semakin jarang dilakukan. Meski demikian, surat pribadi tetap relevan sebagai media komunikasi yang personal, mendalam, dan abadi.

Diterangkan oleh salah satu guru bahasa Indonesia, bahwa dalam pelajaran menulis surat pribadi ini siswa diberi kebebasan untuk menulis surat dan mengirimkannya pada seseorang. Orang yang dituju bebas, boleh orang tua, guru, teman ataupun saudara. Dan uniknya ternyata banyak siswa yang mengirim surat pada Pak Edi, mungkin karena Pak Edi yang ramah pada anak anak.

Rasa terima kasih dan penghargaan anak anak pada Pak Edi terungkap dalam surat-surat mereka berikut ini:

Surat dari anak anak, dokumentasi Ahfi
Surat dari anak-anak, dokumentasi Ahfi

Ada ‘mutiara berharga’ yang bisa diambil dari kegiatan menulis surat pribadi ini seperti menumbuhkan rasa hormat dan empati pada orang lain, peduli pada orang-orang sekitar kita, termasuk juga menghargai aneka profesi yang ada di sekitar kita. Ya, setiap pekerjaan yang memberikan kemaslahatan bagi orang banyak adalah mulia dan layak dihormati.

Surat dari anak anak, dokumentasi Ahfi

Bagi Pak Edi sendiri hadirnya surat-surat istimewa pagi itu adalah kejutan manis. Ia tak menduga, kerjanya selama ini ternyata mendapat apresiasi dari anak-anak yang setiap hari menyapanya.

Pak Edi melipat surat-surat yang habis dibaca, lalu memasukkannya ke dalam saku.  Ia kembali tersenyum,  sungguh hadirnya surat-surat itu membuatnya kian bersemangat dalam melaksanakan  tugasnya dari hari ke hari.

Segiempat dan Sifat-sifatnya 

Pernahkah kalian bermain layang-layang? Bermain sepak bola di lapangan? Sangat menyenangkan sekali bukan. Atau pernahkah kalian membantu ibu membuat kue wajik dan men memperhatikan potongan-potongannya?

Layang-layang, lapangan sepakbola, kue wajik adalah contoh-contoh benda berbentuk bangun datar segiempat. Aada banyak benda-bendadi sekitar kita yang berbentuk segiempat.

Nah, apakah segiempat itu? Bagaimana ciri-cirinya? Mari perhatikan uraian lebih lanjut di bawah ini.

Apa itu Bangun Datar Segi Empat?

Bangun datar segi empat adalah suatu bidang datar yang dibentuk oleh empat garis lurus. Oleh karena itu, bangun datar segi empat memiliki 4 sisi.  dan empat sudut.

Masing-masing jenis bangun segi empat punya karakter atau sifat-sifat yang berbeda. Nah, karena bentuknya bangun datar, kita juga bisa menghitung luas dan kelilingnya.

Kue wajik contoh bangun dengan bentuk permukaannya segiempat , sumber gambar: detik.com

Macam-Macam Bangun Datar Segi Empat

Ada enam bangun datar segi empat yang akan kita pelajari yaitu persegi, persegi panjang, jajargenjang, trapesium, belah ketupat, dan layang-layang.

Yuk, simak masing-masing sifat serta rumus mencari luas dan keliling bangunnya berikut ini:

Jajargenjang

Jajar genjang adalah bangun segi empat dimana sisi-sisi yang berhadapan saling sejajar dan punya panjang yang sama.

A. Gambar Jajargenjang

B. Sifat-Sifat Jajargenjang

Sisi yang berhadapan sejajar dan sama panjang (AB = DC dan AB // DC, AD = BC dan AD // BC).

Sudut-sudut yang berhadapan sama besarnya ( dan ).

Dua sudut yang berdekatan berjumlah 180o atau saling berpelurus
.

Jumlah semua sudutnya = 360 derajat.

Diagonal-diagonalnya membagi jajargenjang menjadi dua sama besar.

Kedua diagonal berpotongan di tengah-tengah (titik P) dan saling membagi dua sama panjang (AP = PC dan BP = PD).

Memiliki satu simetri lipat.

Kemudian, kita dapat menghitung luas dan keliling bangun jajargenjang menggunakan rumus di bawah ini:

C. Rumus Jajargenjang

Rumus untuk menghitung luas jajargenjang: L = alas x tinggi = a x t

Rumus untuk menghitung keliling jajargenjang: K = (2 x a) + (2 x b) = 2(a + b) = 2(a+b), dengan a dan b merupakan sisi-sisi jajargenjang yang panjangnya sama (saling berhadapan).

Belah Ketupat

Belah ketupat adalah bangun datar yang dibentuk oleh empat buah rusuk yang sama panjang. Bedanya belah ketupat dengan persegi yaitu, pada belah ketupat, sudut-sudutnya bukanlah siku-siku. Dua pasang sudut yang saling berhadapan akan memiliki besar yang sama.

Belah ketupat dapat dibangun dari dua buah segitiga sama kaki identik yang simetri pada alas-alasnya. Contoh benda yang berbentuk belah ketupat, antara lain ketupat, papan rambu lalu lintas, lubang stupa Candi Borobudur, dan lain sebagainya.

A. Gambar Belah Ketupat

Berikut sifat-sifat bangun belah ketupat yang bisa kamu perhatikan:

B. Sifat-Sifat Belah Ketupat

Keempat sisinya sama panjang (AB = BC = CD = DA)

Kedua sisinya saling berpasangan dan sejajar  (AB // DC dan BC // AD)

Kedua diagonal berpotongan tegak lurus dan saling membagi sama panjang (AC = BD dan AO = OC, BO = OD)

Sudut-sudut yang berhadapan sama besar dan terbagi dua sama besar oleh diagonal-diagonalnya .

Memiliki dua simetri lipat.

Memiliki simetri putar.

Sementara itu, luas dan keliling bangun belah ketupat, bisa kita hitung menggunakan rumus berikut ini!

Rumus Belah Ketupat

Rumus untuk menghitung luas belah ketupat: L = 1/2 x diagonal 1 x diagonal 2 = 1/2 x d1 x d2

Rumus untuk menghitung keliling belah ketupat: K = sisi + sisi + sisi + sisi = 4s

Persegi Panjang

Persegi panjang adalah jenis bangun segi empat dimana sisi-sisi yang berhadapan saling sejajar dan punya panjang yang sama, dan keempat sudutnya siku-siku.

Contoh benda yang berbentuk persegi panjang, di antaranya lapangan sepak bola, lapangan basket, lapangan bulu tangkis, papan tulis, pintu, permukaan meja, kertas HVS, dan lain sebagainya.

A. Gambar Persegi Panjang

Persegi panjang juga memiliki ciri-ciri, yaitu:

B. Sifat-Sifat Persegi Panjang

Memiliki 2 buah sumbu simetri dan simetri putar tingkat 2.

Dapat menempati bingkainya dengan 4 cara.

Sisi-sisi yang berhadapan sama panjang (AB = DC dan AD = BC).

Sisi-sisi yang berhadapan sejajar (AB // DC dan AD // BC).

Tiap-tiap sudutnya sama besar .

Diagonal-diagonalnya sama panjang (AC = BD).

Diagonal-diagonal saling berpotongan dan membagi dua sama panjang (AO = OC = BO = OD).

Nah, berikut ini rumus untuk mencari luas dan keliling persegi panjang:

C. Rumus Persegi Panjang

Rumus untuk menghitung luas persegi panjang: L = panjang x lebar = p x l

Rumus untuk menghitung keliling persegi panjang: K = (2 x panjang) + (2 x lebar) = 2(panjang + lebar) = 2(p+l)

 Persegi

Persegi adalah jenis bangun segi empat yang sisi-sisinya sama panjang dan membentuk sudut siku-siku (90°). Contoh benda yang berbentuk persegi, di antaranya papan catur, kertas origami, roti tawar, lantai keramik, dan lain sebagainya.

A. Gambar Persegi

Persegi memiliki sifat-sifat yang membedakannya dengan bagun datar segi empat yang lain, yaitu:

B. Sifat-Sifat Persegi

Memiliki 4 buah sumbu simetri dan simetri putar tingkat 4.

Dapat menempati bingkainya dengan 8 cara.

Keempat sisinya sama panjang (AB = BC = CD = AD).

Sisi-sisi yang berhadapan sejajar (AB // CD dan BC // AD).

Tiap-tiap sudutnya sama besar .

Diagonal-diagonalnya sama panjang (BD = AC).

Diagonal-diagonalnya saling berpotongan tegak lurus dan membagi dua sama panjang (AO = OC = BO = OD).

Lalu, bagaimana cara menghitung luas dan keliling persegi? Berikut rumus menghitung luas dan keliling persegi:

C. Rumus Persegi

Rumus untuk menghitung luas persegi: L = sisi x sisi

Rumus untuk menghitung keliling persegi: K = sisi + sisi + sisi + sisi = 4 x sisi = 4s

4. Trapesium

Secara umum, trapesium adalah jenis bangun segi empat yang hanya memiliki sepasang sisi sejajar yang saling berhadapan. Trapesium terbagi menjadi 3 jenis, yaitu trapesium sama kaki, trapesium siku-siku, dan trapesium sembarang.

Contoh benda yang berbentuk trapesium, di antaranya atap rumah, permukaan samping perahu, permukaan samping bak mandi, dan lain sebagainya.

A. Gambar Trapesium Sama Kaki

Trapesium sama kaki ditandai dengan rusuk kiri dan kanannya yang sama panjang (SP = RQ).

B. Sifat-Sifat Trapesium Sama Kaki

Memiliki sepasang sisi yang berhadapan dan sejajar (SR // PQ).

Memiliki panjang sisi samping yang sama besar (SP = RQ)

Memiliki dua sudut alas yang sama besar .

Memiliki dua sudut pada sisi atas yang sama besar .

Memiliki dua diagonal yang sama panjang.

Memiliki satu simetri lipat.

Tidak memiliki simetri putar.

C. Gambar Trapesium Siku-Siku

Trapesium siku-siku ditandai dengan sudut siku-siku yang dibentuk oleh dua rusuknya yang saling tegak lurus, yaitu DA dengan AB dan DA dengan DC.

D. Sifat-Sifat Trapesium Siku-Siku

Memiliki sepasang sisi yang berhadapan dan sejajar (AB // DC).

Memiliki tepat dua sudut siku-siku, yaitu (  dan ).

Tidak memiliki simetri lipat.

Tidak memiliki simetri putar.

E. Gambar Trapesium Sembarang

Trapesium sembarang memiliki 4 rusuk atau sisi yang tidak sama panjang.

F. Sifat-Sifat Trapesium Sembarang

Memiliki sepasang sisi yang berhadapan dan sejajar (AB // DC).

Jumlah sudut yang berdekatan di antara dua sisi sejajar adalah 180o  .

Tidak memiliki simetri lipat.

Tidak memiliki simetri putar.

Lalu, bagaimana cara menghitung luas dan keliling trapesium? Simak rumus berikut ini!

G. Rumus Trapesium

Rumus untuk menghitung luas trapesium: L = 1/2 x jumlah sisi sejajar x tinggi = 1/2 x (a + b) x t, dengan a dan b merupakan sisi-sisi trapesium yang sejajar.

Rumus untuk menghitung keliling trapesium: K = sisi atas + sisi kanan + sisi bawah + sisi kiri

Layang-Layang

Layang-layang adalah jenis bangun datar segi empat yang dibentuk oleh dua pasang rusuk sama panjang. Layang-layang hanya memiliki satu sumbu simetri, dan satu sudut yang sama besar. Contoh benda yang berbentuk layang-layang, di antaranya layangan, mata panah, dan lain sebagainya.

A. Gambar Layang-Layang

Layang-layang memiliki sifat-sifat yang membedakannya dengan bangun segi empat yang lain, yaitu:

B. Sifat-Sifat Layang-Layang

Mempunyai dua pasang sisi yang berdekatan dan sama panjang (AD = DC dan AB = BC).

Mempunyai dua buah diagonal yang saling tegak lurus. Diagonal yang satu membagi dua diagonal yang lain dengan ukuran yang sama panjang (AC  BD dan AT = TC).

Memiliki sepasang sudut berhadapan yang sama besar .

Memiliki sebuah diagonal (BD) yang membagi dua sudut sama besar  dan .

Memiliki satu simetri lipat.

Untuk menghitung luas dan keliling layang-layang, rumusnya sama seperti belah ketupat, yaitu:

C. Rumus Layang-Layang

Rumus untuk menghitung luas layang-layang: L = 1/2 x diagonal 1 x diagonal 2 = 1/2 x d1 x d2

Rumus untuk menghitung keliling layang-layang: K = sisi + sisi + sisi + sisi = 4s

Secara umum hubungan antar keluarga segiempat bisa kita gambarkan sebagai berikut: