Pagi itu dengan wajah cerah seorang teman masuk ruang guru. Tidak seperti biasa, di tangan kirinya ada sebuah kresek yang berisi dua wadah plastik besar.
“Ayo dicoba, dicoba,” katanya sambil meletakkan wadah- wadah tersebut di meja. Tutup wadah dibuka dan bau sedap langsung menguar.
“Hmm, enaknya,” komentar saya demi melihat penganan dengan bentuk persegi yang menggembung di tengahnya. Tampilannya sangat menggoda. Wah, ada cabe rawitnya pula.
“Apa namanya Bu?” tanya saya ingin tahu sambil membantu membukakan plastik berisi cabe rawit hijau.
“Karipap,” jawab teman saya . “Maunya saya bentuk serupa pastel tapi terlalu lama. Dibuat kotak seperti ini saja,” sambungnya.
“Ayo, ambil,” katanya kemudian.
Tanpa diminta dua kali saya langsung mencomot satu. Aih, masih hangat.. .
Teman saya yang satu ini memang jago masak. Di sela-sela kesibukannya mengajar dia menerima berbagai pesanan masakan termasuk kue.

Hobby memasak membuatnya sering membawa makanan hasil masakannya ke sekolah untuk diicipi bersama. Nah, bagian ini yang paling saya suka. Punya teman yang pintar memasak dan suka membagi masakannya adalah sebuah keberkahan. He..he..
Karipap saya gigit dan maknyus…lezatnya langsung terasa di lidah. Aroma kari sangat terasa. Potongan ayam dan kentang membuat hidangan ini terasa istimewa. Belum lagi kulitnya. Lembut dan gurih.
Pertama kali makan karipap dan saya langsung dibuat jatuh hati oleh penganan satu ini.
Tentang Karipap

Karipap atau curry puff adalah hidangan camilan yang digoreng, mirip pastel tapi mempunyai perbedaan pada kulit dan isinya.
Jika kulit pastel halus dan tipis, kulit karipap berlapis lapis, lebih renyah dan garing.
Jika isi pastel umumnya bihun , rogut dan telur atau abon, maka isi karipap adalah potongan ayam dan kentang dibumbu kari.
Menurut Wikipedia karipap atau curry puff berasal dari Asia Tenggara. Kata puff diyakini berasal dari dialek Tionghoa Fujian yang berarti gelembung, melepuh, atau mengembang.
Karipap adalah wujud hidangan yang mendapatkan pengaruh hidangan pastri Cornish dari Inggris, empanada dari Portugis, hingga samosa dari Asia Selatan.
Lalu bagaimana cara membuat karipap?
Ternyata tidak terlalu sulit. Tidak percaya? Yuk kita cermati bersama.
Bahan I (Isian Ayam dan Sayur)
150 gr daging ayam giling atau potong dadu kecil
300 gr kentang, kupas dan potong dadu kecil
150 gr wortel, kupas dan potong dadu kecil
1 buah bawang bombay, cincang halus
2 sdm bubuk kari (sesuaikan selera)
3 sdm santan instan kental
200 ml air
Garam, gula, merica, dan kaldu bubuk secukupnya
Minyak goreng untuk menumis
Bahan II (Kulit Karipap)
Adonan 1 (Adonan Minyak): 100 gr tepung terigu protein sedang dan 65 ml minyak goreng.
Adonan 2 (Adonan Utama): 400 gr tepung terigu protein sedang, 1 sdm margarin, 1/2 sdt garam, 80 ml minyak goreng, dan sekitar 120-130 ml air es (tuang bertahap).
Cara Membuat
1. Membuat Isian
Tumis bawang bombay hingga harum, lalu masukkan daging ayam dan masak hingga berubah warna.
Masukkan potongan wortel dan kentang.
Tambahkan bubuk kari, air, santan, garam, gula, dan kaldu bubuk. Aduk merata.
Masak hingga air menyusut dan isian mengering (kesat) agar tidak mudah basi dan tidak membuat kulit basah/bocor. Koreksi rasa dan biarkan dingin.
2. Membuat Kulit
Adonan Minyak: Campurkan semua bahan Adonan 1, aduk rata dan kepalkan hingga menggumpal. Sisihkan.
Adonan Utama: Campurkan tepung, garam, dan margarin. Tambahkan minyak dan air es sedikit demi sedikit hingga adonan bisa dibentuk dan tidak lengket. Uleni sebentar.
Bagi Adonan 1 dan Adonan 2 menjadi beberapa bagian kecil (misalnya 15-20 bagian).
Ambil 1 bagian Adonan 2 (Adonan Utama), pipihkan, lalu letakkan 1 bagian Adonan 1 di tengahnya. Bungkus dan bulatkan.
Gilas adonan memanjang, gulung, lalu gilas memanjang lagi dan gulung kembali.
Lakukan ke semua adonan agar hasilnya berlapis-lapis.
Masukkan sebagian adonan isi ke dalam adonan kulit yang dilebarkan, lalu lipat adonan kulit sehingga isi tertutup.
Bentuk sedemikian rupa sehingga tampilan karipap menjadi lebih cantik. Bisa dibuat seperti pastel atau membuat kreasi yang lain.
Goreng dalam minyak panas. Jika sudah matang angkat karipap dan tiriskan.

Karipap siap dinikmati, dan bila suka bisa dimakan dengan cabai rawit seperti yang kami lakukan pagi itu.
“Wah, enak..,”
“Tambah boleh?”
“Mantap..,”
Berbagai komentar muncul setelah kami mencicipi karipap pagi itu.
Hidangan yang luar biasa. Tidak hanya lezat, hadirnya karipap sungguh membuat pagi itu terasa lebih hangat.



























