Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah
QS. Al Ahzab 21
Senin (24/08) adalah hari yang istimewa di Bintaraloka. Ya, pada hari itu dilaksanakan Peringatan Maulid , hari kelahiran nabi tercinta Muhammad SAW.
Dengan pembawa acara dari BDI acara dimulai dengan lantunan ayat-ayat suci Alqur’an dan terjemahannya. Suasana terasa demikian teduh, ketika semua yang hadir menyimak pembacaan Kalam ilahi sekaligus terjemah yang dibawakan oleh siswa kelas tujuh ini.
Pembacaan ayat suci Alquran, dokumentasi pribadi
Selanjutnya shalawat Thibbil Qulub mengalun indah pagi dengan dipandu oleh Bapak Kepala SMP Negeri 3 Malang dan diiringi oleh al banjari.
“Bukan sekedar berbagi bahagia, Perayaan Maulid adalah sebuah cara bagi kita semua untuk meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW, panutan kita,” ungkap Bapak Teguh Kepala SMP Negeri 3 Malang.
Dalam sambutan pagi itu Bapak Teguh juga memberikan pertanyaan yang sangat filosofis pada siswa.
“Seandainya Nabi Muhammad menjadi gurumu pagi ini, apa yang diharapkan beliau pada siswa SMP Negeri 3?”
Kuis dari Bapak Kepala Sekolah, dokumentasi Fabi
Dengan lancar siswa menjawab bahwa Nabi mengharapkan siswa meniru akhlak beliau yaitu shidiq, amanah, fathonah dan tabligh.
Ya, akhlak mulia yang harus senantiasa kita teladani dari Sang Uswatun Hasanah ; shidiq artinya jujur, amanah bisa dipercaya fathonah artinya cerdas dan tabligh artinya menyampaikan.
Suasana terasa demikian hangat ketika KH Zainal Arifin, M.Ag memberikan tausiyah yang serasa begitu dekat dengan keseharian siswa. Lewat gayanya yang kocak namun tetap berisi KH Zainal Arifin, M.Ag menegaskan agar kita tidak lupa meminta doa ibu dalam setiap langkah yang akan kita lakukan.
Tausiyah dari KH Zainal Arifin, dokumentasi pribadi
Dijelaskan oleh beliau agar kita meneladani nabi lewat berbagai kebiasaan yang dicintai Nabi Muhammad SAW yaitu sholat jamaah, sholat tahajud, sholat dhuha, membaca Alqur’an, menyayangi anak yatim, menyayangi fakir miskin, membaca istigfar, senang bersiwak dan berwudhu.
Foto bersama Panitia, Kepala Sekolah dan KH Zainal Arifin, dokumentasi Bintaraloka
Akhir acara hari itu ditandai dengan berbagai kuis, dan lantunan lagu-lagu Islami oleh Farin, Anya , dan Rafarsya.
Farin dengan lantunan lagu Islami, dokumentasi pribadi
Sesudah acara di lapangan voli siswa kembali ke kelas untuk menikmati buah dan kue yang sudah dibawa dari rumah atau disiapkan paguyuban.
Datangnya beberapa orang paguyuban untuk membantu mempersiapkan konsumsi putra-putrinya menunjukkan terciptanya sinergi positif dari orang tua siswa di SMP Negeri 3 Malang.
Makan bersama di kelas sebagai bagian perayaan Maulid Nabi, dokumentasi pribadi
Hari yang begitu indah, meriah namun tetap terasa khidmat. Semoga perayaan ini membawa hati kita untuk senantiasa mencintai nabi dan meneladani akhlak beliau.
Kapan terakhir kali anda rujakan bersama teman? Aha, di sebuah hari perayaan Agustusan kemarin kami para guru Bintaraloka mengadakan acara rujakan.
Acara yang pernah menjadi lambang keakraban dalam pertemanan di masa lalu ini kami lakukan setelah jalan sehat pada hari Jumat (14/08).
Di kisaran tahun 80-90 rujakan adalah acara istimewa yang selalu ditunggu saat kumpul bareng teman.
Rekreasi bersama pasti ada acara rujakan. Silaturahmi ke rumah teman ada acara rujakan, bahkan mengerjakan tugas kelompok masih disisipi dengan acara rujakan.
Ilustrasi rujak manis, sumber gambar: IDN Times
Entah kenapa, rujakan selalu membuat acara kumpul-kumpul menjadi lebih afdhol, gayeng dan akrab.
Sekilas tentang Rujak, jenis makanan ini sering juga dinamakan salad Jawa.
Rujak adalah salah satu hidangan tertua dan makanan Jawa Kuno. Hal tersebut terungkap dalam Prasasti Taji Jawa Kuno (901 M).
Nama rujak diyakini berasal dari bahasa Jawa angrujak yang berarti menghancurkan, memotong halus, atau menyayat.
Penamaan ini merujuk pada berbagai bahan untuk membuat rujak yang biasanya dipotong-potong menjadi ukuran lebih kecil terlebih dahulu sebelum disajikan
Orang Jawa sering memasukkan rujak ini sebagai sajian dalam upacara pranatal seperti neloni (perayaan tiga bulan usia kandungan) atau mitoni (tujuh bulan usia kandungan).
Dalam kedua upacara ini rujak yang dibuat juga khusus yaitu rujak buah dengan resep gula merah, asam jawa, cabe dan sedikit garam. Hanya bedanya buah pada rujak untuk neloni atau mitoni dipasrah halus.
Rujak seperti ini sering dinamakan dengan rujak gobet.
Rujak gobet, sumber gambar: Cookpad
Rujak yang dibuat pada kedua upacara ini disuguhkan pada para tamu dengan harapan agar ibu maupun bayi yang dikandung sehat dan diberikan kelancaran pada proses persalinan.
Ada sebuah mitos yang mengatakan jika rujak yang dibuat terasa manis, maka bayi yang dikandung ibunya adalah perempuan. Tapi jika rujaknya terasa pedas, maka bayinya laki-laki. He..he…
Dalam berbagai acara, kehadiran rujak membuat suasana lebih terasa segar. Di samping karena mudah membuatnya, bahan bakunya yang terdiri atas buah-buahan segar makin disukai karena kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat semakin meningkat.
Rujakan yang kali ini dilakukan di Bintaraloka kami namakan Rujak Merah Putih. Bisa jadi karena yang membuat rujak semua mengenakan baju bernuansa merah putih, atau bisa juga karena rujak tersebut dibuat dalam suasana perayaan HUT Kemerdekaan RI ke 81, dimana semangat keIndonesiaan kami demikian membara.
Dalam berbagai acara, kehadiran rujak membuat suasana lebih terasa segar.
Untuk bahannya peserta membawa seikhlasnya. Ada yang membawa buah-buahan, kerupuk, tahu dan yang paling penting ada yang bersedia membuatkan bumbu.
Sebelum menikmati hidangan tentu saja kami bersama sama mengiris buah dan menatanya di atas meja.
Menyiapkan rujak, dokumentasi pribadi Menikmati rujak bersama , dokumentasi pribadi
Kehadiran rujak Merah Putih pagi itu benar-benar membuat suasana lebih ceria. Kebersamaan antar guru kian terasa. Ya, kehadiran aneka buah, kerupuk, tahu dalam balutan bumbu gula merah, kacang tanah, cabe, asam dan bawang membuat suasana terasa begitu manis, semanis rujak juga senyum kami hari itu.
Luar biasa meriah. Kata- kata tersebut sangat pas untuk menggambarkan suasana gempita perayaan HUT Kemerdekaan RI ke 81 di Bintaraloka.
Ya, perayaan yang dilaksanakan sejak hari Rabu (12/08) ini benar benar menggambarkan semangat dan kebersamaan seluruh warga Bintaraloka.
Perayaan HUT kali ini diisi dengan berbagai lomba siswa maupun guru, jalan sehat dan upacara. Ada berbagai lomba siswa yang diadakan seperti paduan suara, poster manual, fashion show, video blog, makan kerupuk, estafet sarung, menara bola dan banyak lagi.
Salah satu nomor lomba siswa: memasukkan paku dalam botol, dokumentasi BBCSalah satu nomor lomba siswa: fly ball, dokumentasi BBC Salah satu nomor lomba siswa: memakai kemeja dengan balon, dokumentasi BBC
Menariknya lomba-lomba tidak hanya menguji ketrampilan dan kesigapan siswa tapi juga pengetahuan literasi dan numerasi termasuk kewarganegaraan, seperti lomba cerdas cermat antar kelas.
Dalam perayaan ini Si Ciput dan tim Literasi Numerasi juga tidak mau kalah dengan mengadakan lomba mading kelas dan Aku Cinta Indonesia.
Aku Cinta Indonesia adalah lomba berbasis game yang bertujuan untuk menguji pengetahuan umum siswa tentang Indonesia.
Lomba Aku Cinta Indonesia, dokumentasi pribadi
Sebuah catatan tersendiri adalah ternyata kreativitas siswa dalam membuat mading patut diacungi jempol. Berbagai kreasi mading yang begitu bagus sempat membuat dewan juri bingung untuk menentukan pemenangnya.
Selain lomba-lomba tersebut, pada hari Jumat (14/08) keluarga Bintaraloka juga mengadakan jalan sehat di sekitar sekolah yang diadakan setelah apel peringatan HUT Pramuka.
Persiapan jalan sehat, dokumentasi pribadiJalan sehat, dokumentasi BBC
Nuansa merah putih membuat suasana ceria kian terasa. Semua berjalan penuh semangat sambil melambaikan bendera merah putih kecil di tangan.
Tidak hanya siswa, guru juga tidak mau kalah. Sementara siswa berlomba dengan dikoordinir OSIS, gurupun mengadakan beberapa nomor lomba untuk ikut memeriahkan peringatan HUT Kemerdekaan tahun ini. Sebutlah lomba menara bola, tangkap ikan, perang naga dan lainnya.
Lomba guru, dokumentasi BBC Semangat para guru, dokumentasi pribadi
Pengumuman para pemenang lomba dilaksanakan pada puncak perayaan HUT Kemerdekaan RI ke 81 yaitu tanggal 17 Agustus 2026 sesudah upacara bendera.
Hari yang luar biasa.
Semoga momen perayaan HUT Kemerdekaan RI ke 81 ini tidak berhenti sebagai euforia semata, namun bisa mempererat kerjasama sekaligus memupuk rasa cinta warga Bintaraloka pada tanah air Indonesia.
Segala lomba, jalan sehat, dan kreativitas yang ditampilkan hakekatnya bukan sekadar hiburan, melainkan wujud nyata semangat kebersamaan dan rasa cinta tanah air.
Lagu-lagu Nasional yang dilantunkan siswa pada lomba paduan suara adalah nada dari hati sebagai wujud cinta pada negeri.
Paduan suara, dokumentasi BBC
Semoga momen perayaan HUT Kemerdekaan RI ke 81 ini tidak berhenti sebagai euforia semata, namun bisa mempererat kerjasama sekaligus memupuk rasa cinta warga Bintaraloka pada tanah air Indonesia.
Selamat ulang tahun ke-81 Republik Indonesia. Semangat kemerdekaan akan tetap hidup di hati kita semua, khususnya di lingkungan Bintaraloka tercinta.
Mentari Kota Malang bersinar lembut. Cuaca benar-benar cerah dan sangat mendukung kegiatan kami hari itu. Aha, di Sabtu(15/08) sore itu kami akan jalan-jalan bersama History Funwalk Malang.
History Fun Walk Malang adalah komunitas walking tour atau wisata jalan kaki edukatif di Kota Malang yang mengajak masyarakat menyusuri kawasan bersejarah dan bangunan peninggalan kolonial Belanda sambil belajar sejarah. Komunitas ini didirikan pada Mei 2023 oleh anak-anak muda pemerhati sejarah lokal
Bersama anak saya, saya mendaftar untuk ikut kegiatan. Ya, sudah lama sekali kami ingin ikut jelajah bangunan bersejarah di kota Malang, dan baru kali ini kesampaian.
Jelajah Kampung Sekabrom
Kampung Sekabrom di era tahun 90, lukisan Effendy Yusa
Sebelum mulai perjalanan kami lebih dahulu berkumpul di rooftop Instasemeru, Jalan Semeru Malang. Setelah briefing sejenak untuk menentukan lokasi apa saja yang akan dikunjungi perjalananpun dimulai.
Sebelum turun dari rooftop saya sempat menjepret Kampung Sekabrom dari atas. Sungguh sebuah pemandangan yang sangat mengharukan bagi saya. Betapa tidak? Sekitar tahun 90 an saya pernah tinggal di kampung ini. Meskipun hanya dua tahun, tapi ada banyak cerita yang terukir saat saya dan keluarga tinggal di sana.
Kampung Sekabrom dari rooftop Instameru, dokumentasi pribadi
Sekabrom adalah singkatan dari Semeru Kayutangan dan Bromo. Artinya kampung ini terletak tepat di pertemuan Jalan Semeru, Kayutangan dan Jalan Bromo. Lokasi yang sangat strategis karena begitu keluar gang (ada tiga gang) kita bisa langsung ke jalan besar yaitu Jl Semeru, Kayutangan atau Jl Bromo.
Kami terus berjalan menyusuri gang menuju kampung Sekabrom yang lokasinya masuk dalam wilayah Kayutangan. Dengan dipandu dua orang leader dan fotografer perjalanan sore itupun dimulai.
Berjalan menyusuri Kampung Sekabrom serasa membuka kembali jejak kenangan masa lalu. Mengapa? Jalan yang kami lalui sore itu adalah jalan yang dulu setiap hari harus saya lewati, entah untuk ke Pasar Talun, berangkat kuliah ataupun mengantar kue ke toko.
Meski sudah banyak mengalami perubahan, namun kehangatan suasana Sekabrom masih sangat terasa. Pedagang yang berjualan di sekitar pos, anak kecil yang bersepeda juga orang- orang yang berlalu lalang di sekitar jembatan.
Sejenak saya berhenti di pos Sekabrom yang dibangun tepat di atas sungai. Dinamakan pos, tapi fungsinya kira-kira seperti aula kecil dan sekarang menjadi balai RW.
Balai RW, dokumentasi pribadi
Di sini dulu kami jamaah putri di kampung mendirikan sholat tarawih juga shalat malam setiap hari di bulan Ramadhan. Mengapa di pos? Ya karena langgar yang ada masih kecil, hanya cukup untuk jamaah putra.
Suara gemericik air sungai yang mengalir benar benar terasa syahdu. Rumah kami saat itu tepat berada di dekat sungai tersebut, karenanya suara air sungai adalah irama yang menemani keseharian kami. Bentuk rumah-rumah yang ada sudah jauh lebih bagus daripada dulu.
Menyusuri sungai Sekabrom, dokumentasi pribadi
Sungai terasa demikian akrab dengan kehidupan kami. Peristiwa yang berkaitan dengan sungai banyak kami alami sebagai warga Sekabrom. Seperti banjirnya sungai saat musim hujan, sungai yang kotor karena dipakai untuk membuang sampah (saat itu) atau sungai yang tiba-tiba berwarna coklat kemerahan seperti membawa tanah yang terkikis dari hulu sungai
“Banyune kemlandan,” kata orang- orang saat air sungai menjadi kecoklatan saat itu. Kata ibuk saya yang orang asli Sekabrom kemlandan artinya mirip orang Belanda. Maksudnya warna sungainya jadi kemerahan mirip warna rambut orang Belanda. He..he…bisa saja.
Bagian tepi sungai sekarang berpagar tinggi. Pagar yang dibuat dari bata dan semen. Sebuah langkah yang sangat pas karena dulu saat hujan, air sungai meluap sehingga pemandangan di depan rumah seperti lautan. Tidak ada batas antara jalan dan sungai, sehingga sangat berbahaya seandainya ada pejalan kaki yang belum kenal dengan daerah tersebut. Bisa- bisa tercebur ke dalam sungai karena mengira luberan air tersebut adalah genangan air biasa.
“Ini jalan ibuk pas mau kuliah dulu,” kata saya pada anak saya yang setia berjalan di dekat saya. Kami terus berjalan hingga ujung sungai dimana di sana terdapat semacam gerojogan besar. Dulu kami menamakannya rolak. Anak-anak kecil benar benar dilarang bermain di sini, terutama oleh orang tua mereka. Bahaya, itu pesannya.
Menurut narasumber, sungai di Kayutangan ini adalah sodetan sungai Brantas yang sudah dibangun sejak zaman Belanda. Dulu airnya lumayan bersih dan ada sekitar 12 jenis ikan hidup disini. Namun seiring berjalannya waktu, air semakin kotor dan hanya sekitar tiga jenis ikan yang ada di sini.
Rolak atau gerokogan di bagian atas sungai Sekabrom, dokumentasi pribadi
Satu hal yang selalu saya ingat, dulu di dekat gerojogan ini banyak karamba dipasang untuk memelihara ikan. Nah, ketika hujan deras dan debit air sangat besar, banyak karamba yang ambrol. Kami yang tinggal di daerah yang lebih rendah banyak yang membawa jaring kecil untuk menangkap ikan yang lepas dari karambanya.
Masih terbayang kehebohan orang-orang saat hujan deras. Ada rasa khawatir karena air meluap, tapi juga gemas melihat ikan-ikan besar yang berloncatan.
Stadsklok dan Gedung PLN
Berfoto di Stadsklok dengan latar belakang Toko Avia, dokumentasi History Fun Walk Malang
Dari Kampung Sekabrom kami melanjutkan perjalanan ke pertigaan Kayutangan dimana terdapat jam kota atau Stadsklok. Stadsklok tersebut dibangun sekitar tahun 1925-1926 bersamaan dengan dibangunnya Balai Kota Malang dibawah perintah Wali Kota Malang, Bussemaker.
Lokasi Stadsklok ini sangat strategis karena terletak di pertigaan penghubung jalan poros utama yang menghubungkan pelintas dari arah barat (Batu dan Kediri) serta utara (Surabaya dan Pasuruan). Di dekat jam ini terdapat kompleks pertokoan dan toko besar yang masih berdiri hingga kini adalah toko Avia yang terletak tepat di belokan dari Oro- oro Dowo ke arah Celaket.
Meskipun hampir tiap hari saya melalui jalan ini untuk ke sekolah, tapi sejarah Stadsklok dan sekitarnya baru saya ketahui sore itu. Setelah berfoto bersama, perjalananpun kami teruskan menuju Kantor PLN yang ada di depan Stadsklok.
Bangunan kantor yang selama ini saya anggap biasa saja ternyata menyimpan sejarah yang panjang. Berlokasi di Jalan Basuki Rahmat, kantor ini adalah bangunan bersejarah yang dibangun sekitar tahun 1930. Bangunan ini awalnya digunakan sebagai kantor perusahaan listrik swasta Belanda, ANIEM (Algemeene Nederlandsch-Indische Electriciteits-Maatschappij). Gedung ini menjadi saksi sejarah perkembangan infrastruktur kelistrikan di Malang, mulai dari masa kolonial, pendudukan Jepang (saat bernama Shobu Denki Sha), hingga dikelola oleh PLN setelah kemerdekaan.
Kantor PLN yang berlokasi di depan Stadsklok, dokumentasi pribadi
Dari Kantor PLN kami masuk kampung sekitar Avia untuk menuju Jembatan Kahuripan yang terletak di Jalan Kahuripan Malang.
Jika selama ini saya selalu melalui jembatan Kahuripan di bagian atas, kali ini rombongan kami menyusuri bagian bawah Jembatan Kahuripan. Cerita tentang Jembatan Kahuripan dan kunjungan ke beberapa tempat yang lain akan saya ceritakan di tulisan selanjutnya saja ya..😊
Jalan sore bersama, mendengar cerita-cerita dari pemandu, membuat saya sadar bahwa mencintai kota bukan hanya menikmati keindahan dan memotretnya, namun juga berhenti sejenak untuk menikmati setiap kisah di balik bangunan-bangunannya.
Sore yang begitu hangat. Sekabrom yang penuh kenangan, juga Stadsklok dan Gedung PLN yang dulu cuma saya lewati tanpa rasa penasaran, kini terasa begitu dekat dan bermakna.
Salam jalan-jalan, berfoto di area Stadsklok, dokumentasi pribadi
Jalan sore bersama, mendengar cerita-cerita dari pemandu, membuat saya sadar bahwa mencintai kota bukan hanya menikmati keindahan dan memotretnya, namun juga berhenti sejenak untuk menikmati setiap kisah di balik bangunan-bangunannya.
Mendapatkan jam terakhir adalah tantangan bagi guru matematika untuk mengkondisikan siswa agar tetap bersemangat dalam mengikuti pembelajaran. Lebih-lebih ketika matematika mendapatkan jatah tiga jam. Guru benar benar harus punya trik jitu agar siswa tetap semangat belajar.
Siang itu suasana kelas tampak sedikit berbeda.
“Baik anak-anak, silakan duduk berhadap-hadapan,” kata Bu Guru di awal pembelajaran. Saat itu jam ke 7, dan jam untuk matematika adalah jam ke 7-9.
Siswa segera mengatur posisi seperti yang diminta oleh guru.
“Ambil HP kalian,” lanjut guru.
Tanpa dikomando dua kali siswa segera mengambil HP yang tersimpan di box.
“Di grup sudah ibu share sebuah link. Silakan masuk ke link tersebut karena kita akan main game matematika, tapi sebelumnya silakan baca cara bermainnya, ” lanjut Ibu Guru.
Wajah siswa langsung berseri.
“Aseek,” komentar beberapa siswa.
“Karena dalam suasana memperingati HUT Kemerdekaan RI yang ke 81, game ini kita namakan Balap Karung Matematika,” kata Bu Guru.
Tampilan Balap Karung Matematika, dokumentasi pribadi
“Pada game tersebut kalian diminta untuk menjawab soal operasi hitung bilangan bulat yang sudah disediakan. Perhatikan kaidah urutan operasi yang harus didahulukan,”
Siswa segera mengamati cara bermain Game Balap Karung tersebut dan memulai permainan.
“Jangan lupa sediakan buram untuk menghitung,” pesan Bu Guru.
Dalam beberapa menit suasana kelas langsung berubah. Siswa tampak sibuk ‘mengerjakan soal ‘ yang ada di game. Sesekali terlihat diskusi. Tanya jawab biasanya berkisar tentang tombol apa yang harus dipencet untuk menyimpan jawaban, atau mengulang game dari awal.
***
Berawal dari keresahan atas rendahnya kemampuan hitung siswa di kelas maka saya dan seorang teman yang seorang programmer berdiskusi untuk mengatasi hal tersebut.
Ya, dengan kemampuan operasi hitung yang lemah tentunya siswa akan kesulitan dalam pembelajaran matematika. Memang benar jika dikatakan bahwa matematika bukan sekedar menghitung, tapi tanpa kemampuan hitung yang baik siswa akan kesulitan dalam belajar matematika.
Berdasarkan pengalaman, yang membuat siswa lemah dalam melakukan operasi hitung ini adalah penguasaan konsep hitung yang kurang kuat, termasuk juga kurangnya pemahaman atas kaidah PEMDAS.
Apakah PEMDAS itu?
PEMDAS adalah akronim atau singkatan untuk mengingat urutan operasi matematika saat menyelesaikan soal hitung campuran.
Di Indonesia, aturan ini sering dikenal dengan singkatan Kabataku (Kali, Bagi, Tambah, Kurang) atau Pipolondo (Ping, Poro, Lan, Sido). Namun berbeda dengan keduanya, PEMDAS mencakup komponen yang lebih lengkap seperti tanda kurung dan pangkat.
Kepanjangan PEMDAS adalah sebagai berikut:
Parentheses: Selesaikan operasi di dalam tanda kurung ( ) terlebih dahulu.
Exponents: Hitung nilai eksponen atau pangkat dan akar
Multiplication & Division: Lakukan perkalian dan pembagian. Kedua operasi ini setara, jadi kerjakan berurutan dari kiri ke kanan.
Addition & Subtraction: Lakukan penjumlahan dan pengurangan. Kedua operasi ini juga setara, jadi kerjakan berurutan dari kiri ke kanan.
Contoh Cara Penggunaan:
Hitunglah: 2 x 3 + 5 – (7-3)
Sesuai kaidah PEMDAS, yang kita hitung lebih dahulu adalah operasi dalam kurung, perkalian lalu pengurangan. Jadi hasil operasi di atas adalah 7
Kembali ke masalah game di atas, setelah melalui beberapa kali diskusi, teman saya akhirnya membuatkan Game Balap Karung Matematika ini. Ini adalah sebuah game interaktif dengan soal- soal operasi hitung campuran matematika.
Suasana game operasi hitung Balap Karung Matematika, dokumentasi pribadi
Dalam game tersebut setiap lima belas detik siswa akan diberi soal operasi hitung campuran, dan mereka bertugas untuk menghitung dan memilih jawaban yang benar.
Soal disajikan dalam tiga kategori yaitu mudah, sedang dan sulit. Untuk soal mudah setiap jawaban benar mendapatkan nilai 1, sedang nilainya 1,5 sedangkan sulit nilainya 2. Jawaban salah nilainya nol.
Semakin banyak soal yang dijawab benar, semakin banyak pula nilai yang dikumpulkan. Jika siswa kurang puas dengan nilai yang diperoleh , mereka bisa mengulang, dan yang masuk di daftar nilai atau leaderboard adalah nilai optimal mereka.
Di balik senyum dan rasa penasaran siswa ketika bermain game, tersimpan harapan semoga matematika tidak lagi menjadi momok, tapi petualangan yang seru dan menyenangkan.
Penggunaan game dalam pembelajaran matematika ini memberikan aura yang berbeda. Siswa lebih bersemangat, aktif terlibat dan tidak takut mencoba karena mereka bisa terus mengulang jika ingin mendapatkan skor yang lebih tinggi.
“Asyik, Bu,”
Suasana game operasi hitung Balap Karung Matematika, dokumentasi pribadi
“Gregeten Bu,” komentar beberapa siswa sambil tertawa. Ya, untuk menjawab soal siswa harus memencet gambar anak yang sedang bermain balap karung sehingga anak tersebut melompat- lompat. Jika melompat satu kali berarti jawaban yang dipilih adalah A, dua kali adalah B dan seterusnya.
Suasana terasa lebih “greng” ketika di akhir game mereka bisa mengetahui ranking masing-masing lewat leaderboard.
“Wah, kurang lama , Bu,” cetus beberapa anak ketika waktu berakhir. He..he.. game hanya dilakukan selama 15-20 menit, dan sesudahnya kami kembali masuk materi pembelajaran. Ya, karena selain untuk latihan, game ini adalah semacam “pemanasan” untuk meningkatkan semangat dan minat siswa pada pembelajaran yang akan kami lakukan hari itu.
Akhirnya di balik senyum dan rasa penasaran siswa ketika bermain game, tersimpan harapan semoga matematika tidak lagi menjadi momok, tapi petualangan yang seru dan menyenangkan.