Gebyar Perayaan Kokurikuler: Perkuat Karakter dan Tumbuhkan Kebanggaan Sebagai Generasi Penerus Bangsa

Suara gamelan menghiasi Bintaraloka pagi itu. Beberapa siswa bergerak selaras irama. Senyum bertebaran di mana-mana. 

Baju mereka yang berwarna merah, kuning, hijau, hitam membuat suasana kian semarak.

Sementara itu di depan panggung siswa yang lain tampak begitu sibuk. Aroma hidangan begitu menggoda membuat rasa lapar kian merajalela.

Stand dengan tema masakan Sumatera Selatan, dokumentasi Buz

Siswa dengan baju adat warna-warni menawarkan dagangan di meja,  sementara yang lain membeli dan mencicipi dagangan berupa aneka makanan dan minuman Nusantara.

Tidak berhenti sampai di situ, di ruang-ruang kelas yang sudah disulap sedemikian rupa menjadi tempat pameran, para siswa kelas sembilan sibuk menerangkan pada para pengunjung tentang bangunan bersejarah di kota Malang, makanan khas juga budaya Malang.

Mengunjungi pameran, mencermati paparan, dokumentasi pribadi

Aha.., hari itu, Kamis 22/10,  Bintaraloka sedang melaksanakan perayaan Kokurikuler semester gasal 2026/2027.

Acara yang dimulai tepat pukul delapan ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Bapak Suwarjana SE, dan Bapak Anton Ketua Komite SMP Negeri 3 Malang.

Kunjungan Pak Kadin, dokumentasi Tyas

Dalam sambutan pagi itu Bapak Suwarjana menjelaskan tentang pentingnya kerjasama dan komunikasi yang baik antara orang tua dan masyarakat sehingga berbagai kegiatan sekolah bisa terlaksana sesuai yang diharapkan.

Sementara itu Bapak Anton menyampaikan selamat atas terselenggaranya kegiatan perayaan kokurikuler dan berharap mudah mudahan budaya berprestasi terus terpateri dalam diri siswa SMP Negeri 3 Malang.

Ada tiga acara besar dalam kegiatan ini yaitu pentas sendratari , bazaar dan pameran kelas. Sendratari dilaksanakan di panggung, Bazaar di lapangan dan pameran di masing-masing kelas.

Penampilan salah satu kelas, dokumentasi pribadi Tyas

Acara yang didukung oleh paguyuban masing-masing kelas ini menunjukkan effort siswa yang luar biasa dalam usaha untuk memberikan tampilan terbaik mereka di hadapan teman maupun orang tua.

Persiapan untuk acara besar ini dilaksanakan sejak awal pelaksanaan Kokurikuler, Senin (11/10) hingga Rabu (20/10). Melalui berbagai tahapan seperti latihan tari, praktik memasak juga ODL, akhirnya siswa bisa menyelesaikan tugas akhir mereka yang dituangkan dalam perayaan hari Itu.

Dalam perayaan kokurikuler kali ini kelas tujuh mengambil tema Senaloka (Seni dalam panggung budaya Bintaraloka).  Setiap kelas membawakan sendratari yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia seperti; Jawa Timur, Jawa Tengah, Papua, Sulawesi, Kalimantan, Bali, Jawa Barat, NTT, Maluku.

Siap untuk tampil, dokumentasi pribadi
Siap untuk tampil, dokumentasi pribadi

Melalui Bintaraloka Traditional Foodfest, siswa diajak  mencintai bangsa melalui cita rasa. Berbagai kegiatan yang dilakukan selama satu minggu lebih akhirnya membawa siswa ke puncak acara peringatan kokurikuler yaitu bazaar dengan tema makanan dari berbagai daerah di Nusantara, yaitu Sumatera Selatan, Jawa Barat, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat, Papua, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Jawa Tengah juga Kalimantan Selatan.

Harapannya semoga kegiatan kokurikuler Senaloka, Food Festival, dan Heritage SMPN 3 Malang ini menjadi ruang belajar yang bermakna, menggembirakan, dan kontekstual. 

Pameran dengan tema Malang Heritage membuat para pengunjung sejenak bernostalgia sambil belajar tentang bangunan bersejarah  di kota Malang. 

Lewat replika bangunan, makanan asli tiap kelas mengajak pengunjung memahami lebih dekat budaya kota Malang tercinta. 

Dalam pameran ini kita bisa mengetahui sejarah bakso, putu, atau jajanan pasar. Rumah Jengki, Balai Kota juga tidak luput diabadikan anak anak lewat replika yang mereka buat.

Salah satu stand pameran, dokumentasi pribadi

Satu hal yang patut diacungi jempol adalah kolaborasi antar siswa dalam kelas yang luar biasa, juga yang menjadi catatan penting adalah para penjaga pameran bisa memaparkan obyek yang dipamerkan dengan begitu percaya diri. Tidak sia-sia rasanya mereka melaksanakan dua kali ODL sebelum pelaksanaan pameran ini.

Tampilan siswa kelas tujuh, dokumentasi Selviska

Harapannya kegiatan kokurikuler Senaloka, Food Festival, dan Heritage SMPN 3 Malang ini menjadi ruang belajar yang bermakna, menggembirakan, dan kontekstual. 

Anak-anak tidak hanya belajar pengetahuan, tetapi juga mengembangkan kreativitas, kemandirian, kolaborasi, serta kecintaan terhadap budaya dan warisan sejarah.

“Semoga kegiatan ini tidak berhenti sebagai sebuah perayaan, tetapi menjadi pengalaman belajar yang membentuk karakter, memperkuat identitas Bintaraloka, dan menumbuhkan kebanggaan sebagai generasi penerus bangsa,” kelas Pak Teguh Kepala SMP Negeri 3 Malang.

Mengenal Sejarah, Sebuah Cara untuk Lebih Mencintai Kota Tempat Tinggal Kita

Ketika kita berkeliling kota Malang, pernahkah kita memikirkan apa sejarah di balik keindahan Balai Kota? Jalan Ijen atau Kayutangan? Bagaimana rencana tata kota di zaman dulu sehingga Malang bisa tertata seperti sekarang ini?

Betapa banyak bangunan atau tempat bersejarah yang kita lalui tiap hari, tapi kita sendiri sebagai warga Malang tidak tahu cerita apa yang ada di balik bangunan tersebut.

Berkaitan dengan dengan hal tersebut, maka salah satu kegiatan dari kokurikuler kelas sembilan yang mengambil tema ” Malang Heritage”, mengundang seorang pemerhati sejarah untuk memberikan paparan tentang berbagai tempat dan bangunan bersejarah di Kota Malang. 

Acara yang berlangsung sekitar dua jam ini dilaksanakan pada hari Kamis (15/10), dan diikuti sekitar 280 siswa dengan narasumber Pak Irawan, seorang pemerhati sejarah yang merupakan Arema asli.

Siswa mengajukan pertanyaan tentang bangunan bersejarah di Kota Malang, dokumentasi pribadi

Acara demikian gayeng. Siswa  mengikuti semua penjelasan narasumber sembari membuat catatan. Ada rasa takjub ketika melihat foto-foto di masa lalu. Betapa sepi dan  indahnya kota Malang saat itu. Seperti dalam dongeng, mungkin itu yang terbersit dalam benak mereka.

Narasumber membuka penjelasan dengan sebuah pertanyaan apakah siswa tahu akan sejarah SMP Negeri 3 Malang?

SMP Negeri 3 Malang, dulu bernama MULO Wilhelmina, sumber gambar: koleksi Bintaraloka

Sekilas sejarah SMP Negeri 3 Malang, dulu sekolah ini bernama MULO Wilhelmina. Dan dinamakan Wilhelmina karena berlokasi di Jalan Wilhelmina yang kemudian berubah menjadi jalan Dr Cipto. 

“Jalan Wilhelmina ini adalah distrik pertama yang dibangun di Kota Malang,” lanjut Pak Irawan.

Dijelaskan lebih lanjut, pembangunan tata ruang Kota Malang telah dikembangkan sejak era kolonial Belanda. 

Pengembangan tata kota ini dibuat berdasarkan Bouwplan atau rencana pembangunan kota. Bouwplan di Malang dirancang oleh kotapraja Malang dengan memanfaatkan perspektif kedudukan gunung di sekeliling dan sungai yang membelah kota. Rancangan tata kota ini menjadi rancangan kota terbaik di Hindia Belanda saat itu.

Delapan Blouwplan untuk pengembangan Kota Malang saat itu meliputi:

Pelaksanaan Blouwplan I dimulai pada Mei 1917 yaitu dengan keputusan untuk membangun perumahan bagi orang Eropa. Perumahan baru ini dinamakan Oranjebuurt atau daerah Orange yang dihuni keluarga kerajaan Belanda. Ini adalah  perumahan pertama di Malang. 

Daerah Oranjebuurt banyak menggunakan nama anggota keluarga kerajaan Belanda sebagai nama jalan. Mulai Wilhelmina Straat (sekarang Jalan Dr Cipto), Juliana Straat (Jalan RA Kartini), Emma Straat (Jalan Dr Sutomo), Willem Straat (Jalan Diponegoro), Maurits Straat (Jalan MH Thamrin) hingga Sophia Straat (Jalan Cokroaminoto).

Perencanaan tata kota selanjutnya adalah Blouwplan II yang difokuskan untuk kawasan pusat pemerintahan yang mulai dibangun pada tahun 1922. Kawasan ini dinamai Gouverneur-Generaalbuurt yang meliputi Gedung Balai Kota Malang, Alun Alun Tugu Kota Malang, Hotel Splendid hingga sekolah SMA Negeri Tugu.

Kawasan ini banyak menggunakan nama gubernur jenderal terkenal era Hindia Belanda seperti Daendels boulevard (sekarang Jalan Kertanegara), Van inhoff straat (Jalan Gajahmada), Speelman straat (Jalan Majapahit), Maetsuucker straat (Jalan Tumapel), Riebeeck straat (Jalan Kahuripan), Van Oudthoorn straat (Jalan Brawijaya), Idenburg straat (Jalan Suropati), Van den Bosch (Jalan Sultan Agung), Van Heutz straat (Jalan Pajajaran) hingga Van Der Capellen Straat (Jalan Sriwijaya).

Bouwplan III menjadi rencana perluasan kota berikutnya, yaitu pembangunan kawasan pemakaman untuk orang Eropa di Kecamatan Sukun yang kini dikenal sebagai Kuburan Londo. Luasnya mencapai 3.740 meter persegi.

Kuburan Londo Sukun , Sumber gambar: Telusuri

Bouwplan IV dilaksanakan mulai tahun 1920 dengan  pembangunan perumahan kelas menengah ke bawah di daerah Celaket dan Lowokwaru.

Pembangunan Jalan Ijen, kawasan olah raga di kawasan Semeru masuk dalam Bouwplan V.  Prencanaan tata kota dalam Blouwplan V ini  ini  kental akan pertemuan jalan besar dengan hiasan taman bunga.

Bouwplan VI pada 1932-1940 dimulai dengan pembangunan perumahan Eilandenbuurt atau daerah pulau pulau. Seperti Jalan Lombok, Jalan Jawa, Jalan Sumba, Jalan Flores, Jalan Madura, Jalan Bali, Jalan Kangean, Jalan Bawean, Jalan Sapudi hingga Jalan Seram.

Selain itu, pasar pasar rakyat seperti Pasar Bunul, Pasar Kebalen, Pasar Oro oro Dowo, Pasar Embong Brantas, Pasar Lowokwaru, Pasar Blimbing dan Pasar Dinoyo menjadi bagian dari Bouplan VI yang dibangun pada tahun 1932 hingga 1940.

Jalan Semeru, sumber gambar: Best Juliant

Bouwplan VII menjadi perencanaan lanjutan dari Bouwplan V yang dimulai pada 1940. Pembangunan ini menjadi pengembangan kawasan Jalan Ijen, yakni dengan dibangunnya perumahan elit.

Terakhir, Bouwplan VIII yang dimulai pada 1935-1942 dengan area seluas 179.820 meter persegi. Area ini dibangun untuk kawasan industri yang lokasinya dekat dengan jalur rel kereta api. Kawasan industri itu bisa ditemui di wilayah sekitar Stasiun Kota Lama dan area perluasannya di Blimbing yakni di Jalan Tenaga.

Pembangunan ala kolonial Belanda ini akhirnya berhenti seiring dengan masuknya Jepang ke Malang pada 1942, dan selanjutnya pembangunan dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia.

Sebelum acara tanya jawab narasumber juga menjelaskan tentang Monumen Pahlawan TRIP yang merupakan makam dari 35 Tentara Republik Indonesia Pelajar yang gugur dalam agresi militer Belanda pada bulan Juli 1947.

Monumen Pahlawan TRIP, dokumentasi pribadi

Tanya jawab dan diskusi berlangsung sangat menarik. Pak Irawan beberapa kali memberikan pertanyaan yang langsung dijawab dengan antusias oleh anak- anak.

Beberapa pertanyaan juga muncul dari anak anak. Misal mengapa dinamakan Kota Malang? Mengapa beberapa sekolah Zaman Belanda memisahkan antara siswa laki-laki dan perempuan?

Belajar sejarah  adalah sebuah cara yang hangat untuk  mencintai kota tempat tinggal kita.

Sebuah pembahasan menarik muncul juga tentang jembatan Buk gluduk.

Ya, jembatan yang berdekatan dengan stasiun Kota Baru ini masih kokoh berdiri sejak dibangun tahun 1890-1897. Dinamakan Buk gludug karena jembatan kayu ini berbunyi ‘gludug-gludug’ ketika dilewati pedati atau cikar. Kata ‘buk’ berasal dari kata ‘brug’ dalam bahasa Belanda yang artinya jembatan. Alhasil, jembatan inipun dinamakan ‘Buk Gludug’.

Jembatan buk gluduk, dokumentasi Pak Ir

Hari yang luar biasa. Antusias siswa, kesabaran narasumber dalam menjawab pertanyaan serta memberikan paparan adalah chemistry yang sangat mengasyikkan untuk bersama-sama belajar sejarah Kota Malang.

Di balik tempat tempat yang hampir tiap hari kita lalui, ternyata banyak tersimpan cerita yang mungkin belum kita ketahui. Adalah penting untuk mengetahui sejarah kota kita. Tahu sejarah membuat kita merasa menjadi bagiannya, bahkan mencintainya, karena belajar sejarah  adalah sebuah cara yang hangat untuk  mencintai kota tempat tinggal kita.

Salam dari Kota Malang 😊

Kunjungi Pameran Museum Bersama, Pelajari Jejak Sejarah Peradaban Malang Raya

Suasana di depan gerbang pintu masuk Mpu Purwa demikian ramai. Beberapa mikrolet datang ngedrop anak-anak yang akan melakukan kunjungan ke pameran hari itu.

Suasana sedikit crowded sampai ketika kami sekelas demi sekelas mulai masuk area pameran.

Ya, hari Selasa (13/10) siang itu kami mengunjungi Pameran Bersama Temporer 8 Museum yang diadakan di Museum Mpu Purwa Malang.

Kunjungan yang kami lakukan hari itu adalah bagian dari kegiatan kokurikuler kelas 9 yang mengambil tema Malang Heritage. Kegiatan ini bertujuan agar siswa lebih memahami sejarah Malang dan pada akhirnya mereka lebih cinta akan Kota Malang sebagai tempat tinggal mereka.

Tentang Pameran Museum di Mpu Purwa

Siap berangkat ke Museum Mpu Purwa, dokumentasi pribadi

Pameran bersama ini diikuti oleh delapan museum di Malang Raya. Mengusung tema Perjalanan Waktu dan Jejak Peradaban Malang Raya, dalam pameran ini dihadirkan koleksi serta informasi sejarah dari  Museum Mpu Purwa, Museum Singhasari, Museum Ganesya, Museum Brawijaya, Museum Pendidikan, Museum Musik, Museum Zoologi Fr. M. Vianney BHK, dan Museum Karmel Padmawiyata.

Saya yang orang Malang asli merasa sangat surprise. Sungguh tak menyangka jika Malang ternyata punya museum sebanyak ini.

Suasana pameran , dokumentasi pribadi

Setelah masuk area pameran, anak anak pun menyebar ke masing masing stand museum untuk mencatat berbagai informasi menarik yang mereka dapatkan di sana.

Saya sendiri memulai perjalanan dari Museum Musik Indonesia. Museum yang berlokasi di Jl Sukarno Hatta ini menghadirkan poster para seniman musik kota Malang, seperti Silvia Saartje, Ian Antono dan Sal Priadi.

Silvia Saartje adalah lady rocker di kisaran tahun 70-80, Ian Antono adalah gitaris God Bless  yang ngetop di era 80-90 an dan Sal Priadi adalah penyanyi yang masih eksis hingga saat ini.

Sylvia Saartje, Sal Priadi dan Ian Antono, dokumentasi pribadi

“Wah, luar biasa ini suaranya,” komentar saya sambil mendekati poster Sang Lady Rocker.

“Benar, serak- serak begitu ya,” jawab penjaga stand museum. Pembicaraanpun semakin asyik, melantur kesana-kemari, baik tentang penyanyi maupun grup band lawas yang pernah terkenal di masa lalu.

Di stand Museum Musik Indonesia , dokumentasi pribadi

“Ian Antono ini gitarisnya God Bless,” kata penjaga stand. 

“Wah, benar. Ruame dulu konsernya di stadion Gajayana,” timpal saya.

Ya, ketika itu God Bless adalah band yang banyak digemari. Konsernya selalu membludak. Dengan hitsnya seperti Kehidupan, Semut Hitam, God Bless benar benar merajai musik di tanah air saat itu.

Dari stand Museum Musik saya berjalan ke stand Museum Pendidikan dan Museum Karmel Padmawiyata.

Di Museum Pendidikan kami disuguhi aneka koleksi mata uang baik dari Indonesia maupun negara lain. Berbagai koleksi tersebut diletakkan dalam sebuah album. 

Siswa mengamati koleksi mata uang, dokumentasi pribadi

Sambil membuka lembarannya satu persatu, pengunjung bisa bertanya berkaitan dengan koleksi mata uang tersebut.

Di stand Museum Karmel Padmawiyata yang tak jauh dari Museum Musik, kami bisa melihat lembaran Injil kuno yang masih menggunakan Bahasa Latin. 

Menurut keterangan, Injil tersebut dulunya masih sering dipakai beribadah pada zaman Belanda. 

Museum Karmel Padmawiyata  sendiri adalah museum sejarah dan kebudayaan yang dikelola oleh Ordo Karmel Indonesia di Malang dan berlokasi di kawasan  Oro-oro Dowo Malang.  

Sebuah hal yang sangat menarik kami jumpai di Museum Zoologi Fr. M. Vianney BHK. Di sini para pengunjung diperbolehkan memegang ular yang lumayan besar yang menjadi salah satu koleksi museum selain berbagai cangkang moluska.

Mencoba memegang ular di Museum Zoologi, dokumentasi pribadi

Museum Zoologi Fr. M. Vianney BHK terletak di dusun Karangwidoro kecamatan Dau Kabupaten Malang. Museum ini tidak hanya berfungsi sebagai ruang pamer, tetapi juga sebagai tempat belajar tentang keanekaragaman fauna, penelitian hewan, serta praktik perawatan dan konservasi satwa. 

“Wiii,” pekik beberapa siswa geli, sementara siswa yang lain penasaran ingin mendekati ular yang dibawa oleh penjaga stand museum.

 Museum Singhasari  yang banyak menyimpan artefak, arca, dan sejarah mengenai Kerajaan Singhasari pada hari itu menyajikan aneka keris dan replika benda benda yang ada di Candi Singosari, seperti dwarapala. 

Stand pameran berbagai museum, dokumentasi pribadi

Tentang keris yang dipamerkan, dijelaskan bahwa jika keris lurus, maka  keris tersebut adalah peninggalan dari masa Kerajaan Singosari, sedangkan jika mempunyai luk (berbelok-belok) maka itu peninggalan dari masa Majapahit.

Jika di stand Museum Brawijaya kita bisa melihat berbagai macam senjata yang digunakan untuk perang di masa agresi militer tahun 1947, maka di Museum Panji kita bisa melihat aneka barang yang sering dipakai dalam kehidupan sehari-hari.

Mencoba alat jebakan tikus , dokumentasi pribadi

Barang yang dipamerkan di sini seperti jebakan tikus, pengaduk adonan juga alat pijat. yang pernah dipakai di kisaran tahun 1900 an

Wayang potehi, wayang suket bisa kita lihat dari dekat di stand Museum Ganesya. Menurut keterangan, museum Ganesya yang terletak di Graha Kencana Raya, Karanglo, Singosari, Kabupaten Malang ini mempunyai banyak koleksi artefak menarik peninggalan kerajaan Singosari dan Majapahit.

Wayang potehi, dokumentasi pribadi

Perjalanan hari itu kami akhiri dengan melihat koleksi museum Mpu Purwa yang terdiri atas berbagai macam topeng Malangan, peninggalan sejarah dari kerajaan yang ada di Malang termasuk diorama yang bercerita tentang berdirinya Singasari, keruntuhannya dan berdirinya Kerajaan Majapahit.

“Bagaimana perjalanan hari ini? Menyenangkan?” tanya saya pada seorang siswa. 

“Menyenangkan,” ungkap seorang siswa

“Saya baru tahu Malang punya museum sebanyak ini,” ungkap siswa yang lain.

“Luar biasa, koleksi cangkangnya bagus dan asli, saya pikir replika,” ungkap Tama, salah satu siswa yang rupanya tertarik pada aneka cangkang moluska di Museum Zoologi.

Cara yang paling hangat untuk mencintai tempat kita tinggal adalah dengan cara mengenal sejarahnya.

Hari yang luar biasa. Perjalanan hari itu membuka mata kami bahwa Malang bukan sekadar kota dengan udara sejuk dan kulinernya yang menggoda. Ia menyimpan jejak peradaban yang panjang, tersimpan rapi dalam delapan museum yang tersebar di Malang Raya.

Kami pulang dengan lelah yang menyenangkan karena membawa banyak cerita. Sebuah pelajaran yang kami dapatkan hari itu adalah bahwa cara yang paling hangat untuk mencintai tempat kita tinggal adalah dengan cara mengenal sejarahnya. Dan Malang, dengan segala jejak peradabannya, pantas untuk terus dikenang, dijaga, dan dibanggakan.

Tabungan dan Pinjaman

Tabungan Koperasi Sekolah

Koperasi sekolah membuka program tabungan siswa. Rani membuka rekening dengan setoran awal Rp500.000. Setiap bulan ia menyetor Rp100.000. Koperasi memberikan bunga tunggal 6% per tahun yang dihitung hanya dari setoran awal. Rani ingin mengumpulkan minimal Rp1.500.000 untuk membeli laptop bekas.

Pertanyaan:

a. Berapa saldo Rani setelah 10 bulan?

b. Apakah target Rani tercapai? Jelaskan.

c. Jika setelah 10 bulan Rani tetap menyetor Rp100.000 per bulan dan bunga tidak berubah, berapa bulan lagi agar saldo mencapai Rp2.000.000?

Pinjaman Koperasi

Pak Budi meminjam Rp6.000.000 di koperasi untuk modal usaha. Koperasi menerapkan bunga tunggal 9% per tahun dari pokok pinjaman. Pinjaman diangsur selama 12 bulan dengan pokok yang sama setiap bulan. Biaya administrasi sudah termasuk dalam bunga.

Pertanyaan:

a. Berapa bunga per bulan?

b. Berapa angsuran yang harus dibayar Pak Budi setiap bulan?

c. Berapa total uang yang dibayarkan Pak Budi sampai lunas?

dokumentasi pribadi

Tabungan Pendidikan

Bu Sari membuka tabungan pendidikan untuk anaknya. Ia menyetor awal Rp2.000.000. Setiap bulan ia menabung Rp200.000. Bank memberikan bunga tunggal 4% per tahun yang dihitung dari setoran awal. Bu Sari menargetkan tabungan mencapai Rp5.000.000.

Pertanyaan:

a. Berapa saldo tabungan setelah 1 tahun?

b. Apakah target Bu Sari sudah tercapai? Jika belum, berapa kekurangannya?

c. Jika setelah 1 tahun ia tetap menabung Rp200.000 per bulan, berapa bulan lagi target tercapai?

Memilih Pinjaman Modal

Bu Ani membutuhkan Rp10.000.000 untuk modal usaha. Ia mendapat dua penawaran:

· Bank A: bunga tunggal 8% per tahun dari pokok, biaya administrasi Rp200.000, tenor 12 bulan.

· Bank B: bunga tunggal 1% per bulan dari pokok, tanpa biaya administrasi, tenor 12 bulan.

Pertanyaan:

a. Hitung total uang yang harus dibayar Bu Ani jika memilih Bank A.

b. Hitung total uang yang harus dibayar jika memilih Bank B.

c. Manakah yang lebih murah? Berapa selisihnya?

Tabungan Qurban

Masjid Al-Ikhlas membuka program tabungan qurban. Peserta menyetor Rp500.000 setiap bulan selama 12 bulan. Panitia menambahkan subsidi 5% dari total setoran peserta. Harga satu ekor kambing Rp3.500.000 dan satu ekor sapi Rp14.000.000. Pak Rahmat mengikuti program tersebut.

Pertanyaan:

a. Berapa total tabungan Pak Rahmat setelah 12 bulan?

b. Jika ia ingin berqurban kambing, apakah tabungannya cukup? Berapa kelebihan/kekurangannya?

c. Jika ia ingin berqurban sapi, berapa bulan minimal ia harus menabung?

Pinjaman dengan Denda

Andi meminjam Rp3.000.000 untuk membeli sepeda. Pinjaman diangsur 6 bulan. Bunga tunggal 2% per bulan dari pokok pinjaman. Jika terlambat membayar, ia dikenakan denda 5% dari angsuran bulanan untuk setiap bulan keterlambatan. Andi terlambat membayar selama 2 bulan.

Pertanyaan:

a. Berapa angsuran bulanan Andi?

b. Berapa total denda yang harus dibayar?

c. Berapa total uang yang harus dibayar Andi selama dua bulan tersebut?

 Dua Saudara Menabung

Alya dan Bima bersaudara menabung di bank yang sama. Alya menabung Rp150.000 setiap bulan, sedangkan Bima menabung Rp200.000 setiap bulan. Mereka mulai menabung pada bulan yang sama. Bank memberikan bonus 5% dari total setoran setelah 12 bulan. Bonus tidak diberikan jika menarik tabungan sebelum 12 bulan.

Pertanyaan:

a. Setelah berapa bulan selisih tabungan mereka Rp500.000?

b. Setelah 13 bulan, berapa saldo Alya dan Bima masing-masing? Berapa selisih saldo mereka setelah bonus?

Membeli Motor: Menabung atau Meminjam?

Pak Dedi ingin membeli motor Rp18.000.000. Ia punya dua pilihan:

· Pilihan 1: menabung Rp1.500.000 per bulan tanpa bunga sampai uangnya cukup.

· Pilihan 2: membayar DP Rp3.000.000 sekarang, lalu meminjam Rp15.000.000 dengan bunga tunggal 12% per tahun selama 12 bulan.

Pertanyaan:

a. Berapa bulan Pak Dedi harus menabung pada Pilihan 1?

b. Berapa total uang yang dikeluarkan pada Pilihan 2?

c. Pilihan mana yang lebih murah? Berapa selisihnya?

Relasi dan Fungsi

Amatilah gambar di atas. Tampak beberapa siswa dengan baju adat sedang melakukan kegiatan sesuai hobi masing-masing. Relasi antara siswa dan baju adat, juga antara siswa dan hobi adalah fungsi atau pemetaan. Apakah fungsi atau pemetaan itu?

Fungsi atau pemetaan adalah relasi khusus dari himpunan A ke himpunan B yang memasangkan setiap anggota himpunan A ke tepat satu anggota himpunan B. 

Istilah Penting dalam Fungsi

  • Domain: Daerah asal atau seluruh anggota [himpunan A].
  • Kodomain: Daerah kawan atau seluruh anggota [himpunan B].
  • Range: Daerah hasil, yaitu subset dari kodomain yang merupakan pasangan aktual dari anggota domain. 

Cara Menyatakan Fungsi

  • Diagram Panah: Menggambarkan hubungan antar-anggota dua himpunan menggunakan tanda panah.
  • Himpunan Pasangan Berurutan: Menuliskan pasangan dalam bentuk koordinat .
  • Diagram Kartesius: Menyajikan anggota domain pada sumbu-X dan kodomain pada sumbu-Y. 

Untuk pemahaman lebih lanjut tentang relasi dan fungsi mari kita lihat soal soal berikut ini!

Hewan Peliharaan

sumber gambar : Kompas.com

Di sebuah desa, setiap penduduk memiliki satu hewan peliharaan kesayangan. Tidak ada penduduk yang memelihara lebih dari satu hewan, dan tidak ada hewan yang dipelihara oleh lebih dari satu penduduk. Hubungan antara “penduduk” dan “hewan peliharaan” digambarkan sebagai pasangan.

Berdasarkan aturan desa tersebut, manakah pernyataan yang paling tepat?

A. Hubungan itu adalah fungsi, karena setiap penduduk punya tepat satu hewan peliharaan.
B. Hubungan itu bukan fungsi, karena hewan peliharaan bisa banyak.
C. Hubungan itu bukan fungsi, karena penduduk bisa memelihara banyak hewan.
D. Hubungan itu bukan fungsi, karena tidak ada bilangan di dalamnya.

Kunci Pintu

Di sebuah kerajaan terdapat sekumpulan kunci dan sekumpulan pintu. Setiap kunci hanya dapat membuka satu pintu tertentu. Namun, satu pintu bisa dibuka oleh beberapa kunci yang berbeda. Hubungan antara “kunci” dan “pintu yang dapat dibuka” dicatat dalam sebuah diagram panah.

Seorang penjaga istana berkata, “Jika kita melihat dari arah kunci ke pintu, hubungan ini sungguh teratur.” Namun, seorang filsuf berkata, “Belum tentu, karena bisa jadi ada kunci yang tidak membuka pintu mana pun.”

Manakah analisis yang paling tepat tentang hubungan tersebut?

A. Hubungan kunci ke pintu adalah fungsi, karena setiap kunci hanya membuka satu pintu.
B. Hubungan kunci ke pintu bukan fungsi, karena satu pintu bisa dibuka banyak kunci.
C. Hubungan kunci ke pintu adalah fungsi, karena setiap pintu pasti punya kunci.
D. Hubungan kunci ke pintu bukan fungsi, karena jumlah kunci dan pintu tidak sama.

Buku dan Peminjam

Membaca buku di perpustakaan, by : Gemini AI

Di sebuah perpustakaan, setiap buku hanya boleh dipinjam oleh satu pembaca. Namun, seorang pembaca boleh meminjam banyak buku. Hubungan antara “buku” dan “pembaca yang meminjam” dibuat dalam diagram panah.

Penjaga perpustakaan ingin mengetahui apakah hubungan dari buku ke pembaca merupakan fungsi. Ia juga ingin mengetahui apakah hubungan dari pembaca ke buku merupakan fungsi.

Manakah pernyataan yang paling tepat?

A.Buku ke pembaca adalah fungsi, sedangkan pembaca ke buku bukan fungsi.
B. Buku ke pembaca bukan fungsi, sedangkan pembaca ke buku adalah fungsi.
C. Keduanya adalah fungsi.
D. Keduanya bukan fungsi.

Klub Sains

Di sebuah klub sains, terdapat lima siswa yang masing-masing memiliki nomor anggota: 1, 2, 3, 4, dan 5. Setiap siswa hanya boleh memilih satu jenis eksperimen favorit. Hubungan antara “nomor anggota” dan “jenis eksperimen favorit” dicatat sebagai pasangan berurutan. Data yang tercatat adalah saebagai berikut:

  • Anak nomor 1 memilih roket air
  • Anak nomor 2 memilih volcano
  • Anak nomor 3 memilih roket air
  • Anak nomor 4 memilih magnet
  • Anak nomor 5 memilih volcano

Seorang pembina berkata, “Hubungan ini adalah fungsi.” Seorang siswa membantah, “Tidak, karena ada eksperimen yang dipilih lebih dari satu siswa.”

Manakah pernyataan yang paling tepat?

A. Hubungan itu fungsi, karena setiap nomor anggota memiliki tepat satu eksperimen favorit.
B. Hubungan itu bukan fungsi, karena roket air dipilih oleh dua siswa.
C. Hubungan itu bukan fungsi, karena jumlah eksperimen lebih sedikit daripada siswa.
D. Hubungan itu fungsi, karena semua nomor anggota berbeda.

Turnamen Catur

Di sebuah turnamen catur, terdapat empat pemain dengan nomor peserta: 10, 20, 30, dan 40. Setiap pemain melawan tepat satu lawan dalam babak pertama. Hubungan antara “nomor peserta” dan “nomor lawan” dicatat sebagai pasangan berurutan.

Data yang tercatat adalah:

  • 10 melawan 30
  • 20 melawan 40
  • 30 melawan 10
  • 40 melawan 20

Panitia berkata, “Hubungan dari nomor peserta ke nomor lawan adalah fungsi.” Seorang peserta bertanya, “Apakah hubungan ini juga korespondensi satu-satu?”

Manakah pernyataan yang paling tepat?

A. Hubungan itu fungsi, tetapi bukan korespondensi satu-satu.
B. Hubungan itu fungsi dan korespondensi satu-satu.
C. Hubungan itu bukan fungsi, tetapi korespondensi satu-satu.
D. Hubungan itu bukan fungsi dan bukan korespondensi satu-satu.

Hobi

Hobi siswa, dokumentasi pribadi

Lima orang siswa yaitu Adi, Bima, Citra, Dina, dan Eka diminta menuliskan satu hobi favorit mereka. Hobi yang tersedia adalah membaca, melukis, berkebun, memasak, dan fotografi. Setiap siswa hanya boleh memilih satu hobi. Hubungan antara “nama siswa” dan “hobi favorit” dicatat sebagai pasangan berurutan.

Data yang tercatat adalah:

  • Adi memilih membaca
  • Bima memilih melukis
  • Citra memilih membaca
  • Dina memilih berkebun
  • Eka memilih fotografi

Guru berkata, “Hubungan ini adalah fungsi.” Seorang siswa bertanya, “Mengapa bisa disebut fungsi, padahal membaca dipilih oleh dua orang?”

Manakah penjelasan yang paling tepat?

A. Karena setiap siswa memiliki tepat satu hobi favorit.
B. Karena setiap hobi favorit dimiliki oleh tepat satu siswa.
C. Karena jumlah siswa lebih banyak daripada jumlah hobi.
D. Karena hobi membaca dipilih oleh Adi dan Citra.

Klub Olah Raga

Olah raga, sumber gambar: Gemini AI

Di sebuah klub olahraga, terdapat empat anggota dengan nomor anggota: 1, 2, 3, dan 4. Setiap anggota memilih satu olahraga favorit. Olahraga yang tersedia adalah sepak bola, bulu tangkis, renang, dan basket. Hubungan antara “nomor anggota” dan “olahraga favorit” dicatat sebagai pasangan berurutan.

Data yang tercatat adalah:

  • Anggota 1 memilih sepak bola
  • Anggota 2 memilih bulu tangkis
  • Anggota 3 memilih renang
  • Anggota 4 memilih basket

Pelatih berkata, “Hubungan ini adalah korespondensi satu-satu.” Seorang anggota bertanya, “Apa alasannya?”

Manakah alasan yang paling tepat?

A. Karena setiap anggota memiliki satu olahraga favorit dan setiap olahraga favorit dimiliki oleh tepat satu anggota.
B. Karena jumlah anggota sama dengan jumlah olahraga.
C. Karena sepak bola adalah olahraga paling populer.
D. Karena setiap anggota boleh memilih lebih dari satu olahraga.

Genre Musik Favorit

Di sebuah komunitas musik, lima remaja yaitu Fani, Gilang, Hana, Irfan, dan Joko diminta menuliskan satu genre musik favorit. Genre yang tersedia adalah pop, rock, jazz, dangdut, dan klasik. Hubungan antara “nama remaja” dan “genre musik favorit” dicatat sebagai pasangan berurutan.

Data yang tercatat adalah:

  • Fani memilih pop
  • Gilang memilih rock
  • Hana memilih pop
  • Irfan memilih jazz
  • Joko memilih rock

Seorang pembina berkata, “Jika kita membuat hubungan dari genre musik ke nama remaja, maka hubungan itu bukan fungsi.” Seorang remaja bertanya, “Mengapa?”

Manakah alasan yang paling tepat?

A. Karena genre pop dimiliki oleh Fani dan Hana, serta rock dimiliki oleh Gilang dan Joko, sehingga satu genre bisa berpasangan dengan lebih dari satu nama.
B. Karena setiap remaja hanya memilih satu genre musik.
C. Karena jumlah genre musik ada lima.
D. Karena jazz hanya dipilih oleh Irfan.

Film Favorit

Di sebuah kelas, terdapat empat siswa dengan nomor absen: 11, 12, 13, dan 14. Setiap siswa memilih satu film favorit. Film yang tersedia adalah film petualangan, komedi, horor, dan animasi. Hubungan antara “nomor absen” dan “film favorit” dicatat sebagai pasangan berurutan.

Data yang tercatat adalah:

  • Absen 11 memilih petualangan
  • Absen 12 memilih komedi
  • Absen 13 memilih horor
  • Absen 14 memilih animasi

Kemudian datang siswa baru dengan nomor absen 15. Ia belum memilih film favorit. Guru berkata, “Jika siswa baru ini belum memilih film favorit, maka hubungan dari nomor absen ke film favorit bukan fungsi.”

Manakah alasan yang paling tepat?

A. Karena ada anggota domain, yaitu absen 15, yang tidak memiliki pasangan di kodomain.
B. Karena film animasi hanya dipilih oleh satu siswa.