Categories
Serba-serbi

Buka Hati dengan Matahati, Sebuah Perayaan Maulid dengan Nuansa yang Berbeda

Dan demi nafas

Yang telah kau hembuskan

Dalam kehidupanku

Ku berjanji

Ku akan menjadi yang terbaik

(Lagu Dengan Nafas Mu -Ungu)

Suara merdu penyanyi yang diiringi grup band Bintaraloka membuat sebagian besar yang hadir hari itu ikut bersenandung.

Lagu Dengan nafasMu dari Ungu yang pernah hits beberapa tahun yang lalu, membuat suasana terasa teduh meski tetap meriah. 

Band yang membawakan lagu pop Islami, dokumentasi Bintaraloka

Ya, pagi itu warga Bintaraloka merayakan Maulid Nabi Muhammad Saw.

Seperti yang dijelaskan Pak Abid selalu ketua panitia, sudah selayaknya milad, hari lahir atau hari ulang tahun nabi Muhammad kita rayakan dalam suasana yang meriah. Nabi Muhammad, Sang Al Amin yang telah mengajak kita semua menuju ke jalan kebenaran.

Acara Maulid Nabi kali ini dibuka dengan sholawat dari  Al Banjari dan lagu-lagu pop Islami. Lagu lagu Islami dibawakan oleh Kirana dan band pengiring yang terdiri atas Medina, Sybia, Duke dan Addin. 

Aksi Al Banjari, dokumentasi Bintaraloka

Karena lagu yang dibawakan sangat akrab dengan telinga, yang hadir bahkan ikut menyanyi bersama. Acara hiburan dipandu oleh pembawa acara Lily dan Saka. 

Pembawa acara dari siswa, Lily dan Saka, dokumentasi Bintaraloka

Sekitar pukul tujuh lebih acarapun dimulai. Acara dibuka dengan bacaan surat Al Fatihah yang dipimpin oleh pembawa acara Pak Faqih dan Bu Triana. Sesudahnya acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an.

PaknFaqih dan Bu Triana, pembawa acara dari guru, dokumentasi Bintaraloka

Sejenak terbuai dengan suara lembut Ayra Firna Derlen, acara kembali dilanjutkan dengan sambutan dari ibu Kepala sekolah dan Bapak pengawas PAI, Drs Junaedi, M.Pd. 

Lewat sambutan tersebut diterangkan tentang  pentingnya merayakan Maulid Nabi dan meneladani akhlak Nabi Muhammad Saw.

Sambutan kepala SMPN 3 Malang, dokumentasi pribadi
Sambutan pengawas PAI, dokumentasi BDI

Ada yang berbeda dari acara Maulid nabi kali ini. Bersama tim Matahati, Bintaraloka mengadakan acara muhasabah diri dan motivasi sebagai acara inti.

Lewat pembicara dari tim Matahati, diterangkan tentang betapa jahatnya tindakan bullying dan perlunya kita hadapi tindakan bullying dengan keberanian dan kesabaran.

Dalam acara tersebut juga diterangkan betapa besar jasa orang tua yang telah membesarkan dan mendidik kita semua.

Suasana muhasabah dan motivasi , dokumentasi pribadi

Suara Kak Acun dengan intonasinya yang lembut dan diksi yang bagus membuat  suasana begitu mengharukan. 

Pemateri dari Matahati ini memiliki nama lengkap Muhammad Syamsun, ST, M.Pd, dan telah mengikuti berbagai program pelatihan bahkan menjadi pembicara baik di tingkat nasional maupun internasional.

Kak Acun, pemateri muhasabah dan motivasi dari Matahati, dokumentasi BDI

Menurut cerita alumni universitas Brawijaya (S1) dan Universitas negeri Malang (S2) ini, beliau semasa kecil pernah menjadi korban bullying. Dan Kak Acun mengatakan bahwa bullying adalah perbuatan yang benar- benar merugikan orang lain.

Dalam acara ini sebagian besar siswa maupun guru meneteskan air mata karena terharu.

Suasana muhasabah dan motivasi , dokumentasi pribadi
Suasana muhasabah dan motivasi, dokumentasi pribadi

Sungguh sebuah acara yang sarat pesan. Tidak hanya memberikan nuansa baru, acara Maulid kali ini benar-benar memberikan kesan yang begitu dalam pada para pesertanya.

Panitia Maulid, dokumentasi pribadi

Akhirnya terima kasih pada Pak Abid, Bu Utin, Bu Ida juga panitia Maulid yang lain. Semoga dengan berkah Maulid, siswa Bintaraloka akan tumbuh menjadi generasi yang berakhlak baik dengan karakter yang membanggakan.  

Allahumma Sholli ala Muhammad.

Categories
Reportase

Ketika Bintaraloka Merayakan Hari Batik Nasional

Ada yang istimewa di Bintaraloka Senin pagi itu. Pakaian batik berwarna-warni dikenakan hampir seluruh warga. Warna hijau, kuning, coklat, merah membuat suasana upacara bendera begitu ceria.

Gembira berbusana batik, dokumentasi pribadi

Aha, hari itu kami memperingati Hari Batik Nasional bersama-sama.

Jika di istana negara Hari Batik Nasional dirayakan dengan fashion show bertajuk Istana Berbatik, maka kami cukup Bintaraloka Berbatik. Meski sederhana, nuansa kebanggaan kami akan batik sangat terasa. Lebih-lebih saat kami membuat video ucapan selamat Hari Batik Nasional di lapangan volley.

Batik sebagai salah satu kekayaan budaya Indonesia memiliki sejarah yang panjang. Apa makna batik, sejarah dan filosofi yang ada di dalamnya? Berikut adalah penjelasannya.

Sejarah dan Ragam Motif Batik di Indonesia

Berbatik bersama, dokumentasi pribadi

Dikutip dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kata batik  berasal dari bahasa Jawa yaitu tritik, kata batik berasal dari gabungan dari dua kata yaitu amba yang maknanya adalah menulis serta titik yang maknanya adalah titik.

Batik membuat pemakainya semakin menarik, dokumentasi Anggita

Batik mulai dikenal sejak abad ke 17. Saat itu, motif dari batik didominasi oleh bentuk binatang serta tanaman. Lama-kelamaan motif batik semakin berkembang dan beralih pada motif-motif yang menyerupai awan maupun relief candi.

Berfoto bersama di depan sekolah, dokumentasi pribadi buz

Kesenian batik berkembang semakin meluas di Indonesia setelah akhir abad ke 18 atau sekitar awal ke 19. Saat itu batik yang ada adalah batik tulis, sementara batik cap dikenal setelah perang dunia I selesai atau pada tahun 1920.

Bapak ibu guru PPG berbaju batik bersama, dokumentasi ppg

Kita memiliki banyak ragam motif batik, mulai dari motif-motif yang berbentuk seperti binatang, awan maupun arca-arca. 

Setiap ragam motif batik Indonesia, sebenarnya memiliki makna dan kekhasan tersendiri. Berbagai ragam motif batik di Indonesia, di antaranya adalah :

1. Batik Mega Mendung

Batik Mega Mendung , sumber gambar: Gramedia

Mega Mendung adalah satu jenis batik yang paling populer di Cirebon, Jawa Barat. Arti dari motif batik mega mendung salah satunya ialah nilai kesabaran yang harus ada di dalam di setiap manusia.

2. Batik Sogan

Batik sogan, sumber gambar : Gramedia

Batik ini berasal dari Solo dan Jogjakarta. Motif sogan sudah ada sejak zaman nenek moyang dan biasa digunakan oleh para raja di keraton maupun kesultanan. 

Motif sogan cukup populer, sebab motif ini memiliki warna yang elegan yaitu kombinasi dari hitam dan cokelat. Batik sogan adalah batik favorit dari presiden RI Bapak Joko Widodo.

3. Batik tujuh Rupa

Batik Tujuh Rupa, sumber gambar: Gramedia

Batik ini berasal dari Pekalongan. Ciri khas batik Pekalongan yaitu didominasi oleh motif tumbuh-tumbuhan serta hewan. 

Batik Pekalongan memiliki motif bunga yang cerah  motif garis serta titik-titik yang cukup mempesona.

Motif-motif serta warna batik Pekalongan sangat variatif. Ini menggambarkan ciri kehidupan dari masyarakat pesisir yang mudah beradaptasi dengan pengaruh dari budaya luar.

4. Batik Betawi

Batik Betawi, sumber gambar : Gramedia

Umumnya batik Betawi menonjolkan warna-warna cerah serta menampilkan nilai budaya dari masyarakat Betawi. Motif yang cukup dominan pada kain batik Betawi adalah  ondel-ondel, Monas, Sungai Ciliwung hingga Peta Ceila. 

5. Batik Malangan

Batik Malangan, Sumber gambar: Tirto.id

Motif khas batik Malangan disebut juga dengan Malang Kucecwara, terdiri dari tujuh simbol khas Malang seperti tugu malang, mahkota, rumbai singa, bunga teratai, arca, sulur-sulur, dan isen-isen belah ketupat.

Tugu berasal dari relief candi di Malang dan monumen kota Malang. Bunga teratai adalah bunga yang disukai kendedes dan tumbuh disekitar monument Tugu.

Singa merupakan simbolis penduduk Malang, salah satunya supporter bola Arema. Topeng Malang merupakan kebudayaan dan seni asli dari daerah Malang.

Masih banyak lagi motif batik yang ada di Indonesia. Lebih-lebih dalam perkembangannya setiap daerah memiliki batik khas masing-masing.

Bapak ibu guru berbatik bersama, dokumentasi pribadi

Mengapa tanggal 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional?

Batik Indonesia  didaftarkan untuk mendapatkan status Warisan Budaya Tak Benda UNESCO pada 2 September 2008.

Pengajuan tersebut diterima secara resmi pada 9 Januari 2009, dan dikukuhkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada 2 Oktober 2009 di Abu Dhabi.

Untuk mengingat moment tersebut, melalui Kepress No. 33 Tahun 2009 akhirnya ditetapkan tanggal 2 Oktober sebagai hari Batik Nasional.

Dengan berbusana batik, suasana terasa lebih egaliter. Tidak hanya indah dan penuh filosofi, batik adalah perekat bangsa dan simbol persatuan. Batik seolah menghapus strata sosial masyarakat karena nilai kebersamaan yang digaungkannya.

Semakin cantik dengan batik, dokumentasi Pribadi

Berbusana batik tidak hanya membuat pemakainya tampil semakin cantik, namun bangga berbatik adalah satu cara yang tepat untuk menjaga identitas bangsa.

Selamat Hari Batik Nasional..😊

Sumber bacaan :

Gramedia.com

Tirto.id

Categories
Reportase

Selamatkan Bumi Dimulai dari Kita

Sebuah cerita tentang pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dengan tema lingkungan.

****

Sekelompok anak tampak sibuk berkutat dengan poster di hadapan mereka. Ada yang menulis dengan spidol, membuat hiasan kupu-kupu dari kertas origami, menempel hiasan-hiasan lainnya. 

Membuat atribut kampanye, dokumentasi pribadi

Sementara itu di bagian lain beberapa siswa membuka hp mencari ide untuk membuat lagi dan yel untuk kampanye tentang pengelolaan sampah demi menjaga bumi tercinta. Ada yang mengadaptasi lagu ataupun membuat pantun.

Semua begitu sibuk. Guru pendamping berkeliling sambil mengecek apakah semua kegiatan berjalan baik. Ya, semua harus dipersiapkan dengan matang sebelum penilaian akhir projek yang akan diadakan sehari lagi.

Materi cara membuat kampanye yang baik, dokumentasi pribadi

Itu adalah gambaran pelaksanaan kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di kelas tujuh yang hampir selesai dalam beberapa hari ini. 

Tahun ini Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di sekolah saya dilaksanakan oleh kelas tujuh dan delapan dengan tema berbeda. 

Jika kelas delapan mengambil tema demokrasi, maka kelas tujuh mengambil tema lingkungan, tepatnya tentang pengelolaan sampah. 

Mengapa yang diambil adalah masalah sampah?

Membuat atribut kampanye, dokumentasi pribadi

Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang begitu besar (nomor 4 di dunia setelah India, Cina dan Amerika ) sampah merupakan masalah serius di negara kita

Dari data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2022, jumlah timbunan sampah nasional mencapai angka 21.1 juta ton. 

Belajar di TPA Supit Urang, dokumentasi Bintaraloka

Dari total produksi sampah nasional tersebut, 65.71% (13.9 juta ton) dapat terkelola, sedangkan sisanya 34,29% (7,2 juta ton) belum terkelola dengan baik. Input data diperoleh dari 202 kab/kota se Indonesia. 

Melihat produksi sampah yang begitu besar, pola tradisional pengelolaan sampah yaitu  kumpul – buang – angkut harus dilengkapi dengan upaya pilah pilih sampah di rumah hingga penerapan gaya hidup 4R (reduce, reuse,replace,  recycle).

Berkaitan dengan masalah tersebut maka kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) tema 1 kelas tujuh mengambil judul Selamatkan Bumi Dimulai dari Kita.

Mendapat materi pengolahan sampah di TPA Supit Urang, dokumentasi Bintaraloka

Melalui proyek ini, diharapkan siswa dapat memiliki kebiasan peduli sampah dan lingkungan sekitar dengan memilah sampah, meminimalisir produksi sampah dan memproses sampah menjadi barang yang berguna.

Dimensi yang diambil dalam projek ini adalah Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia, Gotong Royong dan kreatif.

Beriman dan bertaqwa pada Tuhan yang Maha Esa dan Berakhlak mulia maksudnya menanamkan pada diri siswa tentang akhlak terhadap alam yang ditunjukkan dengan menjaga kelestarian lingkungan sekitar kita.

Gotong royong,  siswa diajak belajar bekerja sama dan saling memberikan semangat untuk mencapai tujuan bersama yaitu kelestarian alam sekitar kita.

 Kreatif, siswa diajak berinisiatif untuk menyelesaikan masalah lingkungan dengan mengajukan alternatif solusi baik melalui tindakan nyata ataupun kampanye.

Berbagai kegiatan P5 kali ini meliputi: 

Bersama produk infografik yang sudah jadi, dokumentasi pribadi

1. Paparan materi dari berbagai narasumber. Narasumber diambil dari dalam sekolah dan dari luar. Materi yang diberikan pada siswa adalah tentang sampah dan cara pemilahannya, serta bagaimana cara membuat kampanye yang baik.

2. Aksi nyata, setelah mendapatkan berbagai materi siswa diajak melakukan aksi nyata dengan melakukan pemilahan sampah yang ada di sekolah. 

3. Outdoor Learning ke TPA Supit Urang. Di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah  yang berlokasi di  Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun ini siswa diajak belajar tentang  pengolahan sampah dan pemrosesan sampah menjadi barang yang berguna, misalnya kompos. 

Materi cara membuat kampanye, dokumentasi pribadi

4. Diskusi persiapan kampanye tentang sampah.  Diskusi di lakukan secara berkelompok di kelas. Tiap kelompok wajib membuat infografik tentang sampah dan melakukan kampanye tentang apa yang harus dilakukan terhadap sampah di sekitar kita

5. Kampanye. Kampanye dilakukan di aula secara bergantian sementara bapak ibu guru melakukan penilaian.

Siswa mengikuti semua kegiatan dengan antusias. Terbukti dari banyaknya infografik yang bagus, maupun yel dan pantun yang menarik. 

Bersama produk infografik , dokumentasi pribadi

Namun yang perlu diingat tujuan akhir dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila bukanlah produk, namun perubahan karakter siswa agar menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Pembawa acara saat kampanye, dokumentasi pribadi
Kampanye satu kelompok, dokumentasi pribadi

Akhirnya semoga setelah mengikuti rangkaian kegiatan ini kesadaran siswa untuk peduli pada lingkungan sekitar akan semakin meningkat.

Ya, Selamatkan Bumi Dimulai dari Kita, jadi jika bukan kita yang peduli pada bumi, lalu siapa lagi?

Categories
Cerita

Selamat Bertugas di Tempat yang Baru Cin Any …

Cantik, hangat, ramah, bersuara merdu, dekat dengan anak-anak, kira-kira seperti itu kata yang tepat untuk menggambarkan sosok Bu Any. Meski sebenarnya masih ada yang lain. Suka es goder, suka nyawer, agak usil dan banyak lagi.

Bu Any adalah teman yang menyenangkan. Dia sangat spesial. Utamanya bagi saya. Sejak saya masuk SMP 3 hingga sekarang kami selalu duduk bersebelahan. 

Duduk berdekatan membuat kami sering terlibat diskusi tentang matematika dan anak-anak yang bermasalah di bidang itu.

Sebelum pindah ke SMP 3 sebenarnya sedikit- sedikit saya kenal sosok Bu Any. Tentunya dari cerita anak saya yang pernah bersekolah di SMP 3.

Dalam sebuah kesempatan, HUT Arema, dokumentasi pribadi

Satu lagi hal istimewa dari teman yang satu ini adalah dia suka memotret. Tulisan saya banyak sekali mendapat sumbangan foto dari Bu Any. 

Jika ada event tertentu Bu Any selalu siap dengan kameranya dan hasil pengambilan gambar selalu bagus. Jauh lebih bagus dari punya saya. He..he…

Memasak kebab, dokumentasi pribadi

Biasanya kalau ada event, saya cukup berbisik,”Cin, minta fotonya ya..,”

Wah dengan senang hati Bu Any langsung memberikan foto. Bukan satu atau dua , tapi langsung banyak, sehingga saya bisa leluasa memilih foto yang pas untuk artikel saya.

Dalam suatu periode Bu Any pernah menjadi wakasis. Luar biasa. Tidak hanya dekat dengan siswa, ternyata Bu Any adalah wakasis yang tegas namun tetap dicinta ini anak-anak. 

Kabar tentang promosi Bu Any baru kami ketahui hari Jumat. Ya, beliau akan diangkat sebagai kepala sekolah di SMP Negeri 19 Malang.

Menyiapkan konsumsi , dokumentasi pribadi

Ada rasa terkejut, gembira sekaligus sedih. Gembira, karena ketika teman mendapat promosi kami sesama keluarga Bintaraloka pasti akan ikut gembira. Sedih, karena itu berarti kami harus berpisah tempat tugas.

Aih, Cin, kenapa jadi begini? Pikir saya.

Mungkin Bu Any juga merasakan hal yang sama. Ada gembira juga ada sedih. Ya, kebersamaan yang sudah dijalani bertahun- tahun tidak mungkin akan dilupakan begitu saja. 

Kebersamaan ketika melaksanakan berbagai event, diskusi berbagai masalah siswa, ketika rekreasi atau perjalanan keluar kota, semua menyimpan kenangan yang begitu indah 

Dalam sebuah event, dokumentasi pribadi

Tapi bagaimanapun juga, yang namanya tugas tetaplah tugas. Dengan air mata dan pelukan kesedihan kami melepas kepergian Bu Any ke SMP Negeri 19. Serah terima  dilaksanakan kemarin hari Selasa tanggal 26 September 2023.

Setelah acara serah terima yang begitu hangat siang itu, kami segera balik ke sekolah. Serasa ada yang hilang dalam hati saya. 

Pak Gerry menyumbangkan lagu di acara serah terima jabatan kepala sekolah di SMP 19, dokumentasi pribadi

Ya, tempat sebelah saya tiba-tiba kosong. Buku-buku sudah dibersihkan. Saya sadar, tidak ada yang tersenyum sambil menyapa saya dengan hangat tatkala bertemu di sekolah, “Bu Kompas.., apa kabar…?” 

NB: Selamat bertugas di tempat yang baru Cin Any, semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan dan  kelancaran dalam mengemban amanah yang dibebankan. 🤗🤗

Categories
Reportase

Mengajak Siswa Belajar Berdemokrasi dengan Gembira

Pemilihan Umum telah memanggil kita

Seluruh rakyat menyambut gembira

Hak demokrasi Pancasila

Hikmah Indonesia Merdeka.. 

(Lagu Mars Pemilu-Marius Ramis Dajoh, Ismail Marzuki, GWR Tjok Sinsu)

Lagu yang sering diputar tiap menjelang Pemilu itu berkumandang di aula sekolah  pagi itu. 

Dengan penuh semangat siswa ikut menyanyi dengan iringan musik dari YouTube. Sementara siswa dan guru menyanyi, satu orang bertindak sebagai dirijen memandu di depan.

Suasana kampanye , dokumentasi pribadi

Sesudah menyanyi acarapun dimulai. Pembawa acara memanggil satu kelompok yang terdiri atas kira kira 10 anak. 

Sementara beberapa siswa maju, yang lain menjadi penonton.

Di depan, seorang siswa berorasi sementara siswa yang lain berdiri di bagian belakang dengan mengenakan aksesoris atau membawa atribut atribut tertentu. Bando, atau pamflet atau poster. 

Mengenakan bando sebagai atribut, dokumentasi pribadi
Poster dan pamflet, dokumentasi pribadi

Mereka  melakukan gerakan gerakan tertentu sambil menyanyi dan dilengkapi  dengan yel yel penyemangat.

Isi yel adalah mengajak para audiens memilih calon yang dijagokan. Siapa yang dijagokan? Yang sedang berorasi tentu saja. 

Di atas adalah gambaran menarik pelaksanakan kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dengan topik  Demokrasi Untuk Semua di Bintaraloka. 

Diskusi kelas, dokumentasi Bintaraloka

Kegiatan ini mulai dilaksanakan awal bulan Agustus, menyesuaikan dengan  dilaksanakannya pesta demokrasi di sekolah yaitu Seleksi Calon Pengurus OSIS yang diadakan di sekitar bulan September dan Oktober.

Ada banyak kegiatan dalam P5 kali ini, yaitu:

1. Paparan dari narasumber tentang demokrasi. Narasumber diambil dari dalam dan luar sekolah. Dari dalam sekolah yaitu guru PKN dan dari luar sekolah adalah ketua  KPU dan Bawaslu yang terdekat dari sekolah.

2. Diskusi yang diadakan dalam kelompok kelompok kecil dan kelompok besar.

3. Simulasi pemilihan ketua OSIS. 

Simulasi Pemilihan Ketua OSIS meliputi pencalonan, kampanye, pemungutan suara dan pelantikan.

Menempelkan poster calon yang didukung, dokumentasi pribadi

Kegiatan P5  ini mengambil dimensi Berkebhinekaan Global dan Bernalar Kritis. Bagaimana penjelasannya?

Berkebhinekaan Global, karena semua diajak menghargai keanekaragaman di sekitar kita termasuk di antaranya perbedaan pendapat 

Bernalar Kritis karena siswa diajak berani berpendapat, juga bertanya tentang hal- hal yang dikemukakan oleh siswa yang lain. 

Tim projek tema 1, dokumentasi pribadi

Hal ini sangat tampak saat diadakan simulasi kampanye calon ketua OSIS. Ya, sesudah Calon Ketua OSIS memaparkan programnya audiens boleh mengajukan pertanyaan.

Sejak awal sudah ditekan kan oleh para guru pendamping bahwa penyampaian pendapat atau pertanyaan harus dilakukan dengan santun.

Diterangkan oleh narasumber dari sekolah bahwa Indonesia merupakan negara yang menganut sistem demokrasi yaitu pemerintahan dari rakyat , oleh rakyat dan untuk rakyat. 

Salah satu Pasangan calon ketua OSIS, dokumentasi pribadi
Salah satu pasangan calon ketua OSIS , dokumentasi pribadi

Penerapan demokrasi di Indonesia memberikan peluang kepada rakyat untuk bebas melakukan beragam aktivitas, salah satunya adalah menyuarakan pendapatnya. 

Setiap warga Indonesia berhak untuk mengungkapkan pemikiran, menyampaikan gagasan, dan mengambil keputusan yang melibatkan dirinya namun tetap dilakukan dengan cara yang santun, beretika dan penuh tanggung jawab.

Melalui projek ini, siswa belajar keterampilan dalam menyuarakan pendapat, menghadapi perbedaan, dan mengambil keputusan. 

Setiap kegiatan dalam projek ini ditujukan untuk membangun nilai saling menghormati, toleransi, dan kedamaian serta kesadaran bahwa setiap orang memiliki hak dan kebebasan untuk berpendapat. 

Simulasi menjelang pelantikan , dokumentasi pribadi
Simulasi menjelang pelantikan, dokumentasi pribadi

Di akhir kegiatan P5 ini nantinya siswa akan diminta mempresentasikan kegiatannya dalam bentuk visual dan atau audiovisual yang akan disajikan di media sosial.

 Akhirnya ada banyak manfaat yang bisa diambil dari kegiatan ini, di antaranya adalah :

1. Siswa belajar menyalurkan aspirasi dan mengajukan gagasan atau pendapat secara santun dan bijak. 

2. Siswa menyadari bahwa perbedaan pendapat atau pilihan adalah sesuatu yang biasa.

3. Siswa belajar menggunakan sosial medianya untuk meng-upload hal hal yang bermanfaat.

Simulasi pelantikan ketua OSIS, dokumentasi pribadi

Akhirnya adalah penting mengajarkan demokrasi pada siswa sejak dini. Karena melalui pembelajaran tersebut siswa semakin menyadari peran, tugas dan kewajibannya sebagai warga negara dalam berdemokrasi. 

Melalui kegiatan ini siswa diajak untuk lebih jauh belajar sekaligus praktek berdemokrasi dengan sehat dalam suasana  gembira.

Semoga bermanfaat dan Salam Edukasi:)

Baca juga :