Gempita perayaan Maulid Nabi Muhammad saw yang diadakan dua minggu yang lalu pada minggu ini mencapai puncaknya.
Acara puncak Maulid Nabi ditandai dengan final lomba cerdas cermat PAI juga penyerahan hadiah pada para pemenang lomba.
Suasana final lomba cerdas cermat PAI, dokumentasi Bu UtinSuasana final Lomba Cerdas Cermat PAI, dokumentasi Bu Utin
Final lomba cerdas cermat PAI diadakan hari Kamis tanggal 20 Oktobet 2022. Seperti yang diharapkan pagi itu langit cerah, padahal penyelenggara sempat khawatir jangan-jangan pagi itu hujan turun seperti hari-hari sebelumnya.
Jumlah peserta lomba cerdas cermat PAI ada 130 siswa. Di babak penyisihan pada semua peserta diberikan 50 soal pilihan ganda lewat thatquiz untuk diambil 15 peserta dengan nilai terbaik dan waktu tercepat guna masuk semi final.
Di babak semi final, masing peserta diberi 3 soal tertulis dan membaca 3-4 ayat dari surah yang ditentukan oleh dewan juri. Dari 15 peserta itu akhirnya diambil 3 nilai terbaik yang akan masuk di babak final.
Di babak final masing-masing peserta diberi 3 soal yang sudah ditentukan pada sesi pertama dan di sesi berikutnya adalah adu cepat. Dalam babak adu cepat ada 10 soal rebutan.
Dalam final lomba cerdas cermat ini Ibu Utin, Pak Muhaimin, Pak Abid juga Bu Anggita terlibat langsung baik sebagai pemberi pertanyaan atau pengarah jalannya lomba.
Sesudah final berakhir ternyata diperoleh pemenangnya adalah Meysika kelas 9.7 Amira kelas 7.9 dan Althaf kelas 9.2. Pemberian hadiah dilakukan oleh Pak Herianto selaku wakasis SMP Negeri 3 Malang.
Juara 1 lomba Cerdas Cermat PAI, dokumentasi Bu UtinJuara 2 lomba Cerdas Cermat PAI, dokumentasi Bu UtinJuara 3 Lomba Cerdas Cermat PAI, dokumentasi Bu Utin
Acara pagi itu demikian meriah. Wajah-wajah gembira tampak dimana-mana terutama dari para pemenang dan supporternya.
Selain pada pemenang cerdas cermat penyerahan hadiah juga dilakukan pada penenang lomba asmaul husna, azan, tartil juga kaligrafi di hari sebelumnya. Karena kondisi lapangan yang basah, penyerahan hadiah dilakukan di depan ruang guru
Pemenang lomba tartil, dokumentasi Bu UtinPemenang lomba kaligrafi, dokumentasi Bu UtinPemenang lomba adzan, dokumentasi Bu UtinPemenang lomba asmaul husna, dokumentasi Bu utin
Akhirnya selamat bagi para pemenang. Semoga dengan peringatan Maulid ini siswa semakin giat dalam melaksanakan ajaran dan sunnah nabi, dan ke depannya mereka bisa menjadi generasi yang sholeh/ sholehah yang bermanfaat bagi sesama.
Topik pilihan Kompasiana kali ini sangat menarik yaitu tentang aturan penggunaan baju adat/ tradisional sebagai seragam sekolah di samping seragam yang lain.
Peraturan tentang penggunaan baju adat untuk seragam sekolah dikeluarkan Kementerian Pendidikan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) melalui Permendikbudristek Nomor 50 Tahun 2022 tentang Seragam Sekolah Bagi Peserta Didik Jenjang Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah menyebutkan bahwa para peserta didik diperbolehkan mengenakan adat pada hari atau acara adat tertentu.
Tujuan peraturan ini adalah menanamkan/menumbuhkan nasionalisme, memberikan wawasan keragaman budaya, serta meningkatkan kesetaraan antar siswa tanpa memandang latar belakang.
Beberapa tahun yang lalu sebelum pandemi di event event tertentu seperti HUT sekolah, HUT kota Malang atau hari Kartini, guru dan siswa di kota Malang sering merayakannya dengan mengenakan baju adat. Baju Malangan.
Penggunaan baju adat Malangan pernah dianjurkan pada siswa di kota Malang tepatnya saat HUT Malang atau pas hari Kartini.
Penggunaan baju khusus juga pernah dianjurkan pada siswa ketika hari batik. Pada saat batik mereka boleh mengenakan batik bebas di luar seragam sekolah.
Sejauh itu pelaksanaan berjalan lancar. Siswa yang mempunyai baju adat mengenakan baju tersebut dan siswa yang tidak mempunyai baju adat memakai baju yang lain sesuai yang ditentukan sekolah.
Berbaju Malangan saat event tertentu, dokumentasi pribadi
Ada rasa bangga dan seru saat kita mengenakan baju adat. Bisa ditebak, pulang sekolah siswa akan berfoto-foto sebentar di lapangan sebagai bahan untuk diupload di sosmed mereka.
Sebagai catatan, baju adat yang dikenakan adalah baju adat yang bisa dipakai dalam keseharian, bukan baju untuk upacara adat yang mempunyai banyak asesoris.
Seperti kebaya yang sederhana untuk perempuan, atau baju adat sederhana untuk laki- laki dengan ikat kepalanya yang khas. Jadi intinya baju adat yang simpel, mudah dikenakan dan tidak mengganggu gerak kita.
Seperti di kota Malang sekarang saat hari Kamis akan banyak guru atau pegawai pemkot yang mengenakan baju Malangan. Saya juga berangkat ke sekolah dengan berkebaya simpel dengan naik sepeda motor.
Ada sebuah pengalaman lucu tentang ketidak mengertian anak-anak tentang baju adat mereka.
Anak kecil berbaju Malangan, Sumber gambar: Bukalapak
Ketika itu anak saya masih duduk di TK dan sekolahnya mengadakan karnaval Peringatan Hari Kemerdekaan.
Anak saya dan temannya (keduanya sama sama laki-laki) menyewa baju di tempat yang sama yaitu baju Malangan berwarna hitam lengkap dengan udengnya.
Berangkat karnaval saya dengar mereka bisik- bisik sambil tertawa geli.
“Weh, lucu ya rasanya pakai baju dukun..,” kata teman anak saya disambut dengan tawa keduanya.
“Di sinetron- sinetron itu ‘kan dukunnya selalu pakai baju hitam- hitam..? ” kata anak saya tertawa.
Mau tak mau saya ikut tertawa. Betapa anak- anak tidak mengerti dengan baju adat mereka sendiri sehingga mengira baju adat Malangan adalah baju dukun.
Dalam pandangan saya penggunaan baju adat di saat-saat tertentu di sekolah banyak manfaatnya. Salah satunya menanamkan kebanggan kita akan kekayaan budaya yang kita miliki berupa baju adat. Sayang sekali jika anak- anak atau siswa tidak kenal baju adat mereka sendiri.
Tentunya dalam pelaksanaannya juga harus ada keluwesan dari pihak sekolah, seandainya ada siswa yang belum bisa menyediakan baju adat.
Setidaknya ada solusi dari sekolah misal memperbolehkan siswa mengenakan baju batik sambil menunggu orang tua bisa membelikan baju adat bagi mereka.
Manfaat lain dari memasukkan baju adat dalam ketentuan seragam sekolah adalah UMKM akan cepat menyikapi dengan menyediakan baju adat yang simpel dengan harga yang terjangkau.
Sentra penjualan baju batik, Sumber gambar : Tribun Travel
Seperti pengalaman beberapa tahun yang lalu ketika siswa diminta menggunakan baju batik Malangan saat HUT Kota Malang, di pasar pagi langsung banyak penjual yang menyediakan baju batik Malangan dengan harga yang terjangkau.
Pada hemat saya jika tujuannya adalah untuk menanamkan/menumbuhkan nasionalisme, memberikan wawasan keragaman budaya, sebaiknya jangan hanya baju adat yang diperhatikan,namun sekolah juga perlu memperhatikan bahasa daerah.
Sebagaimana diketahui penggunaan bahasa daerah semakin lama semakin menurun. Dikhawatirkan perlahan-lahan bahasa daerah akan punah karena saat ini para penutur bahasa daerah banyak yang tidak lagi menggunakan dan mewariskan bahasa ke generasi berikutnya
Jika di sekolah-sekolah tertentu sering ada English day di mana dalam sehari siswa maupun guru berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Inggris, akan sangat menarik juga jika diadakan gerakan sehari berbahasa daerah setiap satu minggunya.
Karena selain busana adat, bahasa daerah juga satu kekayaan budaya yang harus kita lestarikan bersama.
Jumat siang itu lapangan volly sudah tampak kegiatan yang nyata. Beberapa siswa berbaris dan di depan Ibu kepala sekolah dan beberapa bapak/ ibu guru sudah siap untuk melaksanakan apel. Ya, siang itu dilaksanakan apel pembukaan LDK PMR di Bumi Bintaraloka.
Apel pembukaan, dokumentasi PMR
Sekilas tentang Palang Merah Remaja
Palang Merah Remaja adalah wadah pembinaan dan pengembangan anggota remaja PMI, yang selanjutnya disebut PMR.
Lambang PMR , dokumentasi design
Jumlah anggota PMR yang tersebar di PMI kota atau kabupaten di seluruh Indonesia lebih dari 5 juta orang.
Anggota PMR merupakan salah satu kekuatan PMI dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan kemanusiaan dibidang kesehatan dan siaga bencana, mempromosikan prinsip-prinsip dasar gerakan palang merah dan bulan sabit merah internasional, serta mengembangkan kapasitas organisasi PMI.
Di Indonesia dikenal ada 3 tingkatan PMR sesuai dengan jenjang pendidikan atau usianya.
Satu : PMR Mula adalah PMR dengan tingkatan setara pelajar Sekolah Dasar (10-12 tahun). Warna slayer hijau muda. PMR Mula berfungsi sebagai peer leadership, yaitu dapat menjadi model ketrampilan hidup sehat bagi teman sebaya.
Dua : PMR Madya adalah PMR dengan tingkatan setara pelajar Sekolah Menengah Pertama (12-15 tahun). Warna slayer biru langit. PMR Madya berfungsi sebagai peer support, yaitu memberikan dukungan, bantuan, semangat kepada teman sebaya agar meningkatkan ketrampilan hidup sehat.
Tiga : PMR Wira adalah PMR dengan tingkatan setara pelajar Sekolah Menengah Atas (15-17 tahun). Warna slayer kuning cerah. PMR Wira berfungsi sebagai peer educator, yaitu pendidik sebaya keterampilan hidup sehat.
Dalam PMR dikenal istilah Tri Bhakti PMR yang meliputi meningkatkan keterampilan hidup sehat, berkarya dan berbakti di masyarakat dan mempererat persahabatan nasional dan internasional.
LDK PMR SMP Negeri 3 Malang Tahun 2022
Salah satu program kerja PMR SMP Negeri 3 Malang ialah mengadakan latihan dasar kepemimpinan bagi setiap anggota nya. Tujuan dari Kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan ini adalah:
Pengalungan tanda peserta LDK pada apel pembukaan, dokumentasi PMR
Merealisasikan program kerja PMR SMP Negeri 3 Malang.
Melatih kepemimpinan para anggota PMR SMP Negeri 3 Malang.
Menambah pengalaman dan wawasan setiap anggota PMR SMP Negeri 3 Malang.
Kegiatan LDK PMR ini dilaksanakan oleh 65 orang, yang meliputi 43 peserta, 12 pemateri /pendamping dan 10 panitia siswa.
LDK dilaksanakan mulai hari Jumat 14 Oktober sampai Sabtu 15 Oktober 2022 di SMP Negeri 3 Malang.
Adapun acara diklat dimulai dengan persiapan (presensi) dan sholat Ashar berjamaah di Jumat sore hari.
Sesudahnya acara dilanjutkan dengan apel pembukaan yang dipimpin oleh Ibu Kepala SMP Negeri 3 Malang. Di akhir apel Ibu Kepala Sekolah mengalungkan tanda peserta LDK pada dua peserta perwakilan.
Sesudah apel berakhir peserta mendapatkan Materi Pertolongan Pertama dari Kak Dima selama kurang lebih satu jam.
Petugas apel, dokumentasi PMR
Menjelang sholat Maghrib, peserta diperbolehkan beristirahat sampai pukul 19.00 dan acara dilanjutkan dengan pemberian materi tentang 7 prinsip dasar dan kepalang merahan dari Kak Disha.
Kak Dima dengan materi Pertolongan Pertama , dokumentasi PMRPeserta LDK, dokumentasi PMR
Dalam materinya Kak Disha menerangkan tentang 7 prinsip dasar yang harus diketahui dan dilaksanakan oleh setiap anggotanya.
Prinsip-prinsip ini dikenal dengan nama “7 Prinsip Dasar Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional” (Seven Fundamental Principle of Red cross and Red Crescent) yang meliputi: Kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan dan kesemestaan.
Kak Disha dengan materi 7 Prinsip dasar Palang Merah, dokumentasi PMR
Sesudah materi dari Kak Disha acara dilanjutkan dengan materi Kepemimpinan dari Pak Faqih.
Untuk mengasah kreatifitas, keberanian dan rasa percaya diri di pukul 21.00 diadakan pagelaran seni dan sekitar pukul 22.00 semua peserta diperbolehkan beristirahat.
Materi kepemimpinan dari Pak Faqih, dokumentasi PMR
Satu acara yang sangat menantang adalah jelajah malam. Acara yang dimulai pukul dua dini hari ini berisi pemantapan materi, dimana tiap peserta harus melewat 3 pos yang disediakan dan di setiap pos itu akan diulas tentang materi yg sudah diberikan.
Pentas seni, dokumentasi PMR
Pos pertama mengulas tentang kepemimpinan, pos kedua tentang kepalang merahan dan pos ketiga tentang 7 prinsip dasar palang merah.
Hari Sabtu pagi acara diawali dengan bersih diri dan sholat Subuh dan dilanjutkan dengan senam pagi bersama.
Sesudah sarapan pagi dan berbagai macam game acara dilanjutkan dengan pencarian badge PMI. Dalam acara ini peserta diminta untuk mencari badge PMR mereka yang disembunyikan ditempat-tempat tertentu. . Acara hari Sabtu diakhiri dengan apel penutupan yang dipimpin oleh Pak Herianto, sekaligus pelantikan juga penyiraman bunga pada anggota PMR.
Kegiatan pagi, dokumentasi PMRSenam pagi, dokumentasi PMR
Sesudah apel satu demi satu peserta meninggalkan Bintaraloka untuk kembali ke rumah.
Pelantikan oleh Pak Herianto, dokumentasi PMR
Dengan berakhirnya acara LDK ini diharapkan semua peserta bisa lebih meningkatkan kompetensi mereka dalam kepalang merahan juga lebih memahami, menghayati dan mengamalkan prinsip dasar dan tugas mereka sebagai seorang anggota Palang Merah Remaja.
Kamis pagi itu kota Malang sudah diguyur hujan sejak menjelang Subuh. Titik hujan terus turun meski tak begitu deras. Sekitar pukul setengah tujuh kurang, di aula sudah tampak kesibukan yang nyata. Ya, hari itu rencananya kami akan melakukan outdoor learning ke Ecogreen Park Batu.
Persiapan sehari sebelum ODL, dokumentasi pribadi
Kegiatan outdoor learning ini adalah rangkaian dari pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang mengambil tema Aku Keren dengan 4R. Kegiatan sudah direncanakan jauh hari. Persiapan juga telah dilakukan di hari-hari sebelumnya.
Tujuan utama ODL ini adalah agar siswa lebih peduli pada masalah sampah di sekitar juga bagaimana menerapkan 4R (Reduce, Reuse, Recycle dan Replace) dalam kehidupan sehari-hari.
Checking peserta dilakukan oleh ketua pelaksana yaitu Ibu Ahfi dengan dibantu bapak ibu guru yang lain di aula. Sesudah checking dan presensi dari masing masing kelompok, siswa diajak turun oleh bapak ibu guru pendamping menuju truk masing-masing.
Hari itu yang berangkat mengikuti ODL adalah 295 siswa dan 21 guru pendamping. Semua berangkat ke Ecogreen Park dengan naik 12 truk tentara dan satu mobil sekolah. Lancarnya pelaksanaan ODL ini tak lepas dari dukungan paguyuban terhadap pelaksanaan kegiatan sekolah.
Gerimis tidak mengurangi semangat peserta untuk mengikuti ODL. Sebelumnya peserta sudah diminta untuk membawa jas hujan, payung juga baju ganti untuk persiapan barangkali dibutuhkan.
Truk kendaraan ODL, dokumentasi B. AhfiSiap berangkat ODL, dokumentasi pribadi
Sekitar pukul setengah delapan rombongan berangkat dari Bintaraloka. Siswa tampak begitu bersemangat. Bisa dipahami hampir dua tahun mereka tidak pernah melaksanakan kegiatan ODL dan kini saatnya mereka bisa bersama-sama belajar di luar sekolah.
Bersama pemandu, dokumentasi P. FabiPemasangan gelang, dokumentasi P.Fabi
Sampai di Ecogreen dilakukan pengecekan kembali dan pemasangan gelang masing-masing peserta. Gelang tersebut berfungsi sebagai tiket dan diperiksa petugas di depan pintu masuk Ecogreen Park.
Masuk area Ecogreen kami langsung disambut dengan suasana yang asri dan segar. Kolam dengan ikannya yang berwarna-warni berenang kian kemari.
Ecogreen Park, dokumentasi B.YulianaBelajar tentang unggas, dokumentasi pribadi
Peserta langsung dikenalkan dengan pemandu masing-masing. Ada sepuluh kelompok siswa sesuai dengan jumlah kelas 7. Tiap kelompok didampingi dua guru dan satu pemandu.
Pemandangan yang unik. Di beberapa tempat terdapat patung-patung binatang yang terbuat dari sampah elektronika. Ada sapi dan burung onta yang terbuat dari onderdil sepeda motor atau gajah yang terbuat dari televisi -televisi bekas yang tidak terpakai. Ada pesan tersirat bahwasanya benda yang tampak tak berguna di sekitar kita bisa bermanfaat jika kita punya kreasi dan imajinasi.
Burung onta dari onderdil bekas, dokumentasi pribadi
Oleh pemandu masing-masing kelompok diajak berkeliling dan dijelaskan tentang obyek-obyek yang didatangi. Pemandu sangat piawai memberikan penjelasan tentang aneka unggas. Bermacam jenis burung, bebek, ayam semua dijelaskan pemandu. Tentang makanannya, cara membedakan jantan dan betina, cara hidupnya bahkan berapa lama binatang-binatang itu mengerami telurnya.
Aksi burung nuri, dokumentasi P. FabiAksi burung elang, dokumentasi P.Fabi
Belajar tentang unggas semakin asyik ketika semua diajak menonton aksi burung nuri dan burung elang.
Di samping belajar tentang berbagai jenis unggas siswa juga belajar tentang banyak hal lewat wahana-wahana yang ada di Ecogreen Park.
Tentang dunia serangga, dunia hama, perkembangan bumi mulai abad es hingga sekarang, juga tentang ilmu yang lain misal fisika dan geografi.
Belajar fisika, dokumentasi pribadi
Tentang fisika misalnya betapa pengaturan aliran air ternyata bisa menghasilkan nada-nada tertentu jika diatur sedemikian rupa. Sekali lagi pengunjung diajak untuk berkreasi dan berimajinasi.
Tentang geografi misalnya siswa diajak melihat simulasi tsunami, merasakan simulator angin juga simulator gempa.
Belajar pengolahan sampah, dokumentasi pribadiEdukasi pengolahan sampah, dokumentasi P.FabiPengolahan biogas, dokumentasi Bu Ahfi
Sampai di tempat pengolahan sampah yang menjadi tujuan utama ODL ini, siswa mendapatkan edukasi pengolahan sampah. Tentang jenis-jenis sampah, juga mengolahnya menjadi barang yang berguna. Seperti briket, kompos, pupuk cair atau barang kerajinan.
Dalam ODL ini siswa tetap didampingi Lembar Kegiatan sebagai laporan kegiatan siswa.
Sekitar pukul 12 siang semua peserta makan bersama di foodcourt dan melaksanakan sholat dhuhur bergantian di mushola yang sudah tersedia.
Sesudah makan dan sholat siswa diajak melihat atraksi burung elang dan dilanjutkan dengan acara bebas. Ada yang mengikuti pemandu lagi, ada pula yang melanjutkan dengan bermain air.
Berfoto bersama pemandu, dokumentasi P. FabiBersama wali kelas, dokumentasi P.Fabi
Lewat kegiatan ODL ini selain belajar tentang lingkungan dan bagaimana memperlakukan lingkungan secara bijak siswa juga banyak belajar tentang berbagai karakter baik. Seperti sungguh-sungguh, disiplin, setia kawan, tanggung jawab juga integritas.
Bersama walikelas, dokumentasi P. Fabi
Sekitar pukul 14.15 siswa bersiap memasuki truk untuk kembali ke Bintaraloka. Presensi dan cek peserta dilakukan sekali lagi untuk memastikan tidak ada peserta yang tertinggal.
Cek akhir peserta, dokumentasi pribadi
Setelah semua lengkap rombongan pun kembali ke Bintaraloka. Perjalanan ODL hari itu memberikan pelajaran berharga bagi semua peserta bahwa alam sungguh telah banyak memberikan segala sesuatu yang dibutuhkan manusia. Sudah seharusnya kita menjaga alam ini demi kelangsungan hidup bersama.
Perlakukan lingkungan dengan baik, dokumentasi pribadi
Jika kita memperlakukan alam dengan baik, maka alam akan membalas dengan baik pula. Sebaliknya jika kita tidak bijak memperlakukan alam , maka alam akan membalas dengan munculnya berbagai macam bencana.
Pesan yang jelas ditampilkan oleh karya tiga dimensi yang kami lihat di dekat pintu masuk Ecogreen Park pagi itu.
Jumat yang benar-benar sibuk. Usai sholat Jumat beberapa siswa kembali ke kelas sementara yang lain meneruskan kembali lomba Maulid yang belum selesai. Di aula masih berlangsung lomba Asmaul Husna sementara di mushola putri diadakan final lomba cerdas cermat.
Ternyata tidak hanya itu, di lapangan volly juga ada kesibukan istimewa. Ya, kira-kira 104 orang yang terdiri atas siswa dan guru akan berangkat ke Dusun Sahabat Alam dalam rangka mengikuti kegiatan LDK OSIS dan MPK .
Tujuan dari kegiatan LDK ini adalah untuk memberikan pengalaman dan meningkatkan kemampuan serta keterampilan yang positif untuk membentuk kepribadian melalui berbagai macam kegiatan .
Kegiatan LDK OSIS dan MPK dilakukan dua kali yaitu LDK1 (di sekolah) dan LDK2 ( di luar sekolah).
Peserta LDK1, dokumentasi BBCSuasana LDK1, dokumentasi BBC
Kegiatan LDK 1 diadakan di aula Bintaraloka 1 satu minggu sebelumnya. Dalam LDK ini siswa mendapatkan berbagai macam materi tentang etika, tata krama, dan cara berkomunikasi. Sebagai pemateri adalah Ibu Hertika dan Pak Herianto.
Berangkat ke Dusun Sahabat Alam, dokumentasi pribadi
Seminggu sesudahnya siswa berangkat ke Dusun Sahabat Alam untuk mengikuti LDK2. Ada 68 siswa , 21 panitia dan 15 pendamping yang diberangkatkan menuju Dusun Sahabat Alam dengan empat buah truk.
Semua berangkat menuju lokasi LDK sekitar pukul satu siang. Wajah -wajah siswa tampak begitu cerah dan antusias. Meski kegiatan yang akan mereka jalani di Sahabat Alam nanti menurut rundown begitu padat, namun bersama teman semua akan dijalani dengan gembira.
Di dusun Sahabat Alam,dokumentasi Bu Any
Sampai di Sahabat Alam meski mendung tampak demikian tebal, apel pembukaan tetap dilaksanakan dengan pembina Ibu Kepala Sekolah.
Tidak tahan menanggung volume air yang begitu banyak, akhirnya airpun tercurah dari langit. Hujan turun di tengah apel sehingga pembinaan dilaksanakan di pendopo.
Apel pembukaan, dokumentasi BBC
Sesudah apel semua peserta istirahat sebentar untuk melaksanakan sholat Ashar dan acara dilanjutkan dengan pemberian materi dari Pak Zaenal Aksan. Dalam materi nya Bapak Wakakur SMP Negeri 3 Malang ini menerangkan tentang pentingnya manajemen waktu dalam keseharian kita.
FGD, dokumentasi BBC
Sesudah pemberian materi, peserta diperbolehkan istirahat, sholat dan makan sampai pukul 19.15, dan berikutnya adalah materi Kepemimpinan yang diberikan oleh Pak Imam Muta’ali.
Sesudah satu jam materi kepemimpinan, acara selanjutnya adalah api unggun dan FGD (Focus Group Discussion). Lewat FGD siswa belajar berani untuk mengemukakan pendapat berkisar masalah keorganisasian.
Sesudah api uggun dan FGD, acara dilanjutkan dengan renungan malam dan kegiatan hari itu berakhir sekitar pukul 22.45.
Suasana makan malam, dokumentasi BBC
Menurut rundown acara seharusnya ada jelajah malam. Namun karena hujan yang tidak kunjung berhenti acara jelajah malam ditiadakan.
Pagi hari setelahmelaksanankan sholat Subuh dan bersih diri, peserta sudah ditunggu Pak Ardillah Rohmad untuk bersama-sama melaksanakan senam pagi.
Kegiatan pagi, dokumentasi BBCPendamping LDK, dokumentasi BBC
Satu jam berikutnya semua peserta sarapan pagi dan tepat pukul 07.00 Ibu Any Setijowati sudah siap memberikan materi tentang keorganisasian.
Materi dari Ibu Any Setijowati, dokumentasi BBC
Sesudah dua jam mendapatkan materi sampailah pada acara yang ditunggu-tunggu yaitu tracking dan game.
Game, dokumentasi BBC
Melalui acara ini siswa diajak menjelajah alam sekitar dan mengikuti berbagai game yang diberikan oleh pemandu dari dari Dusun Sahabat Alam.
Acara tracking dan game berlangsung demikian seru. Melalui berbagai game siswa belajar banyak hal. Bagaimana memecahkan masalah, juga bagaimana membuat kerjasama yang baik dengan sesama teman.
Tracking dan game, dokumentasi BBC
Saat Dhuhur, game diakhiri dan semua peserta dipersilakan untuk sholat, istirahat dan makan
Acara LDK hari itu ditutup dengan apel penutupan dan sesudahnya semua peserta bersiap meninggalkan Dusun Sahabat Alam untuk kembali ke Bintaraloka.
Sungguh hari yang penuh kesan di Dusun Sahabat Alam. Melalui kegiatan dua hari itu penanaman karakter baik ditanamkan pada siswa dengan suasana yang hangat dan ceria.
Sebagian pendamping dan pemateri, dokumentasi BBC
Sekitar pukul dua rombongan truk perlahan meninggalkan Dusun Sahabat Alam. Jalanan yang kadang terjal seolah gambaran bahwasanya jalan kehidupan tidak selalu mulus. Ada banyak hal yang harus dihadapi dengan keberanian, tabah dan kelapangan dada.
Semoga dengan penanaman berbagai karakter baik lewat kegiatan LDK OSIS dan MPK ini akan tercipta calon pemimpin masa depan yang handal dan bisa diharapkan. Pemimpin yang berkarakter baik dan bisa menjadi teladan bagi orang sekitarnya.
Peserta, panitia dan pendamping, dokumentasi BBC
Ya, bukankah para siswa nantinya akan berdiri di garda terdepan sebagai calon-calon pemimpin negeri ini? Semoga.