Ikan tengiri di dalam rantang, ketupat dibelah lalu dimakan
Hari raya Idul Fitri telah datang, segala kesalahan mohon dimaafkan
(Pantun PJ Walikota Malang)
Jumat pagi ini tanggal 19 April 2024 Islamic Center dipadati oleh guru PAUD , SD dan SMP se kota Malang. Ya, bertepatan dengan bulan Syawal hari ke 10 ini Keluarga Besar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang mengadakan acara Halal bi Halal.
Tidak ada manusia yang sempurna. Antar sesama kita pasti pernah terjadi saling gesekan dan di hari baik ini saatnya kita saling memaafkan.
Acara yang diikuti kurang lebih 5172 guru ini langsung dipandu oleh Bapak Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang dan dihadiri oleh PJ Walikota Malang Bapak Wahyu Hidayat.
Acara dimeriahkan dengan hiburan berupa lagu- lagu yang dinyanyikan oleh bapak dan ibu guru, bahkan Bapak Kadinas dan PJ Walikota Malang.
Sesudah doa yang dipimpin oleh Bapak Samsul, acara ditutup dengan bersalam-salaman.
Harapan semuanya ke depan kota Malang akan senantiasa ‘berselaras untuk terus naik kelas’.
Akhirnya Selamat Idul Fitri 1445 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Tanda Lebaran terlihat hilal, tanda akhir bulan banyak tagihan
Ini acara halal bihalal, pererat silaturahmi, maafkan segala kesalahan
Setelah satu bulan lamanya kita berpuasa kini kita memasuki idul Fitri. Saat dimana segala dosa pada Allah SWT mendapatkan ampunan hingga kita kembali fitrah seperti bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya.
Jika pada saat Idul Fitri, dosa kita pada Allah sudah diampuni, bagaimana dengan dosa pada sesama manusia? Pada sesama manusia dosa kita baru akan dibersihkan tatkala kita sudah saling meminta maaf.
Berkaitan dengan hal tersebut maka pada hari Kamis, tanggal 18 April 2024 dilaksanakan halal bi halal keluarga besar Bintaraloka yang bertempat di aula Bintaraloka satu.
Sambutan Ibu Kepala SMP Negeri 3 Malang, dokumentasi pribadi
Acara yang juga dihadiri oleh Ibu Ketua Komite juga perwakilan alumni SMP Negeri 3 Malang ini dimulai pukul 09.00 wib dengan dipandu oleh Ibu Utien dan Mister Sony.
Pembawa acara dan dokumentasi, dokumentasi pribadi
Acara dimulai dengan pembacaan Gema Wahyu Ilahi oleh Bapak Faqih dan terjemahan oleh Ibu Anggita, dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala SMP Negeri 3 Malang, Ibu Mutmainah Amini, M.Pd dan ketua panitia Ibu Novi.
Dalam sambutannya Ibu Kepala SMP Negeri 3 Malang menyampaikan harapan semoga amalan kita semua pada bulan Ramadhan diterima oleh Allah SWT dan kita mendapatkan Lailatul Qadar.
Pagi itu mauidhatul khasanah disampaikan oleh Bapak Budi Sulistyo, S.Hi, M.Pd.
Dalam ceramah singkatnya Bapak Budi Sulistyo menjelaskan bahwa hakekatnya banyak pelajaran yang dapatkan dari Bulan Ramadhan.
Semacam sebuah pelatihan Ramadhan mengajak kita untuk lebih disiplin, menyukai amalan sunnah juga menghindarkan diri dari syubhat.
Menurut Al-Qur’an surat Ali Imron ayat 133-134 ciri orang-orang yang bertakwa, yaitu orang yang berinfak di waktu lapang dan sempit, menahan amarah, suka memaafkan kesalahan orang lain.
Pak Budi mengajak agar kita menjadi orang yang mudah meminta maaf juga memaafkan kesalahan orang lain. Dengan saling memaafkan maka sinergi antar keluarga Bintaraloka akan semakin kuat.
Acara pagi itu juga dimeriahkan oleh pembacaan puisi oleh Ibu Ratri dan lagu religi oleh Ibu Ami dan Ibu Sri Hastuti.
Ibu Ami dan Ibu Sri Hastuti , dokumentasi Roudhotul
Setelah hiburan, acara diakhiri dengan bersalam- salaman dan ramah tamah.
Akhirnya semoga lewat jabat tangan dan saling memaafkan, kita semua bisa Merajut Harmoni dan Menguatkan Sinergi Keluarga Besar Bintaraloka tercinta, seperti tema acara hari ini.
Salam Lebaran 🙂
Kemeriahan halal BI halal bisa dilihat di reels berikut ini:
Sekelompok anak terus bekerja bersama mendirikan tenda. Hujan yang tiba-tiba turun di sore itu tidak mengurangi semangat mereka. Mereka bekerja dengan riang gembira. Tak berapa lama beberapa tenda berwarna kuning mirip cendawan berjajar rapi di lapangan sekolah.
Ya, hari itu pelaksanaan Dianpinru penggalang akan dimulai.
***
Tenda sudah berdiri di tengah hujan, dokumentasi pribadi
Sejak dulu kegiatan Pramuka selalu menarik perhatian saya, baik saat sekolah maupun sekarang. Mengapa? Selain pernah aktif di pramuka, saya melihat siswa yang aktif dalam pramuka mempunyai karakteristik yang khas. Biasanya siswa saya yang aktif di kegiatan ini anaknya cenderung periang, tahan banting dan supel pada teman maupun guru.
Sebelum apel, dokumentasi pribadi
Nah, suatu saat saya mendapat kesempatan untuk mengamati pelaksanaan kegiatan Dianpinru di sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan di akhir semester gasal, pada hari Jumat sore sampai dengan Sabtu keesokan harinya.
Dianpinru adalah akronim dari Geladian Pimpinan Regu. Kegiatan ini memiliki tujuan untuk melatih agar para pemimpin regu menjadi pemimpin yang cakap, karenanya peserta Dianpinru adalah Pramuka Inti atau Dewan Galang sekolah.
Ada banyak kegiatan yang diikuti peserta Dianpinru, baik berupa teori maupun praktik.
Melalui berbagai kegiatan tersebut di antaranya peserta belajar tentang cara mengelola regu, termasuk belajar untuk mengenal karakter, sifat, dan sikap seseorang.
Pelaksanaan apel, dokumentasi pribadi
Pelajaran yang sangat penting, karena dengan mengetahui karakter, maka seorang pemimpin akan lebih mudah memahami anak buahnya dalam satu regu.
Selain mengenal karakter, para peserta Dianpinru juga mendapat berbagai materi tentang kecakapan, keterampilan, dan kemampuan dalam teknik kepramukaan.
Semua kegiatan dikemas dengan menarik dan praktis agar peserta tidak merasa bosan. Ya, tantangan agar gerakan Pramuka tetap disuka adalah kegiatan yang disajikan harus menarik dan menyenangkan.
Pelaksanaan apel, dokumentasi pribadi
Tak lupa dalam kegiatan ini juga ditanamkan kesadaran akan tugas dan kewajiban peserta sebagai pemimpin regu.
Ada satu hal yang menjadi catatan saya dalam kegiatan Dianpinru ini. Semangat peserta begitu luar biasa. Mulai dari persiapan apel, pelaksanaan apel , pendirian tenda juga saat mereka mendapatkan berbagai materi.
Seperti yang diceritakan di atas, hujan deras tidak mengurangi semangat dan keceriaan peserta saat mendirikan tenda. Ya, seperti lagu yang selalu mereka nyanyikan bersama: di sini senang, di sana senang dimana-mana hatiku senang.
Tetap ceria dalam segala suasana, dokumentasi pribadi
Akhirnya banyak hal yang bisa dipelajari dari pramuka. Salah satu di antaranya adalah belajar untuk menjadi seorang pemimpin.
Bahwasanya selain memahami karakter anggota yang dipimpin, seorang pemimpin juga harus cakap, terampil, penuh semangat juga tangguh dalam menghadapi berbagai macam tantangan.
Salam Pramuka..:)
Catatan : artikel ini menjadi Headline di Kompasiana
Lebaran tinggal satu hari lagi. Apakah di antara sahabat Kompasiana ada yang mempunyai rencana mudik?
Aih, sungguh sesuatu yang sangat menyenangkan. Mudik berarti bertemu dengan orang tua, sanak keluarga dan handai taulan yang tentunya membawa kebahagiaan tersendiri bagi kita.
Banyak hal yang harus dipersiapkan sebelum mudik, di antaranya kondisi fisik yang bagus, kondisi kendaraan yang prima jika kebetulan membawa kendaraan sendiri, selalu menjaga kondisi badan dengan istirahat yang cukup. Jika sudah lelah tak ada salahnya untuk istirahat sejenak.
Bagi sahabat Kompasiana yang kebetulan lewat atau istirahat sejenak di kota Malang, ada beberapa tempat yang sayang sekali jika tidak dilewati atau dikunjungi.
Tempat-tempat tersebut berlokasi di pusat kota dengan jarak yang tidak terlalu jauh. Di mana sajakah itu?
1. Kayoetangan.
Tempat wisata dengan nuansa Heritage ini menyajikan pemandangan yang indah. Toko-toko dengan nuansa lawas, live musik di beberapa tempat yang akan memanjakan telinga kita. Ada yang menyajikan musik pop, rock, campursari, bahkan saat bulan puasa seperti ini ada juga yang menyajikan sholawatan.
2. Alun-alun Tugu.
Alun-alun yang merupakan pusat pemerintahan Kota Malang ini menyajikan pemandangan yang begitu indah. Aneka bunga dan kolam besar yang penuh bunga teratai di sekitar Tugu membuat suasana terasa adem. Apalagi ketika pagi hari di mana air mancurnya dihidupkan.
3. Alun-alun Jl. Merdeka atau kami menamakannya Alun-alun Jamik.
Di alun-alun ini banyak terdapat wahana bermain bagi anak-anak, juga tempat untuk duduk-duduk. Di sekitar Alun-alun terdapat dua bangunan tempat ibadah yang begitu besar yaitu Masjid Jamik dan Gereja Immanuel. Kedua bangunan berdiri kokoh berdampingan menunjukkan kentalnya nuansa toleransi di Kota Malang.
4. Ijen Boulevard.
Nah, ini adalah salah satu ikon kota Malang. Sepanjang Jalan Ijen kita akan disambut dengan lambaian ramah daun-daun pohon palem raja yang berjajar indah di sepanjang Jalan Ijen.
Demikian tempat-tempat yang sayang untuk dilewatkan jika sahabat Kompasiana mampir ke Kota Malang.
Jadi… ayo mampir dan menikmati keindahan kota Malang. Eh, siapa tahu kita bisa kopi darat juga…
Pagi itu hari pertama masuk sekolah setelah libur awal Ramadhan. Suasana terasa berbeda karena banyak siswa mengenakan busana muslim. Semua tampak segar dan bersemangat. Ya, hari itu adalah hari pertama pelaksanaan kegiatan Ramadhan di Bumi Bintaraloka.
Siap mengikuti Pesram, dokumentasi pribadi
Bulan Ramadhan adalah bulan dimana pahala kebaikan dilipat gandakan. Karenanya di bulan penuh berkah itu sudah selayaknya kita memperbanyak kebajikan, baik terhadap sesama manusia maupun kepada Allah.
Berkaitan dengan hal tersebut, di bulan Ramadhan 1445 H ini Bintaraloka kembali melaksanakan kegiatan Ramadhan yang bertajuk Pesantren Ramadhan dan Ibadah Ramadhan (Pesram dan Irama).
Pembukaan Pesram, dokumentasi Anggita
Acara yang dimotori oleh para guru PAI ini dibuka pada hari Senin pagi oleh Ibu Dra Mutmainah Amini, M.Pd, Kepala SMP Negeri 3 Malang.
Dalam sambutannya beliau berpesan agar semua siswa mengikuti rangkaian kegiatan Pesram ini dengan baik dan sungguh-sungguh.
Pemberian materi di aula, dokumentasi Anggita
Menurut Ibu Utin Kustianing koordinator Pesram dan Irama, kegiatan yang dilaksanakan mulai hari Senin 18 Maret hingga Rabu 20 Maret 2024 ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan keislaman dan kesalehan Sosial.
Koordinator Pesram dan pemateri dari Ma’had UiN, dokumentasi UtienPemateri dan pendamping, dokumentasi Anggita
Kegiatan Pesram dan Irama dilaksanakan bergantian, setiap hari satu angkatan. Hari Senin yang melaksanakan Pesram dan Irama adalah kelas sembilan, hari Selasa kelas delapan dan esoknya kelas tujuh.
Materi di kelas, dokumentasi Anggita Semangat yg mengikuti materi Pesram, dokumentasi Anggita Sesi materi pagi di kelas, dokumentasi Anggita Sesi materi pagi, dokumentasi Anggita
Adapun materi yang diberikan pada siswa adalah tentang Fiqih, Aqidah, Muhasabah dan Adab bermedia sosial, dan pemberi materi adalah para Ustadz dan Ustadzah dari Ma’had UIN Malang.
Diterangkan oleh Ibu Utin bahwa pada dasarnya kegiatan Pesram dan Irama dibagi menjadi dua bagian.
Pagi hari siswa mendapatkan materi sementara sore hari.yang dimulai pukul 16.30 adalah penerapan materi.
Penerapan materi diisi dengan tahsin, sholat Maghrib berjamaah, buka bersama dan sholat taraweh berjamaah dengan dipandu oleh Bapak Abidlah Salfada Batoga, bersama para Ustadz dari Ma’had UIN.
Kelancaran pelaksanaan Pesram dan Irama tidak lepas dari kontribusi dan dukungan dari paguyuban kelas. Hal tersebut tampak saat pelaksanaan buka bersama di mana konsumsi siswa semua dihandle oleh paguyuban.
Paguyuban dan wali kelas mempersiapkan buka bersama, dokumentasi pribadiSuasana buka bersama, dokumentasi Anggita
Dalam Pesram ini siswa juga diajak untuk lebih peduli pada orang di sekitarnya dengan membagi-bagikan takjil gratis pada para pengendara atau pejalan kaki yang kebetulan lewat di depan sekolah.
Pembagian takjil pada pengendara atau pejalan kaki di depan sekolah, dokumentasi Anggita
Pelaksanaan pembagian takjil gratis dilakukan oleh pengurus BDI yang ditugaskan.
Siswa maupun guru pendamping tampak demikian bersemangat dalam mengikuti acara ini.
Meskipun acara lumayan panjang yaitu dimulai dari pukul 07.30 dan berakhir sekitar pukul 20.00, wajah ceria tampak dimana-mana.
Pesram dan Irama hari terakhir, dokumentasi Bintaraloka
Acara Pesram dan Irama ditutup oleh Bapak Aksan wakakur SMP Negeri 3 Malang pada hari Rabu tanggal 20 Maret 2024 malam.
Harapannya kedepan Pesram akan dikemas dengan lebih bagus lagi, dan jika perlu diadakan di pondok pesantren yang sebenarnya, supaya siswa bisa merasakan langsung bagaimana kehidupan di pesantren.