Categories
Reportase

Mari Bijak Berinternet, Sebuah Cerita Tentang Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Gadget dan internet, kini menjadi hal yang sangat akrab dalam kehidupan kita. Indonesia memegang rekor atas penggunaan gadget dan pemanfaatan internet dalam keseharian kehidupan masyarakatnya.

Menurut laporan We Are Social, per Januari 2023 jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai 213 juta orang. Sebuah angka yang sangat besar mengingat jumlah penduduk Indonesia sekitar 270 juta lebih.

Pembuatan infografik, dokumentasi Bintaraloka

Laporan itu juga menemukan, rerata orang Indonesia menggunakan internet selama 7 jam 42 menit dalam sehari. Wow, berarti hampir sepertiga dari kehidupan kita, kita pakai untuk berinternet!

Berkaitan dengan hal tersebut kiranya perlu ditekankan pemahaman UUITE terhadap siswa sejak dini. Ya, siswa juga bagian masyarakat yang banyak menggunakan gadget dan internet.

Pengambilan gambar, dokumentasi pribadi

Berkaitan dengan pemahaman tentang bagaimana menggunakan internet dengan baik, Projek Penguatan Profil  Pelajar Pancasila kelas tujuh tema dua kali ini mengambil tema Bijak Berinternet.

Diskusi kelompok , dokumentasi Bintaraloka

Ada berbagai kegiatan dalam projek ini. Di antaranya pemberian materi tentang UU ITE dan bijak bermedia sosial, pembuatan infografik, presentasi dan yang terakhir adalah pembuatan video tentang cyber bullying dan pelanggaran UU ITE.

Presentasi, dokumentasi Bintaraloka

Undang-Undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) adalah undang-undang di Indonesia yang mengatur tentang penggunaan teknologi informasi dan transaksi elektronik. Undang-undang ini ditujukan untuk mengatur kegiatan yang berkaitan dengan penggunaan internet, komputer, dan perangkat elektronik lainnya.

Pembuatan video, dokumentasi pribadi

Dengan adanya UUITE maka warga negara akan terjamin keamanannya dalam melakukan kegiatan yang berkaitan dengan penggunaan internet, karena dalam UUITE diterangkan perbuatan apa saja yang tidak boleh dilakukan dalam menggunakan Internet.

Berbagai kegiatan yang tidak boleh dilakukan  di dunia maya adalah menyebar video asusila, menyebar hoax dan ujaran kebencian, pencemaran nama baik, judi online, teror online, bullying,  pemerasan dan banyak lagi.

Khusus tentang bullying, pembullyan lewat internet dinamakan cyber bullying. Contoh cyber bullying adalah mengolok olok seseorang di medsos, mengeluarkan komentar yang menyakitkan, memposting gambar atau video yang memalukan, melakukan ancaman dan lain sebagainya. Cyber bullying adalah perbuatan yang sedapat mungkin harus dicegah karena banyak merugikan terutama pada korbannya.

Agar siswa lebih memahami berbagai perbuatan yang melanggar UUITE sekaligus cyber bullying, di akhir kegiatan projek tema dua ini siswa diajak membuat video tentang kedua hal tersebut.

Pembuatan video, dokumentasi pribadi

Penyusunan skenario sekaligus take adegan dilakukan siswa secara berkelompok. Siswa melakukan kegiatan dengan penuh semangat. Meski tampaknya ada beberapa adegan harus diulang berkali-kali mereka tetap tidak putus asa. Ulang dan ulang sampai adegan sesuai dengan yang dikehendaki.

Pembuatannvideo di learning garden, dokumentasi pribadi
Di sela pembuatan video, dokumentasi pribadi

Sebuah semangat yang luar biasa. Harapannya semoga Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila tema dua kali ini membuat siswa semakin paham tentang UUITE, dan pada akhirnya mereka akan lebih bijak dalam berinternet dan bisa menggunakan gadget mereka untuk  hal- hal yang bermanfaat 

Categories
Serba-serbi Uncategorized

Mengabadikan Topeng Malangan dalam Sebuah Karya Seni Batik

Masih tentang batik …😊

Dalam beberapa hari ini Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila kelas delapan masih disibukkan dengan pembuatan batik Topeng Malangan 

Setelah melaksanakan ODL ke SMKN 7 Malang, siswa dirasa sudah mempunyai bekal cukup untuk melakukan praktik pembuatan batik topeng Malangan di sekolah.

Tentu saja proses pembuatan batik tersebut tetap dibimbing oleh Bapak/Ibu guru yang tergabung dalam tim Projek Tema Dua kelas 8 SMP Negeri 3 Malang.

Siap dengan alat pembuat batik karya sendiri , dokumentasi pribadi

Yang membuat projek ini luar biasa adalah pembuatan batik cap dimulai sejak membuat canting. Jadi cetakan atau alat untuk membuat cap dilakukan oleh siswa sesuai kreativitas kelompok masing-masing.

Pewarnaan, dokumentasi pribadi

Ada berbagai motif yang dibuat siswa. Sesuai dengan tema Projek, motif yang banyak muncul adalah Topeng Malangan. 

Mengapa harus Topeng Malangan? Aha , ternyata banyak yang menarik dari Topeng Malangan ini. Tidak percaya? Let’s check it out!

Tentang Topeng Malangan dan Cerita Panji

Siap membuat batik bersama, dokumentasi pribadi

Topeng Malangan adalah seni budaya Malang yang sejarahnya berkaitan erat dengan masa keemasan Raja Gajayana, Kerajaan Kanjuruhan.

Ciri khas topeng Malangan adalah pahatan karakter wajah yang jelas dan menggunakan warna yang lebih beragam untuk menampilkan karakter tokohnya. Warna-warna tersebut adalah merah, putih, kuning, hijau dan hitam.  

Membuat motif menggunakan lilin, dokumentasi pribadi

Cerita yang dibawakan dalam tari Topeng Malangan adalah cerita Panji.

Cerita yang mengalami perkembangan sejak zaman kerajaan Majapahit ini berkisah tentang Raden Panji Asmorobangun atau Inu Kertapati yang  merupakan putera mahkota Kerajaan Jenggala dan Galuh Candrakirana (Dewi Sekartaji), putri kerajaan Daha.

Membuat motif dengan cap, dokumentasi pribadi

Keduanya sudah dijodohkan satu sama lain oleh orang tua mereka sejak kecil.  Namun, dalam berbagai varian ceritanya, perjodohan itu menghadapi berbagai tantangan yang akhirnya happy ending.

Berbagai dongeng rakyat seperti Ande-ande Lumut, Keong Emas, dan Golek Kencana diyakini merupakan turunan dari cerita Panji ini.

Berdasarkan cerita Panji tersebut, tokoh utama yang sering tampil  dalam topeng Malangan adalah:

Karakter topeng Malangan, Sumber gambar: linksos

1. Raden Panji Asmorobangun. Raden Panji merupakan tokoh protagonis dalam cerita Panji. Warna hijau pada wajahnya melambangkan bahwa ia seorang yang baik hati.

2. Dewi Sekartaji. Wajahnya yang berwarna putih menunjukkan bahwa ia seorang yang suci, lembut, dan baik hati.

3. Gunung Sari, sahabat Raden Panji ini memiliki mata sipit, berkumis panjang. Warna wajahnya yang  putih yang melambangkan seorang yang baik hati dan suci.

4. Dewi Ragil Kuning, adik dari Raden Panji ini bersifat aktif. Warna wajahnya yang kuning melambangkan kesenangan dan sifat yang periang.

5. Klana Sewandana, merupakan tokoh antagonis yang menjadi musuh dari Raden Panji. Tokoh ini memiliki wajah berwarna merah yang berarti bahwa ia seorang pemarah dan juga pemberani.

6. Bapang, memiliki warna wajah merah, hidung panjang, dan mata yang besar. Warna wajah sahabat Klana Sewandana ini melambangkan sifat pemarah dan pemberani.

Motif topeng Malangan yang sering muncul, dokumentasi pribadi

Gambar wajah para tokoh dimunculkan oleh siswa di batik yang mereka buat. Batik- batik itu dibuat dalam bentuk taplak , selendang ataupun scarf.

Suasana membatik, dokumentasi pribadi

Sebuah hari yang luar biasa. Panasnya udara, bau lilin serta ramainya suasana lapangan volley tidak mengurangi semangat siswa untuk menuangkan imajinasi mereka dalam sebuah karya batik Topeng Malangan. 

Membuat motif dengan cap, dokumentasi pribadi

Proses pembuatan batik memang belum selesai. Yang dilakukan siswa dalam dua hari ini adalah pembuatan motif dengan cap, dan pewarnaan. 

Batik karya siswa diangin-anginkan sesudah pewarnaan, dokumentasi Riska

Meski masih kurang satu tahap lagi yaitu pembersihan lilin atau ngelorot, namun dari karya batik yang di angin-anginkan sudah tergambar cantiknya karya batik yang tercipta.

Pembuatan batik Topeng Malangan di samping untuk mengasah kreatifitas siswa, menanamkan karakter baik, juga untuk menghargai ragam budaya yang ada di kota Malang.

Suasana pembuatan batik, dokumentasi Riska

Harapannya, ke depan akan tercipta batik  kreasi siswa yang menjadi karya khas dan kebanggaan Bintaraloka tercinta.

Salam Bintaraloka…:)

Categories
Serba-serbi

Kesadaran Ekonomi dan Politik Ala Mbak Pur

“Bothok,  pepes,  urap-urap,… !”
Teriakan itu selalu membuat ‘ gaduh’ kampung kami setiap pagi. Dengan penuh semangat sang pemilik suara membangunkan kami yang sedang malas malasan atau bahkan masih lelap tertidur.

Namanya Mbak Pur. Perawakannya kecil tapi gesit. Di usia akhir 50 an ia masih tampak lincah. Barangkali karena aktivitasnya yang luar biasa.

“Mbaak, bothok kemangi, Mbaak..!” teriakan Mbak Pur demikian membahana.
Kadang senang, kadang bising juga rasanya saat mbak Pur mulai menjajakan dagangannya.  

Senang jika hari itu ada rencana untuk tidak memasak, Mbak Pur selalu datang dengan berbagai macam masakan di keranjangnya.

Bising karena suara Mbak Pur sangat keras. Saya curiga, jangan-jangan Mbak Pur semasa sekolah sering jadi komandan upacara.

Semenjak suaminya sakit, kiprah Mbak Pur untuk menghidupkan roda ekonomi sangat besar. Meski hidup hanya berdua dengan Pak Seto suaminya, yang namanya kebutuhan tiap hari harus tetap dipenuhi.

Dalam pengamatan saya semenjak suaminya sakit bisnis Mbak Pur justru semakin berkibar. Dengan membawa keranjang besar yang diletakkan di atas kepala dan sebagian lagi dijinjing, Mbak Pur berkeliling kampung membawa berbagai macam masakan, baik masakan sendiri atau masakan orang lain.

Urap-urap, sumber gambar: Fimela

Menurut saya pribadi masakan Mbak Pur jauh lebih enak daripada buatan orang lain. Sebutlah sambel pecel khas Ngawinya yang pedas dan sedap,  oseng pare yang pahit tapi membuat ketagihan,  juga lodeh yang sangat mak nyus rasanya.

Membicarakan Mbak Pur rasanya tidak lengkap jika tidak dikaitkan dengan politik. Mengapa? Mbak Pur sangat melek politik. Pembicaraan di antara kami di kampung sering nyerempet politik. Tentang pilpres, pileg bahkan calon presiden atau legislative yang diandalkan. Tentunya dengan ramesan dan tafsir sebisanya khas orang kampung seperti kami.

Pada saat ramai-ramainya pileg dan pilpres tahun lalu, Mbak Pur tampak begitu sibuk. Berkali-kali ia keluar rumah. Bahkan di depan rumahnya ada spanduk kecil yang berisi foto caleg dan lambang partai tertentu.

Jika biasanya ia berkeliling kampung membawa makanan,  kini kelilingnya membawa map. Wah,  penampilan baru,  pikir saya.

Sore itu dengan berbusana rapi, tak seperti biasanya Mbak Pur bertamu ke rumah saya. Sikapnya sedikit formal.
“Mbak,  sampeyan mau  pisau dapur yang bagus? ” tanya Mbak Pur pada saya sambil menunjukkan pisau stainless steel yang ada ‘rumahnya’. Khas pisau mahal.

“Ya mau, ” jawab saya tertarik. Pikir saya Mbak Pur jualan pisau dan dikreditkan.
Ternyata bukan..

” Syaratnya,  saya minta fotocopy KTP dan KK, ” kata Mbak Pur sambil membuka mapnya. Ada tertera nama- nama,  alamat dan no KTP dan KK warga di sana.  Saya tiba tiba merasa kurang enak. Pikiran saya langsung mengarah ke foto caleg yang ada di depan rumah Mbak Pur. Pasti untuk Pemilu, ini, pikir saya.

“Mboten pun Mbak Pur, saya pikir mau dijual? Siapa sih yang bagi-bagi pisau? ” tanya saya ingin tahu.

“Ooh,  ini caleg, mbak,  saya tim suksesnya, ” katanya bangga.
” Dari partai apa? ” tanya saya penasaran.
“Ya mbuh..,  bukan urusan saya.  Yang penting saya dapat pisau, ” jawabnya ringan. 
Dalam hati saya tertawa.  Kok bisa-bisanya tim sukses tidak tahu partainya?

Pak Ganjar dan pak Mahfud, sumber gambar: politik

Di akhir tahun 2020 Mbak Pur mengadakan arisan putaran baru untuk orang-orang kampung. Sebagai borg yang sangat dipercaya kredibilitasnya, begitu arisan lama habis harus ada arisan baru penggantinya.

Arisan baru dengan besaran Rp 100.000 ini sangat seru, karena pengikutnya banyak sehingga dapatnya lumayan.  Sekitar lima juta rupiah.

Sampai tahun 2023 ini saya belum mendapat tanda-tanda kapan arisan akan selesai. Saya mulai resah. Maklumlah, kalau sudah dapat arisan, rasanya seperti bayar hutang saja.

Suatu saat saya ada kesempatan untuk ngobrol dengan Mbak Pur masalah arisan ini.
” Ini masih lama ya, Mbak Pur? ” tanya saya.
“Lho..  Masih lama,  Mbak, “jawab Mbak Pur.
“Ooh, ? ” tanya saya agak kecewa.
“Pokoknya arisan ini nanti habisnya pas Pak Joko turun.  Dapatnya lima juta lebih, ” jawabnya mantap.

“Pak Joko siapa?” kejar saya. Kok rasanya akrab sekali cara Mbak Pur memanggilnya.
“Pak Jokowi,” jawabnya ringan.
“Ooh, begitu ya…” kata saya sambil tertawa.

Asli, saya suka dengan cara mbak Pur menyebut nama Pak Joko. Sepertinya Pak Joko itu kenalan dekatnya, atau tetangga sebelah rumah.

Mungkin karena Mbak Pur dan suaminya penggemar berat Pak Jokowi, dan merasa Pak Jokowi begitu dekat dengan hati mereka.He..he..

Pagi ini ketika berjualan dan hendak keluar gang Mbak Pur agak tertegun. Ada banyak bendera bertebaran dimana-mana, berwarna hijau dan merah. Bendera NU dan di sela- selanya ada bendera PDI.

Sementara di kampung seberang bendera NU dan PKS berjajar dengan manisnya. Sebuah pemandangan yang sangat langka.

Aha, rupanya ada angin segar yang berhembus di mana-mana. Pencalonan Pak Ganjar dan Pak Mahfud membuat bendera NU dan PDI bersanding mesra, sementara pencalonan Pak Anis dan Pak Muhaimin membuat bendera NU berkibar di kampung seberang yang selama ini agak berbeda paham dengan kampung kami.

Jelasnya kampung kami masih setia dengan Manaqiban, Dibaan, Yasinan, sementara kampung seberang tidak melaksanakan segala ritual itu. Perbedaan yang membuat sedikit ada keengganan kami untuk berakrab-akrab dengan saudara di kampung seberang.

Mbak Pur tersenyum cerah. Pemilu kali ini rupanya membawa berkah tersendiri. Biasanya ia agak segan masuk kampung seberang, namun tidak untuk kali ini.

Dengan langkah pasti Mbak Pur berjalan ke seberang untuk menawarkan barang dagangannya.

Ya, barokah pencapresan membuat daerah spreadingnya menjadi lebih luas dan harapannya rezekinya akan semakin bernas.

Categories
Reportase

Dua Agenda Bintaraloka di Penghujung Oktober 2023

Bulan Oktober masih tersisa dua hari lagi, dan penghujung bulan ini ditandai dengan dua moment penting di Bintaraloka yaitu pelantikan pengurus OSIS dan MPK masa kerja 2023-2024 dan pengumuman juara lomba bahasa.

Aha, dua moment yang sangat menarik karena keduanya dilaksanakan di satu waktu yaitu hari Senin terakhir di bulan Oktober ini.

Pelantikan pengurus OSIS dan MPK dilakukan dengan upacara yang juga sekaligus upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Seperti biasa, upacara dimulai pukul 06.45 wib. Sehari sebelumnya disampaikan pada seluruh siswa agar menjaga kondisi tubuh tetap fit dan tidak lupa sarapan, karena upacara pelantikan pengurus OSIS baru seperti biasanya memerlukan waktu yang agak panjang.

Dalam upacara pagi itu Ibu Kepala sekolah menyampaikan bahwa penting bagi pengurus OSIS untuk memberikan teladan bagi seluruh siswa di SMP Negeri 3 Malang dalam berperilaku dan disiplin.

Ikrar pengurus OSIS dan MPK 2023-2024, dokumentasi Bintaraloka

Pelantikan pagi itu ditandai dengan pembacaan ikrar pengurus OSIS baru dan penandatanganan berita acara dan serah terima jabatan dari ketua OSIS lama Maharani kepada ketua OSIS terpilih Sybia Ainuha Zurayya.

Ketua OSIS lama dan yang baru, dokumentasi Bintaraloka

Sesudah upacara pelantikan, acara dilanjutkan dengan pengumuman siswa berprestasi juga para juara lomba bahasa.

Sesudah upacara, dokumentasi pribadi

Prestasi lomba yang diraih siswa dari kegiatan di luar sekolah adalah dari lomba catur, Pramuka dan Internasional Mathematics Olympic (IMO).

Suasana pengumuman juara lomba bulan bahasa, dokumentasi pribadi

Adapun para juara lomba Bulan Bahasa adalah sebagai berikut:

Lomba Poster Digital : Khansa Anaya 3.5.7, Muhammad Iqbal 2.3.1, Masyitah Kirana 3.5.2

Lomba Poster Manual: Aurelia Thalita 3.3.3, Eka Risma 3.5.1, Zahara Jihan 3.5.6

Lomba Pantomim:

Prayoga dan Rayhan 3.5.6, Imraan dan Nero 3.5.7, Rahardiyan dan Reihan 3.5.1

Lomba Broadcasting:

Ayudia dan Gathayu 3.3.8,  Alya Adriana dan Rainka 3.3.5, Adhly dan Danendra 3.5.4

Lomba Musikalisasi Puisi:

Maria, Jason dan Nauval 3.5.4 ; Almira, Maritza dan Rara 3.1.5; Annabella, Bianca dan Reva 3.5.7

Lomba Cipta dan Makna Puisi:

Safira 3.5.4, Salsabila Aricia 3.1.5 , Maureen Namira 3.1.9

Lomba drama:

Kelas 3.5.3, kelas 3.5.1, kelas 2.3.1

Lomba Majalah Dinding

Kelas 3.5.1, kelas 3.5.5, kelas 3.5.7

Lomba pidato bahasa Indonesia

Chiara 3.5.6, Ainay 2.3.1 , Aini Az-Zahra 3.1.2

Lomba MC Bahasa Indonesia

Vanya 3.1.8, Lintang 3.1.1, Aulia 3.3.2

Lomba mendongeng:

Ayu Putri 3.5.2, Voni 3.5.1, Naurah Mumtaz 2.3.1

Lomba Menulis Indah Aksara Jawa

Zahra Aghnia 3.3.8, Adzraa Alysia 3.3.5, Biru Prameswari 3.5.1

Lomba Geguritan:

Maulidya Hanifah 3.1.7, Favian Ahmad 3.5.1, Muhammad Irsyad 3.3.4

Lomba Story Telling:

Dirsanala Nararya 2.3.1, Kharida Eleana 3.1.5, Elisa Meidina 3.5.2

Speech Contest:

Sybia Ainuha Zurayya 3.3.4, Anindya Eikaningtyas 3.1.6, Yusuf Danendra 3.3.1

Para juara lomba bulan bahasa, dokumentasi Anggita

Luar biasa. Bintaraloka benar benar bertabur talenta pagi ini. Para juara maju ke depan, baik dari lomba di luar sekolah maupun bulan bahasa. Mereka berpose bersama sambil membawa piagam dan hadiah masing-masing bersama Ibu Eka ketua panitia Lomba Bulan Bahasa.

Akhirnya selamat untuk para juara, semoga prestasi yang diraih hari ini bisa menjadi inspirasi bagi seluruh siswa untuk mempersembahkan prestasi terbaik bagi sekolah.

Tak lupa juga terima kasih pada pengurus OSIS lama atas segala kerja dan dedikasinya selama ini, dan selamat bertugas pada para pengurus OSIS baru. Semoga kiprah kalian semua bisa membawa Bintaraloka semakin berjaya.

Salam Bintaraloka 😊

Categories
Reportase

Gempita Peringatan Bulan Bahasa Bintaraloka 2023

Siang itu gazebo terasa lebih ramai dari biasanya. Beberapa anak memainkan alat musik sementara anak yang lain membacakan puisi. Kadang suasana terasa syahdu, namun juga kadang menghentak penuh semangat. Penonton di sekitar gazebo tampak begitu antusias menyimak tampilan demi tampilan. 

Musikalisasi puisi, dokumentasi Addin
Musikalisasi puisi, dokumentasi Addin
Juri musikalisasi puisi, dokumentasi Addin

Sementara itu di sekitar lab fisika beberapa siswa sudah siap dengan tampilan wajah putih dan bibir dicat merah. Sungguh, make up itu benar-benar menyembunyikan wajah asli mereka. Ini

Tampilan salah satu peserta lomba pantomim, dokumentasi Unzil

Dua hal di atas adalah gambaran dari lomba musikalisasi puisi dan pantomim yang merupakan kegiatan dari Peringatan Bulan Bahasa. Apakah hanya dua lomba itu saja? Tentu saja tidak. Masih banyak lomba-lomba menarik yang lain. 

Make up peserta pantomim, dokumentasi Addin
Siap mengikuti lomba, dokumentasi Addin

Peringatan Bulan Bahasa kali ini diadakan hari Selasa tanggal 24 Oktober 2023, bersamaan dengan pelaksanaan Pilketos. Peringatan dibuka dengan apel yang dilaksanakan pagi hari dengan pembina apel ibu Kepala SMPN3 Malang.

Mengapa Peringatan Bulan Bahasa selalu diadakan di bulan Oktober?

Sebagaimana kita ketahui bersama, Oktober adalah bulan yang istimewa . Dalam bulan Oktober ada satu peristiwa bersejarah yang selalu diperingati yaitu Sumpah Pemuda.

Lomba poster digital, dokumentasi Rama
Tampilan salah satu peserta lomba, dokumentasi Addin

Sumpah Pemuda adalah peristiwa di mana para pemuda Indonesia mengikrarkan diri pada satu pengakuan akan satu bangsa yaitu bangsa Indonesia, satu tanah air yaitu tanah air Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia.

Broadcasting, dokumentasi pribadi
Poster manual, dokumentasi Vina

Berdasarkan hal tersebut maka bulan Oktober juga diperingati sebagai Bulan Bahasa dan sastra.

Mengapa harus ada bulan bahasa? Tidak bisa dipungkiri bahwa kesantunan berbahasa adalah bagian dari proses pendidikan anak. Adalah penting untuk menanamkan kesantunan tersebut lewat berbagai media misalnya dongeng, drama dan lainnya. 

Peserta lomba pidato, dokumentasi pribadi
Salah satu karya peserta, dokumentasi pribadi
Lomba Mading, dokumentasi Addin

Bulan bahasa juga mengajak kita semua untuk peduli dan bangga pada karya sastra yang ada di negara kita.

Menurut penjelasan Bu Eka sebagai ketua panitia, dalam Peringatan Bulan Bahasa tahun ini Bintaraloka mengangkat tema “MENCIPTAKAN MAHA KARYA, MEMBANGUN INDONESIA CEMERLANG”

Ada 15 nomor lomba dalam Bulan Bahasa ini yaitu : mendongeng , cipta makna dan puisi, poster digital, poster manual , pantomim, broadcasting, musikalisasi puisi, drama, majalah dinding, pidato bahasa Indonesia, mc bahasa Indonesia,menulis indah aksara jawa, geguritan, speech contest dan story telling. 

Adapun yang menjadi juri adalah semua Bapak/Ibu guru pengajar SMP Negeri 3 Malang.

Menunggu giliran tampil, dokumentasi pribadi
Juri lomba pidato, dokumentasi Addin
Menunggu giliran tampil speech contest, dokumentasi pribadi
Juri speech contest , dokumentasi Addin

Wow, luar biasa ! Dengan banyaknya nomor lomba diharapkan semua siswa berpartisipasi aktif dalam lomba Bulan Bahasa. Diharapkan juga akan tercipta karya karya yang mengagumkan dari putra putri Bintaraloka.

Peserta lomba drama, dokumentasi Imroatul
Tampilan salah satu peserta, dokumentasi Addin
Juri lomba drama, dokumentasi Addin

Semangat siswa, kekompakan kelas, juga kesungguhan peserta tampak dari foto-foto yang ada di halaman ini. Lalu bagaimana hasilnya? He..he… Tunggu pengumuman dari panitia ya…

Salam Bintaraloka ..😃