Persiapan TKA (2)

Setelah mengerjakan persiapan TKA (1), mari lanjut ke TKA (2). di bagian bawah ada kunci jawaban, tapi seperti biasa cobalah mengerjakan sendiri, baru dicocokkan dengan kunci. Selamat mengerjakan..

Soal 1

Sumber gambar : Nibble

 Pembuatan Roti Bahan yang diperlukan untuk membuat 1 adonan Roti  adalah : Tepung terigu 250 gr, Gula pasir 40 gr , Susu bubuk 10 gr,  Mentega 30 gr, Garam 2 gr, Ragi 4 gr.  Info ketersediaan stok gula 160 gram. Jika pemilik toko roti memutuskan mengurangi gula pasir 20% dari takaran awal, maka selisih banyaknya adonan roti yang dapat dibuat sebelum dan sesudah dikurangi takaran gulanya adalah ….

  A. 1 B. 2 C. 3 D. 4

Soal 2

Sebuah mesin dapat memproduksi 120 botol dalam 3 menit. Berikut adalah pernyataan-pernyataan mengenai laju produksi. Tentukan Benar atau Salah pernyataan berikut dengan memberi tanda centang (v)

Sumber gambar: Thaizou Waton

Soal 3

Pada hari Minggu pagi, Mirna pergi ke pasar untuk membeli cabai merah dengan uang Rp20.000,00. Jika harga ½ kg cabai merah hari itu adalah Rp12.500,00, maka berat maksimum cabai yang bisa Mirna beli adalah … .

 A. 600 gram

 B. 700 gram

 C. 800 gram

 D. 900 gram

Sumber gambar: Desa Pereoa

Soal 4

 Jarak antara kota A dan kota B ditempuh sebuah mobil dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam selama 3 jam 30 menit. Jika jarak yang sama ditempuh dengan kecepatan rata-rata 90 km/jam, maka waktu yang diperlukan adalah ….

 A. 2 jam

 B. 2 jam 20 menit

 C. 2 jam 30 menit

D. 2 jam 45 menit

sumber gambar: Tempo.com

Semangat Persiapan TKA (1)

Salam Matematika

Mari kita belajar soal-soal persiapan TKA berikut. Sebagai petunjuk, kerjakan sendiri terlebih dahulu, baru cocokkan dengan kunci jawaban. Tetap semangat ya…

Soal 1:

Diketahui bilangan real p dan q dengan p < q. Pilihlah di antara pernyataan-pernyataan berikut manakah yang benar:

a. 𝑝+1 < 𝑞+1

b. −𝑝 > −𝑞

c. 𝑝−𝑞>0

d. 𝑝−𝑞<0

Soal 2 :

Cuaca Ekstrem dan Perubahan Suhu Harian
Dalam beberapa waktu terakhir, Indonesia mengalami cuaca ekstrem yang ditandai dengan
perubahan suhu yang tidak menentu antara pagi, siang, dan malam hari. Cuaca ekstrem ini
dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti perubahan iklim, pergeseran musim, dan pola
angin yang tidak menentu. Kondisi ini menyebabkan suhu udara mudah berubah dalam
waktu singkat.
Perubahan suhu ini dapat dirasakan di berbagai daerah, termasuk di Kota Malang. Suhu
udara pada pagi hari tercatat sebesar 18°C. Memasuki siang hari, suhu udara meningkat
sebesar 7°C akibat paparan sinar matahari yang cukup terik. Namun, pada sore hari suhu
udara kembali menurun sebesar 5°C karena mulai turun hujan dan angin bertiup lebih
kencang. Pada malam hari, suhu udara turun lagi sebesar 4°C dibandingkan suhu pada sore
hari. Perubahan suhu tersebut terjadi secara bertahap sepanjang hari.
Berdasarkan info pada teks di atas, suhu udara pada malam hari adalah …
A. 16°C
B. 18°C
C. 20°C
D. 25°C

Soal 3 :

Toko “ Segara” menjual buah apel jenis Apel Malang dengan berat rata-rata 0, 98 kg setiap
kantong. Jika toko tersebut menjual 52 kantong Apel Malang, maka
pernyataan-permyataan berikut yang benar adalah… .
a. Jika semua terjual habis, maka perkiraan berat Apel Malang yang terjual adalah 51
kg
b. Total berat Apel Malang yang terjual diperkirakan lebih dari 50 kg
c. Pembulatan 0,98 menjadi 1 menyebabkan estimasi berat Apel Malang yang terjual
menjadi lebih kecil dari hasil sebenarnya
d. Jika 0,98 kg dibulatkan menjadi 1 kg dan 52 kantong dibulatkan menjadi 50, maka
estimasi berat Apel Malang yang terjual semuanya adalah 50 kg

Soal 4 :

Sumber gambar: TribrataNews

Pada saat bencana banjir di Aceh bulan November 2025 yang lalu, sebuah komunitas peduli
bencana mengumpulkan 420 paket makanan untuk korban bencana alam tersebut.
Paket-paket tersebut akan dibagikan ke beberapa posko dengan jumlah paket yang sama di
setiap posko dan tanpa sisa.
Untuk menentukan jumlah paket yang diterima setiap posko, perhatikan
pernyataan-pernyataan berikut kemudian berilah tanda centang (v)pada
pernyataan-pernyataan yang benar!

Selamat Belajar..

Kunci bisa dilihat di sini

Sumber Belajar Melimpah tapi Motivasi Kian Lemah? Begini Tips untuk Menghadapinya

Tahukah kalian di era dimana terjadi kelimpahan informasi seperti sekarang ini justru semangat belajar kian menurun? Benar- benar terjadi paradoks, di era di mana sumber belajar melimpah, semangat untuk maju kian lemah.

Ada banyak hal yang menyebabkan hal ini seperti:

1. Terlalu banyak sumber dan platform belajar sehingga siswa sibuk memilah dan memilih tapi tak kunjung memulai.

2. Terlalu banyak distraksi. Media untuk belajar (HP) adalah media yang sama untuk bersismed atau betmain. Jadi tengah tengah belajar sering ada notifikasi yang “membuyarkan” konsentrasi.

3. Terlalu tegang dan takut menghadapi ujian. Saat ujian (TKA) yang semakin dekat membuat siswa makin tegang dan mengalami kelelahan mental.

4. Tidak bisa menentukan skala prioritas dan melakukan manajemen waktu. Mengejar kesenangan sesaat dengan terus bermain akan membuat tugas- tugas terbengkalai.

Nah, berikut adalah tips praktis menghadapi ujian (seperti TKA) di tengah paradoks pilihan dan godaan digital yang luar biasa:

Siap hadapi ujian, gambar by AI chat gpt

1. Tetapkan “Komitmen Tunggal” untuk Sumber Belajar. Jangan jadi “kolektor buku” atau “pengoleksi akun platform”. Pilih maksimal 1-2 sumber utama lalu commit untuk menghabiskan sumber itu sampai tuntas. Percayalah, mengerjakan 1 buku 5 kali lebih baik daripada memiliki 5 buku tapi tidak ada yang selesai.

2. Gunakan Teknik “Atomic Habits” (Kebiasaan Kecil)

Ini untuk mengatasi Rasa Malas Memulai dan Rasa Kewalahan. Mengerjakan satu atau dua soal setiap hari adalah salah satu cara membangkitkan diri dari rasa malas.

3. Rekayasa Lingkungan (Bentengi Diri dari Distraksi) terutama untuk mengatasi Godaan Digital. Saat belajar, aktifkan mode pesawat atau gunakan aplikasi focus mode di HP.

Langkah kecil yang konsisten lebih baik daripada lompatan besar yang terhenti

4. Jangan langsung baca pembahasan! Sebelum belajar satu topik, coba kerjakan beberapa soal acak dulu (meskipun belum diajari). Proses ini memaksa otak untuk “gagal” terlebih dahulu. Setelah itu, baru baca materi atau pembahasannya. 

Nah, pada intinya di era banjir informasi ini, strategi belajarnya harus berubah. Bukan lagi “siapa yang punya akses terbanyak”, tetapi “siapa yang bisa menyaring dan konsisten”.

Di era seperti ini, kualitas dan konsistensi mengalahkan kuantitas. 

Satu soal yang dianalisis dengan benar sampai paham konsepnya lebih berharga daripada 10 soal yang dikerjakan asal-asalan sambil buka HP.

Paradigma belajar harus diubah, bukan lagi “siapa yang punya akses terbanyak”, tetapi “siapa yang bisa menyaring dan konsisten”.

Ingat, konsisten sangat penting, seperti sebuah kata bijak bahwa: “langkah kecil yang konsisten lebih baik daripada lompatan besar yang terhenti”. 

Semoga bermanfaat dan salam matematika😊.

Tes Kemampuan Akademik (TKA)

Tes Kemampuan Akademik (TKA) dilatarbelakangi oleh kebutuhan adanya pelaporan capaian akademik individu murid dari penilaian yang terstandar. Tidak tersedianya laporan capaian akademik individu dari penilaian terstandar pada beberapa tahun terakhir menimbulkan beberapa permasalahan. Permasalahan muncul terutama pada situasi ketika perbandingan capaian akademik murid yang berasal satuan pendidikan dilakukan, seperti pada proses seleksi. Pada situasi seleksi yang didasarkan pada data dari hasil penilaian masing-masing satuan pendidikan misalnya data rapor, menimbulkan masalah dalam hal objektivitas dan keadilan.

Untuk lebih memahami tentang TKA dan mencoba mengerjakan simulai soal TKA, kalian bisa membaca link : https://pusmendik.kemdikbud.go.id/tka/

Berikut adalah link soal yang bisa kalian gunakan untuk latihan menghadapi TKA.

Try Out Kota 1

Modul Matematika

TKA Matematika SMP/MTs Sederajat dan Kunci Jawaban 

https://s.id/TKA-Matematika-SMP

https://s.id/TKA-SMP-Matematika-A

https://s.id/TKA-SMP-Matematika-B

https://s.id/TKA-SMP-Matematika-C

https://s.id/TKA-SMP-Matematika-D

https://s.id/TKA-SMP-Matematika-E