Categories
Reportase

Perwujudan Green Campus dalam Lingkup BK, Workshop untuk Meningkatkan Kepedulian Mahasiswa pada Kelestarian Lingkungan

Masalah lingkungan dan pengelolaannya adalah masalah yang demikian kompleks dan memerlukan sinergis dari semua elemen masyarakat, termasuk civitas akademika untuk mengatasinya.

 Sebagai kalangan akademisi, pemikiran masa depan tentang masalah lingkungan sangat didambakan oleh masyarakat, karena kualitas lingkungan yang baik secara alami mendukung kehidupan yang baik.

Bicara masalah pelestarian lingkungan bagi perguruan tinggi maka konsep kampus hijau (green campus) bisa menjadi alternatif jawabannya. 

Konsep kampus hijau (green campus) tidak hanya berwujud menciptakan lingkungan kampus yang dipenuhi pepohonan hijau, tetapi juga sejauh mana warga kampus dapat secara efektif dan efisien memanfaatkan sumber daya yang ada di lingkungan kampus seperti pemanfaatan kertas, alat tulis menulis, penggunaan listrik, air, tanah, pengelolaan sampah dan lain-lain untuk perbaikan kualitas lingkungan. 

Narasumber Ibu Nugraheni Warih Utami, S.Pd, M.Pd, dokumentasi tim PDD

Berkaitan dengan perwujudan Green Campus ini maka Himpunan Mahasiswa Departemen Bimbingan Konseling mengadakan kegiatan workshop yang diadakan di gedung FEB lantai 2.

Workshop yang berisikan kegiatan bimbingan mengenai urgensi green campus dan relevansinya pada layanan Bimbingan Konseling diisi dengan pemberian materi oleh Nugraheni Warih Utami, S.Pd, M.Pd dan praktek pembuatan media bimbingan konseling.

Pada kegiatan ini mahasiswa baru dilatih untuk membuat media bimbingan konseling dari barang bekas sesuai dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse dan Recycle).

Media BK hasil karya mahasiswa, dokumentasi tim PDD

Kegiatan berjalan lancar dibuktikan dengan keaktifan mahasiswa baru dalam sesi diskusi dan antusiasme mahasiswa baru dalam menbuat media BK dari barang bekas lalu mempresentasikannya satu per satu.

Terbentuknya mahasiswa baru yang memiliki kesadaran akan praktik-praktik ramah lingkungan.

Media BK hasil karya mahasiswa, tim PDD

Kegiatan hari itu diakhiri dengan komitmen bersama dengan mahasiswa baru untuk turut serta dalam penyuksesan program green campus Universitas Negeri Malang mulai dari lingkup terkecil yakni BK

Ya, mari mulai melakukan kebaikan dari diri kita dan lingkungan terdekat kita.

Categories
Sekolah

Akhiri Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dengan Deklarasi Bijak Berinternet

Tahukah pembaca bahwa sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar nomor lima di dunia, Indonesia juga memegang rekor atas penggunaan gadget dan pemanfaatan internet dalam kehidupan masyarakatnya?

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022, 67,88% penduduk Indonesia yang berusia 5 tahun ke atas sudah memiliki ponsel atau handphone. Hal tersebut mengalami peningkatan  dibanding 2021 yang masih 65,87%.

Pembacaan deklarasi, dokumentasi Bintaraloka

Laporan We Are Social mengatakan bahwa per Januari 2023 jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai 213 juta orang, dimana rata-rata orang Indonesia menggunakan internet selama 7 jam 42 menit setiap hari. 

Hal ini perlu mendapatkan perhatian serius dari semua pihak, utamanya kepedulian terhadap penggunaan gadget pada anak-anak. 

Penandatanganan komitmen, dokumentasi Bintaraloka

Ya, penggunaan gadget yang berlebihan pada anak-anak akan membawa dampak buruk bagi perkembangan sosial dan emosional mereka.

Dampak buruk penggunaan gadget berlebihan pada anak di antaranya adalah anak menjadi pribadi tertutup, gangguan tidur, suka menyendiri, perilaku kekerasan, pudarnya kreativitas, dan ancaman cyberbullying. Ancaman cyberbullying banyak dilakukan lewat sosial media.

Berkaitan dengan hal tersebut di akhir pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila tema kedua kelas 7 diadakan acara deklarasi dan penandatanganan komitmen bersama tentang bijak berinternet utamanya dalam bermedia sosial

Deklarasi dilaksanakan di aula Bintaraloka satu dengan didampingi oleh bapak ibu guru pengajar saat itu dan dipandu Ibu Novi sebagai ketua projek tema dua. 

Ibu Novi memandu proses deklarasi dan penandatanganan komitmen, dokumentasi Bintaraloka

Adapun deklarasi yang diucapkan siswa adalah: 

Kami siswa siswi SMP Negeri 3 malang berjanji : 

1. Akan menggunakan sosial media/internet untuk hal yang positif

2. Akan menggunakan bahasa yg baik dan sopan ketika bersosial media

3. Akan ikut andil memerangi hoax 

4. Akan lebih berhati-hati dalam membagikan foto dan video di sosial media

5. Akan menjadi pribadi yang lebih bijak dalam berinternet.

Setelah pembacaan deklarasi, dilaksanakan penandatanganan komitmen tiap kelas untuk menguatkan tekad siswa dalam bijak berinternet.

Tak lupa sesudahnya tiap kelas berfoto bersama bersama guru dan banner yang sudah ditandatangani.

Penandatanganan komitmen didampingi guru, dokumentasi Bintaraloka

Ya, ada banyak aturan yang harus dipegang oleh seorang pengguna internet. Setiap apa yang akan dilakukan harus dipikirkan benar- benar dampak baik atau buruknya. Karena bagaimanapun juga  gadget dan internet hanyalah alat. 

Berfoto bersama, dokumentasi Bintaraloka

Gadget dan internet bagaikan pedang bermata dua. Ia bisa memberikan manfaat , namun juga mudharat jika kita tidak bijak dalam penggunaannya. 

Akhirnya semoga siswa SMP Negeri 3 Malang ke depannya akan tumbuh menjadi pribadi yang bijak dalam berinternet, dan bisa menggunakan internet untuk menyebarkan kebaikan.

Salam Bintaraloka 😊

Categories
Reportase

Umakarta, Sebuah Persembahan Masterpiece Mahasiswa DKV Universitas Negeri Malang

Pagi itu suasana kota Malang begitu cerah. Sekitar pukul sebelas siang saya terus melangkah menuju gedung D18 Universitas Negeri Malang.

Begitu masuk kedatangan saya langsung disambut oleh berbagai lukisan dan barang-barang seni yang tertata apik di kiri kanan jalan menuju ruang dalam. 

Umakarta, pameran skripsi mahasiswa DKV, dokumentasi pribadi

Saya terus naik menuju lantai dua. Ya, hari ini di gedung D18 lantai 2 Universitas Negeri Malang diadakan Pameran Karya Tugas Akhir Skripsi Program Studi Desain Komunikasi Visual, Universitas Negeri Malang.

Pameran kali ini bertajuk Umakarta. Uma bermakna benih dan Karta bermakna selamat dan pencapaian atau pekerjaan yang telah dicapai. 

Bisa dikatakan Umakarta adalah sebuah perwujudan masterpiece mahasiswa DKV sebagal bentuk ‘benih keahlian, kematangan berpikir, dan tekad professional yang diwujudkan dalam pencapaian yang bermakna untuk mendukung cita dan karir masa depan.

Pengunjung pameran, dokumentasi pribadi

Persembahan karya Umakarta diadakan pada tanggal 14 sampai dengan 17 November dan diikuti oleh 17 mahasiswa Desain Komunikasi Visual Universitas Negeri Malang.

Berbagai karya dipamerkan dalam acara ini. Pengunjung yang datang bisa bebas bertanya, mencoba menggambar, mewarnai, mencoba melipat ataupun melihat video berkaitan dengan karya yang dipamerkan.

Berbagai hal menjadi inspirasi terwujudnya karya para mahasiswa. 

Perancangan karakter Gajah Mada, dokumentasi pribadi

Seperti karya Satrio Wahyu Ramadhan yang berjudul Artbook Perancangan Karakter Gajah Mada. Karya ini dibuat sebagai solusi inovatif guna mengatasi kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap tokoh sejarah. Diharapkan dengan desain visual yang menarik, masyarakat bisa lebih mengenal tokoh-tokoh yang terlibat dalam peristiwa Sumpah Palapa.

Terinspirasi oleh semakin berkurangnya populasi berang-berang cakar kecil (aonyx cinecereus) akibat hilangnya habitat, perburuan dan perdagangan,  Alyauma Maulidini membuat karya Cerita Bergambar Kehidupan Berang-Berang.

Buku cerita tentang kehidupan berang-berang, dokumentasi pribadi

Harapannya dengan perancangan buku cerita bergambar yang sangat menarik ini anak-anak akan lebih memahami kehidupan berang-berang, sehingga mereka tertarik untuk melestarikan kehidupan berang-berang di dunia nyata .

Masih banyak karya menarik lain dalam pameran ini. Karya-karya yang dipamerkan dilengkapi dengan berbagai merchandise cantik untuk menarik pengunjung.

Bersama peserta pameran, dokumentasi pribadi

Sebuah event yang sangat bermakna. Akhirnya selamat berpameran para mahasiswa DKV, semoga berbagai hasil karya yang dipamerkan  bisa menjadi inspirasi dan kebanggaan di dunia kreatif yang terus mengalami perkembangan dalam perjalanannya.  

Categories
Uncategorized

Melangitkan Doa-doa Melalui Kegiatan Istighotsah

Sore itu sekelompok siswa dengan wali kelas mereka berkumpul bersama di sebuah ruang tamu. Suasana tampak demikian akrab. Ada obrolan-obrolan ringan yang menemani keakraban mereka.

Wali kelas 9.2 dan sebagian siswa, dokumentasi 9.2

Setelah memberikan sedikit pengarahan, Ibu wali kelas mengajak semua  bertawassul dan acarapun dimulai. Ya, sore itu sedang diadakan acara istighotsah kelas yang dihadiri oleh siswa dan wali kelas 9.2. 

Istighotsah ini diprakarsai oleh Ibu Utin selalu wali kelas, dan sebagai pelaksanaan perdana dipilih lokasi di Jl Urip Sumohardjo, kediaman dari salah satu siswa kelas 9.2.

Tentang Istighotsah

Pelaksanaan istighotsah dipimpin Fakhri, dokumentasi 9.2

Istighosah adalah doa bersama yang bertujuan untuk meminta pertolongan dari Allah SWT ketika keadaan sukar dan sulit. 

Melalui istighosah, kita mengharapkan ridho dari Allah SWT agar mengijabah doa-doa kita semua. Berdoa dengan penuh keikhlasan serta kekhusyukan akan membawa kita semua pada keselamatan.

Pelaksanaan Istighotsah , dokumentasi 9.2

Istighotsah sore itu berjalan dengan khusyuk. Dengan dipimpin oleh Fakhri dan doa oleh Ibu Utien semua berharap agar seluruh siswa 9.2 terhindar dari mara bahaya dan senantiasa mendapatkan kemudahan dan kelancaran dalam proses belajar di SMP Negeri 3 Malang.

Dukungan orang tua dalam acara ini tampak demikian nyata, terbukti dengan tersedianya berbagai hidangan yang melimpah. 

Melalui acara ini siswa juga diajak untuk suka berbagi, hal ini tampak bahwa di pertemuan  berikutnya sudah banyak siswa yang akan menyumbangkan hidangan demi kelancaran pelaksanaan istighotsah ini.

Setelah istighotsah, dokumentasi 9.2

Ya,  istighotsah, sebuah acara yang penuh hikmah. Harapannya dengan doa-doa yang dilangitkan Allah berkenan mengijabah dan mengabulkan permohonan kita semua, seperti firman Allah dalam QS Al Baqarah 152 yang artinya :

Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.”

Categories
Reportase

Gen-Re, Saatnya Generasi Muda Berencana

Pagi yang cerah di Bintaraloka. Jam sudah hampir menunjukkan pukul tujuh. Tidak seperti biasanya, hari ini siswa kelas 7, 8 dan 9 duduk di lapangan volley sesuai arahan kesiswaan sehari sebelumnya.

 Ya, hari ini akan diadakan sosialisasi dari Sekolah Siaga Kependudukan Bintaraloka.

Setelah pengarahan dari Mister Heri, siswa langsung fokus ketika beberapa anak maju ke depan. Aha, ternyata sosialisasi kali ini dilakukan dengan pertunjukan sebuah drama musikal dengan tema kesetaraan gender antara laki laki dan perempuan.

Adegan dibuka dengan adegan munculnya seorang siswi yang membagi-bagikan pamflet pada teman-temannya. Rupanya ia hendak maju sebagai calon ketua OSIS. 

Adegan berikutnya adalah munculnya siswa putra sebagai kandidat ketua OSIS kedua. 

Seperti biasa keduanya mencari massa dengan mempengaruhi teman-teman sekolah. Konflik dimulai ketika dengan provokatif siswa lain yang rupanya mempunyai massa di sekolah mulai  mempengaruhi teman-temannya. 

Adegan drama musikal, dokumentasi Bu Meiy

Ya, siswa ini mengajak teman-temannya  memilih kandidat putra, karena menurutnya  yang pantas menjadi pemimpin adalah laki-laki. Perempuan tidak punya kemampuan untuk menjadi pemimpin.

Konflik semakin memanas, apalagi ketika dari hasil pemilihan ketua OSIS ternyata siswa putrilah yang menjadi pemenangnya.

Meski demikian drama berakhir happy ending dengan saling memaafkan. Mereka akhirnya sadar, bahwa laki laki maupun perempuan  mempunyai kapasitas yang tidak berbeda dalam mengerjakan sesuatu asal diberikan kesempatan yang sama.

Bintaraloka dan  Sekolah Siaga Kependudukan

Pojok Kependudukan, dokumentasi pribadi

Sebagai Sekolah Siaga Kependudukan, selain mengintegrasikan masalah kependudukan dalam pembelajaran, maka di Bintaraloka juga diadakan sosialisasi tentang berbagai isu kependudukan.

Sesuai yang ada di Pojok Kependudukan Bintaraloka, ada lima isu kependudukan yang utama yaitu masalah pertumbuhan penduduk, penduduk usia remaja, penduduk usia produktif, penduduk lanjut usia dan perpindahan atau transmigrasi.

Isu kependudukan dalam ruang SSK, dokumentasi pribadi

Sosialisasi dilaksanakan agar siswa peka dengan isu kependudukan yang ada di sekitarnya, dan dapat menentukan peran apa yang akan diambil berkaitan dengan masalah kependudukan tersebut.

Tentang Kesetaraan Gender

Pria dan wanita memiliki kemampuan yang sama, dokumentasi pribadi

Pagi ini sosialisasi SSK berkaitan dengan kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan. 

Gender berasal dari bahasa latin “genus” yang berarti jenis atau tipe. Gender adalah sifat dan perilaku yang dilekatkan pada laki-laki dan perempuan yang dibentuk secara sosial maupun budaya.

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menemui pandangan bahwa laki laki dan perempuan mempunyai kemampuan yang berbeda dalam menggeluti bidang tertentu. Padahal tidak. Keduanya memiliki kemampuan yang sama asalkan bersungguh sungguh dalam menekuni bidang yang dipelajari.

Kesetaraan gender adalah kesetaraan kondisi laki-laki dan perempuan untuk mendapatkan kesempatan, hak, manfaat, dan akses yang sama sebagai manusia, untuk berperan dan berpartispasi dalam kegiatan politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan nasional, serta kesamaan dalam menikmati hasil pembangunan tersebut.

Dampak dari kesetaraan gender adalah meningkatkan kemampuan negara untuk berkembang dan mengurangi angka kekerasan terhadap perempuan.

Jika perempuan diberikan kesempatan yang sama dengan laki- laki, mereka akan bisa mengembangkan potensi diri secara maksimal dan tentunya sangat membantu percepatan proses pembangunan.

Banyaknya perempuan yang pintar dan ‘berdaya’ akan mengurangi angka kekerasan terhadap perempuan.

Tim SSK, dokumentasi pribadi
Ibu guru pendamping sosialisasi, dokumentasi pribadi

Sosialisasi berjalan menarik, lebih-lebih lagu dari OST Petualangan Sherina banyak menghiasi penampilan anak-anak pagi ini. 

Di akhir acara Bu Triana memberikan sedikit ulasan tentang SSK dan memberikan pertanyaan berhadiah pada siswa yang mampu menjawab dengan benar.

Siswa yang bisa menjawab pertanyaan tentang SSK, dokumentasi pribadi

Sekitar pukul delapan kurang seperempat acara berakhir dan siswa segera kembali ke kelas masing-masing untuk mengikuti pelajaran seperti biasanya.

Akhirnya betapa pentingnya menanamkan pemahaman tentang masalah kependudukan di sekitar kita pada para generasi muda. Lewat pemahaman tersebut diharapkan mereka bisa membuat rencana langkah yang strategis agar mampu menghadapi dunia yang penuh persaingan ke depannya. 

Saatnya generasi muda berencana, dokumentasi pribadi

Ya, seperti slogan SSK yaitu Gen-Re (Generasi Berencana), kini adalah saatnya para generasi muda untuk berencana. 

Betapa bahagianya

Punya banyak teman

Betapa senangnya….