Pemberdayaan Kantin Sekolah, Sebuah Alternatif Penanganan Program Makan Bergizi Gratis bagi Siswa

Salah satu tempat favorit yang ada di sekolah adalah kantin. Betapa tidak? Keberadaan kantin membuat warga sekolah bisa menikmati aneka makanan dan minuman sesuai selera. Makan dan minum di kantin selalu menyenangkan apalagi jika makan bersama teman-teman. Asyik….

Seperti pengamatan pagi ini di mana ketika jam sudah menunjukkan pukul sepuluh, saat bel penanda istirahat berbunyi para siswa pun keluar kelas dan menuju ke kantin.

Makan bersama di kantin, dokumentasi pribadi

Berbagai hidangan dipesan. Ada nasi pecel, nasi soto, gado-gado, bakso dan banyak lagi. Demikian juga berbagai minuman mulai dari teh panas dan dingin, jus sirsak, jambu… , pokoknya sueger.

Makan bersama di kantin, dokumentasi pribadi

Keberadaan kantin di sekolah sangat bermanfaat.  Bukan hanya siswa, guru ataupun pegawai sekolah bisa makan dan minum di sini. Kantin sangat menolong bagi mereka yang  lupa membawa bekal ataupun tidak sempat sarapan di rumah.

Makan bersama di kantin , dokumentasi pribadi

Kantin sekolah yang merupakan kumpulan dari beberapa pedagang makanan ini menyediakan berbagai makanan sesuai dengan aturan sekolah. Biasanya sekolah menetapkan jenis makanan yang boleh dijual juga standar kebersihan yang harus diterapkan .

Begitu banyaknya yang mengambil manfaat dari kantin sekolah, maka kehadiran kantin yang sehat sangat diperlukan.

Kantin yang sehat membuat pengunjungnya mendapat makanan yang sehat sehingga  sangat berpengaruh pada kualitas kesehatan warga sekolah. 

Lalu bagaimanakah kantin yang sehat itu?

Menyiapkan makanan di kantin, dokumentasi pribadi

Dari situs Kementerian Kesehatan diperoleh informasi bahwa syarat kantin sekolah yang sehat adalah:

1. Tersedia tempat cuci peralatan makan dengan air mengalir

2. Tersedia tempat cuci tangan dengan air mengalir

3. Tersedia tempat penyimpanan bahan makanan

4. Tersedia tempat penyimpanan makanan matang yang tertutup

5. Tersedia tempat penyimpanan peralatan yang bersih

6. Tersedia tempat pembuangan sampah minimal 20 meter dari kantin.

Makaman di kantin , dokumentasi pribadi

Untuk meningkatkan kesadaran warga sekolah tentang pentingnya makan makanan yang sehat, sekolah bisa mengadakan penyuluhan secara berkala, ataupun dengan menempelkan poster di tempat tempat yang strategis , serta memberikan keterangan kandungan gizi dari makanan yang dijual di kantin.

Ya, pengetahuan tentang  makanan bergizi amat penting, mengingat banyaknya masalah kesehatan yang muncul di kalangan pelajar karena asupan gizi yang kurang seimbang, misalnya stunting, anemia dan obesitas. 

Menyiapkan minuman di kantin , dokumentasi pribadi

Jika tidak segera diatasi, hal tersebut bisa mengurangi konsentrasi belajar siswa yang berakibat pada penurunan kualitas sumber daya manusia ke depannya.

Program pemerintah yang berencana untuk memberikan makanan bergizi gratis bagi siswa adalah sebuah hal yang patut diapresiasi, karena lewat program tersebut pemerintah sedang mengusahakan bagaimana cara memberikan asupan gizi yang lebih baik pada para pelajar. 

Tinggal pengelolaan di lapangan yang perlu dilakukan dengan baik agar program tersebut bisa memberikan hasil yang maksimal.

Poster ajakan makan makanan sehat, dokumentasi pribadi

Salah satu alternatif cara pelaksanaan program tersebut adalah dengan memberdayakan kantin sekolah. 

Bagaimana caranya? Kantin yang terdiri atas beberapa pedagang makanan, bisa diajak bekerja sama untuk menyiapkan makanan- makanan dengan menu tertentu seperti yang sudah ditetapkan sekolah.

Kandungan gizi makanan yang ada di kantin, dokumentasi pribadi

Pelaksanaannya bisa diatur sekolah. Seperti contohnya, jika di kantin menyediakan soto, pecel, gado-gado, lalapan dan nasi sop, maka menu dibuat berganti-ganti setiap harinya mulai hari Senin sampai Jumat. Misal hari Senin makan nasi soto, Selasa nasi pecel dan seterusnya. 

Berbagai poster yang mengajak makan makanan sehat, dokumentasi pribadi

Alternatif lain kantin menyediakan makanan seperti biasanya dan pada siswa diberikan kupon untuk mengambil satu jenis makanan dan minuman yang diperlukan. Keberadaan kupon diperlukan sebagai kontrol jumlah makanan dan minuman yang dikonsumsi siswa hari itu

Kerjasama dengan kantin sekolah dalam penyediaan makanan bergizi gratis memungkinkan sekolah bisa selalu melakukan pengawasan terhadap makanan yang disediakan.  

Ya, pengawasan terhadap makanan dan minuman adalah hal yang penting agar siswa bisa mendapatkan makanan bergizi dan program ini bisa mendapatkan hasil seperti yang diharapkan.

Selain di atas, hal positif lain yang bisa diambil  dengan pemberdayaan kantin sekolah adalah kehadiran program ini tidak akan mengurangi pendapatan para pedagang di kantin, bahkan membantu meningkatkan pendapatan para pedagang, karena semua siswa wajib makan makanan bergizi yang disediakan oleh kantin sekolah.

Akhirnya semoga program pemberian makanan bergizi gratis ini bisa berjalan lancar dan ke depan bisa tercipta generasi yang sehat dan berkualitas sesuai yang kita harapkan bersama. 

Salam Edukasi..:)

Artikel ini sudah tayang di Kompasiana tanggal 6 Juni 2024

Doa Bersama, Pembentukan Karakter dan Adab yang Harus Diperhatikan

Rabu pagi di Bintaraloka. Seperti hari sebelumnya, hari ini siswa berkumpul di lapangan volley untuk melaksanakan doa bersama. 

Doa bersama adalah salah satu pembiasaan di SMP Negeri 3 Malang yang dilaksanakan untuk pembentukan karakter baik pada diri siswa. 

Jika hari Selasa kemarin doa bersama dilakukan oleh kelas 7, 8 dan 9, maka pagi ini yang melaksanakan adalah siswa kelas 7 dan 8, dengan dipandu oleh para guru agama.

Setelah doa bersama pagi ini ada sedikit pengarahan dari Ibu Utien dan Pak Herianto selaku wakasis SMP Negeri 3 Malang.

Pengarahan dari Bu Utien, dokumentasi pribadi

Dalam pengarahannya Ibu Utien menerangkan tentang perlunya kesungguhan dalam berdoa. Ya, bukankah semua doa yang kita lantunkan semua ditujukan pada Allah yang telah memberikan kita segalanya? 

Ia yang memberikan kita kehidupan, kesehatan, sanak famili juga teman-teman yang bisa membuat kita merasa bahagia menjalani kehidupan. 

Demikian banyak karunia Allah pada kita karenanya sudah menjadi kewajiban kita untuk senantiasa berdoa dan mendekatkan diri kepada Nya dengan cara yang baik.

Pengarahan dari Pak Herianto, dokumentasi pribadi

Lewat pengarahannya Pak Herianto mengibaratkan segala doa dan perbuatan kita adalah seolah file file yang kita simpan di dalam cloud. Saat diperlukan file itupun akan dibuka satu per satu. Dan supaya kita tidak sampai rugi atau menyesal kita harus mengisi file tersebut dengan hal -hal yang baik.

Tentang Doa dan Adabnya

Ilustrasi berdoa, sumber gambar: Pexels

Allah memerintahkan umat muslim untuk senantiasa rajin dalam berdoa . Dalam Surah  Al Baqarah ayat 186 Allah berfirman : 

وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ

Artinya: Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

Ada aturan atau adab yang harus selalu diperhatikan dalam berdoa, di antaranya adalah:

1. Memilih Waktu Terbaik

Waktu terbaik dinamakan juga  waktu yang  istijabah untuk berdoa. Waktu yang istijabah tersebut  misalnya sepertiga malam terakhir, saat berbuka puasa, antara azan dan iqamah, saat azan berkumandang, sujud dalam salat, dan saat turun hujan. 

2. Menghadap Kiblat

Imam Al Ghazali juga menganjurkan muslim untuk berdoa menghadap kiblat. Hal ini tercantum dalam surah Al Baqarah ayat 149-150,

وَمِنْ حَيْثُ خَرَجْتَ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۗ وَاِنَّهٗ لَلْحَقُّ مِنْ رَّبِّكَ ۗ وَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُوْنَ – ١٤٩

Artinya: Dan dari manapun engkau (Muhammad) keluar, hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil haram, sesungguhnya itu benar-benar ketentuan dari Tuhanmu. Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.

وَمِنْ حَيْثُ خَرَجْتَ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۗ .

3. Berdoa dengan Rendah Hati (tawadhu)

Ilustrasi berdoa, sumber gambar: berita satu

Selanjutnya, Imam Al Ghazali mengatakan agar muslim dapat berdoa dengan wajar, lembut dan merendahkan diri serta tidak menggunakan kata yang berlebih-lebihan. 

.

4. Berdoa dengan Rasa Harap

Adab berdoa selanjutnya yakni seorang muslim hendaknya berdoa dengan rasa harap dan cemas .

5. Yakin

Setiap muslim yang berdoa harus yakin  bahwa doa tersebut akan dikabulkan Allah SWT.  

6. Tidak Terburu-buru

Dalam berdoa kita tidak boleh  terburu-buru. Bahkan, Imam Al Ghazali menganjurkan untuk mengulang bacaan doa sebanyak tiga kali.

7. Didahului Asmaul Husna

Berdoa dengan rasa tawadhu’, Sumber gambar: Pexels

Terakhir, Rasulullah SAW dalam haditsnya pernah berkata, orang yang membaca doa dengan menyematkan Asmaul Husna di dalamnya akan diperkenankan doanya tersebut. 

Demikian adab-adab yang harus selalu di laksanakan dalam berdoa. Ya, adab yang harus selalu kita pegang karena kita akan memohon sesuatu pada Dia Sang Maha Pemberi . 

Karena jika berhadapan dengan sesama manusia saja kita harus selalu memegang adab dan kesopanan, apalagi saat menghadap Allah yang telah memberi kita segalanya.

Gladi Wisuda Bintaraloka 2024

Selasa pagi ini ada kesibukan yang demikian nyata di sekolah. Setelah lebih kurang satu minggu diselenggarakan SAS Genap untuk kelas 7 dan 8, kini ganti kelas 9 yang melaksanakan aktivitas.

Siswa membentuk barisan di lapangan volley sesuai kelas dan nomor urut masing-masing. Di bagian depan Mister Sony beserta seluruh sie acara sibuk mengatur bagaiman jalannya acara nanti saat prosesi wisuda. 

Jalannya gladi wisuda, dokumentasi pribadi
Arahan dari Mister Sony, dokumentasi pribadi

Siswa mengikuti semua petunjuk sie acara dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat. Ya, gladi wisuda kali ini, disamping untuk latihan juga merupakan pengobat rasa rindu mereka setelah sekian lama tidak datang ke sekolah dan bertemu dengan teman-teman.

Seragam kaos kelas yang berwarna warni , dokumentasi pribadi

Salut pada sie acara wisuda yang dengan sabar mengarahkan dan membimbing anak anak dalam gladi pagi ini.

Arahan sie acara, dokumentasi pribadi

Warna- warni kaos kelas tampak menggambarkan keceriaan hati siswa kelas sembilan yang sebentar lagi akan lulus dan menuntut ilmu di jenjang yang lebih tinggi.

Arahan tim sie acara, dokumentasi pribadi

Akhirnya tetap semangat anak-anak kelas 9, semoga acara wisuda ke depan berjalan lancar sesuai yang diharapkan.

Semangat dalam Kelezatan Sepiring Rujak Cingur

Hari sudah menunjukkan sekitar pukul dua belas ketika kendaraan yang kami naiki memasuki area rumah makan. Aha, sebuah tulisan terpampang besar dengan aneka hidangan yang menggoda. Ada gado-gado, rujak cingur, ayam penyet… Hemmm….membacanya saja membuat cacing cacing di perut kami seolah menari-nari.

Berlima kami duduk memutar. 

“Pesan apa, ?” tanya salah seorang teman.

“Saya rujak ,” jawab  saya. Sudah lama sekali rasanya saya tidak menikmati hidangan satu ini.

“Saya juga rujak,” jawab satu teman lagi dan ternyata diikuti oleh teman yang lain. 

Akhirnya kompak, hari itu kami semua memesan rujak. Ada yang tidak pedas, ada yang pedas, ada juga yang puedass. 

Berbagai hidangan yang disajikan, dokumentasi pribadi

Nah, yang terakhir ini memang sangat cocok di jam siang hari. Buat penghilang ngantuk.. he..he…

Tak berapa lama lima piring rujak cingur sudah terhidang di depan kami. Amboi, porsinya lumayan besar dengan tampilan yang menggiurkan. Bumbu kacangnya demikian melimpah membalut sayuran, potongan lauk yang berisi tahu, tempe, cingur dan tak ketinggalan potongan buah.

Hadirnya satu piring penuh kerupuk parabola dan minuman menemani kami  mengeksekusi rujak cingur siang itu.

Rujak cingur , dokumentasi pribadi
Kerupuk parabola pelengkap sajian rujak cingur, dokumentasi pribadi

Tentang Rujak Cingur

Rujak cingur, sumber gambar: Kilat Purwakarta

Rujak cingur adalah satu jenis makanan  tradisional dari Surabaya. Karenanya makanan ini sangat mudah ditemukan di daerah-daerah di Jawa Timur.

Cingur berarti mulut, dan dalam hal ini yang digunakan adalah mulut sapi yang direbus dengan bumbu dan dimasukkan dalam hidangan rujak.

Menurut sejarah, rujak ini dibawa oleh para pendatang dari Madura ke Surabaya sekitar tahun 1930. Pada mulanya hidangan rujak cingur menggunakan petis asli Madura yang terbuat dari ikan cakalang. Tapi sesudah masuk ke Jawa petis ikan cakalang diganti dengan petis udang.

Rujak cingur terdiri atas aneka lauk yaitu tempe, tahu, kadang juga menjes dan cingur, dicampur dengan aneka sayur seperti kangkung, bayam atau kobis dan taoge serta aneka buah.

Semua bahan makanan tersebut lalu diberi bumbu yang terbuat dari kacang tanah yang digoreng lalu dihaluskan, gula merah, petis, asam, bawang , cabai dan serutan pisang biji yang masih muda (pisang kluthuk). Yang terakhir ini membuat rujak cingur mempunyai aroma yang sedap dan sangat khas.

Membuat bumbu rujak cingur, sumber gambar: makanmana

Ada dua cara menyajikan rujak cingur yaitu “matengan” dan “biasa”. “Matengan” maksudnya bahan makanan yang dipakai semua sudah direbus atau digoreng, jadi berisi sayur, lauk ,tanpa buah buahan, sedangkan “biasa” berarti dengan menggunakan aneka buah buahan seperti nanas, bengkoang, mangga muda juga mentimun.

Jika rujak dihidangkan tanpa cingur namanya menjadi rujak uleg.

Waktu terus berjalan, tak terasa sepiring rujak sudah kami habiskan. 

Rasa rujak cingur yang pedas, sedap, manis dan lezat membuat pembicaraan mengalir tak henti henti. Tentang sekolah, anak-anak ataupun berbagai macam isu terkini. 

Menikmati rujak cingur, dokumentasi pribadi

Benar kata para ahli, makan bukan hanya sekedar memberikan energi, tapi ada kebahagiaan yang ditimbulkan dari tiap suapan makanan yang kita nikmati.

Siang hari yang panas, rehat sebentar bersama teman dan sepiring rujak membuat kepala menjadi segar dan bersemangat kembali untuk mengerjakan berbagai tugas yang menanti.

Salam Rujak Cingur…😃

Tingkatkan Kebersamaan dan Rasa Syukur, Jamaah Pengajian An Nisa’ Selenggarakan Tadabbur Alam dan Rihlah Religi

Hari masih pagi. Jam  menunjukkan pukul tujuh kurang. Meski demikian di sepanjang jalan Manggar Malang telah tampak kesibukan yang demikian nyata.

Ibu-ibu tampak sudah siap dengan tas  besar. Wajah gembira tampak di mana-mana. Tentu saja. Hari Minggu itu mereka akan melaksanakan kegiatan Tadabbur Alam dan Rihlah Religi dengan tujuan Blitar.

Tadabbur alam adalah sebuah cara untuk merasakan tanda -tanda kebesaran Allah dengan cara hadir langsung melihat dan merasakan ciptaan Allah, sedangkan rihlah religi adalah melaksanakan perjalanan menuju ke tempat yang mempunyai nuansa keagamaan.

Bersama Bapak Ketua RT 08 RW 10, dokumentasi Utien

Kegiatan tadabbur alam dan rihlah religi kali ini diikuti oleh 51 ibu-ibu anggota Jamaah Pengajian An Nisa’ RW 10 Kelurahan Lowokwaru Malang

Adapun destinasinya adalah Kampung Coklat, Kebun Petik Belimbing, Rumah Jenang dan Masjid Ar Rahman.

Sekitar pukul 07.00, setelah sedikit sambutan dari Bapak Ketua RT 08 RW 10, semua peserta naik bus, dan perjalananpun dimulai.

Suasana dalam bus, dokumentasi pribadi Utien

Perlahan bus bertolak menuju Blitar. Suasana dalam bus begitu gayeng. Berbagai obrolan muncul dan tak ketinggalan berbagai penganan dinikmati bersama. Khasnya ibu-ibu, saat bepergian selalu membawa camilan untuk keakraban bersama.

Sekitar pukul sepuluh sampailah bus di destinasi pertama yaitu Kampung Coklat.

Kampung Coklat adalah sebuah tempat wisata yang berlokasi di Jalan Banteng Blorok No. 18, Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar. Di sini peserta diajak melakukan field trip berkeliling kebun coklat dengan didampingi pemandu.

Pada peserta juga dikenalkan tentang    proses pengolahan coklat dari awal hingga pengemasan sekaligus edukasi penjualan produk coklat.

Di Kampung Coklat, dokumentasi pribadi Utien
Berkeliling di Kampung Coklat, dokumentasi pribadi Utien

Setelah kurang lebih dua jam di Kampung Coklat perjalanan dilanjutkan menuju Rumah Jenang

Rumah Jenang atau Kampung Jenang ini berlokasi di Rejowinangun. Ada sekitar  45 rumah yang memproduksi jenang juga wajik. Setelah melihat dan mencoba proses pembuatan jenang dan wajik, tak lupa peserta membeli penganan tersebut untuk oleh-oleh. Harganya sangat bersahabat, satu besek jenang Rp25.000,00 dan Rp28.000,00 untuk wajik.

Mengamati proses pembuatan jenang, dokumentasi pribadi Utien
Pembuatqn wajik, dokumentasi pribadi Utien

Dari Kampung Jenang perjalanan di lanjutkan ke tempat wisata Petik Belimbing.

Agrowisata yang berlokasi di  Kelurahan Karangsari, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar memiliki ribuan pohon belimbing yang bisa dipetik oleh wisatawan di tempat.

Sayangnya ketika sampai di sana buah belimbing masih kecil-kecil sehingga belum bisa dipetik. Padahal sebagai salah satu ikon kota Blitar, belimbing Karangsari sangat terkenal kekhasannya yaitu berukuran besar dan manis.

Di agrowisata Petik Belimbing, dokumentasi pribadi Utien

Satu jam berkeliling di agrowisata Petik Belimbing, perjalanan dilanjutkan ke Masjid Ar Rahman.

Suasana Masjid Nabawi yang damai dan sejuk menyambut kedatangan peserta sore itu.

Ar Rahman adalah sebuah masjid yang berdiri megah di Kota Blitar dengan arsitektur Utsmaniyah Mamluk. Atmosfer beribadah di masjid ini  serasa seperti di Masjid Nabawi, Madinah. Baik aroma wewangiannya maupun lafaz adzannya.

Masjid Ar Rahman, dokumentasi pribadi Utien

Masjid ini dibangun atas obsesi Abah Hariyanto seorang pengusaha ternama di Kota Blitar.

Dari pengalamannya merasakan suasana ibadah yang demikian khusyuk di Masjid Nabawi, masjid inipun dibangun di area seluas 5000 meter persegi.

Berfoto bersama di Masjid Ar Rahman, dokumentasi pribadi Utien

Di masjid peserta rihlah memanfaatkan waktunya untuk sholat, dzikir dan berkeliling di area masjid. Sekitar pukul 18.30, kunjungan ke Masjid Ar Rahman diakhiri dan peserta  naik bus untuk kembali ke kota Malang

Sungguh sebuah perjalanan yang sangat  menyenangkan. Tadabbur alam dan rihlah religi tidak hanya memperluas pandangan dan pengetahuan, namun juga meningkatkan kerukunan dan kebersamaan antara jamaah serta merenungi dan mensyukuri keindahan alam ciptaan Allah.