Dari Arena Latihan Dasar Kepemimpinan PMR Bintaraloka 2022

Jumat siang itu lapangan volly sudah tampak kegiatan yang nyata. Beberapa siswa berbaris dan di depan Ibu kepala sekolah dan beberapa bapak/ ibu guru sudah siap untuk melaksanakan apel. Ya, siang itu dilaksanakan apel pembukaan LDK PMR di Bumi Bintaraloka.

Apel pembukaan, dokumentasi PMR

Sekilas tentang Palang Merah Remaja

Palang Merah Remaja adalah wadah pembinaan dan pengembangan anggota remaja PMI, yang selanjutnya disebut PMR.

Lambang PMR , dokumentasi design

Jumlah anggota PMR yang tersebar di PMI kota atau kabupaten di seluruh Indonesia lebih dari 5 juta orang.

Anggota PMR merupakan salah satu kekuatan PMI dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan kemanusiaan dibidang kesehatan dan siaga bencana, mempromosikan prinsip-prinsip dasar gerakan palang merah dan bulan sabit merah internasional, serta mengembangkan kapasitas organisasi PMI.

Di Indonesia dikenal ada 3 tingkatan PMR sesuai dengan jenjang pendidikan atau usianya.

Satu : PMR Mula adalah PMR dengan tingkatan setara pelajar Sekolah Dasar (10-12 tahun). Warna slayer hijau muda. PMR Mula berfungsi sebagai peer leadership, yaitu dapat menjadi model ketrampilan hidup sehat bagi teman sebaya.

Dua : PMR Madya adalah PMR dengan tingkatan setara pelajar Sekolah Menengah Pertama (12-15 tahun). Warna slayer biru langit. PMR Madya berfungsi sebagai peer support, yaitu memberikan dukungan, bantuan, semangat kepada teman sebaya agar meningkatkan ketrampilan hidup sehat.

Tiga : PMR Wira adalah PMR dengan tingkatan setara pelajar Sekolah Menengah Atas (15-17 tahun). Warna slayer kuning cerah. PMR Wira berfungsi sebagai peer educator, yaitu pendidik sebaya keterampilan hidup sehat.

Dalam PMR dikenal istilah Tri Bhakti PMR yang meliputi meningkatkan keterampilan hidup sehat, berkarya dan berbakti di masyarakat dan mempererat persahabatan nasional dan internasional.

LDK PMR SMP Negeri 3 Malang Tahun 2022

Salah satu program kerja PMR SMP Negeri 3 Malang ialah mengadakan latihan dasar kepemimpinan bagi setiap anggota nya.
Tujuan dari Kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan ini adalah:

Pengalungan tanda peserta LDK pada apel pembukaan, dokumentasi PMR
  1. Merealisasikan program kerja PMR SMP Negeri 3 Malang.
  2. Melatih kepemimpinan para anggota PMR SMP Negeri 3 Malang.
  3. Menambah pengalaman dan wawasan setiap anggota PMR SMP Negeri 3 Malang.

Kegiatan LDK PMR ini dilaksanakan oleh 65 orang, yang meliputi 43 peserta, 12 pemateri /pendamping dan 10 panitia siswa.

LDK dilaksanakan mulai hari Jumat 14 Oktober sampai Sabtu 15 Oktober 2022 di SMP Negeri 3 Malang.

Adapun acara diklat dimulai dengan persiapan (presensi) dan sholat Ashar berjamaah di Jumat sore hari.

Sesudahnya acara dilanjutkan dengan apel pembukaan yang dipimpin oleh Ibu Kepala SMP Negeri 3 Malang. Di akhir apel Ibu Kepala Sekolah mengalungkan tanda peserta LDK pada dua peserta perwakilan.

Pendamping LDK, dokumentasi PMR
Petugas apel, dokumentasi PMR

Sesudah apel berakhir peserta mendapatkan Materi Pertolongan Pertama dari Kak Dima selama kurang lebih satu jam.

Petugas apel, dokumentasi PMR

Menjelang sholat Maghrib, peserta diperbolehkan beristirahat sampai pukul 19.00 dan acara dilanjutkan dengan pemberian materi tentang 7 prinsip dasar dan kepalang merahan dari Kak Disha.

Kak Dima dengan materi Pertolongan Pertama , dokumentasi PMR
Peserta LDK, dokumentasi PMR

Dalam materinya Kak Disha menerangkan tentang 7 prinsip dasar yang harus diketahui dan dilaksanakan oleh setiap anggotanya.

Prinsip-prinsip ini dikenal dengan nama “7 Prinsip Dasar Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional” (Seven Fundamental Principle of Red cross and Red Crescent) yang meliputi: Kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan dan kesemestaan.

Kak Disha dengan materi 7 Prinsip dasar Palang Merah, dokumentasi PMR

Sesudah materi dari Kak Disha acara dilanjutkan dengan materi Kepemimpinan dari Pak Faqih.

Untuk mengasah kreatifitas, keberanian dan rasa percaya diri di pukul 21.00 diadakan pagelaran seni dan sekitar pukul 22.00 semua peserta diperbolehkan beristirahat.

Materi kepemimpinan dari Pak Faqih, dokumentasi PMR

Satu acara yang sangat menantang adalah jelajah malam. Acara yang dimulai pukul dua dini hari ini berisi pemantapan materi, dimana tiap peserta harus melewat 3 pos yang disediakan dan di setiap pos itu akan diulas tentang materi yg sudah diberikan.

Pentas seni, dokumentasi PMR

Pos pertama mengulas tentang kepemimpinan, pos kedua tentang kepalang merahan dan pos ketiga tentang 7 prinsip dasar palang merah.

Hari Sabtu pagi acara diawali dengan bersih diri dan sholat Subuh dan dilanjutkan dengan senam pagi bersama.

Sesudah sarapan pagi dan berbagai macam game acara dilanjutkan dengan pencarian badge PMI. Dalam acara ini peserta diminta untuk mencari badge PMR mereka yang disembunyikan ditempat-tempat tertentu.
.
Acara hari Sabtu diakhiri dengan apel penutupan yang dipimpin oleh Pak Herianto, sekaligus pelantikan juga penyiraman bunga pada anggota PMR.

Kegiatan pagi, dokumentasi PMR
Senam pagi, dokumentasi PMR

Sesudah apel satu demi satu peserta meninggalkan Bintaraloka untuk kembali ke rumah.

Pelantikan oleh Pak Herianto, dokumentasi PMR

Dengan berakhirnya acara LDK ini diharapkan semua peserta bisa lebih meningkatkan kompetensi mereka dalam kepalang merahan juga lebih memahami, menghayati dan mengamalkan prinsip dasar dan tugas mereka sebagai seorang anggota Palang Merah Remaja.

Outdoor Learning, Sebuah Cara Asyik Melaksanakan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Kamis pagi itu kota Malang sudah diguyur hujan sejak menjelang Subuh.  Titik hujan terus  turun meski tak begitu deras.  Sekitar pukul setengah tujuh kurang, di aula sudah tampak kesibukan yang nyata.  Ya,  hari itu rencananya kami akan melakukan outdoor learning ke Ecogreen Park Batu.

Persiapan sehari sebelum ODL, dokumentasi pribadi

Kegiatan outdoor learning ini adalah rangkaian dari pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang mengambil tema Aku Keren dengan 4R. Kegiatan sudah direncanakan jauh hari. Persiapan juga telah dilakukan di hari-hari sebelumnya.

Tujuan utama ODL ini  adalah agar siswa lebih peduli pada masalah sampah di sekitar juga bagaimana menerapkan 4R (Reduce, Reuse, Recycle dan Replace) dalam kehidupan sehari-hari.

Checking peserta dilakukan oleh ketua pelaksana yaitu Ibu Ahfi dengan dibantu bapak ibu guru yang lain di aula.  Sesudah checking dan presensi dari masing masing kelompok,  siswa diajak turun oleh bapak ibu guru pendamping menuju truk masing-masing.

Hari itu yang berangkat mengikuti ODL adalah 295 siswa dan 21 guru pendamping.  Semua berangkat ke Ecogreen Park dengan naik 12 truk tentara dan satu mobil sekolah. Lancarnya pelaksanaan ODL ini tak lepas dari dukungan paguyuban terhadap pelaksanaan kegiatan sekolah.

Gerimis tidak mengurangi semangat peserta untuk mengikuti ODL.  Sebelumnya peserta sudah diminta untuk membawa jas hujan,  payung  juga baju ganti untuk persiapan barangkali dibutuhkan. 

Truk kendaraan ODL, dokumentasi B. Ahfi
Siap berangkat ODL, dokumentasi pribadi

Sekitar pukul setengah delapan rombongan berangkat dari Bintaraloka.  Siswa tampak begitu bersemangat.  Bisa dipahami hampir dua tahun mereka tidak pernah melaksanakan kegiatan ODL dan kini saatnya mereka bisa bersama-sama belajar di luar sekolah.

Bersama pemandu, dokumentasi P. Fabi
Pemasangan gelang, dokumentasi P.Fabi

Sampai di Ecogreen dilakukan pengecekan kembali dan pemasangan gelang masing-masing peserta.  Gelang tersebut berfungsi sebagai tiket dan diperiksa petugas di depan pintu masuk Ecogreen Park.

Masuk area Ecogreen kami langsung disambut dengan suasana yang asri dan segar.  Kolam dengan ikannya yang berwarna-warni berenang kian kemari.  

Ecogreen Park, dokumentasi B.Yuliana
Belajar tentang unggas, dokumentasi pribadi

Peserta langsung dikenalkan dengan pemandu masing-masing.  Ada sepuluh kelompok siswa sesuai dengan jumlah kelas 7. Tiap kelompok didampingi dua guru dan satu pemandu. 

Pemandangan yang unik. Di beberapa tempat terdapat patung-patung binatang yang terbuat dari sampah elektronika.  Ada sapi dan burung onta yang terbuat dari onderdil sepeda motor atau gajah yang terbuat dari televisi -televisi bekas yang tidak terpakai.  Ada pesan tersirat bahwasanya benda yang tampak tak berguna di sekitar kita bisa bermanfaat jika kita punya kreasi dan imajinasi.

Burung onta dari onderdil bekas, dokumentasi pribadi

Oleh pemandu masing-masing kelompok diajak berkeliling dan dijelaskan tentang obyek-obyek yang didatangi.  Pemandu sangat piawai memberikan penjelasan tentang aneka unggas. Bermacam jenis burung,  bebek,  ayam semua dijelaskan pemandu.  Tentang makanannya,  cara membedakan jantan dan betina,  cara hidupnya bahkan berapa lama binatang-binatang itu mengerami telurnya.

Aksi burung nuri, dokumentasi P. Fabi
Aksi burung elang, dokumentasi P.Fabi

Belajar tentang unggas semakin asyik ketika semua diajak menonton aksi burung nuri dan burung elang.

Di samping belajar tentang berbagai jenis unggas siswa juga belajar tentang banyak hal lewat wahana-wahana yang ada di Ecogreen Park.

Tentang dunia serangga,  dunia hama,  perkembangan bumi mulai abad es hingga sekarang,  juga tentang ilmu yang lain misal fisika dan geografi. 

Belajar fisika, dokumentasi pribadi

 Tentang fisika misalnya betapa pengaturan aliran air ternyata bisa menghasilkan nada-nada tertentu jika diatur sedemikian rupa. Sekali lagi pengunjung diajak untuk berkreasi dan berimajinasi. 

Tentang geografi misalnya siswa diajak melihat simulasi tsunami,  merasakan simulator angin juga simulator gempa. 

Belajar pengolahan sampah, dokumentasi pribadi
Edukasi pengolahan sampah, dokumentasi P.Fabi
Pengolahan biogas, dokumentasi Bu Ahfi

Sampai di tempat pengolahan sampah yang menjadi tujuan utama ODL ini,  siswa mendapatkan edukasi pengolahan sampah.  Tentang jenis-jenis sampah,  juga mengolahnya menjadi barang yang berguna.  Seperti briket,  kompos,  pupuk cair atau barang kerajinan.

Dalam ODL ini siswa tetap didampingi Lembar Kegiatan sebagai laporan kegiatan siswa.

Makan siang, dokumentasi P.Fabi
Sebagian pendamping, dokumentasi pribadi
Makan siang, dokumentasi P. Fabi

Sekitar pukul 12 siang semua peserta makan bersama di foodcourt dan melaksanakan sholat dhuhur bergantian di mushola yang sudah tersedia.

Sesudah makan dan sholat siswa diajak melihat atraksi burung elang dan dilanjutkan dengan acara bebas. Ada yang mengikuti pemandu lagi,  ada pula yang melanjutkan dengan bermain air.

Berfoto bersama pemandu, dokumentasi P. Fabi
Bersama wali kelas, dokumentasi P.Fabi

Lewat kegiatan ODL ini selain belajar tentang lingkungan dan bagaimana memperlakukan lingkungan secara bijak siswa juga banyak belajar tentang berbagai karakter baik.  Seperti sungguh-sungguh,  disiplin,  setia kawan, tanggung jawab  juga integritas.

Bersama walikelas, dokumentasi P. Fabi

Sekitar pukul 14.15 siswa bersiap memasuki truk untuk kembali ke Bintaraloka.  Presensi dan cek peserta dilakukan sekali lagi untuk memastikan tidak ada peserta yang tertinggal.

Cek akhir peserta, dokumentasi pribadi

Setelah semua lengkap rombongan pun kembali ke Bintaraloka. Perjalanan ODL hari itu memberikan pelajaran berharga bagi semua peserta bahwa alam sungguh telah banyak memberikan segala sesuatu yang dibutuhkan manusia.  Sudah seharusnya kita menjaga alam ini demi kelangsungan hidup bersama. 

Perlakukan lingkungan dengan baik, dokumentasi pribadi

Jika kita memperlakukan alam dengan baik,  maka alam akan membalas dengan baik pula.  Sebaliknya jika kita tidak bijak memperlakukan alam , maka alam akan membalas dengan munculnya berbagai macam bencana.

Pesan yang jelas ditampilkan oleh karya tiga dimensi yang kami lihat di dekat pintu masuk Ecogreen Park pagi itu.

Mengasah Jiwa Kepemimpinan dan Ketrampilan Berorganisasi Melalui Kegiatan LDK OSIS dan MPK

Jumat yang benar-benar sibuk. Usai sholat Jumat beberapa siswa kembali ke kelas sementara yang lain meneruskan kembali lomba Maulid yang belum selesai. Di aula masih berlangsung lomba Asmaul Husna sementara di mushola putri diadakan final lomba cerdas cermat.

Ternyata tidak hanya itu, di lapangan volly juga ada kesibukan istimewa. Ya,  kira-kira 104 orang yang terdiri atas siswa dan guru akan berangkat ke Dusun Sahabat Alam dalam rangka mengikuti kegiatan LDK OSIS dan MPK .

Tujuan dari kegiatan LDK ini adalah untuk memberikan pengalaman dan meningkatkan kemampuan serta keterampilan yang positif untuk membentuk kepribadian melalui berbagai macam kegiatan .

Kegiatan LDK OSIS dan MPK dilakukan dua kali yaitu LDK1 (di sekolah)  dan LDK2 ( di luar sekolah).

Peserta LDK1, dokumentasi BBC
Suasana LDK1, dokumentasi BBC

Kegiatan LDK 1 diadakan di aula Bintaraloka 1 satu minggu sebelumnya. Dalam LDK ini siswa mendapatkan berbagai macam materi tentang etika,  tata krama,  dan cara berkomunikasi.  Sebagai pemateri adalah Ibu Hertika dan Pak Herianto.

Berangkat ke Dusun Sahabat Alam, dokumentasi pribadi

Seminggu sesudahnya siswa berangkat ke Dusun Sahabat Alam untuk mengikuti LDK2. Ada 68 siswa , 21 panitia dan 15 pendamping yang diberangkatkan menuju Dusun Sahabat Alam dengan empat buah truk.

Semua berangkat menuju lokasi LDK sekitar pukul satu siang.  Wajah -wajah siswa tampak begitu cerah dan antusias.  Meski kegiatan yang akan mereka jalani di Sahabat Alam nanti menurut rundown begitu padat,  namun bersama teman semua akan dijalani dengan gembira.

Di dusun Sahabat Alam,dokumentasi Bu Any

Sampai di Sahabat Alam meski mendung tampak demikian tebal,  apel pembukaan tetap dilaksanakan dengan pembina Ibu Kepala Sekolah. 

Tidak tahan menanggung volume air yang begitu banyak, akhirnya airpun tercurah dari langit. Hujan turun di tengah apel sehingga pembinaan dilaksanakan di pendopo.

Apel pembukaan, dokumentasi BBC

Sesudah apel semua peserta istirahat sebentar untuk melaksanakan sholat Ashar dan acara dilanjutkan dengan pemberian materi dari Pak Zaenal Aksan.  Dalam materi nya Bapak Wakakur SMP Negeri 3 Malang ini menerangkan tentang pentingnya manajemen waktu dalam keseharian kita.

FGD, dokumentasi BBC

Sesudah pemberian materi, peserta diperbolehkan istirahat, sholat dan makan sampai pukul 19.15, dan berikutnya adalah materi Kepemimpinan yang diberikan oleh Pak Imam Muta’ali.

Sesudah satu jam materi kepemimpinan, acara selanjutnya adalah api unggun dan FGD (Focus Group Discussion). Lewat FGD siswa belajar berani untuk mengemukakan pendapat berkisar masalah keorganisasian.

Sesudah api uggun dan FGD, acara dilanjutkan dengan renungan malam dan kegiatan hari itu berakhir sekitar pukul 22.45.

Suasana makan malam, dokumentasi BBC

Menurut rundown acara seharusnya ada jelajah malam. Namun karena hujan yang tidak kunjung berhenti acara jelajah malam ditiadakan.

Pagi hari setelahmelaksanankan sholat Subuh dan bersih diri, peserta sudah ditunggu Pak Ardillah Rohmad untuk bersama-sama melaksanakan senam pagi.

Kegiatan pagi, dokumentasi BBC
Pendamping LDK, dokumentasi BBC

Satu jam berikutnya semua peserta sarapan pagi dan tepat pukul 07.00 Ibu Any Setijowati sudah siap memberikan materi tentang keorganisasian.

Materi dari Ibu Any Setijowati, dokumentasi BBC

Sesudah dua jam mendapatkan materi sampailah pada acara yang ditunggu-tunggu yaitu tracking dan game.

Game, dokumentasi BBC

Melalui acara ini siswa diajak menjelajah alam sekitar dan mengikuti berbagai game yang diberikan oleh pemandu dari dari Dusun Sahabat Alam.

Acara tracking dan game berlangsung demikian seru.  Melalui berbagai game siswa belajar banyak hal.  Bagaimana memecahkan masalah,  juga bagaimana membuat kerjasama yang baik dengan sesama teman. 

Tracking dan game, dokumentasi BBC

Saat Dhuhur, game diakhiri dan semua peserta dipersilakan untuk sholat, istirahat dan makan

Acara LDK hari itu ditutup dengan apel penutupan dan  sesudahnya semua peserta bersiap meninggalkan Dusun Sahabat Alam untuk kembali ke Bintaraloka.

Sungguh hari yang penuh kesan di Dusun Sahabat Alam. Melalui kegiatan dua hari itu penanaman karakter baik ditanamkan pada siswa dengan suasana yang hangat dan ceria.

Sebagian pendamping dan pemateri, dokumentasi BBC

Sekitar pukul dua rombongan truk perlahan meninggalkan Dusun Sahabat Alam. Jalanan yang kadang terjal seolah gambaran bahwasanya jalan kehidupan tidak selalu mulus.  Ada banyak hal yang harus dihadapi dengan keberanian,  tabah dan kelapangan dada.

Semoga dengan penanaman berbagai karakter baik lewat kegiatan LDK OSIS dan MPK ini akan tercipta calon pemimpin masa depan yang handal dan bisa diharapkan. Pemimpin yang berkarakter baik dan bisa menjadi teladan bagi orang sekitarnya.

Peserta, panitia dan pendamping, dokumentasi BBC

Ya, bukankah para siswa nantinya akan berdiri di garda terdepan sebagai calon-calon pemimpin negeri  ini?  Semoga.

Belajar dari Bapak, Menanamkan Kegemaran Membaca dengan Cara yang Sederhana

Malam semakin larut.  Sinar lampu tempel yang diletakkan di sudut ruangan sesekali bergoyang tertiup angin. Ya,  malam itu listrik mati di kampung kami.

Bayangan-bayangan di dinding kamar membuat siluet tertentu dan kadang menimbulkan rasa seram. Namun itu semua tak kami perhatikan.  Ada yang lebih menarik. Di depan kami bertiga bapak tengah asyik membawakan ceritanya.

Mahabharata, Sumber gambar: Kaori Nusantara

Malam itu bapak bercerita tentang Mahabarata.  Perseteruan antara Pandawa dan Kurawa.  Cerita yang begitu panjang kini sampai pada klimaksnya.

Kami terpukau dengan cerita bapak.  Gemuruh kereta di padang Kurusetra seolah begitu jelas tergambar di benak kami.

“Mengapa Karna tidak bergabung di Pandawa saja Pak? ” tanya saya saat itu.  Bapak tersenyum sambil mengemukakan alasan yang sulit diterima akal anak kecil seusia saya.

Bagaimana bisa persaudaraan dikalahkan oleh pertemanan? Lagipula kalau Karna bergabung dengan Pandawa pasti perang itu tidak terlalu panjang.  Kesaktian Pandawa akan berlipat-lipat dan dalam waktu singkat Kurawa akan kalah, pikir saya saat itu.

Bapak mengakhiri ceritanya ketika adik saya yang masih kecil mulai menguap.

“Wes,  ayo bubuk semua, ” kata bapak sambil menutup ceritanya.  Kami segera mengambil tempat masing-masing dan memejamkan mata.  Bayangan perang masih tergambar dalam ingatanku,  namun langsung berganti dengan mimpi yang lain.  Kami pulas tertidur.

Ritual bercerita sebelum tidur selalu dilakukan bapak setiap malam ketika kami masih kecil. Bahkan ketika kami sudah duduk di SD pun  bapak masih sering bercerita.  Terutama  tentang sejarah dan wayang.

Sejarah berdirinya Singasari tuntas diceritakan sejak Ken Arok memesan keris pada Empu Gandring,  hingga terbunuhnya tujuh orang oleh keris bertuah tersebut. Ketika itu saya duduk di kelas 4 SD,dan bapak  bercerita detail namun dengan bahasa yang bisa kami mengerti.

 Satu hal yang sangat saya ingat tentang bapak adalah kegemaran beliau membaca. Di sela kegiatannya bapak selalu membaca. Apa saja. Koran, majalah, bahkan komik.

Kompas, Sinar Harapan,  Suara Indonesia sering ada di meja ruang tamu. Bapak membelinya eceran.  Kadang ada juga serial komik Si Buta dari Goa Hantu yang dipinjam dari persewaan komik tidak jauh dari rumah saya.

 Gemar membaca membuat bapak tahu segalanya.  Paling tidak itu pandangan saya saat itu.  Bapak selalu bisa menjelaskan dengan gamblang apapun yang saya tanyakan.  Membaca benar- benar membuat pintar,  pikir saya. 

Dari membeli koran eceran Bapak beralih ke berlangganan Kompas.  Datangnya setiap sore hari.  Siapa pembacanya?  Bapak tentu saja.  Kami semua belum bisa membaca.

Suatu saat Mas yang mengantar koran menawarkan majalah Bobo pada bapak.  Ya,  karena dia tahu ada tiga anak kecil  di rumah.  Tanpa berpikir panjang Bapak langsung mengiyakan. 

Bobo, Sumber gambar : Gramedia digital

“Lha anak-anak’ kan belum bisa baca? ” protes ibuk.  Bapak cuma tersenyum.  “Gak apa-apa.., biar mereka cepat bisa baca.. ” jawab Bapak. 

Mulailah saat itu majalah Bobo setia mendatangi kami setiap Kamis sore.  Karena belum bisa membaca kami selalu menunggu bapak membacakan cerita, terutama cergamnya.

Dari cerita bapak kami mulai kenal dengan Bobo yang pintar dan sayang adik-adiknya,  Coreng yang suka menggambar,  Upik yang suka mainan bebek,  Bibi Titi Teliti yang cerewet dan sangat perfeksionis juga Bibi Tutup Pintu yang tidak suka melihat pintu rumah terbuka.

Karakter yang muncul dari keluarga Bobo begitu khas dan terasa sangat akrab bagi kami. Bapak juga sering mengambil Bobo sebagai contoh saat memberikan nasehat pada kami. 

Ketika kami tidak suka makan wortel, bapak mengatakan, ” Kenapa Bobo tidak pakai kacamata?  Karena dia suka makan wortel., matanya jadi sehat.. “

Atau ketika kami malas gosok gigi, bapak berkata,  “Gigi Bobo sangat putih meski cuma dua, kenapa?  Karena dia rajin gosok gigi.., “

He.. He..  Akibatnya kami rajin makan sayur begitu juga gosok gigi,

Tokoh yang lain juga membuat kami makin jatuh hati.  Bona gajah kecil berbelalai panjang yang suka berkorban demi kebahagiaaan teman-temannya,  Rong-rong kucing putih yang jadi sahabat Bona. Nirmala yang baik hati, Oki yang usil, Juwita yang suka menolong dan Si Sirik yang selalu berhasil dikalahkan Juwita.

Kehadiran majalah Bobo menjadi sesuatu yang sangat kami tunggu-tunggu.

“Bobonya datang…, ” suara ibuk yang memberitahu kami saat Bobo datang bisa langsung membuyarkan konsentrasi bermain kami. 

Kami segera berebut Bobo,  membuka-buka untuk melihat gambarnya lalu membawanya ke Bapak. Dengan senang hati bapak menghentikan kegiatannya lalu mulai bercerita.

Sesudah bercerita biasanya bapak membaca cerpen Bobo atau rubrik lain di majalah Bobo.  Saat seperti itu biasanya saya duduk di samping bapak dengan penuh rasa ingin tahu, berharap bapak mau bercerita tentang cerpen tersebut.

“Bagus ya Pak? ” tanya saya. 

Bapak tersenyum. “Apik..  Makanya pinter baca, biar tahu ceritanya.. ”  goda Bapak.

Buku Karl May, sumber gambar: goodreads

Sungguh,  sejak itu saya makin semangat belajar membaca.  Hingga saat masih kelas nol saya sudah mulai bisa membaca.  Saya benar-benar ingin bisa membaca cerpen cerpen yang ada di Bobo seperti Bapak. 

Waktu terus berjalan kegemaran membaca saya kian menjadi.  Seperti Bapak saya suka membaca cerita fiksi dan sejarah.  Kami sering terlibat pembicaraan tentang berbagai cerita  yang habis kami baca.

Masuk SMP buku yang saya baca semakin banyak.  Buku-buku Enid Blyton,  Tintin,  Alfred Hitcock,  Karl May, Kosasih dan banyak lagi. 

Senangnya, bapak selalu ikut membaca buku-buku saya dan sesudahnya kami obrolkan bersama.  Biasanya yang menjadi bahan obrolan kami adalah  pelajaran yang ada di dalam buku tersebut atau hal-hal yang lucu.

Kegemaran membaca akhirnya menurun juga pada anak- anak saya. Mungkin karena setiap hari mereka sering melihat ibuk atau bapaknya membaca.

Apa yang saya gunakan untuk lebih meningkatkan minat baca mereka? Bobo lagi!  Majalah yang tetap menyimpan pesona.  Kehadiran tokoh-tokoh baru di dalamnya seperti Dungdung,  Lobi lobi,  G Jun,  membuat majalah ini semakin  mengikuti zaman.

Tidak ada hari tanpa bacaan.  Selain Bobo buku apapun dilahap anak-anak.  Tentunya saya tetap mengontrol bacaan mereka. Secara berkala kami ke perpustakaan kota atau persewaan komik untuk mencari buku yang kami inginkan.

Bapak, Sumber gambar: ig effendyyusa

 Kebiasaaan membaca terus dibawa anak-anak. Hingga ketika mereka kuliah  di luar kota,  saat pulang, di tas mereka selalu ada buku baru.

 “Buat Ibuk,, ” katanya.

Seperti kebiasaan di masa kecil mereka, habis membaca buku bagus saya selalu  diminta untuk membaca dan lalu kami bicarakan bersama. Biasanya yang kami bicarakan adalah hal -hal yang unik dan menarik dari buku itu.

Ya,  betapa sejarah kembali berulang seperti cerita saya dan bapak di masa lalu.

Akhirnya melalui bapak saya belajar bahwa menularkan kegemaran membaca bisa ditempuh dengan cara yang begitu sederhana,  yaitu memberikan contoh dan ngobrol bersama.

Ada kebahagiaan dalam membaca, Sumber gambar : Pngtree

Membaca tidak hanya membuat pengetahuan bertambah. Dalam membaca dan saling bercerita ada kesenangan juga memperkuat ikatan emosi di antara kami bersama.

Screening, Sebagai Upaya Untuk Meningkatkan Kualitas Kesehatan Siswa

Hari Kamis suasana di sekitar perpustakaan dan UKS tidak seperti biasanya.  Kesibukan tim UKS sudah tampak sejak pagi.  Meja-meja di tata rapi bahkan sampai di area gazebo juga.

Ya,  hari itu adalah pelaksanaan screening kesehatan untuk seluruh siswa kelas 7 SMP Negeri 3 Malang.

Suasana di gazebo, dokumentasi UKS

Screening kesehatan adalah program yang dilaksanakan oleh Puskesmas terdekat dan UKS. Tujuan screening adalah untuk memeriksa kondisi kesehatan siswa, juga sebagai deteksi awal dari masalah kesehatan yang mungkin dialami siswa. Pemeriksaan bisa dilakukan secara langsung atau wawancara.

Apa saja yang diperiksa saat screening kesehatan siswa? Banyak. Termasuk di antaranya adalah pemeriksaan gizi yang meliputi tinggi badan dan berat badan, kebersihan diri yang meliputi kebersihan rambut,kuku dan kulit, kesehatan gigi,  mata ( visus mata dan tes buta warna),  kesehatan reproduksi dan tensi.

Pemeriksaan gigi, dokumentasi UKS

Dari hasil screening, puskesmas  memberikan feedback pada siswa untuk diberitahukan kepada orang tua supaya segera periksa ke puskesmas jika ada masalah dengan kesehatan siswa, seperti resiko hipertensi atau buta warna, gigi berlubang atau masalah kesehatan yang lain

Pemeriksaan tensi, dokumentasi UKS

Feedback dari hasil screening diharapkan ditanggapi secara positif oleh orang tua dengan membawa putera- puterinya ke puskesmas untuk periksa jika ada masalah kesehatan yang muncul.

Direncanakan minggu depan juga akan dilakukan screening secara online pada siswa kelas 8 dan 9 dengan link yang dikirim oleh Puskesmas. 

Pemeriksaan buta warna dokumentasi UKS
Wawancara, dokumentasi UKS

Screening kesehatan yang dilakukan secara online tidak hanya meliputi kesehatan fisik,  namun juga meliputi kesehatan mental emosional dan intelegensi kelas 7, 8 dan 9.

Perlu disadari bersama bahwa sekolah bukan hanya wadah belajar yang sebatas mempelajari berbagai pelajaran dan sesudahnya pulang ke rumah. Namun sekolah adalah juga tempat pembentukan karakter siswa yang salah satunya adalah karakter peduli pada kebersihan dan kesehatan.

Sebagian dari tim UKS, dokumentasi UKS

Usaha Kesehatan Sekolah sebagai program pemerintah memiliki program pokok pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sekolah sehat.  Diharapkan melalui UKS sekolah dapat ikut meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan siswa yang harmonis dan optimal,  sehingga pada akhirnya dapat menghasilkan sumber daya manusia berkualitas.

Salam UKS…Sehat dimulai dari saya…!