Kampuang nan jauah di mato Gunuang sansai ba kuliliang Den takana jo kawan-kawan lamo Sangkek basuliang-suliang
Panduduaknyo nan elok Nan suko bagotong royong Sakik sanang samo-samo di raso Den takana jo kampuang
Takana jo kampuang Induak, Ayah, Adiak sadonyo Raso maimbau-imbau Den pulang Den takana jo kampuang…
Lagu Kampuang nan Jauh di Mato mengalir merdu siang itu. Siswa menyanyi bersama dengan iringan gitar dari Pak Vigil.
Dialog Pak Vigil dengan siswa, dokumentasi Bu Cahya
Dengan petikan gitarnya, Pak Vigil mengiringi lagu- lagu daerah yang dinyanyikan oleh para siswa. Tidak hanya Kampuang nan Jauh di Mato. Ada juga lagu Suwe Ora Jamu, Rek Ayo Rek, Ampar-ampar Pisang yang dinyanyikan dengan begitu manis.
Aha.. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila memang selalu membawa keceriaan tersendiri.
Setelah sempat terhenti di bulan puasa, mulai minggu pertama bulan Mei kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dilaksanakan kembali di Bintaraloka.
Masih dengan tema tiga, yaitu Konser Musik Nusantara, projek kali ini dilaksanakan dengan memberikan pemantapan materi tentang lagu dan tarian Nusantara.
Menari bersama, dokumentasi Bu Cahya
Seperti biasa, sebelum pemberian materi siswa diajak menari bersama dengan panduan Bu Novi, Bu Ami dan Bu Dani.
Pemberian materi sangat penting karena nantinya akan menjadi bekal bagi siswa untuk melakukan konser di akhir kegiatan projek tema tiga ini.
Jika di hari Rabu siswa diajak menyanyi bersama, di hari Kamis siswa diajak belajar tentang seni tari.
Kak Yeshinta, dokumentasi pribadi
Narasumber tari di siang ini adalah Kak Yeshinta atau Kak Y. Dengan gayanya yang luwes dan ceria Kak Y yang berprofesi sebagai penari dan sekaligus guru tari di SMK negeri 1 Malang menerangkan pada siswa tentang makna seni tari, juga semua unsur-unsur pendukungnya.
Kak Yeshinta memberikan penjelasan tentang seni tari, dokumentasi pribadi Buz
Menurut Kak Y ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam seni tari yaitu wiraga, wirama dan wirasa. Wiraga berkaitan dengan gerak olah tubuh, wirama dengan irama , sedangkan wirasa berkaitan dengan perasaan. Kolaborasi yang pas antara ketiganya bisa menciptakan sebuah tarian yang bagus.
Menari bersama, dokumentasi Bu Sherly
Siswa mengikuti kegiatan dengan penuh semangat. Lebih-lebih di akhir acara, Kak Y mengajak siswa menarikan tari Pelajar Pancasila bersama. Beberapa siswa diminta menari di depan bersama dengan Kak Y.
Siswa yang menari di depan, dokumentasi Bu SherlyPengarahan di akhir acara projek, dokumentasi pribadi
Sekitar pukul setengah tiga, acara projek berakhir. Sebelum kembali ke kelas Bu Ari memberikan pengarahan tentang hal- hal yang harus diperhatikan siswa di acara projek selanjutnya.
Dua hari yang penuh cerita. Semua menari juga menyanyi. Ada tawa dan ceria di mana-mana. Ya, berbagi ceria sambil melestarikan budaya Nusantara tercinta.
Hari Pendidikan Nasional adalah peringatan akan jasa-jasa Ki Hadjar Dewantara sebagai peletak dasar pendidikan Nasional di Indonesia. Melalui pendirian Taman Siswa di tahun 1922 Ki Hadjar Dewantara memperjuangkan hak untuk mendapatkan pendidikan bagi semua kalangan , utamanya kalangan pribumi.
Sebuah perjuangan yang sangat besar, karena harus berhadapan dengan pemerintah kolonial yang melakukan diskriminasi terhadap hak untuk memperoleh pendidikan.
Latihan selama libur, dokumentasi pribadi
Berkaitan dengan upacara peringatan Hardiknas 2023, petugas upacara yang berasal dari anggota ekstrakurikuler paskibra telah melakukan latihan beberapa hari di sekolah bahkan saat hari libur.
Hasil dari latihan tampak ketika mereka bisa melaksanakan tugas dengan baik pada upacara Hardiknas pagi itu.
Bertindak sebagai pembina upacara adalah Bapak Zaenal Aksan. Dalam sambutannya Bapak Zaenal Aksan mengemukakan tentang berlangsungnya transformasi pendidikan di tanah air yang dilakukan melalui Gerakan Merdeka Belajar.
Ada yang istimewa dari rangkaian upacara hari itu. Selain Indonesia Raya dan Mars SMPN 3 Malang, kami juga menyanyikan lagu Wajib Belajar. Lagu yang mengingatkan kita semua tentang pentingnya belajar dan memajukan pendidikan untuk masa depan yang lebih cemerlang.
Persiapan Halal Bihalal, dokumentasi pribadi
Setelah upacara, acara di lapangan volley dilanjutkan dengan halal bihalal. Ya, senyampang masih bulan Syawal, saatnya kita saling memaafkan dan membersihkan dosa kita antara sesama manusia.
Persiapan Halal Bihalal, dokumentasi pribadi
Bukankah agama mengajarkan pada kita, bahwa di samping memperhatikan hablumminallah kita juga harus memperbaiki hablumminanas?
Suasana Halal Bihalal, dokumentasi pribadi
Setelah halal bihalal ada jeda istirahat sebentar sambil menunggu pelajaran jam pertama dimulai. Jeda dimanfaatkan oleh para guru untuk menikmati nasi urap lengkap dengan lauknya yang sudah dimasak sebelumnya oleh Ibu Ahfi, Ibu Utin dan Pak Gerry.
Sarapan pagi, dokumentasi pribadi
Hmm, benar-benar pagi yang ceria. Bertemu kembali dengan teman-teman setelah libur sekian lama, bercanda bersama dan menikmati sarapan pagi bersama.
Maka nikmat Tuhan yang mana yang akan engkau dustakan?
Hari itu langit terasa lebih cerah dari biasanya. 2 Mei 2023. Hari pertama masuk sekolah bagi siswa sesudah libur lebaran tahun ini bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional.
Memperingati Hari Pendidikan Nasional berarti kita memperingati jasa- jasa Ki hadjar Dewantara.Bapak Pendidikan Nasional kita, Ki Hadjar Dewantara lahir pada tanggal 2 Mei 1889 di Yogyakarta. Pada masa kolonial beliau sangat dikenal karena keberaniannya menentang kebijakan pendidikan saat itu.Saat itu hanya anak-anak keturunan Belanda yang diperbolehkan duduk di bangku pendidikan.
Petugas upacara Hardiknas, dokumentasi pribadi
Kritik yang berulang kali membuat pemerintah kolonial gerah dan akhirnya beliau diasingkan sampai ke negeri Belanda.
Kembali dari pengasingan ternyata semangat beliau semakin menyala untuk memajukan pendidikan di Indonesia. Terbukti beliau mendirikan Taman Siswa, sebuah lembaga pendidikan yang bertujuan untuk memberikan pendidikan yang terjangkau dan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia, terutama mereka yang kurang mampu.
Prinsip yang diterapkan dalam pendidikan di Taman Siswa adalah kebebasan, kemandirian, dan demokrasi. Ya, dasar dari prinsip Merdeka Belajar sudah diterapkan oleh Ki Hadjar Dewantara sejak berdirinya Taman Siswa pada tahun 1922.
Tentang Merdeka Belajar dan Transformasi Pendidikan
Merdeka belajar, dokumentasi pribadi
Sejak diluncurkannya episode-episode merdeka Belajar ( kini sudah sampai pada episode ke 24) nuansa belajar terasa demikian berbeda di dunia sekolah. Ya, sangat terasa adanya transformasi dalam dunia pendidikan kita.
Banyak perubahan yang terasa. Dalam pengamatan penulis suasana perubahan sangat terasa dalam pembelajaran di sekolah, hubungan antar guru, juga hubungan antar sekolah dengan orang tua dan masyarakat sekitar.
Dalam kelas, siswa maupun guru kini lebih leluasa mengembangkan diri dalam proses pembelajaran yang dilaksanakan .
Guru merancang proses pembelajaran yang menyenangkan sesuai kreativitasnya dengan selalu memperhatikan perbedaan dalam diri siswa, atau dikenal dengan pembelajaran berdiferensiasi.
Diharapkan dengan pembelajaran berdiferensiasi siswa akan lebih semangat belajar karena mereka merasa terlayani dengan baik.
Belajar dari narasumber Kominfo, dokumentasi pribadi
Ya, guru bisa diibaratkan petani. Jika petani bisa mengolah tanah dan merawat bibit tanaman dengan baik, pada akhirnya nanti bibit akan tumbuh dan memberikan hasil yang baik pula.
Meski begitu petani tidak bisa mengubah bibit tersebut agar tumbuh menjadi tanaman lain. Jika petani menanam padi, maka akan tumbuh tanaman padi. Demikian juga jika petani menanam jagung, maka akan tumbuh tanaman jagung.
Demikian juga siswa. Tiap anak bagaikan benih yang punya potensi berbeda. Karenanya ia butuh tangan trampil petani dalam hal ini guru agar bisa tumbuh maksimal sesuai kodratnya.
Lalu bagaimana guru bisa merancang berbagai proses pembelajaran yang menyenangkan? Selalu belajar dan berbagi, dan untuk ini disediakan sebuah platform yaitu Platform Merdeka Mengajar.
Platform Merdeka Mengajar bisa membantu guru dalam mendapatkan referensi, inspirasi, dan pemahaman tentang Kurikulum Merdeka.
Platform ini juga disediakan untuk menjadi teman penggerak bagi guru dan kepala sekolah dalam mengajar, belajar, dan berkarya.
Indonesia kita yang terhampar dari Sabang sampai Merauke memiliki kondisi alam dan geografis yang sangat berbeda. Sehingga sangat mungkin terjadi kesenjangan dalam banyak hal antara satu daerah dengan daerah lain termasuk di antaranya kesenjangan mutu pendidikan.
Melalui platform ini harapan besar digantungkan agar kesenjangan mutu pendidikan antara satu daerah dengan daerah lain di Indonesia perlahan mulai bisa diatasi.
Platform Merdeka Mengajar membuat guru satu dan yang lain terkoneksi dalam nafas selalu belajar dan berbagi agar bisa memberi layanan yang terbaik bagi para siswa.
Satu ciri yang membedakan Kurikulum Merdeka dengan yang lain adalah adanya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.
Belajar dari lingkungan, dokumentasi pribadi
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila adalah pembelajaran lintas disiplin ilmu dalam mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan di lingkungan sekitar untuk menguatkan berbagai kompetensi dalam Profil Pelajar Pancasila
Melalui projek ini berbagai kegiatan dilakukan untuk memperkuat karakter pelajar Pancasila yang meliputi enam dimensi yaitu
1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlak mulia
2. Mandiri;
3. Bergotong-royong;
4. Berkebinekaan global;
5. Bernalar kritis;
6. Kreatif.
Dengan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila diharapkan siswa tidak hanya belajar tentang ilmu pengetahuan, tapi juga mengalami sendiri ilmu pengetahuan itu dengan cara mempelajari isu isu yang dekat dengan kehidupan mereka.
Seperti yang pernah dilakukan di sekolah penulis , berangkat dari keprihatinan pemakaian gadget yang berlebihan pada siswa,maka salah satu tema yang diambil dalam kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila adalah Bijak Berinternet.
Dalam tema tersebut siswa diajak untuk menggunakan gadgetnya secara lebih bijak. Pelaksanaan projek dilakukan dengan belajar dari guru dan berbagai narsum dari luar, misalnya kepolisian, dinas Kominfo, tokoh agama, juga mengundang content creator agar siswa bisa menggunakan gadgetnya untuk hal hal yang bermanfaat.
Belajar menjadi konten kreator, dokumentasi pribadi
Dengan adanya kegiatan projek, siswa menjadi lebih berani berekspresi juga berinovasi dalam kelompok-kelompok kerjanya dengan kegiatan yang tetap difokuskan untuk penanaman karakter Profil Pelajar Pancasila.
Sejalan dengan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila adalah nasehat Ki hadjar Dewantara yang berbunyi:
“… perlulah anak-anak (Taman Siswa) kita dekatkan hidupnya kepada perikehidupan rakyat, agar supaya mereka tidak hanya memiliki ‘pengetahuan’ saja tentang hidup rakyatnya, akan tetapi juga dapat ‘mengalaminya’ sendiri , dan kemudian tidak hidup berpisahan dengan rakyatnya.”
Melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila sekolah bisa memberikan kontribusi kepada komunitas dan masyarakat lingkungan sekitarnya, juga lebih terbuka terhadap partisipasi masyarakat sekitarnya.
Sesuai tema Hari Pendidikan Nasional 2023, mari terus Bergerak Bersama Semarakkan Merdeka Belajar, karena melalui gerakan ini transformasi pendidikan terus dilaksanakan secara masif.
Dimensi Profil Pelajar Pancasila, Kemdikbud
Transformasi pendidikan yang sudah dilakukan diharapkan bisa semakin memperkuat sinergi sekolah, orang tua dan masyarakat sekitar.
Ya, seperti yang digagas oleh Ki Hadjar Dewantara, keberhasilan pendidikan bergantung pada sinergi yang baik antara Tripusat Pendidikan yaitu sekolah, keluarga dan masyarakat.
Semoga bermanfaat, dan majulah pendidikan Indonesia.
Catatan: naskah diikutkan dalam lomba menulis di Kompasiana
Maghrib hampir menjelang. Tiga anak kecil masih berkutat dengan alat permainannya di serambi depan. Gadget. Apa lagi? Jika dulu permainan identik dengan berlarian ke sana kemari, sekarang bermain adalah duduk diam dengan gadget di tangan.
Permainan di layar tampak demikian seru. Mata ketiganya tak henti menatap layar yang menyajikan gambar berwarna-warni.
“Aku nyilih,” kata salah seorang di antara mereka. Ya, ada tiga anak , tapi gadget cuma dua. Pastinya salah satu hanya jadi penonton atau syukur-syukur jika dipinjami.
“Nih..,” kata pemilik gadget pada temannya. Dengan sigap si peminjam meraih gadget lalu memainkan permainan yang sama dengan gerakan jemari yang tak kalah lincah.
“Belum dibelikan HP, Yan?” tanya anak pertama. Si peminjam tadi, Yayan, cuma menggeleng. Sambil memusatkan konsentrasi pada koordinasi antara mata dan jemarinya. Permainan semakin seru.
Anak bermain game, sumber gambar: Manado Post
“Galak gampil mu dapat berapa?” “Tujuh ratus lima puluh ribu.. ,” jawab Yayan “Hah…? Banyak sekali? Mbok beli HP?” tanya temannya lagi heran. Yayan menghela nafas. Matanya tak lepas dari layar permainannya.
“Belum boleh sama ibuk ku Don,..,” “Lha kenapa?” “Masih kurang katanya,” “Iya sih, kata Masku kira – kira satu juta seratus sudah dapat HP bagus,” jawab Doni, si penanya sok tahu.
“Besok bulikku datang dari Surabaya..biasanya ngasih galak gampil banyak. Mudah-mudahan bisa untuk tambahan beli HP..,” tambah Yayan.
“Iya.. kalau kita main bertiga tambah asyik. Gak usah saling meminjam,” timpal Aris, anak ketiga yang dari tadi hanya jadi pendengar karena asyik dengan permainannya.
“Yayan…, Ayo maghriban,” sebuah teriakan membuyarkan konsentrasi ketiganya.
“Sedikit lagi, Buk..,” jawab Yayan malas. Duuh, kok cepat sekali sih Maghribnya. Heran, kemarin waktu puasa Maghrib terasa lama sekali datangnya sekarang puasanya habis, Maghrib seolah datang lebih cepat.
“Ayo..Ndang… Sudah qomat itu…,”tambah ibu Yayan yang sudah memakai atasan mukenah, siap berangkat ke langgar.
Dengan malas Yayan mengembalikan HP pada temannya, lalu ketiganya bergegas menuju ke langgar yang tak jauh dari rumah.
Malam semakin larut. Meski jam sudah menunjukkan hampir pukul sembilan ibuk belum menyuruh Yayan dan Sari untuk segera tidur. Maklumlah , liburan masih kurang empat hari lagi.
Yayan duduk di kelas lima sedangkan Sari masih duduk di TK. Keduanya sedang asyik menonton sebuah acara televisi.
“Pak.., Bulik Surti kapan ya ke Malang?” tanya Yayan mendekati bapaknya. “Mungkin besok Le, kenapa?” tanya bapak balik. “Kangen sama Bulikmu?”
Yayan tersenyum. Demikian juga ibuk yang sedang menyiapkan bumbu-bumbu untuk jualan besok pagi. Ya, ibuk adalah penjual pecel dan lontong sayur di depan rumah setiap pagi. Malam hari adalah saat ibuk menyiapkan bumbu dan membuat berbagai macam masakan.
Bulik Surti adalah adik bapak satu-satunya. Bulik Surti mempunyai usaha warung yang cukup besar di Surabaya. Karenanya uangnya banyak, dan yang paling disenangi Yayan, Bulik sangat ‘loman’. Apalagi pada Yayan yang begitu akrab dengan Dadik anak Bulik Surti satu satunya.
“Pak, kalau galak gampil ku itu buat beli HP kurang berapa ya?”tanya Yayan lagi. Bapak menghela nafas . Diletakkannya obeng yang dari tadi dipakai untuk memperbaiki magic jar yang rusak.
“Kenapa harus beli HP? Pinjam punya ibuk atau bapak ‘kan bisa?” jawab bapak lagi.
Yayan mulai cemberut. “Tidak enak Pak.. pinjam-pinjam terus.., lagipula HP bapak dan ibuk kurang support kalau buat nge-game..,” “Halah, game-game terus ae.. sebentar lagi sudah masuk sekolah, Le…,” jawab bapak sambil kembali meneruskan pekerjaannya.
Wajah Yayan semakin mendung. Bapak selalu begitu, pikirnya. “Yayan, ayo ndang tidur sana..,” kata ibuk sambil menggendong Sari yang tertidur di bangku menuju ke kamar. Yayan mengikuti ibuk dari belakang.
“Buk, aku jadi dibelikan HP atau tidak?” tanya Yayan sambil membaringkan tubuhnya di dipan. Ada dua dipan di kamar mereka. Satu buat Sari, satu buat Yayan.
Uang galak gampil, sumber gambar: Bareksa
“Jadi Le.., tapi kan masih kurang uangnya?” jawab ibuk sabar. “Mudah-mudahan besok Bulik Surti datang ya Buk? Biasanya galak gampilnya banyak,” kata Yayan lagi.
“Hush, tidak boleh arep-arep begitu.. tidak baik,” kata ibuk mengingatkan.
Yayan tersenyum kecil. Guru agamanya juga bilang begitu. Tidak boleh mengharap bahkan minta uang saat lebaran. Mengurangi keikhlasan silaturahmi katanya.
Tapi dari lebaran ke lebaran tiap anak pasti hafal siapa saja saudara yang selalu memberi galak gampil. Utamanya yang jumlahnya banyak.
Ibuk keluar dari kamar anak-anak. Meninggalkan Yayan yang masih berkutat dengan bayangannya tentang HP baru.
“Belum selesai Pak?” tanya ibuk sambil mendekati bapak masih asyik dengan obeng , mur dan dan peralatan lainnya. “Sedikit lagi..,” jawab bapak singkat.
“Pak, uang Yayan bagaimana?” bisik ibuk hati-hati. Bapak menghela nafas panjang. “Yang 300 kemarin dipakai bayar listrik sama air kan? Tapi minggu depan ada yang minta tolong membetulkan atap dapur. Nanti kita ganti,” jawab bapak tak kalah pelan.
Garapan bapak sebagai tukang serabutan memang sedang sepi. Tidak seperti biasanya, tidak ada yang minta tolong memperbaiki sesuatu pada bapak di sekitar Lebaran tahun ini. Garapan baru ada mulai minggu depan.
Ibuk mengangguk. Berarti uang yang dipercayakan padanya tinggal 450 ribu. Ah, makin jauh dari HP impian Yayan, pikir ibuk.
Semua diam. Hanya televisi yang masih terus menyiarkan acara komedi yang makin lama terasa semakin tidak lucu.
Sambil mengupas bawang ibuk terus memutar otak memikirkan jawaban untuk pertanyaan tentang HP dari Yayan besok dan besok nya lagi.
Arti istilah:
Galak gampil : THR lebaran Nyilih : pinjam Arep arep : mengharapkan Ndang : cepat
Rungkad Entek entek an Kelangan kowe sing paling tak sayang Stop mencintaimu Gawe aku ngelu…
Lagu Rungkad berkumandang di halaman Bintaraloka hari Jumat pagi ini.
Di depan ada pemandu senam dan kami membuat barisan di belakang pemandu. Semua bergerak mengikuti arahan Pak Ardillah, Sang Pemandu senam.
Pak Ardillah pemandu senam, dokumentasi pribadi
Gerakan dilakukan sesuai irama lagu Rungkad dengan irama yang menghentak namun terasa gayeng.
Hari ini adalah hari ketiga masuk sekolah pasca Lebaran. Tiga hari masuk sekolah pasca Lebaran memang tanpa kehadiran siswa, namun itu tak membuat para guru jadi mati gaya..😃
Banyak kegiatan yang kami lakukan di hari-hari itu. Di antaranya adalah halal bihalal dan penyusunan perangkat, persiapan akreditasi, pembuatan soal US, juga senam sehat sekaligus bersama seperti yang dilakukan pagi ini.
Hari ini senam sehat diikuti oleh para guru juga staf TU dan dimulai pukul 07.15 wib.
Berfoto bersama, dokumentasi pribadi
Gerakan senam begitu bersahabat dalam artian mulai dari gerakan pemanasan, inti dan pendinginan, mudah diikuti oleh semua guru.
Lebih-lebih di bagian akhir dimana kami bersenam sekaligus bergoyang. Selalu ada senyum di mana-mana tatkala mengikuti gerakan-gerakan lucu Sang Pemandu.
Senam diakhiri dengan acara wajib yaitu foto bersama. Di era seperti ini sebuah acara rasanya kurang afdhol tanpa berfoto ria.
Setelah senam, nasi jagung komplit sudah tersedia di meja ruang guru. Nasi jagung, sayur lodeh, sambal goreng ikan, bakwan, mendol, urap-urap, peyek dan kerupuk membuat makan pagi terasa ramai.
Nasi jagung komplit, dokumentasi Bu UtienSarapan pagi, dokumentasi pribadi
Ya, sarapan pagi bisa memulihkan kembali stamina yang terkuras karena senam sehat hari ini.