Categories
Cerita

Potluck Sego Pecel di Hari yang “Sangat Bernilai”

Siapa yang tidak kenal pecel? Hidangan yang terbuat dari aneka sayur direbus lalu diberi toping satu kacang berbumbu ini sungguh menggugah selera. Apapun namanya;  pecel Madiun, pecel Blitar, pecel Malang, semua tampil dengan kekhasannya untuk memanjakan lidah penggemarnya.

Kata pecel atau pecal berasal dari bahasa Jawa yang artinya ditumbuk. Hidangan yang ada sejak zaman dahulu kala ini diperkirakan berasal dari daerah Mataram Kuno seperti Yogyakarta dan sekitarnya, lalu dibawa ke daerah sekitar JawaTimur.

Aneka hidangan dalam potluck , dokumentasi pribadi

Sekilas konsep penyajian pecel hampir sama dengan salad dari Eropa dimana berbagai sayuran disiram dengan saus berbumbu. 

Hidangan sederhana namun lezat ini baru- baru ini dinobatkan sebagai salah satu salad terbaik di dunia oleh Taste Atlas, sebuah majalah yang membuat ulasan tentang kuliner dari negara negara di berbagai belahan dunia.

Desember adalah bulan yang “sangat bernilai”. Betapa tidak? Tiap hari kami disibukkan dengan pengolahan nilai untuk persiapan penerimaan rapor semester gasal 2024/2025.

Meski demikian di tengah berbagai kesibukan tersebut, pada hari Selasa pagi (17/12)  kami mengadakan potluck sego pecel  di ruang guru Bintaraloka.

Ya, potluck adalah sebuah tradisi yang sering kami lakukan di di berbagai acara.

Semula potluck ini akan mengambil tema pecel punten, tapi karena pedagang punten ternyata sudah lama tutup, tema berubah menjadi sego pecel.

Bakwan, dokumentasi pribadi
Menjes kacang, dokumentasi pribadi
Mendol, dokumentasi pribadi

Layaknya potluck, hidangan dibawa para guru dari rumah, seperti sayuran, bumbu pecel, menjes kacang, bakwan, mendol, kerupuk, bothok juga pepes. Hanya nasi yang dimasak di sekolah.

Persiapan menanak nasi, dokumentasi pribadi
Menata hidangan, dokumentasi pribadi

Setelah hidangan disiapkan di meja guru,  makan bersama dimulai. Dengan wadah kertas bungkus, kami mulai menyendok nasi, mengambil sayur sekaligus menyiramnya dengan bumbu dan melengkapinya dengan lauk.

Aih, makan bersama selalu terasa lezat apapun hidangannya.

Makan bersama, dokumentasi Buz
Wadah kertas bungkus untuk menikmati hidangan, dokumentasi pribadi

Hari yang menyenangkan juga mengenyangkan. Aneka sayuran sederhana yang disiram bumbu kacang berpadu dengan aneka lauk dan topping kebersamaan ternyata bisa menciptakan harmoni yang lezat sekaligus indah.

Categories
Serba-serbi

Pecel Sebagai Salah Satu Salad Terbaik di Dunia

Pagi itu tiba tiba ada sebuah cup plastik kecil di meja saya. Dari seorang teman. Penasaran saya segera membuka. Dan ternyata isinya bumbu pecel… .

Wuih mantap… . Sudah lama saya tak bikin pecel, pikir saya. 

Saya ambil sedikit dan saya icipi. Enak.

Menilik dari rasanya sepertinya bumbu pecel khas Blitar. Kacangnya agak kasar, rasa pedas dan manisnya begitu kuat.

Sambel pecel khas Blitar, dokumentasi pribadi Buz

Keesokan harinya, saya ada janji untuk mengantar teman yang akan balik ke Bandung. Di pintu stasiun teman saya tiba- tiba memberikan bingkisan dalam sebuah tas kecil. 

Ketika ngobrol di sebuah kedai sambil menunggu jam, saya buka tas tersebut. Isinya? Subhanallah, bumbu pecel lagi.

Jelas tertera dalam kemasannya bahwa ini adalah bumbu pecel khas Madiun.

Sambel pecel khas Madiun, dokumentasi pribadi

Alhamdulillah, kehadiran bingkisan sambel pecel dua hari berturut-turut membuat keinginan saya untuk membuat tulisan tentang pecel makin membara. 

Apalagi pecel, makanan kebanggaan kita mendapat predikat yang membanggakan baru- baru ini, yaitu dinobatkan sebagai salah satu salad terbaik di dunia.

Pecel. Siapa yang tidak kenal hidangan ini? Bagi kami warga Jawa Timur pecel adalah hidangan khas yang bisa kami temui di banyak warung. Karenanya tak heran jika banyak antara kami yang mengagendakan pecel sebagai menu sarapan setiap hari.

Penjual pecel di Pasar Klojen, dokumentasi pribadi

Banyak orang berjualan pecel warung, restoran, kedai kaki lima, bahkan di kantin sekolah pun ada tempat khusus yang menjual pecel. 

Saat membeli kita bisa membayar secara tunai maupun QRIS. Ya, betapa para penjual sudah sangat menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

Membayar belanjaan pecel dengan QRIS, dokumentasi pribadi

Di sekolah, dengan harga Rp8000,00 saja kami sudah bisa menikmati sepiring nasi pecel lengkap dengan peyek kacang dan tempe atau tahu.

Pecel adalah hidangan asli Jawa Timur yang terbuat dari aneka sayuran segar seperti bayam, kangkung, selada atau kacang panjang ditambahi taoge dan disiram dengan  saus kacang.  

Warung menyajikan nasi pecel, sumber gambar: Pinterest

 Dalam penyajiannya sering nasi pecel dilengkapi dengan tempe, tahu, telur atau mendol. Di beberapa tempat bahkan pecel ditambah dengan sayur lodeh. 

Aih, apapun tambahannya pecel selalu terasa sangat mengena di hati.

Konsep hidangan pecel mirip salad dari Eropa yaitu aneka sayuran disiram sambal kacang sebagai toppingnya.

Bahan utama sambal pecel adalah kacang tanah, bawang, cabai rawit yang dicampur dengan bahan lainnya seperti daun jeruk purut, bawang, asam jawa dan garam.

Ada kabar gembira tentang makanan yang sangat merakyat ini yaitu pecel berhasil menempati peringkat dua untuk hidangan salad terbaik di dunia versi Taste Atlas.

Taste Atlas, salah satu organisasi yang sering melakukan ulasan terhadap kuliner di seluruh dunia, dan baru-baru ini menentukan lima salad terbaik di dunia yaitu dakos, salad khas Kreta (Yunani), pecel dari Indonesia, mechouia Salad dari Tunisia, Horiatiki Salata dari Yunani dan Shopska Salata dari Bulgaria.

Menurut catatan saya dari hasil diskusi dengan teman teman yang pintar masak ataupun bergelut di bidang catering, ada tiga macam pecel yang banyak kita kenal yaitu pecel Blitar, pecel Kediri dan pecel Madiun.

Lalu apa bedanya?

Aneka bumbu pecel , dokumentasi pribadi Buz

Bumbu pecel dari Madiun, Blitar, dan Kediri memiliki ciri khas masing-masing yang membuatnya unik, yaitu:

1. Bumbu pecel Madiun biasanya memiliki rasa yang lebih manis, tekstur halus dan tingkat pedas yang tidak begitu kuat. Dalam pecel Madiun aroma daun jeruknya sangat terasa.

2.  Bumbu pecel khas Blitar biasanya lebih kasar, kental dan lebih pedas dibandingkan dengan pecel Madiun. 

3.Bumbu pecel dari Kediri punya cita rasa pedas dan manis yang lebih kuat. Kadang dalam bumbu pecel Kediri ditambahkan sedikit terasi, sehingga aromanya yang lebih tajam dan lebih gurih.

Kehadiran pecel dalam sebuah acara, dokumentasi pribadi Buz

Kesimpulannya antara ketiga bumbu pecel dibedakan pada variasi penggunaan daun jeruk, cabai rawit dan tekstur kacang yang kasar atau halus.

Nah, bumbu pecel khas mana yang pembaca suka? 

Kalau saya, dari daerah manapun bumbu pecelnya tidak masalah. Asal ada nasi hangat,  lauk yang sesuai dan ngobrol bareng teman, pecel selalu enak untuk dinikmati.

Jadi…monggo pecelnya…

Categories
Reportase

Lezatnya Pecel Tumpang Rasa Korea

Hari belum begitu siang. Jam masih menunjukkan sekitar pukul sebelas. Mobil yang kami tumpangi terus melaju di tengah keramaian lalu lintas kota Malang. Minggu pagi itu, sepulang dari acara silaturahmi ASN di Graha Cakrawala kami takziyah ke daerah Polehan.

Pulang dari takziyah tiba-tiba Ibu Amini mengajak kami mencari pecel. Aih, memang kalau sudah rezeki tak akan ke mana. Dalam hati saya membayangkan makan yang seger-seger, tiba-tiba ada tawaran makan pecel. Benar-benar pucuk dicinta ulam tiba.

Rempeyek kacang dan grago pelengkap nasi pecel, dokumentasi pribadi

Kami berhenti di deretan warung daerah Bunul. Dengan dipandu Bu Anna dan Bu Has kami segera menuju sebuah  rumah makan. Warung Pecel Tumpang Pak Sun, begitu bunyi tulisan di bagian depannya.

Kami segera menempati tempat duduk yang tersedia. Ada dua meja yang kami pakai. Satu di bagian luar, yang lain di bagian dalam. Saya sendiri memilih di bagian dalam. Ya, karena di dalam kami bisa mendengar alunan lagu-lagu yang disetel di rumah makan tersebut.

Tak berapa lama pesanan pun datang. Nasi pecel dengan kulup sayur bayam, kecambah dan bunga turi. Rempeyeknya ada yang berisikan kacang , ada pula yang grago. Ada dadar jagung pula. Maknyus pokoknya. 

Pecel Tumpang rasa Korea, dokumentasi Ahfi

Ditambah kehadiran minuman jeruk hangat dan teh hangat, makan bersama pagi itu terasa begitu lengkap. Nikmat Tuhan yang Mana yang hendak kamu dustakan?

Makan terasa lebih lezat ketika lagu-lagu yang diperdengarkan didominasi oleh lagu Korea. Hmm, serasa berada di negeri ginseng .., makan bulgogi bersama oppa-oppa. He ..he…

Ketika azan Dhuhur berkumandang kami segera meninggalkan tempat makan. Impian tentang makan bersama oppa-oppa buyar. Kami tiba-tiba ingat masih banyak tugas menanti.

Bukankah hari Minggu identik dengan Hari Cuci dan Setrika Nasional? He..he… ayo tetap semangat….