
Sebuah sore yang istimewa (21/12). Rintik hujan tidak menghalangi semangat ibu-ibu untuk datang di tempat yang ditentukan. Dengan berkebaya dan kain panjang ibu-ibu tampak begitu cantik. Tampilan mereka begitu berbeda dengan kesehariannya. Ya, ibu-ibu PKK RT 11 RW 03 Kelurahan Bareng hari ini merayakan Hari Ibu bersama-sama.
Hari Ibu diperingati setiap tanggal 22 Desember. Melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 316 Tahun 1959, tanggal ini resmi dikukuhkan sebagai Hari Nasional
Hari Ibu adalah peringatan untuk memberikan penghormatan kepada para ibu dan perempuan Indonesia yang telah berperan aktif dalam perjuangan kemerdekaan, serta untuk memperkuat posisi perempuan dalam masyarakat.

Dalam perjalanannya, peringatan Hari Ibu fokus pada penghargaan akan betapa besar jasa dan peran ibu dalam keluarga dan masyarakat.
Ya, ibu adalah pelita sekaligus denyut jantung dalam sebuah keluarga. Pelita, karena ia ibarat penerang yang membuat hati anak anaknya merasa bahagia sekaligus nyaman.
Denyut jantung karena ibu adalah pusat kehidupan, penggerak kebahagiaan, dan perekat yang memastikan seluruh anggota keluarga tetap terhubung dan berjalan harmonis.
Seperti jantung yang memompa darah yang memberi kehidupan ke seluruh tubuh, ibu adalah sumber utama energi dan cinta yang tak ternilai.
Perayaan Hari Ibu di RT 11 /RW 03 sore ini berjalan meriah. Diawali mars lagu Hari Ibu acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Ibu Ketua PKK RT. Intinya Ibu Ketua berharap semua Ibu-ibu senantiasa sehat dan gembira dalam menjalankan peran sehari harinya baik di keluarga maupun masyarakat.

Sebuah kejutan terjadi. Tiba-tiba saja setiap ibu harus melakukan peragaan busana.
Wow, luar biasa, sama sekali kami tidak membayangkan jika harus berjalan di tengah tengah peserta dengan gaya yang agak “kemayu” bak foto model.
Layaknya ibu yang selalu siap untuk semua peran kehidupan, para peragawati dadakan bisa menjalankan semua tugasnya dengan baik dengan iringan tepuk tangan meriah para penontonnya.

Sesudah fashion show, acara dilanjutkan dengan pengundian atau kopyokan doorprize. Hmm, kopyokan selalu meriah dan menjadi ciri khas dari acara ibu-ibu PKK.
Wajah ceria tampak dimana-mana, apalagi dari para pemenang yang mendapat hadiah doorprize hari itu.
Sebelum acara dilanjutkan dengan makan bersama, dilakukan pemotongan tumpeng oleh Ibu penasehat yang diserahkan pada Ibu ketua PKK.
Setelah berfoto-foto sejenak, tibalah acara yang ditunggu-tunggu yaitu makan bersama. Aha…

Berbagai hidangan hasil olahan para ibu disajikan didaun pisang yang memanjang di tengah ruangan. Ada nasi putih, nasi jagung, urap sayur, ayam kecap, bakwan jagung, mendol, rempah dan banyak lagi.
Sungguh, menikmati hidangan bersama dalam suasana yang guyub rukun adalah nikmat Tuhan yang begitu besar.
Bahagia itu sederhana, ia bisa tercipta lewat kebersamaan di antara kita
“Ayo urapnya enak, sedep,”
“Wih, jangan pedesnya, mantap,”
“Bakwan dan mendolnya, enak,”
Berbagai komentar membuat suasana kian terasa hangat.
Ketika hari semakin sore, acarapun ditutup dengan tukar-menukar kado dan berfoto bersama.
Sebuah sore yang luar biasa. Hari itu ibu-ibu PKK RT 11 RW 03 Kelurahan Bareng merayakan Hari Ibu dengan sederhana namun penuh rasa hangat dan bahagia.
Bahagia itu sederhana, ia bisa tercipta lewat kebersamaan di antara kita. Ngobrol, menikmati hidangan bersama dengan joke joke ringan, bisa membuat hati terasa ringan dan gembira.

Ya, setiap ibu berhak untuk merasa bahagia, karena bahagia seorang ibu bukan hadiah untuk dirinya sendiri, tapi oksigen bagi keluarganya.
- Bujuk Rayu, Tentang Sedapnya Rasa dan Rayuan Aroma - January 8, 2026
- Filsafat Ronggowarsito , Wolak-walik Ing Zaman - January 5, 2026
- Dari Ayam Natalan sampai Takut Musyrik, Sebuah Obrolan di Pasar Pagi - January 4, 2026