Peringatan Isra’ Mi’raj 1444H di Bumi Bintaraloka

Jam masih menunjukkan pukul setengah tujuh. Namun sepagi itu Bintaraloka sudah berbenah. Beberapa siswa BDI tampak demikian sibuk.

Gamis hitam dan kerudung hijau yang dikenakan siswa putri , dan busana muslim putih yang dikenakan siswa putra membuat penampilan mereka tampak begitu istimewa.

Siap melaksanakan tugas, dokumentasi pribadi

Pagi itu ada dua agenda penting di Bintaraloka yaitu peringatan Isra’ Mi’raj oleh siswa beragama Islam di aula Bintaraloka satu dan kegiatan keagamaan yang diadakan siswa beragama Kristen dan Katolik di aula Bintaraloka 2.

Tulisan ini akan menceritakan tentang kegiatan Isra’ Mi’raj, sedangkan kegiatan siswa beragama Kristen dan Katolik ada pada tulisan yang lain.

Berbagai persiapan , dokumentasi pribadi

Pelaksanaan acara Isra’ Mi’raj akan dimulai sekitar pukul setengah delapan pagi.
Ibu Utin , Pak Abid dan Pak Muhaimin sebagai motor penggerak acara tampak demikian sibuk. Mempersiapkan paduan suara, grup banjari, juga menjemput muballigh.

Sholawat dan pujian dikumandangkan dengan begitu rancak oleh grup banjari SMP Negeri 3 Malang l. Dan ketika Ustadz Dr. H. Sudirman, M.Ag hadir, acarapun dimulai.

Mengikuti Isra’ Mi’raj secara luring, dokumentasi Apple

Acara dikemas secara daring dan luring. Untuk yang luring diadakan di aula Bintaraloka satu dengan peserta seluruh siswa kelas 3.6 dan 2.4 beserta bapak /ibu guru . Sementara yang daring diadakan di kelas 3.2 dan 3.4 dengan zoom meeting didampingi oleh wali kelas masing-masing.

Mengikuti Isra’ Mi’raj secara daring, Dokumentasi Bu Roudhotul

Bertindak sebagai pembawa acara adalah Ailsa kelas 2.4.1.
Acara dibuka dengan bacaan basmalah dan dilanjutkan dengan pembacaan gema Wahyu ilahi yang dibawakan oleh Aira Firna Derlen kelas 3.2.7 dan terjemah oleh Lily Avisha kelas 3.4.5.

Suara Aira Firna Derlen yang begitu jernih membacakan QS Al Isra ayat 1-3, membuat suasana terasa begitu khidmat.
Sesudahnya acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ibu Kepala Sekolah yang pada pagi hari itu diwakili oleh Pak Aksan selaku waka kurikulum.

Pembawa acara, dokumentasi pribadi

Sesudah sambutan dari Pak Aksan, acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Mars BDI. Lagu yang diciptakan Pak Muhaimin dan Bu Utin ini berhasil dibawakan dengan manis oleh para siswa yang tergabung dalam BDI.

Mars BDI, dokumentasi Apple

Selesai lagu dinyanyikan tibalah acara yang ditunggu tunggu yaitu tausiyah dari Ustadz Dr. H. Sudirman, M. Ag.

Tausiyah diberikan dalam suasana yang menyenangkan namun tetap berisi. Ya, Ustadz Sudirman memberikan tausiyah dengan bahasa yang tidak formal dan kadang memancing tawa. Para siswa terlihat sangat menikmati segala nasehat maupun cerita yang diberikan oleh Ustadz Sudirman pagi itu.

Bapak/Ibu guru pendamping, dokumentasi pribadi

Ada beberapa poin penting yang disampaikan oleh Ustadz pagi itu, di antaranya adalah

Satu : Sebagai umat Islam kita harus menjaga sholat lima waktu. Ya, sholat adalah perintah istimewa yang langsung diberikan oleh Allah pada nabi Muhammad Saw.

Dua : Siswa harus selalu membina diri dengan ahlak yang mulia dan terpuji. Ya, tantangan yang begitu banyak di zaman sekarang membuat siswa harus lebih berhati-hati.

Tiga : ada tiga golongan orang yang tidak bisa masuk surga yaitu orang yang kikir, durhaka pada orang tua maupun guru dan orang yang suka melalukan namimah (provokator).

Mengingat hal tersebut sudah sepatutnya kita semua meningkatkan ahlak kita pada orang tua yang telah mengandung dan membesarkan kita, juga pada guru yang telah memberikan ilmu pada kita.

Di era di mana penggunaan medsos demikian luas, kita harus bisa membatasi diri. Jangan sampai kita ikut menjadi penebar hoax, karena semua yang kita lakukan pasti ada perhitungannya.

Jika di zaman dahulu berlaku kata bijak mulutmu harimaumu, maka kini menjadi jarimu harimaumu

Empat : Tetaplah cinta pada majelis ilmu,karena majelis tersebut yang akan membawa kita ke arah kebaikan.

Memberikan Pertanyaan pada peserta, dokumentasi Apple

Setelah tausiyah acara dimeriahkan dengan tanya jawab dan pembagian doorprize pada siswa yang bisa menjawab pertanyaan -pertanyaan yang disampaikan oleh petugas dari BDI.

Ada enam siswa yang bisa menjawab pertanyaan, terdiri atas tiga siswa putra dan tiga siswa putri.

Hadiah bagi siswa yang menjawab benar, dokumentasi pribadi

Acara diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Ustadz Sudirman.

Secara umum acara berlangsung khidmat tapi menyenangkan. Salut sekali pada siswa dan panitia yang telah melaksanakan tugas hari itu dengan begitu baik.

Harapannya, sesuai tema perayaan tahun ini semoga Isra’Mi’raj menjadi momentum bagi kita untuk melakukan evaluasi diri dan utamanya untuk memperbaiki sholat kita semua.

Sesudah Isro’ Mi’roj semua diperbolehkan istirahat dalam waktu yang agak panjang agar bisa sarapan dahulu sebelum pembelajaran dilaksanakan kembali seperti biasanya.

Akhirnya perkenankan saya menutup tulisan ini dengan pantun Ustadz Sudirman :

Keciput gulanya merah, menawi luput kulo nyuwun pangapora…

Salam Bintaraloka…😊

“Konser Musik Nusantara”, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Tema Tiga Bintaraloka

Wajah wajah ceria tampak di aula siang itu. Lagu Naik Becak, Buanglah Sampah dibawakan siswa dengan penuh semangat. Ditambah gerak pula dengan panduan Ibu Ami, Ibu Novi dan Ibu Dani.

Namun ada yang berbeda kali ini. Menyanyikan lagu tidak hanya berhenti disitu. Ada lagi lagu yang lain, seperti Dondong Opo Salak, juga Apuse. Wow, ramai pokoknya.

Bu Novi dan Bu Dani, pemandu gerak dan lagu, dokumentasi pribadi

Projek Profil Pelajar Pancasila tema tiga sudah dimulai! Ya, sesudah di tema satu kami belajar tentang bijak berinternet, tema dua dengan pengolahan sampah , kini di tema tiga kami akan konser. Sekali lagi konser.. karena tema kami kali ini adalah “Konser Musik Nusantara”.

Tema Konser Musik Nusantara ini mengambil dimensi berkebhinnekaan global, gotong royong dan kreatif.

Tema ini salah satunya berangkat dari keprihatinan bahwa banyak siswa yang kurang paham dengan lagu lagu daerah Nusantara . Padahal Nusantara kita tercinta amat kaya dengan lagu -lagu daerah.

Sumber gambar, modul P5 Bintaraloka

Sebenarnya apa manfaat dari mengenal lagu lagu daerah Nusantara bagi siswa?.
Banyak, di antaranya adalah:

  1. Mengenalkan ragam budaya. Ya, betapa kaya Nusantara kita akan ragam seni budaya, salah satunya adalah lagu lagu daerahnya. Jika bukan kita yan menghargai, lalu siapa lagi?
  2. Memetik pelajaran dari sebuah lagu. Lagu -lagu daerah banyak memberikan pesan positif pada pendengarnya. Seperti yang siang itu diterangkan oleh Pak Mahmud tentang pesan mendalam dari lagu Dondong Opo Salak. Sungguh saya tak mengira ada pesan tentang karakter baik dari lagu tersebut. Tentang pesan dari lagu akan saya ulas di tulisan yang lain.
  3. Memperkaya pengetahuan tentang berbagai jenis alat musik. Ada banyak alat musik khas Nusantara, seperti sasando, angklung, kolintang yang sering dipakai sebagai pengiring lagu lagu daerah.
  4. Mengasah rasa percaya diri dan kreativitas. Dengan konser, menyanyi dengan koreografi tertentu membuat kreativitas dan rasa percaya diri siswa lebih terasah
  5. Meningkatkan kecerdasan emosi. Rasa bahagia yang ditimbulkan saat menyanyi membuat siswa lebih baik dalam pengelolaan emosinya.
Penjelasan dari Pak Fabi, dokumentasi pribadi

Menurut penjelasan ketua projek tema 3 yaitu Pak Fabi, ada tiga kegiatan utama dari projek ini yaitu:

  1. Membuat majalah duduk
  2. Mengaransemen musik
  3. Unjuk karya

Dalam minggu pertama dan kedua ini kegiatan siswa berkisar pada eksplor tentang budaya Nusantara berupa pembuatan power point dan presentasi, serta merancang pembuatan majalah duduk (maduk). Sedangkan unjuk karya nantinya akan dilaksanakan di akhir projek berupa konser lagu daerah dari tiap kelompok.

Presentasi, dokumentasi P5

Dalam pantauan penulis, siswa mengerjakan tugas projek dengan penuh kesungguhan dengan tetap didampingi oleh bapak/ibu guru yang betugas.

Penampilan siswa saat presentasipun begitu bersemangat, baik presenter maupun pendengar. Terbukti banyak juga pertanyaan- pertanyaan yang diajukan.

Pembuatan maduk, dokumentasi P5
Pembuatan maduk, dokumentasi P5

Aih, siswa selalu menyimpan banyak kejutan. Apa yang mereka tampilkan sering di luar ekspektasi.

Tidak sabar rasanya menunggu hasil kerja mereka yang lain yaitu maduk dan unjuk karya.

Sampai jumpa di tulisan berikutnya dan salam Pelajar Pancasila…. šŸ¤—

Tears in Heaven, Mengingat Kematian adalah Satu Cara Menghargai Kehidupan

Denting gitar yang lembut membuat nuansa sedih lagu ini begitu terasa. Sebelumnya saya sudah pernah mendengarkan lagu ini. Enak, namun sedih, begitu kesan saya.

Lama tidak pernah nyetel lagu tersebut semalam tiba tiba saya menemukan lagu ini dari sebuah aplikasi tiktok dan liriknya dimunculkan pula.

Saya langsung tertarik begitu melihat teksnya. Hati langsung trenyuh membaca teks tersebut kata demi kata. Apalagi ketika tahu ternyata ada sebuah cerita di balik penciptaan lagu ini.

http://puiaht.blogspot.com/2015/09/tears-in-heaven-eric-clapton.html

Lagu ini menggambarkan kesedihan Eric Clapton ketika buah hatinya, Conor yang berusia empat tahun meninggal karena jatuh dari lantai 53 apartemen yang ditinggalinya.

Kesedihan yang mendalam membuat Eric menyepi dan merenung. Setelah selesai dalam periode berkabung, ia diminta menulis lagu untuk soundtrack film Rush (1991).

Kemudian ditulislah lagu ini bersama Will Jennings. Lagu ini sukses di Amerika dan Kanada, Eropa, serta Asia dan Amerika Selatan.

Menurut penjelasan Eric, lagu ini menjadi salah satu alat baginya untuk menyembuhkan diri.

Ternyata menulis lagu dan menyanyikannya menjadi suatu terapi yang berguna untuk menghilangkan segala kesedihan yang ada di dalam dada.

Jika kita perhatikan dengan seksama nuansa kehilangan sangat terasa di lagu ini.

Mari kita amati sejenak lagu Tears in Heaven berikut ini:

Tears in Heaven (Air mata di surga)

Would you know my name
Akankah kau kenali namaku
If I saw you in heaven?
Jika kujumpai kau di surga?
Would you feel the same
Akankah perasaanmu sama
If I saw you in heaven?
Jika kujumpai kau di surga?
I must be strong and carry on
Aku harus tegar dan bertahan
’cause I know I don’t belong here in heaven…
Karena kutahu surga bukan tempatku…

Would you hold my hand
Akankah kau genggam tanganku
If I saw you in heaven?
Jika kujumpai kau di surga?
Would you help me stand
Akankah kau bantu aku berdiri
If I saw you in heaven?
Jika kujumpai kau di surga?
I’ll find my way through night and day
Kan kutemukan jalan tuk lewati siang dan malam
’cause I know I just can’t stay here in heaven…
Karna kutahu aku tak bisa tinggal di sini, di surga…

Time can bring you down, time can bend your knees
Waktu bisa meruntuhkanmu, waktu membuatmu bertekuk lutut
Time can break your heart, have you begging please…begging please
Waktu bisa patahkan hatimu, memaksamu memohon-mohon

Beyond the door there’s peace I’m sure
Di luar pintu kuyakin ada kedamaian
And I know there’ll be no more tears in heaven…
Dan kutahu takkan ada lagi air mata di surga…

Would you know my name
Akankah kau kenali namaku
If I saw you in heaven?
Jika kujumpai kau di surga?
Would you feel the same
Akankah perasaanmu sama?
If I saw you in heaven?
Jika kujumpai kau di surga?
I must be strong and carry on
Aku harus tegar dan bertahan
’cause I know I don’t belong here in heaven…
Karena kutahu surga bukan tempatku…

Seperti apa yang dirasakan Clapton, kita mungkin pernah bertanya tentang hal serupa ketika orang yang disayangi tiba tiba meninggallkan kita.

Apakah yang dia lakukan ‘di sana’? Apakah dia merasakan kerinduan dan kesedihan yang saya rasakan? Apakah dia bisa melihat saya? Dan banyak lagi pertanyaan-pertanyaan lain yang tak pernah ada jawabannya.

Ya, kematian adalah misteri Ilahi yang manusia tak pernah tahu ada cerita apa di baliknya. Pun juga bagaimana kehidupan sesudah mati, kita tak pernah bisa membayangkannya.
Kita hanya bisa mengimani bahwa ada kehidupan sesudah mati dan pembalasan atas semua kebaikan atau kejahatan yang kita lakukan, seperti yang dijanjikan oleh kitab suci kita.

Mengingat kematian hakekatnya mengajak kita untuk menghargai kehidupan. Kehidupan adalah anugerah yang begitu besar. Melaluinya kita bisa mencari bekal sebanyak banyaknya sebelum kematian itu datang menghampiri.

Ya, mari kita hargai kehidupan dengan cara mengisinya dengan hal-hal yang bermanfaat sebagai bekal kehidupan di sana kelak. Supaya kita punya bekal yang cukup, sehingga tidak ada lagi air mata yang menetes di surga. No more tears in heaven..

Selalu Ada Kenangan di Kayutangan

Willingly I’ll be yours…
Willingly I’ll wait for you….
All my love and all my life
I will give for you..
Only you..

Lagu Willingly yang pernah populer sekian puluh tahun yang lalu seolah menyambut kedatangan kami di Kayutangan malam itu.

Musisi jalanan, dokumentasi pribadi

Cuaca begitu bersahabat. Hujan yang tiap sore turun membasahi kota Malang malam itu tiada turun. Paling tidak untuk kawasan sekitar Kayutangan.

Berempat kami berjalan sepanjang trotoar Kayutangan. Meski pernah tinggal di Kayutangan saya benar-benar pangling dengan Kayutangan di waktu malam.

Tempat-tempat ngopi, atau untuk duduk -duduk santai dan berfoto benar-benar dibuat untuk memanjakan pengunjung yang ingin melepaskan penat di malam hari.

Jalan- jalan, dokumentasi pribadi

Tempat- tempat ngopi didesain bernuansa tempo dulu, juga orkes jalanan yang menyanyikan tembang-tembang lawas membuat jalan-jalan terasa gayeng dan menyenangkan.

Setelah jalan- jalan kami di mampir di kedai yang di dalamnya menjual aneka makanan dan minuman. Setelah pilih- pilih berbagai makanan akhirnya pilihan kami jatuh pada bakso, teh dan angsle.

Salah satu kedai di Kajoetangan, dokumentasi pribadi
Angsle, dokumentasi pribadi

Lagu-lagu terus dilantunkan. Dari Kopi Dangdut sampai lagu lagu Peter Pan. Terasa sedap dalam pendengaran.

Ah, perjalanan yang manis. Empat orang yang lama tidak bertemu saling menumpahkan cerita masa lalu. Bahkan dua di antara kami, Ika dan Ludi, mereka bersahabat ketika SMP, dan 40 tahun tidak pernah bertemu.

Depan Kajoetangan Heritage, dokumentasi pribadi

Perjalanan ke Kayutangan malam itu sungguh membuka kenangan lama dan menciptakan kenangan baru. Kami tertawa bersama, sambil mengingat kenangan lucu di masa lalu.

Malam semakin larut. Musisi jalanan terus beraksi dengan lagu lagu andalan mereka. Lalu lalang pengunjung Kayutangan datang dan pergi silih berganti.

Tukang ojek, penjual kopi sibuk di tepi jalan untuk mengais rezeki. Kayutangan terus berdenyut tiada henti.

Ya, selalu ada kenangan di Kayutangan.

Dari Arena Latihan Fashion Persiapan HUT Bintaraloka

Instrumen lagu yang lembut namun berenergi membawa langkah saya menuju aula satu. Tepat seperti yang saya duga. Ada kegiatan menarik di sana. Apa gerangan? Latihan fashion untuk siswa yang akan mengisi acara HUT Bintaraloka di bulan Maret 2023!

Acara ulang tahun yang bertajuk History, Story dan Memory ini salah satunya akan dimeriahkan dengan acara fashion. Model untuk pengisi acara ini adalah siswa kelas tujuh , delapan dan sembilan dan terdiri atas siswa putra dan putri.

Siswa yang mengikuti latihan ini dipilih dan diseleksi langsung oleh Mister Sony dan tim dari tiap kelas.

Briefing dari Mister Sony, dokumentasi pribadi

Latihan berlangsung dengan sungguh-sungguh. Melalui briefing yang berulang-ulang Mister Sony memberikan pengarahan cara berjalan, berpose ataupun berekspresi.

Meski kadang terjadi kesalahan di sana sini namun dengan sabar Mister dan tim mengarahkan siswa supaya bisa berjalan, berpose dan berekspresi dengan baik.

Latihan berjalan, dokumentasi pribadi
Pengarahan pada peserta latihan fashion, dokumentasi pribadi

Bergabung dalam latihan fashion membuat siswa tampil begitu beda. Dengan high heels dan cara berjalan yang demikian tertata membuat saya ‘pangling’ dengan penampilan siswa, terutama siswa putri.

Ada banyak manfaat dari latihan fashion bagi siswa, di antaranya adalah memupuk rasa percaya diri sehingga bisa membangun citra diri yang positif pada diri siswa.

Bapak /Ibu guru yang ikut mendampingi latihan fashion, dokumentasi pribadi

Hari semakin sore, musik masih mengalun dan briefing terus dilakukan. Berkali-kali ditekankan Mister Sony bahwa salah tidak apa-apa, yang penting semua harus selalu berusaha menjadi lebih baik lagi.

Suasana latihan fashion, dokumentasi pribadi

Semoga kerja keras hari ini bisa membuahkan penampilan yang cantik saat peringatan HUT Bintaraloka nanti.

Salam BintaralokašŸ˜€