Gembira Sambut Datangnya Ramadhan, Bulan yang Penuh Berkah

Ramadhan hampir tiba. Bulan mulia itu datang kembali menghampiri kita.

Bulan Ramadhan selalu disambut gembira oleh kaum muslimin. Kedatangannya selalu dinanti, karena pada bulan tersebut pahala amal kebaikan akan dilipat gandakan.

Bu Utin memberikan penjelasan tentang Ponram dan Irama, dokumentasi pribadi

Kabar gembira mengenai datangnya Ramadhan diungkapkan dalam hadits berikut.

ﻗَﺪْ ﺟَﺎﺀَﻛُﻢْ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥُ، ﺷَﻬْﺮٌ ﻣُﺒَﺎﺭَﻙٌ، ﺍﻓْﺘَﺮَﺽَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺻِﻴَﺎﻣَﻪُ، ﺗُﻔْﺘَﺢُ ﻓِﻴﻪِ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏُ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ، ﻭَﺗُﻐْﻠَﻖُ ﻓِﻴﻪِ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏُ ﺍﻟْﺠَﺤِﻴﻢِ، ﻭَﺗُﻐَﻞُّ ﻓِﻴﻪِ ﺍﻟﺸَّﻴَﺎﻃِﻴﻦُ، ﻓِﻴﻪِ ﻟَﻴْﻠَﺔٌ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِﻦْ ﺃَﻟْﻒِ ﺷَﻬْﺮٍ، ﻣَﻦْ ﺣُﺮِﻡَ ﺧَﻴْﺮَﻫَﺎ ﻓَﻘَﺪْ ﺣُﺮِﻡَ

“Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa padanya. Pintu-pintu surga dibuka padanya. Pintu-pintu Jahim (neraka) ditutup. Setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dibandingkan 1000 bulan. Siapa yang dihalangi dari kebaikannya, maka sungguh ia terhalangi.” (HR. Ahmad dalam Al-Musnad .

Pak Abid, dokumentasi pribadi

Amalan utama pada bulan Ramadhan adalah melaksanakan puasa. Puasa Ramadhan menjadi kewajiban yang sudah ditetapkan oleh Allah bagi hamba-Nya yang beriman.

Kewajiban puasa Ramadhan ini disebutkan dalam firman Allah SWT pada surat Al Baqarah ayat 183,

“Wahai orang yang beriman, diwajibkan kepadamu berpuasa sebagaiman telah diwajibkan kepada umat sebelummu agar kamu bertaqwa.” (QS Al-Baqarah : 183.)

Kegembiraan menyambut datangnya Ramadhan diekspresikan dengan bermacam cara. Di kampung dilaksanakan kerja bakti membersihkan tempat ibadah seperti masjid atau langgar, sementara beberapa sekolah melaksanakan pawai menyambut datangnya Ramadhan.

Marhaban yaa Ramadhan, pawai di sekolah -sekolah, dokumentasi pribadi

Poster-poster bertuliskan Marhaban yaa Ramadhan tampak dibawa siswa yang mengikuti pawai hari itu.

Lalu bagaimana Bintaraloka menyambut datangnya bulan Ramadhan? Kali ini kami menyambut Ramadhan dengan doa bersama yang dilaksanakan di lapangan volly.

Acara yang dipandu oleh Bu Utien, Pak Muhaimin dan Pak Abid ini terasa demikian khusyuk. Acara diikuti seluruh siswa beragama Islam dengan didampingi oleh Bapak/Ibu guru.

Sekitar pukul tujuh pagi acara dimulai dengan tausiyah tentang makna puasa oleh Pak Abid.

Sesudahnya acara dilanjutkan dengan membaca Asmaul Husna, membaca Al Qur’an dan doa.

Guru pendamping, dokumentasi pribadi

Sesudah doa, Bu Utin menjelaskan tentang kegiatan Pondok Romadhon (Ponram) dan Ibadah Romadhon (Irama) yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 hingga 29 Maret 2023.

Acara pagi itu diakhiri dengan pengumuman hasil penilaian lomba bazaar dan pameran yang dilaksanakan pada saat Perayaan HUT sekolah ke 73.

Harapannya semoga warga Bintaraloka senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan sehingga dapat melaksanakan ibadah Ramadhan sebaik- baiknya..

Selamat menunaikan puasa Ramadhan…:)

History, Story, Memory, Gempita Perayaan HUT Bintaraloka ke 73

Bintaraloka selalu istimewa.
Tanggal 17 Maret 2023 genap 73 tahun usia sekolah kita tercinta. Banyak kegiatan yang dilakukan. Gebyar perayaan 73 tahun Bintaraloka dilaksanakan pada hari Jumat dan Sabtu tanggal 17-18 Maret 2023.

Dua tahun tidak melaksanakan perayaan ulang tahun secara normal membuat acara perayaan tahun ini begitu dinanti.
Betapa tidak? Kegiatan seperti sebelum pandemi kini bisa dilaksanakan kembali.

Aha, kesibukan tampak di mana-mana. Bahkan sejak hari Kamis tenda dan baliho sudah mulai dipasang.

Memasang baliho, dokumentasi pribadi

Perayaan HUT dimulai hari Jumat pagi dengan apel bersama di lapangan volly. Siswa mengambil tempat di lapangan sementara Bapak/ibu guru berada di atas panggung. Bertindak sebagai pembina apel adalah ibu kepala sekolah.

Apel, dokumentasi Bu Any
Senam bersama, dokumentasi pribadi

Sesudah apel acara dilanjutkan dengan senam sehat bersama. Sebagai pemandu adalah Pak Ardillah dan beberapa siswa. Senam dan bergoyang mengikuti irama sungguh menyenangkan rasanya.

Setelah senam, dokumentasi Bu Any

Apalagi di sela-sela gerakan senam ada teriakan atau tepuk tangan yang menambah semangat para peserta.

Usai senam acara dilanjutkan dengan potong tumpeng dan doa bersama. Pemotongan tumpeng dan doa bersama dilaksanakan di ruang guru.

Pemotongan tumpeng, dokumentasi Bu Any

Selesai? Belum … Masih jauh. Sesudah pemotongan tumpeng semua dihibur dengan atraksi finalis lomba band, tari, dan menyanyi solo.

Tampilan salah satu finalis band, dokumentasi Bintaraloka
Tampilan salah satu finalis band, dokumentasi pribadi

Semangat siswa dan wali kelas benar benar luar biasa. Sementara para finalis beraksi, siswa yang lain menyiapkan pameran dan Bazaar. Bazaar diadakan di lapangan volley oleh kelas tujuh dan delapan, sementara pameran diadakan di dekat parkiran oleh kelas sembilan.

Persiapan stand pameran, dokumentasi pribadi
Persiapan stand pameran, dokumentasi pribadi

Sore hari sempat ada rasa khawatir di antara para peserta pameran karena hujan gerimis tiba-tiba turun. Tapi tidak lama lagi hujan berhenti dan pekerjaan dilanjutkan kembali.

Siap tampil menari, dokumentasi pribadi
Tampilan salah satu finalis, dokumentasi pribadi

Tiap kelas mengusung tema pameran yang berbeda. Berikut adalah tema dari tiap kelas:

Kelas 2.4.1 Nusa Tenggara Timur
Kelas 3.6.1 Papua
Kelas 3.6.2 Jawa Timur
Kelas 3.6.3 Batak
Kelas 3.6.4 Makassar
Kelas 3.6 5 Palembang
Kelas 3.6.6 DI Aceh
Kelas 3.6.7 Pontianak
Kelas 3.6.8 Bali

Tema masing-masing kelas, dokumentasi pribadi
Makassar, dokumentasi pribadi

Siswa benar benar all out dalam menyiapkan pameran maupun bazaar. Terbukti di hari Jumat sampai malam mereka masih sibuk mendekor stand pameran. Stand pameran didekor sesuai tema masing-masing.

Bazaar, dokumentasi pribadi

Sabtu tanggal 18 Maret gebyar perayaan HUT ditandai dengan pawai , pameran, bazaar juga pentas seni.

Siap pawai, dokumentasi 2.4.1
Busana tempo dulu, dokumentasi pribadi
Busana tempo dulu, dokumentasi pribadi
Busana tempo dulu, dokumentasi Bu Any

Penampilan siswa dan guru guru tampak demikian berbeda. Ada yang mengenakan baju adat sesuai tema daerah masing masing, ada pula yang memakai baju vintage. Ya, sesuai tema HUT kali ini yaitu History, Story, Memory, banyak yang mengenakan busana tempo dulu.

Mister Sony pembawa acara, dokumentasi Bu Any

Acara pawai diberangkatkan sekitar pukul tujuh pagi. Bertindak sebagai pembawa acara adalah Mister Sony.

Tidak hanya siswa dan guru para alumni, juga bapak /ibu guru yang purna tugas juga ikut terlibat di dalamnya.

Dalam pawai beberapa kendaraan diikutkan juga. Ada jeep, bentor bahkan Macito. Luar biasa. Benar-benar heboh.

Di dalam Macito, dokumentasi B. Galuh
Naik Jeep, dokumentasi pribadi
Peserta pawai, dokumentasi pribadi

Ada juga rombongan peserta yang membawa miniatur komodo, leak , ataupun semacam rumbai rumbai yang membuat tampilan mereka begitu serem. He..he…

Pawai mengambil rute yang tak begitu jauh yaitu sekitar jl dr Cipto, Jl. Diponegoro, belakang RSU dan kembali lagi ke SMP Negeri 3 Malang.

Komodo, dokumentasi pribadi

Begitu tiba di sekolah pengunjung langsung mengunjungi stand stand pameran, bazaar, juga pagelaran seni. Bahkan di lapangan basket juga ada acara yang diadakan alumni. Luar biasa.

Alumni, dokumentasi Bintaraloka

Lapangan volly benar benar menjadi surga aneka makanan. Ada kebab, spaghetti, jajan pasar, boba, dan banyak lagi.

Salah satu stand bazaar, dokumentasi Favian

Lalu bagaimana detail acara pameran, bazaar, pentas seni dan bintang tamu? Tunggu di tulisan berikutnya…😊

Salam Bintaraloka…

Sebuah Cerita Tentang Sumsuman Pagi Ini

Pagi ini tiba-tiba ada pesan dalam grup whatsapp kedinasan. Isi pesan terutama yang nomor dua singkat saja, namun cukup membangkitkan semangat.

Sumber gambar : tangkapan layar pribadi

Aih, panitia memang mantap. Tahu benar kalau badan masih terasa begitu lelah karena euforia HUT Bintaraloka hari Jumat dan Sabtu kemarin.

Ya, acara HUT yang menyenangkan sekaligus melelahkan. Semua warga Bintaraloka terlibat di dalamnya sehingga acara berjalan begitu meriah.

Sesudah senam bersama, pawai, apel, bazaar, juga konser tentunya badan terasa pegal semua. Harus ada ‘sesuatu’ untuk mengembalikan semangat juga menetralisir semuanya. Dan ternyata bubur sumsum salah satu jawabannya..😃

Tentang Tradisi Sumsuman dan Filosofi Bubur Sumsum

Bubur sumsum, dokumentasi pribadi

Sumsuman adalah tradisi makan bubur bersama- sama sesudah selesai mengadakan perhelatan atau semacam pesta.

Dalam acara Sumsuman semua yang hadir bersama-sama menikmati bubur yang terbuat dari tepung beras, santan dan gula merah.

Biasanya sambil makan bubur sumsum dilakukan evaluasi kegiatan yang sudah dilaksanakan. Rasa bubur sumsum yang lembut , gurih dan manis sungguh terasa sedap dimakan bersama sehingga membuat suasana terasa akrab.

Tapi tahukah pembaca ada filosofi unik di balik lezatnya bubur sumsum?

Bubur sumsum Bintaraloka, dokumentasi pribadi

Bubur berwarna putih melambangkan hati yang bersih. Kuah manis dari gula jawa melambangkan kesejahteraan karena gula banyak digunakan dalam makanan Jawa. Sedangkan tekstur bubur yang lengket merupakan simbol eratnya persaudaraan antar sesama.

Memakan bubur sumsum diharapkan bisa menghilangkan semua rasa lelah sehabis terlibat dalam sebuah perhelatan bersama.

Bubur sumsum sekaligus merupakan ucapan terimakasih dari penyelenggara acara atas bantuan dan dukungan semuanya sehingga acara bisa berjalan dengan lancar, juga harapan agar persaudaraan dan keakraban senantiasa terjalin erat.

Aih, sebuah filosofi manis. Semanis bubur sumsum pagi ini.

Ketika Siswa Belajar Membuat Aransemen Musik Sederhana, Sebuah Cerita Tentang Pelaksanaan P5

Dalam tulisan kali ini saya akan menceritakan tentang praktik baik pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di sekolah kami.

Betapa Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila bisa berjalan dengan baik salah satunya dengan pelibatan masyarakat atau mitra dalam pelaksanaannya.

****

Denting gitar dan sape (alat musik tradisional dari Kalimantan) mengiringi siswa menyanyi bersama di siang itu. Lagu lagu berkumandang manis.

Kolaborasigitar dan sape, dokumentasi pribadi

Yamko Rambe Yamko, Cik cik Periok, Ayo Mama berkumandang manis.
Siswa tampak begitu menikmati lagu yang mereka nyanyikan sementara dua pemain musik di depan mengiringi dengan gembira.

Di atas adalah pemandangan saat siswa belajar tentang lagu-lagu daerah Nusantara dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila tema ketiga yaitu Konser Musik Nusantara

Tentang Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam IKM

Yang membuat Kurikulum Merdeka berbeda dengan kurikulum sebelumnya adalah di dalam Kurikulum Merdeka terdapat Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

P5 adalah upaya untuk mewujudkan Pelajar Pancasila yang mampu berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, yang meliputi:

  1. Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
  2. Berkebhinekaan global,
  3. Gotong royong,
  4. Mandiri,
  5. Bernalar kritis
  6. Kreatif.
Sumber gambar: Kemdikbud

Dalam pelaksanaannya, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila tidak diintegrasikan dalam tiap mata pelajaran, tetapi diberikan porsi khusus yaitu 20-25 % dari seluruh jam pelajaran yang ada.

Dalam pelaksanaannya, P5 perlu kejelian guru, utamanya dalam menyusun rencana dan modul projek. Meski demikian kelancaran pelaksanaan P5 juga sangat ditentukan oleh peran berbagai pihak, dan salah satunya peran masyarakat (orang tua,mitra).

Peran masyarakat dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek yaitu:

  1. Membantu untuk menemukan atau mengidentifikasi permasalahan yang ada, memberi informasi sebagai narasumber maupun menyediakan bukti dari isu yang dibutuhkan siswa.
  2. Menjadi sumber belajar yang bermakna untuk siswa ketika terlibat dalam penugasan proyek pembuatan profil pelajar Pancasila.

Nah, bagaimana dengan pelaksanaan P5 di sekolah kami?

Sejak bulan Pebruari pelaksanaan P5 di sekolah memasuki tema 3 yaitu Konser Musik Nusantara. Dalam projek ini ada tagihan pada siswa berupa pembuatan majalah duduk dan melakukan konser atau pertunjukan musik Nusantara.

Pembuatan maduk berguna untuk lebih memahami daerah daerah di Nusantara dan ini sudah saya bahas di tulisan sebelumnya yang berjudul Lebih Memahami Daerah Nusantara Melalui Pembuatan Majalah Duduk

Maduk Propinsi Bali, dokumentasi pribadi

Sesudah membuat maduk, tahap berikutnya adalah melakukan konser musik Nusantara secara sederhana. Namun sebelum melakukan konser tersebut siswa diajak belajar bagaimana membuat aransemen musik sederhana.

Nah, saat belajar membuat aransemen musik ini kami melakukan pelibatan mitra dalam pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yaitu dengan mengundang musisi dari sebuah grup musik.

Pelaksanaan P5, dokumentasi pribadi

Sebuah hal yang sangat menguntungkan bagi kami, guru seni budaya kami adalah salah satu personil grup musik beraliran keroncong pop yang sering mengadakan pertunjukan di banyak kota.

Nama grupnya Kos Atos. Grup yang beranggotakan anak-anak muda ini sudah pernah membuat beberapa album, bahkan pernah masuk nominasi AMI award untuk kategori musik keroncong pada tahun 2022.

Benar- benar pas untuk dijadikan narasumber untuk tema kali ini.

Setelah dilakukan komunikasi ternyata ada satu orang yang bisa hadir sebagai narasumber. Alhasil pagi itu ada dua personil grup musik yang hadir untuk memberikan materi, yaitu guru seni budaya dan satu orang temannya.

Dalam paparan pagi itu, secara kolaborasi keduanya memaparkan tentang sejarah perkembangan musik di Indonesia, mengapa manusia memerlukan musik dan yang terakhir bagaimana cara membuat aransemen musik sederhana.

Menurut narasumber musik ada sejak zaman dahulu kala. Musik ada seiring dengan kehidupan manusia. Ia sudah ada dalam diri manusia. Hal ini bisa kita lihat dari irama detak jantung yang ada sejak kita lahir. Ya, hakekatnya detak jantung tersebut adalah musik.

Perkembangan musik di Indonesia terbagi atas lima periode yaitu

Satu : Masa sebelum masuknya pengaruh Hindu-Buddha

Pada masa ini, musik dipakai sebagai bagian dari kegiatan ritual sehari-hari. Instrumen musik yang digunakan umumnya berasal dari alam sekitarnya.

Dua : Masa setelah masuknya pengaruh Hindu-Buddha

Pada masa ini, selain dipakai sebagai acara ritual musik mulai dipakai dalam kegiatan keistanaan. Saat ini mulai dikenal musik gamelan.

Tiga : Masa setelah masuknya pengaruh Islam

Selain berdagang dan menyebarkan agama Islam para pedagang Arab juga memperkenalkan alat musik mereka seperti gambus dan rebana. Dalam prosesnya muncul orkes- orkes gambus di nusantara sampai saat ini.

Empat : Masa Kolonialisme

Masuknya bangsa Barat ke Indonesia juga membawa pengaruh besar dalam perkembangan musik Indonesia. Mereka memperkenalkan alat musik dari Eropa misalnya biola, selo (cello), gitar, seruling (flute), dan ukulele.

Mereka juga memperkenalkan sistem solmisasi dalam berbagai karya lagu. Saat ini dimulai perkembangan musik modern di Indonesia

Lima : Masa Kini

Seiring dengan berkembangnya berbagai media elektronik, berbagai jenis musik barat, seperti pop, jazz, blues, rock, R&B pun masuk dan berkembang di Indonesia.

Dari perkembangan ini, terjadi perpaduan antara musik asing dengan musik Indonesia

Yang menarik, sesudah paparan beberapa lagu daerah dinyanyikan bersama lalu diulas oleh sang musisi.

Ya, penting sekali memahami makna lagu dikaitkan dengan budaya daerah asal lagu tesebut agar bisa lebih menghayati lagu Nusantara.

Pembelajaran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila hari itu benar- benar menyenangkan. Tidak hanya menyanyi bersama, siswa juga diajak menonton bersama permainan musik angklung yang menyajikan lagu lagu daerah secara medley dari YouTube.

Di akhir acara kedua narasumber mengajak semua menyanyikan lagu Indonesia Tanah Airku, Indonesia Tanah Air Beta dan Ibu Pertiwi bersama-sama.

Suasana terasa syahdu dan hangat. Semua tampak begitu menikmatinya, baik siswa maupun guru.

Ya, hari itu semua belajar, bernyanyi dan gembira dalam pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila .

Walaupun banyak negeri kujalani
Yang masyhur permai di kata orang
Tetapi kampung dan rumahku
Di sanalah ku merasa senang
Tanah ku tak kulupakan
Engkau kubanggakan…
(Lagu Tanah Airku – Ibu Sud)

Salam Pelajar Pancasila…:)

Catatan : artikel diikutkan lomba menulis di Kompasiana dengan tema kurikulum merdeka

From Zero to Hero, Pentingnya Kegigihan dalam Mengejar Mimpi (Alumni Mengajar di Bintaraloka)

Dalam rangka memperingati 50 tahun kelulusan dari SMP Negeri 3 Malang Arpilu mengadakan kegiatan motivasi di aula Bintaraloka 1.

Arpilu (Arek Pitu Telu) adalah alumni SMP Negeri 3 Malang tahun 1973.

Kegiatan bertajuk Motivasi From Zero to Hero ini berlangsung bersamaan dilaksanakannya perayaan HUT Bintaraloka73 yaitu hari Jumat, 17 Maret 2023.

Kegiatan diikuti sekitar 260 siswa dan dimulai setelah semua melaksanakan senam bersama di lapangan volly.
Kegiatan motivasi dimulai pukul delapan dengan berdoa menurut agama dan keyakinan masing-masing.

Sambutan Pak Aksan, dokumentasi BBC

Setelah sambutan dari Kepala sekolah yang diwakili oleh Wakakur Bapak Zaenal Aksan, acara dilanjutkan dengan sambutan dari wakil alumni yang dalam hal ini disampaikan oleh Ibu Tjitjik.

Bersama alumni Bintaraloka 1973, dokumentasi alumni

Setelah sambutan wakil alumni sampailah pada acara inti yaitu motivasi dengan judul “From Zero to Hero”.
Bertindak sebagai narasumber adalah Bapak Ir Milawarma, M.Eng.

Semasa sekolah Bapak Ir Milawarma menempuh SD di SD Petra, SMP Negeri 3 dan SMA Negeri 3 Malang. Menempuh sarjana muda dan sarjana di UPN Veteran Jogjakarta dan S2 di Wollongong Australia.

Berbagai jabatan pernah beliau pegang, diantaranya dosen prodi teknik pertambangan UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA, senior advisor supervisor PT MULTICRANE PERKASA, komisaris indepen PT TIMAH TBK dan banyak lagi.

Demikian juga banyak penghargaan telah beliau raih seperti Oustanding
Contribution in Coal Mining Industry tahun 2018 yang diselenggarakan oleh APBI-ICMA,
The Best CEO tahun 2016 yang diselenggarakan oleh Indonesia Leadership Award Versi Majalah SWA, dan berderet prestasi lainnya.

Motivasi dari alumni, dokumentasi BBC

Sebuah inspirasi dan motivasi yang luar biasa. Bapak Milawarma menceritakan perjuangan beliau sejak sekolah hingga akhirnya bisa mencapai berbagai keberhasilan.

Selain paparan materi, ada juga acara tanya jawab yang dimanfaatkan siswa untuk bertanya lebih jauh tentang kegigihan Bapak Milawarma dalam mencapai kesuksesan.

Pertanyaan siswa, dokumentasi BBC

Catatan penting yang bisa diambil dari motivasi pagi ini adalah:

  1. Jangan takut untuk bermimpi dan kejarlah mimpi itu dengan penuh kegigihan
  2. Pasang mata dan telinga, dan serap ilmu sebanyak- banyaknya dari sekitar kita.
  3. Jangan pernah merasa sudah pintar, jika seseorang merasa sudah pintar di titik itulah ia akan mengalami kemunduran karena tidak mau belajar.

Akhirnya satu nasehat yang terpenting adalah keberhasilan adalah hak setiap orang , sepanjang dia mau terus berusaha menggapai mimpinya.

Berfoto bersama, dokumentasi alumni

Acara hari itu ditutup dengan doa dan berfoto bersama. Harapannya motivasi pagi ini menjadi inspirasi siswa untuk lebih gigih berjuang meraih mimpi-mimpi mereka.

Salam Bintaraloka 😊

Baca juga: