Categories
Serba-serbi

Pilih yang Matang atau yang Mentah? Cerita Tentang Cwiemie Mas Rizal

Siapa yang tidak kenal mie? Hidangan ini begitu akrab dengan keseharian kita. Mulai dari mie telor, mie goreng, mie rebus, bakmie, cwiemie juga mie ayam, semua mudah didapatkan di warung atau penjual di sekitar kita.

Dalam kepercayaan Tionghoa, mie yang bentuknya memanjang ini mengandung harapan bahwa yang memakannya akan mendapat anugerah umur yang panjang.

Dari ensiklopedia, mie adalah makanan yang berasal dari China Utara.

Adalah Dinasti Han (206 SM–220 M) yang pertama kali menyediakan penggilingan gandum dalam skala besar, dan menyediakan tepung untuk membuat mian, mein, atau mi, kata dalam bahasa Tionghoa untuk mie.

Dalam tulisan kali ini saya akan membahas tentang mie ayam, cwiemie dan cwiemie Mas Rizal. Hidangan yang sangat familiar dan menjadi favorit keluarga saya.

Hanya ada sedikit beda, jika saya suka cwiemie, maka anak- anak saya lebih suka mie ayam.

Sebenarnya apakah beda antara cwiemie dan mie ayam? Banyak, tergantung dilihat dari segi apa.

Ditinjau dari segi toppingnya, mie ayam menggunakan potongan daging ayam seukuran dadu yang dimasak dengan bumbu kecap, sedangkan cwie mie menggunakan daging ayam yang direbus lalu dihancurkan atau dicincang sebelum dibumbui.

Mie ayam, Sumber gambar: pergikuliner.com

Pada cwiemie topping juga dilengkapi dengan bawang goreng dan bawang daun yang membuat aroma cwiemie terasa lebih menggoda.

Dari segi rasa, karena toppingnya terdiri atas ayam yang dibumbu kecap , maka mie ayam rasanya lebih manis. Sedangkan cwiemie lebih didominasi rasa asin dan gurih.

Tentang pelengkap hidangan, biasanya mie ayam menggunakan kerupuk pangsit, sedangkan cwiemie selain kerupuk pangsit juga ada pangsit rebus di dalamnya.

Tentang Cwiemie Mas Rizal

Cwiemie, sumber gambar: pergikuliner.com

Salah satu cwiemie favorit warga Bintaraloka adalah cwiemie Mas Rizal yang ada di kantin Bintaraloka. Cwiemienya lezat, baunya menggoda juga pelayanannya yang ramah. Aih, pokoknya mantap wes…

Namun ternyata selain yang diuraikan di atas ada satu lagi kelebihan dari cwie mie Mas Rizal. Apa itu? Ternyata cwiemie dijual dalam bentuk matang dan mentah.

Satu kotak cwiemie mentah, dokumentasi pribadi
Isi di dalam kotak cwiemie mentah, dokumentasi pribadi

Dalam bentuk matang sudah biasa. Dalam bentuk mentah? Nah.. ini baru luar biasa.

Dalam satu kotak cwiemie mie mentah terdapat mie, bumbu, kecap, sambal, bawang daun dan bawang goreng, topping ayam giling, kuah, pangsit dan kerupuk.. wow..

Cara memasaknya mudah sekali, persis masak mie instan.

Tinggal rebus air , masukkan mie, siapkan bumbu di mangkuk, lalu tunggu sebentar.
Ketika mie sudah matang, masukkan ke mangkuk yang berisi bumbu, aduk, dan beri topping.

Terakhir… Langsung dinikmati.. ditanggung maknyus rasanya.

Cwiemie siap dinikmati, dokumentasi pribadi Buz

Keuntungan membeli cwiemie matang, kita bisa langsung menikmati. Sedangkan membeli dalam bentuk mentah, kita bisa membuat cwiemie sewaktu-waktu. Tidak perlu menunggu warung cwiemie buka, langsung memasak sendiri di rumah. Aha…

Jadi, tunggu apa lagi? Pilih yang matang atau yang mentah?

Categories
Cerita Reportase

Sarapan Nasi Jagung, Cerita Tentang Pembubaran Panitia PAT Kelas 7 dan 8 Bintaraloka

Siapa tidak kenal dengan hidangan nasi jagung? Nasi yang kehadirannya selalu ditemani urap-urap, sayur pedas, ikan asin , sambal, kadang ditambah mendol, bakwan atau menjes goreng, benar benar maknyus rasanya.

Sarapan nasi jagung, dokumentasi pribadi Bu Ami

Apalagi jika dimakan bersama, kelezatan seakan bertambah. Benar, satu hal yang tidak bisa diungkapkan namun bisa dirasakan adalah dengan kebersamaan sebuah kenikmatan akan lebih terasa berlipat ganda.

Nasi jagung pada awalnya adalah hidangan yang melambangkan keprihatinan. Kok bisa? Pada zaman dahulu, paceklik atau masa sulit tanam mengakibatkan beras atau nasi menjadi makanan yang eksklusif. Karena saat itu nasi sulit didapatkan, mulai dipikirkan makanan lain sebagai pengganti nasi.

Orang -orangpun beralih ke jenis tanaman yang mudah tumbuh sekaligus mampu menghasilkan panen yang baik pada saat itu, dan jagung adalah pilihannya.

Persiapan sarapan nasi jagung, dokumentasi pribadi Bu Ami

Mengapa jagung? Tanaman jagung tidak terlalu memerlukan banyak perawatan dan asupan air, hasil panennya juga bisa dikeringkan dan disimpan dalam waktu lama.

Oleh karena itu, secara kreatif mulai banyak yang memanfaatkan biji jagung menjadi berbagai macam makanan pengganti nasi.

Nah, dari uraian di atas nyata bahwa diversifikasi pangan yang sering dikampanyekan akhir-akhir ini sebenarnya sudah dikenal sejak zaman dulu kala.

Sarapan Nasi Jagung di Bintaraloka

Doa dipimpin oleh Pak Muhaimin, dokumentasi pribadi Bu Ami

Ada yang istimewa di Bintaraloka pada hari Jumat kemarin. Seiring dengan selesainya tugas panitia PAT kelas 7 dan 8, maka diadakan acara makan bersama. Menunya,? Nasi jagung dan teman temannya.

Wow, sejak pagi kesibukan sudah mulai tampak. Berbagai makanan sudah berjajar rapi di meja depan. Mulai dari nasi jagung, sayur tewel, urap-urap, sambel, bakwan, menjes, ikan asin, peyek juga kerupuk.

Hmm, semua tampak begitu menggoda. Belum lagi minumnya yang terbuat dari mentimun, jeruk nipis, sirop dicampur dengan es. Benar-benar minuman yang menyegarkan sekaligus mendinginkan.

Nasi jagung dan teman temannya, dokumentasi pribadi Bu Utien

Acara yang bertajuk Pembubaran Panitia PAT Kelas 7 dan 8 ini diawali dengan doa yang dipiimpin oleh Pak Muhaimin dan langsung dilanjutkan dengan makan bersama.

Suasana terasa demikian hangat, ya suasana yang tercipta dari kebersamaan yang demikian indah.

Harapannya semoga kebersamaan di antara warga Bintaraloka selalu terjaga, dan siapa tahu acara ini bisa menjadi Ilham bagi sekolah untuk membuat acara yang serupa saat sebuah kegiatan selesai dilaksanakan. He..he…

Salam Bintaraloka..

Categories
Sekolah

Catatan dari Pelaksanaan Penilaian Akhir Tahun Kelas Tujuh dan Delapan

Yeay .. teriakan gembira siswa terdengar begitu bel akhir PAT berbunyi. Akhirnya selesai sudah Penilaian Akhir Tahun (PAT) kelas 7 dan 8 yang diadakan sejak hari Senin 28 Mei hingga Rabu 7 Juni 2023.

PAT yang terasa begitu panjang, karena ada libur empat hari di dalamnya. Tepatnya libur Hari Lahir Pancasila dan cuti bersama di hari Jumat menjelang Hari Raya Waisak.

Masuk ruang PAT, dokumentasi pribadi
Belajar sebelum PAT, dokumentasi pribadi

PAT kelas 7 dan 8 kali ini dilaksanakan serempak. Semua siswa masuk pagi. Ruangan ditata sedemikian rupa sehingga kelas delapan berisi 20 orang per ruangan sementara kelas tujuh berisi 30 siswa per ruangan.

Pelaksanaan PAT untuk kelas delapan menggunakan tab sekolah, dan kelas tujuh menggunakan perangkat siswa.

Berbaris sebelum masuk ruang PAT, dokumentasi pribadi
Belajar saat istirahat, dokumentasi pribadi

Karena menggunakan tab sekolah, maka salah satu kerja panitia adalah memastikan daya tab terisi penuh sehingga siswa bisa mengerjakan PAT dengan baik.

Memeriksa daya tab, dokumentasi pribadi
Panitia PAT, dokumentasi pribadi
Kesibukan panitia PAT, dokumentasi pribadi

Seperti PAT kelas 9, penilaian dilaksanakan dengan menggunakan aplikasi yang ada di Masterweb. Karenanya dalam pelaksanaan PAT kali ini masih ada pendampingan dari Masterweb .

Ada banyak catatan dari penyelenggaraan PAT kali ini. Satu yang sangat penting adalah masalah jaringan dan aplikasi yang belum begitu lancar. Hal yang harus segera diatasi karena keduanya sangat berperan penting untuk kelancaran PAT.

Siswa yang mengalami kendala dalam pelaksanaan PAT, dokumentasi pribadi

Catatan positif dari PAT ini adalah meski beberapa masalah timbul, panitia sigap dan cepat tanggap untuk menenangkan peserta maupun pengawas PAT sementara jaringan dan web dalam proses pengecekan.

Ya, kesigapan panitia yaitu Bu Ahfi dan Pak Ardillah dkk patut diacungi jempol.

Belajar saat istirahat, dokumentasi pribadi

Catatan penting lain dari PAT ini adalah menurut pengamatan, semangat belajar siswa mulai menunjukkan peningkatan dari ujian- ujian sebelumnya. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya siswa yang belajar serius menjelang PAT baik di depan kelas maupun di halaman sekolah.

Akhirnya semoga berbagai masalah yang yang timbul dari penyelenggaraan PAT kali ini bisa menjadi masukan untuk perbaikan penyelenggaraan ujian- ujian berikutnya.

Suasana PAT di ruang kelas, dokumentasi pribadi
Suasana PAT di ruang kelas, dokumentasi Bu Wahyu

Dengan proses ujian yang lancar diharapkan hasil penilaian yang valid dan siswa akan mendapatkan nilai yang maksimal.

Salam Bintaraloka 😊

Categories
Cerita

Cerita Tentang Si Cantik Zinia

Warna- warni bunga di Poetoek Soeko tersenyum ramah menyambut kedatangan kami pagi itu. Sejauh mata memandang lautan bunga ada di mana-mana. Bunga kenikir, Iler, bunga matahari, juga zinia.

Aih , bunga yang terakhir ini benar- benar saya suka.

Beberapa kali kami berfoto dengan latar bunga yang memikat ini. Bagi saya warna warni zinia seolah memberikan energi dan kesegaran tersendiri.

Lautan zinia di Poetoek Soeko, dokumentasi pribadi

Perkenalan saya dengan zinia berawal ketika saya masih kecil. Saat itu di halaman rumah kami ada tanaman bunga yang berjajar cantik. Rupanya tanaman itu tumbuh karena benihnya yang disebar memanjang di dekat jemuran.

Suatu pagi tiba-tiba saya melihat bunga-bunga mulai mekar, meski ada beberapa yang masih kuncup.

“Wah, cantiknya,” kata saya dengan kagum.
Kupu-kupu yang hinggap di atas bunga  langsung terbang. Mungkin kaget dengan teriakan saya.

“Buk, ini bunga apa?” tanya saya pada ibuk yang sedang menjemur cucian.
Ibuk tersenyum.

“Kembang kertas.. bagus ya .,”kata Ibuk.
“Wah, warna- warni ya.. seperti kertas lipat,” cetus saya.

Benar, dalam pandangan saya bunga itu dinamakan kembang kertas pasti karena berwarna- warni seperti kertas lipat.

Ibuk tertawa sambil terus melanjutkan pekerjaannya. Dialog yang singkat, tapi cukup membuat saya terus memperhatikan zinia di depan rumah tiap hari.

Warna zinia di depan rumah bermacam-macam. Ada pink, merah, putih dan ungu. Karena warna yang beraneka itulah tiap hari saya selalu berharap zinia yang lain segera berbunga dan menerka-nerka warna apa lagi yang akan muncul.

Sekilas tentang Zinia

Warna-warni zinia, sumber gambar: Dunia Tumbuhan.com

Zinia  adalah bunga berupa semak dan perdu kecil yang berasal dari Meksiko, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan.

Zinia memiliki mahkota bunga yang sangat tipis dan kaku mirip dengan lembaran kertas, karenanya ia banyak dikenal sebagai kembang kertas.

Bunga ini memiliki ciri bunga majemuk yaitu terdiri dari beberapa bunga kecil yang disebut floret dan tersusun rapat pada dasar bunga.

Ada berbagai warna bunga zinia yaitu putih dan krim hingga merah muda, merah, ungu, hijau, kuning, aprikot, jingga, salmon, dan perunggu.

Tidaklah sulit menanam bunga zinia karena bunga cantik ini  bisa tumbuh meski hanya ditebar saja di atas tanah.

Dari berbagai sumber selain berwarna cantik, zinia juga menyimpan banyak manfaat. Di antaranya bisa untuk mengatasi bisul, gatal, hepatitis dan banyak lagi.

Berfoto di sekitar zinia di Poetoek Soeko, dokumentasi pribadi

Di balik kesederhanaannya tersimpan keindahan dan berbagai manfaat dari Si Cantik Zinia.

Namun satu hal yang membuat saya menyukai zinia adalah bunga ini selalu mengingatkan saya pada taman di depan rumah saya di masa lalu.

Taman yang tak begitu luas, namun  menyimpan berbagai kenangan tentang keindahan dan kehangatan masa kecil kami.

Categories
Reportase

Manisnya Sehari Perjalanan di Bumi Bung Karno

Bagaimana jika emak- emak pergi mbolang bersama? He.. he.. rame pokoknya, bahkan kadang kadang mengalahkan ramainya anak kecil.. eh..😅

Mbolang, adalah istilah yang sering kami gunakan untuk bepergian. Mbolang  berasal dari kata bolang. Inspirasi kata ini berasal dari sebuah acara televisi yang  berjudul Si Bolang, artinya Bocah Petualang alias anak yang suka bepergian ke sana kemari dan menemukan kebahagiaan dalam petualangannya.

Pak Gito yang batal ikut, dokumentasi pribadi

Perjalanan mbolang kali ini diikuti oleh alumni SD  Bareng yang berjumlah sembilan orang. Seharusnya ada sepuluh. Tapi karena kesibukan yang tidak bisa ditinggal, Pak Gito salah satu teman kami batal ikut meski sudah terlanjur pesan tiket.

Tujuan utama kami  adalah ke kota Blitar. Makam Bung Karno, Istana Gebang dan Candi Penataran adalah destinasi utama kami. Namun karena keterbatasan waktu tujuan ke Penataran akhirnya tidak bisa terlaksana.

Suasana di stasiun, dokumentasi pribadi

Tiket sudah dipesankan seminggu sebelumnya. Lewat aplikasi seorang teman, sepuluh tiket pulang pergi Malang -Blitar berhasil dibeli dengan harga tiket sekali perjalanan Rp12.000,00.

Hari dan jam keberangkatan sudah ditentukan yaitu Sabtu, 3 Juni 2023 , kereta Penataran berangkat pukul 07.14.

Sebagai antisipasi supaya jangan sampai terlambat, kami berjanji untuk bertemu di Stasiun Kota Baru Malang pukul 06.30.

Maka demikianlah, sepagi itu kami sudah siap di depan stasiun dengan dresscode yang sudah ditentukan. Baju kotak-kotak, celana jeans dan bersepatu. Biar cantik saat dipotret. He..he..

Pak Gito mengantarkan sampai kereta, dokumentasi pribadi

Sebagai wujud perhatiannya, meski tidak jadi ikut Pak Gito mengantarkan kepergian kami di stasiun Kota Baru Malang sampai naik Kereta Api. Barangkali Pak Gito takut emak emak ini tidak tahu jalan ya…

Sekitar pukul tujuh kami menaiki kereta Penataran gerbong enam. Suasana begitu ramai. Libur panjang empat hari di awal bulan Juni ini membuat penonton melimpah di stasiun.

Tiba di Stasiun Blitar, dokumentasi pribadi

Sekitar pukul sembilan lebih kami sampai di Stasiun Blitar. Setelah istirahat sejenak, agenda selanjutnya adalah mencari sarapan. Dari berbagai info yang masuk akhirnya pilihan kami jatuh pada Rumah Makan Padang Murah yang berlokasi di Jalan Mastrip Blitar.

Sarapan dulu, dokumentasi pribadi
Sarapan dulu, dokumentasi pribadi

Berbagai macam hidangan disediakan. Kami tinggal ambil, menunjukkan makanan yang ada di piring dan harga langsung ditentukan. Praktis sekali.

Lezatnya sayur singkong, ayam goreng dan sambel ijo, ditemani segelas teh hangat benar-benar  memberikan semangat pagi itu.

Setelah sarapan kami bergegas meneruskan perjalanan. Mulanya kami akan pesan gocar untuk pergi ke Makam
Bung Karno. Namun apa daya, sampai setengah jam kami tidak juga mendapatkan driver. Akhirnya rencana langsung diubah dengan menyewa becak.

Berkeliling Blitar dengan becak, dokumentasi pribadi

Karena ada sembilan orang dalam rombongan, maka ada lima becak yang disewa. Empat becak dinaiki dua penumpang, satu becak satu penumpang.

Setelah deal dengan ongkos dan perjalanan yang akan dilakukan dengan para penarik becak, perjalanan pun dilanjutkan menuju Makam Bung Karno.

Aha… Berkeliling Kota Blitar dengan becak sungguh mengasyikkan. Ritme kehidupan tiba tiba terasa begitu santai, jauh dari segala ketergesaan. Apalagi suasana jalanan kota Blitar yang jauh lebih sepi dibanding kota Malang.

Agenda haul Bung Karno, dokumentasi pribadi

Bulan Juni adalah bulannya Bung Karno. Begitu keterangan Pak penarik becak pada kami. Ada tiga event besar di kota Blitar dalam bulan Juni ini, yaitu tanggal 1, 6 dan 21 Juni.

Tanggal 1 Juni adalah hari lahirnya Pancasila dimana Bung Karno adalah penemu dan  penggagas Pancasila, tanggal 6 Juni adalah hari lahir Sang Proklamator, dan 21 Juni adalah hari wafatnya Bung Karno.

Setiap tanggal diperingati dengan perayaan khusus. Dengan tumpengan, brokohan ataupun peringatan haul.

Hal tersebut dipertegas dengan keterangan Mbak Nurin dari Perpustakaan Bung Karno. Perpustakaan yang berlokasi di bagian depan area Makam Bung Karno ini ditata demikian apik. Ada ruang koleksi buku juga memorabilia.

Salah satu koleksi memorabilia, Bung Karno, Dr Sama dan Mister Iskaq pendiri PNI, dokumentasi pribadi
Koleksi ruang memorabilia, dokumentasi pribadi
Riwayat Bung Karno, koleksi ruang memorabilia, dokumentasi pribadi
Teks proklamasi tulisan tangan Bung Karno, koleksi ruang memorabilia, dokumentasi pribadi

Memorabilia adalah tempat koleksi barang- barang kenangan tentang Bung Karno. Ada banyak foto-foto beliau mulai dari zaman sekolah, menjadi presiden hingga akhirnya wafat, juga barang -barang yang sering dipakai Bung Karno.

Menurut Mbak Nurin dalam bulan Juni ini banyak kesibukan yang dilakukan untuk memperingati jasa-jasa Sang Proklamator. Antusias warga pada bulan Bung Karno ini ditampakkan dengan banyaknya kunjungan ke makam Bung Karno di bulan Juni.

Para pedagang cinderamata di jalan menuju makam Bung Karno, dokumentasi pribadi

Banyaknya pengunjung adalah berkah rezeki bagi para pedagang di depan maupun di tempat pembelian oleh-oleh di bagian belakang makam.

Saat kami datang ke makam Bung Karno, banyak sekali peziarah, sehingga yang berdoa ataupun nyekar di makam dibuat bergantian.

Suasana ziarah di makam Bung Karno dibuat bergantian, dokumentasi pribadi

Adalah Pak Juni, petugas di area tersebut yang dengan sabar mengarahkan para peziarah, bahkan rela menjadi juru potret dari masing masing rombongan.

Ziarah di makam Bung Karno, dokumentasi pribadi

Lepas ziarah kami meninggalkan area makam lewat jalan keluar yang sudah ditata sedemikian rupa sehingga kami harus berputar di kawasan oleh-oleh.

Ada berbagai barang dagangan ditawarkan. baju-baju, aneka makanan khas Blitar seperti bumbu pecel, jenang dan dodol, beraneka ragam cindera mata, mainan dan banyak lagi. Saya sendiri membeli bros dan gelang dengan harga yang begitu murah. Lima belas ribu rupiah untuk tiga bros dan dua buah gelang.

Sesudah berputar- putar di pasar oleh-oleh kami menuju becak yang sudah menunggu di tempat parkir. Perjalanan pun dilanjutkan menuju Istana Gebang, tempat kediaman Bung Karno di masa kecil dan remaja.

Tiba di Istana Gebang, dokumentasi pribadi
Balai Kesenian Istana Genbang, dokumentasi pribadi

Pak penarik becak melayani kami dengan ramah meski harus menunggu lama. Sambil menunggu teman lain yang berbelanja kami berbincang-bincang dengan bapak-bapak penarik becak.

Dari obrolan kami siang itu ternyata keberadaan becak sebagai kendaraan wisata yang dipakai berkeliling kota Blitar sudah mulai tergerus dengan berbagai angkutan online. Jika dulu mereka bisa mendapatkan beberapa order dalam satu hari , kini satu order saja sudah bagus.

Bagi saya pribadi, menggunakan becak berkeliling sekitar kota Blitar sangat nyaman. Ongkosnya tak begitu mahal, bapak-bapaknya sabar menunggu pula.

Kira-kira pukul satu kami tiba di Istana Gebang. Tampak nyata ada kesibukan di sana. Tenda-tenda didirikan dan pengunjung gedung kesenian begitu banyak.

Baliho event Bung Karno Run 2023, dokumentasi pribadi
Pendaftaran Bung Karno Run 2023, dokumentasi pribadi

Aha, rupanya kedatangan kami bertepatan dengan akan diadakannya Bung Karno Run 2023. Lomba lari ini diadakan tanggal 4 Juni 2023 oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kota Blitar.

Meja dan kursi di Istana Gebang, dokumentasi pribadi
Salah satu sudut ruangan Istana Gebang, dokumentasi pribadi
Foto-foto dan kamar tidur di Istana Gebang, dokumentasi pribadi

Memasuki Istana Gebang membuat kami seolah terlempar ke masa lalu. Suasana terasa demikian adem. Di ruang tamu sebuah lukisan besar Bung Karno di antara banyak orang seolah menyambut kedatangan kami.

Meja kursi kuno dengan taplak dan hiasan hiasan di tembok rumah seolah bercerita bagaimana keseharian kehidupan di rumah itu. Semua demikian cantik dan tertata apik.

Ramainya pengunjung di Istana Gebang, dokumentasi pribadi
Salah satu ruang di Istana Gebang, dokumentasi pribadi
Mobil Bung Karno, dokumentasi pribadi
Kayu bertuliskan Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno dalam bahasa Jepang di salah satu sudut istana Gebang, dokumentasi pribadi

Kami berkesempatan melihat kamar tamu, kamar pribadi Bung Karno, ruang dapur, ruang makan, juga mobil Bung Karno.

Halaman Istana begitu luas, menurut keterangan yang bertugas di sana, halaman rumah istana Gebang di masa lalu ada sekitar dua hektar. Wow, luas sekali.

Berfoto di istana Gebang, dokumentasi pribadi

Ada kesan yang begitu hangat di Istana ini. Ketika kami baru datang,  delapan gelas kopi menyambut kedatangan kami. Rupanya dari sponsor  penyelenggaraan event Bung Karno Run 2023.

Aih, nikmat sekali. Jam-jam sekian ngopi memang sangat mengasyikkan.

Setelah berfoto dan sholat di mushola Istana Gebang, kamipun melanjutkan perjalanan.

Segelas kopi penghangat suasana, dokumentasi pribadi

Stasiun Blitar menjadi tujuan utama. Ya, jam sudah menunjukkan hampir pukul tiga. Memang kereta kami baru berangkat menuju Malang jam 16.50 wib. Tapi jauh lebih aman berada di sekitar stasiun di jam-jam menjelang pukul empat.

Perjalanan dengan becak berakhir. Kami segera membayar ongkos perjalanan. Bapak-bapak penarik becak menerima pembayaran kami dengan wajah sumringah.

Siap balik kembali ke Malang, dokumentasi pribadi

Sebelum masuk stasiun kami menyempatkan diri dulu ke kedai bakso urat tak jauh dari situ. Hangatnya bakso dan manisnya minuman jeruk menutup perjalanan kami hari itu.

Ya, semua terasa hangat dan manis, semanis kesan sehari perjalanan kami di Bumi Bung Karno.

Salam….😊😊