
Ketika ada dorongan dari dalam hati kita untuk melakukan sebuah kebaikan hakekatnya Allah sedang mengabulkan satu doa kita yaitu Ihdinas shirotol Mustaqim
Pengajian Filsafat
Setiap orang ingin melakukan perubahan yang lebih baik dalam hidupnya. Namun ada kecenderungan untuk menunggu momen yang tepat dalam melakukan perubahan itu. Misal menunggu nanti kalau mencapai usia tertentu, menunggu jika lulus ujian dan sebagainya.
Apa akibatnya? Karena menunggu momentum, akhirnya perubahan tidak segera dieksekusi.
Kesalahan yang sering kita lakukan adalah berharap di moment tertentu itu akan ada kekuatan luar biasa yang mendorong kita melakukan perubahan, padahal hakekatnya semua itu hanyalah penundaan terhadap eksekusi yang akan kita lakukan.
Hal yang tidak boleh kita lupakan adalah hakekatnya semangat untuk melakukan eksekusi atas perubahan yang ingin kita lakukan harus tumbuh dari dalam jiwa kita sendiri.
Sebuah nasehat mengatakan bahwa ketika ada dorongan dari dalam hati kita untuk melakukan sebuah kebaikan hakekatnya Allah sedang mengabulkan satu doa kita yaitu Ihdinas shirotol Mustaqim.
Bukankah kita sering mengucapkan doa ini yang berarti Ya Allah, tunjukkan kami ke jalan yang lurus? Jadi jika ada desir gerak hati untuk melakukan kebaikan mari segera dieksekusi semampu kita.
Apa yang sering membuat kita menunda? Keraguan dan kecemasan, atau over thinking.
Terlalu banyak pertimbangan membuat kita selalu ragu dalam mengeksekusi kebaikan.
Lalu bagaimana cara kita melawan rasa cemas dan ragu untuk melakukan sesuatu?

1. Tanyakan pada dirimu apakah kemungkinan terjelek yang mungkin terjadi jika hal tersebut kita lakukan?
2. Lakukan hal-hal yang bisa meminimalisir terjadinya hal buruk tersebut.
3. Jika sudah terjadi, bertindaklah dengan tenang untuk memperbaiki hal buruk tersebut.
Optimisme
Dalam hidup ini sangat penting bagi kita untuk menanamkan optimisme. Optimislah, Allah akan mengabulkan keinginanmu.
Selalu ada hal baik dari setiap peristiwa yang menimpa diri kita,
Selalu optimis membuat kita lebih ceria dalam menghadapi hidup, sebaliknya rasa pesimis membuat kita muram dan tidak semangat dalam menghadapi hidup.
Mari kita camkan nasehat berikut ini:

Selalu ada kebaikan dari setiap peristiwa yang menimpa diri kita, karena itu optimislah, jangan selalu murung dan bermuram durja. Optimislah, karena masih ada Allah. Apa yang tidak mungkin bagi Dia yang Maha Segala?
Disarikan dari Pengajian Filsafat oleh Dr Fahruddin Faiz
- Filsafat Ronggowarsito , Wolak-walik Ing Zaman - January 5, 2026
- Dari Ayam Natalan sampai Takut Musyrik, Sebuah Obrolan di Pasar Pagi - January 4, 2026
- Optimislah,Karena Masih Ada Allah - January 3, 2026