“Bu, tidak usah bawa bekal, karena sudah saya pesankan nasi gegok di teman saya,”
Sebuah pesan tiba tiba masuk WhatsApp saya.
Nasi gegok? Wah, saya baru tahu ini.
“Wah, terima kasih. Nasinya yang bagaimana se itu?”
Asli, saya belum pernah tahu nasi gegok ini. Mendengar namanya juga baru kali ini.
“Nanti bisa dilihat kalau sudah datang,” kata teman saya. Jawaban yang bikin penasaran, apalagi di bagian belakang pesan masih ditambah dengan emoticon senyum sambil mengedipkan mata.
Kira-kira jam setengah tiga saya diberitahu bahwa nasi sudah datang dan diletakkan di meja. Aha, sambil bersiap- siap pulang saya segera membuka kresek putih yang ada di meja.
Sebuah bungkusan daun pisang dengan aroma sedap ada di dalamnya. Ooh, ini rupanya nasi gegok itu. Baunya cukup menggoda apalagi bungkusannya padat berisi dengan balutan daun pisang yang sepertinya habis dipanggang.

Tanpa menunggu lama kresek putih saya masukkan tas untuk nanti saya nikmati bersama anak anak di rumah.
Penasaran dengan nasi yang satu ini akhirnya saya browsing ke sana sini.
Apakah nasi gegok itu?
Ternyata nasi gegok yang punya nama lain sego gegog ini adalah kuliner khas Trenggalek yang berasal dari Kecamatan Bendungan sekitar tahun 1970-an.
Sego gegog adalah hasil kreativitas warga setempat untuk membuat bekal petani agar mudah dibawa ke sawah agar praktis dan tahan lama.
Sego gegog adalah akronim dari “sega genem godhong gedhang” (nasi yang dibungkus daun pisang), kuliner ini populer karena perpaduan nasi yang gurih, sambal teri pedas, dan aroma khas daun pisang yang dikukus.
Karena pengucapan konsonan g dan k di akhir kata hampir sama sego gegog sering dinamakan juga Sego gegok atau nasi gegok.
Nah, bagaimana cara membuatnya? Menurut teman yang pandai memasak cara membuatnya mirip cara membuat arem-arem. Hanya jika arem- arem berisi sambal goreng atau ayam suwir, nasi gegok ini berisi sambal teri.
Bahan yang diperlukan adalah nasi aron (setengah matang), teri, jahe, sereh, bawang merah, bawang putih, cabe rawit, garam dan penyedap rasa secukupnya.
Cara membuat nasi aron cukup cuci bersih beras masak dengan magic com sampai seten, lalu masak dengan magic com hingga setengah matang.
Isinya dibuat dengan cara menghaluskan bumbu yang terdiri atas bawang merah, bawang putih, cabe rawit, garam dan penyedap, lalu ditumis. Saat menumis masukkan lengkuas, jahe dan sereh supaya harum.

Sambil diaduk aduk, ke dalam bumbu tersebut dimasukkan teri yang sudah digoreng dulu sebelumnya.
Jika sudah, siapkan daun pisang untuk membungkus. Agar tidak mudah pecah, daun pisang sebaiknya dijemur atau dibakar di atas kompor dengan api kecil.
Letakkan nasi aron di daun pisang, lalu tambahkan bumbu yang ditumis tadi, kemudian lalu tutup lagi dengan nasi aron dan bungkus yang rapi. Terakhir, kukus kira kira 15 menit.
Nah, nasi gegok atau sego gegog siap untuk dinikmati. Bisa ditambah tumis sayur supaya lebih maknyus, atau dipotong-potong seperti yang ada di foto.
Sekilas seperti lemper tampilannya. Rasanya sedap, pedas, enak dinikmati hangat- hangat.

Ada paduan kesederhanaan dan kelezatan dalam sajian nasi gegok atau sego gegog. Saya membayangkan bagaimana para petani dahulunya menikmati hidangan ini sambil ngobrol saat istirahat menggarap sawah. Pasti nikmat sekali.
Nah, bagaimana pembaca ? Ingin mencoba?
Salam Kompasiana đ
- Nasi Gegok, Sebuah Kelezatan dalam Balutan Kesederhanaan - February 3, 2026
- Uji Coba KRL Solo BalapanâPalur - February 2, 2026
- Bukan Sekedar Jalan-jalan, Cerita Kami Merajut Kebersamaan di Kota Batu - February 1, 2026