Categories
Cerita

Antara Coklat dan Hari Kasih Sayang

Selasa pagi seperti biasanya saya ada jam mengajar matematika di kelas 9.7.
Tiga jam pelajaran di jam pertama adalah hal yang tak boleh disia-siakan karena kondisi siswa masih fresh sehingga banyak ilmu yang bisa tersampaikan.

Di tengah pelajaran tatkala seorang siswa saya minta maju ke depan ternyata ada kejutan dari anak anak. Aih… Dengan manisnya Marvel memberikan cokelat pada saya. Terkejut? Pasti. Saya baru paham bahwa hari ini tanggal 14 Februari dan banyak yang merayakannya sebagai hari kasih sayang atau Valentine day.

Kelas 9.7, dokumentasi pribadi

Apa hubungan antara hari kasih sayang dan coklat?
Dari history.com diperoleh informasi bahwa Hari Sayang identik dengan coklat dimulai sejak tahun 1840 an, dimana hari Kasih Sayang telah menyebar ke berbagai negara yang telah dijajah oleh Inggris.

Pada masa tersebut orang-orang merayakan Valentine dengan memberikan kartu ucapan dengan kata-kata yang indah dan hadiah yang rumit.

Melihat hal tersebut Richard Cadbury, seorang keturunan dari keluarga pengusaha cokelat Inggris yang bertanggung jawab atas penjualan coklat keluarga melihat peluang tersebut dan mulai menjual coklat dalam kotak dekorasi yang indah.

Saat itu, Cadbury baru saja meningkatkan teknik pembuatan coklatnya. Yaitu, dengan mengekstraksi mentega kakao murni dari biji utuh.

Sebuah teknik yang akhirnya menghasilkan cokelat minum yang lebih enak daripada yang pernah dicicipi oleh kebanyakan orang Inggris.

Proses tersebut menghasilkan mentega kakao dalam jumlah yang lebih banyak , dan oleh Cadbury digunakan untuk menghasilkan lebih banyak variasi makanan coklat yang dihasilkan.

Seiring berkembangnya waktu, coklat menjadi makanan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat dan menjadi favorit banyak orang

Dari sejarah tersebut, banyak yang menduga bahwa bungkus yang dibuat oleh Cadbury berbentuk hati itulah yang membuat hari Valentine identik dengan coklat.

Sumber gambar: Bukalapak

Pada hari Kasih Sayang biasanya coklat diberikan pada orang yang disayangi atau dihormati untuk menunjukkan respek pemberi pada yang diberi.

Tapi apakah cinta dan kasih sayang hanya diberikan saat Valentine Day? Tidak juga. Karena kasih sayang laksana air yang bisa memberikan kehidupan bagi alam raya. Tanpa kasih sayang mustahil kehidupan akan ada di muka bumi. Bukankah kita semua bisa eksis karena kasih sayang Nya?

Dalam konteks hubungan dengan sesama manusia bisa dibayangkan betapa hampanya hidup tanpa kasih sayang, baik dari teman, orang tua maupun orang orang yang berarti bagi diri kita.

Kasih sayang memberikan kita kekuatan untuk mengarungi hidup dengan segala liku-likunya.

Ya, mari kita jadikan tiap hari adalah hari kasih sayang. Hari dimana kita selalu menebar kasih pada orang orang di sekitar kita.

Ungkapan kasih sayang bukan sekedar menggunakan kata-kata, namun dengan tindakan nyata yang bisa memberikan makna.

NB: terima kasih coklatnya ya….🤗

Baca juga:

Categories
Cerita Matematika

Al Khawarizmi, Bapak Aljabar Hingga Algoritma

Al-Khawarizmi memiliki nama lengkap Abu Abdullah Muhammad bin Musa. Beliau dikenal dengan nama al-Khawarizmi karena berasal dari Khawarizm, sebuah daerah di timur laut Kaspia.

Al-Khawarizmi adalah muslim pertama dalam ilmu hitung matematika. Banyak kontribusi Al Khawarizmi dalam dunia ilmu pengetahuan, utamanya dalam bidang matematika dan astronomi.

Beliau adalah yang pertama kali memperkenalkan angka nol. Istilah aljabar, diambil dari judul karya matematika Al Khawarizmi terbesar, Hisab al-Jabr wa-al-Muqabala.

Buku ini dua kali diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, oleh Gerard dari Cremona dan Robert dari Chester pada abad ke-12 dan berisi beberapa ratus persamaan kuadrat sederhana dengan analisis dan juga dengan contoh geometris.

Al-Khwarizmi juga memperkenalkan angka Arab ke Barat, menggerakkan proses yang mengarah pada penggunaan sembilan angka Arab, bersama dengan tanda nol.

Sumber gambar: Banten Headline

Al-Khawarizmi  lebih dikenal di Barat dengan nama Algorisme. Ini yang menjadi asal mula istilah algoritma.  Algoritma menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti prosedur sistematis untuk memecahkan masalah matematis dalam langkah terbatas.

Selain terkenal di bidang matematika, Al-Khawarizmi juga ahli di bidang geografi dan praktisi astronomi. Bahkan, karyanya di bidang astronomi yang berjudul Zij al Shindhind adalah karya terpenting hingga saat ini, seperti yang dikutip dari buku “99 Tokoh Muslim Dunia for Kids” yang ditulis oleh Salman Iskandar.

Para ahli ilmu aljabar dunia, Leonardo Fibonacci dari Pisa pun mengaku berhutang pada al-Khawarizmi. Sementara, George Sarton, penulis sejarah matematika ternama, menyebut al-Khawarizmi sebagai salah seorang ilmuwan muslim terbesar dan terbaik pada masanya.

Sumber gambar: Kata Pengetahuan WordPress.com

Muhammad ibn Musa al-Khawarizmi meninggal di tahun 850 dan dikenang sebagai salah satu pemikir ilmiah paling penting dalam kebudayaan Islam awal.

Nah, di atas adalah biografi dari Al Khawarizmi yang dikenal sebagai bapak Aljabar dan Algoritma. Sangat inspiratif bukan?

Bagaimana pendapatmu sendiri tentang matematika dan aljabar? Tuliskan komentarmu di kolom yang tersedia di bawah.

Salam matematika…..:)

Baca juga:

Categories
Cerita Musik

Ghost, Jangan Tunda Memberikan Kasih pada Orang yang Kita Sayangi

Video clip lagu dibuka dengan suara deburan ombak laut dan dilanjutkan dengan intro yang begitu mantap. Suara Bieber yang lembut dan jernih membuat feel saat menikmati lagu ini demikian terasa. Ada nuansa sedih, namun tetap terasa energik.

Adegan dalam video diperankan oleh Justin dan Diane Keaton dengan bagus menggambarkan betapa sulitnya move on dari rasa sedih karena kehilangan orang yang disayangi.

Mari sejenak kita cermati lagu tersebut 🙂

Ghost

Youngblood thinks there’s always tomorrow
Ketika muda kita berfikir akan selalu ada hari esok
I miss your touch on nights when I’m hollow
Aku merindukan sentuhanmu di malam-malamku yang sepi
I know you crossed a bridge that I can’t follow
Aku tahu kamu telah menyebrangi jembatan yang tidak bisa kuikuti.

Since the love that you left is all that I get
Karena cinta yang kau tinggalkan adalah satu-satunya yang tersisa di diriku
I want you to know that if I can’t be close to you
Aku mau kau tahu jika aku tak bisa dekat denganmu
I’ll settle for the ghost of you
Aku akan di sini memeluk bayangmu
I miss you more than life (More than life)
Aku merindukanmu lebih dari segalanya

And if you can’t be next to me
dan jika kamu tak bisa dekat denganku
Your memory is ecstasy
Semua kenangan tentangmu itu indah
I miss you more than life
Aku merindukanmu lebih dari segalanya
I miss you more than life
Aku merindukanmu lebih dari segalanya

Youngblood thinks there’s always tomorrow (Woo)
Ketika muda kita berfikir akan selalu ada hari esok
I need more time, but time can’t be borrowed
Aku butuh lebih banyak waktu (denganmu), tapi waktu tidak bisa kupinjam
I leave it all behind if I could follow

Akan kutinggalkan semuanya jika aku bisa mengikuti (dirimu)

Since the love that you left is all that I get
Karena cinta yang kau tinggalkan adalah satu-satunya yang tersisa di diriku
I want you to know that if I can’t be close to you
Aku mau kau tahu jika aku tak bisa dekat denganmu
I’ll settle for the ghost of you
Aku akan di sini memeluk bayangmu
I miss you more than life (More than life)
Aku merindukanmu lebih dari segalanya

And if you can’t be next to me
dan jika kamu tak bisa dekat denganku
Your memory is ecstasy
Semua kenangan tentangmu itu indah
I miss you more than life
Aku merindukanmu lebih dari segalanya
I miss you more than life
Aku merindukanmu lebih dari segalanya

Whoa, oh, oh-oh
More than life
Oh-oh

So if I can’t get close to you
Jadi jika aku tidak bisa dekat denganmu
I’ll settle for the ghost of you
Aku akan di sini memeluk bayangmu
I miss you more than life (More than life)
Aku merindukanmu lebih dari segalanya

And if you can’t be next to me
dan jika kamu tak bisa dekat denganku
Your memory is ecstasy
Semua kenangan tentangmu itu indah
I miss you more than life
Aku merindukanmu lebih dari segalanya
I miss you more than life
Aku merindukanmu lebih dari segalanya

Justin dan Diane Keaton, Sumber gambar: footwearnews

Dalam pandangan saya lagu ini bercerita tentang seseorang yang kehilangan orang yan sangat bermakna dalam hidupnya. Bisa jadi pasangan atau orang tua, dan tidak bisa move on dari keadaan itu. Ia akan terus mengenang kebersamaan dengan orang terkasih itu meskipun hanya dalam bayangan.

Bisa jadi orang yang dikasihi itu telah meninggal atau menempuh jalan lain yang tidak bisa diikuti oleh penyanyi jika menilik kalimat I know you crossed a bridge that I can’t follow.

Ghost bisa berarti hantu namun dalam lagu ini sepertinya yang lebih tepat adalah bayangan atau kenangan yang selalu mengikuti.

Banyak yang berspekulasi bahwa lagu ini diciptakan oleh Bieber untuk mantan kekasihnya atau bahkan untuk istrinya .
Sementara Justin Bieber sendiri mengungkapkan bahwa lagu tersebut berkisah tentang seseorang yang kehilangan orang yang dicintai.

Jika orang yang dicintai telah pergi, maka ia bisa senantiasa akrab dengan bayang-bayangnya.

Lagu yang dirilis di bulan Oktober 2021 ini memiliki.pesan tentang pentingnya memberikan waktu bagi orang yang kita kasihi.

Ya, tunjukkan perhatian dan cinta kita pada orang yang kita kasihi selagi masih ada kesempatan. Jangan menunda memberikan kasih sayang karena kita tidak tahu kapan orang yang kita kasihi akan dipanggil oleh Sang Maha Segalanya.

Salam….🤗

Categories
Cerita Musik

That’s What Friends Are For

Jam sudah menunjukkan hampir pukul sebelas. Gerimis mulai turun memberikan kesejukan di kota kami tercinta. Vario saya pacu menuju satu tujuan utama. Ya, Sabtu pagi ini saya ada janji untuk bertemu dengan bestie tercinta.

Bersama bestie, dokumentasi pribadi

“Di pojok seperti biasanya?” tanya Bu Erna di telepon kemarin.
“Siyaap,.,” jawab saya ringan.

Duduk di pojokan Mie Jogja selalu menjadi favorit kami. Bersamaan dengan datangnya mie goreng dan nasi goreng kami saling menanyakan kabar masing-masing. Agak lama kami tidak bertemu langsung. Selama ini dialog hanya kami lakukan lewat whatsapp

Mie goreng dan nasi goreng Jogja, dokumentasi pribadi

Ah ya, mie goreng untuk saya dan nasi goreng untuk Bu Erna. Minumnya? Saya selalu yang hangat/panas dan Bu Erna pasti es. Dua selera yang jauh berbeda tapi tidak dalam hal bercerita. Dalam bercerita kami selalu bisa saling mengisi dan menyemangati.

Hangatnya mie dan nasi goreng membuat cerita mengalir tiada habisnya. Masalah atau cerita yang lucu, sedih bahkan kenangan masa lalu satu demi satu muncul. Ada haru, sedih , lucu.. , chemistry yang aneh dan unik.

Ya, what friends are for..

Teman yang baik selalu memberikan kekuatan pada kita dan meyakinkan diri kita bahwa bahwa semua akan baik baik saja.

Ah, tiba tiba saya ingat lagu That’s What Friends Are For dari Dionne Warwick. Lagu yang dirilis sekitar tahun 1985 ini menceritakan indahnya sebuah pertemanan.

Ayo kita simak lagunya.., dan selamat berakhir pekan..🤗

That’s What Friends Are For
Lagu: Dionne Warwick

https://youtu.be/ct2dGdQA9mI

And I never thought I’d feel this way
And as far as I’m concerned
I’m glad I got the chance to say
That I do believe, I love you

And if I should ever go away
Well, then close your eyes and try
To feel the way we do today
And then if you can remember

Keep smiling, keep shining
Knowing you can always count on me, for sure
That’s what friends are for
For good times and bad times
I’ll be on your side forever more
That’s what friends are for

Well, you came in loving me
And now there’s so much more I see
And so by the way
I thank you

Oh and then for the times when we’re apart
Well, then close your eyes and know
The words are coming from my heart
And then if you can remember

Keep smiling and keep shining
Knowing you can always count on me, for sure
That’s what friends are for
In good times and bad times
I’ll be on your side forever more
That’s what friends are for

Keep smiling, keep shining
Knowing you can always count on me, for sure
That’s what friends are for
For good times and bad times
I’ll be on your side forever more
That’s what friends are for

Keep smiling, keep shining
Knowing you can always count on me, for sure
‘Cause I tell you, that’s what friends are for
For good times and the bad times
I’ll be on your side forever more
That’s what friends are for

Terjemahan:

Dan Aku tidak pernah berpikir aku akan merasa seperti ini
Dan sejauh yang aku khawatir
Aku senang aku mendapat kesempatan untuk mengatakan
Bahwa aku percaya, aku mencintaimu

Dan jika aku harus pergi
Nah, kemudian tutup mata Kamu dan mencoba
Untuk merasakan hal yang kita lakukan hari ini
Dan kemudian jika Kamu ingat

Tetap tersenyum, tetap bersinar
Mengetahui Kamu selalu bisa mengandalkan aku,pasti!
Itulah gunanya teman
Untuk kala yang baik dan ya ngburuk
Aku akan berada di sisi Kamu selamanya
Itulah gunanya teman

Nah, Aku datang mencintaiku
Dan sekarang begitu ada banyak lagi yang aku lihat
Dan dengan cara
aku berterima kasih pada kamu

Oh dan kemudian untuk saat-saat ketika kita terpisah
Nah, kemudian tutup mata kamu dan tahu
Kata-kata yang berasal dari hatiku
Dan kemudian jika kamu ingat

Tetap tersenyum dan tetap bersinar
Mengetahui kamu selalu bisa mengandalkan aku,pasti!
Itulah gunanya teman
Untuk kala yang baik dan yang buruk
Aku akan berada di sisi kamu selamanya
Itulah gunanya teman

Tetap tersenyum, tetap bersinar
Mengetahui Kamu selalu bisa mengandalkan aku,pasti!
Itulah gunanya teman
Untuk kala yang baik dan yang buruk
Aku akan berada di sisi kamu selamanya
Itulah gunanya teman

Tetap tersenyum, tetap bersinar
Mengetahui Anda selalu bisa mengandalkan aku,pasti!
Karena Aku berkata kepadamu, itulah gunanya teman
Untuk kali baik dan buruk kali
Aku akan berada di sisi kamu selamanya
Itulah gunanya teman

Categories
Cerita

Sebuah Cerita Tentang Kopdar Sore Itu

Sore itu lalu lintas kota Malang ramai seperti biasanya. Di akhir pekan pukul tiga atau menjelang setengah empat, jalan sudah mulai dipadati anak-anak pulang sekolah atau orang yang pulang kantor.

Dari sekolah, Vario saya pacu menuju Jl Celaket gang satu tepat di sebelah SMP Cor Jesu Malang. Ya, hari ini jam tiga sore sepulang sekolah saya ada janji dengan seorang Kompasianer untuk bertemu langsung di kedai mie bakar yang lokasinya di sekitar situ.

Kedai mie bakar sangat dekat dari sekolah saya. Hanya sepuluh menit bersepeda motor.
Di tepi jalan Celaket gang 1 tampak seorang wanita duduk di atas sepeda motor membelakangi saya. Begitu menoleh, “Bu Yayuk,” seru saya.
Saya tak mungkin lupa wajahnya, karena persis dengan fotonya di Kompasiana.

Bu Yayuk tersenyum. Kami saling bersalaman, cipika cipiki pula..he..he..

Segera kami melanjutkan perjalanan ke Tawangmangu. Menurut Bu Yayuk yang sudah tiba lebih dahulu, kedai mie bakar ternyata membuka cabang lagi di daerah Tawangmangu khusus untuk yang makan di tempat. Kedai di Celaket hanya diperuntukkan untuk pesanan lewat online.

Depan kedai mie bakar, dokumentasi pribadi

Sampai di kedai kamipun antri untuk pesan makanan dan minuman sambil ngobrol tiada habisnya. He..he.. rupanya kami sama sama jenis manusia yang rame, punya banyak cerita.

Pembicaraan ngalor ngidul seputar apa saja. Tentang dunia menulis, tentang anak anak , sekolah dan banyak lagi.

Meski baru pertama kali kami kopi darat tapi keakraban begitu cepat terjalin. Lewat saling membaca tulisan, kami seolah sudah mengenal begitu lama.

Dari cerita sore itu saya tahu bahwa Bu Yayuk ternyata sering lewat depan sekolah saya di Jl Dr Cipto, sementara saya sendiri sering lewat depan kampung tempat tinggal Bu Yayuk daerah Jl Hamid Rusdi. Kami tertawa bersama melihat fakta tersebut.
Ah, lucu sekali. Kami yang bertetangga begitu dekat dekat ternyata harus berkenalan dulu lewat Kompasiana.

Hal lain yang menarik, dulu semasa masih ada ujian nasional di mana pengawasan dilaksanakan secara silang, hampir setiap tahun saya menjadi pengawas di Cor Jesu, sekolah Bu Yayuk. Mestinya kami pernah bertemu saat itu, hanya saja belum saling kenal.

Mie bakar pesanan kami sudah datang. Aromanya begitu menggoda. Mie kekinian, khas selera anak muda sudah tersaji di depan kami dengan dua gelas teh hangat. Sambil menikmati mie bakar pembicaraan terus mengalir di antara kami. Begitu hangat dan akrab.

Ketika hari semakin sore kamipun bersiap pulang. Segera kami ke parkiran untuk mengambil sepeda masing masing.
“Lewat mana , Bu?” tanya Bu Yayuk.
” Balik Celaket saja, Bu,” jawab saya.

Bu Yayuk segera mengendarai sepedanya dan saya mengikuti dari belakang.
Sepeda kamipun beriringan kembali menuju Celaket.

Sampai di Celaket Bu Yayuk menuju arah ke Jl. Hamid Rusdi, sementara saya terus ke Kayutangan untuk selanjutnya menuju rumah saya di Bareng.

Bersama Bu Yayuk, dokumentasi pribadi

Sore yang indah. Sungguh sebuah rahasia Tuhan, bahwa karena kesenangan yang sama yaitu menulis di Kompasiana kami bisa bertemu dan berbincang akrab di kedai mie bakar sore ini.

Semoga di hari berikutnya kami akan bisa kopi darat lagi. Mungkin sambil mbakso atau ngopi bersama di Kayutangan. Aha..