Categories
Sekolah

Berikut Hal-hal Penting yang Harus Diperhatikan Siswa Untuk Menghadapi ANBK

Siswa mengerjakan ANBK, dokumentasi pribadi

Dalam beberapa hari ini sisws SMP akan menghadapi ANBK. Jika tidak ada perubahan jadwal,  minggu depan adalah simulasi sedangkan ANBK dilaksanakan tanggal 19-22 September.

Siswa yang terpilih untuk mengikuti ANBK langsung ditentukan dari pusat , dan dipilih secara acak berdasarkan dapodik.

Siswa yang terpilih dianggap mewakili profil sekolah karena siswa  diambil dari level  atas,  bawah juga sedang.

Dalam ANBK siswa akan diminta untuk mengerjakan soal AKM,  survey karakter dan lingkungan sekolah.

Jadwal pelaksanaan ANBK, Sumber gambar: Suara.com

AKM adalah singkatan dari Asesmen Kompetensi Minimum. Mengutip Pusat Asesmen dan Pembelajaran Kemendikbud, AKM merupakan penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan oleh semua murid untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat.

Dari AKM akan diperoleh informasi akurat untuk memperbaiki kualitas pembelajaran di tiap sekolah, dan pada gilirannya akan meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

Indikator penilaian AKM adalah literasi baca dan literasi numerasi. Dalam kehidupan kedua literasi tersebut merupakan  kompetensi  mendasar yang dibutuhkan oleh semua orang, apapun profesi dan cita-citanya di masa depan.

Yang diujikan di ANBK, sumber gambar: Tribunnews.com

Kompetensi kedua literasi tersebut perlu dikembangkan lintas mata pelajaran,  jadi bukan hanya dari matematika dan Bahasa Indonesia saja. Hal ini akan mendorong guru semua mata pelajaran untuk lebih fokus pada pengembangan kompetensi membaca dan berpikir logis-sistematis.

Literasi membaca meliputi kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah, dan mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia agar dapat berkontribusi secara produktif di masyarakat.

Sedangkan literasi numerasi meliputi kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat Matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan untuk individu sebagai warga negara Indonesia dan dunia.

Lalu pembiasaan atau hal apa yang perlu diperhatikan untuk menghadapi ANBK utamanya AKM?

1. Gemar membaca

Kebiasaan membaca, dokumentasi pribadi

Kebiasaan membaca akan membuat siswa lebih mudah memahami isi bacaan. Hal yang sangat dibutuhkan karena kebanyakan soal AKM memiliki stimulus bacaan yang panjang.

2. Sering mengerjakan latihan soal

Ala bisa karena biasa.  Lakukan kebiasaan mengerjakan latihan soal AKM. khususnya soal numerasi. Paling tidak 2-3 soal setiap hari.  Semakin sering mengerjakan latihan soal, siswa akan semakin mudah memahami soal  AKM.

3. Baca soal dengan teliti dan hati-hati

Kebiasaan siswa adalah tergesa-gesa menentukan jawaban tanpa membaca dengan teliti.  Kebiasaan yang sangat merugikan karena pilihan jawaban yang tersedia kadang hampir sama.

4. Kenali bentuk soal dan kerjakan terlebih dulu soal yang dianggap paling mudah.

Ada lima bentuk soal AKM yaitu pilihan ganda,  pilihan ganda kompleks, isian singkat,  menjodohkan, dan menentukan benar atau salah. Pahami baik baik cara menjawab soal. Di sinilah pentingnya mengikuti simulasi,  karena siswa akan diajari cara mengklik atau menjawab soal. Yang tak kalah penting,  untuk menghemat waktu jangan lupa kerjakan dulu soal yang mudah.

Pilih soal yang mudah, dokumentasi pribadi

5. Cari dan coret pilihan jawaban yang salah

Ini adalah satu trik untuk menyortir jawaban. Trik yang sangat bermanfaat apalagi jika pilihan jawabannya hampir sama atau agak panjang.  Coret jawaban yang salah,  yang tersisa itu lah jawaban yang benar.

6. Perhitungkan jumlah soal dan pertimbangkan dengan waktu. Jangan sampai karena terlena dengan soal yang panjang kita jadi lupa waktu,  sehingga berlama lama di soal yang sulit.

7. Lakukan cek dan ricek. Biasakan mengecek ulang jawaban sebelum disubmit, agar tidak kecewa di belakangnya. 

8. Yang tak kalah penting adalah menjaga kondisi badan agar tetap sehat.

Karenanya penting kerjasama dengan orang tua agar selalu memberikan motivasi dan menjaga kondisi siswa.

Zoom bersama orang tua siswa untuk motivasi ANBK, dokumentasi P.Aksan

ANBK memang tidak berpengaruh pada kenaikan dan kelulusan siswa. Hasil ANBK nantinya dipakai sebagai proses perbaikan pembelajaran di sekolah ke depan. Meski demikian alangkah baiknya jika siswa yang terjaring ANBK mempersiapkan diri sebaik mungkin.

 Ya,  sebagai duta sekolah diharapkan siswa yang terjaring ANBK bisa melaksanakan tugas sebaik-baiknya agar didapatkan data yang valid tentang proses pembelajaran di sekolah, sehingga bermanfaat untuk perbaikan proses pembelajaran ke depannya.

Salam Edukasi…:)

Categories
Sekolah

Menceritakan Kembali, Sebuah Pengembangan Gerakan Literasi Sekolah

Penampilan Imraan 3.3.5, dokumentasi Anggita

Pagi itu siswa sudah duduk di lapangan sesuai dengan kelas masing-masing. Beberapa siswa tampak sudah siap untuk mewakili kelasnya dalam gerakan literasi pagi ini, yaitu menceritakan kembali isi buku yang sudah dibaca.

Dalam kegiatan pagi ini secara bergantian siswa maju ke depan untuk bercerita kepada teman-temannya tentang buku yang sudah dibaca serta pesan apa yang disampaikan lewat buku tersebut.

Tentang Gerakan Literasi Sekolah

Literasi membaca, Sumber gambar: PKBM Himata Tangerang

Gerakan Literasi Sekolah adalah sebuah gerakan dalam upaya menumbuhkan budi pekerti siswa yang bertujuan agar siswa memiliki budaya membaca dan menulis sehingga tercipta pembelajaran sepanjang hayat.

Salah satu implementasi GLS tertuang dalam Permendikbud No. 23 Tahun 2015, yaitu penumbuhan minat baca melalui kegiatan 15 menit membaca.

Ada tiga tahap dalan kegiatan literasi sekolah yaitu:

1. Tahap pembiasaan
Pada tahap ini kegiatan literasi bertujuan untuk kesenangan. Melalui kesenangan itulah diharapkan minat baca dan tulis  siswa akan tumbuh. Tahap pembiasan dilakukan dengan dua cara, yaitu membaca nyaring oleh dan membaca dalam hati.

2. Tahap pengembangan
Tahap pengembangan adalah tindak lanjut dari tahap pembiasaan. Pada tahap pengembangan ini, diharapkan kemampuan dan keinginan membaca para peserta didik sudah mulai muncul, dan supaya minat membacanya tidak hilang, dibutuhkan kegiatan–kegiatan  pengembangan seperti .memberikan komentar, baik secara lisan maupun tulisan, pada buku yang sudah dibaca.

3. Tahap pembelajaran
Tahap pembelajaran ini merupakan tindak lanjut dari tahap  pengembangan. Kegiatan tahap ini dilakukan untuk mendukung pelaksanaan kurikulum di sekolah dengan cara mewajibkan siswa membaca buku  nonteks pelajaran yang dikaitkan dengan pembelajaran di sekolah.

Penampilan dari siswa kelas 3.1.9, dokumentasi Anggita
Penampilan dari Pramesti 3.1.4,dokumentasi Anggita
Penampilan dari Uke 2.3.1, dokumentasi Anggita

Ada hal yang sangat  menarik pagi ini.  Untuk mendapat giliran maju ke depan siswa berebut angkat tangan, sehingga kadang Pak Herianto agak bingung untuk memilih siswa yang harus maju.

Buku yang diceritakan siswapun bermacam-macam. Mayoritas adalah buku fiksi, ada yang romance ada pula yang horor.

Bergantian siswa maju dan tampil dengan penuh percaya diri, menceritakan isi buku yang sudah dibaca sambil menunjukkan bukunya.

Penampilan dari 3.5.8, dokumentasi Anggita

Ada banyak manfaat yang bisa diambil dari kegiatan menceritakan kembali ini, di antaranya adalah:
1. Menginspirasi siswa lain untuk suka membaca.
2. Memperkaya  kosa kata..
3. Menambah informasi dan wawasan baru.
4. Mengasah daya ingat melalui membaca.

Mendengarkan siswa bercerita seolah kita diajak bertualang ke mana saja. Banyak wawasan baru juga pelajaran berharga yang bisa diambil dari sebuah buku.

Ya, Buku adalah jendela dunia, dan dengan buku kita bisa bebas berpetualang ke mana saja.

Salam Literasi

Categories
Sekolah

Unik dan Cantiknya Batik Ecoprint , Giat Keputrian Bintaraloka

Kegiatan keputrian, dokumentasi Bu Utien

Siang itu seperti biasanya siswa putri masuk aula ketika sholat Jumat sedang berlangsung. Selain membawa mukena mereka juga membawa beberapa perlengkapan. Kain mori, daun pepaya atau yang lain, juga palu kecil.

Aha, ada acara baru lagi di keputrian Bintaraloka. Dari keterangan Ibu Utien ternyata acara hari itu adalah siswa putri akan diajak membuat batik dengan teknik ecoprint.

Menata daun di atas kain, dokumentasi Bu Utien

Apakah ecoprint itu?

Proses pembuatan batik ecoprint, Sumber gambar: Ngopibareng

Ecoprint atau ecoprinting adalah sebuah teknik cetak dengan pewarnaan kain alami melalui kontak langsung antara daun, bunga, batang atau bagian tubuh lain yang mengandung pigmen warna dengan media kain tertentu.

Ecoprint adalah hasil perkembangan dari teknik ecodyeing, yaitu pewarnaan kain dari alam. Pada tahun 2006 Indiana Flint mengembangkannya teknik ecoprint ini dengan cara menempelkan tanaman yang mempunyai pigmen warna dan menempelkannya pada kain yang berserat alami.

Ada dua teknik pewarnaan yang dikenal dalam ecoprint yaitu teknik iron blanket dan teknik pounding.

Tahap ecoprint dengan teknik iron blanket:

  1. Pembersihan kain dari kotoran dengan dicuci.
  2. Siapkan pewarna dari bahan alam dengan merendam dedaunan dalam larutan cuka. Hal ini bertujuan untuk mengeluarkan zat warna pada dedaunan dengan maksimal.
  3. Bentangkan kain yang sudah dibersihkan dan tempelkan dedaunan yang sudah direndam dengan larutan cuka.
    4.Gulung dengan pipa paralon lalu ikat dengan tali.
  4. Kukus kain yang telah diikat selama 2 jam untuk pengeringan.

Tahap ecoprint dengan teknik pounding:

  1. Pembersihan kain dengan dicuci.
  2. Pewarnaan dengan cara menata daun di kain, lalu dipukul pukul untuk mengeluarkan getahnya.
  3. Cuci kain dengan air kapur supaya warnanya awet
  4. Keringkan dengan dijemur di bawah sinar matahari.
Dijemur untuk pengeringan, sumber gambar: Blender Kita

Karena motif tergantung pada bentuk daun, ecoprint menghasilkan motif yang berbeda.
Hasil ecoprint sangat bagus bila diterapkan pada berbagai produk pakaian maupun perlengkapan rumahtangga seperti; scraft, serbet, pashmina, sprei, kerudung, payung, juga tas.

Keuntungan pembuatan motif kain dengan tehnik ecoprint di antaranya adalah lebih ramah lingkungan, karena menggunakan bahan-bahan alami.

Di samping itu motif yang dihasilkan lebih unik, tidak ada yang sama satu dengan yang lain, sehingga cukup menarik minat konsumen, terutama yang senang dengan keunikan.

Karena keunikan tersebut, harga jual batik ecoprint juga cukup mahal, bahkan bisa setara dengan batik tulis.
Tidak hanya cantik, batik ecoprint ternyata juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Hasil Ecoprint, Sumber gambar: Mongabay

Kegiatan siswa siang itu berjalan menarik. Siswa membuat ecoprint dengan teknik pounding.

Setelah paparan materi dari Ibu Kusumawati dan Ibu Wahyuni Rachmawati, siswa langsung praktek bersama dengan bimbingan beliau berdua.
Siswa begitu antusias mengikuti arahan kedua narasumber. Oh ya, beliau berdua adalah alumni Bintaraloka tahun 1981.

Kegiatan hari itu ditutup dengan sholat Dhuhur berjamaah, dan tugas siswa adalah meneruskan proses pembuatan tersebut di rumah dan hasilnya dibawa kembai dua minggu mendatang.

Jangan lupa, ada hadiah menarik dari Ibu-ibu narasumber bagi siswa dengan hasil ecoprint terindah.

Aha, ayo semangat membuat ecoprint tercantik kalian.
Sampai jumpa dua minggu mendatang..

Categories
Sekolah

Belajar Menjadi Konten Kreator Melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Mengambil gambar di depan lobby, dokumentasi Pak Fabi

Layar LCD mulai memunculkan gambar. Dua orang tampak duduk di sebuah tempat yang tinggi. Satu berbaju putih putih, satunya hitam-hitam. Dua-duanya membawa buku tebal. Siapa mereka?

Yang berbaju putih tampak suntuk. Tidak ada yang dikerjakan, bahkan saking bosannya sampai temannya ditinggal tiduran. Sementara yang berbaju hitam tampak begitu sibuk menulis dan mengamati apa saja yang terjadi di bawahnya. Mengamati sepak terjang manusia dan terus menambahkan catatan dalam bukunya. Teman berbaju putih di sebelahnya benar benar ‘dicueki’.

Akhir adegan, karena tidak ada yang dikerjakan dan semakin suntuk, yang berbaju putih membanting buku dan  pergi. Kamera mengambil gambar buku tebal tadi dari dekat. Terdapat tulisan besar di cover buku.  Catatan Amal Kebaikan di buku yang satu dan Catatan Amal Keburukan di buku yang lain.

Pertanyaan langsung terjawab. Ternyata keduanya adalah malaikat pencatat amal kebaikan dan amal keburukan manusia.

Ada pesan yang ingin disampaikan di sini. Kian hari betapa banyak manusia yang berbuat jahat, dan manusia yang berbuat baik semakin sedikit. Apa akibatnya? Malaikat pencatat amal keburukan makin sibuk sementara pencatat amal kebaikan semakin ‘tidak ada kerjaan’. Sebuah cara yang cerdas untuk menyampaikan masalah spiritual, tentang kebaikan dan kejahatan.

Adegan tersebut terdapat pada film pendek Menulis Untuk Tuhan karya Bhekti Setyowibowo seorang kontent kreator asal Malang. Video mengambil lokasi di bagian atas Pasar Besar dan dibuat tanpa terlalu banyak dialog dan dengan durasi waktu yang tak begitu lama. Meski begitu isinya langsung mengena di hati penontonnya.

Ya, Jumat pagi itu Bintaraloka mengundang Bhekti Setyowibowo untuk memberikan inspirasi dan tips untuk menjadi konten creator sebagai salah satu rangkaian kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Aula Bintaraloka I.

Dialog dengan konten kreator, dokumentasi Pak Fabi

Dalam kegiatan sebelumnya tentang Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila  Tema 1 yaitu Aku Bijak Berinternet, Bintaraloka  telah mengundang narasumber dari Dinas Kominfo, Polresta dan Tokoh Agama. Ketiganya banyak menyoroti sisi negatif dari internet.

Nah, di narasumber yang keempat ini diadakan tinjauan tentang internet dengan kacamata yang lain yaitu sisi positif internet sebagai wadah menuangkan kreativitas dan salah satunya adalah menjadi konten kreator.

Tidak bisa dipungkiri bahwa menjadi konten kreator termasuk salah satu cita-cita anak zaman sekarang. Apalagi ada banyak contoh konten kreator yang menjadi idola mereka yang meraih kesuksesan. Melalui projek ini juga ditekankan bagaiman cara menjadi konten kreator yang baik, tidak hanya untuk mencari uang, tapi yang kontennya bisa menyampaikan pesan tertentu.

Konten kreator adalah orang yang membuat konten edukatif atau menghibur sesuai keinginan audiens. Konten yang dibuat oleh kontent kreator bisa bermacam-maca.  Seperti foto, video, digital art, podcast,tulisan dan lainnya. Konten-nya bisa dibagikan melalui berbagai media sosial yang sesuai.

Selain sebagai konten kreator video, Bhekti Setyowibowo adalah pengajar di Universitas Bina Nusantara. Mata kuliah yang diampu adalah Content Production, Workplace Ethics and Behavior dan Intercultural Communication.

Ide berasal dari masalah sederhana di sekitar kita, dokumentasi Bu Yuliana

Dalam pemberian materinya Mas Bhekti mengatakan bahwa ide untuk membuat sebuah konten biasanya berangkat dari kegelisahan atas apa yang terjadi di sekitar kita. Bisa dimulai dari hal hal yang sederhana, misal masalah terlambat datang ke sekolah, tidak mengerjakan PR dan lain-lain.

Ide-ide tersebut dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah konten yang enak untuk dinikmati dengan tetap memberikan sebuah pesan yang bermanfaat.

Sesudah mendapatkan inspirasi dan berbagai trik untuk membuat konten video yang baik pengetahuan siswa masih dipertajam lagi dengan pengarahan cara-cara mengedit video oleh Pak Fabi dan Joceline siswa kelas 9.5 di minggu berikutnya.

Materi dari Pak Fabi, dokumentasi Joceline
Materi dari Joceline, dokumentasi Pak Fabi

Kehandalan Pak Fabi dan Joceline dalam fotografi atau pembuatan video sudah tidak perlu diragukan lagi. Banyak foto atau video bagus yang lahir dari keduanya bersama tim BBC.

Dalam pemberian materi tentang edit video banyak pertanyaan yang muncul. Ini membuktikan bahwa siswa sangat antusias, karena hal tersebut sangat dekat dengan dunia mereka.

Ada pesan penting Pak Fabi dalam pemberian materi ini, yaitu pahami benar-benar perangkat yang dipakai untuk membuat video ( dalam hal ini HP), jangan takut untuk mencoba dan selalu ingin tahu.

Mendiskusikan ide, dokumentasi Pak Fabi

Sesudah pemberian materi, siswa diminta langsung praktik membuat video. Dengan bekerjasama dalam kelompok mereka membuat script, mengatur adegan, juga berusaha membuat dialog yang bagus.

Aksi sang sutradara, dokumentasi Bu Yuliana

Kerjasama, kekompakan, juga integritas siswa benar benar diuji di akhir tugas Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila ini. Siswa melaksanakan tugas dengan penuh kesungguhan. Ada yang bertindak sebagai sutradara, pemain ataupun editor.

Shooting di gazebo, dokumentasi Bu Yuliana

Pengambilan gambar dilakukan di lingkungan sekolah, dan tema yang diambilpun bermacam-macam.

Di akhir projek nantinya akan dipilih video terbaik untuk diupload di youtube SMP Negeri 3 Malang.

Bekerja sesuai peran masing-masing, dokumentasi Bu Yuliana

Sebuah projek yang sangat seru.
Melalui projek ini siswa belajar bagaimana membuat konten yang baik dengan memanfaatkan internet.

Ya, karena internet pada dasarnya hanyalah alat. Ia bisa menimbulkan mudharat, tapi juga manfaat yang begitu besar. Tergantung bagaimana kita menggunakannya.

Categories
Cerita

Ojo Dipikir Marahi Mumet

Pedagang di pasar, Sumber gambar: Totabuan. News

Mbak Menik menjalankan Varionya dengan santai. Vario lawas yang setia.

Wajahnya begitu cerah.  Tidak ada yang seindah Minggu pagi memang.  Minggu pagi selalu membuatnya agak bernafas lega.  Ya,  tidak tergesa gesa seperti biasanya karena anak sekolah libur,  termasuk Nanang putera semata wayangnya yang tiap hari masuk jam setengah tujuh .

“Belanja Mbak? ” tanya Bu Pri di tepi jalan.  Sepagi itu Bu Pri sudah pulang dari pasar sambil membawa tas kresek isi belanjaan.
“Inggih Bu,   monggo, ” jawab Mbak Menik ramah.

Pasar,  itu tujuan utama Mbak Menik.  Meski tidak terlalu jauh dari rumah ia lebih suka naik motor. Ya,  kadang-kadang dari pasar ia juga ingin sedikit berkeliling mencari hawa segar.

Uang lima puluh ribu tersimpan rapi di dompet. Uang terakhir dari Mas Marno dua hari yang lalu. 

Dua hari yang lalu Mas Marno dapat order memasang keramik di rumah tetangga.  Alhamdulillah sehari diberi 200.000 . Walah,  rezeki itu..  Biasanya juga 125-150.000

Sebagai suami yang baik Mas Marno memberikan semua uangnya pada sang istri tercinta.  Yang penting rokok, jangan sampai telat he.. He…

Ini hari ketiga, berarti sudah pantas kalau uangnya tinggal 50.000. Rencananya Mbak Menik mau memasak sop,  tempe,  tahu dan telor dadar.  Sisanya buat uang saku sekolah Nanang besok pagi.

Perkara belanja besok,  gampanglah.  Pasti ada rezeki,  bisik hatinya yakin. 

Sebelum belanja Mbak Menik bertekad melakukan survey pasar dulu pagi ini.  Bukankah kemarin Pak Presiden sudah resmi mengumumkan kenaikan harga BBM? Apakah ada akibatnya?
Wah,  pasti harga-harga naik semua.  Efek domino kata orang orang pinter.  Kenaikan BBM pasti membuat yang lain pada naik.

“Di sini Mbak.., ” kata Mas Pardi tukang parkir pasar sambil menunjuk tempat yang kosong. Bergegas Mbak Menik memarkir sepedanya. 
“Jangan dikunci setir ya, ” kata Mas Pardi lagi.
“Inggih Mas, ” kata Mbak Menik sambil mengangguk dan tersenyum,  lalu bergegas masuk pasar.

Survey dimulai. 
“Tempe pinten,  Mbak? “
“Halaah,  tetap..  Dua ribu,  tahu dua ribu limaratus.., ” jawab si penjual.
Mbak Menik tersenyum lega.  Diraihnya dua tempe dan satu tahu.  Perasaan agak beda, pikirnya. Oh ya,  irisannya agak kecil.  Meski sedikit Mbak Menik bisa merasa. Tapi tak apa-apalah. 
Setelah membayar,  bergegas ia menuju penjual telor.

“Telor pinten Bu? “
28.000  sekilo.., ” jawab si penjual.
Walah..  Katanya turun..  Masih mahal ternyata. 
“Sekilo? ” tanya penjual lagi.
“Seperempat saja, ” kata Mbak Menik tersenyum.
Penjual ikut tersenyum , sambil mulai menimbang telor.

“Ayam pinten? ” tanya Mbak Menik lagi.  Kebetulan penjual telor juga berjualan ayam dan aneka bumbu.
“Tiga puluh tiga..”
Penjual menyodorkan telor pada Mbak Menik
“Ayamnya berapa? ” tanya si penjual.
“Besok saja, ” jawab Mbak Menik tersenyum.  Manis..

Tujuan akhir ke pedagang sayur. 
“Sop- sopan lima ribu, ” kata Mbak Menik sambil menyodorkan uang sepuluh ribuan.
“Yang lima ribu lombok sama tomat, ” tambahnya. Ya,  apapun lauknya sambel harus ada.  Karena itu stok lombok dan tomat tidak boleh kosong di tempat bumbu.

Dengan sigap pedagang sayur memasukkan aneka sayur untuk sop.  Kubis,  wortel,  kentang, buncis,  seledri,  brambang daun, dan terakhir memasukkan lombok dan tomat.

“Wortelnya kok cuma dua?  Biasanya tiga?” protes Mbak Menik.
Pedagang sayur tertawa renyah.  Ia sudah mendapat banyak protes pagi ini.
” BBM naik Mbak…  Alamat naik semua ini, ” katanya sambil memberikan kresek berisi sop- sopan. 

“Wah,  alamat kalau sudah naik lupa turun ini, ” kata pembeli di sebelahnya.
“Lha iya ta..  Semua kalau sudah naik ya sulit turunnya,” jawab pedagang sayur.
Pembeli pada tertawa.  Mbak Menik juga. Meski agak masam kali ini.

Waduh,  sudah tempenya kecil,  sayur sopnya sedikit pula. Alamat makan juga dikurangi..
Gak apa apa wes.. yang penting beras jangan ikut naik.  Malah susah itu, hibur Mbak Menik pada dirinya sendiri.

“Ya,  nasib wong cilik ya..  Manut ae wes..,” kata pembeli yang lain lagi.
“Lha gak manut terus mau apa? Gak usah dipikir..  Marahi mumet.., ” kata penjual sayur sambil tertawa. 
“Iya wes, dijalani bareng saja, ” timpal Mbak Menik disambut tawa renyah yang lain.  Dengan sigap pembeli yang lain memilih sayuran.  Mbak Menik menerima kresek dan segera menuju parkiran pasar.

Setelah membayar parkir,  mesin dihidupkan,  dan Vario mulai berjalan pelan.  Tidak ada acara keliling mencari hawa segar pagi ini. Semua harus dihemat.

Angin bertiup perlahan.  Lewat depan  kios Pak Man penjual jamu terdengar lagu yang hits akhir akhir ini:

Joko Tingkir ngombe dhawet
Jok dipikir marahi mumet…

Mbak Menik tersenyum,  tapi juga puyeng memikirkan trik apa yang harus dilakukan untuk menjaga stabilitas dapur dan ketahanan pangan di rumahnya.