Ada anak bertanya pada bapaknya, buat apa berlapar lapar puasa,
Ada anak bertanya pada bapaknya, tadarus tarawih apalah gunanya
Syair lagu Ada Anak Bertanya pada Bapaknya
Di antara banyak lagu religi, lagu satu ini paling mempunyai tempat di hati saya. Dulu bapak sering menyetel lagu ini karena beliau penggemar Bimbo.
Ya, ini adalah salah satu lagu religi dari Bimbo. Syair lagu diciptakan oleh Taufiq Ismail dan dinyanyikan oleh Bimbo di kisaran tahun 1980. Lagu ini dinyanyikan lagi oleh Tompi pada tahun 2023.
Lagu yang sederhana tapi selalu menimbulkan rasa haru, bukan karena melodinya yang syahdu, tapi juga mengingatkan kita bahwa sebelum guru di sekolah ada figur yang menjadi guru anak di rumah yaitu orang tua.
Seperti judulnya lagu ini berisi tentang dialog anak dengan bapaknya. Di mana si anak bertanya untuk apa kita harus berpuasa? Untuk apa kita harus tadarus dan tarawih?
Dan dengan sederhana Sang Bapak menjawab bahwa puasa mengajarkan kita kerendahan hati lewat rasa lapar, tadarus artinya membaca sekaligus memahami Al Qur’an, tarawih adalah ibadah sholat di bilang Ramadhan untuk mendekatkan diri pada Ilahi.
Dialog yang sederhana namun penuh makna. Dari percakapan ini ada pelajaran berharga yang bisa kita ambil, seperti:
1. Dialog antar generasi yang tulus
Lagu ini menggambarkan momen langka dan berharga terutama saat ini. Di era serba cepat dan dunia seolah dalam genggaman dialog antara orang tua dan anak terasa kian jarang. Ya, anak sudah mempunyai ‘guru’ yang ada dalam perangkat digital mading-masing, sehingga jarang ngobrol atau dialog dengan orang tua
Ramadhan adalah bulan yang mempertemukan keluarga, terutama saat sahur, berbuka, atau tarawih. Di saat-saat inilah “ruang dialog” itu sangat terasa. Anak bertanya dengan penuh keingintahuannya, sementara orang tua menjawab dengan penuh kasih sayang dan kebijaksanaan.
2. Transfer nilai, bukan sekadar pengetahuan
Pertanyaan anak dalam lagu itu tersebut bukan sekadar mencari informasi faktual, ia sedang mencari makna.
Di sinilah peran orang tua sebagai guru kehidupan memberikan jawaban bahwa puasa bukan hanya untuk menahan haus dan lapar tapi mengajar kita tentang empati, kesabaran dan ketaatan.
Proses transfer nilai inilah yang akan membentuk karakter dan akan selalu diingat anak di masa yang akan datang.
3. Keteladanan (Uswatun Khasanah) Sang Bapak
Mungkin tidak digambar kan jelas dalam lagu itu, tapi lewat dialog dengan sang bapak terjadilah “ruang kelas”, dan inti dari sebuah ruang kelas adalah keteladanan. Ketika anak bertanya, bukankah ia juga mengamati mengapa bapak saya harus bangun djnpagi buta untuk sahur, menahan haus dan lapar dan memperbanyak ibadah di bulan Ramadhan?
Dan sebuah teladan lebih baik daripada seribu nasehat.
Keluarga adalah tempat bersemainya pendidikan yang paling utama, karena di sanalah anak-anak mengalami proses ‘among’ atau asah, asih, asuh dari orang tuanya
Ki Hadjar Dewantara
Singkat cerita betapa lagu Ada Anak Bertanya pada Bapaknya mengingatkan kita tentang peran keluarga sebagai ruang kelas yang pertama bagi anak. Keluarga adalah sekolah pertama anak, dimana lewat keteladanan dan interaksi orang tua memberikan pendidikan pertama bagi anak anaknya.
Tanpa kurikulum formal, tapi cara berkomunikasi, menghormati serta saling menyayangi yang dicontohkan orang tua akan terus dibawa oleh si anak sepanjang hayat. Seperti nasehat dari Ki Hadjar Dewantara bahwa: “Keluarga adalah tempat bersemainya pendidikan yang paling utama, karena di sanalah anak-anak mengalami proses ‘among’ atau asah, asih, asuh dari orang tuanya.”
Sekedar berbagi cerita, selamat menjalankan puasa Ramadhan..😊
- “Ada Anak Bertanya pada Bapaknya” dan Rumah Sebagai Ruang Kelas Pertama Anak - February 19, 2026
- Belajar untuk Kehidupan, Sebuah Catatan Pelaksanaan Ujian Praktik Sekolah - February 16, 2026
- Matematika Realistik, Sebuah Alternatif Pelaksanaan Ujian Praktik Matematika - February 7, 2026