Categories
Reportase

Kegiatan Pasca Ujian, Pengarahan dan Berbagai Informasi pada Siswa Kelas Sembilan

Pagi ini kegiatan pasca ujian diisi dengan  pengarahan kepada siswa kelas sembilan SMP Negeri 3 Malang. Ada beberapa materi yang diberikan yaitu tentang sopan santun dan etika, motivasi, pelepasan siswa juga PPDB.

Dalam materi sopan santun dan etika Bu Any menjelaskan tentang perlunya siswa untuk menjaga tingkah laku, karena di manapun siswa berada, mereka harus tetap menjaga nama baik SMP Negeri 3 Malang.

Sesudah motivasi dari Pak Aksan, siswa mendapatkan pengarahan tentang PPDB SMA/SMK. Pengarahan diberikan oleh Ibu Yuliana Damayanti selaku staf kurikulum.

Pengarahan dari Mister Sony, dokumentasi Bu Any

Di akhir acara yang tak kalah penting adalah pengarahan dari  Mister Sony sebagai sie acara Pelepasan Siswa yang akan di adakan pertengahan Juni 2023.

Tentang PPDB SMA/SMK Propinsi Jawa Timur

Pengetahuan tentang PPDB adalah sangat penting bagi siswa kelas sembilan. Karena berkaca dari pengalaman PPDB setiap tahun, selalu ada masalah yang timbul di kalangan siswa pendaftar.

Masalah tersebut misalnya salah menginput nilai, salah melakukan verifikasi dan yang paling fatal adalah tidak membaca jadwal pelaksanaan PPDB.

Pada prinsipnya sebagian besar masalah timbul berkaitan dengan kurangnya pemahaman siswa terhadap juknis PPDB.

Berdasarkan Juknis PPDB Jawa Timur tahun 2023, ada lima jalur PPDB SMA /SMK yang meliputi:

1. JALUR AFIRMASI

Jalur ini diperuntukkan bagi calon siswa yag berasal dari keluarga kurang mampu, anak buruh dari keluarga kurang mampu dan penyandang disabilitas.

Tujuan diadakannya jalur afirmasi adalah untuk memastikan masyarakat dari keluarga ekonomi tidak mampu dan anak penyandang disabilitas mendapatkan pelayanan pendidikan berkualitas

Pengarahan tentang PPDB, dokumentasi Bu Any

2. JALUR PERPINDAHAN TUGAS ORANG TUA/WALI

Jalur ini diperuntukkan bagi calon siswa baru yang orang tuanya pindah tugas ,anak guru/tenaga kependidikan, dan anak tenaga kesehatan.

3. JALUR PRESTASI HASIL LOMBA

Jalur ini ditujukan untuk calon siswa yang memiliki lomba bidang akademik dan lomba bidang non akademik secara berjenjang atau tidak berjenjang, yang diselenggarakan oleh instansi pemerintah atau swasta di tingkat kabupaten/kota, provinsi, tingkat nasional serta tingkat internasional.

4. JALUR PRESTASI NILAI AKADEMIK

Pendaftaran lewat jalur ini sistem penilaiannya menggunakan gabungan rata-rata nilai rapor SMP/MTs mulai semester 1 sampai dengan semester 5, nilai akreditasi dan indeks sekolah asal yang dimiliki oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

Tujuan diadakan jalur prestasi akademik maupun non akademik adalah untuk membangun iklim kompetisi yang mendorong prestasi siswa.

5. JALUR ZONASI

Jalur Zonasi ditujukan bagi calon siswa calon yang berdomisili di dalam zona dan/atau luar zona berdasarkan alamat pada kartu keluarga yang diterbitkan paling singkat 1 (satu) tahun sebelum tanggal pendaftaran Tahap I PPDB 2023,yaitu  tanggal 19 Juni 2023.

Diadakannya jalur zonasi adalah untuk mendorong peran komunitas dalam penyelenggaraan pendidikan, sehingga masyarakat sekitar sekolah  mempunyai rasa memiliki terhadap penyelenggaraan pendidikan.

Jalur zonasi mempunyai prosentase terbesar dalam PPDB yaitu 50%.

Hal-hal yang harus dipersiapkan siswa dalam menghadapi PPDB adalah:

Satu : Baca juknis dengan teliti. Pada juknis diterangkan tentang syarat peserta PPDB, tahapan pendaftaran, macam-macam jalur dan prosentasenya dalam PPDB juga tata cara pendaftaran.

Dua : Siapkan berkas yang diperlukan, misal KK, Akte, rapor atau piagam dalam bentuk yang ditentukan.

Tiga : Pelajari profil sekolah yang akan dituju. Jangan sampai sudah diterima di sebuah sekolah, kemudian kecewa karena kegiatan yang ada di sekolah tidak seperti yang diharapkan. Kenali profil sekolah, lalu tentukan pilihan. Bukankah tak kenal maka tak sayang?

Demikian hal-hal yang perlu diperhatikan siswa sebagai peserta PPDB.

Pada prinsipnya sebagai peserta PPDB, siswa maupun orang tua harus rajin berliterasi.

Jangan malas membaca, rajin-rajin membuka website PPDB supaya jangan sampai ketinggalan informasi.

Semoga bermanfaat dan tetap semangat 🙂

Categories
Reportase

Mengapa Tes Calistung Perlu Dihapus dari PPDB SD dan MI?

Beberapa ibu tampak duduk di depan sebuah taman kanak kanak. Sambil menunggu anak-anak keluar dari ruang kelas, mereka mengobrol bersama.

Salah satu ibu menceritakan betapa anaknya yang sudah duduk di TK B sudah pintar membaca, menulis dan berhitung (calistung), sementara beberapa ibu yang lain tampak begitu resah. Betapa tidak? Anak-anak mereka yang juga duduk di TK B belum juga bisa membaca. Lalu bagaimana tes masuk SD nya nanti?

Di atas adalah gambaran keresahan orang tua murid ketika anaknya menginjak TK B atau nol besar.

Betapa orang tua dikejar-kejar rasa khawatir. Sebentar lagi PPDB Sekolah Dasar. Jika anaknya tidak bisa membaca ataupun berhitung bagaimana bisa masuk SD sesuai keinginan? Ya, untuk masuk SD, banyak sekolah yang mensyaratkan calon siswa harus sudah bisa calistung.

Belajar karakter baik cinta pada binatang, dokumentasi pribadi Ima

Tapi itu tahun-tahun kemarin. Angin perubahan mulai terjadi berkaitan dengan tes masuk SD ini.

Baru-baru ini Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah menghapus tes calistung pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk jenjang SD/MI.

Kebijakan ini adalah bagian dari program Merdeka Belajar episode 24 tentang Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan dan diluncurkan akhir Maret lalu.

Para pakar pendidikan sangat mengapresiasi kebijakan Kemdikbudristek tersebut. Mengapa? Alasannya jelas. Calistung belum waktunya diberikan pada anak usia 0-6 tahun.

Jika untuk masuk SD harus ada tes calistung, maka guru akan lebih fokus mengajarkan calistung daripada memaksimalkan aspek pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini yang meliputi enam aspek yaitu nilai agama dan moral, fisik motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan seni.

Belajar tentang lingkungan, dokumentasi pribadi Ima

Selama ini ada anggapan yang salah bahwa TK atau PAUD yang hebat adalah yang siswanya sudah bisa calistung. Padahal TK dan PAUD bukan usia yang tepat untuk mengajarkan calistung. TK dan PAUD adalah saat yang tepat untuk menanamkan berbagai pendidikan karakter pada siswa.

Berbagai hal yang perlu ditanamkan pada siswa TK dan PAUD adalah:

  1. Anak mulai dikenalkan dengan dunia sekolah. Belajar di PAUD dan TK membuat mereka lebih siap dalam menerima pelajaran di jenjang selanjutnya yaitu SD atau MI.
  2. Membiasakan anak terhadap kegiatan terstruktur. Dengan belajar di PAUD atau TK anak dibiasakan dengan rutinitas kegiatan yang terstruktur. Misal baris sebelum masuk kelas, berdoa sebelum pelajaran dimulai dan lain-lain.
  3. Mengajari anak disiplin dan mengikuti peraturan
    Jika di rumah anak terbiasa bermain sesuka hatinya, di sekolah ia harus belajar mengikuti aturan yang ada. Mengikuti aturan yang ada bisa membantu anak untuk belajar beradaptasi dengan lingkungan yang baru.
  4. Merangsang imajinasi dan kreativitas.
    Anak usia TK belajar dengan cara bermain. TK merupakan tempat terbaik untuk memfasilitasi gaya belajar anak usia dini. Sebab jika anak belajar dalam suasana yang menyenangkan, ia akan lebih mudah untuk memahami berbagai pembelajaran yang diberikan, juga mengembangkan imajinasi dan kreativitasnya.
  5. Belajar ketrampilan dasar membaca dan menulis melalui berbagai macam permainan. Namun perlu diingat, pada usia ini yang lebih penting daripada belajar membaca adalah belajar cinta membaca. Belajar cinta membaca bisa ditanamkan lewat bercerita atau bermain peran.
  6. Belajar berinteraksi dengan orang lain melalui berbagai macam permainan. Anak belajar bagaimana menghormati orang lain, sopan santun, berbagi, saling memaafkan dan sebagainya.
Sopan santun saat makan, dokumentasi pribadi Ima

Pada fase golden years ini (1-6 tahun), otak anak mengalami perkembangan sangat pesat. Berbagai pengalaman yang diperoleh anak pada fase ini akan terekam dan membentuk kepribadiannya yang akan terus dibawa hingga kelak mereka dewasa nanti.

Karenanya pada usia dini yang lebih penting adalah menanamkan pendidikan karakter baik pada diri anak, bukan sekedar mengajarkan kemampuan kognitif saja.

Semoga dengan adanya kebijakan penghilangan calistung dari PPDB SD dan MI, anak-anak akan belajar dalam suasana gembira tanpa dibebani sesuatu yang tidak sesuai untuk usianya.

Belajar berinteraksi dengan sesama, dokumentasi pribadi Ima

Bermain dengan gembira membuat mereka belajar dengan gembira. Karena di usia anak-anak dalam bermain itu hakekatnya mereka sedang belajar.

Majulah pendidikan Indonesia..
Salam Edukasi