Categories
Pembelajaran Matematika

Pi, Pi Day dan Luasnya Ilmu Sang Pemilik Semesta

Kalian pasti mengenal pi bukan? Apakah pi itu? Berapa nilainya? Berikut adalah cerita tentang perjalanan mencari nilai pi dan juga Pi day.

Rasa ingin tahu dan penyelidikan tentang nilai pi sebenarnya sudah dilakukan sejak zaman Babilonia. Adalah Archimides, seorang  ahli matematika Yunani yang hidup sekitar 287 SM – 212 SM  yang mula-mula menentukan nilai pi sekitar 22/7 atau 3,14.

Simbol pi mula-mula dikenalkan oleh William Jones pada tahun 1706. Simbol pi diambil dari alfabet Yunani yaitu abjad ke 16.

Banyak rumus matematika yang menggunakan nilai pi. Pada saat belajar trigonometri atau geometri yang menyangkut lingkaran, elips, dan bola, disitu kita akan sering bertemu dengan nilai pi.

Pi juga digunakan sebagai satuan ukuran sudut. Selain derajat, ukuran sudut yang lain adalah radian. Radian berasal dari kata radius atau jari-jari.

Mengukur.keliling, mencari nilai pi, dokumentasi pribadi

Karena Keliling= 2 x pi x jari-jari, maka ukuran sudut 360 derajat = 2 pi radian.

Jadi 180 derajat = pi radian, atau 1 radian = 57,296 derajat. 

Selain matematika banyak ilmu lain yang menggunakan nilai pi seperti kosmologi, termodinamika, mekanika, fraktal, dan elektromagnetisme.

Perjalanan Mencari Nilai Pi

Nilai pi, sumber gambar: CNN

Sekitar 250 SM, pi (Ï€) pertama kali dihitung oleh matematikawan terkenal bernama Archimedes dari Syracuse. Hasil dari perhitungannya, Archimedes hanya menemukan perkiraan bilangan, yaitu antara 3 1/7 dan 3 10/71, atau nilai rata-rata yang didapat sekitar 3,1418.

Selanjutnya seorang matematikawan asal Cina, yaitu Liu Hui. Menggunakan metodenya sendiri, ia menemukan 5 digit desimal menjadi 3,14159.

Di tahun tahun berikutnya, matematikawan Hindu Aryabhata, Brahmaputra, sampai matematikawan Arab, yaitu Mohammed bin Musa al Khawarizmi juga mencoba menghitung nilai pi (Ï€), tapi hasil yang diperoleh masih kurang akurat.

Kemudian dengan menggunakan metode Archimedes, matematikawan asal Jerman, Ludolph Ceulen menemukan pendekatan nilai pi hingga 35 digit.

Sebelum era komputer, D.F Ferguson berhasil menghitung nilai pi hingga 620 angka di belakang koma.

Pada tahun 2019, seorang ilmuwan komputer yang juga bekerja di Google bernama Emma Haruka Iwao, berhasil menemukan 32 triliun digit pi dengan akurat.

Tapi, pada 29 Januari 2020, Timothy Mullican berhasil menemukan 50 triliun digit pi (Ï€) yang jauh lebih akurat. Banyak sekali bukan?

Tentang Pi Day

Sumber gambar: USA today

Pi Day diperingati setiap tanggal 14 Maret. Peringatan Pi day untuk pertama kali dilaksanakan pada 14 Maret 1988 oleh fisikawan Larry Shaw. Perayaan dilaksanakan di Exploratorium di San Francisco, Amerika Serikat.

Larry Shaw dan para stafnya merayakan Pi day dengan berbaris  mengelilingi sebuah ruang bundar sembari memakan kue pai.

Dalam perkembangannya, Pi Day tak cuma dirayakan dengan makan kue pai, tetapi juga melempar kue pai dan membahas pentingnya bilangan pi.

Mengapa kue pai? Ada kedekatan istimewa antara kue pai dan pi. Kue pai berbentuk lingkaran dan untuk mencari keliling serta luasnya memerlukan nilai pi.

Kue Pai, sumber gambar : Kompasiana

Tanggal 14 Maret diambil dari nilai pi = 3.14. Penulisan tanggal dengan gaya Amerika adalah bulan diikuti tanggal, lalu tahun. Jadi dari nilai pi 3,14 merepresentasikan  bulan 3 (Maret), tanggal 14.

Perayaan hari pi yang lain yaitu pada tanggal 22 Juli. Ini berdasarkan perhitungan Archimedes bahwa nilai pi adalah 22/7.

Fakta menarik lain dari Pi Day adalah 14 Maret adalah tanggal kelahiran Albert Einstein (14 Maret 1879 ) dan hari meninggalnya Stephen Hawking (14 Maret 2018). 

Jadi saat memperingati Pi Day kita sebenarnya juga memperingati hari istimewa dua ilmuwan besar tersebut.

Seiring dengan berjalannya waktu, bukan hal yang mustahil jika angka belakang koma nilai pi terus bertambah dan bertambah, karena pi adalah bilangan irasional, dan salah satu ciri dari bilangan irasional adalah angka di belakang koma terus berulang dengan tidak teratur.

Nilai Pi yang tidak terbatas memberikan gambaran pada kita tentang betapa luasnya ilmu Sang Pemilik Jagad Raya, dan menantang kita semua untuk terus mempelajarinya.

Salam Matematika 😊

Categories
Matematika

Happy International Pi Day!

Happy International Pi Day!

Sebuah ucapan tiba-tiba masuk di whatsapp saya pagi ini. Aha…,hari istimewa itu datang lagi. Hari Pi internasional yang diperingati setiap tanggal 14 Maret.

Bagi pembaca, utamanya penggemar matematika pi bukan hal yang asing. Bahkan kita sudah berakrab-akrab dengan pi sejak duduk di kelas tiga atau empat SD. Tepatnya saat mendapatkan materi keliling dan luas lingkaran.

Keliling lingkaran dirumuskan dengan K = pi x diameter sedangkan luas lingkaran adalah L = pi x jari-jari x jari-jari. Dengan nilai pi adalah 3.14 atau 22/7.

Dalam proses pemecahan masalah yang memerlukan nilai pi, siswa sudah bisa menentukan kapan mereka harus menggunakan 3.14, dan kapan menggunakan 22/7. Jika  jari-jari atau diameter lingkaran adalah bilangan kelipatan tujuh, maka pi menggunakan 22/7, jika bukan kelipatan tujuh, pi menggunakan 3,14.

Di SMP, sebelum pandemi pembahasan materi lingkaran tidak hanya mencakup tentang luas dan keliling dan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari tapi juga bagaimana mendapatkan nilai 22/7 atau 3.14 untuk pi. Namun saat penerapan kurikulum darurat materi tersebut tidak diajarkan.

Sekilas Tentang Pi

Sumber gambar : iStock

Rasa ingin tahu dan penyelidikan tentang nilai pi sudah dilakukan sejak zaman Babilonia. Adalah Archimides, seorang  ahli matematika Yunani yang hidup sekitar 287 SM – 212 SM  yang mula-mula menentukan nilai pi sekitar 22/7 atau 3,14.

Simbol pi mula-mula dikenalkan oleh William Jones pada tahun 1706. Simbol pi diambil dari alfabet Yunani yaitu abjad ke 16.

Banyak rumus matematika yang menggunakan nilai pi. Pada saat belajar trigonometri atau geometri yang menyangkut lingkaran, elips, dan bola, disitu akan kita selalu bertemu dengan nilai pi.

Pi juga digunakan sebagai satuan ukuran sudut. Selain derajat, ukuran sudut yang lain adalah radian. Radian berasal dari kata radius atau jari-jari.

Karena Keliling= 2 x pi x jari-jari, maka ukuran sudut 360 derajat = 2 pi radian.

Jadi 180 derajat = pi radian, atau 1 radian = 57,296 derajat. Selain matematika banyak ilmu lain yang menggunakan nilai pi seperti kosmologi, termodinamika, mekanika, fraktal, dan elektromagnetisme.

Tentang Pi Day

Pi dan kue Pai, sumber gambar: USA Today

Pi Day diperingati setiap tanggal 14 Maret. Peringatan Pi day untuk pertama kali dilaksanakan pada 14 Maret 1988 oleh fisikawan Larry Shaw. Perayaan dilaksanakan di Exploratorium di San Francisco, Amerika Serikat.

Larry Shaw dan para stafnya merayakan Pi day dengan berbaris  mengelilingi sebuah ruang bundar sembari memakan kue pai.

Dalam perkembangannya, Pi Day tak cuma dirayakan dengan makan kue pai, tetapi juga melempar kue pai dan membahas pentingnya bilangan pi.

Mengapa kue pai? Ada kedekatan istimewa antara kue pai dan pi. Kue pai berbentuk lingkaran dan untuk mencari keliling serta luasnya memerlukan nilai pi.

Tanggal 14 Maret diambil dari nilai pi = 3.14. Penulisan tanggal dengan gaya Amerika adalah bulan diikuti tanggal, lalu tahun. Jadi dari nilai pi 3,14 merepresentasikan  bulan 3 (Maret), tanggal 14.

Perayaan hari pi yang lain yaitu pada tanggal 22 Juli. Ini berdasarkan perhitungan Archimedes bahwa nilai pi adalah 22/7.

Fakta menarik lain dari Pi Day adalah 14 Maret adalah tanggal kelahiran Albert Einstein (14 Maret 1879 ) dan hari meninggalnya Stephen Hawking (14 Maret 2018). Jadi saat memperingati Pi Day kita sebenarnya juga memperingati hari istimewa dua ilmuwan besar tersebut.

Bagaimana Kami Memperingati Pi Day

Selamat Hari Pi , dokumentasi pribadi

Peringatan Pi Day kali ini kami adakan di kelas dengan cara mengadakan percobaan untuk menentukan nilai pi, dan memberikan paparan pada siswa tentang fakta-fakta unik dari pi.

Percobaan di awali dengan membuat kelompok, mengeluarkan benda-benda berbentuk keliling lalu mengukur keliling dan diameternya.

Mengukur keliling, dokumentasi pribadi

Ada dua cara yang digunakan siswa untuk mengukur keliling lingkaran.

  1. Melilit benda dengan tali atau benang lalu panjang tali diukur dengan penggaris.
  2. Menggelindingkan benda berbentuk lingkaran tersebut di atas penggaris sebanyak satu kali putaran. Jarak yang ditempuh benda setelah satu kali putaran itulah keliling lingkaran.
Mengukur diameter lingkaran, dokumentasi pribadi
Mengukur keliling lingkaran, dokumentasi pribadi

Sesudah pengukuran keliling siswa diminta mengukur diameter dan hasil pengukuran ditulis di tabel yang ditayangkan di LCD.

Pada tabel terdapat kolom nama benda, keliling, panjang diameter juga hasil pembagian antara Keliling dan diameter seperti gambar berikut.

Sumber : tangkapan layar pribadi

Sesudah kolom lengkap terisi, tampak bahwa nilai Keliling dibagi diameter berkisar pada tiga koma sekian. Semakin banyak percobaan dilakukan nilai k/d akan semakin mendekati 3,14, dan inilah yang dinamakan nilai pi.

Sesudah melakukan percobaan berbagai fakta tentang pi ditayangkan. Seperti penyelidikan tentang banyaknya angka di belakang koma dari pi yang dilakukan mulai sebelum era computer hingga sekarang.

Jika sebelum era komputer, D.F Ferguson berhasil menghitung nilai pi hingga 620 angka di belakang koma, maka rekor banyak angka di belakang koma dari pi adalah 100 triliun angka.

Hal tersebut diumumkan oleh Emma Haruka Iwao seorang developer advocate di Google Cloud pada tahun 2022, dan telah mematahkan rekor atas namanya sendiri tiga tahun lalu untuk jumlah digit di belakang koma dari pi. Pada 2019 dia mampu menghitung pi hingga ke jumlah digitnya itu yang ke-31,4 triliun.

Bukan hal yang mustahil jika angka belakang koma nilai pi terus bertambah dan bertambah, karena pi adalah bilangan irasional, dan salah satu ciri dari bilangan irasional adalah angka di belakang koma terus berulang dengan tidak teratur.

Siswa dan benda-benda berbentuk lingkaran, dokumentasi pribadi

Nilai Pi yang tidak terbatas memberikan gambaran pada kita tentang betapa luasnya ilmu Sang Pemilik Jagad Raya, dan menantang kita semua untuk terus mempelajarinya.

Selamat memperingati hari Pi dan salam Matematika 🙂

Referensi:

https://sains.kompas.com/read/2012/03/14/16334138/Mencari.Ujung.Pi?page=all

kompas tekno

https://interestingengineering.com/