Categories
Cerita

Peringatan Hari Guru Nasional, Dari Prank, Konser, Hingga Puisi dan Surat Cinta

Pagi itu suasana kelas tidak seperti biasanya. Ketika ibu guru masuk kelas tiba-tiba ada konser mini. Ada pemain gitar , saxophone juga para penyanyi dengan menyalakan senter HP sebagai penyemarak suasana. Kangen,  itu lagi yang mereka bawakan.

Konser mini, dokumentasi Buz

Sementara itu di kelas lain cerita tak kalah menarik. Setelah guru masuk, ada lagu Hymne Guru, ditambah puisi yang dibawakan dengan demikian syahdu. Suasana sempat mengharu biru.

Bagaimana di kelas lain ? Prank! Hal satu ini sempat membuat bapak ibu guru marah sungguhan, tapi suasana langsung berubah menyenangkan ketika siswa memberikan ucapan selamat hari guru.

Benar-benar hari yang penuh cerita. Penuh kejutan dan tawa bersama. Apalagi ketika siswa berfoto bersama wali kelas ataupun guru-guru pengajar mereka.

Bersama wali kelas, dokumentasi 9.2

Itu adalah gambaran betapa manisnya peringatan Hari Guru Nasional yang diadakan tanggal 27 November 2023. Seharusnya Hari Guru diperingati setiap tanggal 25 November. Tapi karena tanggal 25 November jatuh pada hari Sabtu, peringatan dilaksanakan di hari Senin.

Berfoto bersama wali kelas, dokumentasi Ahfi

Peringatan ditandai dengan pelaksanaan upacara yang dimulai sekitar pukul tujuh kurang seperempat.

Adapun petugas upacara hari ini adalah Pak Gerry sebagai pemimpin, pembawa acara Mister Sony, pembawa teks Pancasila Pak Imam, pembaca sejarah PGRI Pak Aksan , pembukaan UUD 1945 Bu Maria dan doa Ibu Utin.

Bertindak sebagai pembina upacara kali ini adalah Ibu Kepala SMP Negeri 3 Malang.

Bapak/Ibu guru lain bertugas sebagai tim paduan suara.

Teacher Awards, dokumentasi Bintaraloka

Upacara berjalan khidmat. Dalam sambutannya Ibu Kepala Sekolah menyampaikan perlunya terus maju untuk mewujudkan Merdeka Belajar.

Layaknya upacara hari guru, semua berjalan istimewa. Sesudah upacara dilakukan pengumuman teacher award bagi berbagai kategori untuk bapak/ibu guru. Ada guru terdisiplin, terhumble, terkreatif, terkeren, juga penghargaan Teacher of The Year.

Seru-seruan di peringatan HGN, dokumentasi pribadi

Hal yang sangat menarik adalah karena yang menjadi penilai adalah siswa sendiri melalui voting sehari sebelumnya.

Untuk tahun ini penghargaan Teacher of The Year diraih oleh Ibu Ahfi Husniah, pengajar Ilmu Pengetahuan Alam. 

Satu kotak berisi ‘surat Cinta’, dokumentasi pribadi

Hari yang sangat istimewa. 

Ada buket bunga, bunga mawar, kue, puisi, lagu bahkan surat cinta. 

Bersama Ibu Uci, dokumentasi 9.5
Bersama 2.3.1 dan 3.5.6, dokumentasi pribadi
Berfoto bersama wali kelas, dokumentasi Buz

Aih, hari yang terasa begitu manis. Mari sejenak lupakan berbagai kesibukan bahkan mungkin juga ulangan.

Akhirnya terima kasih pada anak- anak semua atas berbagai kejutan yang begitu manis. Jika kalian mengatakan para Bapak dan Ibu Guru adalah penerang dalam gulita, maka kami mengatakan kalian adalah sumber inspirasi yang tiada habisnya.

Foto bersama Mister Sony, dokumentasi pribadi
Bersama bapak/ibu guru PPG, dokumentasi Vina

Selamat Hari Guru Nasional 2023. Semoga Bapak/Ibu guru Bintaraloka senantiasa diberikan kesehatan dan kesabaran untuk mendidik para tunas bangsa dengan sepenuh rasa cinta.

Baca juga:

Categories
Reportase

Serentak Berinovasi Wujudkan Merdeka Belajar

Pagi itu suasana Aula Tugu lebih ramai dari biasanya.  Guru-guru dari berbagai sekolah datang dengan berseragam PGRI.  Ya,  sebagai salah satu rangkaian peringatan HUT PGRI ke 77 dan Hari Guru Nasional Kota Malang mengadakan Simposium Bersama dan pameran dari karya inovasi para guru se kota Malang.

Karya para guru bisa berupa PTK,  Best Practice atau buku.

Acara dibuka oleh Bapak Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang sekitar pukul 09.00. Sesudahnya Bapak Kadinas meninjau pameran buku hasil karya para guru dan sebagai wujud apresiasi para guru diajak berbincang satu persatu.

Sekitar pukul setengah sebelas acara simposium pun dimulai.  Oh ya,  ada 250 peserta, 30 pemateri dan 40 penulis yang hadir hari itu mulai dari tingkat TK,  SD,  SMP juga SMA/SMK.

Pelaksanaan simposium dibagi dalam ruang ruang.  Kami guru SMP dijadikan satu dengan guru TK,  sementara guru SD dan SMA/SMK di ruang yang lain.

Simposium berjalan begitu gayeng. Dengan panduan Ibu Nuraini, presentasi dan tanya jawab berjalan dengan akrab.

Inovasi para guru juga sangat menarik.  Beberapa  yang sempat saya catat adalah Matematika Laba-laba, sebuah cara mengajarkan matematika di TK, Penggunaan Barcode untuk Presensi Sholat Dhuhur siswa di sekolah, sedangkan saya memaparkan tentang Penggunaan Kartu Pipolondo untuk Meningkatkan Kemampuan Operasi Hitung.

Dalam paparan Matematika Laba-Laba, guru memaparkan bagaimana mengajak siswa TK belajar berhitung dengan menggunakan boneka laba-laba.  Sangat menarik, hanya sayang saya tidak sempat memotretnya.

Dalam Penggunaan Barcode untuk Presensi Sholat Dhuhur siswa di sekolah, guru agama Islam memaparkan penggunaan barcode dalam presensi sholat Dhuhur di sekolah. 

Aha,  sebuah inovasi menarik.  Pembiasaan sholat Dhuhur berjamaah kiranya perlu ditekankan pada siswa. Di usia anak-anak pembiasaan perlu sedikit ‘dipaksa’ dengan harapan nantinya siswa akan merasakan ibadah sebagai sebuah kebutuhan. 

Sementara paparan saya tentang penggunaan kartu pipolondo sebenarnya sudah pernah saya tulis di Kompasiana dengan link https://www.kompasiana.com/yuli91129/6065a693d541df2fc12952b2/dengan-kartu-pipolondo-mereka-belajar-operasi-hitung-matematika?utm_source=Whatsapp&utm_medium=Refferal&utm_campaign=Sharing_Mobile
hanya bentuknya diubah menjadi best practice.

Tanya jawab mengalir dengan semangat berbagi ilmu.  Ya,  kami berusaha sharing barangkali ada hal hal baik yang sudah diterapkan di sekolah bisa diadaptasi di sekolah yang lain. 

Sebenarnya mengapa guru harus selalu berinovasi?

Di samping karena tuntutan profesi, ada beberapa alasan yang membuat guru harus berinovasi. Di antaranya adalah:
1. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
Perkembangan ilmu dan teknologi yang demikian pesat menimbulkan banyak perubahan dalam kehidupan.  Baik itu yang positif maupun negatif.  Tentunya dibutuhkan juga pembelajaran di sekolah yang bisa memberikan kecakapan pada siswa untuk dapat memecahkan berbagai masalah dalam hidup juga menggunakan tekologi secara bijak.

2. Perubahan Kurikulum
Secara berkala kurikulum selalu berganti.  Tentu saja karena kehidupan sosial banyak berubah dan tuntutan zamanpun berubah.  Hal tersebut mengakibatkan sekolah harus melakukan proses pembelajaran yang sesuai dengan kondisi yang ada sehingga menghasilkan output sesuai tuntutan masyarakat dan dunia kerja.

3. Mengembangkan rasa ingin tahu dan semangat belajar pada siswa.   Pembelajaran yang  inovatif  bisa mewadahi rasa ingin tahu siswa sehingga mereka akan lebih semangat untuk belajar  atau menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Ya, zaman yang selalu berubah menuntut guru selalu berinovasi.  Dengan inovasi diharapkan pembelajaran yang menyenangkan sekaligus bermakna tercipta di dalam kelas, sehingga siswa bisa merasakan indahnya belajar, dan mereka merasakan belajar adalah sebagai sebuah kebutuhan dalam hidup mereka.

Salam Edukasi… 🙂