Categories
Reportase

Santerra de Laponte, Indahnya Hamparan Bunga dan Pesona Replika Bangunan Mancanegara

Pagi itu sebuah pesan singkat masuk ke WhatsApp saya.
“Bu, saya sudah dapat dua penumpang, dan sekarang otw Mbareng,”
Aha, akhirnya jadi juga apa yang sudah kami rencanakan beberapa hari ini. Healing-healing  bersama pesonatrans_dolan4six.

Sebelumnya kami sudah pernah melakukan perjalanan bersama pesonatrans_dolan4six, tepatnya ke Bedengan.

Indahnya bunga berbadu dengan replika bangunan Eropa, dokumentasi Buz
Replika berbagai bangunan mancanegara, dokumentasi pribadi

Nah, karena penasaran ingin healing lagi, berempat kami kembali menggunakan jasa biro perjalanan ini untuk jalan-jalan. Kali ini destinasi kami adalah ke daerah Pujon.

Bu Ari berperan sebagai guide. Ya, Bu Ari sangat faham dengan daerah Batu dan Pujon, dan sering mengunjungi tempat-tempat wisata di daerah sana.

Bahkan sambil bergurau kami mengatakan beliau adalah penguasa daerah Batu dan Pujon.

Bu Ari, sangat memahami daerah Batu dan Pujon, dokumentasi pribadi

Setelah melakukan perbincangan lewat grup WhatsApp, akhirnya diputuskan tujuan wisata adalah Santerra de Laponte, Cafe Sawah, Paralayang dan Taman Langit.

Setelah barang sejam perjalanan, sekitar pukul sepuluh mobil kami mulai memasuki kawasan wisata Santerra de Laponte.  Kami segera turun , sementara driver sekaligus fotografer kami Mas Rudy lebih memilih menunggu dengan sabar di mobil.

Bunga begonia yang berjajar rapi di kiri kanan jalan seakan menyambut kedatangan kami. Warnanya yang merah sedikit oranye menyala tertimpa sinar matahari.

Indahnya bunga begonia di kiri kanan jalan, dokumentasi pribadi
Deretan bunga lili , dokumentasi pribadi

Aih, bunga yang begitu cantik. Saya tiba-tiba ingat di masa kecil, saya dan teman-teman sering bermain-main bunga ini karena banyak tumbuh di kampung kami. Tapi tentu saja tidak secantik begonia yang kami lihat pagi ini.

Bunga lili dan tapak dara juga berjajar indah. Warnanya yang merah menyala dan oranye benar benar memanjakan penglihatan kami.

Tapak dara oranye, Dokumentasi pribadi

Kami segera masuk menuju tempat pembelian tiket. Di antara bunga-bunga yang ada di sekitar kami banyak dipasang peringatan-peringatan ataupun peraturan bagi para pengunjung Santerra de Laponte.

Membeli tiket, dokumentasi pribadi

Setelah membeli tiket masing masing Rp30.000,00 kamipun masuk lokasi wisata. Ah ya, harga tiket termasuk vocher untuk membeli minuman dan bunga di Santerra de Laponte.

Papan peringatan pengunjung, dokumentasi pribadi
Papan peringatan pengunjung, dokumentasi pribadi

Cantik dan menarik, itu kesan saya begitu terus masuk semakin jauh lokasi wisata ini.
Ya, konsep dari Santerra de Laponte adalah taman rekreasi beribu bunga yang dipadu dengan replika bangunan mancanegara. Ada sekitar 700 jenis tanaman bunga di sini. Luar biasa. Semua tertata dengan rapi dan indah.

Semua sudut tertata rapi dan indah di Santerra de Laponte, dokumentasi pribadi
Satu sudut Santerra de Laponte, dokumentasi pribadi

Di Santerra de Laponte juga terdapat  banyak replika bangunan dengan nuansa Korea, Jepang dan Eropa terutama  Belanda. Ya, hal tersebut tampak pada bangunan kincir angin, banyaknya pohon sakura dan replika bangunan rumah dan pertokoan yang berwarna-warni.

Di antara replika bangunan, dokumentasi Buz

Di tempat ini juga disediakan persewaan baju bagi pengunjung yang ingin merasakan sensasi berfoto dengan mengenakan pakaian dari Jepang, Belanda atau Korea. Aha, sangat menarik. Banyak pengunjung yang antri ataupun berfoto di lokasi tersebut.

Berfoto dengan latar belakang pertokoan Korea, dokumentasi Buz

Tempat rekreasi yang terletak di Jalan Truno Joyo, Desa Pandesari, Kecamatan Pujon ini tidak hanya menyajikan hamparan bunga yang begitu cantik dan spot foto yang menarik.
Santerra de Laponte  juga menyediakan berbagai wahana permainan seperti Rainbow Slide, Virtual Reality, Perahu Putar, Mini Outbound, Trampolin, Istana Balon, Mini Flying Fox, Santerra Flight, House Of Terror, Mobil Golf, Cinema 7D, Ontang-Anting, Robot Electric, Komedi Putar juga Bombom Car.

Rainbow Slide, dokumentasi pribadi

Karena areanya yang begitu luas yaitu sekitar 4ha, Santerra de Laponte juga menyediakan sewa sepeda dan mobil golf untuk berkeliling lokasi.

Berkeliling dengan mobil di Santerra de Laponte, dokumentasi pribadi

Jika kita lelah berkeliling, disediakan cafe sekaligus tempat rehat sambil melihat keindahan Gunung Banyak sebagai view-nya. Benar-benar tempat yang indah dan mengesankan.

Rehat, di belakang adalah view Gunung Banyak, dokumentasi pribadi

Sesudah azan Dhuhur berkumandang kami bersiap untuk kembali ke mobil. Tapi sebelumnya kami menggunakan voucher untuk membeli empat gelas minuman. Dua minuman coklat, satu lemon tea dan satu lychee tea

Sebenarnya kami juga hendak menggunakan voucher pembelian tanaman. Tapi tidak jadi karena kami pikir akan kesulitan meletakkannya di dalam mobil.

Tempat pembelian tanaman, dokumentasi pribadi
Menuju pintu keluar, dokumentasi pribadi

Seiring dengan mentari yang semakin naik kami meninggalkan Santerra de Laponte. Sepanjang perjalanan menuju tempat parkir bunga-bunga di kiri kanan kami seolah memberikan senyum yang terindah.

Ya, dengan perawatan dan kasih sayang yang baik, dengan senang hati tanaman akan mempersembahkan keindahannya bagi semesta.

Santerra de Laponte dilihat dari atas, dokumentasi pribadi

Akhirnya selamat tinggal Santerra de Laponte. Keindahan dan kecantikanmu akan senantiasa terpatri dalam ingatan kami.

Salam bunga…šŸ¤—

Categories
Reportase

Poetoek Soeko, Indahnya Lautan Bunga Berlatar Keperkasaan Gunung Penanggungan dan Welirang

Mobil kami terus melaju. Sinar matahari tidak terlalu panas. Sejuknya hawa pagi dan banyaknya pohonan di sekitar kami membuat suasana terasa demikian segar. Deretan pohon pisang, lamtoro gung juga pepohonan yang lain  menjadi pemandangan yang banyak kami temukan di sepanjang perjalanan.

Ya, di hari ke lima Lebaran ini kami akan mulai perjalanan ke Poetoek Soeko, sebuah tempat rekreasi yang berlokasi di kawasan dataran tinggi Kecamatan Trawas, Mojokerto

Poetoek Soeko, dokumentasi pribadi

Jalan yang kami lalui terus menanjak. Dari kejauhan gunung Penanggungan berdiri dengan begitu gagahnya. Setelah kurang lebih setengah jam perjalanan akhirnya sampailah kami di tempat yang dituju.

Tepat di sebelah kanan jalan terdapat sebuah tulisan berwarna warni dengan lokasi yang agak tinggi. Rainbow Garden.

Aha,mendengar namanya saja kami langsung penasaran. Terbayang sudah betapa di dalam lokasi di dalam pastinya akan penuh warna.

Mobil terus masuk melalui tempat penjagaan satpam. Setelah membeli karcis tanda masuk kamipun masuk. Oh ya, ada delapan orang dewasa dan dua anak kecil dalam rombongan kali ini. Wow, meriah sekali.

Tempat pembelian tiket, dokumentasi pribadi
Dekat pintu masuk, dokumentasi pribadi

Begitu memasuki lokasi mata kami langsung dimanjakan dengan deretan tanaman iler yang berwarna merah menyala. ā€œAih,cantik sekali,ā€ seru saya.

Saya sering melihatĀ  tanaman ini, tapi warnanya tidak seindah yang saya lihat kali ini. Mungkin karena di Poetok Soeko sinar mataharinya yang sangat cukup, dan tentunya juga karena perawatan yang bagus.

Bunga-bunga indah di Poetoek Soeko, dokumentasi pribadi

Iler atau juga disebut Miana mempunyai banyak khasiat . Di antaranya adalah sebagai obat wasir, obat bisul, obat demam nifas, obat radang telinga juga obat haid tidak teratur.

Semakin ke dalam, ada banyak keindahan yang bisa ditemukan. Lihatlah tanaman bunga matahari yang berjajar begitu banyak.

Di antara bunga- bunga matahari, dokumentasi pribadi

Bunganya yang besar dan berwarna kuning cerah seolah tersenyum melihat kedatangan kami. Atau berbagai bunga kertas yang tumbuh di lahan yang begitu luas. Berjalan di antara bunga kertas membuat kami seolah berjalan di tengah lautan yang berwarna-warni.

Hamparan bunga kertas, dokumentasi pribadi

Bunga kenikir yang berwarna oranye dan kuning muda menyambut kami dengan senyumnya yang genit. Sesekali ia bergoyang-goyang tertiup angin pagi.

Bunga kenikir, dokumentasi pribadi

Bunga yang lain juga tak kalah mempesona. Dengan kata lain di Poetoek Soeko kita akan selalu bertemu dengan bunga, bunga dan bunga. Semua indah, semua cantik.

Di tempat wisata ini juga disediakan  banyak spot foto yang begitu menarik. Ah ya, di Poetoek Soeko kita bisa berfoto di antara lautan bunga dengan keperkasaan Gunung Penanggungan dan Welirang sebagai latar belakangnya.

Spot foto menarik, dokumentasi pribadi
Spot foto menarik, dokumentasi pribadi

Selain pemandangannya yang indah, di sini pengunjung juga bisa berkuda atau naik ATV dengan menyewa di tempat yang disediakan. Harganya tidak terlalu mahal. Untuk kuda Rp25.000,00 dan APVĀ  Rp20.000,00.

Jika lelah berkeliling, kita bisa beristirahat di cafeteria yang sudah tersedia. Aih, ngopi, makan singkong keju juga kentang goreng dengan pemandangan indah di sekitar kita sungguh membuat hati dan pikiran terasa fresh.

Beristirahat sambil ngopi, dokumentasi pribadi
Beristirahat sambil ngopi, dokumentasi pribadi

Hal lain yang juga menarik, di Poetoek Soeko  terdapat semacam tempat edukasi tentang berbagai tanaman. Saya katakan demikian karena di lokasi tersebut setiap tanaman diberi keterangan dalam bentuk QR Code yang diletakkan di dekat tanaman yang dimaksud.  

Meski masih sedikit, keberadaan taman dengan keterangannya ini sangat bermanfaat, terutama jika ke depannya Poetoek Soeko juga Ā akan dikembangkan menjadi tempat wisata edukasi.

Tanaman dan informasinya, dokumentasi pribadi

Poetoek Soeko terus berbenah. Banyak proses pembangunan yang masih terus berjalan , termasuk di antaranya pengadaan kolam pemeliharaan ikan dengan lokasinya yang cukup luas.

Kolam ikan, dokumentasi pribadi

Keberadaan Poetoek Soeko tentunya akan memacu laju pertumbuhan ekonomi terutama warga sekitarnya.

Semoga dengan pengelolaan dan penataan yang baik,  Poetoek Soeko akan bisa meraih banyak wisatawan sehingga keberadaannya semakin bisa memberi manfaat bagi masyarakat sekitarnya.

Salam Lebaran…:)