Categories
Cerita

Semangkuk Kasih Sayang dalam Hidangan Bubur Kacang Hijau

Bubur kacang hijau dengan es serut, dokumentasi pribadi

“Kacang hijau saja,” jawab saya ketika teman saya menyodorkan buku menu pada saya. Siang itu di jam makan siang kami kembali duduk di sebuah cafe dekat sekolah.

“Kacang hijau lagi?” tanya teman saya sambil tersenyum. Sebulan yang lalu saya  makan ke sini dan saya pesan kacang hijau.

Saya ikut tersenyum. “Iya, kacang hijau ,” tambah saya.

Dalam hal makanan atau minuman saya bukan tipe orang yang suka mencoba-coba. Jika suka dengan satu jenis makanan atau minuman saya selalu pesan menu yang sama. Monoton kata anak saya. Setia dan konsisten kata saya.

“Ganti, Buk.. masak itu terus?” tanya anak saya suatu saat. Ketika itu saya diajak makan di suatu tempat dan saya memilih kacang hijau untuk minumnya.

“Gpp, Nduk enak kacang hijaunya,” jawab saya. Anak saya cuma tertawa sambil menuju tempat pemesanan makanan. Alhasil tak terlalu lama satu gelas es kacang hijau tersaji di depan saya, seperti hari ini

Pelan saya mulai mengaduk kacang hijau di depan saya. Kacang hijau yang gurih campur santan, manisnya gula merah, ditambah dengan serutan es dan sedikit susu membuat tampilan hidangan di depan saya kian menggoda.

Sesuap demi sesuap kacang hijau membuat saya terlempar ke masa lalu. Sungguh, bukan tanpa alasan jika saya suka kacang hijau. Tidak hanya karena rasanya yang lezat, namun rasa kacang hijau langsung mengingatkan saya pada ibuk saya.

Ibuk saya bukan orang yang pintar masak. Ya, ibuk selalu tidak punya waktu yang banyak untuk memasak karena ibuk selalu membantu bapak saya menjahit. Karenanya

masakan ibuk selalu sederhana karena harus diselesaikan dalam tempo sesingkat-singkatnya.

Meski sederhana masakan ibuk selalu lezat luar biasa menurut saya. Yang selalu membuat saya kangen adalah sayur sop, tempe dan tahu serta sambal tomat bikinan ibuk. Sederhana, namun begitu akrab di lidah. Tidak ada ayam atau daging goreng, tapi menikmati masakan ibuk selalu membuat saya ingin tambah dan tambah.

Satu hal yang paling menyenangkan bagi kami adalah ketika ibuk membuat kudapan seperti kolak, dawet dan sejenisnya. Tapi dari semuanya yang paling kami suka adalah bubur kacang hijau. Aha.., 

Bubur ini mempunyai rasa khas. Ada paduan gurih, manis, lezat dan kadang ditambah dengan parutan jahe yang membuat bubur kacang hijau mempunyai aroma yang khas. Harum dan sedap.

 Ibuk membuat bubur kacang hijau di saat saat istimewa seperti bulan puasa, atau saat hari Minggu, sehingga terpatri dalam ingatan kami bahwa bubur kacang hijau adalah bubur yang istimewa.

“Ayo, dihabiskan, banyak vitaminnya,” selalu begitu pesan ibuk. Pesan yang terus kami ingat hingga kami yakin bahwa kacang hijau adalah minuman yang lezat sekaligus sehat. Tidak perlu diragukan memang, karena dari berbagai informasi tentang makanan sehat, kacang hijau ternyata mengandung protein nabati, karbohidrat kompleks, serat pangan, vitamin (terutama folat/B9, B kompleks, C, E, K) dan mineral penting seperti zat besi, magnesium, fosfor, kalium, kalsium, serta zinc.

Kenangan dengan kacang hijau tidak hanya itu. Di masa kecil, hampir setiap hari saya diajak ke rumah Mbah yang tepat berada di depan pasar Bareng. Ya, bapak adalah penduduk asli Bareng sehingga banyak teman-teman ngobrol Bapak di sana.

Nah, persis di depan rumah Mbah ini ada penjual es campur yang menyediakan juga es kacang hijau dan kacang hijau hangat. Kami adalah pelanggan setia warung tersebut, karena ketika orang dewasa  sibuk ngobrol kami anak- anak dipesankan kacang hijau dan makan bersama di ruang dalam.

Makanan dan Kenangan

Makanan dan kenangan? Ya, kita sering merasakan jenis makanan tertentu terasa begitu lezat karena ada kenangan yang membumbuinya.  

Ada yang suka sekali makan pangsit karena mengingatkan ketika makan bareng dengan teman di kosan ketika hari hujan, atau suka sambel bawang karena mengingatkan ketika pertama kali belajar memasak dan banyak lagi contoh yang lain.

Ketika membaui kacang hijau plus jahe saya selalu ingat pada kacang hijau buatan ibuk dan kebersamaan kami saat itu.

Pendek kata makanan bagaikan jangkar emosional, yang ketika kita menikmatinya, otak tidak hanya mencicipi rasa fisiknya, tetapi juga “mencicipi” kembali emosi positif itu.

Selain di atas, hal lain yang membuat kita mudah mengenang sesuatu lewat makanan  adalah adanya hubungan erat antara indera  penciuman dan memori. 

Bubur kacang hijau, sumber gambar The Asianparent

Indera penciuman (penghidu) adalah indera kita yang memiliki jalur paling langsung ke sistem limbik otak, yaitu pusat emosi dan memori jangka panjang (seperti hippocampus dan amygdala). 

Hal ini berakibat aroma makanan bisa langsung langsung membangkitkan emosi dan kenangan sebelum kita sempat memprosesnya secara rasional. 

Tentu pembaca pernah merasakan ketika membaui sebuah makanan, tiba-tiba ingat moment tertentu. Seperti halnya saya, ketika membaui kacang hijau plus jahe selalu mengingatkan saya pada kacang hijau buatan ibuk dan kebersamaan kami saat itu.

Akhirnya bagi saya kacang hijau bukan sekedar hidangan pencuci mulut. Kacang hijau adalah sajian rindu, yang dengan menikmatinya memori saya akan terhubung dengan masa lalu, ketika ibuk dengan senyumnya yang hangat menyajikan mangkuk-mangkuk kasih itu untuk kami semua.

Kompas. (2023). Kenapa Aroma Bisa Memicu Ingatan yang Emosional? https://www.kompas.com/sains/read/2023/06/03/090000023/kenapa-aroma-bisa-memicu-ingatan-yang-emosional-

Categories
Reportase

Makan Bubur Kacang Hijau Bersama, Giat Jumat Sehat Bintaraloka

Kapan pembaca terakhir menikmati bubur kacang hijau? Kemarin? Seminggu yang lalu? Pas bulan puasa? Atau bahkan tidak pernah sama sekali?

Ah, rugi rasanya kalau kita tidak menyukai hidangan satu ini. Kenapa? Ada banyak  alasan pastinya.

Wali kelas dan paguyuban membagikan bubur kacang hijau, dokumentasi pribadi

Pagi itu Bintaraloka kembali punya acara. Ya, bertepatan dengan penyelenggaraan Jumat Sehat, bersama UKS tim  kesiswaan mengadakan kegiatan makan bubur kacang hijau bersama.

Kegiatan yang dilaksanakan dengan menggandeng paguyuban ini dikhususkan untuk siswa kelas 7 dan 8, sementara kelas 9 ada kegiatan yang lain.

Mengapa harus bubur kacang hijau? , Kehadiran makanan satu ini rupanya sudah mulai tergerus oleh berbagai macam makanan kekinian sehingga banyak di antara siswa tidak menyukai bubur kacang hijau bahkan tidak mengenalnya.

Bu Hastuti dan Suster Ratna dari UKS, dokumentasi pribadi

Menurut Suster Ratna, siswa tidak mengenal bubur kacang hijau karena kacang hijau tidak pernah dimasukkan dalam menu makan sehari-hari.

Ketika ditanya mengapa siswa tidak suka kacang hijau? Beberapa siswa menganggap kacang hijau mempunya rasa yang aneh, sedikit beraroma tanah. He..he… padahal rasanya sedap sekali.

Dalam keseharian kacang hijau sering diolah menjadi isi dari bakpao, isi dari pia dan  roti, minuman kacang hijau, gulai kacang hijau dan bubur kacang hijau.

Bubur kacang hijau siap dibagikan, dokumentasi pribadi

Lalu apa sebenarnya manfaat dari mengkonsumsi bubur kacang hijau?

Berbagai sumber mengatakan bahwa bubur kacang hijau termasuk makanan tinggi kalori. 

Makanan tinggi kalori adalah makanan yang mengandung kira-kira 20% dari asupan kalori salam satu hari. Kalori semangkuk bubur hampir setara dengan 9 – 17% dari seluruh kalori harian kita. Bubur kacang hijau hampir mendekati angka 20% tersebut.

Berbagai macam zat yang terkandung dalam bubur kacang hijau adalah kalsium, zat besi, zinc, kalium, fosfor, vitamin A, vitamin B, folat, vitamin C, vitamin E, dan vitamin, mangaan, selenium, magnesium, juga karbohidrat.

Ibu-ibu dari paguyuban membagikan bubur kacang hijau, dokumentasi pribadi

Karena kandungan berbagai zat tersebut kacang hijau banyak manfaat bagi tubuh kita di antaranya bisa mencegah anemia dan resiko sakit jantung, menjaga kesehatan tulang dan pencernaan bahkan juga untuk melebatkan rambut.

Kacang hijau juga baik dikonsumsi untuk menjaga berat badan karena serat yang dimilikinya memberikan efek kenyang lebih lama sehingga bisa mengontrol nafsu makan dan mencegah kita dari makan berlebihan. 

Acara makan bubur kacang hijau bersama pagi itu dilaksanakan pukul 06.45. Meski demikian sejak pukul 6 lebih ibu- ibu dari paguyuban tiap kelas sudah berdatangan dengan membawa bubur kacang hijau hangat untuk dibagi-bagikan.

Menikmati bubur kacang hijau bersama-sama, dokumentasi pribadi

Ada yang buburnya dimasukkan dalam thinwall, ataupun dalam termos besar untuk nantinya dibagikan pada siswa yang sejak dari rumah membawa tupperware.

Acara diawali dengan sambutan dari UKS yaitu Bu Sri Hastuti dan Bu Ratna. Lewat sambutan pagi itu keduanya berpesan tentang pentingnya makan makanan yang bergizi dan beraneka ragam.

Pagi itu tak lupa juga diucapkan terima kasih pada paguyuban yang telah banyak berkontribusi dalam acara ini.

Menikmati bubur kacang hijau, dokumentasi pribadi

Ya, bubur kacang hijau yang dibagikan pagi ini sepenuhnya adalah sumbangan dari paguyuban dan langsung dibagikan oleh paguyuban bersama wali kelas . 

Sesudah mendapatkan satu wadah berisi kacang hijau hangat, acara makan bersamapun dimulai. Ada bermacam reaksi dari siswa. Ada yang senang dengan cita rasa bubur kacang hijau , ada pula yang makan dengan ‘terpaksa’. Ini golongan yang tidak suka dan menganggap kacang hijau mempunyai rasa yang aneh..😃

Bersama ibu-ibu paguyuban, dokumentasi Iqbal

Hari yang sangat istimewa . Semoga dengan acara seperti ini sinergi antara sekolah- orang tua siswa semakin meningkat, dan  pada akhirnya nanti siswa  akan tumbuh menjadi generasi sehat, cerdas dan berprestasi.

Salam UKS, dokumentasi Bu Maria

Salam UKS..sehat dimulai dari saya..😀