Categories
Cerita

Bawang Goreng, Salah Satu Kondimen Terenak di Dunia

Bawang gorengnya ditambah ya, Pak,”

Selalu kalimat itu yang saya ucapkan ketika membeli bakso, bakmi atau pangsit. Untung Pak Penjualnya baik. Dengan senyum pasti ditambah sedikit bawang goreng nya.  Gak apa apa.. untuk menyenangkan hati langganan, mungkin itu yang terlintas dalam benak Pak Penjual.

Kehadiran bawang goreng dalam berbagai masakan bagi yang suka membuat makanan terasa lebih sedap dan mantap. 

Mie goreng dan mie godhog lebih maknyus dengan kehadiran bawang goreng

Bakso, bakmi, nasi goreng, bahkan tahu telor yang ditaburi bawang goreng akan beberapa digit lebih sedap dibanding tanpa bawang goreng.

Rasa bawang goreng yang krenyes, gurih sedikit asin, baunya yang khas dan agak pahit membuat kehadirannya banyak disuka. Bahkan nasi hangat ditaburi bawang goreng saja rasanya juga sedap.

Ada berita gembira berkaitan dengan bawang ini. Ya, bawang goreng dinobatkan sebagai kondimen terlezat di dunia versi TasteAtlas.

Predikat tersebut didapat dari daftar Top 53 Condiments in the World yang dirilis oleh TasteAtlas.

TasteAtlas adalah sebuah platform online yang fokus pada makanan otentik dan tradisional dari seluruh dunia. 

Bihun terasa lebih lezat dengan kehadiran bawang goreng, dokumentasi pribadi Buz

TasteAtlas berhasil mengumpulkan informasi mengenai ribuan makanan khas dari berbagai negara.

Melalui TasteAtlas, pembaca atau traveller dapat menjelajahi ragam kuliner dari berbagai belahan dunia, mulai dari makanan jalanan hingga hidangan khas yang disajikan dalam acara-acara tradisional.

Kembali pada masalah kondimen terlezat di dunia, yang masuk dalam jajaran kondimen terlezat  kebanyakan berwujud saus atau pasta.

Nah, berikut adalah urutan sepuluh besar kondimen terlezat di dunia versi TasteAtlas:

1. Balsamic vinegar tradisional dari Modena, Italia

2. Bawang goreng dari Indonesia

3. Balsamic vinegar dari Modena, Italia

4. Garam laut dari Maldon, Inggris

5. Mustar dari Dusserldorfer, Jerman 

6. Kecap asin dari China

7. Sirup mapel dari Kanada

8. Gochujang dari Korea Selatan

9. Garam maras dari Cusco, Peru

10. Dijon mustar dari Dijon, Perancis

Penilaian dilakukan berdasarkan voting pembaca mereka yang memberikan peringkat pada setiap makanan. 

Nah, apakah kondimen itu?

Kondimen adalah  pelengkap makanan yang bisa meningkatkan rasa atau aroma jadi lebih sedap. Kehadiran kondimen membuat makanan menjadi lebih mantap atau bahkan punya penampilan yang lebih manis.

Ada banyak kondimen yang dikenal dalam kuliner kita. Dari laman TasteAtlas, berikut ini adalah lima kondimen yang paling populer di Indonesia:

1. Bawang goreng

Bawang goreng membuat sambal goreng kentang terasa lebih lezat, dokumentasi pribadi

Bawang goreng adalah kondimen yang paling disuka. Bawang goreng terbuat dari bawang yang diiris tipis-tipis, direndam sebentar dengan air garam lalu digoreng. 

Supaya awet dan tetap renyah biasanya bawang goreng diletakkan dalam toples atau wadah kedap udara. Supaya lebih praktis banyak yang lebih suka membeli bawang goreng kemasan dari pada membuat sendiri.

Bawang goreng dalam kemasan, dokumentasi pribadi

Bawang goreng yang enak adalah yang teksturnya garing, renyah dan tahan lama. Bawang bisa digoreng dengan tepung atau tanpa tepung.

2. Kecap manis

Kecap manis, sumber gambar: Kompas.com

Kondimen ini terbuat dari kedelai yang difermentasi, gula dan berbagai rempah-rempah. 

Teksturnya kental dengan rasa manis dan sedap cocok ditambahkan pada hidangan bakso, mie, soto, sop, semur atau yang lain. Di warung-warung biasanya kecap manis bersanding dengan saus lombok atau saus tomat 

3. Srundeng

Srundeng, sumber gambar: PergiKuliner.com

Srundeng terbuat dari kelapa dengan bumbu bumbu tertentu yang disangrai. Tambahan srundeng pada hidangan ketupat, soto, hingga ketan terasa lebih lezat.

4. Dabu-dabu

Dabu-dabu, sumber gambar: ResepKoki

Sambal khas Indonesia yang berasal dari Manado ini dibuat dari campuran tomat, cabai merah, bawang merah, cabai rawit, garam, gula, dan perasan jeruk nipis. 

Semua bahan diiris tipis lalu dimasukkan sebuah wadah dan dicampur bersama minyak.

Dabu-dabu sangat enak disajikan bersama ikan atau ayam bakar, plus nasi putih hangat.

5. Colo-colo

Colo-colo, sumber gambar: Travel Kompas 

Kondimen ini dibuat dari cabai, tomat, bawang merah, gula, garam, air perasan lemon, kacang kenari, kemangi, dan ampas minyak.

Jika tidak ada ampas minyak, bahan tersebut bisa diganti dengan  kecap manis dan margarin.

Colo-colo biasanya disajikan sebagai pelengkap seafood panggang dan goreng, 

Nah, demikian sedikit cerita tentang berbagai macam  kondimen dan bawang goreng yang telah dinobatkan sebagai salah satu kondimen terlezat di dunia. 

Nah, apa kondimen favorit pembaca?

Selamat berakhir pekan..

Categories
Cerita

Ngopi dalam Pandangan Filosofi Jawa

Ibarat secangkir kopi, kehidupan berisi hal yang pahit dan manis yang semua disatukan dalam kehangatan. (Quotes)

“Sudah ngopi?”

Ajakan yang begitu hangat dan paling saya sukai. Ngopi berarti duduk , rehat sebentar dari segala kesibukan yang kadang membuat suntuk.

Ngopi berarti ngobrol bersama, tertawa untuk sekedar melepas endorphine dari otak agar kita bisa tertawa bahagia dan kuat menghadapi kenyataan. Aha…

Tidak harus di cafe untuk ngopi. Di sekolah, rumah, atau di mana saja kita bisa ngopi bareng. Karena sesederhana apapun kopi ia tetap enak untuk dinikmati.

Sesederhana apapun kopi, ia tetap enak untuk dinikmati, dokumentasi pribadi

Karena ngopi kental dengan nuansa akrab dan hangat maka kedai-kedai tempat ngopi didesain dengan suasana hangat. 

Suasana dimana kita bisa ngobrol dan bercengkerama tanpa merasa terganggu dengan kedatangan pengunjung lain. 

My Kopi O, Jl. Tenes, dokumentasi pribadi

Lihatlah suasana di Kawisari Kayutangan, My Kopi O, Kho Kopitiam Kayutangan ataupun Kopi Jaya..(kedai-kedai tersebut adalah kedai yang pernah saya kunjungi bersama teman teman pecinta kopi). Nuansa yang langsung bisa dirasakan begitu memasukinya adalah hangat dan akrab.

Meski tidak semua pengunjung kedai kopi memesan kopi (ada yang pesan jahe, teh, serai dan lain lain), namun istilah  ‘ngopi’ tidak pernah tergantikan.

Jarang-jarang kita dengar istilah ngeteh apalagi njahe..He..he…

Ditemani kopi, dokumentasi pribadi

Ada banyak manfaat dari ngopi. Menurut ilmu kesehatan, kandungan kafein dalam kopi dapat membantu konsentrasi, meningkatkan kewaspadaan, memperbaiki suasana hati serta mengurangi risiko depresi. 

Selain itu jurnal Practical Neurology menjelaskan bahwa manfaat minum kopi dapat mencegah penurunan fungsi kognitif otak, penyakit Parkinson dan penyakit Alzheimer.

Ditemani kopi, dokumentasi pribadi

Di antara berbagai manfaat itu tahukah pembaca , bahwa ada filosofi Jawa yang sangat menarik tentang Ngopi? Filosofi yang sangat erat kaitannya dengan kehidupan. Apa itu?

Yuk, mari kita simak..

1. Ngopi artinya ‘ngolah pikir’. Mengolah pikiran. Kopi yang pahit bisa diolah menjadi lebih manis. Maknanya dalam hidup kadang ada banyak masalah, makanya kita harus pandai-pandai berpikir agar masalah itu bisa terpecahkan dan menjadi pelajaran manis bagi kita. 

2. Sepahit-pahitnya kopi, masih bisa dibuat manis (legi). Legi mengandung arti ‘legowo ning ati’ atau hatinya berlapang dada. Ikhlas dalam menerima semua lakon kehidupan. 

3. Agar menjadi manis maka kopi perlu ditambah gula atau gulo. Gula terbuat dari tebu. Gulo artinya ‘gulangane roso’. 

Gulangane roso bermakna bahwa kita harus bisa mengelola perasaan dengan baik untuk menghadapi segala masalah kehidupan. 

3. Tebu artinya ‘anteb ning kalbu’ yaitu mantab hatinya. Ketetapan dan kemantapan hati membuat kita bisa berpikir lebih jernih dalam menghadapi segala masalah kehidupan. 

4. Kopi biasanya disajikan dalam cangkir. Cangkir artinya ‘nyancangne pikir’ (menguatkan pikiran). Kuatkan pikiran untuk menghadapi masalah yang datang silih berganti.

5. Orang Jawa mengatakan minuman kopi adalah wedang kopi.  Wedang artinya ‘wejangan sing marahi padang’. Artinya mari saling memberikan nasehat yang dapat menentramkan hati. 

6. Sebelum disajikan, wedang kopi harus diaduk atau diudheg. Udheg adalah ‘usahane ojo nganti mandheg’ atau berusaha jangan sampai berhenti. 

7. Mengaduk kopi selalu menggunakan sendok (ya iya lah… masa garpu). Sendok bermakna ‘sendhekno marang sing nduwe kautaman’ yaitu pasrahkan pada Yang Maha Kuasa. 

8. Setelah diaduk, ditunggu sebentar supaya panas wedang kopi berkurang atau rodo adem.

Adem artinya ‘Ati digowo Lerem’ yaitu hati menjadi tenang. 

9. Yang terakhir, jika sudah adem tinggal diseruput.  Seruput, maknanya ‘sedoyo rubedo bakal luput’. Maksudnya semoga semua terhindar dari segala godaan.

Ditemani kopi, dokumentasi pribadi

Nah, itulah makna ngopi menurut falsafah Jawa. Menarik bukan? Ya, khasnya orang Jawa selalu mengambil pelajaran dari hal- hal ataupun penamaan benda-benda sederhana di sekitar kita. 

Bagaimana? Sudahkah anda ngopi hari ini? Dari semua filosofi itu ada satu singkatan kekinian yang sangat mengena tentang kopi. Ya, kopi adalah minuman yang dibutuhkan Ketika Otak Perlu Inspirasi. Ahay….

Categories
Cerita

Es Talun, Ketika Rasa Dingin dan Hangat Berkolaborasi dengan Begitu Manis

Kamis Minggu ketiga Desember adalah hari terakhir pembagian rapor di Bintaraloka. Cuaca terasa begitu gerah. Mungkin karena rasa lelah persiapan rapor dipadu dengan berbagai kegiatan ‘menuntut ilmu’ yang dilakukan secara marathon akhir akhir ini.

Tak seperti biasanya jam setengah dua kami sudah ‘cabut’ dari sekolah. Es Talun itu tujuan utama, sebab ada satu teman yang sama sekali belum pernah ke Es Talun. 

Pembicaraan mengalir hangat, dokumentasi pribadi Ahfi

Masya Allah, ‘belum pernah’ lho… Makanya sebagai sesama teman kami punya kewajiban untuk memperkenalkan situs situs bersejarah seperti Depot Es Talun ini pada teman kami. Ya, masa Arema tidak kenal Es Talun? Apa kata dunia, coba?

Depot Es Talun berlokasi di Jl AR Hakim nomor 2 Malang. Sangat mudah dijangkau karena pas berdiri di dekat perempatan Jl. Kawi dan Jl. AR Hakim.

Di depan Depot Es Talun, dokumentasi pribadi Ahfi

Sampai di depan lokasi, kami segera masuk. Yang membedakan suasana Depot yang berdiri sejak tahun 1950 ini di masa sekarang dengan dahulu adalah sekarang lebih bernuansa rumahan dan heritage . 

Terakhir saya ke sana, sekitar sepuluh tahun yang lalu, nuansa depot atau rumah makan sangat terasa. Sekarang tidak. Kita sepertinya masuk rumah dengan dekorasi yang kuno. Ada banyak tape recorder, piring seng oval atau bahkan rantang susun ditata untuk menghidupkan suasana ‘kuno’ di sekitar kita.

Dekorasi dengan barang barang bernuansa heritage, dokumentasi pribadi

Tak lama pesanan kamipun datang. Empat es campur dan satu es teler. Semua diletakkan dalam gelas toast besar yang bentuknya sangat khas. 

Ah ya, saya baru ingat bahwa gelas ini adalah gelas yang khas dipakai Depot Es Talun sejak dulu.

Es campur dan es teler sudah siap untuk dinikmati. Tampilannya begitu menggoda. Ada paduan warna merah, kuning, coklat dan putih yang sangat menggoda.

Bau durian juga mulai menguar di antara kami. Harga per porsinya juga sangat terjangkau. Dari daftar menu yang ada ternyata ada banyak varian es yang disediakan dengan harga yang bersahabat.

Tapi eits, tahukah pembaca apa beda es campur dan es teler?

Es campur dan es teler, dokumentasi pribadi

Menurut sejarah es campur dikembangkan oleh para pedagang dari Tiongkok sementara es teler dikembangkan oleh pedagang dari Semarang.

Perbedaan lainnya adalah es campur mempunyai varian buah yang lebih bermacam-macam daripada es teler, juga sirup yang dipakai oleh es campur lebih encer daripada es teler. 

Pendeknya es teler satu tingkat lebih pekat, gurih dan manis. Benar-benar membuat teler. He..he…

Dinginnya es mulai memasuki tenggorokan kami. Rasa dingin menjalar ke kepala membuat kepala jadi dingin dan pikiran lebih jernih. Dinginnya kepala dan hati membuat diskusi terus mengalir hangat di antara kami. 

Diskusi tentang apa saja. Tentang siswa, balerina, bullying, branding, wuih banyak sekali.

Banyak varian es yang disediakan Depot Es Talun, dokumentasi pribadi

Ya, kehadiran es campur dan es teler ikut mewarnai manisnya pertemuan kami siang itu. Pertemuan untuk sekedar refreshing sejenak melupakan kesibukan kami akhir-akhir ini.

Duduk bersama di Depot Es Talun makin menyadarkan kami bahwa hidup penuh berisi hal-hal yang kadang kontradiktif namun tetap terasa indah.

Seperti hari ini.. ternyata rasa dingin dan hangat bisa berpadu dengan manis di ruang tengah Depot Es Talun.

Categories
Cerita Sekolah

LDK BDI, Sebuah Upaya untuk Mencetak Calon Pemimpin Islami di Masa Depan

Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Sabtu yang istimewa. Sesudah beberapa hari dilaksanakan kegiatan classmeeting di sekolah, ternyata ada kesibukan nyata di kalangan Badan Dakwah Islam (BDI) Bintaraloka. 

Ya, di hari Sabtu tanggal 16 Desember 2023 telah diadakan Latihan Dasar Kepemimpinan Badan Dakwah Islam (LDK BDI) di SMP Negeri 3 Malang. 

Pengumpulan HP saat kegiatan dilaksanakan, dokumentasi Addin
Menjelang kegiatan , dokumentasi Addin

Kegiatan yang diikuti oleh lebih dari 40 siswa ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan kesadaran pada peserta bahwa semua adalah pemimpin bagi diri sendiri dan akan dimintai pertanggungjawaban pada apa yang dipimpinnya.

Diskusi saat pemberian materi, dokumentasi Addin
Taddarus Al Qur an, dokumentasi Addin
Taddarus Al Qur’an , dokumentasi Addin

Acara LDK diisi dengan pemberian materi juga berbagai kegiatan meliputi shalat berjamaah, tadarus, belajar menyelesaikan permasalah dari studi kasus, juga outbound untuk melihat ketangkasan dan skill peserta.

Adapun pemateri hari itu adalah Pak Abidlah Salfada Batoga,S.Pd,  Pak A.Faqih Ramadhon, S.Pd dan Pak Muhaimin, S.Ag.

Pemateri, pendamping dan Kesiswaan, dokumentasi Addin

Kegiatan yang dimulai hari Sabtu pukul 15.30 hingga Minggu pukul 10.00 ini didampingi oleh Pak Abid, Pak Faqih, Ibu Ida Rohmawati dan Ibu Utien Kustianing.

Ya, meski harus melakukan kegiatan rangkap, yaitu sebagai panitia pelaksana Olimpiade PAI Nasional, hal tersebut tidak mengurangi semangat Ibu Utien untuk ikut mendampingi siswa dalam kegiatan ini.

Ibu Utin salah seorang pendamping, dokumentasi Bu Utien

Dalam acara ini juga dilakukan pelantikan pengurus BDI yg baru. Terpilih sebagai ketua BDI baru adalah  M. Gusti Ali kelas 8.4.

Pengumpulan HP sebelum kegiatan, dokumentasi Addin
Game, dokumentasi Addin
Game, dokumentasi Addin

Suasana gembira tampak di mana- mana. Para peserta tampak begitu bersemangat. 

Ya, melalui aneka kegiatan yang menyenangkan, hakekatnya sedang dilakukan penggemblengan iman, takwa, memperkuat ikatan, dan penanaman berbagai karakter baik pada diri siswa sebagai para calon pemimpin masa depan. 

Panitia pelaksana kegiatan LDK, dokumentasi Addin

Selaras dengan tema kegiatan ini yaitu Merajut Ikatan, Menyulut Semangat, Menggenggam Sukses bersama Kepemimpinan Islami.

Categories
Cerita

Sebuah Catatan Guru Pamong

Bagian dari perjumpaan yang sangat menyedihkan adalah perpisahan.

Setelah kurang lebih tiga bulan membersamai para mahasiswa PPG Prajab dalam kegiatan PPL 1 di SMP Negeri 3 Malang, kini tiba saatnya kami harus berpisah.

Ya, PPL 1 telah habis masanya, dan para mahasiswa harus bersiap-siap menghadapi PPL 2.

Dalam sebuah refleksi , dokumentasi pribadi

Membersamai calon-calon guru juga guru yang masih berusia demikian muda selalu menyenangkan.

Mereka begitu giat dalam berbagai kegiatan sekolah. Mulai doa bersama, senam, projek, pembelajaran dan yang lain.

Dalam diri mereka bisa ditemukan semangat, ilmu baru, keberanian berinovasi dan keinginan untuk maju.

Bersama mahasiswa dan Pak Tjang, dokumentasi ppg

Lewat beberapa kali pengamatan saat pembelajaran ada banyak catatan unik yang bisa saya dapatkan. Ya, saya katakan unik karena hakekatnya tiap manusia adalah unik. Sangat spesial.

Ada yang tampak sudah sangat familiar mengajar, ada pula yang belum pernah.

Ada yang malu-malu karena bawaannya agak pendiam, ada pula yang saya pikir pendiam tapi ternyata sangat lincah, ada yang pintar dan luwes dalam ice breaking, ramah, tak ketinggalan juga yang pintar IT, sehingga dalam beberapa kali kesempatan saya banyak bertanya tentang hal tersebut.

Ya, dalam diri mahasiswa ada terlihat banyak potensi dan tinggal mewadahi untuk lebih improve lagi ke depannya.

Berfoto bersama di Hari Guru Nasional, dokumentasi ppg

Dalam beberapa bulan mereka di SMP Negeri 3 juga sudah kelihatan ada progress yang tentunya masih harus dikembangkan lagi ke depannya. 

Dalam catatan saya, progress yang tampak adalah mereka lebih komunikatif, lebih tenang dalam mengajar, lebih inovatif dengan memasukkan isu-isu di luar matematika untuk pembelajaran, berani mencoba menggunakan pembelajaran berdiferensiasi (yang lumayan ‘ribet’ namun untungnya semua bisa dihandle bersama), dan yang terakhir pantun… Aha…

Ice breaking, dokumentasi pribadi

Beberapa guru sudah pintar menggunakan pantun untuk menutup  pembelajaran mereka. Sebuah hal yang bagus, karena bisa membuat matematika mempunyai ‘rasa’ yang berbeda.

Penggunaan berbagai metode, ice breaking, pantun dan inovasi lainnya sangat penting dilakukan karena sebagai guru matematika, kita punya tanggung jawab  untuk menampilkan wajah matematika yang lebih ramah.

Mengapa? Mendengar kata ‘matematika’ saja, beberapa siswa sudah merasa serem. Sulit, pikir mereka.., dan salah satu tugas kita adalah mengubah mindset tersebut.

Akhirnya selamat berjuang semuanya.. Jalan masih panjang, masih banyak hal yang harus dilalui, dan banyak pula hal yang bisa dilakukan.

Terus belajar, mencoba hal baru, jangan takut berimprovisasi, karena anak didik kita selalu merindukan sentuhan kreativitas dan kasih sayang kita.

Tujuh tambah tiga sama dengan sepuluh Sepuluh dikali satu sama dengan sepuluh

Jangan pernah takut mencoba hal-hal yang baru , Ayo terus maju, dan jangan pernah ragu..

🤗😊