Membuka Ruang Berpikir dengan Soal Open Ended  Matematika 

Anita Math >> Matematika >> Membuka Ruang Berpikir dengan Soal Open Ended  Matematika 

Sore itu saya tiba tiba mendapat pertanyaan dari seorang ibu yang putranya masih duduk di kelas dua SD. Pertanyaannya simpel, tapi cukup membuat ibu ini geregetan. 

Ceritanya putrinya mendapatkan soal matematika yang perintahnya diminta membuat kumpulan beberapa benda yang sejenis, lalu membuat arsiran yang menunjukkan pecahan 1/2.

Zizi, siswa kelas dua ini langsung membuat empat buah segitiga yang di tiap segitiga dibagi dua lalu setengah bagiannya diarsir.

Di contoh berikutnya Zizi membuat empat lingkaran dengan ukuran sama, dan seperti halnya segitiga, tiap lingkaran dibagi dua lalu setengah bagiannya diarsir.

Alhasil jawabannya disilang oleh Ibu guru alias salah semua.

“Kok salah ya jawabannya?” tanya Ibu Zizi gemas 

Padahal kalau ada empat lingkaran atau segitiga atau apapun bangunnya, jika masing masing dibagi dua dan setengah bagiannya diarsir itu kan menunjukkan bahwa pecahannya 4/8 atau 1/2?” lanjutnya.

Ilustrasi pelajaran matematika pecahan tingkat dasar, sumber gambar : iStock

“Coba Ibu tanyakan Bu Guru yang benar bagaimana?’ kata saya pada Ibu Zizi.

Tak berapa lama sebuah jawaban dikirim oleh Bu Guru. Intinya sebenarnya sama, menunjukkan pecahan 1/2. Hanya saja gambar dari Bu Guru benda-benda tidak dibagi dua, tapi dibiarkan utuh. Jadi gambar pertama ada empat lingkaran dan dua bagian diarsir, gambar kedua ada enam segitiga dengan tiga bagian diarsir dan seterusnya. 

Saya mulai memahami bahwa ibu guru ingin membuat soal open ended tentang pecahan dengan harapan siswa bisa memahami masalah pecahan dan membuat sendiri ilustrasi pecahan dengan menggunakan berbagai bentuk gambar.

Penggunaan soal open ended memang sering dilakukan dalam pembelajaran untuk menguji daya nalar serta kreativitas siswa.

Ilustrasi pecahan 1/2, dokumentasi pribadi

Apakah soal yang open ended itu?

Soal open-ended adalah masalah atau pertanyaan matematika yang dirancang dengan kondisi awal yang terbuka dan prosedur penyelesaian yang tidak tunggal, sehingga memungkinkan beragam jawaban atau solusi yang benar. 

Yang menjadi ciri dari soal ini adalah merangsang proses berpikir tingkat tinggi (seperti analisis, evaluasi, dan kreasi) dengan menekankan pada jalan pikiran (proses) dan argumen logis. 

Soal open ended bukan sekadar bertujuan pada pencapaian satu jawaban final yang pasti. Singkatnya, soal open ended ini akan bermuara pada banyak jawaban benar.

Soal open-ended adalah masalah atau pertanyaan matematika yang dirancang dengan kondisi awal yang terbuka dan prosedur penyelesaian yang tidak tunggal, sehingga memungkinkan beragam jawaban atau solusi yang benar. 

Selain open ended, adapula soal yang hanya menuntut satu jawaban yang benar atau close ended.

Contoh berikut menunjukkan perbedaan soal open ended dengan close ended. 

Soal close ended (bermuara pada satu jawaban benar) :

Berapakah hasil dari 4+6? (jawaban: 10)

Berapakah luas dari persegi panjang yang panjangnya 10 dan lebarnya 4?  (jawaban: 40)

Jika harga satu buku 1500 dan satu pensil 1000 berapakah harga 4 buku dan 2 pensil? (jawaban :8000)

Soal open ended (ada lebih dari satu jawaban benar)

Buatlah penjumlahan yang hasilnya 10.(jawaban: 3+7, 2+8 , 4+6 dst)

Jika sebuah persegi panjang luasnya adalah 50 satuan luas, berapa panjang dan lebarnya?  (jawaban : bisa 10×5, 12,5 x 4 , 2x 25 dan seterusnya)

Jika harga satu buku 1500 dan satu pensil 1000 berapakah  buku dan pensil yang bisa diperoleh dengan uang 10.000 rupiah?( jawaban: Bisa 4 pensil dan 4 buku, bisa 1 pensil dan 6 buku, 3 pensil dan 4 buku  dan banyak lagi)

Nah, tampak jelas perbedaan soal open ended dan close ended bukan?

Lalu apa manfaat memberikan soal open ended pada siswa?

1. Mengembangkan Berpikir Kritis dan Kreatif

Soal open-ended tidak memiliki satu jawaban atau cara penyelesaian tunggal. Hal ini membuat siswa terus bereksplorasi dan melakukan berbagai pendekatan untuk menyelesaikan masalah.

2. Memahami Konsep secara Mendalam

Dengan soal open ended siswa belajar mengapa suatu cara bekerja, bukan hanya bagaimana mengerjakannya. Ini membangun pemahaman yang lebih kuat dan tahan lama.

3. Membangun Keterampilan Pemecahan Masalah (Problem Solving)

Soal open-ended sering kali menyerupai masalah dunia nyata yang kompleks dan tidak terstruktur. Siswa belajar merumuskan strategi, melakukan pengujian dan mengevaluasi solusi, keterampilan yang sangat berharga dalam kehidupan dan karir.

4. Mendorong Komunikasi Matematis

Dengan soal open ended siswa didorong untuk menjelaskan hasil jawaban mereka baik secara lisan maupun tulisan. Hal ini meningkatkan kemampuan mereka dalam mengkomunikasikan gagasan  matematika secara logis dan sistematis.

5. Mengakomodasi Perbedaan jawaban

Soal open-ended memungkinkan setiap siswa untuk lebih memahami perbedaan pendapat. Ya, berbeda belum tentu salah karena setiap orang pasti punya dasar atau alasan sendiri untuk mengeluarkan pendapat. 

Masih banyak lagi manfaat penggunaan soal open ended dalam pembelajaran. Namun demikian penggunaan soal ini juga mempunyai tantangan tersendiri karena , memerlukan kreativitas guru dalam pembuatannya dan lebih banyak waktu dalam melakukan koreksi .

Soal open ended membuka ruang diskusi yang lebih luas di kelas, dokumentasi : Pngtree

Satu hal lagi yang unik adalah  dalam penggunaan soal jenis ini guru harus siap dengan jawaban siswa yang di luar prediksi ataupun jawaban yang aneh , karena daya nalar kritis siswa yang beragam seperti masalah Zizi di atas.

Adalah penting untuk menanamkan pada diri siswa bahwa  perbedaan adalah sesuatu yang wajar. Dengan memahami perbedaan maka pembelajaran akan lebih bermakna dan khazanah ilmu  akan menjadi lebih terbuka.

Guru harus siap menerima berbagai macam argumen siswa, dan membuka ruang diskusi bahkan dengan orang tua siswa, agar tidak ada perasaan segan atau takut pada siswa kita untuk berargumentasi. 

Adalah penting untuk menanamkan pada diri siswa bahwa  perbedaan adalah sesuatu yang wajar. Dengan memahami perbedaan maka pembelajaran akan lebih bermakna dan khazanah ilmu  akan menjadi lebih terbuka.

Semoga bermanfaat, salam matematika 😃

Yuli Anita

2 thoughts on “Membuka Ruang Berpikir dengan Soal Open Ended  Matematika ”

  • luar biasa bu Yuli… menyajikan masalah nyata yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, membuka wawasan kami sebagai guru untuk memahami cara berpikir siswa, tidak terburu menyalahkan, tetapi memberi kesempatan kepada mereka menjelaskan mengapa jawabannya seperti itu. siapa tahu jawabannya juga benar..Terima kasih inspiransinya bu…

Leave a Reply to susetyaningtyas Cancel reply

Your email address will not be published.

Related Post

Latihan Soal Persiapan US (2)

1. Tim dalam Turnamen   Tim A memiliki 60 poin setelah 8 pertandingan dalam sebuah turnamen.…

Bangun Ruang Sisi Lengkung (1)

Dalam materi ini kalian akan mempelajari tentang unsur-unsur Tabung, Kerucut , Bola, serta cara menghitung…

Al Khawarizmi, Bapak Aljabar Hingga Algoritma

Al-Khawarizmi memiliki nama lengkap Abu Abdullah Muhammad bin Musa. Beliau dikenal dengan nama al-Khawarizmi karena…