Sore itu hujan masih setia mengguyur Bintaraloka. Ada yang tak biasa. Jika biasanya menjelang jam tiga sore kami sudah bersiap siap untuk pulang , hari ini tidak, karena ada satu agenda penting yang harus dilakukan sore ini, yaitu Rapat Rencana Kerja dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Koperasi Margo Widodo Tahun Buku 2023.
Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Koperasi Margo Widodo dilakukan sebelum pelaksanaan RAT yang rencananya akan diadakan hari Jumat tanggal 27 Januari 2023.
Melalui rapat ini disusun berbagai program yang akan dilaksanakan satu tahun ke depan. Ya, pembiayaan dan program apapun yang dilakukan koperasi harus atas persetujuan anggota koperasi.
Pak Mahmud dan Ibu Uci, dokumentasi pribadi
Rapat dibuka pukul 14.45 dengan pembawa acara Bapak Mahmud. Sesudah berdoa bersama, Ibu Uci sebagai ketua koperasi memberikan pengantar sekaligus penjelasan tentang Rancangan Kerja Koperasi Margo Widodo di tahun 2023.
Menurut Ibu Uci di tahun ini jumlah anggota koperasi Margo Widodo mengalami penurunan, karena ada 16 anggota yang pensiun dan keluar dari Koperasi Margo Widodo. Hal ini berakibat menurunnya modal koperasi. Karenanya perlu peningkatan usaha koperasi selain simpan pinjam untuk meningkatkan keuntungan koperasi.
Berbagai masukan dari anggota Komarwi, dokumentasi pribadi
Sesudah pengarahan dari Ibu Uci, acara dilanjutkan dengan pandangan umum dari para anggota.
Ada banyak masukan dari anggota koperasi pada rapat kali ini. Di antaranya dari Ibu Ninik, Pak Aksan, Ibu Any juga Ibu Anna Rohmawati. Ya, semua memberikan masukan demi kemajuan koperasi yang nantinya akan berimbas pada peningkatan kesejahteraan anggotanya.
Saran diberikan secara lisan maupun melalui kotak saran yang ada di meja.
Kotak saran untuk menampung masukan anggota Komarwi, dokumentasi pribadi
Sesudah pandangan umum, mister Sony sebagai pengawas koperasi juga memberikan tanggapan atas pandangan para anggota juga rencana kinerja koperasi di tahun 2023 ini.
Pengawas koperasi, dokumentasi pribadi
Rapat berjalan lancar. Lezatnya gado-gado membuat rapat terasa akrab dan gayeng.
Gado-gado, dokumentasi Bu DianaPembacaan notula, dokumentasi pribadi
Sekitar pukul 15.45 rapat ditutup dengan pembacaan notula oleh Ibu Yuliana dan berdoa dipimpin oleh Pak Muhaimin.
Doa di akhir rapat, dokumentasi pribadi
Dalam doa tersebut dilantunkan harapan semoga Koperasi Margo Widodo semakin berkembang, sehingga dari tahun ke tahun SHU yang dibagikan semakin besar dan kesejahteraan anggota koperasi semakin meningkat.
Jumat adalah hari koordinasi. Ya, sejak semester genap ini ditetapkan bahwa tiap hari Jumat dilaksanakan evaluasi dan koordinasi berkaitan dengan kegiatan kegiatan yang telah dan akan dilakukan.
Di hari Jumat Minggu ketiga Januari ini, evaluasi diadakan menjelang pukul setengah dua siang.
Kegiatan pengisian SPT bersama yang dilakukan sebelumnya tidak membuat semangat Bapak/Ibu guru kendor untuk mengikuti evaluasi. Apalagi di sela- sela rapat ada yel-yel penyemangat yang dipimpin oleh Ibu Any Setijowati.
Suasana koordinasi dan evaluasi, dokumentasi Cyin Any
Dalam evaluasi kali ini ada dua bahasan penting yang dilakukan yaitu rencana pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Sekolah Sadar Kependudukan.
Paparan P5, dokumentasi Cyin Any
Projek P5 dipaparkan oleh Pak Fabi dan tim, sementara Sekolah Sadar Kependudukan oleh Ibu Maskunin, Ibu Triana dan Ibu Indah.
Dalam tulisan kali ini saya mencoba mengambil intisari dari paparan Ibu Maskunin tentang SSK dengan ditambah ulasan dari berbagai sumber, sementara tulisan tentang P5 akan dibuat dalam tulisan tersendiri.
Bonus Demografi, SSK dan Generasi Emas Indonesia
Hasil sensus 2020, sumber gambar: beritasatu.com
Berdasarkan pendataan yang dilakukan, BPS (Badan Pusat Statistik) memprediksi bahwa Indonesia akan mengalami bonus demografi pada kurun 2030-2040.
Apakah maknanya? Diperkirakan pada kurun waktu tersebut kondisi masyarakat Indonesia akan didominasi oleh usia produktif (usia 15-64 tahun) dibandingkan usia non produktif.
Namun hakekatnya bonus demografi ini datang lebih awal. Hal tersebut bisa kita lihat dari hasil sensus penduduk tahun 2020 di atas di mana prosentase penduduk usia produktif mencapai 70.72% dari keseluruhan jumlah penduduk.
Jika dikelola dengan baik, dengan adanya bonus demografi sebuah negara akan mengalami keuntungan ekonomi, karena banyaknya jumlah penduduk usia produktif. Saat jumlah usia produktif demikian banyak, tenaga kerja akan melimpah, angka ketergantungan menurun sehingga pendapatan bruto akan meningkat.
Sebaliknya jika tidak dikelola dengan baik bonus demografi bisa menjadi bencana karena melimpahnya angka pengangguran sehingga berakibat pada timbulnya masalah-masalah sosial yang lain.
Dalam hal ini diperlukan peran sekolah untuk menanamkan kesadaran akan kependudukan pada siswa, agar bonus demografi bisa memberikan manfaat yang nyata.
Sekolah sebagai agen perubahan diharapkan berkontribusi dalam mengatasi berbagai isu kependudukan dan membentuk generasi berencana yang sanggup menghadapi berbagai tantangan zaman.
Untuk itu, melalui kerjasama BKKBN, sekolah dan instansi yang terkait, dilaksanakan penyelenggaraan Sekolah Sadar Kependudukan (SSK) .
SSK adalah sekolah yang mengintegrasikan pendidikan kependudukan dan keluarga berencana ke dalam beberapa mata pelajaran, ekstrakurikuler, pembiasaan atau juga penyelenggaraan pojok kependudukan.
Salah satu pembiasaan di sekolah, literasi, dokpri
Integrasi dalam pembelajaran bisa dilakukan lewat RPP yang dibuat, sehingga diupayakan pembelajaran di dalam kelas bisa memuat isu-isu kependudukan.
Ada banyak isu kependudukan yang bisa diangkat misalnya tentang ledakan jumlah penduduk, masalah penduduk usia tua, meningkatnya usia produktif dan remaja, juga masalah urbanisasi dan pengembangan perkotaan.
Tentu saja integrasi masalah kependudukan dalam pembelajaran bisa dilakukan pada materi-materi yang sesuai.
Pramuka, satu contoh kegiatan ekstrakurikuler, dokpri
Dalam paparan hari itu Bu Maskunin juga menjelaskan akan diadakannya pojok kependudukan yang akan berlokasi di Bintaraloka 3.
Pojok Kependudukan rencananya akan berisi tentang berbagai informasi tentang kependudukan, termasuk di dalamnya buku dan poster-poster tentang kependudukan ataupun konsultasi kependudukan.
Diharapkan dengan dicanangkannya SSK ini pemahaman siswa akan dampak penduduk yang tidak terkendalikan bisa lebih meningkat, sehingga para siswa serta para remaja pada umumnya dapat berperan serta untuk meningkatkan usia nikah pertama serta meningkatkan kualitas kesehatan reproduksinya.
Sumber gambar: Suara Pemerintah
Ya, siswa sekarang adalah mereka yang akan mengambil peran penting di berbagai sektor kira-kira 10 atau 20 tahun mendatang. Jika tidak dipersiapkan dengan baik mereka akan menjadi beban dan menghadapi banyak masalah, sebaliknya jika dipersiapkan dengan sungguh-sungguh niscaya mereka akan menjadi generasi emas tahun 2045 yang diharapkan bisa membawa kemajuan negeri tercinta kita Indonesia.
Kamis pertama tahun 2023 yang cerah. Jika biasanya mendung menggantung di langit kota Malang, hari ini cuaca begitu bersahabat. Tidak ada awan mendung. Mentari terasa begitu hangat sehangat senyum kami pagi ini.
Seperti biasanya Kamis ditandai dengan busana kebaya dan Malangan yang dikenakan oleh Bapak/Ibu guru di Bintaraloka.
Ada yang istimewa di Kamis ini. Banyak ibu ibu guru yang mengenakan kebaya Malangan hitam dan putih dengan motif yang hampir sama. Aih, semua tampak cantik. Yang ‘kembaran’ maupun tidak. Lebih-lebih ketika semua berfoto bersama dengan senyum yang hangat dan ceria.
Kebaya Malangan, dokumentasi pribadi
Sebagai salah satu kekayaan budaya Indonesia sudah selayaknya kebaya kita lestarikan dengan cara lebih sering mengenakannya utamanya di acara-acara yang istimewa.
Berkebaya di sekolah, dokumentasi pribadi
Lebih-lebih melalui keputusan hasil rapat bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK), dan Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Pemerintah RI telah mengajukan kebaya sebagai warisan budaya tak benda UNESCO secara single nomination.
Sebelumnya Singapura, Malaysia, Thailand, dan Brunei juga mendeklarasikan kebaya untuk diajukan kepada Intergovernmental Committee for Intangible Cultural Heritage and Humanity UNESCO.
Keempat negara itu juga mengajak negara serumpun termasuk Indonesia untuk bergabung dalam joint multinational nominations sesuai dengan operational guideline yang akan diajukan Maret 2023.
Apakah keistimewaan kebaya sebagai kekayaan budaya Indonesia?
Kebaya menunjukan karakteristik unik dari masing-masing daerah di Indonesia. Tiap daerah punya kekhasan kebaya sendiri
Kebaya menjadi identitas bangsa yang mampu menaikan derajat dan martabat Indonesia di mata dunia
Kebaya menjadi daya tarik Indonesia yang bisa dimanfaatkan sebagai aset pariwisata
Kebaya bisa menjadi inspirasi bagi industri fashion di kancah nasional dan internasional.
Last but not least .., kebaya tidak hanya cantik, tapi juga mampu membuat pemakainya tampil lebih anggun dan menarik. Tidak percaya? Mari kita lihat foto foto yang ada di halaman ini.
Kebaya membuat pemakainya lebih cantik dan menarik, dokumentasi pribadi
Kegiatan akhir semester kali ini ditandai dengan hujan yang demikian deras di Bumi Bintaraloka.
Ya, sesudah kegiatan penerimaan rapor di pagi hari, kegiatan disambung dengan rapat evaluasi yang diadakan sesudah sholat Jumat. Menjelang berakhirnya rapat, hujan turun dengan deras sehingga banyak yang tertahan tidak bisa pulang dan akhirnya ngobrol bersama di ruang guru.
Menunggu hujan reda, dokumentasi pribadi
Wajah- wajah bapak ibu guru jauh berbeda dengan sehari sebelumnya. Tentu saja. Rapor sudah dibagikan, dan liburan sudah nyata menunggu di depan mata.
Akhir semester selalu ditandai dengan kegiatan yang begitu padat. Mulai dari penyelenggaraan PAS gasal, pekan remidi dan pengayaan disambung dengan classmeeting, ODL ke Glintung , menonton bioskop bersama dan sebagai penutup adalah penerimaan rapor semester gasal 2022/2023.
Ada banyak catatan menarik dari kegiatan akhir semester gasal tahun ini. Di antaranya adalah:
Penggunaan tab saat PAS, dokumentasi Bu Anna
Satu : Tahun ini adalah pertama kali penggunaan tab sekolah dalam pelaksanaan PAS. Bukan hal mudah menggunakan tab sekolah untuk pelaksanaan ujian. Perlu persiapan jaringan dan perangkat sehingga semua bisa berjalan lancar. Namun berkat kerjasama tim panitia PAS yang diketuai Ibu Anna Rohmawati , semua bisa teratasi dengan baik.
Classmeeting, dokumentasi Jojo
Dua : Penggunaan HP siswa sangat dikurangi baik saat PAS maupun class meeting. Tentunya apresiasi patut diberikan pada tim kesiswaan juga pengawas ujian yang dengan sungguh sungguh mengingatkan siswa agar menyimpan HP saat kegiatan berlangsung.
Menonton film, dokumentasi Bu Anna
Tiga :Kegiatan keluar baik berupa menonton film bersama maupun ODL tetap berjalan lancar. Menonton film adalah kegiatan siswa kelas 7, sementara ODL ke Glintung adalah kegiatan siswa kelas 9. Di sini begitu besar peranan walikelas dalam mendampingi para siswa saat berkegiatan.
ODL ke Glintung, dokumentasi ApplePendamping ODL, dokumentasi Gerry
Empat : Kegiatan di dalam sekolah, baik berupa motivasi, parenting maupun pengarahan dari Polresta terkait dengan pornografi berjalan dengan lancar. Kegiatan yang berusaha memberikan ‘pagar’ bagi siswa dalam berinternet ini diikuti oleh seluruh siswa kelas 9 dan program dua tahun.
Pengerjaan rapor, dokumentasi mister
Lima : Kegiatan entri data dan pengolahan rapor yang begitu ribet berjalan baik. Kerja tim penilaian juga tim pendamping walikelas di bawah pimpinan Pak Aksan sangat berperan dalam kelancaran acara ini.
Wali kelas menyiapkan rapor, dokumentasi pribadi
Pengerjaan rapor memakan waktu agak lama. Beberapa wali kelas ataupun tim penilaian pulang sesudah Maghrib.
Setelah penerimaan rapor di hari Jumat, sebelum pulang diadakan rapat evaluasi yang langsung dipimpin oleh ibu kepala sekolah.
Dalam rapat tersebut ditekankan lagi pentingnya koordinasi dan komunikasi yang baik dalam pelaksanaan semua kegiatan, juga pentingnya saling berbagi ilmu dan membangun sinergi yang baik antara semua bapak ibu guru di lingkungan SMP Negeri 3 Malang.
Demikian catatan penting yang sempat saya rekam selama beberapa Minggu ini. Pastinya ada yang tercecer, dan tidak sempat ditulis.
Akhirnya semoga hujan yang turun di Jumat sore itu adalah penanda keberkahan yang selalu melimpah di bumi Bintaraloka.
Selamat tinggal semester gasal 2022/2023, semoga semester depan jauh lebih baik daripada semester ini , dan selamat menikmati liburan untuk semuanya…😊
Jumat siang itu sementara siswa muslim sholat Jumat dan keputrian, ada kegiatan juga yang dilaksanakan oleh siswa Kristen dan Katholik. Ya, hari itu siswa Kristen dan Katholik akan melaksanakan kegiatan retret di Rumah Khalwat Betlehem Jedong.
Tentang Retret
Kegiatan retret, dokumentasi Jojo
Retret memiliki makna menjauhkan diri sendiri dari lingkungan keseharian untuk sementara waktu. Kegiatan retret dapat dilakukan untuk alasan yang berhubungan dengan kebutuhan spiritual, menghindari stres, menjaga kesehatan, bagian dari gaya hidup, ataupun hal-hal lainnya.
Sambutan Ibu Kepala sekolah, dok. Bu AnyBu Diana dan Bu Maria, dokumentasi Bu Maria
Retret yang diadakan pada hari Jumat dan Sabtu tanggal 16 -17 Desember kemarin diikuti oleh 45 siswa dan 4 guru pendamping. Ini adalah retret Bintaraloka pertama sesudah dihentikan selama dua tahun karena pandemi.
Di samping merupakan kegiatan tahunan retret juga bertujuan untuk memperingati natal, karenanya selalu diadakan di sekitar bulan Desember.
Pemateri dan pendamping, dokumentasi Jojo
Dalam kegiatan tersebut hadir pula Ibu Kepala Sekolah, Ibu Any, Ibu Diana dan Ibu Maria, sedangkan pendamping siswa dalam kegiatan adalah Ibu Cahya, Pak Gerry, Pak Vigil dan Ibu Hertika.
Kegiatan retret, dokumentasi Jojo
Mengapa tema yang diambil adalah Arrow Generation? Siswa bisa diibaratkan anak panah dari seorang pahlawan. Karakter dari sebuah anak panah adalah cepat dan tepat sasaran , karenanya diharapkan ke depan siswa akan menjadi generasi yang cepat dan tepat sasaran dalam mengambil langkah dan menghadapi segala tantangan kehidupan.
Acara retret dua hari itu diisi dengan renungan pagi dipimpin oleh Ibu Cahya, khotbah tentang narkoba yang disampaikan oleh bapak Ismail Al ikhlas Hakim, juga outbond.
Kebersamaan dalam retret, dokumentasi Jojo
Dalam kesehariannya Pak Ismail berada dalam satu layanan dengan Pak Gerry untuk mengurusi orang-orang yang masuk dalam jeratan narkoba.
Setelah berbagai kegiatan yang padat tapi akrab, di hari Sabtu pukul satu siang semua peserta meninggalkan Rumah Khalwat Betlehem Jedong, untuk kembali menuju Bintaraloka.
Kegiatan pagi, dokumentasi Jojo
Wajah gembira tampak dimana-mana. Tentu saja. Retret, sebuah acara yang sangat berkesan di hati siswa, karena melalui berbagai kegiatan yang menyenangkan siswa bisa melakukan ibadah bersama untuk meningkatkan kualitas keimanan mereka.