Ada yang istimewa di Kamis terakhir bulan Januari ini. Sejak pagi siswa sudah siap di lapangan volley dengan membawa satu kotak susu di tangan mereka. Ya, tanggal 25 Januari adalah Hari Gizi Nasional dan diperingati keesokan harinya di Bintaraloka.
Pengarahan dari Ibu Hastuti, sumber gambar: BBC
Tentang Hari Gizi Nasional
Hari Gizi Nasional diperingati setiap tanggal 25 Januari. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kepedulian masyarakat akan pentingnya pemenuhan gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari.
Minum susu bersama, sumber gambar: BBC
Sementara gizi sendiri zat makanan pokok yang diperlukan bagi pertumbuhan dan kesehatan badan. Makanan yang bergizi adalah makanan yang mengandung zat zat yang diperlukan oleh tubuh, atau secara singkatnya makanan yang mengandung empat sehat lima sempurna.
Empat Sehat Lima Sempurna, sumber gambar: Kumparan
Dari situs resmi Sehat Negeriku Kemkes, diperoleh informasi bahwa upaya perbaikan gizi masyarakat sebenarnya sudah dimulai sejak 1950. Saat itu Menteri Kesehatan Dokter J Leimena mengangkat Prof Poorwo Soedarmo sebagai Kepala Lembaga Makanan Rakyat (LMR). Prof Poorwo kemudian dikenal sebagai Bapak Gizi Indonesia.
Pada 25 Januari 1951, LMR mendirikan Sekolah Juru Penerang Makanan. Sekolah ini mengkader tenaga gizi Indonesia hingga pendidikan tenaga gizi terus berkembang di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Akhirnya pemerintah Indonesia menetapkan 25 Januari sebagai Hari Gizi Nasional Indonesia.
Hari Gizi Nasional pertama kali digelar LMR pada pertengahan tahun 1960. Kemudian dilanjutkan oleh Direktorat Gizi Masyarakat sejak 1970.
Dalam situs resmi Kemkes RI disebutkan, tema peringatan HGN tahun 2023 adalah Protein Hewani Cegah Stunting.
Dengan mengusung tema tersebut, HGN 2023 mengajak masyarakat untuk mencegah stunting.
Stunting adalah gangguan pada tumbuh kembang anak yang ditandai dengan tubuh yang cenderung lebih kerdil dibanding anak seusianya.
Peringatan HGN di Bintaraloka
Pembawa acara dan Ibu Hertika, sumber gambar: BBC
Peringatan HGN tahun ini dilakukan dengan minum susu bersama. Mengapa minum susu? Sebagai penyedia protein hewani kiranya minum susu perlu digalakkan kembali agar tubuh kita senantiasa sehat dan bugar.
Menurut keterangan Ibu Hastuti Koordinator UKS SMP Negeri 3 pada mulanya peringatan hendak dilaksanakan dengan gerakan gemar makan ikan. Namun karena berbagai sebab peringatan beralih ke minum susu bersama.
Bertindak sebagai pembawa acara pagi itu adalah Apple dan Komang, sementara pengarahan tentang pentingnya menjaga kesehatan dengan makan makanan yang sehat dan bergaya hidup sehat disampaikan oleh Ibu Hastuti dan Ibu Hertika.
Acara semakin meriah ketika sebelum minum susu semua siswa diminta mengangkat susu kotaknya tinggi tinggi lalu meminumnya bersama sama.
Sumber gambar : BBC
Aha, wajah ceria tampak di mana mana. Acara diakhiri sekitar pukul 07.45 dengan pengambilan sampah dari kemasan susu oleh para siswa yang betugas. Ya, seperti apapun kegiatannya kebersihan harus tetap dijaga dengan tidak meninggalkan sampah sekecil apapun di lokasi kegiatan.
Tak lupa mengumpulkan sampah sesudah kegiatan, sumber gambar: BBC
Tidak hanya makanan sehat, gaya hidup sehat harus terus ditanamkan dalam diri seluruh warga Bintaraloka.
Selamat Memperingati Hari Gizi Nasional dan salam sehat selaluā¦.š
Sore itu hujan masih setia mengguyur Bintaraloka. Ada yang tak biasa. Jika biasanya menjelang jam tiga sore kami sudah bersiap siap untuk pulang , hari ini tidak, karena ada satu agenda penting yang harus dilakukan sore ini, yaitu Rapat Rencana Kerja dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Koperasi Margo Widodo Tahun Buku 2023.
Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Koperasi Margo Widodo dilakukan sebelum pelaksanaan RAT yang rencananya akan diadakan hari Jumat tanggal 27 Januari 2023.
Melalui rapat ini disusun berbagai program yang akan dilaksanakan satu tahun ke depan. Ya, pembiayaan dan program apapun yang dilakukan koperasi harus atas persetujuan anggota koperasi.
Pak Mahmud dan Ibu Uci, dokumentasi pribadi
Rapat dibuka pukul 14.45 dengan pembawa acara Bapak Mahmud. Sesudah berdoa bersama, Ibu Uci sebagai ketua koperasi memberikan pengantar sekaligus penjelasan tentang Rancangan Kerja Koperasi Margo Widodo di tahun 2023.
Menurut Ibu Uci di tahun ini jumlah anggota koperasi Margo Widodo mengalami penurunan, karena ada 16 anggota yang pensiun dan keluar dari Koperasi Margo Widodo. Hal ini berakibat menurunnya modal koperasi. Karenanya perlu peningkatan usaha koperasi selain simpan pinjam untuk meningkatkan keuntungan koperasi.
Berbagai masukan dari anggota Komarwi, dokumentasi pribadi
Sesudah pengarahan dari Ibu Uci, acara dilanjutkan dengan pandangan umum dari para anggota.
Ada banyak masukan dari anggota koperasi pada rapat kali ini. Di antaranya dari Ibu Ninik, Pak Aksan, Ibu Any juga Ibu Anna Rohmawati. Ya, semua memberikan masukan demi kemajuan koperasi yang nantinya akan berimbas pada peningkatan kesejahteraan anggotanya.
Saran diberikan secara lisan maupun melalui kotak saran yang ada di meja.
Kotak saran untuk menampung masukan anggota Komarwi, dokumentasi pribadi
Sesudah pandangan umum, mister Sony sebagai pengawas koperasi juga memberikan tanggapan atas pandangan para anggota juga rencana kinerja koperasi di tahun 2023 ini.
Pengawas koperasi, dokumentasi pribadi
Rapat berjalan lancar. Lezatnya gado-gado membuat rapat terasa akrab dan gayeng.
Gado-gado, dokumentasi Bu DianaPembacaan notula, dokumentasi pribadi
Sekitar pukul 15.45 rapat ditutup dengan pembacaan notula oleh Ibu Yuliana dan berdoa dipimpin oleh Pak Muhaimin.
Doa di akhir rapat, dokumentasi pribadi
Dalam doa tersebut dilantunkan harapan semoga Koperasi Margo Widodo semakin berkembang, sehingga dari tahun ke tahun SHU yang dibagikan semakin besar dan kesejahteraan anggota koperasi semakin meningkat.
Jumat adalah hari koordinasi. Ya, sejak semester genap ini ditetapkan bahwa tiap hari Jumat dilaksanakan evaluasi dan koordinasi berkaitan dengan kegiatan kegiatan yang telah dan akan dilakukan.
Di hari Jumat Minggu ketiga Januari ini, evaluasi diadakan menjelang pukul setengah dua siang.
Kegiatan pengisian SPT bersama yang dilakukan sebelumnya tidak membuat semangat Bapak/Ibu guru kendor untuk mengikuti evaluasi. Apalagi di sela- sela rapat ada yel-yel penyemangat yang dipimpin oleh Ibu Any Setijowati.
Suasana koordinasi dan evaluasi, dokumentasi Cyin Any
Dalam evaluasi kali ini ada dua bahasan penting yang dilakukan yaitu rencana pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Sekolah Sadar Kependudukan.
Paparan P5, dokumentasi Cyin Any
Projek P5 dipaparkan oleh Pak Fabi dan tim, sementara Sekolah Sadar Kependudukan oleh Ibu Maskunin, Ibu Triana dan Ibu Indah.
Dalam tulisan kali ini saya mencoba mengambil intisari dari paparan Ibu Maskunin tentang SSK dengan ditambah ulasan dari berbagai sumber, sementara tulisan tentang P5 akan dibuat dalam tulisan tersendiri.
Bonus Demografi, SSK dan Generasi Emas Indonesia
Hasil sensus 2020, sumber gambar: beritasatu.com
Berdasarkan pendataan yang dilakukan, BPS (Badan Pusat Statistik) memprediksi bahwa Indonesia akan mengalami bonus demografi pada kurun 2030-2040.
Apakah maknanya? Diperkirakan pada kurun waktu tersebut kondisi masyarakat Indonesia akan didominasi oleh usia produktif (usia 15-64 tahun) dibandingkan usia non produktif.
Namun hakekatnya bonus demografi ini datang lebih awal. Hal tersebut bisa kita lihat dari hasil sensus penduduk tahun 2020 di atas di mana prosentase penduduk usia produktif mencapai 70.72% dari keseluruhan jumlah penduduk.
Jika dikelola dengan baik, dengan adanya bonus demografi sebuah negara akan mengalami keuntungan ekonomi, karena banyaknya jumlah penduduk usia produktif. Saat jumlah usia produktif demikian banyak, tenaga kerja akan melimpah, angka ketergantungan menurun sehingga pendapatan bruto akan meningkat.
Sebaliknya jika tidak dikelola dengan baik bonus demografi bisa menjadi bencana karena melimpahnya angka pengangguran sehingga berakibat pada timbulnya masalah-masalah sosial yang lain.
Dalam hal ini diperlukan peran sekolah untuk menanamkan kesadaran akan kependudukan pada siswa, agar bonus demografi bisa memberikan manfaat yang nyata.
Sekolah sebagai agen perubahan diharapkan berkontribusi dalam mengatasi berbagai isu kependudukan dan membentuk generasi berencana yang sanggup menghadapi berbagai tantangan zaman.
Untuk itu, melalui kerjasama BKKBN, sekolah dan instansi yang terkait, dilaksanakan penyelenggaraan Sekolah Sadar Kependudukan (SSK) .
SSK adalah sekolah yang mengintegrasikan pendidikan kependudukan dan keluarga berencana ke dalam beberapa mata pelajaran, ekstrakurikuler, pembiasaan atau juga penyelenggaraan pojok kependudukan.
Salah satu pembiasaan di sekolah, literasi, dokpri
Integrasi dalam pembelajaran bisa dilakukan lewat RPP yang dibuat, sehingga diupayakan pembelajaran di dalam kelas bisa memuat isu-isu kependudukan.
Ada banyak isu kependudukan yang bisa diangkat misalnya tentang ledakan jumlah penduduk, masalah penduduk usia tua, meningkatnya usia produktif dan remaja, juga masalah urbanisasi dan pengembangan perkotaan.
Tentu saja integrasi masalah kependudukan dalam pembelajaran bisa dilakukan pada materi-materi yang sesuai.
Pramuka, satu contoh kegiatan ekstrakurikuler, dokpri
Dalam paparan hari itu Bu Maskunin juga menjelaskan akan diadakannya pojok kependudukan yang akan berlokasi di Bintaraloka 3.
Pojok Kependudukan rencananya akan berisi tentang berbagai informasi tentang kependudukan, termasuk di dalamnya buku dan poster-poster tentang kependudukan ataupun konsultasi kependudukan.
Diharapkan dengan dicanangkannya SSK ini pemahaman siswa akan dampak penduduk yang tidak terkendalikan bisa lebih meningkat, sehingga para siswa serta para remaja pada umumnya dapat berperan serta untuk meningkatkan usia nikah pertama serta meningkatkan kualitas kesehatan reproduksinya.
Sumber gambar: Suara Pemerintah
Ya, siswa sekarang adalah mereka yang akan mengambil peran penting di berbagai sektor kira-kira 10 atau 20 tahun mendatang. Jika tidak dipersiapkan dengan baik mereka akan menjadi beban dan menghadapi banyak masalah, sebaliknya jika dipersiapkan dengan sungguh-sungguh niscaya mereka akan menjadi generasi emas tahun 2045 yang diharapkan bisa membawa kemajuan negeri tercinta kita Indonesia.
Belajar sebuah proses yang menyenangkan, Tekno-Kompas
Hari Minggu selalu banyak pesan masuk lewat whatsapp saya. Dari anak-anak. Lewat pesan-pesan itu mereka mencobaĀ menjabarkan jawaban dari soal matematika yang saya kirimkan sehari sebelumnya lewat grup kelas. Ya, di akhir pekanĀ saya sering mengadakan semacam sayembara matematika.
Di era sekarang keberadaan gadget sangat dekat dengan kehidupan kita. Tak luput juga anak-anak. Siswa saya yang duduk di tingkat SMP menunjukkan ketergantungan yang sangat pada gadget.
Menurut hasil survey rata- rata orang Indonesia menghabiskan waktu lebih dari lima jam untuk bermain gadget. Bisa dibayangkan betapa banyak hal yang bisa diperoleh dari benda kecil itu. Hal yang bisa bernilai positif atau negatif. Tergantung dari apa yang sering kita buka.
Ya, gadget ibarat pisau bermata dua. Bisa bermanfaat namun juga mempunyai mudharat yang banyak jka tidak bisa memanfaatkannya.
Di tengah serbuan informasi yang begitu deras seperti ini, kiranya orang tua dan guru harus pintar-pintar mengarahkan siswa atau putera puterinya agar bisa menggunaan gadget untuk hal hal yang bermanfaat.
Dalam pembelajaran di kelasĀ penggunaan gadget juga sering dipakai, misal untuk browsing atau penggunaan aplikasi tertentu untuk mengerjakan laporan atau tigas. Dalam pembelajaran matematika misalnya, gadget bisa dipakai untukĀ menggambar grafik fungsi, transformasi juga menentukan gradien garis lurus.
Belajar dengan menggunakan gadget, Antara News
Dengan gadget materi materi di atas akan lebih mudah dipelajari. Tentu saja pemanfaatannya harus diatur sedemikian rupa sehingga pengalaman belajar tetap yang utama.
Gadget lebih banyak dipakai untuk konfirmasi. Contoh : ketika anak anak diminta untuk menggambar grafik fungsi, mereka tetap harus menggambar secara manual, yaitu membuat tabel, lalu meletakkan titik titik yang diperoleh dalam bidang koordinat dan akhirnya menggambarkan fungsinya.
Di akhir pembelajaran baru mencocokkan gambar yang diperoleh dengan menggunakan gadget untuk menggambar grafik.
Dalam pembelajaran matematika selalu dijumpai anak yang kemampuan matematikanya rendah dan berakibat pada mereka tidak suka matematika. Atau anak yang tidak suka matematika sehingga kemampuan matematikanya rendah. Dua hal yang saling kait mengait.
Satu trik saya untuk meningkatkan kemampuan anak bermatematika juga meningkatkan kecintaan siswa pada matematika adalah mengadakan sayembara matematika di akhir pekan. He..he..,sayembara kecil-kecilan karena hanya dishare di kalangan siswa kelas saya
Soal sayembara saya share lewat grup whatsapp dan jawabannya dikirim secara japri. Cukup satu soal yang menarik, tidak terlalu berat, tapi harus menerapkan konsep matematika. Soalnya dari mana? Bisa diambil dari Instagram, tiktok atau medsos yang tentunya disesuaikan dengan materi yang sudah diperoleh siswa.
Ya, di media sosial banyak beredar soal yang tampaknya lucu-lucu tapi sebenarnya mengandung penerapan konsep matematika yang menarik.
Seperti contoh soal berikut ini:
1. Perhatikan kalender 2023 dan 1967 berikut. Mengapa hari dan tanggalnya sama persis?
Sumbr gambar: tangkapan layar pribadi
2. Pada harga minuman yang tertera berikut ini, berapakah selisih harga tertinggi dan terendah?
Sumber: Ig ngaji matematika
Soal pertama bisa diselesaikan dengan menggunakan cara sebagai berikut: Selisih tahun dari 1967 ke 2023 adalah 56 tahun. Di antara tahun tersebut ada 14 kali tahun kabisat yaitu 1968, 1972, 1976, 1980, sampai dengan 2020.
Jumlah hari dari 1 Januari 1967 sampai 1 Januari 2023 adalah (56 x 365) + 14 = 20.454 hari. Karena hari berulang tiap 7 hari, maka kita cek apakah 20.454 habis dibagi 7. Jika habis dibagi 7, berarti 1 Januari 1967 jatuh di hari Minggu, namun jika bersisa berarti tanggal 1 Januari 1967 tidak jatuh di hari Minggu.
Ternyata 20454 :7 = 2922 . Berarti 20.454 habis dibagi 7, karenanya 1 Januari 1967 jatuh di hari Minggu.
Jika awal bulan jatuh di hari yang sama, maka bisa dipastikan tanggal yang lain dalam bulan itu jatuh di hari yang sama pula.
Sedangkan soal yang kedua cukup mencari masing masing harga minuman lalu dicari selisih harga terendah dan tertingginya. Berikut contoh jawaban seorang siswa:
Sumber gambar: tangkapan layar pribadi
Di luar dugaan siswa yang tertarik dan mengikuti sayembaraĀ lumayan banyak. Paling tidak dalamĀ satu sayembara ada 15 siswa yang mengirimkan jawaban.
Hal yang menggembirakan adalah pada mulanya yang tertarik adalah siswa yang suka matematika atau tergabung dalam ekstra olimpiade matematika, namun lama- kelamaan tidak.
Siswa yang dalam keseharian matematika nya kurang menonjolpun sudah mulai berani mengirimkan jawaban, dan itu ‘sesuatu’ sekali bagi saya. Apalagi jawaban siswa menggunakan cara yang beragam dan kadang menggunakan alur logika yang menarik.
Layaknya sayembara, meski kecil-kecilan harus ada hadiahnya. Lalu apa hadiahnya? Tidak terlalu mahal juga. Kadang saya siapkan hadiah penggaris kecil, busur atau notes kecil. Intinya alat-alat yang sering dibutuhkan siswa saat belajar matematika.
Meski tidak mahal yang namanya hadiah selalu membuat gembira. Beruntungnya di daerah saya banyak toko ATK, sehingga saya bisa belanja ATK dengan harga yang murah.
Seperti pagi ini ada 10 jawaban yang bagus dari anak-anak. Jawaban bisa berupa pesan atau foto. Jika ada hal yang kurang jelas dengan jawabannya biasanya besok pas ada kelas matematika, saya minta menerangkan jawaban tersebut.
Akhirnya melalui sayembara matematika ini diharapkan kecintaan siswa pada matematika akan semakin meningkat, dan pada akhirnya akan meningkatkan pula kompetensi mereka dalam bermatematika. Juga dengan sayembara ini siswa diajak menggunakan gadget mereka untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat.
Ya, hakekatnya belajar adalah proses yang menyenangkan. Belajar bisa dilakukan kapan saja dan menggunakan media apa saja. Selamat beraktivitas dan salam matematika:)
Sengaja catatan perjalanan Sabtu di minggu pertama Januari 2023 ini saya buat dalam dua bagian. Supaya tidak terlalu panjang jadi lebih enak dibaca.
Bagian pertama menceritakan perjalanan kami menuju resepsi pernikahan Pak Faqih di Gresik, bagian kedua bercerita tentang jalan- jalan sepulang dari Gresik. Tepatnya perjalanan menuju tempat oleh-oleh, Tunjungan Plaza dan terakhir mampir Soto Ambengan dan Sup Iga sebelum akhirnya pulang kembali ke Malang.
***
Pukul setengah satu siang di Gresik benar benar sesuatu rasanya. Kami yang terbiasa dengan sejuknya hawa di kota Malang merasakan hawa siang yang begitu panas.
Sesudah resepsi pernikahan Pak Faqih, kami sholat di masjid terdekat dan siap- siap untuk melanjutkan perjalanan. Matahari begitu panas menyengat. Keluar dari masjid cepat-cepat kami masuk bus yang parkir tepat di depan masjid.
Pusat oleh-oleh, dokumentasi pribadi
Setelah semua penumpang lengkap, perjalananpun dilanjutkan. Pusat oleh-oleh khas Gresik itu tujuan utamanya.
Belanja di pusat oleh oleh, dokumentasi pribadi
Sampai di pusat oleh oleh kami berkeliling. Beberapa teman membeli pudak, otak otak bandeng, kerupuk ikan juga kerupuk udang. Sementara saya sendiri membeli beras kencur dingin dalam kemasan botol.
Sesudah belanja, dokumentasi pribadi
Sesudah puas membeli oleh-oleh perjalananpun dilanjutkan menuju Tunjungan Plaza. Pusat perbelanjaan yang terletak di kota Surabaya ini mempunyai 6 bangunan utama yang saling berhubungan (Tunjungan Plaza 1-6).
Sepanjang perjalanan di Surabaya Bu Anna banyak bercerita pada saya tentang tempat-tempat di kota Pahlawan ini. Ternyata beliau lama tinggal di Surabaya sehingga hafal dengan sudut sudut kota Surabaya.
Tunjungan Plaza, dokumentasi pribadi
Tunjungan Plaza ini begitu luas sehingga untuk berkeliling di dalamnya perlu waktu yang agak lama. Karenanya waktu yang disediakan bagi kami untuk berkeliling di Tunjungan Plaza adalah satu setengah jam. Tepatnya mulai pukul 15.30 sampai dengan 17.00.
Jalan jalan di Tunjungan Plaza, dokumentasi pribadi Di Tunjungan Plaza, dokumentasi P.Dian
Sama dengan di kota Malang, keberadaan plaza adalah hal yang sangat bermakna bagi warga. Plaza bisa menjadi tempat refreshing, tempat belanja atau bersosialisasi.
Di Tunjungan Plaza beberapa teman berbelanja, beberapa yang lain mencuci mata, bergaya seperti anak muda, atau sekedar berjalan- jalan dengan orang tercinta. Aih, semua itu sungguh membuat bahagia.
Depan Tunjungan Plaza, dokumentasi Cyin Any Depan Tunjungan Plaza, dokumentasi Cyin Any
Lelah berkeliling plaza, pukul lima tepat semua penumpang sudah berada di dalam bus kecuali dua orang yaitu Bu Sinta dan Bu Novi. Penumpang di bus mulai bertanya-tanya, kemana gerangan mereka berdua? Namun syukurlah tak lama kemudian keduanya tampak berlari-lari menuju bus, dan kami sambut dengan penuh rasa lega.
Terlambat masuk bus, dokumentasi Cyin Any
Bus kembali melaju. Sebelum balik Malang, kami mampir dulu ke Soto Ambengan, sementara mobil sekolah mampir ke sop iga. Hmm, apapun hidangannya, dalam kebersamaan semua terasa hangat dan lezat.
Soto Ambengan, dokumentasi Cyin Any Soto Ambengan, dokumentasi Cyin Any Sup Iga, dokumentasi P.DianSoto Ambengan, dokumentasi Cyin AnySoto Ambengan, dokumentasi Cyin Any
Sekitar pukul 6 hujan mulai mengguyur Surabaya. Bergegas kami naik bus kembali untuk pulang ke kota Malang tercinta.
Tidak seperti saat berangkat, tidak ada yang bernyanyi kali ini. Mungkin sudah lelah, ditambah dengan mengantuk, juga kekenyangan.
Badan sudah terasa demikian lelah, tapi memang anak muda selalu punya ide ide segar di kepala.
Dalam perjalanan pulang, semua penumpang bus diajak membuat tiktok dengan panduan Pak Vigil dan Pak Fabi. Heā¦he⦠Apa pula ini? Baru kali ini saya ikut dalam pembuatan tiktok. Hasil tiktok bisa dilihat di link bagian bawah halaman ini.
Malam semakin larut. Jalanan Surabaya nampak begitu sibuk. Bus kami terus melaju meninggalkan kota Surabaya untuk mengakhiri perjalanan sepanjang pagi hingga petang hari ini. Ya, perjalanan hari ini sangat asyik dan meninggalkan begitu banyak kenangan cantik.