Final Lomba Cerdas Cermat PAI, Puncak Acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw

Gempita perayaan Maulid Nabi Muhammad saw yang diadakan dua minggu yang lalu pada minggu ini mencapai puncaknya.

Acara puncak Maulid Nabi ditandai dengan final lomba cerdas cermat PAI juga penyerahan hadiah pada para pemenang lomba.

Suasana final lomba cerdas cermat PAI, dokumentasi Bu Utin
Suasana final Lomba Cerdas Cermat PAI, dokumentasi Bu Utin

Final lomba cerdas cermat PAI diadakan hari Kamis tanggal 20 Oktobet 2022. Seperti yang diharapkan pagi itu langit cerah, padahal penyelenggara sempat khawatir jangan-jangan pagi itu hujan turun seperti hari-hari sebelumnya.

Jumlah peserta lomba cerdas cermat PAI ada 130 siswa. Di babak penyisihan pada semua peserta diberikan 50 soal pilihan ganda lewat thatquiz untuk diambil 15 peserta dengan nilai terbaik dan waktu tercepat guna masuk semi final.

Di babak semi final, masing peserta diberi 3 soal tertulis dan membaca 3-4 ayat dari surah yang ditentukan oleh dewan juri. Dari 15 peserta itu akhirnya diambil 3 nilai terbaik yang akan masuk di babak final.

Di babak final masing-masing peserta diberi 3 soal yang sudah ditentukan pada sesi pertama dan di sesi berikutnya adalah adu cepat. Dalam babak adu cepat ada 10 soal rebutan.

Dalam final lomba cerdas cermat ini Ibu Utin, Pak Muhaimin, Pak Abid juga Bu Anggita terlibat langsung baik sebagai pemberi pertanyaan atau pengarah jalannya lomba.

Sesudah final berakhir ternyata diperoleh pemenangnya adalah Meysika kelas 9.7 Amira kelas 7.9 dan Althaf kelas 9.2. Pemberian hadiah dilakukan oleh Pak Herianto selaku wakasis SMP Negeri 3 Malang.

Juara 1 lomba Cerdas Cermat PAI, dokumentasi Bu Utin
Juara 2 lomba Cerdas Cermat PAI, dokumentasi Bu Utin
Juara 3 Lomba Cerdas Cermat PAI, dokumentasi Bu Utin

Acara pagi itu demikian meriah. Wajah-wajah gembira tampak dimana-mana terutama dari para pemenang dan supporternya.

Selain pada pemenang cerdas cermat penyerahan hadiah juga dilakukan pada penenang lomba asmaul husna, azan, tartil juga kaligrafi di hari sebelumnya. Karena kondisi lapangan yang basah, penyerahan hadiah dilakukan di depan ruang guru

Pemenang lomba tartil, dokumentasi Bu Utin
Pemenang lomba kaligrafi, dokumentasi Bu Utin
Pemenang lomba adzan, dokumentasi Bu Utin
Pemenang lomba asmaul husna, dokumentasi Bu utin

Akhirnya selamat bagi para pemenang. Semoga dengan peringatan Maulid ini siswa semakin giat dalam melaksanakan ajaran dan sunnah nabi, dan ke depannya mereka bisa menjadi generasi yang sholeh/ sholehah yang bermanfaat bagi sesama.

Gembira bersama supporter , dokumentasi Meysika

Mengasah Jiwa Kepemimpinan dan Ketrampilan Berorganisasi Melalui Kegiatan LDK OSIS dan MPK

Jumat yang benar-benar sibuk. Usai sholat Jumat beberapa siswa kembali ke kelas sementara yang lain meneruskan kembali lomba Maulid yang belum selesai. Di aula masih berlangsung lomba Asmaul Husna sementara di mushola putri diadakan final lomba cerdas cermat.

Ternyata tidak hanya itu, di lapangan volly juga ada kesibukan istimewa. Ya,  kira-kira 104 orang yang terdiri atas siswa dan guru akan berangkat ke Dusun Sahabat Alam dalam rangka mengikuti kegiatan LDK OSIS dan MPK .

Tujuan dari kegiatan LDK ini adalah untuk memberikan pengalaman dan meningkatkan kemampuan serta keterampilan yang positif untuk membentuk kepribadian melalui berbagai macam kegiatan .

Kegiatan LDK OSIS dan MPK dilakukan dua kali yaitu LDK1 (di sekolah)  dan LDK2 ( di luar sekolah).

Peserta LDK1, dokumentasi BBC
Suasana LDK1, dokumentasi BBC

Kegiatan LDK 1 diadakan di aula Bintaraloka 1 satu minggu sebelumnya. Dalam LDK ini siswa mendapatkan berbagai macam materi tentang etika,  tata krama,  dan cara berkomunikasi.  Sebagai pemateri adalah Ibu Hertika dan Pak Herianto.

Berangkat ke Dusun Sahabat Alam, dokumentasi pribadi

Seminggu sesudahnya siswa berangkat ke Dusun Sahabat Alam untuk mengikuti LDK2. Ada 68 siswa , 21 panitia dan 15 pendamping yang diberangkatkan menuju Dusun Sahabat Alam dengan empat buah truk.

Semua berangkat menuju lokasi LDK sekitar pukul satu siang.  Wajah -wajah siswa tampak begitu cerah dan antusias.  Meski kegiatan yang akan mereka jalani di Sahabat Alam nanti menurut rundown begitu padat,  namun bersama teman semua akan dijalani dengan gembira.

Di dusun Sahabat Alam,dokumentasi Bu Any

Sampai di Sahabat Alam meski mendung tampak demikian tebal,  apel pembukaan tetap dilaksanakan dengan pembina Ibu Kepala Sekolah. 

Tidak tahan menanggung volume air yang begitu banyak, akhirnya airpun tercurah dari langit. Hujan turun di tengah apel sehingga pembinaan dilaksanakan di pendopo.

Apel pembukaan, dokumentasi BBC

Sesudah apel semua peserta istirahat sebentar untuk melaksanakan sholat Ashar dan acara dilanjutkan dengan pemberian materi dari Pak Zaenal Aksan.  Dalam materi nya Bapak Wakakur SMP Negeri 3 Malang ini menerangkan tentang pentingnya manajemen waktu dalam keseharian kita.

FGD, dokumentasi BBC

Sesudah pemberian materi, peserta diperbolehkan istirahat, sholat dan makan sampai pukul 19.15, dan berikutnya adalah materi Kepemimpinan yang diberikan oleh Pak Imam Muta’ali.

Sesudah satu jam materi kepemimpinan, acara selanjutnya adalah api unggun dan FGD (Focus Group Discussion). Lewat FGD siswa belajar berani untuk mengemukakan pendapat berkisar masalah keorganisasian.

Sesudah api uggun dan FGD, acara dilanjutkan dengan renungan malam dan kegiatan hari itu berakhir sekitar pukul 22.45.

Suasana makan malam, dokumentasi BBC

Menurut rundown acara seharusnya ada jelajah malam. Namun karena hujan yang tidak kunjung berhenti acara jelajah malam ditiadakan.

Pagi hari setelahmelaksanankan sholat Subuh dan bersih diri, peserta sudah ditunggu Pak Ardillah Rohmad untuk bersama-sama melaksanakan senam pagi.

Kegiatan pagi, dokumentasi BBC
Pendamping LDK, dokumentasi BBC

Satu jam berikutnya semua peserta sarapan pagi dan tepat pukul 07.00 Ibu Any Setijowati sudah siap memberikan materi tentang keorganisasian.

Materi dari Ibu Any Setijowati, dokumentasi BBC

Sesudah dua jam mendapatkan materi sampailah pada acara yang ditunggu-tunggu yaitu tracking dan game.

Game, dokumentasi BBC

Melalui acara ini siswa diajak menjelajah alam sekitar dan mengikuti berbagai game yang diberikan oleh pemandu dari dari Dusun Sahabat Alam.

Acara tracking dan game berlangsung demikian seru.  Melalui berbagai game siswa belajar banyak hal.  Bagaimana memecahkan masalah,  juga bagaimana membuat kerjasama yang baik dengan sesama teman. 

Tracking dan game, dokumentasi BBC

Saat Dhuhur, game diakhiri dan semua peserta dipersilakan untuk sholat, istirahat dan makan

Acara LDK hari itu ditutup dengan apel penutupan dan  sesudahnya semua peserta bersiap meninggalkan Dusun Sahabat Alam untuk kembali ke Bintaraloka.

Sungguh hari yang penuh kesan di Dusun Sahabat Alam. Melalui kegiatan dua hari itu penanaman karakter baik ditanamkan pada siswa dengan suasana yang hangat dan ceria.

Sebagian pendamping dan pemateri, dokumentasi BBC

Sekitar pukul dua rombongan truk perlahan meninggalkan Dusun Sahabat Alam. Jalanan yang kadang terjal seolah gambaran bahwasanya jalan kehidupan tidak selalu mulus.  Ada banyak hal yang harus dihadapi dengan keberanian,  tabah dan kelapangan dada.

Semoga dengan penanaman berbagai karakter baik lewat kegiatan LDK OSIS dan MPK ini akan tercipta calon pemimpin masa depan yang handal dan bisa diharapkan. Pemimpin yang berkarakter baik dan bisa menjadi teladan bagi orang sekitarnya.

Peserta, panitia dan pendamping, dokumentasi BBC

Ya, bukankah para siswa nantinya akan berdiri di garda terdepan sebagai calon-calon pemimpin negeri  ini?  Semoga.

Aku Keren dengan 4R, Sebuah Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Bintaraloka

Indonesia termasuk dalam sepuluh negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia.  Dengan jumlah penduduk yang demikian besar akhirnya muncul masalah yang harus benar benar diwaspadai yaitu sampah.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyampaikan bahwa produksi sampah nasional mencapai 175.000 ton per hari. Rata-rata satu orang  Indonesia menyumbang sampah sebanyak 0.7kg per hari.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat, Indonesia menghasilkan sampah sebanyak 21,88 juta ton pada 2021. Meski jumlah tersebut mengalami penurunan 33,33% dibandingkan pada tahun sebelumnya yang sebanyak 32,82 juta ton, namun masih termasuk besar.

Poster karya siswa yang berisikan pentingnya 4R, dokumentasi pribadi

Ada beberapa fakta yang perlu diketahui tentang sampah:
1. Kota metropolitan dan kota besar adalah penghasil sampah terbesar di Indonesia.  Termasuk di dalamnya Jakarta,  Surabaya Bandung dan Jogjakarta. Menurut KLHK rata-rata produksi sampah harian di kota metropolitan adalah 1.300 ton dan kota besar  adalah 480 ton.

2. Jumlah sampah secara nasional banyak didominasi  oleh sampah rumah tangga.

3. Indonesia adalah penghasil sampah plastik terbesar nomor dua di dunia. Dari data yang diperoleh dari Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS), diketahui bahwa 3,2 juta ton sampah yang dibuang ke laut adalah sampah plastik. Kantong plastik yang terbuang ke lingkungan sebanyak 10 miliar lembar per tahun atau sebanyak 85.000 ton kantong plastik.

4. Dalam sepuluh tahun terakhir jumlah sampah plastik terus mengalami peningkatan.

Semakin memprihatinkannya isu sampah membuat kepedulian terhadap sampah dan pengelolaannya harus mulai ditanamkan sejak dini, jika kita masih peduli dengan kelestarian bumi.

Ada empat prinsip pengolahan sampah yang dikenal dengan 4R.  4R meliputi :

Presentasi tentang pentingnya 4R, dokumentasi pribadi

1. Reduce : reduksi atau mengurangi.  Sedapat mungkin kurangi penggunaan barang sekali pakai supaya tidak menghasilkan banyak sampah.  Contoh: menggunakan tas yang bisa dipakai berkali -kali untuk mengurangi kenggunaan kantong kresek sekali pakai.

2. Replace : Replace yaitu mengganti barang yang biasa kita digunakan dengan barang yang lebih ramah lingkungan.
Contohnya dengan mengganti penggunaan kantong plastik biasa dengan plastik biodegradable yang lebih  mudah diuraikan.

3. Recycle : recycle yaitu mendaur ulang kembali sampah-sampah atau bahan-bahan yang sudah tidak lagi berguna menjadi bahan lain dengan melalui beberapa proses pengolahan. Misal membuat pupuk kompos.

4. Reuse : Reuse artinya menggunakan kembali sampah, seperti bahan-bahan yang terbuang atau tidak terpakai. Banyak sampah yang dapat kita gunakan kembali, seperti kertas, kemasan plastik, dan botol bekas untuk dijadikan hiasan atau barang lain yang berguna.

Di Bintaraloka kesadaran untuk melaksanakan 4R  ditanamkan pada siswa salah satunya lewat kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Projek ini mengambil tema Aku Keren Dengan 4R dan merupakan tema kedua projek.

Sebelum pelaksanaan projek dilakukan perancangan kegiatan projek oleh tim, dan selanjutnya sosialisasi pada orang tua dan siswa  di aula.

Rapat merancang kegiatan projek oleh tim tema dua, dokumentasi pribadi

Dari sosialisasi tersebut dapat diketahui bahwa kegiatan projek meliputi pemberian materi dari berbagai narasumber, menonton film bersama,  membuat karya berupa poster atau bahan daur ulang juga yang tak kalah menarik adalah Outdoor Learning.

Di minggu pertama kegiatan yang dilakukan adalah menonton film bersama tentang sampah plastik. Sesudah menonton film siswa diminta membuat catatan penting berkaitan tentang sampah plastik.  Ya,  film berkisah tentang semakin banyaknya sampah plastik di lautan dan betapa sampah tersrbut sangat membahayakan kehidupan mahluk hidup di lautan. 

Bersama narsum Bapak Sulaiman Sulang, dokumentasi P. Fabi

Masih di minggu pertama di hari Jumat sekolah menghadirkan narasumber Bapak Sulaiman Sulang,S.S.,M.AP. Beliau adalah koordinator  Adiwiyata SMK Negeri 6 Malang. Dalam paparannya Bapak ‘Sule’ menyampaikan tentang segala hal berkaitan dengan sampah dan 4R.

Di minggu kedua  kegiatan siswa difokuskan pada pembuatan poster,  display poster juga presentasi. Poster dibuat di kertas A3 dengan menggambar manual. 

Mendisplay poster, dokumentasi P. Fabi
Mendisplay poster, dokumentasi P. Fabi

Bagaimana hasilnya? Wow, siswa mempunyai kreatifitas yang luar biasa.  Hal tersebut bisa dilihat dari foto-foto karya yang ditampilkan di sini.

Proses penilaian, dokumentasi pribadi

Sesudah didisplay di hari Rabu,  siswa secara bergantian melakukan presentasi di aula di hari Kamis dan Bapak /Ibu guru melakukan penilaian dengan memberikan pertanyaan berkisar pada ide, proses dan tahapan pembuatan poster.

Penilaian dititik beratkan pada karakter siswa saat mengerjakan tugas, seperti keterlibatan dalam pembuatan poster,  aktif dan sopan dalam presentasi,  kesesuaian gambar desain poster dengan tema yang diangkat.

Secara umum siswa mengatakan projek kedua ini sangat menyenangkan.  Tidak masalah meski di projek satu dan projek dua mereka tergabung dalam kelompok yang berbeda. Dengan teman yang bagaimanapun mereka harus bisa bekerja sama dan saling mengisi.  Untuk itu diperlukan gotong royong,  kreativitas,  integritas dan berbagai karakter baik lainnya.

Sesudah penilaian, dokumentasi pribadi
Sesudah penilaian, dokumentasi pribadi
Sebagian dari penilai dan tim projek tema dua, dokumentasi P. Dian

Ya,  hal yang sangat sesuai dengan tujuan dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yaitu membentuk karakter pelajar Pancasila dengan cara belajar memecahkan masalah tentang isu yang dekat dengan kehidupan  siswa sehari-hari.

Salam edukasi:)

Konser Pagi di Jumat Aksi

Jumat pagi selalu dinanti. Itu yang terjadi di Bintaraloka. Ada Jumat sehat, jumat bersih, Jumat literasi dan Jumat Aksi.

Aha, jika di Jumat kemarin kami senam dan bergoyang bersama, Jumat ini kami nonton konser bersama.

Acara yang dipandu Mister Heri ini benar benar menguras perhatian. Sejak pukul tujuh siswa sudah duduk di lapangan volly untuk menunggu aksi yang akan dimunculkan. Apalagi sekarang saatnya kelas sembilan beraksi. Pastinya mereka akan berusaha tampil dengan aksi terbaik supaya tidak kalah cetar dengan adik-adiknya.

Bersama Mister Hery pembawa acara, dokumentasi Apple

Jika kelas delapan di aksinya banyak menunjukkan aksi olah raga dan seni, kelas sembilan banyak menampilkan seni, khususnya tari dan nyanyi.

Tampilan tari kreasi dari kelas 3.5.1 dan 3.5.6 membuat suasana Jumat begitu semarak. Kostum putih-putih ataupun selendang orange yang berkilau tertimpa sinar matahari membuat tampilan tari dan dance demikian cantiknya.

Dance, dokumentasi Buz
Tari kreasi, dokumentasi Apple

Selain tari tampilan lagu-lagu membuat suasana lapangan volly Bintaraloka tak ubahnya lapangan konser. Lihat saja, penonton melambaikan tangan dan ikut menyanyi bersama saat lagu yang dibawakan sangat mereka kenal.

Ada yang menampilkan lagu Celengan Rindu, Jadi Kekasihku Saja , Asal Kau Bahagia , Cinta Terbaik juga Pupus. Sangat kekinian.

Kolaborasi 9.6 dan 9.3, dokumentasi Apple
Jadi Kekasihku Saja, tampilan 2.3.1, dokumentasi Apple
Duet 9.5, dokumentasi Apple
Cinta Terbaik, dokumentasi Apple

Tiap kali reffrain lagu, sontak satu lapangan ikut menyanyi.. Hmm, benar-benar lagu yang sangat mengena di hati penontonnya.

Berbeda dengan kelas 7 dan 8, pada tampilan kelas 9 ada kolaborasi antar kelas. Seperti antara kelas 9.7 dan 9.8, juga antara 9.7 dan 9.3.

Di samping aksi kelas 9, ada juga tampilan yel dari kelas 7. Yel yang ditampilkan adalah yel 7.2 yang seminggu sebelumnya ditampilkan di Perayaan Projek Tema Aku Bijak Berinternet.

Yel 7.2, dokumentasi Buz

Kelas 7.2 membawakan yelnya dengan penuh semangat dan percaya diri sehingga mendapat applaus meriah dari para penonton.

Pukul delapan pagi acara Jumat Aksi ditutup dengan penampilan lagu Pupus. Tampilan yang manis, dan sempat membawa penontonnya kembali ikut bersenandung.

Pupus, dokumentasi Apple

Bel berbunyi.., saatnya masuk kelas dan mengikuti pelajaran kembali.
Bagaimana kisah Jumat Aksi berikutnya? Tunggu ceritanya ya…

Bintaraloka Oke… 🙂

Nobar Bal-balan

Sumber gambar: Yoursay. id

“Ssh…Cup Le, ” bisik Mbak Sur lembut sambil menggoyang-goyangkan Danang dalam gendongannya .

Bayi berumur tujuh bulan itu meringkuk dengan napas yang agak memburu. Demam membuat badannya begitu panas.

” Sudah dibawa ke Puskesmas, Mbak? ” tanya Mbak Menur tetangganya.
“Sudah, kemarin, ” jawab Mbak Sur sambil terus menenangkan Danang yang makin gelisah.
“Apa kata dokter? ” tanya Mbak Menur lagi.
” Disuruh banyak makan, minum, memang musimnya flu .., “
“Dikasih sirup? “
“Bukan.. Puyer.., “
“Sekarang usum DB lho, “
Kata-kata Mbak Menur membuat Mbak Sur makin gelisah.

Danang menangis lagi
“Mbak, tak tidurkan dulu ya.., ” kata Mbak Sur pamitan dan segera masuk rumah.
“Iya Mbak.., ” jawab Mbak Menur sambil masuk ke rumahnya yang persis bersebelahan dengan rumah Mbak Sur.

Di ruang tengah Mas Pardi sedang asyik dengan tabloidnya. Bal-balan. Dari hari ke hari pulang kerja langsung duduk dan baca. Itu saja kegiatannya. Bahkan anak sakitpun kadang tidak ditoleh.

“Mas, mbok anaknya dilihat.., ” kata Mbak Sur jengkel. Masak anak sakit dibiarkan saja, pikirnya. Tidak bingung sama sekali.

“Masih panas ta? ” tanya Mas Pardi sambil meletakkan korannya. Dipegangnya dahi Danang. Si Bayi menggeliat.
“Sudah obatan kan? ” tanya Mas Pardi lagi.
“Barusan…, biar tidur dulu wes, ” kata Mbak Sur sambil masuk kamar.

Sepuluh menit menemani si bayi membuat Mbak Sur bablas ketiduran. Seharian ia banyak menggendong Danang yang rewel sehingga badannya terasa begitu capek.

Mas Pardi melihat jam dinding. Ketika jam sudah menunjukkan pukul delapan malam, bergegas diambilnya kresek kecil. Isinya kacang kulit dan rokok. Dengan pasti ia segera keluar menuju rumah tetangga sebelah.

“Sudah main, ta? ” tanya Mas Pardi pada Mas Tarno tetangganya.
“Masih iklan, ayo masuk, “
Keduanya duduk di depan TV. Di sana sudah siap gorengan dan akua.
“Tak tambahi.., ” kata Mas Pardi sambil meletakkan kreseknya. Mas Tarno tertawa senang. Sepak bola dan kacang…. pasangan yang benar- benar klop. Nonton bola terasa gayeng sambil nyamil kacang.

Televisi Digitec empat belas inchi benar-benar kotak ajaib yang menghipnotis keduanya. Mas Pardi dan Mas Tarno begitu khusyuk menatap para pemain yang begitu piawai menggocek bola.

Sebenarnya sudah lama Mas Pardi ingin punya televisi sendiri. Ia ingin bisa nonton sepak bola yang selama ini hanya bisa ia nikmati lewat tabloid atau koran.
Tapi begitulah. Tiap kali mengumpulkan uang, uangnya selalu katut untuk keperluan yang lain, hingga televisi yang diidam-idamkan belum juga bisa terbeli.

Tapi tak apa. Kebetulan Mas Tarno tetangganya bisa membeli TV. Karena daya listrik di rumahnya kurang, Mas Tarno mengambil listrik dari rumah Mas Pardi untuk menghidupkan televisi.

Nyalur kata orang kampung. Meski menurut aturan tidak boleh, yang penting tidak ketahuan karena rumah mereka hanya berjarak satu gang sempit. He..he.. Simbiosis mutualisme katanya.

Sebagai gantinya Mas Tarno sedikit memberikan uang listrik ke Mas Pardi tiap bulan. Berapa besarnya? Ah, itu urusan istri-istri mereka. Mbak Sur dan Mbak Menur. Yang penting semua lancar, semua senang.

Malam semakin larut. Danang kembali rewel. Mungkin lapar karena tadi sore belum sempat makan.
“Ayo maem dikit ya Le… ,”
Mbak Sur menggendong Danang sambil membawa mangkuk kecil berisi bubur instan .

“Ayo, sedikit lagi…, “
Meski sulit, akhirnya bubur dalam mangkuk habis juga, sekaligus puyer.

Jam sudah menunjukkan pukul sembilan lebih. Karena gerah Mbak Sur mengajak Danang mencari udara segar di depan rumah.
Sejuknya angin juga kerja obat membuat Danang mulai mengantuk.

Mbak Sur tampak lega, meski juga resah. Ya, ibu mana yang tak gelisah jika anaknya sakit ? Dielusnya kepala si kecil yang mulai terkantuk-kantuk.

Gemerisik suara pertandingan bola terdengar dari rumah sebelah. Ah ya, ini kan malam Senin? Waktunya Liga Italia, Mas Pardi pasti di sebelah, pikir Mbak Sur.

Sesekali Mas Pardi suka nobar dengan teman-temannya di poskamling. Tapi sejak Mas Tarno punya televisi nobarnya pindah ke sebelah.

Ketika Danang semakin tenang Mbak Sur beranjak masuk rumah. Tiba tiba..
“Ayo.. Ayo… Oper.. !”
“Apik wes, goool!”
“Gool…!! “
teriakan terdengar silih berganti dengan begitu kerasnya. Bahkan ‘gol’ yang terakhir membuat Danang terlonjak dalam gendongan.

“Huaaaa…! ” teriak Danang ketakutan. Bayi itu menangis keras-keras.
“Astaghfirullah..! Kebacuut…,”teriak Mbak Sur gemas.

Kejengkelannya pada Mas Pardi kian menjadi. Sudah anak panas tidak ikut nunggu, ditinggal nonton bal-balan, teriak-teriak pula.

Tanpa banyak cakap Mbak Sur masuk rumah. Ia tahu benar apa yang harus dilakukan. Dilepasnya steker yang menghubungkan TV rumah sebelah dengan rumahnya. Steker itu tersembunyi di dekat pintu dapur.

Pedhot wes, pikirnya puas.

“Lhoooo! “
“Waduh, mati…! “
teriakan gembira di rumah sebelah langsung berubah jadi kecewa.

Bergegas Mbak Sur masuk ke kamar dan segera menutup pintu.

Tak berapa lama ada sedikit suara kesibukan dari arah dapur.

“Lepas ya cop- copannya? ” tanya Mas Tarno.
“Iya, paling dipancal kucing ini tadi.., “jawab Mas Pardi.
Sementara keduanya sedang sibuk memeriksa steker dan stop kontak, Mbak Sur cepat-cepat memejamkan mata. Senyum kemenangan tergambar jelas di wajahnya.