Panggung Kreatif Nusa Loka : Mari Cintai dan Lestarikan Budaya Nusantara

Gamelan Bali yang menghentak mengiringi tarian gemulai siswa dan siswi dengan balutan busana daerah yang begitu cantik ditambah dengan hiasan anekabunga Kamboja di kepala.  Mereka terus melenggak lenggok selaras irama. 

Tak berapa lama irama gamelan berubah dengan irama khas Nusantara yang lain. Sebutlah Jawa Timur dengan gending reogan, Jawa Tengah dengan Gundul-gundul Paculnya, tak ketinggalan Ampar-ampar Pisang dari Kalimantan, Si Patokaan dari Sulawesi dan dilanjut dengan Sajojo, Yamko Rambe Yamko dan Apuse dari Papua.

Aksi salah satu peserta, dokumentasi pribadi

Semua tersaji indah di pagelaran seni kokurikuler kelas 7 yang bertajuk Nusa Loka Panggung Kreatif Seni Nusantara, dan diadakan pada hari Kamis (18/06).

Dalam pembelajaran mendalam kokurikuler adalah kegiatan penguatan dan pengayaan yang dirancang agar siswa dapat mengaitkan materi di kelas dengan dunia nyata. Kokurikuler membantu siswa untuk menemukan makna, relevansi, dan nilai dari apa yang dipelajari sehingga pemahaman tidak sekadar dihafal, melainkan benar-benar dikuasai dan diterapkan. 

Tarian Bali, dokumentasi pribadi

Nusa Loka sendiri berasal dari Bahasa Sansekerta yang bermakna dunia pulau atau wilayah kepulauan. Hal ini merujuk pada wilayah negara kita yang terdiri atas ribuan pulau  dan menyimpan berbagai adat istiadat juga seni yang beraneka ragam.

Lewat Nusa Loka Panggung Kreatif Seni Nusantara ini siswa kelas 7 hendak menunjukkan betapa kayanya Nusantara kita tercinta.

Sumatera Utara, dokumentasi pribadi

Kegiatan kokurikuler kelas 7 merupakan kegiatan akhir semester genap. Jadi setelah siswa sibuk berkutat dengan kegiatan penilaian akhir tahun, selama dua minggu mereka disibukkan dengan kegiatan mengeksplor tari dan lagu daerah Nusantara.

Dalam kegiatan kokurikuler kali ini siswa tidak hanya belajar lagu dan tari secara teori. Tapi mereka juga belajar untuk membuat sebuah event, membuat buku ensiklopedia daerah Nusantara dan terakhir menyajikan drama musikal dengan tema yang berbeda setiap kelasnya.

Gemulai tari peserta, dokumentasi pribadi

Pertunjukan pagi itu diakhiri dengan pagelaran tari kolosal yang merupakan gabungan tarian dari berbagai daerah di Nusantara. Sebuah pertunjukan yang luar biasa. Dengan koreografer Ibu Tya pengajar seni budaya SMP Negeri 3 Malang, tarian yang dipertunjukkan begitu rancak, dinamis sekaligus meriah.

Pagelaran tari kolosal, dokumentasi pribadi

Dengan empat orang pembawa acara, Nasrul, Ghiena, Pak Mubin dan Ibu Putri acara berjalan lancar dari pukul 07.00 hingga jelang Dhuhur.

Acara hari itu ibarat sebuah perjalanan kecil keliling Nusantara. Langkah-langkah lincah, suara-suara ceria yang lantang, serta senyum ceria siswa  yang menjadi bukti bahwa kekayaan budaya kita akan terus hidup selama ada anak-anak yang mencintainya. 

Pembawa acara, dokumentasi pribadi

Lewat acara ini juga siswa tidak sekedar bergerak menirukan heran dan langkah, tapi juga menghidupkan kembali nilai-nilai luhur yang diajarkan nenek moyang kita tentang gotong royong, keberagaman, dan rasa hormat pada alam. 

Para siswa dengan busana Jawa Barat, Dokumentasi Pribadi
Madura, Jawa Timur, dokumentasi pribadi
Siap tampil dari Jawa Tengah, dokumentasi pribadi
Para penari dari Jawa Timur, dokumentasi pribadi

Apresiasi positif diberikan oleh Bapak Anton ketua komite SMP Negeri 3 Malang atas terselenggaranya acara ini.

Semangat Bapak/ibu guru dan seluruh siswa dalam mengikuti acara ini ditunjukkan dengan warna warni busana daerah yang dikenakan pada hari itu.

Mengenakan busana daerah, dokumentasi Bintaraloka

“Meriah sekali,”

“Sangat menyenangkan,” ungkap siswa di sela menunggu saat untuk tampil.

Di akhir acara dibagikan hadiah pada kelas yang menjadi pemenang untuk berbagai kategori, seperti kategori proposal terbaik, kategori tampilan tari terbaik, ensiklopedia terbaik dan banyak lagi. Hadiah diserahkan oleh Ibu Raddin selalu ketua kokurikuler kelas 7 dan Ibu Arie koordinator kokurikuler sekolah.

Para pemenang, dokumentasi Buz

Hari yang luar biasa 

Harapannya semoga lewat rangkaian acara kokurikuler ini  pada diri siswa akan terus terpatri rasa cinta pada budaya Nusantara dan terus berusaha melestarikannya.

Peringatan Idul Adha 1447 H: Luruhkan Ego, Nyalakan Semangat Berbagi dengan Sesama

Allahu Akbar …Allahu Akbar…Allahu Akbar. Laa Ilaha ilallahu Allahu Akbar…Allahu Akbar walillahilhamd

Gema takbir bersahut-sahutan menandai datangnya hari yang mulia. Hari yang sangat ditunggu-tunggu. Hari dimana kita kembali mengenangkan peristiwa pengorbanan Nabi Ibrahim atas puteranya terkasih Nabi Ismail.

Hari ini kita kita selalu diingatkan bagaimana Ibrahim, dengan tangan gemetar, membaringkan putranya, bukan karena benci, tapi karena cinta yang begitu besar kepada Sang Pencipta. 

Ismail kecil, dengan mata jernih, justru menenangkan ayahnya: “Lakukan apa yang diperintahkan, ayah. Aku ikhlas.” 

Namun, Allah mengganti Ismail dengan domba. Bukan sekadar ujian, itu adalah sebuah pelukan lembut dari Tuhan: “Kamu sudah rela melepaskan yang terkasih. Sekarang, peliharalah rasa cinta itu untuk berbagi.”

Penyembelihan kurban di Hari Raya Idul Adha adalah gambaran dari penyembelihan atas ego kita. Idul Adha mengajak kita untuk menyembelih segala rasa gengsi, mau menang sendiri, iri hati dan banyak lagi sifat merasa “paling” dalam diri kita.

Jamaah sholat Id, dokumentasi Bintaraloka

Membagikan daging kurban adalah ajakan untuk peduli pada sesama dan suka berbagi. Betapa banyak saudara-saudara kita yang berada dalam kondisi di bawah kita , dan sebenarnya membutuhkan uluran tangan kita. Tapi mungkin belum kita sapa atau berbagi dengan mereka.

Saat ego kita luruhkan maka berbagi adalah sesuatu yang sangat membahagiakan.

Peringatan Hari Raya Idul Adha 1447 H di SMP Negeri 3 Malang

Jamaah sholat Id, dokumentasi Bintaraloka

Peringatan Hari Raya Idul Adha di SMP Negeri 3 Malang dilaksanakan pada hari Rabu (27/05).

Gempita perayaan sudah dilaksanakan sejak Selasa malam hari dengan takbiran bersama yang oleh siswa yang tergabung dalam BDI.

Keesokan harinya pada pukul 06.15 dilaksanakan sholat Id di lapangan volly yang dihadiri oleh guru, kepala sekolah, komite dan siswa SMP Negeri 3 Malang.

Takbiran di malam Idul Adha , dokumentasi pribadi

Dalam sambutan pagi itu Bapak Plt Kepala SMP Negeri 3 Malang Drs Teguh Edy Purwanta mengajak siswa untuk meneladani kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Tentang bagaimana seorang anak menghormati orang tuanya, dan orang tua yang memberikan teladan pada anaknya.

Bertindak sebagai imam dan khatib sholat pagi itu adalah Ustadz Imam Sabarodin, S.Pd, M.Pd.

Dalam ceramahnya beliau menekankan pada siswa agar selalu berusaha menjadi manusia yang tangguh, rela mengorbankan waktu, mengorbankan ego untuk meraih yang terbaik, meniru keteladanan Nabi Ibrahim dan Ismail as.

Sambutan Bapak Kepala SMP Negeri 3 Malang, dokumentasi Bintaraloka

Sesudah sholat Id, dilaksanakan penyembelihan dan pembagian daging kurban oleh panitia yang bertugas. Tahun ini SMP Negeri 3 Malang menyembelih 8 kambing dan 2 domba yang dagingnya dibagikan pada warga sekolah dan masyarakat sekitar.

Semoga melalui kegiatan ini kita bisa senantiasa memperkuat keimanan, menghayati arti pengorbanan dan semangat berbagi dengan sesama

Ibu Tyas Wakahumas
Penimbangan dan pengemasan daging, dokumentasi Bintaraloka

Apresiasi setinggi-tingginya pada jajaran panitia baik dari guru, BDI maupun OSIS yang telah bekerja sedemikian rupa sehingga acara peringatan Hari Raya Idul Adha ini bisa berjalan lancar.

Panitia dari BDI, dokumentasi BDI

“Semoga melalui kegiatan ini kita bisa senantiasa memperkuat keimanan, menghayati arti pengorbanan dan semangat berbagi dengan sesama,” ungkap Ibu Tyas wakahumas SMP Negeri 3 Malang pagi itu.

Meriahnya Puncak Perayaan HUT ke 76 SMP Negeri 3 Malang 

Rabu (13/05) telah dilaksanakan puncak perayaan HUT SMP Negeri 3 Malang yang ke 76. Puncak acara ditandai dengan pawai budaya yang diikuti oleh seluruh siswa dan guru SMP Negeri 3 Malang.

Tema HUT kali ini yaitu Pariyatana, Unity, Identity, Diversity, yang bermakna semangat merangkul kebersamaan di tengah perbedaan.

Sambutan Plt Kepala SMP Negeri 3 Malang, dokumentasi pribadi

Sesuai tema tersebut maka perjalanan pawai budaya kali ini ibarat “keliling dunia”. Ya, setiap peserta mengenakan kostum yang berasal dari 27 negara yang berbeda.

Sebutlah Indonesia, Inggris, Perancis, Skotlandia, Arab, Afrika, Uzbekistan, Rusia, China, Jepang dan banyak lagi.

Keragaman yang ditunjukkan hari ini benar- benar sebuah pemandangan yang menarik. Tiap kelas secara kompak mengenakan busana dan membawa ikon dari masing-masing negara.

Peserta pameran dengan tema Inggris, dokumentasi pribadi

Pawai  budaya diberangkatkan oleh Bapak Teguh Edy Purwanta pada pukul 07.00. Pemberangkatan ditandai dengan pemotongan untaian bunga di pintu gerbang sekolah.

Yang membuat suasana kian menarik, setiap kelas sebelum berangkat memperagakan yel masing-masing, dan sejenak berfoto bersama wali kelas.

Sementara pawai budaya berangkat, acara seremonial di lapangan volly dimulai. Acara yang dipandu oleh MC dari siswa dan guru ini berjalan meriah sekaligus khidmat. 

Guru-guru berkostum busana mancanegara, dokumentasi pribadi

Acara juga dihadiri oleh  Kadikbud : Bapak Suwarjana, SE.MM, Asisten Administrasi Umum 3 kota Malang ( Bp M. Sailendra, ST, MT), Kepala Bapedda Kota Malang (Ibu Dwi Rahayu, S.H, M.Hum), Camat Klojen, Bapak Willstar taripar Hatoguan, S.STP, M.AP, Lurah Klojen, Bapak Butet, S.E, Bapak RT dan RW setempat, juga perwakilan alumni.

Dalam pidato sambutan pagi itu Bapak Teguh mengajak semua pihak untuk terus mempertahankan reputasi SMP Negeri 3 Malang sebagai sekolah yang menghasilkan alumni-alumni terbaik yang tersebar di mana-mana berkiprah di berbagai bidang yang mereka geluti.

Pagi itu Bapak Suwarjana menyampaikan penghargaan pada SMP Negeri 3 Malang yang bisa menyelenggarakan acara HUT dengan begitu meriah.

Sambutan Bapak Suwarjana, dokumentasi pribadi

“Acara seperti ini tentunya bisa terwujud karena sinergi yang bagus antara sekolah dan orang tua, hal tersebut agar terus dipertahankan agar berbagai acara yang merupakan program sekolah bisa terselenggara dengan baik,” papar beliau.

Di sela-sela acara seremonial pagi itu penonton dihibur oleh atraksi tari, tampilan penyanyi solo, juga band dari siswa.

Tema Spanyol, dokumentasi pribadi
Tema Mesir, dokumentasi pribadi
Inggris, dokumentasi pribadi

Sementara di panggung berlangsung berbagai acara, pameran seni kelas 9 berlangsung di masing-masing kelas.  Stand bazaar kelas tujuh dan delapan, serta dari luar dibanjiri oleh para pengunjung dari siswa maupun orang tua.

Scotlandia, dokumentasi pribadi
Korea, dokumentasi pribadi
Belanda, dokumentasi pribadi

Selesai? Belum!

Sesudah acara pawai budaya, bazaar dan pameran selesai sekitar pukul 12.00, semua istirahat sejenak untuk kembali lagi ke sekolah untuk acara sesi dua yang dimulai sejak pukul 15.00 hingga malam hari.

Portugal, dokumentasi pribadi
Hola Mexico, dokumentasi pribadi
Arab Saudi, dokumentasi pribadi

Pada acara sesi dua ini penonton akan dihibur oleh fashion show, tari juga para bintang tamu yaitu Salwa Jasmine, Kos Atos, Miss Anggar, Klab Reggae Hore dan Band Alumni.

Sebuah hari yang luar biasa. Para penonton ikut menari, bergoyang dan gembira bersama. 

Fashion Show, dokumentasi pribadi

Ya, ada saatnya kita bisa menghilangkan rasa penat dengan menumpahkan rasa gembira dalam wujud berbagai karya seperti dua hari ini di Bintaraloka.

Salwa Jasmine , dokumentasi pribadi
Kos Atos, dokumentasi pribadi

Semoga semaraknya perayaan HUT ke 76 kali ini bisa menjadi pemicu semangat bagi warga SMP Negeri 3 Malang untuk terus bergerak maju dalam perjalanan bersama untuk mencerdaskan anak bangsa.

Gempita Jelang Puncak Perayaan HUT ke 76 SMP Negeri 3 Malang

Dua hari ini, Selasa dan Rabu (12-13 Mei) adalah moment yang sangat ditunggu-tunggu oleh warga Bintaraloka. Ya, dua hari itu adalah puncak perayaan HUT SMP Negeri 3 Malang yang ke 76.

Mengangkat tema besar Pariyatana atau unity, identity dan diversity,  kemeriahan HUT begitu terasa. Warga sekolah demikian antusias untuk bersama merayakan kegembiraan acara ini.

Apel pagi, dokumentasi pribadi Happy

Acara pagi ini diawali dengan apel bersama dengan dipimpin oleh Moreno siswa kelas 8.1. 

Dalam apel pagi itu Bapak Plt Kepala SMP Negeri 3 Malang, Drs Teguh Edy Purwanta menyampaikan bahwa usia 76 bagi sebuah lembaga bukanlah usia yang muda. Sudah sepatutnya kita mempertahankan reputasi kita dengan terus menghasilkan lulusan yang berkualitas seperti halnya para alumni Bintaraloka yang sudah tersebar di mana-mana.

Persiapan panggung seni, dokumentasi pribadi

“Mari terus kita tingkatkan kebersamaan kita, dalam memeriahkan HUT SMP Negeri 3 Malang yang ke 76 ini,” ungkap Pak Teguh.

Sesudah apel berakhir semua peserta diajak senam bersama dengan komando Bapak Ardilah, guru PJOK SMP Negeri 3 Malang.

Suasana gayeng langsung terasa. Semua ikut bergerak, sekaligus bergoyang menikmati kemeriahan pagi itu.

Cek kesehatan, dokumentasi pribadi

Sementara senam berlangsung, di ruang UKS dilaksanakan pemeriksaaan kesehatan gratis. Pemeriksaan kesehatan gratis  yang  bekerja sama dengan Laboratorium Sima ini meliputi pemeriksaan papsmear satu paket dengan CBE dan gula darah.

Aktivitas setelah apel dan senam tidak kalah meriah. Di panggung pentas dilaksanakan final lomba vokal solo, band dan tari. Hari itu semua finalis berusaha mempertunjukkan kemampuan terbaik mereka di depan dewan juri baik dari dalam sekolah maupun luar sekolah.

Finalis lomba tari, dokumentasi pribadi

Meskipun sebagian siswa menjadi penonton, sebagian besar siswa yang lain tampak sibuk menata kelas untuk pameran, membuat ogoh-ogoh juga menata stand bazaar. Pihak orang tua juga ikut mendukung bahkan terlibat langsung dalam kegiatan ini.

Persiapan stand pameran dengan dibantu orang tua, dokumentasi pribadi
Persiapan stand bazaar, dokumentasi pribadi
Persiapan stand bazaar, dokumentasi pribadi
Persiapan stand pameran, dokumentasi pribadi

Persiapan stand bazaar, dokumentasi pribadi

Hari yang luar biasa. Hari ini Bintaraloka menunjukkan sebuah cerita bahwa peringatan HUT bukan sekedar kemeriahan dan hura-hura. Perayaan ini adalah wujud nyata sinergi antara siswa, sekolah dan orang tua untuk mewujudkan cita-cita bersama.

Pramuka SMP Negeri 3 Malang Raih Gelar Juara Umum di AUSTERN 4.0

Sebuah prestasi yang membanggakan kembali diraih Barakuda Cempaka di awal bulan Mei ini (03/05). Ya, regu Pramuka SMP Negeri 3 Malang berhasil mendapatkan gelar juara umum dalam  event AUSTERN 4.0.

AUSTERN4.0 atau Al Uswah Treasure Hunt 4.0 adalah ajang perlombaan pelajar tingkat SMP/MTs sederajat se-Jawa & Madura yang diselenggarakan oleh SMAIT Al Uswah Surabaya.

Dalam event yang berlangsung dari bulan April hingga Mei 2026 ini dilaksanakan kompetisi berbagai cabang lomba, dari Pramuka, olahraga juga lomba akademik.

AUSTERN4.0 ini dirancang sebagai ajang kompetisi dan ajang unjuk bakat bagi pelajar tingkat menengah di wilayah Jawa dan Madura 

Berbagai kejuaraan yang diperoleh Pramuka Bintaraloka dalam ajang ini adalah:

1. Juara 1 SMS Putra

2. Juara 1 Scout Chef Putra

3. Juara 1 Scout Chef Putri

4. Juara 1 Pionering Putra

5. Juara 1 Pionering Putri

6. Juara 2 SMS Putri

7. Juara 2 Cerdas Cermat Putra

8. Juara 2 Cerdas Cermat Putri

9. Juara 2 Batle Yel Pangkalan

10. Regu Tergiat 1 Putra

11. Regu Tergiat 1 Putri

12. Juara Umum GPP AUSTERN 4.0

Luar biasa. Hasil tidak akan mengkhianati usaha.

Semoga prestasi ini bisa menjadi inspirasi bagi siswa yang lain untuk memberikan yang terbaiknya bagi SMP Negeri 3 tercinta.

Semangat peserta dalam berlatih akhirnya memberikan prestasi yang manis. Dengan sebelas kejuaraan, akhirnya gelar juara umum berhasil direbut Barakuda Cempaka.

Pelatih, pembina dan alumni, dokumentasi Pramuka

Peran serta pelatih dan pembina, serta motivasi dari alumni adalah sumber energi yang tak kalah penting untuk mendapatkan prestasi yang sangat gemilang ini.

Akhirnya selamat atas prestasi yang diraih Pramuka Bintaraloka. Semoga bisa menjadi inspirasi bagi siswa yang lain untuk menyumbangkan prestasi terbaiknya bagi SMP Negeri 3 tercinta.