Bukan Sekedar Jalan-jalan, Cerita Kami Merajut Kebersamaan di Kota Batu 

Anita Math >> Cerita >> Bukan Sekedar Jalan-jalan, Cerita Kami Merajut Kebersamaan di Kota Batu 

“Mari sejenak lupakan segala kesibukan di sekolah, karena hari ini siapa yang paling bahagia, itulah pemenangnya,” demikian kata-kata motivasi yang membuka kegiatan hari itu. Ya, hari Sabtu (31/01) kami para guru sekaligus karyawan SMP Negeri 3 Malang melakukan kegiatan outbond di Kusuma Agrowisata Batu.

Mengapa Batu? Di samping terkenal akan keindahannya, Batu adalah tetangga sendiri. Hanya sekitar satu jam naik bus dari sekolah.

Menjelang berangkat ke Batu, dokumentasi Bintaraloka

Outbond sendiri adalah salah satu rangkaian acara Gathering Bintaraloka yang melibatkan seluruh karyawan dan guru SMP Negeri 3 Malang.

Dengan tujuan Kusuma Agrowisata Batu, peserta berangkat dengan menggunakan Bus Bagong pukul 07.15,  dan sampai di tempat tujuan sekitar sejam kemudian.

Perjalanan berlangsung lancar, gayeng sekaligus menyenangkan. Suasana akrab demikian terasa, apalagi di dalam bus banyak peserta menyumbangkan suaranya ataupun hanya mendengar lantunan lagu lagu lawas maupun kekinian. 

Suasana dalam bus, dokumentasi pribadi

Ya, ditilik dari usia peserta gathering sangat beragam, mulai dari yang yunior sampai senior, sehingga selera musiknyapun bermacam-macam.

Bersama Ibu Ahfi, dokumentasi Ahfi

Tentang Kusuma Agrowisata, tempat ini berlokasi di Jl. Abdul Gani, Ngaglik, Kec. Batu, Kota Batu, Jawa Timur. Area wisata ini berada pada ketinggian kurang lebih  1000 mdpl sehingga mempunyai hawa yang sejuk dan nyaman.

Kusuma Agrowisata berdiri sejak tahun 1991, dan merupakan salah satu pelopor wisata agro di Indonesia.

Menuju lokasi outbound, dokumentasi pribadi

Sesampai di lokasi peserta diajak menuju area outbond dan berbagai permainan sudah disiapkan oleh penyelenggara.

Sepanjang perjalanan ke area outbond mata benar benar dimanjakan dengan pemandangan yang begitu cantik. Aneka pohon, tanaman bunga maupun buah ternyata demikian indah.

Sampai di lokasi, dokumentasi pribadi

Semua permainan dalam outbond dirancang untuk menciptakan rasa bahagia, mempererat keakraban, kekompakan sekaligus solidaritas.

Setelah lebih kurang dua jam merayakan keceriaan dalam outbond peserta diajak menuju area wisata petik jambu. Hamparan tanaman jambu seolah tersenyum manis menyambut kedatangan kami hari itu.

Di area ini kesabaran dan ketelatenan peserta diuji untuk mencari jambu yang masak dan besar guna dipetik. Setiap peserta boleh memetik tiga buah jambu untuk dibawa pulang. Oh ya, selain jambu, di sini kita bisa melakukan wisata petik apel, strawberry, jeruk, sayuran hidroponik juga buah naga.

Petik jambu, dokumentasi pribadi

Dari kebun jambu kami kembali naik mobil untuk menuju de Tjangkul guna makan siang bersama. Rasa lelah, hawa yang sejuk serta suasana yang  gayeng adalah perpaduan yang pas untuk segera menyantap hidangan yang ada, sebutlah nasi goreng Madras, bakmi, oseng sayur, ayam mentega dan tidak ketinggalan es teler. Mantap nian.

Makan siang yang gayeng, dokumentasi pribadi

Selesai? Belum.. sekitar pukul setengah tiga, bus meninggalkan Agrowisata dan peserta diajak jalan-jalan eksplor Alun-alun Batu .

Alun-alun Batu di akhir pekan terasa demikian ramai. Pasar Laron, berbagai permainan di alun-alun, Bakso Iga, ramainya suara penjual tahu bulat, teriakan penjual buah-buahan berpadu menciptakan suasana seru.

Satu hal lagi, di sini banyak dijual berbagai produk olahan susu, dan ini yang banyak diburu untuk oleh-oleh.

Para peserta gathering segera berbelanja, ataupun sekedar jalan- jalan, menikmati es puter dan melaksanakan sholat Ashar di Masjid Jami’ Batu. Aih, sungguh hari yang manis, semanis es puter yang kami nikmati hari itu.

Di sekitar alun-alun kami sempat berkenalan dengan ibu penjual apel manalagi. 

“Yuswa pinten, Bu?” tanya teman saya di sela-sela obrolan dengan Ibu tersebut.

 Dengan senyum lebar, Si Ibu menjawab,” Delapan dua, Jeng,”

Luar biasa, di usia 82 beliau masih tampak segar dan begitu semangat menjajakan barang dagangannya. 

Ketika jam sudah menunjukkan pukul empat sore semua peserta kembali memasuki bus. Ya, semanis apapun perjalanan ini harus segera diakhiri. Kini kami bersiap-siap untuk kembali ke Malang.

Membeli es puter , rasa yang pernah ada, dokumentasi Buz

Jika di Batu cuaca terang, tidak demikian halnya dengan di Malang. Sejak Karanglo hujan turun dan lama-kelamaan semakin deras. 

Bus Bagong yang kami naiki terus berjalan menembus macetnya lalu lintas kota Malang. Matahari semakin meredup. Karena hari yang semakin sore, juga mendung yang begitu tebal.

Gathering bukan sekedar bersenang-senang.  Melalui acara ini diharapkan kerja sama tim, komunikasi, kepercayaan diri masing masing individu akan semakin meningkat

 Selamat tinggal Batu, selamat tinggal gathering. Semoga ke depan acara seperti ini lebih sering lagi diadakan.

Di Kusuma Agrowisata, dokumentasi Buz

Akhirnya gathering bukan sekedar bersenang-senang.  Melalui acara ini diharapkan kerja sama tim, komunikasi, kepercayaan diri masing masing individu akan semakin meningkat. Dan yang paling penting stress berkurang, energi positif bertambah, serta siap mengerjakan berbagai tugas yang sudah menanti.

Salam jalan-jalan ..😀

Yuli Anita

One thought on “Bukan Sekedar Jalan-jalan, Cerita Kami Merajut Kebersamaan di Kota Batu ”

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Related Post

Demo yang Paling Aman Adalah Demo Masak

Siang itu suasana Lab Fisika benar benar tidak seperti biasanya. Lab yang biasanya dipenuhi anak…

Belajar dari Bapak, Menanamkan Kegemaran Membaca dengan Cara yang Sederhana

Malam semakin larut.  Sinar lampu tempel yang diletakkan di sudut ruangan sesekali bergoyang tertiup angin.…

Selamat Bertugas di Tempat yang Baru Cin Any …

Cantik, hangat, ramah, bersuara merdu, dekat dengan anak-anak, kira-kira seperti itu kata yang tepat untuk…