Categories
Reportase

Serunya Konser Musik Nusantara di Bumi Bintaraloka

Indonesia tanah air kita tercinta adalah salah satu negeri yang memiliki begitu banyak keragaman.

Perbedaan suku, ras, etnik, agama, budaya ,bahasa ,dan adat istiadat yang dimiliki bangsa Indonesia sesungguhnya aset bangsa yang tak ternilai, jika kita bisa mengelolanya. Namun jika tidak, hal tersebut bisa menjadi potensi penyebab desintegrasi bangsa.

Sebelum tampil, persiapan di kelas, dokumentasi pribadi
Persiapan kelas sebelum tampil, dokumentasi pribadi

Bhinneka Tunggal Ika, berbeda- beda tetapi tetap satu adalah semboyan negara kita. Dengan kesadaran akan Bhinneka Tunggal Ika, kita berusaha selalu menjaga dan merawat perbedaan yang ada.

Derasnya arus informasi membuat kesadaran akan kekayaan budaya mutlak dilakukan pada siswa di sekolah. Betapa tidak? Dengan kemajuan teknologi yang begitu cepat, budaya dari luar begitu mudah masuk negara kita, bahkan bisa jadi siswa lebih memahami budaya luar negeri daripada milik sendiri.

Berbagai busana adat siswa, dokumentasi pribadi
Siap tampil maksimal, dokumentasi pribadi

Berkaitan dengan hal tersebut, maka di SMP Negeri 3 Malang diadakan Konser Musik Nusantara. Sebuah acara yang berisi pagelaran tari, lagu juga teater. Konsep yang diusung adalah kekayaan lagu daerah Nusantara.

Konser Musik Nusantara adalah kegiatan puncak dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila tema ke tiga tahun ini.

Bu Ari koordinator Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila menerima buket bunga dari siswa, dokumentasi pribadi
Persiapan di kelas sebelum tampil, dokumentasi pribadi

Kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila tema tiga sudah berlangsung kira kira dua bulan lebih, dan kini saatnya siswa unjuk diri dalam Konser Musik Nusantara.

Dalam konser ini setiap kelas wajib menampilkan tari, nyanyi ataupun drama dari tiga provinsi yang berbeda. Jika jumlah kelas tujuh adalah sepuluh kelas berarti ada tiga puluh provinsi yang terwakili. Wow.. mantap sekali…

Persiapan di kelas sebelum tampil, dokumentasi pribadi

Skenario penampilan hari itu adalah murni hasil kreativitas siswa. Mulai dari cerita, koreografi juga lagu- lagu pengiring mereka rancang bersama. Dan hasilnya adalah pagelaran yang demikian memukau di Rabu pagi itu.

Pak Fabi, ketua tim projek tema tiga, dokumentasi pribadi

Acara pagi itu diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipimpin oleh Ibu Maria, dan dilanjutkan dengan sambutan Ibu Kepala SMP Negeri 3 Malang, Bapak Pengawas dan dari komite sekolah.

Bu Maria memimpin lagu Indonesia Raya, dokumentasi BBC

Dalam sambutannya Ibu Kepala Sekolah Dra Mutmainah Amini menerangkan manfaat Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan tema-tema projek yang sudah dilakukan di SMP Negeri 3 sebelumnya yaitu Aku Bijak Berinternet dan Aku Keren dengan 4R.

Ibu Kepala Sekolah memberikan sambutan, dokumentasi BBC

Sesudah sambutan Ibu Kepala Sekolah, Bapak Sutikno, pengawas SMP negeri 3 Malang menjelaskan pentingnya menjaga karakter baik dalam diri kita.

Bapak-bapak Pengawas dan komite sekolah, dokumentasi BBC

Karakter tersebut di antaranya adalah kejujuran dan selalu mau belajar. Ya, betapa pentingnya karakter mau belajar, karena masalah kehidupan yang datang pada kita selalu silih berganti. Dan dalam menjalani kehidupan kejujuran sangatlah diperlukan.

Sambutan terakhir adalah dari komite sekolah yang disampaikan oleh Ibu Nuke Limanov.

Dalam sambutannya Ibu Nuke mengucapkan selamat atas berlangsungnya Konser Musik Nusantara sebagai perayaan dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila tema tiga. Beliau juga berpesan pada siswa agar senantiasa melakukan kegiatan positif. Karena kegiatan positif siswa akan selalu didukung oleh komite sekolah.

Turut hadir dalam acara tersebut adalah Bapak Pengawas PAI dari Kemenag Malang.

Sesudah berbagai sambutan, acara dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh Pak Abid. Dan….Konser Musik Nusantara dari tiap kelas pun dimulai.

Pak Mahmud sebagai pembawa acara, dokumentasi BBC
Pembawa acara dari siswa, dokumentasi BBC

Acara yang luar biasa. Penampilan siswa benar- benar jauh lebih bagus dari gladi sehari sebelumnya.

Yang istimewa, di sela-sela acara, Pak Vigil , guru seni budaya sekaligus seniman kebanggaan Bintaraloka, menyumbangkan lagu-lagu dengan alat musik sape. Sebuah alat musik tradisional Kalimantan.

Pak Vigil memainkan alat musik sape, dokumentasi BBC

Acara berjalan lancar dari awal hingga akhir dengan dipandu oleh Bapak Mahmud Mushoffa dan empat orang MC dari siswa.

Drama yang disajikan peserta, dokumentasi BBC
Tari Saman, dokumentasi BBC
Lagu Tanduk Majeng, dokumentasi BBC
Tampilan salah satu peserta dalam balutan busana Jawa, dokumentasi BBC
Tarian tunggal, dokumentasi pribadi
Peserta dengan busana Betawi, dokumentasi BBC

Sementara siswa kelas tujuh mengadakan konser, para guru yang bertugas melakukan penilaian, dan siswa kelas delapan mengamati dan membuat apresiasi dari penampilan para adik kelas mereka.

Penonton dari kelas tujuh dan delapan, dokumentasi pribadi
Penonton dilihat dari belakang, dokumentasi pribadi

Dalam acara pagi itu bapak/ibu guru juga tak mau kalah. Semua tampil dengan mengenakan pakaian adat Nusantara.

Bapak/Ibu guru SMP Negeri 3 memeriahkan acara dengan berbusana adat Nusantara, dokumentasi Bu Any

Sebuah acara yang sangat mengesankan. Pagi itu semua menyanyi, menari, dan bergembira dalam kesatuan rasa cinta pada budaya Nusantara.

Salam Pelajar Pancasila.

Categories
Sekolah

Gempita Persiapan Konser Musik Nusantara, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Tema Tiga Bintaraloka

Tak terasa projek tema tiga Bintaraloka yang mengambil tema Konser Musik Nusantara sudah sampai pada tahap akhir.

Siap tampil di aula Bintaraloka satu, dokumentasi pribadi

Ada banyak kegiatan dari projek yang dikoordinir oleh Pak Fabi dan tim ini. Seperti pemberian materi lagu dan tari oleh narasumber dari dalam maupun luar sekolah, pembuatan majalah duduk dan yang terakhir adalah Konser Musik Nusantara.

Penonton yang juga siap tampil di Konser Musik Nusantara, dokumentasi pribadi

Konser Musik Nusantara adalah acara pagelaran lagu, tari dan drama dari masing masing kelas. Lagu yang dinyanyikan adalah lagu-lagu daerah Nusantara.

Konser Musik Nusantara dilaksanakan di akhir projek, karena selain sebagai puncak acara, konser ini adalah wujud perayaan akhir Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SMP Negeri 3 Malang

Menjelang tampil di depan aula Bintaraloka satu, dokumentasi pribadi

Antusias warga Bintaraloka terutama siswa kelas tujuh dan pelaksana Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila sangat terasa. Ini bisa dilihat dari berbagai latihan intensif yang dilakukan siswa menjelang perayaan akhir projek.

Siswa dengan propertinya, dokumentasi pribadi

Practice makes perfect. Ya, harapannya dengan latihan yang bersungguh sungguh semua bisa menyajikan tampilan yang maksimal di perayaan yang akan diadakan hari Rabu, 14 Juni 2023.

Pengarahan dari koordinator projek, dokumentasi pribadi

Agar penampilan yang disajikan siswa pada saat perayaan bisa sesuai yang diharapkan maka pada Selasa hari ini, dilakukan persiapan konser secara menyeluruh.

Persiapan meliputi gladi bersih penampilan masing-masing kelas di aula Bintaraloka loka, persiapan display maduk siswa dan pendirian panggung untuk Konser Musik Nusantara .

Penampilan salah satu peserta, dokumentasi pribadi
Penampilan salah satu peserta, dokumentasi pribadi

Gladi bersih yang dilaksanakan di aula Bintaraloka pagi ini menampilkan sajian aneka musik Nusantara dari masing-masing kelas. Sajian musik dikombinasi dengan tari dan teater, di mana tiap kelas memiliki tema sendiri-sendiri.

Penampilan salah satu peserta, dokumentasi pribadi

Dari catatan saya, tampilan siswa benar benar menarik. Siswa memiliki kreativitas yang luar biasa.

Beberapa hal yang perlu diperbaiki adalah jeda waktu antar satu adegan ke adegan lain yang kadang agak terlalu panjang, juga kekompakan suara maupun gerakan saat tampil.

Penampilan salah satu peserta dengan latar belakang nelayan yang sedang melaut, dokumentasi pribadi

Selama tampil, siswa didampingi bapak/ibu guru pendamping di bagian belakang ataupun berbaur dengan siswa.

Para guru pendamping di belakang siswa, dokumentasi pribadi
Pendamping berbaur di antara siswa, dokumentasi pribadi

Sesudah siswa tampil, bersama wali kelas siswa membahas apa saja yang perlu diperbaiki dari tampilan hari ini, dan kembali latihan di kelas-kelas.

Karenanya tak heran jika hingga sore hari masih tampak kesibukan siswa kelas tujuh di Bintaraloka. Sebagian besar dari mereka latihan, juga ada yang fitting baju adat, atau jika perlu menyewa baju adat untuk penampilan esok.

Siap untuk konser, sesudah fitting baju adat, dokumentasi pribadi

Sementara siswa berlatih, guru-guru yang tergabung dalam tim tema tiga juga tampak begitu sibuk.

Menyiapkan display majalah duduk , dokumentasi pribadi

Ada yang memasang display majalah duduk siswa di sepanjang jalan depan kelas 9.3 hingga tata usaha. Majalah duduk yang selama ini di simpan di aula Bintaraloka dua hari ini dipasang kembali di meja-meja yang sudah ditata rapi.

Dan tak kalah dari semuanya adalah kesibukan pemasangan tenda dan panggung.

Pemasangan tenda dan setting panggung dilakukan oleh banyak orang. Tentu saja, tidak mudah memasang panggung dan tenda sebesar itu.

Memasang tenda, dokumentasi Bintaraloka
Istirahat setelah memasang tenda, dokumentasi pribadi
Panggung Konser Musik Nusantara sudah berdiri dengan cantiknya, dokumentasi pribadi Buz

Akhirnya dengan persiapan yang menyeluruh pada hari ini diharapkan besok acara berjalan dengan lancar, siswa dapat menyajikan tampilan terbaiknya dan yang paling penting adalah karakter pelajar Pancasila bisa tertanam baik dalam diri masing-masing siswa.

Semoga bermanfaat

Salam Pelajar Pancasila..😊

Categories
Sekolah

Persiapan Jelang Konser Musik Nusantara, Sebuah Catatan Kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Suara musik mengiringi siswa yang sedang menyanyi bersama. Tidak hanya menyanyi, ada juga gerak dan kadang ditambah dengan drama.

Suasana latihan di kelas, dokumentasi Bintaraloka
Suasana latihan di kelas, dokumentasi Bintaraloka

Satu atau beberapa orang berperan menjadi penata gaya, sementara yang lain menjalankan peran masing-masing sebaik-baiknya. Ada yang membawa alat musik, ataupun properti tertentu.

Latihan pesiapan konser, dokumentasi Bintaraloka

Jika ada gerakan atau lagu yang kurang pas, maka akan diulang di latihan berikutnya. Bapak /Ibu guru pendamping kelas sesekali memberikan pengarahan pada siswa jika ada masalah.

Berbagai alat musik digunakan, dokumentasi pribadi

Di atas adalah gambaran pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila tema tiga di Bintaraloka.

Acara puncak dari Projek tema tiga adalah Konser Musik Nusantara yang akan diadakan tanggal 14 Juni 2023 di lapangan volly.

Suasana latihan di kelas, dokumentasi pribadi

Dalam persiapan ini siswa bekerja dengan sungguh-sungguh. Tentu saja. Konser Musik Nusantara adalah konser mereka. Sukses ataupun tidaknya konser tergantung pada kerja keras dan kekompakan mereka.

Semua hal berkaitan dengan konser seperti; perencanaan, konsep, alat musik yang digunakan dan lainnya semua murni dari siswa. Sebagai bekal, sebelumnya siswa sudah mendapat banyak materi tentang aransemen musik, juga materi tari dari berbagai narasumber.

latihan di gazebo, dokumentasi pribadi

Narasumber yang sudah memberikan materi adalah Pak Vigil dan Pak Fabi untuk lagu dan musik, dan Kak Y untuk seni tari.

Sesuai dengan dimensi dari Profil Pelajar Pancasila, ada tiga tujuan utama dari projek Konser Musik Nusantara, yaitu:

  1. Berkebhinnekaan global : Peserta didik diharapkan mampu mengenal dan mengidentifikasi ciri
    khas kebudayaan daerah di Indonesia.
  2. Bergotong royong : Peserta didik diharapkan memiliki kemampuan untuk melakukan kolaborasi
    dengan sukarela agar kegiatan projek yang dikerjakan dapat berjalan dengan lancer dan
    mencapai tujuan untuk kebaikan bersama.
  3. Kreatif : Peserta didik diharapkan mampu menghasilkan gagasan, karya, dan tindakan yang
    orisinal dari kegiatan projek yang sudah mereka lakukan dalam bentuk pameran karya ciri khas
    kebudayaan daerah di Indonesia.

Dalam pelaksanaan projek, tentunya sekolah tidak bisa berjalan sendiri. Dengan kata lain peran serta orang tua lewat paguyuban sangat diperlukan untuk kesuksesan penyelenggaraan Konser Musik Nusantara ini.

Menggunakan berbagai properti, dokumentasi Bintaraloka

Di sini tampak bahwa sinergi yang baik antara sekolah dan orang tua akan menunjang kelancaran dari proses pembelajaran di sekolah.

Suasana latihan di kelas, dokumentasi Bintaraloka

Hari Jumat tanggal 26 Mei kemarin, adalah hari terakhir latihan bagi siswa kelas tujuh untuk persiapan konser, dan nantinya sesudah PAT latihan akan dilanjutkan kembali.

Tetap semangat semuanya, tunjukkan perform terbaik kalian saat konser nanti, dan semoga kita semua semakin mencintai budaya Nusantara.

Salam Pelajar Pancasila…😀

Categories
Reportase

Berbagi Ceria Melestarikan Budaya Nusantara

Kampuang nan jauah di mato
Gunuang sansai ba kuliliang
Den takana jo kawan-kawan lamo
Sangkek basuliang-suliang

Panduduaknyo nan elok
Nan suko bagotong royong
Sakik sanang samo-samo di raso
Den takana jo kampuang

Takana jo kampuang
Induak, Ayah, Adiak sadonyo
Raso maimbau-imbau Den pulang
Den takana jo kampuang…

Lagu Kampuang nan Jauh di Mato mengalir merdu siang itu. Siswa menyanyi bersama dengan iringan gitar dari Pak Vigil.

Dialog Pak Vigil dengan siswa, dokumentasi Bu Cahya

Dengan petikan gitarnya, Pak Vigil mengiringi lagu- lagu daerah yang dinyanyikan oleh para siswa. Tidak hanya Kampuang nan Jauh di Mato. Ada juga lagu Suwe Ora Jamu, Rek Ayo Rek, Ampar-ampar Pisang yang dinyanyikan dengan begitu manis.

Aha.. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila memang selalu membawa keceriaan tersendiri.

Setelah sempat terhenti di bulan puasa, mulai minggu pertama bulan Mei kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dilaksanakan kembali di Bintaraloka.

Masih dengan tema tiga, yaitu Konser Musik Nusantara, projek kali ini dilaksanakan dengan memberikan pemantapan materi tentang lagu dan tarian Nusantara.

Menari bersama, dokumentasi Bu Cahya

Seperti biasa, sebelum pemberian materi siswa diajak menari bersama dengan panduan Bu Novi, Bu Ami dan Bu Dani.

Pemberian materi sangat penting karena nantinya akan menjadi bekal bagi siswa untuk melakukan konser di akhir kegiatan projek tema tiga ini.

Jika di hari Rabu siswa diajak menyanyi bersama, di hari Kamis siswa diajak belajar tentang seni tari.

Kak Yeshinta, dokumentasi pribadi

Narasumber tari di siang ini adalah Kak Yeshinta atau Kak Y.
Dengan gayanya yang luwes dan ceria Kak Y yang berprofesi sebagai penari dan sekaligus guru tari di SMK negeri 1 Malang menerangkan pada siswa tentang makna seni tari, juga semua unsur-unsur pendukungnya.

Kak Yeshinta memberikan penjelasan tentang seni tari, dokumentasi pribadi Buz

Menurut Kak Y ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam seni tari yaitu wiraga, wirama dan wirasa.
Wiraga berkaitan dengan gerak olah tubuh, wirama dengan irama , sedangkan wirasa berkaitan dengan perasaan. Kolaborasi yang pas antara ketiganya bisa menciptakan sebuah tarian yang bagus.

Menari bersama, dokumentasi Bu Sherly

Siswa mengikuti kegiatan dengan penuh semangat. Lebih-lebih di akhir acara, Kak Y mengajak siswa menarikan tari Pelajar Pancasila bersama. Beberapa siswa diminta menari di depan bersama dengan Kak Y.

Siswa yang menari di depan, dokumentasi Bu Sherly
Pengarahan di akhir acara projek, dokumentasi pribadi

Sekitar pukul setengah tiga, acara projek berakhir. Sebelum kembali ke kelas Bu Ari memberikan pengarahan tentang hal- hal yang harus diperhatikan siswa di acara projek selanjutnya.

Dua hari yang penuh cerita. Semua menari juga menyanyi. Ada tawa dan ceria di mana-mana.
Ya, berbagi ceria sambil melestarikan budaya Nusantara tercinta.

Categories
Sekolah

“Konser Musik Nusantara”, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Tema Tiga Bintaraloka

Wajah wajah ceria tampak di aula siang itu. Lagu Naik Becak, Buanglah Sampah dibawakan siswa dengan penuh semangat. Ditambah gerak pula dengan panduan Ibu Ami, Ibu Novi dan Ibu Dani.

Namun ada yang berbeda kali ini. Menyanyikan lagu tidak hanya berhenti disitu. Ada lagi lagu yang lain, seperti Dondong Opo Salak, juga Apuse. Wow, ramai pokoknya.

Bu Novi dan Bu Dani, pemandu gerak dan lagu, dokumentasi pribadi

Projek Profil Pelajar Pancasila tema tiga sudah dimulai! Ya, sesudah di tema satu kami belajar tentang bijak berinternet, tema dua dengan pengolahan sampah , kini di tema tiga kami akan konser. Sekali lagi konser.. karena tema kami kali ini adalah “Konser Musik Nusantara”.

Tema Konser Musik Nusantara ini mengambil dimensi berkebhinnekaan global, gotong royong dan kreatif.

Tema ini salah satunya berangkat dari keprihatinan bahwa banyak siswa yang kurang paham dengan lagu lagu daerah Nusantara . Padahal Nusantara kita tercinta amat kaya dengan lagu -lagu daerah.

Sumber gambar, modul P5 Bintaraloka

Sebenarnya apa manfaat dari mengenal lagu lagu daerah Nusantara bagi siswa?.
Banyak, di antaranya adalah:

  1. Mengenalkan ragam budaya. Ya, betapa kaya Nusantara kita akan ragam seni budaya, salah satunya adalah lagu lagu daerahnya. Jika bukan kita yan menghargai, lalu siapa lagi?
  2. Memetik pelajaran dari sebuah lagu. Lagu -lagu daerah banyak memberikan pesan positif pada pendengarnya. Seperti yang siang itu diterangkan oleh Pak Mahmud tentang pesan mendalam dari lagu Dondong Opo Salak. Sungguh saya tak mengira ada pesan tentang karakter baik dari lagu tersebut. Tentang pesan dari lagu akan saya ulas di tulisan yang lain.
  3. Memperkaya pengetahuan tentang berbagai jenis alat musik. Ada banyak alat musik khas Nusantara, seperti sasando, angklung, kolintang yang sering dipakai sebagai pengiring lagu lagu daerah.
  4. Mengasah rasa percaya diri dan kreativitas. Dengan konser, menyanyi dengan koreografi tertentu membuat kreativitas dan rasa percaya diri siswa lebih terasah
  5. Meningkatkan kecerdasan emosi. Rasa bahagia yang ditimbulkan saat menyanyi membuat siswa lebih baik dalam pengelolaan emosinya.
Penjelasan dari Pak Fabi, dokumentasi pribadi

Menurut penjelasan ketua projek tema 3 yaitu Pak Fabi, ada tiga kegiatan utama dari projek ini yaitu:

  1. Membuat majalah duduk
  2. Mengaransemen musik
  3. Unjuk karya

Dalam minggu pertama dan kedua ini kegiatan siswa berkisar pada eksplor tentang budaya Nusantara berupa pembuatan power point dan presentasi, serta merancang pembuatan majalah duduk (maduk). Sedangkan unjuk karya nantinya akan dilaksanakan di akhir projek berupa konser lagu daerah dari tiap kelompok.

Presentasi, dokumentasi P5

Dalam pantauan penulis, siswa mengerjakan tugas projek dengan penuh kesungguhan dengan tetap didampingi oleh bapak/ibu guru yang betugas.

Penampilan siswa saat presentasipun begitu bersemangat, baik presenter maupun pendengar. Terbukti banyak juga pertanyaan- pertanyaan yang diajukan.

Pembuatan maduk, dokumentasi P5
Pembuatan maduk, dokumentasi P5

Aih, siswa selalu menyimpan banyak kejutan. Apa yang mereka tampilkan sering di luar ekspektasi.

Tidak sabar rasanya menunggu hasil kerja mereka yang lain yaitu maduk dan unjuk karya.

Sampai jumpa di tulisan berikutnya dan salam Pelajar Pancasila…. 🤗