Categories
Reportase

Kegiatan Aksi Bergizi, Sarapan Bersama dengan “Isi Piringku”

Sudahkah anda sarapan hari ini? 

Sarapan sering menjadi waktu makan yang sering terabaikan bagi kebanyakan orang. 

Berbagai alasan dikemukakan. Mulai tidak sempat, sibuk, sampai tidak biasa sarapan. Padahal ditinjau dari ilmu kesehatan, banyak sekali manfaat sarapan pagi dan amat penting bagi tubuh kita.

Salah satu manfaat sarapan pagi adalah sebagai sumber energi.

Suasana sarapan bersama , dokumentasi 9.5

 Layaknya kendaraan, kita memerlukan bahan bakar untuk mengembalikan energi setelah tidur malam yang panjang dan mengakibatkan perut kita kosong. Energi ini bisa kita dapatkan dari sarapan pagi.

Zat gizi yang ada pada sarapan bisa kita gunakan untuk bekerja, berpikir dan melakukan berbagai aktivitas lainnya. 

Bagi siswa sarapan pagi terbukti bisa meningkatkan konsentrasi dan stamina, sementara bagi orang dewasa sarapan pagi bisa menjaga kondisi tubuh supaya lebih sehat termasuk mencegah dari kegemukan

Mengapa demikian? Kebiasaan sarapan membuat kita melakukan aktivitas di pagi hari dan mencegah terlalu banyak ngemil di siang hari.

Sarapan bersama, Dokumentasi 9.5

Berkaitan dengan perlunya sarapan pagi ini  maka dilaksanakan Sarapan Bersama dengan “Isi Piringku” sebagai salah satu kegiatan  Aksi Bergizi di SMP Negeri 3 Malang.

Apakah “Isi Piringku” itu?

“Isi Piringku” menggambarkan porsi makan yang dikonsumsi dalam satu piring yang terdiri dari 50 persen buah dan sayur, dan 50 persen sisanya terdiri dari karbohidrat dan protein. 

Isi Piringku, sumber gambar: Kompasiana.com

“Isi Piringku” juga menekankan untuk membatasi gula, garam, dan lemak dalam konsumsi sehari-hari.

Kegiatan sarapan bersama kali ini dilaksanakan di kelas 9.5  dengan wali kelasnya Ibu Utien. 

Dalam kegiatan ini paguyuban orang tua kelas 9.5 mengambil peranan dengan menyediakan buah, kue, puding dan susu, sementara anak anak membawa bekal sarapan berupa nasi, lauk pauk dan sayur.

Sekitar pukul delapan lebih acara sarapan dimulai. Suasana begitu hangat tatkala ibu-ibu paguyuban menyapa anak-anak dan mempersilakan anak- anak untuk sarapan bersama.

Bersama wali kelas dan paguyuban, dokumentasi 9.5

Akhirnya seperti yang diungkapkan Ibu Utien  semoga ke depan anak-anak lebih memperhatikan sarapan pagi dengan “Isi Piringku” agar kesehatan mereka semakin prima sehingga dapat belajar dan beraktivitas lebih baik di sekolah.

Categories
Reportase

Sarapan Sehat Sebagai Pelaksanaan Kegiatan Aksi Bergizi dan NGTS

Bubur ayam. Siapa yang tidak kenal hidangan ini? Makanan yang terbuat dari nasi yang dimasak hingga lembut, dengan diberi topping ayam, telur , abon , kacang dan juga kerupuk. Tambahan kuah bumbu kuning yang segar membuat bubur ayam ini semakin maknyus.

Sebagai hidangan sarapan bubur ayam mengandung banyak zat gizi yang diperlukan oleh tubuh kita.

Selain lezat, bubur ayam mengandung banyak serat dan mikronutrient yang sehat.

Bubur Ayam, Sumber gambar: detikFood

Dalam satu piring bubur ayam terkandung banyak kalori yang bisa mengahasilkan energi untuk melakukan berbagai aktivitas.

Pada hari Kamis minggu yang lalu kembali dilakukan giat sarapan sehat bersama di SMP Negeri 3 Malang.

Kali ini yang melaksanakan giat sarapan sehat adalah kelas 9.2.

Kegiatan yang merupakan bagian dari Aksi Bergizi dan salah satu pilar NGTS ini dilaksanakan bergantian dengan menu yang bervariasi.

Untuk kelas 9.2 menu yang dipilih adalah bubur ayam dan segelas jus jambu.

Jus jambu? Mendengar namanya sudah terbayang dalam benak kita minuman segar berwarna merah, manis ,dingin dan penuh vitamin.

jus jambu, sumber gambar : detikFood

Dalam satu gelas jus jambu terkandung serat, vitamin C, vitamin B, vitamin A, kalsium, magnesium, dan kalium. Selain itu, jambu biji juga kaya akan kandungan antioksidan, khususnya quercetin. Karenanya jus jambu sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh kita.

Bubur ayam dan jus jambu adalah kombinasi sarapan pagi yang lezat dan kaya manfaat.

Penjelasan dari Suster Ratna, dokumentasi 9.2

Sebelum sarapan pagi dilaksanakan Suster Ratna menerangkan tentang pentingnya sarapan, menu sarapan selain nasi, juga membiasakan sarapan bagi yang tidak terbiasa sarapan. 

Suster Ratna juga menjelaskan tentang komposisi gizi yang baik untuk sarapan kita.

Ya, kita tidak boleh mengabaikan sarapan karena sarapan menjadi bahan energi yang membuat kondisi otak segar sehingga menjadikan mood bagus.

Sebelum sarapan, dokumentasi 9.2

Akhirnya semoga kegiatan baik ini bisa terus dilakukan dan menginspirasi seluruh warga Bintaraloka untuk bergaya hidup sehat demi kualitas generasi yang lebih baik.

Salam Bintaraloka 😊

Categories
Serba-serbi

Aksi Bergizi, Rujak Buah Sebagai Alternatif Jajanan Sehat

Pagi itu ada kesibukan yang nyata di ruang kelas 2.3.1. Siswa menata meja dan kursi, lalu  tikar berwarna hijau digelar di dekat papan tulis. Aha, ada yang beda hari ini. Kami akan makan rujak buah bersama-sama.

Mengapa makan bersama? Salah satu kegiatan dari Aksi Bergizi di sekolah adalah makan makanan dengan menu seimbang.

Oh ya, kegiatan aksi bergizi di sekolah meliputi tiga hal yaitu  membiasakan konsumsi TTD (Tablet Tambah Darah), makan makanan dengan menu gizi seimbang dan aktivitas fisik.

Kegiatan minum tablet tambah darah secara rutin dilakukan oleh siswa putri setiap satu minggu sekali, olah raga sebagai aktivitas fisik dilakukan dengan senam bersama dan makan dengan menu seimbang dilaksanakan bergantian oleh masing-masing kelas dengan menu berbeda-beda.

Salah satu kegiatan aksi bergizi , dokumentasi pribadi

Beberapa hari sebelum pelaksanaan kegiatan ini, Suster Ratna sebagai penggerak UKS memberikan berbagai pilihan menu makanan pada kelas 2.3.1, dan ternyata rujak buah menjadi pilihan anak anak.

Rujak Buah dan Jajanan Sehat

Rujak buah, dokumentasi pribadi

Di samping memperhatikan makanan sehat, kita juga harus memperhatikan jajanan sehat. 

Dikutip dari Alodokter, snack atau jajanan sehat adalah jenis camilan yang rendah kalori, tetapi banyak mengandung protein, serat, vitamin, dan mineral. 

Menyiapkan rujak buah, dokumentasi pribadi

Selain itu, jajanan dikatakan sehat apabila rendah lemak dan tidak banyak mengandung gula, termasuk pemanis buatan.

Berkaitan dengan keterangan di atas, maka rujak buah adalah salah satu contoh jajanan sehat. Mengapa? Disamping mengandung banyak vitamin dari buah buahan segar, rujak buah tidak mengandung pemanis buatan ataupun pengawet.

Acara aksi bergizi pagi itu terselenggara atas kerjasama dengan paguyuban. Ya, paguyuban yang menyiapkan rujak buah dan makanan pendamping lainnya dengan dibantu oleh warga kelas.

Setelah semua siap, Suster Ratna memberikan sedikit pengarahan tentang pentingnya jajanan sehat. 

Suster Ratna sesudah memberikan arahan, dokumentasi pribadi

Menurut Suster Ratna sudah seharusnya kita membiasakan makan jajanan sehat di tengah gempuran berbagai makanan kekinian yang kadang kurang memperhatikan aspek kesehatan.

Setelah beberapa saat, taraaa…..acara makanpun dimulai.

Hmm, makan bersama dalam suasana yang demikian hangat sungguh menimbulkan kebahagiaan tersendiri.

Makan rujak bersama, dokumentasi pribadi

Ada tawa dan canda berbalut keakraban. Semua tampak senang. Suasana terasa begitu manis, semanis rujak buah yang kami nikmati bersama pagi itu..😃

Salam UKS.., Sehat dimulai dari saya..!

Baca juga:

Categories
Reportase Sekolah

Meningkatkan Kesadaran Pelaksanaan Pola Hidup Sehat Melalui Gerakan Aksi Bergizi

Pagi itu siswa dengan bekal makanan yang sudah dibawa dari rumah sudah mengambil tempat di lapangan volley.

Yang menarik isi bekal mereka begitu beragam. Ya, sesuai arahan dari UKS sehari sebelumnya, bekal yang dibawa harus terdiri atas makanan yang mengandung karbohidrat, sayur, protein hewani dan nabati dan air minum.

Sedikit pengarahan dari kesiswaan dan UKS tentang pentingnya makanan bergizi membuka acara pagi itu. Sesudahnya siswapun membuka bekal dan sarapan pagi bersama.

Sarapan bersama, dokumentasi Galuh

Suasana terasa demikian gayeng. Di akhir acara, siswa putri diajak bersama-sama minum tablet tambah darah yang rutin dilaksanakan seminggu sekali.

Di atas adalah bagian dari kegiatan Aksi Bergizi yang dilaksanakan di Bintaraloka sejak beberapa bulan ini.

Tentang Gerakan Nasional Aksi Bergizi

Sumber gambar: Kemenkes RI

Gerakan Nasional Aksi Bergizi adalah kegiatan yang diprakarsai oleh Kemenkes RI.

Gerakan ini dilaksanakan untuk
meningkatkan kesadaran siswa siswi dalam membiasakan konsumsi TTD (Tablet Tambah Darah), makan makanan dengan menu gizi seimbang dan melakukan aktivitas fisik secara rutin.

Ada banyak kegiatan yang dilakukan dalam Gerakan Aksi Bergizi. Sebagai sekolah Lokus (Lokasi Khusus) Gerakan Aksi Bergizi, kegiatan yang dilakukan sekolah kami antara lain:

Satu : Makan Bersama

Sarapan bersama, dokumentasi Galuh

Makan bersama dilakukan dengan kegiatan sarapan bersama ataupun makan makanan bergizi dengan tema yang berganti-ganti. Seperti makan bubur kacang hijau bersama atau makan buah-buahan bersama.

Ya, keanekaragaman makanan sangat penting untuk diperhatikan demi perbaikan gizi sehari-hari.

Sarapan juga bukan hal yang bisa disepelekan. Betapa banyak manfaat dari kegiatan sarapan pagi. Sarapan bukan hanya bertujuan untuk menghilangkan rasa lapar, tapi juga memberikan asupan nutrisi yang optimal sehingga bisa meningkatkan kerja organ tubuh kita.

Sarapan pagi yang rutin juga bisa mengurangi keinginan kita untuk nyemil makanan yang kurang sehat, sehingga menghindarkan tubuh dari berbagai macam penyakit

Dua : Senam Bersama

Senam bersama, dokumentasi pribadi

Senam bersama dilakukan secara bergiliran oleh kelas tujuh, delapan dan sembilan. Pelaksanaan senam adalah pagi hari sebelum pelajaran dengan dipandu oleh guru olah raga.

Dari berbagai sumber diperoleh informasi bahwa melakukan senam di pagi hari mempunyai banyak manfaat, diantaranya melancarkan sistem peredaran darah, mencegah perkembangan virus sehingga mengurangi resiko infeksi penyakit, memelihara kebugaran tubuh, meningkatkan fungsi jantung, menguatkan tulang dan banyak lagi.

Tiga : Minum Tablet Tambah Darah Untuk Siswa Putri.

Minum tablet tambah darah, dokumentasi Ami

Minum secara rutin tablet tambah darah setiap seminggu sekali bertujuan untuk menekan angka anemia di kalangan remaja.

Anemia terjadi karena kurangnya hemoglobin dalam sel darah sehingga produksi sel darah merah dalam tubuh kita mengalami penurunan.

Menurut data Kemenkes angka anemia di kalangan remaja masih cukup tinggi, yaitu sekitar 3-4 dari 10 remaja menderita anemia.

Sumber gambar: Indonesia Baik.id

Akibat jangka pendek dari anemia adalah mudah lelah, letih lesu juga menurunnya daya tahan tubuh dan konsentrasi.

Sedangkan akibat jangka panjangnya adalah remaja putri yang terkena anemia akan terbawa saat dia hamil nantinya.

Ibu hamil yang kekurangan zat besi bisa mengalami keguguran ataupun melahirkan bayi yang mengalami gangguan tumbuh kembang misalnya stunting ataupun gangguan neurokognitif.

Menurut penjelasan Suster Ratna Gerakan Aksi Bergizi ini difokuskan pada remaja karena remaja sedang mengalami masa pertumbuhan yang demikian pesat.

Sesuai dengan pesan kunci dari kegiatan Aksi Bergizi Nasional yaitu “Hidup Sehat Sejak Sekarang Untuk Remaja Kekinian”, diharapkan dengan gerakan ini kesadaran remaja atas pola hidup sehat semakin meningkat, sehingga ke depannya akan tercipta generasi yang sehat, cerdas dan berkualitas.

Salam UKS…😊