Mari Bijak Berinternet, Sebuah Cerita Tentang Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Gadget dan internet, kini menjadi hal yang sangat akrab dalam kehidupan kita. Indonesia memegang rekor atas penggunaan gadget dan pemanfaatan internet dalam keseharian kehidupan masyarakatnya.

Menurut laporan We Are Social, per Januari 2023 jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai 213 juta orang. Sebuah angka yang sangat besar mengingat jumlah penduduk Indonesia sekitar 270 juta lebih.

Pembuatan infografik, dokumentasi Bintaraloka

Laporan itu juga menemukan, rerata orang Indonesia menggunakan internet selama 7 jam 42 menit dalam sehari. Wow, berarti hampir sepertiga dari kehidupan kita, kita pakai untuk berinternet!

Berkaitan dengan hal tersebut kiranya perlu ditekankan pemahaman UUITE terhadap siswa sejak dini. Ya, siswa juga bagian masyarakat yang banyak menggunakan gadget dan internet.

Pengambilan gambar, dokumentasi pribadi

Berkaitan dengan pemahaman tentang bagaimana menggunakan internet dengan baik, Projek Penguatan Profil  Pelajar Pancasila kelas tujuh tema dua kali ini mengambil tema Bijak Berinternet.

Diskusi kelompok , dokumentasi Bintaraloka

Ada berbagai kegiatan dalam projek ini. Di antaranya pemberian materi tentang UU ITE dan bijak bermedia sosial, pembuatan infografik, presentasi dan yang terakhir adalah pembuatan video tentang cyber bullying dan pelanggaran UU ITE.

Presentasi, dokumentasi Bintaraloka

Undang-Undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) adalah undang-undang di Indonesia yang mengatur tentang penggunaan teknologi informasi dan transaksi elektronik. Undang-undang ini ditujukan untuk mengatur kegiatan yang berkaitan dengan penggunaan internet, komputer, dan perangkat elektronik lainnya.

Pembuatan video, dokumentasi pribadi

Dengan adanya UUITE maka warga negara akan terjamin keamanannya dalam melakukan kegiatan yang berkaitan dengan penggunaan internet, karena dalam UUITE diterangkan perbuatan apa saja yang tidak boleh dilakukan dalam menggunakan Internet.

Berbagai kegiatan yang tidak boleh dilakukan  di dunia maya adalah menyebar video asusila, menyebar hoax dan ujaran kebencian, pencemaran nama baik, judi online, teror online, bullying,  pemerasan dan banyak lagi.

Khusus tentang bullying, pembullyan lewat internet dinamakan cyber bullying. Contoh cyber bullying adalah mengolok olok seseorang di medsos, mengeluarkan komentar yang menyakitkan, memposting gambar atau video yang memalukan, melakukan ancaman dan lain sebagainya. Cyber bullying adalah perbuatan yang sedapat mungkin harus dicegah karena banyak merugikan terutama pada korbannya.

Agar siswa lebih memahami berbagai perbuatan yang melanggar UUITE sekaligus cyber bullying, di akhir kegiatan projek tema dua ini siswa diajak membuat video tentang kedua hal tersebut.

Pembuatan video, dokumentasi pribadi

Penyusunan skenario sekaligus take adegan dilakukan siswa secara berkelompok. Siswa melakukan kegiatan dengan penuh semangat. Meski tampaknya ada beberapa adegan harus diulang berkali-kali mereka tetap tidak putus asa. Ulang dan ulang sampai adegan sesuai dengan yang dikehendaki.

Pembuatannvideo di learning garden, dokumentasi pribadi
Di sela pembuatan video, dokumentasi pribadi

Sebuah semangat yang luar biasa. Harapannya semoga Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila tema dua kali ini membuat siswa semakin paham tentang UUITE, dan pada akhirnya mereka akan lebih bijak dalam berinternet dan bisa menggunakan gadget mereka untuk  hal- hal yang bermanfaat 

Belajar Membuat Batik Topeng Malangan, Sebuah Cara Menghargai Karya Seni yang Penuh Filosofi

Bau lilin yang dipanaskan menguar ke mana- mana. Kain mori putih dibeber di atas meja yang sudah dilapisi spon berair dan ditutup plastik kaca.

Dengan hati-hati, narasumber mencelupkan alat pembuat cap dengan motif tertentu ke dalam lilin panas, lalu segera meletakkan cetakan tadi dengan agak menekan ke atas kain.

Membuat batik cap, dokumentasi pribadi

Cetakan dibuka, dan taraa.. motif cantik langsung tercipta di atas kain tadi.

Sekelompok anak memperhatikan keterangan narasumber, sementara yang lain memvideo ataupun mencatat segala keterangan yang disampaikan.

Proses pewarnaan, dokumentasi pribadi

Beberapa pertanyaan yang muncul dijawab dengan sabar oleh Pak Afaf, sang narasumber hingga siswa merasa puas.

Di atas adalah gambaran suasana ketika siswa SMP Negeri 3 Malang melakukan Outdoor Learning ke SMKN 7 Malang. Outdoor Learning ini bertujuan untuk mengajak siswa praktek membuat batik topeng Malang.

Pengarahan dari Pak Vigil dan Bu Ari, dokumentasi pribadi

ODL dilaksanakan pada hari Rabu, 18 Oktober 2023 dengan diikuti lebih dari 300 peserta yang terdiri atas siswa dan guru pendamping.

Siap berangkat ODL, dokumentasi pribadi

Pemberangkatan peserta dari SMP Negeri 3 ke SMKN 7 dilaksanakan pukul tujuh pagi dengan menggunakan 25 buah mikrolet. Sebelum berangkat, ketua projek tema dua yaitu Pak Vigil memberikan arahan pada siswa di aula Bintaraloka bersama Ibu Ari Susani. 

Di dalam mikrolet , dokumentasi pribadi
Di dalam mikrolet , dokumentasi pribadi
Di dalam mikrolet , dokumentasi pribadi

Menurut Pak Afaf, bukan hanya SMP Negeri 3 Malang, bahkan siswa dari negeri Jiran kita Malaysia, juga tertarik belajar pembuatan batik di SMKN 7 Malang.

Belajar membuat batik topeng Malang adalah salah satu kegiatan dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Tema kedua yaitu Batik Topeng Malangan Karya Cipta Bintaraloka.

Projek ini mengambil dimensi berkebhinekaan global, kreatif, mandiri dan gotong royong 

Mengapa harus batik?

Berbagai motif batik hasil karya SMKN 7, dokumentasi pribadi

Batik sebagai karya Bangsa Indonesia harus kita hargai dan kita lestarikan keberadaannya. 

Batik merupakan perpaduan antara seni dan teknologi leluhur bangsa Indonesia.

Hal yang membuat batik memiliki daya tarik dibanding motif kain yang lain adalah karena corak motifnya banyak mengandung makna dan penuh dengan filosofi yang erat akan adat dan budaya dalam kehidupan manusia. 

Motif batik yang lain, dokumentasi pribadi

Indonesia memiliki beragam motif batik yang memiliki fislosofinya masing-masing. Sebutlah batik kawung yang merupakan motif batik yang bentuknya berupa bulatan mirip buah kawung (sejenis kelapa atau kadang juga dianggap sebagai aren atau kolang-kaling) yang ditata rapi secara geometris. 

Motif kawung bermakna kesempurnaan, kemurnian dan kesucian.  Motif kawung menyimbolkan kekosongan nafsu dan hasrat duniawi, sehingga menghasilkan pengendalian diri yang sempurna. 

Ada juga motif batik truntum. Batik ini menggambarkan cinta yang selalu bersemi, karenanya saat upacara pernikahan, mempelai biasanya mengenakan batik truntum.

Indonesia memiliki banyak batik khas karena hampir tiap daerah memiliki corak khasnya masing-masing. Ada batik Blitar, Tulungagung, Madura, Solo, Jogja bahkan Malangan.

Topeng sebagai motif khas batik Malangan, dokumentasi pribadi

Lalu apa ciri khas batik Malangan? Batik Malangan sering menggunakan ornamen topeng, tugu, singa, dan bunga teratai sebagai motif utama.

Tugu berasal dari relief candi di Malang dan monumen kota Malang. Bunga teratai adalah bunga yang disukai Kendedes dan tumbuh disekitar monumen Tugu.

Singa merupakan simbol yang sering digunakan penduduk Malang sebagai supporter kesebelasan Arema, sedangkan topeng Malang merupakan kebudayaan dan seni asli dari daerah Malang.

Berkaitan dengan usaha melestarikan batik dan kebudayaan seni asli Malang inilah siswa diajak belajar membuat batik topeng Malang.

Dalam ODL ini siswa mendapat paparan tentang cara membuat batik tulis dan batik cap. Karena tingkat kesulitan batik tulis lebih tinggi, saat praktik siswa diajak  membuat batik cap.

Alat untuk membuat batik cap, dokumentasi Iqbal
Lilin dan canting, dokumentasi Iqbal

Ada tiga tahap utama dalam pembuatan batik cap yaitu pembuatan motif, pewarnaan dan ngelorot atau penghilangan lilin.

Penyempurnaan motif dengan menggunakan canting, dokumentasi pribadi
Proses ngelorot, dokumentasi pribadi

Proses pembuatan motif dan pewarnaan dilaksanakan di SMKN 7 sedangkan ngelorot dilaksanakan di SMP Negeri 3 Malang.

Kegiatan yang luar biasa. Siswa tampak begitu antusias. Apalagi batik-batik cantik yang tercipta adalah hasil desain mereka sendiri.

Batik karya siswa, dokumentasi Bintaraloka
Batik karya siswa, dokumentasi Bintaraloka
Batik karya siswa, dokumentasi Bintaraloka
batik karya siswa, dokumentasi Bintaraloka
Batik karya siswa, dokumentasi Bintaraloka
Batik karya siswa, dokumentasi Bintaraloka
Batik karya siswa , dokumentasi Bintaraloka
Batik karya siswa, dokumentasi Bintaraloka
Batik karya siswa , dokumentasi Bintaraloka
Batik karya siswa, dokumentasi Bintaraloka

Akhirnya semoga kegiatan ini bisa meningkatkan kecintaan siswa pada batik, sehingga mereka akan semakin menghargai batik sebagai karya cipta asli anak negeri yang penuh filosofi.

Baca juga:

Selamatkan Bumi Dimulai dari Kita

Sebuah cerita tentang pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dengan tema lingkungan.

****

Sekelompok anak tampak sibuk berkutat dengan poster di hadapan mereka. Ada yang menulis dengan spidol, membuat hiasan kupu-kupu dari kertas origami, menempel hiasan-hiasan lainnya. 

Membuat atribut kampanye, dokumentasi pribadi

Sementara itu di bagian lain beberapa siswa membuka hp mencari ide untuk membuat lagi dan yel untuk kampanye tentang pengelolaan sampah demi menjaga bumi tercinta. Ada yang mengadaptasi lagu ataupun membuat pantun.

Semua begitu sibuk. Guru pendamping berkeliling sambil mengecek apakah semua kegiatan berjalan baik. Ya, semua harus dipersiapkan dengan matang sebelum penilaian akhir projek yang akan diadakan sehari lagi.

Materi cara membuat kampanye yang baik, dokumentasi pribadi

Itu adalah gambaran pelaksanaan kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di kelas tujuh yang hampir selesai dalam beberapa hari ini. 

Tahun ini Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di sekolah saya dilaksanakan oleh kelas tujuh dan delapan dengan tema berbeda. 

Jika kelas delapan mengambil tema demokrasi, maka kelas tujuh mengambil tema lingkungan, tepatnya tentang pengelolaan sampah. 

Mengapa yang diambil adalah masalah sampah?

Membuat atribut kampanye, dokumentasi pribadi

Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang begitu besar (nomor 4 di dunia setelah India, Cina dan Amerika ) sampah merupakan masalah serius di negara kita

Dari data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2022, jumlah timbunan sampah nasional mencapai angka 21.1 juta ton. 

Belajar di TPA Supit Urang, dokumentasi Bintaraloka

Dari total produksi sampah nasional tersebut, 65.71% (13.9 juta ton) dapat terkelola, sedangkan sisanya 34,29% (7,2 juta ton) belum terkelola dengan baik. Input data diperoleh dari 202 kab/kota se Indonesia. 

Melihat produksi sampah yang begitu besar, pola tradisional pengelolaan sampah yaitu  kumpul – buang – angkut harus dilengkapi dengan upaya pilah pilih sampah di rumah hingga penerapan gaya hidup 4R (reduce, reuse,replace,  recycle).

Berkaitan dengan masalah tersebut maka kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) tema 1 kelas tujuh mengambil judul Selamatkan Bumi Dimulai dari Kita.

Mendapat materi pengolahan sampah di TPA Supit Urang, dokumentasi Bintaraloka

Melalui proyek ini, diharapkan siswa dapat memiliki kebiasan peduli sampah dan lingkungan sekitar dengan memilah sampah, meminimalisir produksi sampah dan memproses sampah menjadi barang yang berguna.

Dimensi yang diambil dalam projek ini adalah Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia, Gotong Royong dan kreatif.

Beriman dan bertaqwa pada Tuhan yang Maha Esa dan Berakhlak mulia maksudnya menanamkan pada diri siswa tentang akhlak terhadap alam yang ditunjukkan dengan menjaga kelestarian lingkungan sekitar kita.

Gotong royong,  siswa diajak belajar bekerja sama dan saling memberikan semangat untuk mencapai tujuan bersama yaitu kelestarian alam sekitar kita.

 Kreatif, siswa diajak berinisiatif untuk menyelesaikan masalah lingkungan dengan mengajukan alternatif solusi baik melalui tindakan nyata ataupun kampanye.

Berbagai kegiatan P5 kali ini meliputi: 

Bersama produk infografik yang sudah jadi, dokumentasi pribadi

1. Paparan materi dari berbagai narasumber. Narasumber diambil dari dalam sekolah dan dari luar. Materi yang diberikan pada siswa adalah tentang sampah dan cara pemilahannya, serta bagaimana cara membuat kampanye yang baik.

2. Aksi nyata, setelah mendapatkan berbagai materi siswa diajak melakukan aksi nyata dengan melakukan pemilahan sampah yang ada di sekolah. 

3. Outdoor Learning ke TPA Supit Urang. Di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah  yang berlokasi di  Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun ini siswa diajak belajar tentang  pengolahan sampah dan pemrosesan sampah menjadi barang yang berguna, misalnya kompos. 

Materi cara membuat kampanye, dokumentasi pribadi

4. Diskusi persiapan kampanye tentang sampah.  Diskusi di lakukan secara berkelompok di kelas. Tiap kelompok wajib membuat infografik tentang sampah dan melakukan kampanye tentang apa yang harus dilakukan terhadap sampah di sekitar kita

5. Kampanye. Kampanye dilakukan di aula secara bergantian sementara bapak ibu guru melakukan penilaian.

Siswa mengikuti semua kegiatan dengan antusias. Terbukti dari banyaknya infografik yang bagus, maupun yel dan pantun yang menarik. 

Bersama produk infografik , dokumentasi pribadi

Namun yang perlu diingat tujuan akhir dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila bukanlah produk, namun perubahan karakter siswa agar menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Pembawa acara saat kampanye, dokumentasi pribadi
Kampanye satu kelompok, dokumentasi pribadi

Akhirnya semoga setelah mengikuti rangkaian kegiatan ini kesadaran siswa untuk peduli pada lingkungan sekitar akan semakin meningkat.

Ya, Selamatkan Bumi Dimulai dari Kita, jadi jika bukan kita yang peduli pada bumi, lalu siapa lagi?

Mengajak Siswa Belajar Berdemokrasi dengan Gembira

Pemilihan Umum telah memanggil kita

Seluruh rakyat menyambut gembira

Hak demokrasi Pancasila

Hikmah Indonesia Merdeka.. 

(Lagu Mars Pemilu-Marius Ramis Dajoh, Ismail Marzuki, GWR Tjok Sinsu)

Lagu yang sering diputar tiap menjelang Pemilu itu berkumandang di aula sekolah  pagi itu. 

Dengan penuh semangat siswa ikut menyanyi dengan iringan musik dari YouTube. Sementara siswa dan guru menyanyi, satu orang bertindak sebagai dirijen memandu di depan.

Suasana kampanye , dokumentasi pribadi

Sesudah menyanyi acarapun dimulai. Pembawa acara memanggil satu kelompok yang terdiri atas kira kira 10 anak. 

Sementara beberapa siswa maju, yang lain menjadi penonton.

Di depan, seorang siswa berorasi sementara siswa yang lain berdiri di bagian belakang dengan mengenakan aksesoris atau membawa atribut atribut tertentu. Bando, atau pamflet atau poster. 

Mengenakan bando sebagai atribut, dokumentasi pribadi
Poster dan pamflet, dokumentasi pribadi

Mereka  melakukan gerakan gerakan tertentu sambil menyanyi dan dilengkapi  dengan yel yel penyemangat.

Isi yel adalah mengajak para audiens memilih calon yang dijagokan. Siapa yang dijagokan? Yang sedang berorasi tentu saja. 

Di atas adalah gambaran menarik pelaksanakan kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dengan topik  Demokrasi Untuk Semua di Bintaraloka. 

Diskusi kelas, dokumentasi Bintaraloka

Kegiatan ini mulai dilaksanakan awal bulan Agustus, menyesuaikan dengan  dilaksanakannya pesta demokrasi di sekolah yaitu Seleksi Calon Pengurus OSIS yang diadakan di sekitar bulan September dan Oktober.

Ada banyak kegiatan dalam P5 kali ini, yaitu:

1. Paparan dari narasumber tentang demokrasi. Narasumber diambil dari dalam dan luar sekolah. Dari dalam sekolah yaitu guru PKN dan dari luar sekolah adalah ketua  KPU dan Bawaslu yang terdekat dari sekolah.

2. Diskusi yang diadakan dalam kelompok kelompok kecil dan kelompok besar.

3. Simulasi pemilihan ketua OSIS. 

Simulasi Pemilihan Ketua OSIS meliputi pencalonan, kampanye, pemungutan suara dan pelantikan.

Menempelkan poster calon yang didukung, dokumentasi pribadi

Kegiatan P5  ini mengambil dimensi Berkebhinekaan Global dan Bernalar Kritis. Bagaimana penjelasannya?

Berkebhinekaan Global, karena semua diajak menghargai keanekaragaman di sekitar kita termasuk di antaranya perbedaan pendapat 

Bernalar Kritis karena siswa diajak berani berpendapat, juga bertanya tentang hal- hal yang dikemukakan oleh siswa yang lain. 

Tim projek tema 1, dokumentasi pribadi

Hal ini sangat tampak saat diadakan simulasi kampanye calon ketua OSIS. Ya, sesudah Calon Ketua OSIS memaparkan programnya audiens boleh mengajukan pertanyaan.

Sejak awal sudah ditekan kan oleh para guru pendamping bahwa penyampaian pendapat atau pertanyaan harus dilakukan dengan santun.

Diterangkan oleh narasumber dari sekolah bahwa Indonesia merupakan negara yang menganut sistem demokrasi yaitu pemerintahan dari rakyat , oleh rakyat dan untuk rakyat. 

Salah satu Pasangan calon ketua OSIS, dokumentasi pribadi
Salah satu pasangan calon ketua OSIS , dokumentasi pribadi

Penerapan demokrasi di Indonesia memberikan peluang kepada rakyat untuk bebas melakukan beragam aktivitas, salah satunya adalah menyuarakan pendapatnya. 

Setiap warga Indonesia berhak untuk mengungkapkan pemikiran, menyampaikan gagasan, dan mengambil keputusan yang melibatkan dirinya namun tetap dilakukan dengan cara yang santun, beretika dan penuh tanggung jawab.

Melalui projek ini, siswa belajar keterampilan dalam menyuarakan pendapat, menghadapi perbedaan, dan mengambil keputusan. 

Setiap kegiatan dalam projek ini ditujukan untuk membangun nilai saling menghormati, toleransi, dan kedamaian serta kesadaran bahwa setiap orang memiliki hak dan kebebasan untuk berpendapat. 

Simulasi menjelang pelantikan , dokumentasi pribadi
Simulasi menjelang pelantikan, dokumentasi pribadi

Di akhir kegiatan P5 ini nantinya siswa akan diminta mempresentasikan kegiatannya dalam bentuk visual dan atau audiovisual yang akan disajikan di media sosial.

 Akhirnya ada banyak manfaat yang bisa diambil dari kegiatan ini, di antaranya adalah :

1. Siswa belajar menyalurkan aspirasi dan mengajukan gagasan atau pendapat secara santun dan bijak. 

2. Siswa menyadari bahwa perbedaan pendapat atau pilihan adalah sesuatu yang biasa.

3. Siswa belajar menggunakan sosial medianya untuk meng-upload hal hal yang bermanfaat.

Simulasi pelantikan ketua OSIS, dokumentasi pribadi

Akhirnya adalah penting mengajarkan demokrasi pada siswa sejak dini. Karena melalui pembelajaran tersebut siswa semakin menyadari peran, tugas dan kewajibannya sebagai warga negara dalam berdemokrasi. 

Melalui kegiatan ini siswa diajak untuk lebih jauh belajar sekaligus praktek berdemokrasi dengan sehat dalam suasana  gembira.

Semoga bermanfaat dan Salam Edukasi:)

Baca juga :

Serunya Konser Musik Nusantara di Bumi Bintaraloka

Indonesia tanah air kita tercinta adalah salah satu negeri yang memiliki begitu banyak keragaman.

Perbedaan suku, ras, etnik, agama, budaya ,bahasa ,dan adat istiadat yang dimiliki bangsa Indonesia sesungguhnya aset bangsa yang tak ternilai, jika kita bisa mengelolanya. Namun jika tidak, hal tersebut bisa menjadi potensi penyebab desintegrasi bangsa.

Sebelum tampil, persiapan di kelas, dokumentasi pribadi
Persiapan kelas sebelum tampil, dokumentasi pribadi

Bhinneka Tunggal Ika, berbeda- beda tetapi tetap satu adalah semboyan negara kita. Dengan kesadaran akan Bhinneka Tunggal Ika, kita berusaha selalu menjaga dan merawat perbedaan yang ada.

Derasnya arus informasi membuat kesadaran akan kekayaan budaya mutlak dilakukan pada siswa di sekolah. Betapa tidak? Dengan kemajuan teknologi yang begitu cepat, budaya dari luar begitu mudah masuk negara kita, bahkan bisa jadi siswa lebih memahami budaya luar negeri daripada milik sendiri.

Berbagai busana adat siswa, dokumentasi pribadi
Siap tampil maksimal, dokumentasi pribadi

Berkaitan dengan hal tersebut, maka di SMP Negeri 3 Malang diadakan Konser Musik Nusantara. Sebuah acara yang berisi pagelaran tari, lagu juga teater. Konsep yang diusung adalah kekayaan lagu daerah Nusantara.

Konser Musik Nusantara adalah kegiatan puncak dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila tema ke tiga tahun ini.

Bu Ari koordinator Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila menerima buket bunga dari siswa, dokumentasi pribadi
Persiapan di kelas sebelum tampil, dokumentasi pribadi

Kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila tema tiga sudah berlangsung kira kira dua bulan lebih, dan kini saatnya siswa unjuk diri dalam Konser Musik Nusantara.

Dalam konser ini setiap kelas wajib menampilkan tari, nyanyi ataupun drama dari tiga provinsi yang berbeda. Jika jumlah kelas tujuh adalah sepuluh kelas berarti ada tiga puluh provinsi yang terwakili. Wow.. mantap sekali…

Persiapan di kelas sebelum tampil, dokumentasi pribadi

Skenario penampilan hari itu adalah murni hasil kreativitas siswa. Mulai dari cerita, koreografi juga lagu- lagu pengiring mereka rancang bersama. Dan hasilnya adalah pagelaran yang demikian memukau di Rabu pagi itu.

Pak Fabi, ketua tim projek tema tiga, dokumentasi pribadi

Acara pagi itu diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipimpin oleh Ibu Maria, dan dilanjutkan dengan sambutan Ibu Kepala SMP Negeri 3 Malang, Bapak Pengawas dan dari komite sekolah.

Bu Maria memimpin lagu Indonesia Raya, dokumentasi BBC

Dalam sambutannya Ibu Kepala Sekolah Dra Mutmainah Amini menerangkan manfaat Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan tema-tema projek yang sudah dilakukan di SMP Negeri 3 sebelumnya yaitu Aku Bijak Berinternet dan Aku Keren dengan 4R.

Ibu Kepala Sekolah memberikan sambutan, dokumentasi BBC

Sesudah sambutan Ibu Kepala Sekolah, Bapak Sutikno, pengawas SMP negeri 3 Malang menjelaskan pentingnya menjaga karakter baik dalam diri kita.

Bapak-bapak Pengawas dan komite sekolah, dokumentasi BBC

Karakter tersebut di antaranya adalah kejujuran dan selalu mau belajar. Ya, betapa pentingnya karakter mau belajar, karena masalah kehidupan yang datang pada kita selalu silih berganti. Dan dalam menjalani kehidupan kejujuran sangatlah diperlukan.

Sambutan terakhir adalah dari komite sekolah yang disampaikan oleh Ibu Nuke Limanov.

Dalam sambutannya Ibu Nuke mengucapkan selamat atas berlangsungnya Konser Musik Nusantara sebagai perayaan dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila tema tiga. Beliau juga berpesan pada siswa agar senantiasa melakukan kegiatan positif. Karena kegiatan positif siswa akan selalu didukung oleh komite sekolah.

Turut hadir dalam acara tersebut adalah Bapak Pengawas PAI dari Kemenag Malang.

Sesudah berbagai sambutan, acara dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh Pak Abid. Dan….Konser Musik Nusantara dari tiap kelas pun dimulai.

Pak Mahmud sebagai pembawa acara, dokumentasi BBC
Pembawa acara dari siswa, dokumentasi BBC

Acara yang luar biasa. Penampilan siswa benar- benar jauh lebih bagus dari gladi sehari sebelumnya.

Yang istimewa, di sela-sela acara, Pak Vigil , guru seni budaya sekaligus seniman kebanggaan Bintaraloka, menyumbangkan lagu-lagu dengan alat musik sape. Sebuah alat musik tradisional Kalimantan.

Pak Vigil memainkan alat musik sape, dokumentasi BBC

Acara berjalan lancar dari awal hingga akhir dengan dipandu oleh Bapak Mahmud Mushoffa dan empat orang MC dari siswa.

Drama yang disajikan peserta, dokumentasi BBC
Tari Saman, dokumentasi BBC
Lagu Tanduk Majeng, dokumentasi BBC
Tampilan salah satu peserta dalam balutan busana Jawa, dokumentasi BBC
Tarian tunggal, dokumentasi pribadi
Peserta dengan busana Betawi, dokumentasi BBC

Sementara siswa kelas tujuh mengadakan konser, para guru yang bertugas melakukan penilaian, dan siswa kelas delapan mengamati dan membuat apresiasi dari penampilan para adik kelas mereka.

Penonton dari kelas tujuh dan delapan, dokumentasi pribadi
Penonton dilihat dari belakang, dokumentasi pribadi

Dalam acara pagi itu bapak/ibu guru juga tak mau kalah. Semua tampil dengan mengenakan pakaian adat Nusantara.

Bapak/Ibu guru SMP Negeri 3 memeriahkan acara dengan berbusana adat Nusantara, dokumentasi Bu Any

Sebuah acara yang sangat mengesankan. Pagi itu semua menyanyi, menari, dan bergembira dalam kesatuan rasa cinta pada budaya Nusantara.

Salam Pelajar Pancasila.