Mengajak Siswa Belajar Berdemokrasi dengan Gembira

Pemilihan Umum telah memanggil kita

Seluruh rakyat menyambut gembira

Hak demokrasi Pancasila

Hikmah Indonesia Merdeka.. 

(Lagu Mars Pemilu-Marius Ramis Dajoh, Ismail Marzuki, GWR Tjok Sinsu)

Lagu yang sering diputar tiap menjelang Pemilu itu berkumandang di aula sekolah  pagi itu. 

Dengan penuh semangat siswa ikut menyanyi dengan iringan musik dari YouTube. Sementara siswa dan guru menyanyi, satu orang bertindak sebagai dirijen memandu di depan.

Suasana kampanye , dokumentasi pribadi

Sesudah menyanyi acarapun dimulai. Pembawa acara memanggil satu kelompok yang terdiri atas kira kira 10 anak. 

Sementara beberapa siswa maju, yang lain menjadi penonton.

Di depan, seorang siswa berorasi sementara siswa yang lain berdiri di bagian belakang dengan mengenakan aksesoris atau membawa atribut atribut tertentu. Bando, atau pamflet atau poster. 

Mengenakan bando sebagai atribut, dokumentasi pribadi
Poster dan pamflet, dokumentasi pribadi

Mereka  melakukan gerakan gerakan tertentu sambil menyanyi dan dilengkapi  dengan yel yel penyemangat.

Isi yel adalah mengajak para audiens memilih calon yang dijagokan. Siapa yang dijagokan? Yang sedang berorasi tentu saja. 

Di atas adalah gambaran menarik pelaksanakan kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dengan topik  Demokrasi Untuk Semua di Bintaraloka. 

Diskusi kelas, dokumentasi Bintaraloka

Kegiatan ini mulai dilaksanakan awal bulan Agustus, menyesuaikan dengan  dilaksanakannya pesta demokrasi di sekolah yaitu Seleksi Calon Pengurus OSIS yang diadakan di sekitar bulan September dan Oktober.

Ada banyak kegiatan dalam P5 kali ini, yaitu:

1. Paparan dari narasumber tentang demokrasi. Narasumber diambil dari dalam dan luar sekolah. Dari dalam sekolah yaitu guru PKN dan dari luar sekolah adalah ketua  KPU dan Bawaslu yang terdekat dari sekolah.

2. Diskusi yang diadakan dalam kelompok kelompok kecil dan kelompok besar.

3. Simulasi pemilihan ketua OSIS. 

Simulasi Pemilihan Ketua OSIS meliputi pencalonan, kampanye, pemungutan suara dan pelantikan.

Menempelkan poster calon yang didukung, dokumentasi pribadi

Kegiatan P5  ini mengambil dimensi Berkebhinekaan Global dan Bernalar Kritis. Bagaimana penjelasannya?

Berkebhinekaan Global, karena semua diajak menghargai keanekaragaman di sekitar kita termasuk di antaranya perbedaan pendapat 

Bernalar Kritis karena siswa diajak berani berpendapat, juga bertanya tentang hal- hal yang dikemukakan oleh siswa yang lain. 

Tim projek tema 1, dokumentasi pribadi

Hal ini sangat tampak saat diadakan simulasi kampanye calon ketua OSIS. Ya, sesudah Calon Ketua OSIS memaparkan programnya audiens boleh mengajukan pertanyaan.

Sejak awal sudah ditekan kan oleh para guru pendamping bahwa penyampaian pendapat atau pertanyaan harus dilakukan dengan santun.

Diterangkan oleh narasumber dari sekolah bahwa Indonesia merupakan negara yang menganut sistem demokrasi yaitu pemerintahan dari rakyat , oleh rakyat dan untuk rakyat. 

Salah satu Pasangan calon ketua OSIS, dokumentasi pribadi
Salah satu pasangan calon ketua OSIS , dokumentasi pribadi

Penerapan demokrasi di Indonesia memberikan peluang kepada rakyat untuk bebas melakukan beragam aktivitas, salah satunya adalah menyuarakan pendapatnya. 

Setiap warga Indonesia berhak untuk mengungkapkan pemikiran, menyampaikan gagasan, dan mengambil keputusan yang melibatkan dirinya namun tetap dilakukan dengan cara yang santun, beretika dan penuh tanggung jawab.

Melalui projek ini, siswa belajar keterampilan dalam menyuarakan pendapat, menghadapi perbedaan, dan mengambil keputusan. 

Setiap kegiatan dalam projek ini ditujukan untuk membangun nilai saling menghormati, toleransi, dan kedamaian serta kesadaran bahwa setiap orang memiliki hak dan kebebasan untuk berpendapat. 

Simulasi menjelang pelantikan , dokumentasi pribadi
Simulasi menjelang pelantikan, dokumentasi pribadi

Di akhir kegiatan P5 ini nantinya siswa akan diminta mempresentasikan kegiatannya dalam bentuk visual dan atau audiovisual yang akan disajikan di media sosial.

 Akhirnya ada banyak manfaat yang bisa diambil dari kegiatan ini, di antaranya adalah :

1. Siswa belajar menyalurkan aspirasi dan mengajukan gagasan atau pendapat secara santun dan bijak. 

2. Siswa menyadari bahwa perbedaan pendapat atau pilihan adalah sesuatu yang biasa.

3. Siswa belajar menggunakan sosial medianya untuk meng-upload hal hal yang bermanfaat.

Simulasi pelantikan ketua OSIS, dokumentasi pribadi

Akhirnya adalah penting mengajarkan demokrasi pada siswa sejak dini. Karena melalui pembelajaran tersebut siswa semakin menyadari peran, tugas dan kewajibannya sebagai warga negara dalam berdemokrasi. 

Melalui kegiatan ini siswa diajak untuk lebih jauh belajar sekaligus praktek berdemokrasi dengan sehat dalam suasana  gembira.

Semoga bermanfaat dan Salam Edukasi:)

Baca juga :

Yuli Anita

Leave a Comment

Your email address will not be published.

176 views