Pamer Karya Siswa, Wujud Sinergi Orang Tua dan Sekolah untuk Pembelajaran Bermakna

Akhir semester selalu ditandai dengan penerimaan rapor pada siswa oleh orang tua. Setelah belajar selama satu semester tentunya orang tua ingin mengetahui pencapaian dari putra putrinya, baik dalam bidang akademik maupun non akademik. Karenanya penerimaan rapor selalu disambut dengan antusias, lebih lebih rapor semester genap.

Persiapan pameran, dokumentasi paguyuban

Di masa penerapan kurikulum merdeka ini, gempita penerimaan rapor akhir semester banyak ditandai dengan perayaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. 

Saat itu dilakukan pameran berbagai macam produk yang dihasilkan selama pelaksanaan kegiatan projek. 

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila merupakan kegiatan kokurikuler berbasis projek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila, yang meliputi beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, mandiri, bergotong-royong, berkebinekaan global, bernalar kritis, dan kreatif.

Berbagai karya siswa, dokumentasi paguyuban

Pelaksanaan projek difokuskan pada pembentukan karakter siswa, dan berbagai produk yang dihasilkan adalah sarana untuk pembentukan karakter tersebut.

Ada hal yang menarik dari pelaksanaan pameran karya ini.

Dua hari yang laku saya berkesempatan untuk berbincang-bincang dengan salah satu orang tua siswa tentang pelaksanaan Pamer Karya siswa kelas satu SD Negeri Lowokwaru 2 Malang.

Pameran yang bertajuk Kreasi dan Inovasi Untuk Lestarikan Bumi ini menampilkan berbagai karya siswa setelah mengikuti kegiatan projek  di semester dua.

Pamer Karya dilaksanakan di halaman sekolah. Sejak pagi di sepanjang jalan menuju tempat pengambilan rapor sudah ditata meja-meja dengan taplak batik untuk display berbagai karya siswa. 

Berbagai karya siswa, dokumentasi paguyuban

Penataan tampak demikian cantik. Penataan dilaksanakan bersama oleh guru, siswa  juga  paguyuban orang tua.

Dimensi projek yang diambil adalah gaya hidup berkelanjutan dan difokuskan pada recycle sampah.

 Sebagaimana kita ketahui dalam pengelolaan sampah kita kenal adanya 4R yang meliputi reduce, reuse, replace dan recycle, dan projek kelas satu ini ditekankan pada pembuatan barang dari bahan bahan yang sudah tidak terpakai (recycle).

Produk yang ditampilkan tampak demikian cantik. Berbagai model tempat pensil dari kertas koran atau karton bekas ataupun bermacam macam bunga tampak di sana.  Setiap produk dikemas plastik dan diberi nama siswa.

Produk lumayan banyak karena yang didisplay adalah karya siswa kelas satu A, B dan C.

Pagi itu, pada setiap orang tua yang datang diberikan bunga yang terbuat dari kertas.  Setelah berkeliling melihat pameran karya, orang tua dipersilakan mengambil rapor dan konsultasi  ke wali kelas berkaitan dengan pembelajaran putra-putrinya di sekolah.

Bunga kertas, dokumentasi paguyuban

Sebelum pulang, orang tua mengambil karya putra- putrinya yang dipamerkan tadi untuk dibawa pulang. Sebuah ide yang sangat bagus, karena sering juga hasil karya siswa baik melalui kegiatan pembelajaran biasa maupun projek ‘numpuk’ di sekolah dan tidak terpakai.

Sebuah kerja yang luar biasa. Ada banyak pelajaran berharga dari penyelenggaraan pameran karya ini. Bagi siswa, selain bisa untuk meningkatkan kesadaran tentang pengolahan sampah, pameran ini bisa meningkatkan rasa percaya diri dan kebanggaan karena karya mereka diapresiasi.

Bagi orang tua dan guru, mereka bisa meningkatkan sinergi, saling mendukung guna terciptanya pembelajaran yang lebih menyenangkan dan bermakna di sekolah. 

Semoga bermanfaat dan salam edukasi..:)

Pelajaran Berharga di Balik Persiapan Pergelaran Tari Nusantara

Suara gamelan terdengar rancak dan bersemangat. Beberapa anak bergerak selaras irama. Ada yang menari di tengah ada juga yang mengelilingi sambil membentuk formasi gerakan-gerakan tertentu. 

Satu atau dua orang siswa bertindak sebagai pemandu sementara siswa yang lain mengikuti arahan sang pemandu. Biasanya yang bertindak sebagai pemandu adalah siswa yang sudah punya background sebagai penari atau paling tidak pernah mengikuti latihan tari.

Berlatih dengan tutor teman sekelas , dokumentasi Bintaraloka

Mengapa tidak mendatangkan pelatih dari luar saja? Aha, ini adalah sebuah hal yang dilarang keras. Sejak awal koordinator projek penguatan profil pelajar Pancasila sudah menekankan  bahwa setiap kelas tidak boleh menggunakan jasa pelatih dari luar.

Betlatih di depan kelas, dokumentasi Bintaraloka

Di atas adalah gambaran persiapan pelaksanaan perayaan Pergelaran Tari Nusantara yang diadakan pada awal bulan Maret 2024.

Di balik tampilan yang luar biasa dari masing-masing kelas pada acara perayaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang bertajuk Pergelaran Tari Nusantara, ternyata ada banyak pelajaran yang bisa diambil.

Siap menari dengan berselendang, dokumentasi pribadi

Selain mengajak siswa untuk lebih mencintai tanah air, memahami keaneka ragaman budaya, khususnya tarian Nusantara, projek ini juga menanamkan berbagai karakter baik pada siswa. 

Persiapan dilakukan siswa selama lebih kurang dua setengah bulan. Waktu yang tidak terlalu lama untuk sebuah persiapan pergelaran. 

Persiapan pergelaran meliputi belajar tentang seni tari dengan mendatangkan  narasumber dari luar, diskusi bersama tentang filosofi atau pelajaran apa yang terkandung dari sebuah tarian, membuat majalah tari dan yang terakhir adalah latihan tari.

Diskusi sebelum berlatih, dokumentasi Bintaraloka

Latihan tari yang dilakukan oleh masing masing kelas dilaksanakan selama kurang lebih satu bulan terakhir.

Siswa tampak bersungguh-sungguh dalam berlatih. Ya, di akhir projek mereka harus membawakan tarian di panggung. Yang menjadi penonton sekaligus mengapresiasi adalah para kakak kelas, sementara bapak ibu guru juga melakukan penilaian.

Latihan bersama dengan sungguh-sungguh, dokumentasi Bintaraloka

Dalam  pergelaran, setiap kelas wajib menampilkan dua buah tarian, karenanya tidak ada siswa yang tidak tampil. Semua pasti mendapat tugas untuk menari.

Ada banyak pelajaran penting dari persiapan pelaksanaan Pergelaran Tari Nusantara ini,  diantaranya adalah pelajaran tentang tanggung jawab, bersungguh-sungguh, kerjasama juga  gotong royong . 

Kesungguhan dan tanggung jawab terlihat saat mereka berlatih tari bersama. Beberapa kali membuat kesalahan, tapi terus diulang dan diulang tanpa kenal putus asa.

Latihan di kelas, dokumentasi Bintaraloka

Gotong royong dan kerjasama tampak bagaimana mereka saling mengingatkan ataupun saling berdiskusi untuk membuat tampilan yang terbaik dari kelas mereka.

Semua berjalan penuh semangat dan gembira. Ya, hakekatnya melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila siswa diajak belajar tentang berbagai karakter baik dalam praktek nyata dan dalam suasana yang menyenangkan. 

Suasana persiapan tampak pada video berikut ini:

Pergelaran Tari Nusantara, Sebuah Cara untuk Menghayati Kekayaan Budaya Indonesia Tercinta

Maret yang istimewa. Awal bulan ini ditandai dengan suasana yang demikian meriah di lapangan volley Bintaraloka. Sebuah panggung didirikan, kursi untuk bapak/ ibu guru serta para tamu berjajar rapi di lapangan.

Siap tampil menari , dokumentasi pribadi
Tim kelas 7.9, dokumentasi pribadi

Siswa kelas tujuh sibuk merias diri, dan mempersiapkan tampilan, sementara siswa kelas delapan  dan sembilan duduk di tempat yang disediakan untuk menyaksikan tarian yang akan dipersembahkan adik-adiknya.

Siap mengapresiasi , dokumentasi pribadi
Siap memberikan apresiasi pada penampilan adik kelas, dokumentasi pribadi
Kelas 9, siap menjadi apresiator, dokumentasi pribadi
Siap mengapresiasi penampilan adik kelas, dokumentasi pribadi

Busana tari dari berbagai macam daerah tampak warna-warni menambah ceria suasana sekolah hari itu.

Ya, pagi itu di Bintaraloka diadakan Perayaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila kelas tujuh yang bertema Bhinneka Tunggal Ika.

Tari piring, dokumentasi pribadi
Penampilan salah satu peserta pergelaran tari Nusantara, dokumentasi pribadi

Acara yang bertajuk Pergelaran Tari Nusantara ini diikuti oleh seluruh siswa kelas 3.2 yang tersebar di sembilan kelas. Dalam acara tersebut setiap kelas wajib menampilkan dua buah tarian, jadi setiap siswa pasti terlibat dalam sebuah persembahan tari.

Tim 7.9 siap menari, dokumentasi pribadi

Tari yang dibawakan juga beraneka ragam. Ya, bukankah tanah air kita terkenal dengan beragamnya adat dan seni budaya?

Acara yang dipandu oleh MC Pak Gerry dan Ibu Happy ini dimulai sekitar pukul tujuh pagi.

Pembawa acara Pak Gerry dan Bu Happy, dokumentasi Addin

Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan dipandu Ibu Diana, acara dilanjutkan dengan sambutan Ibu Kepala SMP Negeri 3 Malang.

Menyanyikan lagu Indonesia Raya dipandu Bu Diana, dokumentasi Addin
Sambutan Ibu Kepala SMP Negeri 3 Malang, dokumentasi Addin

Dalam sambutan hari ini Ibu Kepala Sekolah menekankan tentang perlunya terus menanamkan karakter pelajar Pancasila dalam diri semua siswa, serta memperkuat rasa persatuan dalam keluarga besar Bintaraloka. 

Penampilan salah satu peserta, dokumentasi pribadi

Sesudah acara pembukaan, tarian demi tarian ditampilkan. Ada sekitar 18 tarian yang dibawakan oleh para siswa, seperti tari Jaranan, Beskalan, Tari Rampak Barong dan banyak lagi.

Bu Amy dan Bu Antika dan peserta tari, dokumentasi pribadi

Sementara siswa kelas tujuh menari, tugas siswa kelas delapan dan sembilan adalah mengapresiasi dan membuat catatan tentang tarian yang ditampilkan hari itu. 

Ada berbagai catatan positif tentang manfaat dari penyelenggaraan acara ini.

Menurut beberapa siswa yang sempat diwawancarai, manfaat penyelenggaraan acara ini adalah bisa menunjukkan pada semua yang hadir tentang aneka ragam tarian Nusantara dan filosofinya.

Tarian Nusantara yang kaya filosofi, dokumentasi Addin
Salah satu tampilan peserta, dokumentasi pribadi

Manfaat lainnya adalah untuk memperkenalkan pada semua betapa beraneka ragamnya busana adat yang kita miliki.

Menyanyi bersama Pak Vigil, dokumentasi pribadi
Gembira menyanyi bersama Pak Vigil, dokumentasi pribadi

Sesudah semua tari ditampilkan, acara dilanjutkan dengan menyanyi bersama diiringi musik dari Pak Vigil Kristologus. Berbagai lagi dikumandangkan mulai dari Ibu Pertiwi, Indonesia Tanah Air Beta, Paman Datang dan banyak lagi. Semua tampak begitu gembira.

Akhir acara bersama beberapa siswa, dokumentasi pribadi

Sekitar pukul sepuluh seperempat, sebelum acara diakhiri semua siswa dan guru bersama-sama melaksanakan senam Pelajar Pancasila dengan Pak Ardillah sebagai pemandu. 

Tim dokumentasi tampak sibuk ke sana kemari mengabadikan segala peristiwa hari itu.

Tim dokumentasi in action, dokumentasi pribadi
Tim dokumentasi in action, dokumentasi pribadi

Sebuah pagi yang sangat ceria di Bintaraloka. Perayaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila kali ini terasa begitu istimewa. 

Foto bersama di akhir acara, dokumentasi Bintaraloka

Lewat berbagai macam tarian yang disajikan, kami merasa begitu gembira dan bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia.

 Ya, sebuah bangsa yang sangat kaya akan berbagai macam adat, seni dan budaya. 

Salam Bintaraloka…:)

Foto lain bisa dilihat di link berikut :

https://www.instagram.com/reel/C39VCi3LO0j/?igsh=MnF6YjN2b3YwM2po

https://www.instagram.com/reel/C3-GkoaLAun/?igsh=MXg4MXFtem5yaWx0MQ==

‘Pergelaran Tari Nusantara’, Tingkatkan Rasa Cinta Siswa pada Tarian Nusantara

Pergelaran Tari Nusantara. Tulisan itu terpampang besar di layar LCD aula Bintaraloka satu. Siswa tampak menyanyi dan bergerak selaras irama dan para pemandu. Suasana demikian menyenangkan. 

Suasana pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di aula, dokumentasi Bintaraloka

Di atas adalah gambaran ketika siswa kelas tujuh sedang melaksanakan kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila tema ketiga.

Aha, akhirnya kegiatan projek dilaksanakan kembali setelah jeda semenjak awal bulan Desember 2023.

Projek kali ini bertema Pergelaran Tari Nusantara dengan dimensi Berkebhinekaan global, gotong royong dan kreatif.

Para guru pendamping, dokumentasi Bintaraloka

Dari temanya sudah jelas. Projek bertujuan mengajak siswa untuk lebih menghayati budaya Nusantara terutama tarian. 

Ya, Nusantara kita begitu kaya akan budaya dimana tarian adalah salah satu wujudnya.

Menari sendiri bermakna ungkapan  ekspresi perasaan seseorang melalui gerakan yang tertata dengan indah. 

Siswa dan para pendamping , dokumentasi Bintaraloka

Menari berbeda dengan gerakan biasa ataupun olah raga. Saat menari, seorang penari harus memiliki kesadaran bahwa dirinya sedang membawakan sebuah pesan tertentu dari tarian yang dibawakannya.

Dalam tari ada unsur- unsur yang perlu dipelajari yaitu, wiraga, wirama dan wirasa. Wiraga artinya gerakan olah tubuh, wirama adalah irama atau lagu pengiring dan wirasa adalah perasaan atau ekspresi saat membawakan sebuah tarian.

Harmonisasi ketiga unsur tersebut akan menciptakan sebuah tarian yang indah dan lewat tarian bisa diketahui karakteristik  masyarakat dari masing-masing daerah di Nusantara

Kamis pagi itu dilaksanakan assesmen diagnostik awal pada siswa di masing-masing kelas, dan sesudahnya semua menuju aula untuk acara pembukaan. 

Pengarahan dari Pak Mahmud ketua tim tema tiga, dokumentasi Bintaraloka

Kegiatan projek dibuka oleh Bapak Aksan selaku wakakur SMP Negeri 3 Malang. Dalam pembukaan, ketua tim tema 3,  Bapak Mahmud juga menjelaskan bahwa nantinya siswa akan diajak  membuat majalah buku tari Nusantara dan puncaknya melaksanakan pergelaran tari bersama.

Diskusi kelompok, dokumentasi Bintaraloka
Diskusi kelompok, dokumentasi Bintaraloka
Diskusi kelompok, dokumentasi Bintaraloka

Sebuah kegiatan yang sangat menyenangkan.  Lewat pembuatan majalah, siswa akan belajar untuk lebih memahami aneka tarian Nusantara, dan lewat pergelaran tari mereka bisa unjuk kemampuan, berekspresi dan berkreasi lewat tarian. Sebuah kegiatan yang sangat bermanfaat dan menyenangkan. 

Namun lebih dari semua itu Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila bertema Pergelaran Tari Nusantara ini akan meningkatkan rasa cinta siswa pada budaya Nusantara, utamanya tarian.

Ya, jika bukan kita yang mencintai budaya kita sendiri, lalu siapa lagi?

Bintaraloka Green Class, Tingkatkan Kepedulian dan Ciptakan Lingkungan Belajar yang Lebih Menyenangkan

Suasana aula Bintaraloka satu tampak semarak Rabu pagi itu. Siswa duduk di lantai aula, para pendamping berada di bagian belakang dan samping, sementara penyaji ada di bagian depan aula. 

Suasana demikian ceria. Lagu Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan lagu Buanglah Sampah dinyanyikan dengan penuh semangat dengan dipandu Ibu Ami. 

Ice breaking dipandu oleh Bu Ami, dokumentasi pribadi

Ya, hari itu adalah hari pertama yang sekaligus merupakan pembukaan kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.

Kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila kelas delapan kali ini telah sampai pada tema tiga. Tema yang diambil adalah Bintaraloka Green Class, dengan dimensi Beriman dan Bertakwa pada Tuhan yang Maha Esa, Gotong Royong, dan Kreatif.

Assesmen diagnostik awal, dokumentasi Anggita

Kegiatan projek diawali dengan assesmen diagnostik awal di masing-masing kelas.

Setelah mengerjakan assesmen, siswa diarahkan ke aula untuk mengikuti acara pembukaan, dan diberi penjelasan tentang kegiatan apa saja yang akan dilakukan dalam projek Bintaraloka Green Class.

Pembukaan kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, dokumentasi Anggita

Projek tema tiga ini dibuka oleh Ibu Kepala SMP Negeri 3 Malang. Yang sangat menyenangkan kegiatan di hari pertama itu juga diisi dengan nobar film bertemakan lingkungan dengan judul The Lorax.

Suasana nobar, dokumentasi pribadi Buz
Refleksi sesudah nobar, dokumentasi pribadi Buz

Kegiatan nobar berjalan tertib dan sesudahnya siswa memberikan refleksi dari film tersebut.

Siswa dan para pendamping , dokumentasi Anggita

Menurut penjelasan, kegiatan projek nantinya difokuskan pada observasi lingkungan kelas, melakukan mapping, dan lalu berusaha menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dengan membuat taman kelas indoor.

Berbagai hal yang menjadi sasaran observasi kelas adalah masalah energi, sampah, polusi, keindahan dan  inovasi teknologi.

Bagaimana penjabarannya?

1. Masalah Energi

Berapa sering kita melihat pemborosan energi di dalam kelas, seperti lcd yang dibiarkan menyala meski tidak sedang digunakan juga lampu yang terus menyala di siang hari. Kesadaran untuk melakukan penghematan energi sangat penting untuk dilakukan. 

2. Masalah Sampah

Ada banyak masalah yang berkaitan dengan sampah di sekolah. Mulai dari tidak adanya pemilahan sampah , hingga tidak punya keranjang sampah. Masalah Sampah yang kurang beres membuat lingkungan kelas menjadi kumuh dan tentu saja tidak menyenangkan untuk belajar.

3. Masalah Polusi

Berbagai masalah yang berkaitan dengan polusi di kelas misalnya polusi suara juga polusi bunyi . Hal mana yang harus segera diatasi agar lingkungan belajar menjadi lebih menyenangkan.

4. Masalah Keindahan

Tidak bisa dipungkiri bahwa keindahan kelas memegang peranan penting agar siswa lebih kerasan belajar di dalam kelas. Hal tersebut akhirnya bisa berdampak pada peningkatan prestasi belajar siswa.

5. Masalah Teknologi

Dengan inovasi teknologi bisa dibuat pembelajaran yang menarik, namun penggunaan  teknologi yang berlebihan gym akan memberikan dampak yang kurang baik bagi siswa. Perlu ditingkatkan kesadaran penggunaan teknologi secara bijak agar teknologi bisa memberikan manfaat yang maksimal.

Membuat laporan hasil pemetaan dan observasi kelas , dokumentasi pribadi

Melalui berbagai observasi ini diharapkan siswa lebih peduli dengan issue issue yang berkaitan dengan masalah lingkungan sekitar, dan aktif terlibat dalam menciptakan suasana lingkungan yang lebih menyenangkan.

Diskusi kelompok, dokumentasi Iqbal
Diskusi kelompok, dokumentasi Bintaraloka

Sesuai dengan elemen projek kali ini yaitu gaya hidup berkelanjutan, melalui projek ini pula diharapkan siswa akan menyadari bahwa kepedulian pada lingkungan adalah gaya hidup yang perlu ditanamkan pada setiap individu sejak kini hingga nanti, demi  keindahan dan kelestarian lingkungan kita bersama.