Pentingnya Menggunakan Smartphone Secara Bijak dalam Pembelajaran di Sekolah

Membaca tulisan Pak Arif tentang Dilema Menghadirkan Smartphone Siswa di Sekolah mengingatkan saya pada masalah yang sedang kami hadapi saat ini.

Ya, dari hasil diskusi dengan teman teman lintas sekolah, masalah siswa dan smartphone saat ini adalah masalah umum yang terjadi di sekolah-sekolah.

Kodrat zaman di mana internet mengambil peran yang sangat besar hampir di semua segi kehidupan membuat kehadiran smartphone sangat diperlukan, sehingga kemampuan menggunakan smartphone sangat diperlukan sekarang ini.

Dalam pembelajaran kehadiran smartphone adalah sebuah hal yang sulit dihindari saat ini. Lebih-lebih ketika setelah selama dua tahun siswa dan guru ‘dipaksa’ belajar daring karena pandemi.

Saat pandemi, informasi, diskusi, pemberian dan pengumpulan tugas, bahkan ulangan banyak dilakukan dengan menggunakan smartphone.

Penggunaan smartphone dalam pembelajaran, dokumentasi pribadi

Selama daring, guru dan siswa banyak belajar dan menemukan kemudahan-kemudahan pembelajaran dengan menggunakan smartphone.

Contoh kemudahan yang diberikan smartphone saat pembelajaran adalah ketika kami latihan soal menganalisa grafik fungsi kuadrat.

Dalam latihan tersebut disediakan berbagai rumus fungsi dan siswa diminta untuk menentukan titik potong dengan sumbu x, titik potong dengan sumbu y, koordinat titik puncak dan persamaan sumbu simetri.

Saat mengerjakan latihan soal, smartphone sangat membantu untuk mengecek jawaban yang sudah didapatkan siswa. Dengan smartphone gambar grafik bisa diperoleh lebih cepat. Cukup buka chrome, menuliskan rumus fungsi, lalu telusuri.

Gambar grafik fungsi langsung muncul dan bisa dilakukan analisa terhadap grafik tersebut, seperti contoh di bawah ini :

Tangkapan layar pribadi

Cepatnya membuat grafik fungsi membuat variasi soal yang dikerjakan bisa lebih banyak.

Namun sekali lagi proses ini dijalani saat latihan soal,bukan saat menemukan konsep cara mencari titik potong grafik dengan sumbu x, sumbu y, titik puncak dan persamaan sumbu simetri.

Saat menemukan konsep siswa harus menggambar grafik secara manual, lalu menganalisal. Bagaimanapun juga pengalaman menggambar secara manual sangat diperlukan agar siswa bisa memahami gambar grafik berasal dari mana.

Menggambar matematika secara manual, dokumentasi pribadi

Tidak hanya itu, sekarang sudah banyak aplikasi matematika yang bisa diunduh lewat playstore dan bisa menjawab berbagai masalah matematika. Kehadiran aplikasi aplikasi tersebut membuat jawaban berbagai soal matematika mudah didapatkan hanya dengan berbekal smartphone.

Lebih-lebih dengan hadirnya Chat GPT yang membuat berbagai tugas yang diberikan pada siswa sudah bukan merupakan hal yang sulit. Tinggal ketik, jawaban langsung keluar. Runtut pula.

Saya pernah menanyakan pada Chat GPT tentang aljabar materi persamaan linier. Chat GPT menjawab demikian runtut pertanyaan saya dan berakhir pada jawaban yang benar. Luar biasa.

Berbagai kemudahan yang didapatkan siswa dari sebuah smartphone membuat ketergantungan siswa pada smartphone begitu tinggi. Akibatnya, siswa pandai mencari jalan pintas untuk mengerjakan berbagai soal baik menggunakan aplikasi maupun browsing di internet.

Berbagai kemudahan yang didapat memberikan dampak yang sangat terasa yaitu daya juang siswa yang melemah dalam mengerjakan soal.

Belajar dengan menggunakan smartphone, dokumentasi pribadi

Di masa sekolah dulu saat mengerjakan soal dari guru jika metode A tidak bisa memecahkan masalah kami biasanya langsung coba metode B, metode B gagal ganti metode C . Demikian terus sampai berhasil. Sekarang tidak.Jika tidak bisa mengerjakan siswa cukup tanya di Google, atau buka aplikasi, masukkan angka selesai.

Melihat hal tersebut di atas kehadiran smartphone bagaikan pedang bermata dua. Bisa memberikan banyak manfaat namun juga memberikan mudharat jika tidak pandai dalam penggunaannya. Karenanya pembatasan penggunaan smartphone di kalangan siswa penting untuk dilakukan.

Berbagai cara untuk membatasi penggunaan smartphone di kalangan siswa adalah

Satu : Disediakan locker penyimpan HP di kelas. HP hanya boleh digunakan saat pembelajaran memerlukan HP. Jika tidak diperlukan HP disimpan di locker. Di sini peran sekolah dalam memberikan ketegasan aturan dalam penggunaan HP sangat diperlukan.

Dua : Seminim mungkin memberikan tugas dengan menggunakan smartphone di sekolah. Lebih-lebih jika guru berhalangan hadir di kelas.

Tiga : Meningkatkan kesadaran dan membuka wawasan siswa untuk lebih bijak dalam penggunaan HP. Ini bisa dilakukan dengan bekerja sama dengan pihak lain.

Sekolah kami pernah mengundang dinas Kominfo untuk memberikan penyuluhan pada siswa tentang bijak berinternet dan mengundang Polresta untuk memberikan penyuluhan berbagai macam kejahatan lewat internet.

Penyuluhan bijak dalam menggunakan smartphone, dokumentasi pribadi

Harapannya dengan pengetahuan tersebut siswa akan membatasi penggunaan HP dengan kesadaran mereka sendir

Empat : Kerjasama dengan orang tua . Ini sangat penting dilakukan Ya, sekolah tidak dapat berjalan sendiri. Jangan sampai di sekolah penggunaan HP dibatasi tetapi di rumah siswa bebas menggunakan HP tanpa batas.

Akhirnya seiring perkembangan zaman penggunaan smartphone atau HP bagi siswa adalah sesuatu yang tak bisa dilarang. Namun pembatasan dan penggunaan secara bijak harus dilakukan.

Jangan sampai penggunaan smartphone yang berlebihan justru menciptakan generasi yang semakin lembek dan tidak smart ke depannya.

Semoga bermanfaat, salam edukasi😊

Sebuah Catatan dari Gebyar Seni HUT Bintaraloka ke 73

Lagu I Will Survive dari Gloria Gaynor terasa menghentak di siang itu mengiringi model- model yang berjalan dengan irama langkah kaki selaras irama.

Berbagai busana diperagakan. Yang perempuan terlihat cantik , gemulai dan anggun, sementara yang laki-laki berjalan dengan mantap dan penuh percaya diri.

Fashion, dokumentasi Mister Sony

Itu adalah gambaran dari acara fashion, salah satu pengisi acara gebyar seni peringatan HUT Bintaraloka ke 73.

Event Gebyar Seni sebenarnya sudah lama berlalu. Tapi kesannya sampai sekarang masih terasa. Tentu saja, bahkan di Instagram ataupun YouTube masih berseliweran unggahan tentang berbagai acara di HUT Bintaraloka ke 73 tersebut.

Fashion, dokumentasi Mister Sony

Di dua tulisan saya sebelumnya tidak disinggung sama sekali tentang pentas seni. Sengaja saya buat tulisan tersendiri karena acara ini sangat wow ..
Ya, acara yang dihadiri oleh siswa, guru, komite, alumni , juga para undangan ini memang luar biasa.

Pengguntingan pita tanda acara dimulai, dokumentasi Mister Sony

Acara gebyar seni dilaksanakan sejak pagi. Setelah kami melaksanakan pawai, kami bisa langsung menonton berbagai hiburan di panggung yang didirikan di lapangan volley.

Pengisi acara adalah para finalis lomba tari,  menyanyi solo, dan band, grup paduan suara , fashion juga yang tak kalah menarik adalah bintang tamu Kos Atos.

Tampilan finalis tari, dokumentasi Apple
Tampilan finalis tari, dokumentasi pribadi

Kreativitas siswa benar benar luar biasa. Tampak pada suguhan berbagai tari yang sangat menonjolkan nuansa Indonesia, dan  tentunya dengan tambahan sentuhan kekinian.
Betapa perlu kekompakan dan kerjasama yang bagus untuk menyajikan tampilan tari yang seindah itu.

Tampilan finalis tari, dokumentasi pribadi

Berbagai grup band finalis juga tak kalah mantap. Lagu-lagu disajikan dengan begitu apik. Sebutlah lagu Don’t Look Back in Anger, What Makes You Beautiful , Anything You Want, Sesaat Kau Hadir juga lagu-lagu  yang lain.

Anything You Want, dokumentasi pribadi
Don’t Look Back in Anger, dokumentasi pribadi

Bintaraloka benar benar bertabur talenta. Tampilan menyanyi solo dari Kirana, Egita juga Graciella demikian merdu dan memukau.

What Makes You Beautiful, dokumentasi Apple
Sesaat Kau Hadir, dokumentasi Apple

Demikian juga Spenti Teenage Choir tampil begitu begitu manis dengan lagu-lagu dan kostum vintage mereka.

Paduan Suara, dokumentasi pribadi

Sesudah band dan tari acara dimeriahkan oleh fashion. Ada sekitar 30 model yang memperagakan busana-busana cantik dari kreasi Andi Sugi, Ivan , Farhan dan Rumah Kebaya.

Tim fashion, dokumentasi Mister Sony

Model- model yang tampil hari itu sudah melalui berbagai seleksi dan latihan yang begitu ketat di bawah bimbingan Mister Sony dan tim.

Dalam acara Gebyar Seni ini hadir juga alumni  dari berbagai tahun. Hal yang menunjukkan betapa solidnya hubungan antara Bintaraloka dengan para alumninya.

Alumni Bintaraloka, dokumentasi Cyin Any
Bersama alumni, dokumentasi Navisha

Menjelang pukul dua belas siang tibalah acara yang ditunggu-tunggu. Tampilan bintang tamu dari Kos Atos. Grup musik ini membawakan berbagai lagu  dalam irama keroncong kekinian  dan membuat penonton ikut bergoyang juga bernyanyi bersama.

Kos Atos, dokumentasi pribadi
Penonton ikut bernyanyi, dokumentasi pribadi
Pak Gerry dan Kos Atos, dokumentasi pribadi

Benar -benar peringatan HUT yang sangat meriah di Bumi Bintaraloka. Harapannya semoga semakin bertambahnya usia, Bintaraloka semakin jaya, dengan melahirkan generasi yang multi talenta dan karakter yang membanggakan.

Akhir acara, dokumentasi Bintaraloka

Akhirnya , Yuk, bersama sama kita menikmati lagu berikut sambil membayangkan suasana HUT Bintaraloka ke 73..

Salam Bintaraloka 😊

“Para Pencari Tuhan”, Sinetron yang Selalu Membuat Rindu

Bulan Ramadhan selalu mengingatkan saya pada sinetron Para Pencari Tuhan.
Sinetron bergenre drama,komedi, religi ini adalah sinetron favorit keluarga saya.

Kelebihan sinetron Para Pencari Tuhan adalah selalu mengambil masalah yang sederhana di sekitar kita dengan sajian yang menggelitik namun sarat dengan pelajaran berharga.
Banyak pesan moral yang bisa diambil dari sinetron ini.

Melalui sinetron ini penonton diajak memperbaiki hablumminallah dengan lebih memperhatikan hal- hal yang berkaitan dengan ritual ibadah kita. Misal bagaimana syarat menjadi imam, bagaimana tatacara melaksanakan shalat berjamaah, fiqih puasa dan lain-lain.

Melalui sinetron ini pula penonton diajak memperbaiki hablumminanas dengan lebih memperhatikan akhlak dalam hubungan sesama manusia. Tentang menjaga hubungan dengan orang tua, jual beli, setia kawan, berbuat baik pada tetangga, hubungan dalam keluarga, hutang piutang dan banyak lagi.

Sinetron yang pertama kali ditayangkan tahun 2007 ini telah menerima beberapa penghargaan, termasuk Festival Film Bandung untuk Sinetron Terbaik pada tahun 2008 dan beberapa Anugerah Komisi Penyiaran Indonesia untuk program drama seri.

Selain itu Para Pencari Tuhan juga menerima rekor Museum Rekor Indonesia untuk Serial Religi Ramadan Berkelanjutan Terlama pada tahun 2023.
Per tahun 2023, sudah ada 16 jilid Para Pencari Tuhan yang ditayangkan.

Kebetulan yang rutin saya lihat adalah Para Pencari Tuhan di jilid-jilid awal . Meski sudah begitu lama, kesan akan pelajaran yang disampaikan oleh sinetron ini masih setia dalam ingatan.

Sinetron ini didukung oleh artis dan aktor yang tak perlu diragukan kualitas aktingnya. Sebutlah Deddy Mizwar, trio Bajaj, Zaskia Adya Mecca, Jarwo Kuwat, Asrul Dahlan dan banyak lagi. Karenanya karakter tokoh yang muncul dalam sinetron digambarkan dengan begitu kuat.

Pemeran Para Pencari Tuhan, sumber gambar: Indonesiana

Bang Jack yang lurus, teguh pendirian, suka menolong tapi kadang seenaknya sendiri. Barong, Juki dan Chelsea mantan napi yang baru lepas dan menjadi anak asuh Bang Jack di musholla.

Pak Jalal jutawan kampung yang gokil dan selalu punya ide untuk mengerjai Bang Udin dan Asrul. Udin hansip kampung yang suka mendebat dan selalu memancing pertengkaran, juga Asrul yang idealis tapi juga sangat miskin (bahkan Asrul adalah orang yang paling miskin di kampung).

Cerita dibumbui oleh konflik cinta Aya dan Azzam yang tidak kunjung berhenti berantem, juga cerita Pak Ustadz dan Bu Ustadz mubaligh kampung yang akhirnya terjun di dunia televisi.

Masih ditambah lagi dengan Pak RW dan aparatnya yang selalu membuat trik bagaimana mengambil keuntungan dari setiap keputusan yang akan dibuat di kampung.

Sinetron ini terasa unik tatkala semua masalah bisa saling berkaitan dan di dalamnya selalu ada pelajaran yang bisa diambil bersama.

Dialog dan adegan sinetron ini selalu memancing tawa para penonton. Lihatlah tatkala Bang Udin harus bersembunyi di mushola karena menghindar dari kejaran tukang sayur yang terus menagih hutang.

Bang Udin akhirnya pura-pura jadi jenazah dan celakanya dia tidak sengaja dikubur oleh Barong, Juki dan Chelsea yang sedang praktek perawatan dan penguburan jenazah.

Saya dan anak- anak selalu terpingkal pingkal melihat episode tersebut meski sudah kami putar beberapa kali.

Sinetron Para Pencari Tuhan adalah sebuah contoh bahwa belajar agama bisa dilakukan dengan cara yang sederhana sekaligus menyenangkan. Dan belajar agama bisa langsung meresap dengan mengambil contoh sederhana dalam kehidupan kita sehari-hari.

Bagi saya hal yang paling berkesan dari sinetron ini adalah karena selalu mengingatkan saya pada masa di mana anak- anak masih kecil. Ya, lagu Para PencariMu dari Ungu selalu membuat ingatan saya terlempar ke masa lalu.

Masa di mana kami menikmati Ramadhan dalam kebersamaan yang begitu hangat.

Saat itu biasanya saya menyiapkan sahur sementara anak-anak dengan mata mengantuk duduk sambil menonton sinetron bersama ayah mereka.

Aih.., benar-benar sinetron yang membuat rindu.

Sumber gambar: Dailysia

Akulah para pencariMu Ya Allah
Akulah yang merindukanMu Ya Rabbi
Tunjukkan ku jalan yang urus
Tuk tetapkan langkahku

(Lagu Para Pencari Mu – Ungu)

https://youtu.be/hB3gtCO0mFE

Selamat Memasuki Masa Purna Tugas Ibu Ninik dan Pak Helmy

Pagi itu lapangan volly kembali dipenuhi siswa kelas tujuh sampai dengan kelas sembilan. Apakah ada upacara atau apel?Bukan. Hari itu akan diadakan sebuah acara istimewa yaitu perpisahan dengan Ibu Ninik dan Pak Helmy yang sejak bulan Maret ini memasuki masa purna tugas.

Acara perpisahan dimulai pukul tujuh seperempat, dan diikuti oleh seluruh siswa, guru, karyawan juga Ibu komite sekolah.

Siswa bersiap di lapangan volly, dokumentasi pribadi

Ibu Ninik mulai mengajar di SMP Negeri 3 sejak tahun 1988. Luar biasa. Sampai sekarang beliau sudah bertugas selama 35 tahun 4 bulan di SMP Negeri 3 Malang

Jalannya acara perpisahan, dokumentasi pribadi

Karena itu perjalanan SMP Negeri 3 selama tiga dasawarsa lebih beliau kenal benar, karena beliau adalah bagian dari sejarah tersebut.

Demikian juga Pak Helmy mulai dinas di SMP Negeri 3 Malang sejak tahun 1994. Berbagai jabatan sudah pernah beliau pegang. Mulai dari wakasis, wakahumas, koordinator tatib dan banyak lagi. Karenanya beliau faham betul bagaimana kondisi SMP Negeri 3 Malang dari waktu ke waktu.

Pak Helmy memberikan sambutan, dokumentasi pribadi

Dalam acara perpisahan dengan siswa, Bu Ninik memberikan nasehat agar siswa SMP Negeri 3 tetap menjaga nama baik sekolah dengan terus berprestasi dan menunjukkan karakter yang baik.

Kepada siswa kelas tujuh dan delapan beliau berpesan supaya meninggalkan segala kebiasaan yang kurang baik dan segera bisa beradaptasi dengan budaya baik yang ada di SMP Negeri 3 Malang.

Khusus kepada siswa kelas sembilan, beliau berpesan untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin guna menghadapi ujian yang kurang satu setengah bulan lagi.

Berfoto bersama, dokumentasi Pak Vigil

Acara berjalan meriah namun begitu mengharukan. Lagu Sampai Jumpa dari Endank Sukamti menemani kami berfoto pagi itu.

Beberapa siswa bahkan meneteskan air mata karena harus berpisah dengan sosok yang sangat dekat dengan mereka. Ya, Bu Ninik adalah guru BK, beliau sering menjadi ‘jujugan’ curhat siswa yang sedang ada masalah.

Ibu Kepala Sekolah menyerahkan cindera mata, dokumentasi Bu Any

Pada perpisahan dengan di ruang guru Bu Ninik dan Pak Helmy menceritakan secara singkat berbagai pengalaman sejak masuk SMP Negeri 3 hingga sekarang. Dari cerita tersebut pelajaran yang bisa diambil adalah tentang perjuangan, dedikasi juga loyalitas pada sekolah.

Diungkapkan beliau berdua bahwa SMP Negeri 3 bisa menjadi yang terbaik di kota Malang adalah karena komitmen guru gurunya yang tinggi terhadap kemajuan sekolah, dan sinergi yang baik di antara guru-gurunya.

Karenanya beliau berdua berharap guru guru tetap kompak menjaga kebersamaan demi kemajuan SMP Negeri 3 tercinta.

Berfoto bersama, dokumentasi Bu Any

Acara perpisahan ditutup dengan penyerahan cindera mata, bersalam salaman dan berfoto bersama.

Akhirnya selamat memasuki masa purna tugas Bu Ninik dan Pak Helmy. Semoga senantiasa sehat dan bahagia bersama keluarga tercinta.

Teriring harapan semoga kami semua bisa meneruskan semangat, dedikasi dan terus bersinergi demi kemajuan SMP Negeri 3 tercinta.

Berfoto bersama, dokumentasi Bu Any

Datang akan pergi
Lewat kan berlalu
Ada kan tiada
Bertemu akan berpisah

Awal kan berakhir
Terbit kan tenggelam
Pasang akan surut
Bertemu akan berpisah

( Sampai Jumpa, Lagu : Endank Sukamti)

https://youtu.be/wYNqJtG1Sao

Pondok Ramadhan dan Pondok Kasih, Sebuah Potret Moderasi Beragama di Bumi Bintaraloka

Pagi itu jam hampir menunjukkan pukul setengah delapan. Lewat pengeras suara Bu Utin mengumumkan agar siswa segera mengambil air wudhu karena kegiatan sholat Dhuha akan segera dimulai.

Peserta Ponram dan Irama, dokumentasi pribadi

Bergegas siswa menuju tempat wudhu. Penampilan siswa tampak berbeda hari ini. Mereka mengenakan busana muslim yang berwarna warni. Ya, di hari Senin hingga Rabu semua siswa yang beragama Islam wajib mengikuti kegiatan Pondok Ramadhan dan Ibadah Ramadhan atau disingkat Ponram dan Irama.

Tentang Pondok Ramadhan dan Ibadah Ramadhan (Ponram dan Irama)

Ponram bekerja sama dengan Ma’had UIN, dokumentasi Nesya

Ponram dan Irama adalah kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan amal sholeh dan pengetahuan keislaman siswa.

Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut dengan pengaturan hari sebagai berikut:
Hari Senin siswa yang mengikuti Ponram dan Irama adalah kelas 9, Hari Selasa siswa kelas 8 dan hari Rabu siswa kelas 7.

Peserta Ponram dan Irama, dokumentasi Nesya
Materi di kelas, dokumentasi Anggita

Bagaimana dengan kelas yang bukan waktunya Pondok Romadhon? Tentu saja mereka harus menjalani pembelajaran biasa.

Ya, bulan Ramadhan adalah saat yang bagus untuk meningkatkan amal ibadah dan salah satu amal ibadah yang bisa dilakukan siswa adalah menuntut ilmu.

Pondok Romadhon dilaksanakan dengan bekerja sama dengan Ma’had UIN Maulana Malik Ibrahim. Kegiatan yang dimotori oleh guru PAI SMP Negeri 3 Malang ini dibantu oleh 14 ustadz dan ustadzah yang siap memberikan berbagai materi pada siswa.

Guru PAI, Dokumentasi pribadi
Guru PAI dan pemateri dari Ma’had UIN, dokumentasi pribadi

Berbagai materi yang dipelajari dalam kegiatan ini adalah fiqih, akidah, ahlaq, tahsin Qur an, taddarus Quran, pelaksanaan sholat wajib berjamaah, buka bersama juga sholat tarawih dan witir berjamaah.

Pada pagi hari materi diberikan di aula juga di kelas-kelas (Ponram). Setelah materi pagi sore siswa kembali ke sekolah untuk melaksanakan Ibadah Ramadhan (Irama) yang dimulai pukul setengah lima.

Jika kegiatan Ponram adalah pemberian materi, maka Irama adalah implementasi dari materi yang sudah didapatkan.

Taddarus, dokumentasi Anggita

Pelaksanaan Irama diawali dengan taddarus Qur an bersama, dilanjutkan dengan tausiyah jelang berbuka dan takjil bersama sebelum sholat Maghrib berjamaah.

Menyiapkan takjil, dokumentasi Anggita

Sesudah sholat berjamaah siswa berbuka puasa bersama . Di hari pertama karena hujan terus menerus turun, acara taddarus dan sholat dilaksanakan di aula dan buka dilaksanakan di kelas-kelas. Di hari kedua dan ketiga taddarus dan sholat dilaksanakan di masjid dan buka bersama dilaksanakan di aula.

Buka bersama di aula, dokumentasi Anggita
Buka bersama di kelas, dokumentasi pribadi
Buka bersama di kelas, dokumentasi pribadi

Ada banyak hal yang bisa dipelajari siswa dari acara buka bersama ini. Di antaranya adalah belajar bertanggung jawab, bekerja sama, juga berbagi.

Mengapa demikian? Sebelum buka bersama dimulai siswa harus menyiapkan tempat, menata hidangan bersama teman -teman. Di akhir acara merekapun harus bersama-sama membersihkan kelas agar bisa dipakai pembelajaran keesokan harinya.

Menyiapkan buka bersama, dokumentasi pribadi

Selama berbuka kelas yang mempunyai kelebihan hidangan akan memberikan kepada yang lain. Di sini siswa belajar untuk berbagi.

Wali kelas dan panitia, dokumentasi Anggita
Pendamping kegiatan siswa, dokumentasi Anggita

Selama kegiatan Ponram dan Irama, wali kelas dan panitia mendampingi siswa mulai pagi hingga malam hari.

Tentang Pondok Kasih

Pondok Kasih di Bintaraloka dua, dokumentasi Jojo

Sementara siswa yang beragama Islam melaksanakan Ponram dan Irama, siswa beragama Katholik dan Kristen yang bernaung di bawah Bintaraloka Persekutuan Kristiani (BPK) melaksanakan kegiatan Pondok Kasih.

Kegiatan Pondok Kasih, dokumentasi Jojo

Kegiatan Pondok kasih dilaksanakan di hari Senin dan Selasa. Di hari Senin siswa mendapatkan berbagai materi di aula Bintaraloka dua, sedangkan di hari Selasa siswa dan para guru pendamping melaksanakan kegiatan bakti sosial.

Bakti sosial di Panti Asuhan Oikos, dokumentasi Jojo

Kegiatan yang bertajuk Bakti Sosial BPK Berbagi ini dilaksanakan di Panti Asuhan Oikos Malang.

Kegiatan yang berintikan berbagi kasih dari Pra Paskah menuju Paskah ini diisi dengan peribadatan dengan anak-anak panti asuhan, game, juga Firman Tuhan yang disampaikan oleh Ibu Ita.

Kegiatan dalam bakti sosial, dokumentasi Jojo
Ibu Ita, dokumentasi Jojo

Ibu Ita adalah ibu asuh anak-anak Panti Asuhan Oikos.
Melalui berbagi kasih dan berbagi hadiah kegiatan bakti sosial ini diharapkan bisa mempererat silaturahmi antara siswa SMP Negeri 3 Malang dan anak anak Panti Asuhan Oikos.

Berbagi hadiah , dokumentasi Jojo
BPK dan Panti Asuhan Oikos, dokumentasi Jojo

Tiga hari yang istimewa di Bintaraloka. Kegiatan Ponram dan Irama serta Pondok Kasih adalah potret moderasi beragama di Bumi Bintaraloka.

Moderasi beragama penting dilaksanakan di sekolah. Melaluinya, semua belajar menjalankan agama dengan menghargai perbedaan dan kemaslahatan bersama.

Ya, perbedaan adalah keniscayaan, bisa hidup berdampingan dalam perbedaan akan menciptakan kedamaian seperti yang kita impikan.

Salam Bintaraloka 😊