Pythagoras, Sejarah dan Peninggalannya

“Jangan katakan hal-hal kecil dengan banyak kata, tapi katakanlah sesuatu yang besar dengan sedikit kata”

(Pythagoras)

Pythagoras adalah seorang matematikawan dan filsuf besar dari Yunani. Beliaulah yang pertama kali mengenalkan istilah philosophia ( pecinta kebenaran). Pythagoras lahir di pulau Samos Yunani. Beliau adalah putera dari seorang pedagang permata.

Sebelum kelahirannya para pendeta sudah meramalkan akan lahir seorang anak yang menjadi panutan negara bahkan oleh dunia.

Sejak kecil Pythagoras sudah menunjukkan karakter suka belajar.  Berbagai macam ilmu dipelajari , di antaranya matematika, filsafat dan seni.

Setelah berguru ke mana-mana di usia40 tahun beliau kembali ke Samos. Dua tahun di Samos Pythagoras pergi ke Kroton karena penguasa Yunani saat itu Pericles tidak menyukainya. Pythagoras lalu mendirikan sekolah setengah lingkaran dan mendirikan aliran yang bernama Pythagorean.

Aliran Pythagorean berusaha menggabungkan sains, mistik dan matematika. Matematika dalam tradisi Pythagoras dipandang secara berbeda dengan matematika sekarang.Hal ini karena mereka menganggap angka adalah sesuatu yang sakral. Semboyan mereka adalah Number Rules the Universe.

Tentang Teorema Pythagoras

Salah satu peninggalan Pythagoras yang terkenal adalah teorema Pythagoras.

Walaupun fakta di dalam teorema ini telah banyak diketahui sebelum lahirnya Pythagoras , namun teorema ini dikreditkan kepada Pythagoras karena beliaulah yang pertama membuktikan pengamatan ini secara matematis.

Teorema Pythagoras berbunyi kuadrat sisi miring segitiga siku-siku sama dengan jumlah kuadrat kedua sisi yang lain. Teorema tersebut bisa dituliskan sebagai berikut:

Sumber gambar: matematika 8 Kemdikbud

Teorema Pythagoras bisa dijelaskan dengan cara sebagai berikut:

Sumber gambar: Saintif

Pada gambar di atas luas persegi merah (25) sama dengan luas persegi biru(9) ditambah luas persegi kuning (16), atau 25 = 9 +16, atau 5^2 = 3^2+4^2.

Contoh penggunaan teorema Pythagoras:

Perhatikan dua soal berikut ini:

Dengan bantuan garis putus-putus bisa dibentuk segitiga siku- siku yang mempunyai tinggi 7 cm dan panjang hipotenusa 25 cm. Panjang alas segitiga siku-siku ( misal x)  bisa dicari dengan rumus sebagai berikut:

                    x2 =  252 – 72

                        = 625 – 49

                        = 576

                    x  = 24

Karena panjang alas segitiga siku-siku adalah 24 cm, panjang AB adalah 24-4 = 20 cm. Luas segitiga ABC adalah  ½ x 20 x 7 = 70 cm2.

Dari contoh soal no 1 dan 2 bisa disimpulkan bahwa 9,12,15 dan 7,24,25 adalah bilangan bulat –bilangan bulat yang merupakan sisi-sisi segitiga siku-siku. Bilangan semacam itu dinamakan triple Pythagoras.

Berikut adalah contoh triple Pythagoras yang lain:

Sumber gambar: tangkapan layar pribadi

Bagaimana menggunakan triple Pythagoras?

Contoh : Sebuah segitiga ABC siku-siku di B. Jika panjang AB adalah 15 cm dan BC adalah 20 cm, berapa panjang hipotenusanya?

Dari tabel di atas (tipe 1) bisa diperoleh triple Pythagoras 15,20,25. Karena panjang AB=15, BC= 20 maka AC = 25 cm.

Teorema Pythagoras banyak digunakan untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari , misal saat menentukan ukuran bangunan. Dalam matematika teorema ini banyak digunakan saat kita belajar bangun datar maupun bangun ruang.

Contoh penggunaan Teorema Pythagoras untuk menyelesaikan masalah bangun ruang

Gambar berikut merupakan prisma tegak segitiga siku-siku. Tentukan luas permukaan prisma tersebut.

Penyelesaian

Untuk mencari luas permukaan prisma segitiga tersebut, terlebih dulu kita cari panjang semua alasnya, yaitu

AB2 = AC2+ BC2 = 42 + 32 = 16 + 9 = 25

Jadi panjang AB = 5

Sehingga diperoleh:

L = 2 × luas alas + keliling alas × tinggi

= 2 ×1/2 × 3 × 4 + (3 + 4 + 5) × 8

= 12 + (12) × 8

= 12 + 96

= 108 cm2

Jadi, luas permukaan prisma tegak segitiga siku-siku adalah 108 cm2.

Temuan lain yang ditemukan oleh Pythagoras adalah nisbah emas (golden ratio). Berdasarkan penemuan Pythagoras ternyata matematika memiliki banyak keindahan yang bisa ditemukan dari berbagai fenomena alam yang terjadi di dunia ini, yang mengarah pada golden ratio.

Lebih khusus lagi Pythagoras menyatakan bahwa keindahan matematika dapat dinyatakan lewat bilangan atau kuasa angka-angka. Pythagoras berprinsip bahwa segala sesuatu adalah angka, dan perbandingan emas adalah raja semuanya.

Sejarah kehidupan Pythagoras banyak diliputi oleh mitos.  Ada sebuah kisah suatu saat Pythagoras pergi ke laut dan bertemu dengan seorang nelayan yang membawa banyak tangkapan ikan. Pythagoras berkata pada nelayan tersebut bahwa ia bisa menyebut secara tepat jumlah ikan yang ditangkap. Namun dengan syarat jika tebakannya benar maka ikan ikan tersebut harus dimasukkan kembali ke laut.

Ternyata tebakan Pythagoras benar, ikan-ikan itupun dilepaskan lagi dan konon menurut cerita ikan –ikan itu hidup kembali.

Kehidupan Pythagoras berakhir tragis. Karena aliran Pythagorean dianggap sesat, pada suatu hari padepokan Pythagoras diserbu dan dibakar. Diceritakan Pythagoras meninggal dalam peristiwa itu.

Pythagoras telah tiada, tapi peninggalannya masih terus kita pelajari hingga sekarang.

Semoga bermanfaat, salam matematika 🙂

Disarikan dari berbagai sumber

Sebuah Kisah Tentang Si Burik

Ilustrasi Si Burik, sumber gambar : ayamkalkun.com

Mbak Menik menatap suaminya dengan dongkol. Betapa tidak? Sejak pagi hingga jam sudah menunjukkan pukul delapan Mas Marno masih berasyik-asyik dengan ayam -ayam katenya. Ayam ayam kecil itu benar benar membuatnya cemburu. Jealous kalau kata anak sekarang.

Yang memberi makanlah.. Memberi vitamin… Bahkan mengajak bicara. Ya ampuun. Gemes melihatnya.
Padahal bangun tidur yang pertama dilakukan Mbak Menik di dapur adalah membuatkan kopi suami tercinta.
Tapi sesiang ini ia tak juga disapa.

“Duh Mas, pitiiik ae, ” protesnya.
“Sik… Diluk.., ” kata Mas Marno tanpa menoleh. Mbak Menik menatap jam dinding. Duuh, Pak Mus penjual sayuran sudah hampir datang ini, pikirnya. Apalagi persediaan bumbu habis, minyak nipis, Tempe dan tahu apalagi.

Mas Marno kembali menghisap rokoknya. “Buriiik…, ” katanya sambil menjentikkan jarinya pada si ayam. Yang dipanggil seakan mengerti dan dengan genitnya mendekati Mas Marno.
Mas Marno tertawa senang sambil menyebarkan jagung halus yang langsung dipatuk oleh Si Burik.

“Ayo, kalian mau ikut? ” kata Mas Marno pada empat ayam yang lain. Semua langsung merubung ikut makan jagung halus yang disebar.

Dari kelima ayamnya Si Burik paling disayangi Mas Marno. Tubuhnya kecil montok dan bulu-bulu nya yang berwarna campuran hitam dan putih berkilauan tertimpa sinar matahari.

Sumber gambar: DuniaBelajar

“Mas, masak apa ini? ” tanya Mbak Menik sekali lagi.
Mas Marno menoleh sekilas. “Sembarang wes… Pokok ada sambel.., “jawabnya.
“Lha uangnya?” kata Mbak Menik gemas.
“Bon dulu sama Pak Mus.. Nyatet, ” jawabnya ringan.
Mbak Menik semakin jengkel. “Nyatet.. Nyatet.. Catetanku sudah banyak, Mas, ” katanya setengah menangis.

Tanpa banyak kata ia bergegas menuju pick up di jalan yang berisi aneka belanjaan. Bicara dengan suaminya saat seperti itu percuma. Hanya bikin naik darah saja.

“Pak Mus, nyatet nggeh.., “kata Mbak Menik sambil meraih bayam dan tempe.
“Lha monggo…, ” jawab Pak Mus ramah. Ia sudah lama menjadi langganan ibu-ibu di kampung Manggis. Tidak ada yang nakal saat berhutang, yang penting administrasi beres, tak ada masalah.

Mbak Menik menyodorkan belanjanya ke Pak Mus untuk dihitung. “Beres, duapuluh ribu, catet nggih? “
“Nggih Pak Mus,” jawab Mbak Menik sambil bergegas meninggalkan Pak Mus. Duuh, sungkan sebenarnya.. Tapi lha bagaimana lagi. Masak tidak makan, pikirnya.

“Mbak Menik, tunggu! ” sebuah suara tiba-tiba menghentikan langkahnya.
Mbak Rena? Tumben?
Setelah berbasa-basi keduanya terlibat dalam pembicaraan yang serius. Sedikit berbisik-bisik dan…Cling, wajah Mbak Menik tiba-tiba berseri-seri.

“Nanti malam? ” tanya Mbak Rena memastikan.
“Beres.., ” senyum Mbak Menik menutup percakapan keduanya.

Pagi kembali merekah. Mas Marno sedang menikmati kopinya. Tak seperti biasanya istrinya tak banyak protes. Senyumnya tampak begitu manis.

“Mau dimasakkan apa? ” tanya Mbak Menik sambil duduk di depan suaminya.
“Aku kok kepingin lodeh ya? ” jawab Mas Marno senang. Pagi ini cuaca kelihatan begitu bersahabat.
“Lodeh, mendol, bakwan? “tanya Mbak Menik lagi.
“Wah, sip itu.., “

Dari kejauhan suara klakson pick up Pak Mus terdengar. Mbak Menik bergegas menuju jalan besar, apalagi ketika dilihatnya Mas Marno menuju kandang ayam-ayam katenya.

Di belokan jalan, Mbak Rena tersenyum menyapanya. ” Adikku seneng lho.. Katanya cantik barangnya.. Ini kurangannya semalam ya.. ,” katanya sambil menyodorkan uang seratusan ribu.
Mbak Menik segera memasukkan uang ke saku. Bergegas keduanya menuju pick up Pak Mus.

Ada senyum di wajah Mbak Menik.
Ya, seratus dua puluh lima ribu harga yang pantas untuk ayam kate secantik Burik.

Dan Bintaraloka Pun Bergoyang Pagi Itu

Pemandu senam Bintaraloka, dokumentasi Fabi

Wong ko ngene kok dibanding-bandingke
Saing-saingke yo mesti kalah
Tak oyak’o aku yo ora mampu
Mung sak kuatku mencintaimu

Lagu Farrel Prayoga yang sedang hits berkumandang dengan irama yang rancak di Bumi Bintaraloka pagi itu. Lapangan voli penuh dengan peserta. Semua bergoyang sekaligus senam. Bapak Ibu guru, staf TU juga siswa kelas delapan dan sembilan.

Setelah sekian lama vakum, kini senam bersama kembali dilaksanakan di Bintaraloka. Pemandunya? Tentu saja Pak Ardilah. Pemandu senam Bintaraloka yang sangat handal .

Kegiatan senam diawali pukul tujuh pagi. Oh ya, dalam kegiatan kali ini kelas tujuh dan beberapa guru tidak bisa bergabung karena harus mengikuti Perayaan Projek Tema Aku Bijak Berinternet yang diadakan di aula Bintaraloka 1.

Beberapa siswa kelas delapan dan guru yang terlibat dalam pembimbingan AKM juga tidak bisa ikut serta.

Peserta sangat bersemangat, dokumentasi Fabi

Kegiatan senam sendiri berlangsung menyenangkan. Wajah-wajah sumringah tampak di mana-mana. Bahkan ketika berakhir dan ditawarkan oleh Pak Ardilah apakah senamnya mau diulang sekali lagi? Dengan penuh semangat siswa berteriak, “Lagi… Lagi..! “

Sebenarnya apa saja manfaat dari kegiatan senam bersama ini?

Peserta senam, dokumentasi Fabi
  1. Untuk kesehatan. Menghindarkan obesitas karena senam bisa membakar lemak. Senam juga meningkatkan kerja jantung, menguatkan tulang dan otot juga memperbaiki fleksibilitas kerja tubuh.
  2. Menghilangkan stress, meningkatkan rasa bahagia. Menggerakkan badan sesuai irama bisa meningkatkan kerja hormon endorfin. Hormon endorfin berperan sebagai penghilang rasa sakit alami dan bertanggung jawab atas perasaan senang setelah melakukan aktivitas tertentu. Bahkan, hormon endorfin juga dapat memberikan energi positif dalam diri seseorang.
  3. Mengoptimalkan kerja otak. Senam dengan irama membuat otak harus bekerja untuk mengkoordinasikan gerakan tubuh dan irama musik.
  4. Meningkatkan rasa percaya diri.
    Bisa melaksanakan gerakan tubuh sesuai irama dari awal hingga akhir bisa membuat suasana hati menjadi lebih baik sehingga rasa percaya diri akan meningkat.

Banyak sekali manfaat yang bisa diambil dari kegiatan senam bersama. Harapannya kegiatan ini bisa terus dilaksanakan dengan penataan waktu yang lebih baik sehingga semua guru dan siswa bisa bergabung dalam kegiatan yang sangat menyenangkan ini.

Peserta senam, dokumentasi Fabi
Senam bersama, kegiatan yang sangat menyenangkan, dokumentasi Fabi

…Ku berharap engkau mengerti, di hati ini
Hanya ada kamu…

Referensi : https://www.gramedia.com/best-seller/manfaat-senam-irama/

Giat Bintaraloka Sambut Tim Verifikator Kabupaten dan Kota Sehat Provinsi Jawa Timur

Berfoto usai kegiatan, dokumentasi Vigil

Pagi ini Bintaraloka kembali menunjukkan kesibukan yang begitu istimewa.  Tentu saja,  hari ini SMP Negeri 3 Malang akan kedatangan tim verifikator Kabupaten dan Kota Sehat Provinsi Jawa Timur.

Persiapan menyambut kedatangan tim verifikator, dokumentasi pribadi

Program Kabupaten dan Kota Sehat ini bertujuan agar tercapai kondisi Kabupaten Kota bersih, aman, nyaman dan sehat untuk dihuni dan sebagai tempat bekerja bagi warganya dengan cara terlaksananya berbagai program-program kesehatan dan sektor lain sehingga dapat meningkatkan sarana, produktivitas dan perekonomian masyarakatnya.

Siap menyambut tim verifikator, dokumentasi pribadi

Kedatangan tim verifikator bertugas untuk memverifikasi data yang sudah dikirimkan kota ke propinsi apakah sesuai dengan kenyataan di lapangan.

UKS beserta tim dan verifikator, dokumentasi Via

Persiapan penyambutan tim sudah dilaksanakan sekolah sejak hari Rabu.  Di samping menyiapkan lokasi-lokasi yang akan dikunjungi seperti UKS, tempat pembuangan sampah , toilet juga kantin,  kader UKS sebagai tim penyambut tamu juga disiapkan.

Di Kamis pagi secara khusus Ibu Sri Hastuti memberikan pengarahan pada siswa tentang UKS dan gaya hidup sehat.

Dalam pengarahannya Ibu Hastuti  menyampaikan tentang apa itu UKS juga program dan tujuannya.

UKS atau Usaha Kesehatan Sekolah adalah wahana belajar untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat dan membentuk perilaku hidup sehat saat usia sekolah

Tujuan UKS adalah untuk membina dan meningkatkan kesehatan anak usia sekolah, meningkatkan sikap dan keterampilan untuk melaksanakan pola hidup sehat, bersih dan sehat dalam bentuk fisik, dan bebas dari pengaruh dan pengguna obat- obatan terlarang.

Pengarahan oleh Ibu Hastuti, dokumentasi pribadi

Sesudah pembinaan pagi oleh Ibu Sri Hastuti,  menjelang kedatangan tim verifikator siswa diajak bersih-  bersih lingkungan sekitar kelas.

Sekitar pukul setengah sebelas tamu yang ditunggupun tiba.  Rombongan tim verifikator diikuti antara lain oleh wakil dari dinas pariwisata,  dinas pendidikan, dinas kesehatan.

Kedatangan tamu disambut oleh tim Paskibra,kepala sekolah, guru-guru dan staf TU di depan pintu masuk. Setelah penyambutan, tim diajak menuju aula Bintaraloka 2 dan acara seremonialpun dimulai. 

Acara di Bintaraloka 2 dengan pemandu Mr.Sony, dokumentasi B.Any
Suasana penyambutan, dokumentasi Vigil

Acara di Bintaraloka 2  berjalan dengan lancar dan dipandu oleh Mister Sony.  Acara dibuka dengan doa,  dan dilanjutkan dengan sambutan dari Ibu Kepala Sekolah, sambutan dari tim verifikator dan diakhiri dengan penyerahan cindera mata dari Ibu Kepala sekolah.

Penyerahan cindera mata, dokumentasi Vigil

Sesudahnya rombongan segera berpencar untuk berkeliling sekolah dengan didampingi bapak/ibu yang bertugas.  Ada yang menuju kantin, perpustakaan, UKS, juga sekitar toilet. Lantai satu maupun dua tidak lepas dari kunjungan tim.

Kunjungan tim ke UKS, dokumentasi Via
Kunjungan ke perpustakaan, dokumentasi Via

Sekitar pukul 12 acara kunjungan berakhir.  Sebelum meninggalkan Bintaraloka  semua berfoto bersama di lapangan volly.

Semoga kunjungan verifikator kota sehat untuk lokus sekolah ini kian memberikan semangat pada warga Bintaraloka untuk selalu melaksanakan gaya hidup sehat, dan menjaga citra SMP Negeri 3 Malang sebagai sekolah sehat.

Kunjungan ke kantin, dokumentasi Vigil

Ya,  pembiasaan hidup sehat harus terus-menerus dilakukan,  karena seperti jargon UKS bahwa Sehat Dimulai dari Kita.

Salam UKS!

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, Penanaman Karakter Baik dan Keteladanan

Saat asesmen, dokumentasi pribadi

Tak terasa sudah sudah dua bulan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila tema satu dilaksanakan di sekolah. Satu minggu lagi tema akan berganti dengan yang lain. Ya, sesuai rencana di pertengahan September kami harus masuk ke tema dua. Rencananya dalam satu tahun ada tiga tema yang akan dilakukan sekolah.

Dalam pelaksanaan projek yang tidak begitu lama tersebut ternyata ada banyak hal yang bisa didapatkan, meski sebagai hal baru pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila ini menyimpan banyak kendala di lapangan.

Tentang Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Salah satu kegiatan projek, deklarasi bersama tokoh agama, dokumentasi Pak Fabi

Dalam implementasi Kurikulum merdeka projek penguatan profil pelajar Pancasila memegang peranan yang sangat penting. Banyak jam yang diambil oleh projek ini adalah 20-30% dari seluruh jam pelajaran.

Projek bertujuan untuk membentuk karakter pelajar Pancasila yang meliputi beriman dan bertakwa pada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berkebhinekaan global, gotong royong, mandiri, kreatif dan bernalar kritis.

Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila menuntut guru agar bisa bekerja secara kolaboratif. Kolaborasi lintas ilmu yang baik akan menjadi kunci sukses atau tidaknya sebuah projek. Kolaborasi ini berwujud merencanakan projek, memfasilitasi, dan menjalankan asesmen. Karenanya sebelum melaksanakan  Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila sekolah membentuk komite pembelajaran yang salah satu tugasnya adalah memfasilitasi projek tersebut.

Setelah melalui beberapa kali diskusi dalam komite pembelajaran, ditetapkan tiga projek yang akan dilakukan dalam satu tahun. Komite pembelajaran dibagi menjadi tiga tim sesuai jumlah projek yang akan dilaksanakan dalam satu tahun.

Tugas tiap tim adalah bertanggung jawab atas pelaksanaan projek secara keseluruhan. Mulai dari merencanakan, menyusun modul ajar, melaksanakan juga asesmen.

Diskusi rencana kegiatan projek, dokumentasi Bu Any

Ada empat prinsip dalam menerapkan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.
Pertama adalah holistik, yang bermakna memandang sesuatu secara utuh dan menyeluruh, tidak parsial atau terpisah-pisah.

Dengan berpikir holistik maka siswa akan belajar untuk menelaah sebuah tema secara utuh dan melihat masalah dari berbagai segi secara mendalam.

Kedua adalah kontekstual. Artinya tema projek yang diambil adalah nyata dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Prinsip ini mendorong sekolah agar dapat menjadikan lingkungan sekitar dan realitas kehidupan sehari-hari sebagai bahan utama pembelajaran.

Ketiga adalah berfokus pada peserta didik. Artinya pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk menjadi subjek pembelajaran yang aktif mengelola proses belajarnya secara mandiri. Pendidik berperan sebagai fasilitator dan mendorong siswa agar belajar maksimal.

Siswa bisa mengeksplor kemampuannya lewat kegiatan projek, dokumentasi Yuliana

Keempat adalah eksploratif. Artinya projek ini membuka ruang yang lebar bagi proses inkuiri dan pengembangan diri siswa.

Berdasarkan keempat prinsip tersebut sekolah mengambil tiga tema dari tujuh tema yang disediakan. Tema yang diambil adalah Bangunlah Jiwa dan Raganya, Gaya Hidup Berkelanjutan dan Bhineka Tunggal Ika.

Pelaksanaan projek tiap tema diatur sedemikian rupa secara detail oleh tim penanggung jawab.

Tujuannya jelas, agar semua berjalan lancar dan siswa bisa belajar secara efektif. Dalam pelaksanaannya beberapa kali sekolah mengundang narasumber dari luar untuk memberikan pemahaman yang lebih, juga agar siswa bisa melihat sebuah masalah dari berbagai sudut pandang.

Projek tema satu berjalan lancar. Narasumber bisa memberikan banyak informasi yang bermanfaat bagi siswa, demikian juga siswa sangat antusias dalam mengikuti pemberian materi dan pengerjaan tugas.

Narasumber dari Polresta, dokumentasi Pak Fabi

Kerjasama dan integritas guru–guru yang tergabung dalam tim penanggung jawab projek sungguh patut diacungi jempol.  Tanpa kerjasama yang baik mustahil projek akan berjalan lancar.

Berbagai ice breaking diberikan pada siswa disela-sela pengerjaaan projek, sehingga semangat yang sempat memudar karena bosan bisa bangkit kembali.

Ada beberapa catatan berharga yang bisa diambil dari kegiatan projek selama ini. Di antaranya adalah:

1. Modul dan arahan yang jelas membuat mayoritas siswa bisa tetap belajar meski dalam suasana yang lebih ‘bebas’. Seperti yang diharapkan dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yaitu agar semua siswa bisa ‘merasakan pengalaman’ belajar. Namun yang tak kalah penting dalam pelaksanaan projek pengawasan yang lebih dari guru juga sangat diperlukan.  Jangan sampai siswa bekerja tak tentu arah. Ada siswa yang benar-benar bekerja dalam timnya, namun ada pula yang hanya bermain-main dan menggantungkan diri pada rekan satu tim. Di sini kejelian guru sangat berperan, dan guru harus selalu mengingatkan siswa yang kurang serius dalam belajar.
2. Koordinasi dan komunikasi yang baik dari para guru yang tergabung dalam tim fasilitasi projek amat menentukan sukses atau tidaknya projek.
Tidak bisa dipungkiri guru yang berasal dari mapel yang berbeda juga generasi yang berbeda sering mempunyai cara pandang yang berbeda terhadap sebuah masalah dan cara mengatasinya.

Dengan bergabung dalam tim fasilitasi semua guru bisa belajar untuk berkolaborasi , saling menghormati dan menghargai berbagai perbedaan yang mungkin timbul.

Berkolaborasi dalam tim, dokumentasi Pak Fabi

Satu mutiara berharga yang bisa diambil dari kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila adalah siswa dan guru sama- sama belajar mengembangkan karakter baik lewat kerjasama dalam tim mereka.

Di samping untuk kelancaran projek, kerjasama yang baik dari bapak ibu guru dalam tim sangat diperlukan karena guru adalah role model pendidikan karakter bagi siswa di sekolah.

Ya, guru adalah teladan dari penanaman karakter baik pada para siswa. Siswa akan banyak mencontoh dari apa yang dilakukan guru.

Bukankah strategi yang paling efektif untuk menanamkan karakter baik pada siswa adalah lewat keteladanan?

Salam edukasi …:)