Sedapnya Nasi Tutug Oncom, Sebuah Hidangan Khas Pasundan

Udara Bandung begitu panas hari itu. Lalu lintas yang begitu padat benar-benar punya andil besar untuk menaikkan suhu udara Kota Kembang.

Gojek yang saya naiki berjalan cepat. Pengemudinya begitu piawai berjalan zig zag mencari celah di antara kendaraan kendaraan besar. Wih..

Sampai di belakang sebuah rumah tiba-tiba Pak Gojek berhenti.
“Rumahnya di sini,Buk?”
Waduh, Mateng aku.. padahal ini kunjungan pertama ke rumah teman SMA.
“Nah, saya tidak tahu ini Pak, saya ceritanya kan lagi berkunjung,”
“Oh ya? Kalau begitu saya cek alamatnya,” kata Pak Gojek sigap. Sementara alamat dicek , saya mencoba menelepon.

“Alin ya?” sebuah teriakan datang dari rumah besar di depanku. Aih, suara yang sangat akrab terasa. Betapa tidak? Itu suara teman dimana selama SMP dan SMA kami selalu bersama. Bahkan kami sebangku saat SMA.
Pintar nian Pak Gojek, pikir saya. Langsung cari langsung ketemu.

Sepeninggal gojek saya segera diajak masuk rumah. Aih, kangen sekali rasanya. Betapa lama kami tidak bertemu.

Obrolan lari ke sana- sini. Tentang anak dan masalahnya, tentang masa sekolah, tentang Malang juga Bandung dan banyak lagi. Segelas minuman bandrek, tempe goreng juga pizza buatan sendiri membuat suasana terasa begitu akrab.

Buatan sendiri? Iya.. benar.. buatan teman saya sendiri.
Teman saya satu ini sejak dulu memang pintar memasak. Buktinya apa? Dulu ketika dia masih sering membantu ibuknya membuat kue pastel, ‘pijatannya’ pada tepian pastel selalu menghasilkan tekstur yang begitu rapi. Jauh sekali dengan pastel buatan saya yang gendut dan tidak teratur..😁🙈

Namanya orang pintar masak, kesempatan apapun bisa dibuat masak. Nah, siang itu saya selain pizza saya juga dibuatkan masakan asli Sunda, namanya nasi tutug oncom.

Wah, apa pula ini. Oke, simak ya..
Nasi tutug oncom seperti namanya terbuat dari nasi dan oncom yang ditutug atau dihancurkan dengan ditambah bumbu-bumbu tertentu.

Bahan yang disiapkan untuk membuat nasi tutug oncom adalah nasi, oncom (menjes, atau tempe kacang), cabe, brambang, bawang, kencur dan sedikit terasi.

Nah bagaimana cara membuatnya?
Pertama potong-potong oncom atau tempe kacang kira-kira setebal 1 cm ( seperti saat kita mau membuat tempe goreng) lalu digoreng. Berikutnya hancurkan oncom goreng (tapi tetap agak kasar) dengan sendok atau ulegan.

Siapkan bumbu yaitu bawang putih, bawang merah, cabe, terasi dan kencur yang dihaluskan. Tambah sedikit gula dan garam.

Bumbu yang dihaluskan tadi lalu digoreng dengan sedikit minyak dan dicampurkan ke oncom yang dihancurkan tadi.

Oncom dan bumbu dicampur, dokumentasi pribadi

Langkah berikutnya, ulet (campurkan) nasi dengan oncom yang sudah diberi bumbu sampai rata dan ditambah kerupuk yang dihancurkan.

Nasi putih, oncom dan bumbu, Dokumentasi pribadi
Nasi diulet dengan oncom dan kerupuk, dokumentasi pribadi

Terakhir, cetak. Dan taraaa… Hidangan nasi tutug oncom sudah siap dinikmati dengan ditemani kerupuk yang dihancurkan dan empal gepuk serta kerupuk gendar.

Mencetak nasi tutug oncom, dokumentasi pribadi
Nasi tutug oncom siap dinikmati, dokumentasi pribadi

Rasanya? Jangan ditanya.. maknyus pastinya. Nasi Punel berpadu dengan gurihnya oncom, pedas dan sedapnya bumbu serta manisnya empal gepuk. Aih, nikmat Tuhan yang mana yang akan kamu dustakan?

Siang itu dengan ditemani sepiring nasi tutug oncom obrolan kami kian berlanjut.

Ketika jam hampir menunjukkan pukul setengah dua saya berpamitan. Bertemu teman, saling bercerita, makan bersama benar-benar bisa sedikit mengurai kesuntukan pikiran karena masalah yang ada.

Sebuah cerita manis dari kota Bandung. Terima kasih nasi tutug oncom ya.. di Malang pasti akan saya praktekkan. He..he…🤗🤗

Baca juga:

Pentingnya Membuat Kesepakatan Kelas di Awal Tahun Pelajaran

Tak berapa lama lagi kita akan masuk tahun ajaran baru. Tahun ajaran baru, siswa baru, tantangan baru dan semangat baru pula.

Ada banyak tugas yang harus dipersiapkan guru menjelang tahun ajaran baru. Program mengajar satu tahun kedepan juga program dari tugas tambahan guru.

Salah satu tugas tambahan guru di sekolah adalah menjadi wali kelas. Wali kelas bisa diibaratkan orang tua siswa di sekolah. Guru yang paling dekat dengan siswa sekaligus orang tua adalah wali kelas.

Segala permasalahan berkaitan dengan pembelajaran siswa, walikelas wajib tahu. Bahkan kadang yang berkaitan diengan masalah di rumah pun wali kelas perlu tahu. Sebab tidak bisa dipungkiri bahwa di antara siswa mengalami masalah dalam pembelajaran, ternyata penyebabnya adalah masalah di rumah.

Tugas walikelas yang juga sangat penting adalah harus bisa membentuk suasana kelas yang kondusif untuk belajar.
Suasana kelas yang terbuka, akrab, namun tetap memperhatikan aturan dan norma-norma yang ada.

Ilustrasi berdiskusi membuat kesepakatan kelas, sumber gambar: detik health

Agar suasana belajar di kelas bisa berjalan kondusif, sesuai yang diharapkan guru maupun siswa, perlu kiranya ada aturan-aturan yang harus ditaati warga kelas. Aturan yang berkaitan dengan disiplin ataupun hal-hal yang berkaitan dengan saat pembelajaran berlangsung.

Agar aturan lebih bisa diterima dan ditaati oleh seluruh warga sebaiknya dibuat melalui kesepakatan kelas.

Mengapa kesepakatan? Dalam pelaksanaannya, ternyata ada perbedaan yang jauh antara aturan yang dibuat guru dan aturan yang disepakati oleh kelas. Aturan yang dibuat oleh kelas biasanya lebih dipatuhi seluruh warga kelas karena mereka ikut terlibat dalam penyusunannya.

Lalu apa saja hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuat kesepakatan kelas?

Satu : Sosialisasi
Guru harus menjelaskan pada siswa tentang maksud dan tujuan pembuatan kesepakatan kelas.

Dua : Diskusi
Guru meminta pendapat siswa dalam kelas tentang apa saja yang perlu dicantumkan dalam kesepakatan kelas. Kesepakatan berisi apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan warga kelas.

Tiga : Partisipasi
Dalam diskusi diusahakan semua siswa berpendapat. Jika memungkinkan perlu ditanya satu persatu tentang apa yang perlu dimasukkan dalam kesepakatan kelas.

Yang perlu diingat guru juga bagian dari kelas, sehingga guru bisa memberikan masukan dari aturan yang sudah disampaikan siswa

Empat : Konsekuensi
Dalam membuat kesepakatan juga dibicarakan mengenai konsekuensi jika melanggar aturan kelas. Konsekuensi harus disetujui semua warga kelas.
Jika semua sudah sepakat, perlu kiranya kesepakatan itu ditempelkan di dinding kelas sebagai pengingat semuanya.

Kesepakatan/komitmen kelas ditempel di dinding kelas, dokumentasi pribadi

Lalu apa saja yang perlu ada dalam kesepakatan kelas?

Satu : Kesepakatan untuk menjunjung nilai religius, contoh : sebelum pembelajaran dimulai semua warga kelas harus berdoa dengan dipimpin ketua kelas

Dua : Kesepakatan untuk menjaga kebersihan kelas, contoh: setiap siswa wajib melaksanakan piket sesuai dengan hari yang sudah ditentukan.

Melaksanakan piket sebagai wujud pelaksanaan kesepakatan menjaga kebersihan, dokumentasi pribadi

Tiga : Kesepakatan untuk disiplin waktu ataupun izin jika tidak masuk sekolah, contoh: warga kelas harus datang tepat waktu. Jika tidak masuk ataupun terlambat harus ada pemberitahuan dari bagian tatib atau orang tua.

Empat : Kesepakatan tentang tata krama terhadap guru atau sesama siswa, contoh: Seluruh warga kelas diwajibkan berbicara dengan baik dan sopan.

Tidak boleh berkata kata kotor

Empat : Kesepakatan untuk menghargai sesama, contoh:
Seluruh warga kelas diwajibkan untuk saling menghargai.

Tidak boleh melakukan bullying dalam berbagai bentuk.

Lima : Kesepakatan untuk aktif dalam kegiatan sekolah, contoh: Dalam berbagai event yang diadakan sekolah, kelas harus aktif mengikuti dengan mengirimkan perwakilannya.

Mengikuti event sekolah, dokumentasi pribadi

Masih banyak lagi hal-hal yang bisa dimasukkan dalam kesepakatan kelas. Tentunya hal tersebut tergantung pada kondisi kelas masing-masing.

Harapannya dengan adanya kesepakatan yang baik di awal pembelajaran, akan tercipta suasana kelas yang menyenangkan, sehingga siswa dapat belajar dengan nyaman.

Kesepakatan kelas juga membuat siswa merasa lebih dihargai karena mereka ikut dilibatkan dalam membuat peraturan kelas. Hal tersebut berdampak pada tumbuhnya rasa tanggung jawab siswa untuk mentaati peraturan kelas.

Semoga bermanfaat, salam edukasi..;)

Cafe Sawah, Sensasi Makan Bersama di antara Cantiknya Hamparan Sawah

Waktu kira- kira menunjukkan pukul setengah satu siang ketika mobil kami memasuki kawasan Cafe Sawah. Langit mulai meredup, tidak sepanas tadi ketika kami meninggalkan Santerra de Laponte.

Berfoto dekat pintu masuk Cafe Sawah, dokumentasi pribadi

Cafe Sawah Pujon Kidul berlokasi di Desa Wisata Pujon Kidul, Pujon, Malang, Jawa Timur. Kawasan ini termasuk wilayah Desa Wisata Pujon Kidul.

Jalan menuju kawasan Cafe Sawah dipenuhi oleh pedagang yang menjual aneka baju, cindera mata, aneka sayur, buah, hasil bumi juga aneka makanan.

Pintu masuk Cafe Sawah, dokumentasi pribadi

Ya, Pujon yang terletak di dataran tinggi terkenal sebagai penghasil sayuran dan buah-buahan. Karenanya di kiri kanan jalan banyak dijual brokoli, wortel, jeruk, sawi, kentang, terong, cabe, tomat, bahkan bentul dan jahe.

Penjual pohon keju, dokumentasi pribadi

Sebelum masuk Cafe Sawah kami mampir untuk membeli pohong keju dan tahu. Mbak penjual pohong bercerita bahwa Cafe Sawah dibuka sampai sekitar jam setengah enam sore. Dan selama liburan ini pengunjung demikian banyak.

Perjalanan dilanjutkan. Kami melewati tempat wisata petik sawi. Tampak di situ beberapa anak dengan dipandu para petani diajak untuk memetik sawi.

Wisata petik sawi, dokumentasi pribadi

Sampai di bagian dalam Cafe Sawah, kami langsung menuju tempat makan. Berbagai hidangan disajikan di sini dengan nuansa yang begitu akrab.

Wisata petik sawi, dokumentasi pribadi
Menuju tempat makan, dokumentasi pribadi

Kami bisa mengambil sendiri hidangan yang sangat familiar dengan keseharian kami. Nasinya ada tiga macam, nasi putih, nasi jagung dan nasi empog. Sementara pendamping nasi adalah urap, karedok, sayur pedas, sayur tewel, sayur belalo, bakwan, mendol , ayam goreng dan banyak lagi. Pendeknya semua lezat dan sedap.

Aneka hidangan yang akrab di lidah, dokumentasi pribadi

Saya sendiri mengambil nasi empog, tewel, belalo, mendol, telor dan sambal. Subhanallah.. mantap sekali rasanya. Ditambah dengan minumnya sari jeruk hangat.

Pemandangan cafe sawah dari tempat makan, dokumentasi pribadi

Makan siang kali ini benar benar terasa beda. Tentu saja, makan bersama sambil melihat hamparan sawah di kaki gunung memiliki sensasi tersendiri. Aih, sungguh nikmat Tuhan yang mana yang akan kamu dustakan?

Kolam dengan ikan yang besar dan jinak, dokumentasi

Setelah makan kami berfoto foto sebentar. Sejuknya hawa, indahnya sawah dan kecipak ikan di kolam, sungguh pemandangan yang menyegarkan mata.

Dekatvkolam ikan Cafe Sawah , dokumentasi pribadi

Acara terakhir adalah … belanja. Nah, ini acara yang sangat menyenangkan. Segarnya sayuran dan aneka hasil bumi membuat kami ingin membeli apa saja.

Penjual bentul, dokumentasi pribadi
Berbelanja aneka sayuran, dokumentasi pribadi
Puas berbelanja, dokumentasi pribadi

Di antara teman-teman ada yang membeli tomat, sawo, bentul, klampok, mangga dan slada. Saya sendiri membeli tomat dan terong. Wah, bisa dibayangkan bagian belakang mobil langsung penuh usai belanja di kawasan Cafe Sawah.

Matahari semakin turun ke barat. Explore di Cafe Sawah berakhir, dan saatnya kami meneruskan perjalanan ke Paralayang dan Taman Langit…

Salam jalan-jalan…😀

Baca juga :

Santerra de Laponte, Indahnya Hamparan Bunga dan Pesona Replika Bangunan Mancanegara

Pagi itu sebuah pesan singkat masuk ke WhatsApp saya.
“Bu, saya sudah dapat dua penumpang, dan sekarang otw Mbareng,”
Aha, akhirnya jadi juga apa yang sudah kami rencanakan beberapa hari ini. Healing-healing  bersama pesonatrans_dolan4six.

Sebelumnya kami sudah pernah melakukan perjalanan bersama pesonatrans_dolan4six, tepatnya ke Bedengan.

Indahnya bunga berbadu dengan replika bangunan Eropa, dokumentasi Buz
Replika berbagai bangunan mancanegara, dokumentasi pribadi

Nah, karena penasaran ingin healing lagi, berempat kami kembali menggunakan jasa biro perjalanan ini untuk jalan-jalan. Kali ini destinasi kami adalah ke daerah Pujon.

Bu Ari berperan sebagai guide. Ya, Bu Ari sangat faham dengan daerah Batu dan Pujon, dan sering mengunjungi tempat-tempat wisata di daerah sana.

Bahkan sambil bergurau kami mengatakan beliau adalah penguasa daerah Batu dan Pujon.

Bu Ari, sangat memahami daerah Batu dan Pujon, dokumentasi pribadi

Setelah melakukan perbincangan lewat grup WhatsApp, akhirnya diputuskan tujuan wisata adalah Santerra de Laponte, Cafe Sawah, Paralayang dan Taman Langit.

Setelah barang sejam perjalanan, sekitar pukul sepuluh mobil kami mulai memasuki kawasan wisata Santerra de Laponte.  Kami segera turun , sementara driver sekaligus fotografer kami Mas Rudy lebih memilih menunggu dengan sabar di mobil.

Bunga begonia yang berjajar rapi di kiri kanan jalan seakan menyambut kedatangan kami. Warnanya yang merah sedikit oranye menyala tertimpa sinar matahari.

Indahnya bunga begonia di kiri kanan jalan, dokumentasi pribadi
Deretan bunga lili , dokumentasi pribadi

Aih, bunga yang begitu cantik. Saya tiba-tiba ingat di masa kecil, saya dan teman-teman sering bermain-main bunga ini karena banyak tumbuh di kampung kami. Tapi tentu saja tidak secantik begonia yang kami lihat pagi ini.

Bunga lili dan tapak dara juga berjajar indah. Warnanya yang merah menyala dan oranye benar benar memanjakan penglihatan kami.

Tapak dara oranye, Dokumentasi pribadi

Kami segera masuk menuju tempat pembelian tiket. Di antara bunga-bunga yang ada di sekitar kami banyak dipasang peringatan-peringatan ataupun peraturan bagi para pengunjung Santerra de Laponte.

Membeli tiket, dokumentasi pribadi

Setelah membeli tiket masing masing Rp30.000,00 kamipun masuk lokasi wisata. Ah ya, harga tiket termasuk vocher untuk membeli minuman dan bunga di Santerra de Laponte.

Papan peringatan pengunjung, dokumentasi pribadi
Papan peringatan pengunjung, dokumentasi pribadi

Cantik dan menarik, itu kesan saya begitu terus masuk semakin jauh lokasi wisata ini.
Ya, konsep dari Santerra de Laponte adalah taman rekreasi beribu bunga yang dipadu dengan replika bangunan mancanegara. Ada sekitar 700 jenis tanaman bunga di sini. Luar biasa. Semua tertata dengan rapi dan indah.

Semua sudut tertata rapi dan indah di Santerra de Laponte, dokumentasi pribadi
Satu sudut Santerra de Laponte, dokumentasi pribadi

Di Santerra de Laponte juga terdapat  banyak replika bangunan dengan nuansa Korea, Jepang dan Eropa terutama  Belanda. Ya, hal tersebut tampak pada bangunan kincir angin, banyaknya pohon sakura dan replika bangunan rumah dan pertokoan yang berwarna-warni.

Di antara replika bangunan, dokumentasi Buz

Di tempat ini juga disediakan persewaan baju bagi pengunjung yang ingin merasakan sensasi berfoto dengan mengenakan pakaian dari Jepang, Belanda atau Korea. Aha, sangat menarik. Banyak pengunjung yang antri ataupun berfoto di lokasi tersebut.

Berfoto dengan latar belakang pertokoan Korea, dokumentasi Buz

Tempat rekreasi yang terletak di Jalan Truno Joyo, Desa Pandesari, Kecamatan Pujon ini tidak hanya menyajikan hamparan bunga yang begitu cantik dan spot foto yang menarik.
Santerra de Laponte  juga menyediakan berbagai wahana permainan seperti Rainbow Slide, Virtual Reality, Perahu Putar, Mini Outbound, Trampolin, Istana Balon, Mini Flying Fox, Santerra Flight, House Of Terror, Mobil Golf, Cinema 7D, Ontang-Anting, Robot Electric, Komedi Putar juga Bombom Car.

Rainbow Slide, dokumentasi pribadi

Karena areanya yang begitu luas yaitu sekitar 4ha, Santerra de Laponte juga menyediakan sewa sepeda dan mobil golf untuk berkeliling lokasi.

Berkeliling dengan mobil di Santerra de Laponte, dokumentasi pribadi

Jika kita lelah berkeliling, disediakan cafe sekaligus tempat rehat sambil melihat keindahan Gunung Banyak sebagai view-nya. Benar-benar tempat yang indah dan mengesankan.

Rehat, di belakang adalah view Gunung Banyak, dokumentasi pribadi

Sesudah azan Dhuhur berkumandang kami bersiap untuk kembali ke mobil. Tapi sebelumnya kami menggunakan voucher untuk membeli empat gelas minuman. Dua minuman coklat, satu lemon tea dan satu lychee tea

Sebenarnya kami juga hendak menggunakan voucher pembelian tanaman. Tapi tidak jadi karena kami pikir akan kesulitan meletakkannya di dalam mobil.

Tempat pembelian tanaman, dokumentasi pribadi
Menuju pintu keluar, dokumentasi pribadi

Seiring dengan mentari yang semakin naik kami meninggalkan Santerra de Laponte. Sepanjang perjalanan menuju tempat parkir bunga-bunga di kiri kanan kami seolah memberikan senyum yang terindah.

Ya, dengan perawatan dan kasih sayang yang baik, dengan senang hati tanaman akan mempersembahkan keindahannya bagi semesta.

Santerra de Laponte dilihat dari atas, dokumentasi pribadi

Akhirnya selamat tinggal Santerra de Laponte. Keindahan dan kecantikanmu akan senantiasa terpatri dalam ingatan kami.

Salam bunga…🤗

Sebuah Pagi di Car Free Day

Rungkad……Entek entekan
Kelangan kowe sing paling tak sayang
Stop mencintaimu
Gawe aku ngelu

Lagu dari Happy Asmara menghentak semangat kami pagi itu. Pertigaan Jalan Semeru dan Ijen sudah dipenuhi manusia. Ada yang menggunakan kostum komunitas masing-masing, banyak pula yang tidak. Tiap orang mengambil jarak sekitar dua lengan agar tidak saling bertabrakan ketika melakukan gerakan.

Pas di pertigaan ada sebuah panggung kecil untuk para pemandu senam.

Suasana Car Free Day, dokumentasi pribadi

Aha, itu adalah suasana Car Free Day di kawasan Semeru dan Ijen pagi ini.

Suasana Car Free Day kota Malang seperti biasa selalu ramai. Event yang di adakan setiap hari Minggu itu sungguh sayang untuk dilewatkan begitu saja.

Semua bergerak ( atau bergoyang?) selaras irama mengikuti sang pemandu senam. Ada sekitar lima orang yang menjadi pemandu senam di atas panggung. Gerakannya lincah, gemulai namun bertenaga.

Bergerak bersama , bergoyang bersama, dokumentasi pribadi

Wajah ceria tampak di mana-mana. Sedikit berlawanan dengan cuaca kota Malang pagi ini yang begitu mendung.

Selesai lagu Rungkad, irama mulai sedikit selow. Lagu Malang Seger berkumandang. Peserta senam semakin banyak, semua bergoyang sesuai irama. Saya dan dua orang teman menjadi bagian dari semuanya

Ketika irama beralih lebih keras, mulai dilakukan senam aerobik. Nah, ini…. Gerakan kami mulai tak karuan.

Ya, kami jarang ikut senam bersama seperti ini, jadi gerakannya jadi sering salah. Kami berpandangan sejenak lalu tertawa.

Jalan-jalan di CFD, dokumentasi pribadi

“Gak apa-apa… yang penting keluar keringat..,” kata teman saya menghibur diri, dan kamipun terus bergerak dengan penuh semangat.

Setelah empat lagu dan berkeringat, kamipun beranjak meninggalkan tempat senam. Jalan-jalan, itu agenda kami pagi itu.

Bagi kami warga Malang, Car Free Day selalu memiliki magnet tersendiri. Di kawasan itu tua, muda, anak kecil ikut bergembira bersama. Ada yang berjalan-jalan bersama keluarga, bertemu komunitas, bermain, mencari hiburan, promosi kegiatan, dan yang lainnya.

Berdatangan ke CFD, dokumentasi pribadi

Begitu banyaknya yang datang di CFD dimanfaatkan oleh para pedagang untuk menjajakan dagangannya. Dagangan bisa berupa makanan, baju, aksesoris juga mainan.

Penjual mainan di CFD, dokumentasi pribadi

Pedagang mainan ada di mana-mana. Persewaan mainan juga. Ada persewaan scooter yang mematok harga Rp10.000 tiap15 menit pemakaian. Wah, sangat menarik. Apalagi saya lihat penyewa scooter selalu datang silih berganti.

Persewaan scooter anak anak, dokumentasi pribadi

Di CFD kita juga bisa naik dokar (delman). Ongkosnya Rp10.000 perorang untuk satu kali naik. Sebenarnya kami ingin juga naik, tapi saat itu penumpang didominasi anak kecil, akhirnya kami mundur dulu.

Dokar dengan tarip Rp10.000,00 per orang, dokumentasi pribadi

Setelah sekian tahun tidak ke CFD, ada banyak yang berbeda. Salah satunya yang sangat mencolok adalah makanan yang dijual.

Satu stand makanan yang begitu laris adalah stand yang menjual makanan kekinian. Nama makanannya banyak yang menggunakan bahasa asing sehingga kami tidak berani mampir.

Makanan kekinian, dokumentasi pribadi

He..he.. benar benar kurang update. Masalahnya sebenarnya cuma takut tidak cocok di lidah saja.

Setelah berputar-putar di lokasi perbelanjaan yang berada di halaman Museum Brawijaya, kami memutuskan untuk istirahat dan makan soto ayam di pujasera. Menurut informasi dari teman- teman, pujasera ini selalu buka meski tidak pas penyelenggaraan CFD.

Soto ayam maknyus, dokumentasi pribadi

Nah, di pujasera ini makanan yang dijual cukup akrab dengan lidah kami. Seperti rawon, ayam geprek, soto ayam, soto daging dan lain-lain. Minumnya? Kami pilih es degan saja. Tapi esnya sedikit, maklum, hari masih pagi.

Duduk di pujasera sambil mengamati lalu lalang orang-orang sungguh mengasyikkan. Kebetulan di dekat Pujasera adalah stand mainan anak berupa kolam tempat memancing. Banyak sekali anak kecil yang duduk di situ dengan didampingi orang tuanya.

Kolam pemancingan anak anak, dokumentasi pribadi

Tak lama menunggu, soto ayam yang kami pesan datang. Wow, satu mangkuk penuh. Nasi, soto ayam, telur, sambel dan kerupuk. Benar-benar hidangan pagi yang mantap.

Setelah makan kami melanjutkan perjalanan. Pulang, itu tujuan utama. Ya, jam sudah hampir menunjukkan pukul setengah sepuluh pagi. Saatnya kami melakukan kegiatan yang lain di rumah.

Dalam perjalanan pulang saya menyempatkan diri mampir ke pedagang aksesoris. Biasalah, emak-emak, selalu tidak tahan melihat barang-barang cantik. Di situ kami membeli beberapa jepit dan karet pengikat rambut.

Membeli aksesoris, dokumentasi pribadi

Menuju tempat parkir, kami harus melewati tempat kami senam tadi. Di lokasi senam pengunjung semakin banyak, irama lagu semakin menghentak dan tampak pesertanya banyak yang masih muda. Aih, cocok sekali dengan iramanya.

Di tempat parkir bergegas kami mengambil sepeda. Setelah mengucapkan terima kasih pada Mas parkir sepeda kami melaju keluar lokasi CFD di sepanjang jalan Semeru.

Tampak banyak pengunjung yang berdatangan, demikian pula yang pulang seperti kami. Ada yang sekedar berkeringat seperti kami, banyak pula yang pulang dengan membawa banyak belanjaan.

Ada yang datang dan pergi, di CFD. Ada yang datang untuk berkegiatan ataupun rehat dari segala kegiatan yang sudah dilakukan selama satu minggu.

Ya, meski banyak yang berubah dari waktu ke waktu, CFD tetap menjadi tempat rekreasi yang murah meriah bagi warga Malang setiap hari Minggu.

Semoga bermanfaat, salam Minggu pagi…😊