Giat Bintaraloka Sambut Tim Verifikator Kabupaten dan Kota Sehat Provinsi Jawa Timur

Berfoto usai kegiatan, dokumentasi Vigil

Pagi ini Bintaraloka kembali menunjukkan kesibukan yang begitu istimewa.  Tentu saja,  hari ini SMP Negeri 3 Malang akan kedatangan tim verifikator Kabupaten dan Kota Sehat Provinsi Jawa Timur.

Persiapan menyambut kedatangan tim verifikator, dokumentasi pribadi

Program Kabupaten dan Kota Sehat ini bertujuan agar tercapai kondisi Kabupaten Kota bersih, aman, nyaman dan sehat untuk dihuni dan sebagai tempat bekerja bagi warganya dengan cara terlaksananya berbagai program-program kesehatan dan sektor lain sehingga dapat meningkatkan sarana, produktivitas dan perekonomian masyarakatnya.

Siap menyambut tim verifikator, dokumentasi pribadi

Kedatangan tim verifikator bertugas untuk memverifikasi data yang sudah dikirimkan kota ke propinsi apakah sesuai dengan kenyataan di lapangan.

UKS beserta tim dan verifikator, dokumentasi Via

Persiapan penyambutan tim sudah dilaksanakan sekolah sejak hari Rabu.  Di samping menyiapkan lokasi-lokasi yang akan dikunjungi seperti UKS, tempat pembuangan sampah , toilet juga kantin,  kader UKS sebagai tim penyambut tamu juga disiapkan.

Di Kamis pagi secara khusus Ibu Sri Hastuti memberikan pengarahan pada siswa tentang UKS dan gaya hidup sehat.

Dalam pengarahannya Ibu Hastuti  menyampaikan tentang apa itu UKS juga program dan tujuannya.

UKS atau Usaha Kesehatan Sekolah adalah wahana belajar untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat dan membentuk perilaku hidup sehat saat usia sekolah

Tujuan UKS adalah untuk membina dan meningkatkan kesehatan anak usia sekolah, meningkatkan sikap dan keterampilan untuk melaksanakan pola hidup sehat, bersih dan sehat dalam bentuk fisik, dan bebas dari pengaruh dan pengguna obat- obatan terlarang.

Pengarahan oleh Ibu Hastuti, dokumentasi pribadi

Sesudah pembinaan pagi oleh Ibu Sri Hastuti,  menjelang kedatangan tim verifikator siswa diajak bersih-  bersih lingkungan sekitar kelas.

Sekitar pukul setengah sebelas tamu yang ditunggupun tiba.  Rombongan tim verifikator diikuti antara lain oleh wakil dari dinas pariwisata,  dinas pendidikan, dinas kesehatan.

Kedatangan tamu disambut oleh tim Paskibra,kepala sekolah, guru-guru dan staf TU di depan pintu masuk. Setelah penyambutan, tim diajak menuju aula Bintaraloka 2 dan acara seremonialpun dimulai. 

Acara di Bintaraloka 2 dengan pemandu Mr.Sony, dokumentasi B.Any
Suasana penyambutan, dokumentasi Vigil

Acara di Bintaraloka 2  berjalan dengan lancar dan dipandu oleh Mister Sony.  Acara dibuka dengan doa,  dan dilanjutkan dengan sambutan dari Ibu Kepala Sekolah, sambutan dari tim verifikator dan diakhiri dengan penyerahan cindera mata dari Ibu Kepala sekolah.

Penyerahan cindera mata, dokumentasi Vigil

Sesudahnya rombongan segera berpencar untuk berkeliling sekolah dengan didampingi bapak/ibu yang bertugas.  Ada yang menuju kantin, perpustakaan, UKS, juga sekitar toilet. Lantai satu maupun dua tidak lepas dari kunjungan tim.

Kunjungan tim ke UKS, dokumentasi Via
Kunjungan ke perpustakaan, dokumentasi Via

Sekitar pukul 12 acara kunjungan berakhir.  Sebelum meninggalkan Bintaraloka  semua berfoto bersama di lapangan volly.

Semoga kunjungan verifikator kota sehat untuk lokus sekolah ini kian memberikan semangat pada warga Bintaraloka untuk selalu melaksanakan gaya hidup sehat, dan menjaga citra SMP Negeri 3 Malang sebagai sekolah sehat.

Kunjungan ke kantin, dokumentasi Vigil

Ya,  pembiasaan hidup sehat harus terus-menerus dilakukan,  karena seperti jargon UKS bahwa Sehat Dimulai dari Kita.

Salam UKS!

Kerja Keras itu Akhirnya Memberikan Hasil yang Membanggakan

Berbincang dengan Dinar, dokumentasi bu Utin

Siang itu saya berkesempatan untuk berbincang-bincang dengan Dinar. Siswa kelas 3.5.8 ini mempunyai nama lengkap Dinar Arini Putri Aryono. Nama yang cantik, secantik pemiliknya.

Kami berbincang ringan tentang apa saja, dan akhirnya pembicaraan mengarah ke Olimpiade Sains 2022.

Di balik pembawaannya yang kalem, ternyata Dinar menyimpan prestasi yang membanggakan. Prestasi sebagai peraih medali perunggu OSN 2022 untuk bidang IPA.

Final OSN 2022, dokumentasi pribadi B. Ahfi

Sebuah prestasi yang tentunya tidak diperoleh dengan cara yang mudah. Pastinya perlu perjuangan keras untuk meraihnya karena pesaingnya begitu banyak.

Ketertarikan Dinar pada olimpiade sudah dimulai sejak SD. Alumnus SD Model ini dulunya tertarik pada olimpiade matematika. Namun dalam perjalanan ternyata olimpiade IPA lebih menarik hatinya.

Bergelut di olimpiade IPA membuat Dinar dipercaya untuk menjadi salah satu kontingen Bintaraloka untuk mengikuti OSN saat masih duduk di kelas 7. Meski saat itu gagal, ia mulai belajar lebih keras dan menjadi peserta lagi di tahun 2022.

Begitu mendapat kabar bahwa ia berhak untuk masuk final, Dinar belajar semakin keras. Sebagai persiapan final, pembimbingan dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kota Malang di SMP 13.

Menjelang simulasi bersama pendamping, dokumentasi B.Ahfi

Final OSN diadakan secara daring, dan sebelum pelaksanaannya, dilakukan dua kali simulasi di mana tiap simulasi memakan waktu dua hari.

Simulasi hari pertama adalah simulasi tes observasi mengerjakan 4 soal esai terkait praktikum dalam waktu 150 menit

Sedangkan simulasi kedua berupa tes tulis dalam waktu 150 menit menyelesaikan 50 soal pilihan ganda (120 menit) dan 10 esai singkat (30 menit).

Semua tes dimulai pukul 09.00 dan peserta wajib on cam dan on mic di ZOOM puspresnas, yang sejak jam 08.00 telah tersambung dengan panitia dan Ibu Bapak Dewan Juri.

Peserta OSN diambil dari seluruh siswa passing grade Nasional dan dua perwakilan provinsi.

Jumlah total untuk IPA adalah 175 siswa dan yang berhak mendapatkan juara hanya 10 emas, 15 perak dan 20 perunggu serta kategori best experiment dan best theory.

Saat simulasi, dokumentasi pribadi B. Ahfi

Dan perjuangan keras itu akhirnya memberikan hasil yang membanggakan. Berkat perjuangan dan pendampingan dari Ibu Ahfi akhirnya Dinar berhasil meraih medali perunggu pada OSN tahun 2022 ini.

Pengumuman juara, dokumentasi pribadi B. Ahfi

Selamat Dinar, semoga ke depan semakin berprestasi dan memberikan inspirasi pada siswa yang lain untuk terus berjuang mengukir prestasi.

Berikut Hal-hal Penting yang Harus Diperhatikan Siswa Untuk Menghadapi ANBK

Siswa mengerjakan ANBK, dokumentasi pribadi

Dalam beberapa hari ini sisws SMP akan menghadapi ANBK. Jika tidak ada perubahan jadwal,  minggu depan adalah simulasi sedangkan ANBK dilaksanakan tanggal 19-22 September.

Siswa yang terpilih untuk mengikuti ANBK langsung ditentukan dari pusat , dan dipilih secara acak berdasarkan dapodik.

Siswa yang terpilih dianggap mewakili profil sekolah karena siswa  diambil dari level  atas,  bawah juga sedang.

Dalam ANBK siswa akan diminta untuk mengerjakan soal AKM,  survey karakter dan lingkungan sekolah.

Jadwal pelaksanaan ANBK, Sumber gambar: Suara.com

AKM adalah singkatan dari Asesmen Kompetensi Minimum. Mengutip Pusat Asesmen dan Pembelajaran Kemendikbud, AKM merupakan penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan oleh semua murid untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat.

Dari AKM akan diperoleh informasi akurat untuk memperbaiki kualitas pembelajaran di tiap sekolah, dan pada gilirannya akan meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

Indikator penilaian AKM adalah literasi baca dan literasi numerasi. Dalam kehidupan kedua literasi tersebut merupakan  kompetensi  mendasar yang dibutuhkan oleh semua orang, apapun profesi dan cita-citanya di masa depan.

Yang diujikan di ANBK, sumber gambar: Tribunnews.com

Kompetensi kedua literasi tersebut perlu dikembangkan lintas mata pelajaran,  jadi bukan hanya dari matematika dan Bahasa Indonesia saja. Hal ini akan mendorong guru semua mata pelajaran untuk lebih fokus pada pengembangan kompetensi membaca dan berpikir logis-sistematis.

Literasi membaca meliputi kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah, dan mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia agar dapat berkontribusi secara produktif di masyarakat.

Sedangkan literasi numerasi meliputi kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat Matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan untuk individu sebagai warga negara Indonesia dan dunia.

Lalu pembiasaan atau hal apa yang perlu diperhatikan untuk menghadapi ANBK utamanya AKM?

1. Gemar membaca

Kebiasaan membaca, dokumentasi pribadi

Kebiasaan membaca akan membuat siswa lebih mudah memahami isi bacaan. Hal yang sangat dibutuhkan karena kebanyakan soal AKM memiliki stimulus bacaan yang panjang.

2. Sering mengerjakan latihan soal

Ala bisa karena biasa.  Lakukan kebiasaan mengerjakan latihan soal AKM. khususnya soal numerasi. Paling tidak 2-3 soal setiap hari.  Semakin sering mengerjakan latihan soal, siswa akan semakin mudah memahami soal  AKM.

3. Baca soal dengan teliti dan hati-hati

Kebiasaan siswa adalah tergesa-gesa menentukan jawaban tanpa membaca dengan teliti.  Kebiasaan yang sangat merugikan karena pilihan jawaban yang tersedia kadang hampir sama.

4. Kenali bentuk soal dan kerjakan terlebih dulu soal yang dianggap paling mudah.

Ada lima bentuk soal AKM yaitu pilihan ganda,  pilihan ganda kompleks, isian singkat,  menjodohkan, dan menentukan benar atau salah. Pahami baik baik cara menjawab soal. Di sinilah pentingnya mengikuti simulasi,  karena siswa akan diajari cara mengklik atau menjawab soal. Yang tak kalah penting,  untuk menghemat waktu jangan lupa kerjakan dulu soal yang mudah.

Pilih soal yang mudah, dokumentasi pribadi

5. Cari dan coret pilihan jawaban yang salah

Ini adalah satu trik untuk menyortir jawaban. Trik yang sangat bermanfaat apalagi jika pilihan jawabannya hampir sama atau agak panjang.  Coret jawaban yang salah,  yang tersisa itu lah jawaban yang benar.

6. Perhitungkan jumlah soal dan pertimbangkan dengan waktu. Jangan sampai karena terlena dengan soal yang panjang kita jadi lupa waktu,  sehingga berlama lama di soal yang sulit.

7. Lakukan cek dan ricek. Biasakan mengecek ulang jawaban sebelum disubmit, agar tidak kecewa di belakangnya. 

8. Yang tak kalah penting adalah menjaga kondisi badan agar tetap sehat.

Karenanya penting kerjasama dengan orang tua agar selalu memberikan motivasi dan menjaga kondisi siswa.

Zoom bersama orang tua siswa untuk motivasi ANBK, dokumentasi P.Aksan

ANBK memang tidak berpengaruh pada kenaikan dan kelulusan siswa. Hasil ANBK nantinya dipakai sebagai proses perbaikan pembelajaran di sekolah ke depan. Meski demikian alangkah baiknya jika siswa yang terjaring ANBK mempersiapkan diri sebaik mungkin.

 Ya,  sebagai duta sekolah diharapkan siswa yang terjaring ANBK bisa melaksanakan tugas sebaik-baiknya agar didapatkan data yang valid tentang proses pembelajaran di sekolah, sehingga bermanfaat untuk perbaikan proses pembelajaran ke depannya.

Salam Edukasi…:)

Menceritakan Kembali, Sebuah Pengembangan Gerakan Literasi Sekolah

Penampilan Imraan 3.3.5, dokumentasi Anggita

Pagi itu siswa sudah duduk di lapangan sesuai dengan kelas masing-masing. Beberapa siswa tampak sudah siap untuk mewakili kelasnya dalam gerakan literasi pagi ini, yaitu menceritakan kembali isi buku yang sudah dibaca.

Dalam kegiatan pagi ini secara bergantian siswa maju ke depan untuk bercerita kepada teman-temannya tentang buku yang sudah dibaca serta pesan apa yang disampaikan lewat buku tersebut.

Tentang Gerakan Literasi Sekolah

Literasi membaca, Sumber gambar: PKBM Himata Tangerang

Gerakan Literasi Sekolah adalah sebuah gerakan dalam upaya menumbuhkan budi pekerti siswa yang bertujuan agar siswa memiliki budaya membaca dan menulis sehingga tercipta pembelajaran sepanjang hayat.

Salah satu implementasi GLS tertuang dalam Permendikbud No. 23 Tahun 2015, yaitu penumbuhan minat baca melalui kegiatan 15 menit membaca.

Ada tiga tahap dalan kegiatan literasi sekolah yaitu:

1. Tahap pembiasaan
Pada tahap ini kegiatan literasi bertujuan untuk kesenangan. Melalui kesenangan itulah diharapkan minat baca dan tulis  siswa akan tumbuh. Tahap pembiasan dilakukan dengan dua cara, yaitu membaca nyaring oleh dan membaca dalam hati.

2. Tahap pengembangan
Tahap pengembangan adalah tindak lanjut dari tahap pembiasaan. Pada tahap pengembangan ini, diharapkan kemampuan dan keinginan membaca para peserta didik sudah mulai muncul, dan supaya minat membacanya tidak hilang, dibutuhkan kegiatan–kegiatan  pengembangan seperti .memberikan komentar, baik secara lisan maupun tulisan, pada buku yang sudah dibaca.

3. Tahap pembelajaran
Tahap pembelajaran ini merupakan tindak lanjut dari tahap  pengembangan. Kegiatan tahap ini dilakukan untuk mendukung pelaksanaan kurikulum di sekolah dengan cara mewajibkan siswa membaca buku  nonteks pelajaran yang dikaitkan dengan pembelajaran di sekolah.

Penampilan dari siswa kelas 3.1.9, dokumentasi Anggita
Penampilan dari Pramesti 3.1.4,dokumentasi Anggita
Penampilan dari Uke 2.3.1, dokumentasi Anggita

Ada hal yang sangat  menarik pagi ini.  Untuk mendapat giliran maju ke depan siswa berebut angkat tangan, sehingga kadang Pak Herianto agak bingung untuk memilih siswa yang harus maju.

Buku yang diceritakan siswapun bermacam-macam. Mayoritas adalah buku fiksi, ada yang romance ada pula yang horor.

Bergantian siswa maju dan tampil dengan penuh percaya diri, menceritakan isi buku yang sudah dibaca sambil menunjukkan bukunya.

Penampilan dari 3.5.8, dokumentasi Anggita

Ada banyak manfaat yang bisa diambil dari kegiatan menceritakan kembali ini, di antaranya adalah:
1. Menginspirasi siswa lain untuk suka membaca.
2. Memperkaya  kosa kata..
3. Menambah informasi dan wawasan baru.
4. Mengasah daya ingat melalui membaca.

Mendengarkan siswa bercerita seolah kita diajak bertualang ke mana saja. Banyak wawasan baru juga pelajaran berharga yang bisa diambil dari sebuah buku.

Ya, Buku adalah jendela dunia, dan dengan buku kita bisa bebas berpetualang ke mana saja.

Salam Literasi

Belajar Menjadi Konten Kreator Melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Mengambil gambar di depan lobby, dokumentasi Pak Fabi

Layar LCD mulai memunculkan gambar. Dua orang tampak duduk di sebuah tempat yang tinggi. Satu berbaju putih putih, satunya hitam-hitam. Dua-duanya membawa buku tebal. Siapa mereka?

Yang berbaju putih tampak suntuk. Tidak ada yang dikerjakan, bahkan saking bosannya sampai temannya ditinggal tiduran. Sementara yang berbaju hitam tampak begitu sibuk menulis dan mengamati apa saja yang terjadi di bawahnya. Mengamati sepak terjang manusia dan terus menambahkan catatan dalam bukunya. Teman berbaju putih di sebelahnya benar benar ‘dicueki’.

Akhir adegan, karena tidak ada yang dikerjakan dan semakin suntuk, yang berbaju putih membanting buku dan  pergi. Kamera mengambil gambar buku tebal tadi dari dekat. Terdapat tulisan besar di cover buku.  Catatan Amal Kebaikan di buku yang satu dan Catatan Amal Keburukan di buku yang lain.

Pertanyaan langsung terjawab. Ternyata keduanya adalah malaikat pencatat amal kebaikan dan amal keburukan manusia.

Ada pesan yang ingin disampaikan di sini. Kian hari betapa banyak manusia yang berbuat jahat, dan manusia yang berbuat baik semakin sedikit. Apa akibatnya? Malaikat pencatat amal keburukan makin sibuk sementara pencatat amal kebaikan semakin ‘tidak ada kerjaan’. Sebuah cara yang cerdas untuk menyampaikan masalah spiritual, tentang kebaikan dan kejahatan.

Adegan tersebut terdapat pada film pendek Menulis Untuk Tuhan karya Bhekti Setyowibowo seorang kontent kreator asal Malang. Video mengambil lokasi di bagian atas Pasar Besar dan dibuat tanpa terlalu banyak dialog dan dengan durasi waktu yang tak begitu lama. Meski begitu isinya langsung mengena di hati penontonnya.

Ya, Jumat pagi itu Bintaraloka mengundang Bhekti Setyowibowo untuk memberikan inspirasi dan tips untuk menjadi konten creator sebagai salah satu rangkaian kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Aula Bintaraloka I.

Dialog dengan konten kreator, dokumentasi Pak Fabi

Dalam kegiatan sebelumnya tentang Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila  Tema 1 yaitu Aku Bijak Berinternet, Bintaraloka  telah mengundang narasumber dari Dinas Kominfo, Polresta dan Tokoh Agama. Ketiganya banyak menyoroti sisi negatif dari internet.

Nah, di narasumber yang keempat ini diadakan tinjauan tentang internet dengan kacamata yang lain yaitu sisi positif internet sebagai wadah menuangkan kreativitas dan salah satunya adalah menjadi konten kreator.

Tidak bisa dipungkiri bahwa menjadi konten kreator termasuk salah satu cita-cita anak zaman sekarang. Apalagi ada banyak contoh konten kreator yang menjadi idola mereka yang meraih kesuksesan. Melalui projek ini juga ditekankan bagaiman cara menjadi konten kreator yang baik, tidak hanya untuk mencari uang, tapi yang kontennya bisa menyampaikan pesan tertentu.

Konten kreator adalah orang yang membuat konten edukatif atau menghibur sesuai keinginan audiens. Konten yang dibuat oleh kontent kreator bisa bermacam-maca.  Seperti foto, video, digital art, podcast,tulisan dan lainnya. Konten-nya bisa dibagikan melalui berbagai media sosial yang sesuai.

Selain sebagai konten kreator video, Bhekti Setyowibowo adalah pengajar di Universitas Bina Nusantara. Mata kuliah yang diampu adalah Content Production, Workplace Ethics and Behavior dan Intercultural Communication.

Ide berasal dari masalah sederhana di sekitar kita, dokumentasi Bu Yuliana

Dalam pemberian materinya Mas Bhekti mengatakan bahwa ide untuk membuat sebuah konten biasanya berangkat dari kegelisahan atas apa yang terjadi di sekitar kita. Bisa dimulai dari hal hal yang sederhana, misal masalah terlambat datang ke sekolah, tidak mengerjakan PR dan lain-lain.

Ide-ide tersebut dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah konten yang enak untuk dinikmati dengan tetap memberikan sebuah pesan yang bermanfaat.

Sesudah mendapatkan inspirasi dan berbagai trik untuk membuat konten video yang baik pengetahuan siswa masih dipertajam lagi dengan pengarahan cara-cara mengedit video oleh Pak Fabi dan Joceline siswa kelas 9.5 di minggu berikutnya.

Materi dari Pak Fabi, dokumentasi Joceline
Materi dari Joceline, dokumentasi Pak Fabi

Kehandalan Pak Fabi dan Joceline dalam fotografi atau pembuatan video sudah tidak perlu diragukan lagi. Banyak foto atau video bagus yang lahir dari keduanya bersama tim BBC.

Dalam pemberian materi tentang edit video banyak pertanyaan yang muncul. Ini membuktikan bahwa siswa sangat antusias, karena hal tersebut sangat dekat dengan dunia mereka.

Ada pesan penting Pak Fabi dalam pemberian materi ini, yaitu pahami benar-benar perangkat yang dipakai untuk membuat video ( dalam hal ini HP), jangan takut untuk mencoba dan selalu ingin tahu.

Mendiskusikan ide, dokumentasi Pak Fabi

Sesudah pemberian materi, siswa diminta langsung praktik membuat video. Dengan bekerjasama dalam kelompok mereka membuat script, mengatur adegan, juga berusaha membuat dialog yang bagus.

Aksi sang sutradara, dokumentasi Bu Yuliana

Kerjasama, kekompakan, juga integritas siswa benar benar diuji di akhir tugas Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila ini. Siswa melaksanakan tugas dengan penuh kesungguhan. Ada yang bertindak sebagai sutradara, pemain ataupun editor.

Shooting di gazebo, dokumentasi Bu Yuliana

Pengambilan gambar dilakukan di lingkungan sekolah, dan tema yang diambilpun bermacam-macam.

Di akhir projek nantinya akan dipilih video terbaik untuk diupload di youtube SMP Negeri 3 Malang.

Bekerja sesuai peran masing-masing, dokumentasi Bu Yuliana

Sebuah projek yang sangat seru.
Melalui projek ini siswa belajar bagaimana membuat konten yang baik dengan memanfaatkan internet.

Ya, karena internet pada dasarnya hanyalah alat. Ia bisa menimbulkan mudharat, tapi juga manfaat yang begitu besar. Tergantung bagaimana kita menggunakannya.