Al Khawarizmi, Bapak Aljabar Hingga Algoritma

Al-Khawarizmi memiliki nama lengkap Abu Abdullah Muhammad bin Musa. Beliau dikenal dengan nama al-Khawarizmi karena berasal dari Khawarizm, sebuah daerah di timur laut Kaspia.

Al-Khawarizmi adalah muslim pertama dalam ilmu hitung matematika. Banyak kontribusi Al Khawarizmi dalam dunia ilmu pengetahuan, utamanya dalam bidang matematika dan astronomi.

Beliau adalah yang pertama kali memperkenalkan angka nol. Istilah aljabar, diambil dari judul karya matematika Al Khawarizmi terbesar, Hisab al-Jabr wa-al-Muqabala.

Buku ini dua kali diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, oleh Gerard dari Cremona dan Robert dari Chester pada abad ke-12 dan berisi beberapa ratus persamaan kuadrat sederhana dengan analisis dan juga dengan contoh geometris.

Al-Khwarizmi juga memperkenalkan angka Arab ke Barat, menggerakkan proses yang mengarah pada penggunaan sembilan angka Arab, bersama dengan tanda nol.

Sumber gambar: Banten Headline

Al-Khawarizmi  lebih dikenal di Barat dengan nama Algorisme. Ini yang menjadi asal mula istilah algoritma.  Algoritma menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti prosedur sistematis untuk memecahkan masalah matematis dalam langkah terbatas.

Selain terkenal di bidang matematika, Al-Khawarizmi juga ahli di bidang geografi dan praktisi astronomi. Bahkan, karyanya di bidang astronomi yang berjudul Zij al Shindhind adalah karya terpenting hingga saat ini, seperti yang dikutip dari buku “99 Tokoh Muslim Dunia for Kids” yang ditulis oleh Salman Iskandar.

Para ahli ilmu aljabar dunia, Leonardo Fibonacci dari Pisa pun mengaku berhutang pada al-Khawarizmi. Sementara, George Sarton, penulis sejarah matematika ternama, menyebut al-Khawarizmi sebagai salah seorang ilmuwan muslim terbesar dan terbaik pada masanya.

Sumber gambar: Kata Pengetahuan WordPress.com

Muhammad ibn Musa al-Khawarizmi meninggal di tahun 850 dan dikenang sebagai salah satu pemikir ilmiah paling penting dalam kebudayaan Islam awal.

Nah, di atas adalah biografi dari Al Khawarizmi yang dikenal sebagai bapak Aljabar dan Algoritma. Sangat inspiratif bukan?

Bagaimana pendapatmu sendiri tentang matematika dan aljabar? Tuliskan komentarmu di kolom yang tersedia di bawah.

Salam matematika…..:)

Baca juga:

Tantangan Kompasiana: “Aku Ingin Menggombal dengan Sederhana”

Menggombal ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Celakanya ada tantangan dari Kompasiana untuk Menggombal dengan Sederhana. He..he.. susah juga.. Dan ini adalah gombal hasil perenungan sekian jam untuk mencari wangsit..

Engkau suka aljabar
Aku suka aritmatika

Hatiku sungguh berdebar
Melihatmu lewat di depan mata

Lima tambah enam sama dengan sebelas
Dua tambah tujuh sama dengan sembilan

Ketika kau menatapku sekilas
Hati bergetar tak tertahankan

Bunga mawar berbau harum
Bunga melati sangatlah indah

Engkau tiba-tiba tersenyum
Hatiku pun menjadi sumringah

Contoh bilangan kuadrat adalah empat
Contoh bilangan prima dua puluh sembilan

Namun satu kata yang terucap
Membuat semangatku terbang tak karuan

Sumber gambar: detikHealth

(Dan ini yang kau ucapkan):

Lima kali lima sama dengan dua puluh lima
Ya, hari ini kita ulangan matematika

Hiks …….

Dua tambah tujuh sama dengan sembilan
Sembilan dikurangi satu sama dengan delapan

Sungguh kami sangat mengharapkan
Bu guru lupa kalau sekarang harus ulangan

Karena…

Dalam lingkaran ada radius
Pada
segilima ada diagonal
Cinta kami sungguh serius
Matematika nya saja yang jual mahal

baca juga:

More Than Words, Karena Cinta Lebih dari Sekedar Kata

Selamat Datang di Bumi Bintaraloka, Rombongan Tamu dari Kabupaten Gowa

Jam sudah menunjukkan pukul tiga sore itu. Namun suasana kantor guru masih begitu ramai. Ya, sebagian besar guru tertahan untuk pulang. Bukan saja karena hujan yang terus turun namun hari itu kami akan kedatangan tamu dari luar pulau. Tepatnya dari Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan.

Kedatangan rombongan tamu dari Gowa, dokumentasi pribadi

Rombongan yang datang jumlahnya berkisar 47 orang, terdiri atas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, Kabid Pendidikan Dasar dan Menengah, dan para kepala sekolah yang berasal dari 18 kecamatan di Kabupaten Gowa.

Persiapan penyambutan tamu, dokumentasi pribadi

Hujan turun semakin deras. Ketika jam hampir menunjukkan pukul setengah empat rombongan pun datang. Kami berjajar di depan lobby, juga di depan ruang guru untuk menyambut kedatangan tamu.

Siap menyambut tamu, dokumentasi pribadi

Dari lobby rombongan segera diarahkan menuju aula Bintaraloka 2, dan di sana acara seremonial pun dimulai.

Menyanyikan lagu Indonesia Raya, dokumentasi Cyin Any

Acara berisikan menyanyi Lagu Indonesia Raya dipimpin oleh Ibu Maria, sambutan dari tamu dan sambutan serta penjelasan Ibu Mutmainah Amini tentang penerapan IKM dan SMP Negeri 3 sebagai Sekolah Adiwiyata.

Sambutan dari tamu dan Ibu Kepala SMPN3, dokumentasi Cyin Any

Acara berlangsung demikian akrab. Apalagi perwakilan dari Gowa memberikan sambutan yang hangat dan penuh humor.

Setelah tanya jawab, acara dilanjutkan dengan penyerahan cindera mata dan berkeliling sekolah.

Acara berkeliling tidak begitu lama. Tentu saja , dalam satu hari rombongan dari Gowa mengunjungi tiga sekolah yaitu SMK Negeri 6, SMP Negeri 5 dan SMP Negeri 3 Malang.

Melihat angklung, dokumentasi pribadi

Sekitar pukul setengah lima rombongan pun berpamitan untuk melanjutkan rangkaian perjalanan studi banding berikutnya.

Akhirnya selamat jalan para tamu dari Kabupaten Gowa. Semoga keakraban dan silaturahmi di antara kita tetap terjaga. Dan tunggu kunjungan balasan kami ke sana..😁

Salam Bintaraloka…!

Baca juga:

Meningkatkan Kualitas Kesehatan Siswa Putri Melalui Kegiatan Screening Anemia

Tidak seperti biasanya pagi itu di Bintaraloka tepatnya di depan perpustakaan dan gazebo siswa putri tampak berbaris rapi menunggu giliran.

Sementara di dalam gazebo beberapa petugas kesehatan sudah siap dengan berbagai alat testnya, dan melayani satu persatu siswa dengan ramah.
Ya, hari Kamis pagi itu diadakan screening anemia terhadap seluruh siswa putri kelas 7.

Menunggu giliran screening, dokumentasi pribadi

Screening anemia adalah salah satu program dinas kesehatan dan untuk Bintaraloka dilaksanakan oleh petugas kesehatan dari Puskesmas Rampal Celaket Malang.

Sekilas Tentang Anemia

Ilustrasi anemia, Sumber gambar: KCDPI

Anemia adalah kondisi ketika tubuh mengalami penurunan atau jumlah sel darah merah berada di bawah kisaran normal. Anemia terjadi karena kurangnya hemoglobin (protein kaya zat besi) sehingga memengaruhi produksi sel darah merah.

Kurangnya hemoglobin menyebabkan sulitnya pengangkutan oksigen menuju sel dan jaringan di dalam tubuh.
Seseorang yang mengidap anemia akan mudah lelah dan lesu.

Dikutip dari Healthy Children, dikatakan bahwa salah satu penyebab anemia pada remaja adalah pertumbuhan yang cepat di usia tersebut. Karenanya remaja merupakan usia dimana anak sangat rentan mengalami anemia.

Anemia masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia yang belum tuntas penanggulannya, utamanya pada remaja putri, karena di masa puber remaja putri pertama kali mengalami siklus menstruasi.

Jika dibiarkan anemia pada remaja putri akan berdampak buruk baik pada dirinya maupun pada anaknya.

Sebagai perempuan nantinya ia akan hamil dan memiliki anak, pada masa kehamilan ini, remaja yang sudah menderita anemia dapat mengalami anemia yang lebih parah saat hamil karena kebutuhan gizi saat hamil mengalami peningkatan. Karenanya jika tidak segera diatasi, bisa membahayakan dirinya dan bayinya.

Tablet penambah darah, dokumentasi pribadi

Ada berbagai penyebab anemia, dan pengobatannya disesuaikan dengan penyebabnya. Di antara cara mencegah dan mengobati anemia adalah:

  1. Dengan obat atau suplemen zat besi yang sudah diresepkan dokter.
  2. Melakukan perubahan pola makan. Perbanyak konsumsi makanan bergizi bukan makanan cepat saji
  3. Transfusi darah.
  4. Mengobati penyakit lainnya yang menjadi penyebab anemia.

Proses screening berjalan lancar. Ada lebih dari 150 siswa putri yang menjalani screening secara bergantian di gazebo.

Siap screening, dokumentasi pribadi
Siap screening, dokumentasi pribadi
Menunggu giliran, dokumentasi pribadi

Kelancaran acara ini sangat didukung oleh petugas UKS yang sudah stand by mulai pagi hingga acara selesai.

Petugas UKS stand by sejak pagi, dokumentasi pribadi

Lalu apa tindak lanjut dari screening?
Setelah mendapatkan hasil screening, UKS melakukan pemilahan terhadap siswa dengan kadar hemoglobin (Hb) di bawah normal dan memberikan tablet zat besi sesuai kebutuhan.

Peran orang tua sangat diharapkan dengan selalu mengingatkan siswa agar meminum tablet zat besi yang diberikan.

Tindak lanjut sesudah screening, dokumentasi Bu Ratna

Menurut Suster Ratna banyaknya siswa putri yang memiliki Hb di bawah normal dikarenakan kebiasaan makan yang kurang baik. Mereka jarang sarapan , juga kurang menyukai konsumsi sayur dan buah.

Berkaca dari hal tersebut sudah saatnya semua saling mengingatkan tentang perlunya pola makan yang sehat demi hidup ke depan yang lebih berkualitas. Ya, karena kesehatan adalah aset yang luar biasa berharga bagi kita semua.

Salam UKS…!

Baca juga :

Sekolah Sadar Kependudukan, Matematika dan Pembelajaran Berdiferensiasi

Sekolah Sadar Kependudukan (SSK) adalah sekolah yang mengintegrasikan pendidikan kependudukan dan keluarga berencana ke dalam beberapa mata pelajaran, pembiasaan atau juga penyelenggaraan pojok kependudukan.

Pembuatan podcast, dokumentasi Valent

Integrasi dalam pembelajaran bisa dilakukan lewat RPP yang dibuat, sehingga diupayakan pembelajaran di dalam kelas bisa memuat isu-isu kependudukan.

Ada banyak isu kependudukan yang bisa diangkat dalam pelaksanaan SSK misalnya tentang ledakan jumlah penduduk, masalah penduduk usia tua, meningkatnya usia produktif dan remaja, juga masalah urbanisasi dan pengembangan perkotaan.

Tentu saja integrasi masalah kependudukan dalam pembelajaran bisa dilakukan pada materi yang sesuai.

Proses pembuatan laporan kelas 2.4, dokumentasi pribadi

Seperti halnya dalam matematika, masalah kependudukan bisa dikaitkan dengan materi bilangan berpangkat, khususnya dalam penulisan notasi ilmiah.

Pelaksanaan pembelajaran di kelas dilakukan dengan tugas kelompok, dan tahapannya adalah sebagai berikut:

  1. Siswa diminta browsing tentang lima negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia, menuliskan nama negara dan luas nya, dan dinyatakan dalam notasi ilmiah.
  2. Menentukan kepadatan penduduk dengan menggunakan rumus kepadatan penduduk.
    Kepadatan penduduk adalah hasil pembagian jumlah penduduk dan luas wilayah.
  3. Menentukan (browsing) pertumbuhan penduduk setiap tahun dari masing-masing negara dan mencatatnya.
  4. Memprediksi jumlah penduduk utamanya di Indonesia dalam kurun waktu sepuluh tahun mendatang dengan menggunakan rumus yang sudah ditentukan.
Contoh laporan siswa, tangkapan layar pribadi

Lalu apa tagihan tugas untuk siswa? Berkaitan dengan pembelajaran berdiferensiasi , siswa diminta mengumpulkan tugas dalam berbagai bentuk, bisa artikel, power point, poster digital , podcast atau video.

Ya, pembelajaran berdiferensiasi memberikan wadah bagi siswa untuk belajar sesuai gaya masing-masing. Dan yang digunakan di sini adalah pembelajaran berdiferensiasi produk dimana siswa boleh memilih salah satu bentuk laporan tugasnya.

Proses pembuatan laporan 9.7, dokumentasi pribadi

Selain belajar menuliskan notasi ilmiah dan melakukan operasi hitung bilangan dalam bentuk notasi ilmiah, ada beberapa catatan menarik yang saya dapatkan dalam pembelajaran kali ini. Di antaranya adalah:

Satu : Kreativitas siswa yang luar biasa. Siswa belajar menggunakan gadget untuk hal hal yang bermanfaat. Laporan yang dikumpulkan ada dalam berbagai bentuk sesuai yang diminta. Ada yang berupa artikel, power point (paling banyak) , poster, video maupun podcast, dan semua bagus.

Yang unik, podcast yang dikumpulkan ada yang berupa dialog dalam bahasa Malangan.
Ketika saya tanya,” Kok bahasa Jawa?”
“Kan, tidak ada ketentuannya Bu..,” kata siswa. Ya benar juga sih..he..he.. . Berarti lain kali harus saya tegaskan bahwa podcast harus dalam bahasa Indonesia

Proses pembuatan laporan 9.6, dokumentasi pribadi

Dua : Siswa masih perlu bimbingan dalam mencari informasi dengan benar di internet. Ada yang mencari informasi cukup mengambil dari kalimat judul saja, tidak dibaca secara teliti.

Di akhir pembelajaran siswa diminta untuk presentasi dan memberikan pendapat ataupun komitmen tentang apa yang harus mereka lakukan sehubungan dengan jumlah penduduk yang semakin meningkat dan persaingan di berbagai bidang yang pasti akan lebih ketat.

Pembuatan laporan, dokumentasi pribadi

Ternyata banyak jawaban yang muncul dari siswa, di antaranya adalah :

  1. Saya akan selalu meningkatkan potensi diri supaya bisa bersaing dalam dunia kerja
  2. Saya harus pandai mengolah informasi, bisa memilih informasi yang baik dan tidak baik sehingga tidak terjerumus dalam pergaulan yang tidak sehat yang bisa merugikan diri sendiri.
  3. Bahkan ada juga yang berkomitmen untuk tidak menikah di usia yang terlalu muda agar bisa membina keluarga yang lebih baik , jasmani maupun rohani.

Aha, komitmen yang sangat menarik. Melalui pembelajaran matematika ternyata kita bisa mengajak siswa untuk lebih peduli terhadap berbagai masalah kependudukan yang ada di sekitar mereka.

Presentasi, dokumentasi pribadi

Bagaimana komitmen kalian dalam menghadapi era mendatang yang lebih banyak tantangan?

Silakan komen di kolom komentar di bagian bawah halaman ini…😊

Salam matematika:)

Baca artikel yang lain:

Pesan Diferensiasi Pembelajaran dalam Lagu “The Greatest Love Of All”