Mengingat Kematian, Sebuah Cara untuk Menghargai Kehidupan

Sholat Dhuhur baru saja usai. Setelah melipat sajadah, anak saya segera mengeluarkan sepeda motornya. 

“Sekarang, Buk?” katanya. 

Tanpa banyak bicara saya segera memakai kerudung dan mengambil tas. Cuaca agak mendung siang ini, tapi sepertinya tidak akan turun hujan. 

Tak lama berselang, kamipun berboncengan menuju TPU Mergan dan Kasin Malang.

Rencana ziarah kubur sebenarnya akan kami lakukan hari Minggu kemarin. Tapi karena hari Sabtu dan Minggu Malang terus diguyur hujan, akhirnya ziarah baru bisa kami laksanakan hari ini.

Sepeda kami terus berjalan membelah keramaian lalu lintas kota Malang. Suasana lumayan ramai terutama pada jalan menuju arah makam. Ya, rupanya banyak yang melakukan ziarah hari ini karena terhalang hujan kemarin.

Tentang Ziarah Kubur

Berdoa saat ziarah kubur, sumber gambar: detikcom

 Ziarah kubur artinya mengunjungi makam. Akhir bulan Syaban selalu istimewa karena banyak yang melakukan ziarah kubur atau ‘nyekar’ sebelum memasuki bulan Ramadhan.

Apakah ziarah harus menjelang Ramadhan saja? Tidak juga. Ziarah bisa dilakukan kapan saja, tapi seringnya dilakukan setiap hari Jumat atau menjelang hari-hari istimewa, misal menjelang Ramadhan atau Hari Raya.

Pada mulanya ziarah kubur pernah tidak diperbolehkan oleh Nabi Muhammad saw. Hal tersebut dikarenakan kondisi iman umat yang masih lemah.

Namun akhirnya ziarah diperbolehkan , seperti sabda Rasulullah yang berbunyi: 

Sesungguhnya aku dulu telah melarang kalian berziarah kubur. Maka (sekarang) ziarahlah karena akan bisa mengingatkan kepada akhirat dan akan menambah kebaikan bagi kalian dengan menziarahinya. Barangsiapa yang ingin berziarah maka lakukanlah dan jangan kalian mengatakan ‘hujran’ (ucapan-ucapan batil),” (HR Muslim)

Dalam ziarah kubur niat harus ditata benar-benar. Ziarah diniatkan untuk mengirim doa pada ahli kubur, bukan untuk meminta berkah pada makam yang diziarahi.

Lalu apa saja hikmah dari ziarah kubur?

1. Mendoakan ahli kubur. Ya, orang yang sudah meninggal mengharapkan kiriman doa dari anak- anak maupun kerabatnya. Kiriman doa sangat besar artinya bagi ahli kubur seperti hadits berikut:

Seorang mayat dalam kuburnya seperti orang tenggelam yang sedang memohon pertolongan. Ia menanti-nanti doa ayah, ibu, anak, dan kawan yang terpercaya. 

Apabila doa itu sampai kepadanya, maka itu lebih disukainya daripada dunia dan seisinya. Dan sesungguhnya, Allah menyampaikan doa penghuni dunia untuk ahli kubur sebesar gunung. Adapun hadiah orang-orang yang hidup kepada orang-orang mati ialah memohon istigfar kepada Allah SWT untuk mereka dan bersedekah atas nama mereka” (HR. Ad-Dailami).

2. Diampuni dosa-dosanya.

Manusia yang rajin menziarahi makam kedua orang tuanya akan diampuni dosa-dosanya seperti HR Abu Hurairah yang berbunyi: 

Rasulullah bersabda: “Barangsiapa berziarah ke makam kedua orang tuanya atau salah satunya setiap hari Jumat, maka Allah mengampuni dosa-dosanya dan ia tercatat sebagai anak yang taat dan berbakti kepada kedua orang tuanya”.

3. Menyadarkan manusia akan kelemahannya

Ziarah kubur menyadarkan manusia bahwa sehebat apapun dia kelak akan kembali menjadi tanah dari mana dia berasal. Jadi segala macam kehebatan ataupun kebesaran tidak bisa menjadi alasan bagi kita untuk sombong.

4. Mengingat kematian dan kehidupan di akhirat.

Dengan ziarah kubur kita akan lebih mengingat kematian yang nantinya akan dilanjutkan dengan kehidupan di alam akhirat nanti. 

Banyak berbuat kebaikan , sumber gambar: Islam Digest Republika

Apakah kita sudah membawa bekal yang cukup untuk menghadapinya?

Mengingat kematian membuat kita lebih giat beribadah untuk mencari bekal sebanyak- banyaknya, memanfaatkan waktu hidup kita di dunia dengan berbuat kebaikan baik pada Allah maupun sesama. 

Menggunakan waktu sebaik-baiknya untuk melakukan kebajikan adalah perwujudan rasa syukur kita atas kehidupan yang telah diberikan oleh Sang Pencipta.

Akhirnya, satu nasehat yang sangat penting dari ziarah kubur adalah mengingat kematian, karena 

hakekatnya mengingat kematian membuat kita lebih bersyukur akan anugerah kehidupan yang sedang kita jalani sekarang ini.

Kirab Piala Adipura, Sebuah Prestasi Membanggakan telah Diraih Kota Malang

Pagi itu seluruh siswa kelas tujuh dan guru pendamping bersama-sama berangkat menuju kawasan Alun-alun Bunder Kota Malang. 

Ada lebih dari dua ratus siswa berjalan kaki menuju lokasi. Ada apa gerangan? Aha, ternyata kota Malang telah menerima satu penghargaan yang bergengsi yaitu piala Adipura, dan pagi itu akan dilakukan kirab piala Adipura oleh Pemerintah Kota Malang.

Siswa dan pendamping, dokumentasi Vina

Semua tampak begitu bersemangat. Tugas siswa pagi itu adalah menyambut kirab di sekitar stasiun Kota Baru yang lokasinya tidak jauh dari sekolah.

Siap menyambut kedatangan Piala Adipura, dokumentasi Vina

Sementara sebagian besar siswa menyambut kirab, beberapa siswa yang lain menjadi rombongan penari yang tergabung dalam kirab. Kostum penari topeng Malangan yang didominasi warna merah membuat suasana begitu meriah.

Kirab dimulai dari Balai Kota Malang dan berakhir di Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota MalangJalan Bingkil No.1, Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun.

Adapun rute kirab secara detail adalah mulai Balai Kota Malang berputar di Alun Alun Tugu, menuju Jalan Kertanegara, Jalan Trunojoyo, Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Ranugrati, Jalan Danau Toba, Jalan Danau Kerinci Raya, Jalan Terusan Sulfat, Jalan Sulfat. Kemudian berlanjut ke Jalan Sunandar Priyo Sudarmo, Jalan LA Sucipto, Jalan Borobudur, Jalan Soekarno Hatta, Jalan Mayjen Panjaitan, Jalan Ijen, Jalan Kawi, Alun Alun Merdeka, Jalan Halmahera dan finish di Kantor DLH Jalan Bingkil.

Para penari di Alun alun Tugu, dokumentasi Bintaraloka

Kirab berlangsung meriah. Setelah berjalan di kawasan Tugu, dengan menggunakan kendaraan terbuka  Penjabat (Pj.) Wali Kota Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM membawa piala Adipura untuk dipamerkan kepada masyarakat kota Malang. 

Tentang Penghargaan Adipura.

Bapak Pj Walikota melakukan kirab piala Adipura bersama rombongan penari, dokumentasi Bintaraloka

Adipura adalah sebuah penghargaan bagi kota di Indonesia yang berhasil dalam kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan. Penyelenggara Adipura adalah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Program Adipura bertujuan untuk mendorong kepemimpinan dan komitmen pemerintah kabupaten/kota serta membangun partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat untuk berperan menselaraskan pertumbuhan ekonomi hijau, fungsi sosial, dan fungsi ekologis dalam proses pembangunan dengan menerapkan prinsip tata kepemerintahan yang baik.

Ada empat kategori penilaian Adipura yaitu:

Kota Metropolitan (jumlah penduduk lebih dari 1 juta jiwa)

Kota Besar (jumlah penduduk antara 500.001 – 1.000.000 jiwa)

Kota Sedang (jumlah penduduk antara 100.001 – 500.000 jiwa)

Kota Kecil (jumlah penduduk sampai dengan 100.000 jiwa).

Kota Malang mempunyai penduduk sebanyak 874,66 ribu jiwa (data BPS 2023), jadi termasuk penilaian Adipura kategori kota besar.

Persiapan penari didampingi oleh ibu dan bapak guru, dokumentasi Bintaraloka

Penghargaan Adipura untuk kota Malang diserahkan oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang pada tanggal 5 Maret 2024 di Jakarta.

Sebuah prestasi yang sangat membanggakan. Diperolehnya penghargaan ini menunjukkan sinergi yang baik antara masyarakat juga komponen daerah untuk mewujudkan Malang sebagai kota yang bersih juga nyaman. 

Dalam acara ini Bapak Pj Walikota juga berpesan agar semua terus meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam menjaga lingkungan hidup sekitar kita.

Setelah penyambutan, siswa kembali ke Bintaraloka dengan didampingi oleh Bapak/Ibu guru.

Sebagian pendamping, dokumentasi Vina

Akhirnya semoga penghargaan Adipura akan memberikan motivasi pada warga kota Malang untuk  terus berbenah menangani berbagai masalah lingkungan, dan pada akhirnya bisa mewujudkan kota yang bermartabat, sesuai tagline Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang yaitu Kuthone Resik, Rejekine Apik.

Suasana penyambutan bisa dilihat di link berikut:

https://drive.google.com/file/d/1dbdQ47-RHUxsT2qNl7BqSwKliApm8HKJ/view?usp=drivesdk

Pergelaran Tari Nusantara, Sebuah Cara untuk Menghayati Kekayaan Budaya Indonesia Tercinta

Maret yang istimewa. Awal bulan ini ditandai dengan suasana yang demikian meriah di lapangan volley Bintaraloka. Sebuah panggung didirikan, kursi untuk bapak/ ibu guru serta para tamu berjajar rapi di lapangan.

Siap tampil menari , dokumentasi pribadi
Tim kelas 7.9, dokumentasi pribadi

Siswa kelas tujuh sibuk merias diri, dan mempersiapkan tampilan, sementara siswa kelas delapan  dan sembilan duduk di tempat yang disediakan untuk menyaksikan tarian yang akan dipersembahkan adik-adiknya.

Siap mengapresiasi , dokumentasi pribadi
Siap memberikan apresiasi pada penampilan adik kelas, dokumentasi pribadi
Kelas 9, siap menjadi apresiator, dokumentasi pribadi
Siap mengapresiasi penampilan adik kelas, dokumentasi pribadi

Busana tari dari berbagai macam daerah tampak warna-warni menambah ceria suasana sekolah hari itu.

Ya, pagi itu di Bintaraloka diadakan Perayaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila kelas tujuh yang bertema Bhinneka Tunggal Ika.

Tari piring, dokumentasi pribadi
Penampilan salah satu peserta pergelaran tari Nusantara, dokumentasi pribadi

Acara yang bertajuk Pergelaran Tari Nusantara ini diikuti oleh seluruh siswa kelas 3.2 yang tersebar di sembilan kelas. Dalam acara tersebut setiap kelas wajib menampilkan dua buah tarian, jadi setiap siswa pasti terlibat dalam sebuah persembahan tari.

Tim 7.9 siap menari, dokumentasi pribadi

Tari yang dibawakan juga beraneka ragam. Ya, bukankah tanah air kita terkenal dengan beragamnya adat dan seni budaya?

Acara yang dipandu oleh MC Pak Gerry dan Ibu Happy ini dimulai sekitar pukul tujuh pagi.

Pembawa acara Pak Gerry dan Bu Happy, dokumentasi Addin

Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan dipandu Ibu Diana, acara dilanjutkan dengan sambutan Ibu Kepala SMP Negeri 3 Malang.

Menyanyikan lagu Indonesia Raya dipandu Bu Diana, dokumentasi Addin
Sambutan Ibu Kepala SMP Negeri 3 Malang, dokumentasi Addin

Dalam sambutan hari ini Ibu Kepala Sekolah menekankan tentang perlunya terus menanamkan karakter pelajar Pancasila dalam diri semua siswa, serta memperkuat rasa persatuan dalam keluarga besar Bintaraloka. 

Penampilan salah satu peserta, dokumentasi pribadi

Sesudah acara pembukaan, tarian demi tarian ditampilkan. Ada sekitar 18 tarian yang dibawakan oleh para siswa, seperti tari Jaranan, Beskalan, Tari Rampak Barong dan banyak lagi.

Bu Amy dan Bu Antika dan peserta tari, dokumentasi pribadi

Sementara siswa kelas tujuh menari, tugas siswa kelas delapan dan sembilan adalah mengapresiasi dan membuat catatan tentang tarian yang ditampilkan hari itu. 

Ada berbagai catatan positif tentang manfaat dari penyelenggaraan acara ini.

Menurut beberapa siswa yang sempat diwawancarai, manfaat penyelenggaraan acara ini adalah bisa menunjukkan pada semua yang hadir tentang aneka ragam tarian Nusantara dan filosofinya.

Tarian Nusantara yang kaya filosofi, dokumentasi Addin
Salah satu tampilan peserta, dokumentasi pribadi

Manfaat lainnya adalah untuk memperkenalkan pada semua betapa beraneka ragamnya busana adat yang kita miliki.

Menyanyi bersama Pak Vigil, dokumentasi pribadi
Gembira menyanyi bersama Pak Vigil, dokumentasi pribadi

Sesudah semua tari ditampilkan, acara dilanjutkan dengan menyanyi bersama diiringi musik dari Pak Vigil Kristologus. Berbagai lagi dikumandangkan mulai dari Ibu Pertiwi, Indonesia Tanah Air Beta, Paman Datang dan banyak lagi. Semua tampak begitu gembira.

Akhir acara bersama beberapa siswa, dokumentasi pribadi

Sekitar pukul sepuluh seperempat, sebelum acara diakhiri semua siswa dan guru bersama-sama melaksanakan senam Pelajar Pancasila dengan Pak Ardillah sebagai pemandu. 

Tim dokumentasi tampak sibuk ke sana kemari mengabadikan segala peristiwa hari itu.

Tim dokumentasi in action, dokumentasi pribadi
Tim dokumentasi in action, dokumentasi pribadi

Sebuah pagi yang sangat ceria di Bintaraloka. Perayaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila kali ini terasa begitu istimewa. 

Foto bersama di akhir acara, dokumentasi Bintaraloka

Lewat berbagai macam tarian yang disajikan, kami merasa begitu gembira dan bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia.

 Ya, sebuah bangsa yang sangat kaya akan berbagai macam adat, seni dan budaya. 

Salam Bintaraloka…:)

Foto lain bisa dilihat di link berikut :

https://www.instagram.com/reel/C39VCi3LO0j/?igsh=MnF6YjN2b3YwM2po

https://www.instagram.com/reel/C3-GkoaLAun/?igsh=MXg4MXFtem5yaWx0MQ==

Catatan Ujian Praktik Bintaraloka Tahun Pelajaran 2023-2024

Beberapa siswa tampak sibuk menghafalkan pidato. Mereka serius merangkai kata pembukaan. Di tangannya ada kertas kecil yang sesekali dilihat, sementara di hadapannya seorang teman menjadi pengamat. 

Ya, saat itu siswa sedang mempersiapkan ujian praktik Bahasa Indonesia. Dalam ujian tersebut siswa diminta membawakan sebuah pidato di depan dua orang penguji.

Pidato Bahasa Indonesia, dokumentasi Sherly
Pidato Bahasa Indonesia, dokumentasi Sherly

Sementara itu di ruang lain siswa sibuk melakukan uji asam basa, juga mengamati jalannya bandul ayunan. Di situ mereka sedang menjalani ujian praktik IPA yang meliputi ujian biologi dan fisika.

Uji asam basa, dokumentasi Mister
Suasana ujian praktik IPA, dokumentasi Mister
Ujian praktik fisika, dokumentasi B.Tyas

Bagaimana di tempat lainnya? Kesibukan istimewa tampak di mana-mana. 

Membaca Alquran, dokumentasi Utien
Ujian praktik sholat jenazah, dokumentasi Utien

Ada yang sedang mengaji dan praktik sholat jenazah di masjid, praktik menjalankan liturgi bagi siswa Kristen juga  melakukan presentasi bangun ruang sisi datar dan menggambar transformasi geometri di ruang ujian matematika.

Liturgi, ujian praktik Agama Kristen, dokumentasi Gerry
Ansamble, ujian praktik Seni Budaya, dokumentasi Vigil

Termasuk juga melakukan drama bahasa Jawa, praktik instalasi listrik, volly, presentasi demokrasi, menyanyi lagu nasional, juga ansamble musik. Wow… Benar-benar hari yang sibuk..

Presentasi demokrasi, ujian praktik PKN, dokumentasi Yuliana
Maduk untuk kelengkapan presentasi PKN, dokumentasi Yuliana
Ujian praktik basket, dokumentasi Bintaraloka

Ya, sejak 12 hingga 20 Pebruari 2024 Bintaraloka sedang giat melaksanakan ujian praktik kelas 2.4 dan 3.6.  Kegiatan yang meliputi sepuluh mapel ini adalah agenda rutin sekolah yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam mempraktikkan apa saja yang sudah dipelajari di sekolah untuk dalam kehidupan sehari-hari.

Briefing sebelum ujian praktik olah raga, dokumentasi Bintaraloka
Ujian di lab Bahasa Inggris, dokumentasi P. Imam

Kegiatan ujian praktik dimulai pukul 07.00 dan diakhiri pukul 11.30. Selama ujian praktik berlangsung, siswa kelas 2.4 dan 3.6 tidak mendapatkan pembelajaran di kelas, dengan harapan mereka melakukan persiapan yang baik untuk berbagai mata ujian yang harus dijalani.

Presentasi matematika BRSD, dokumentasi pribadi
Observasi bangun ruang, ujian praktik matematika , dokumentasi pribadi
Drama Bahasa Jawa, dokumentasi Bu Anna
Drama Bahasa Jawa , dokumentasi Bu Anna

Selain untuk mendapatkan nilai akhir, apa saja manfaat ujian praktik bagi siswa? Banyak, di antaranya adalah:

1. Melatih rasa percaya diri. Saat uprak siswa banyak diminta tampil secara individu maupun kelompok. Seperti halnya menyanyi, pidato, presentasi, dan banyak lagi. Hal tersebut sangat membantu siswa untuk meningkatkan rasa percaya diri mereka.

Ujian Praktik prakarya instalasi listrik, dokumentasi P. Aksan

2. Belajar bertanggung jawab. Beberapa ujian praktik pelaksanaannya memerlukan peralatan yang harus dibawa, seperti maduk di ataupun alat musik tertentu. Jika siswa tidak membawa peralatan tersebut sudah barang tentu pelaksanaan ujian akan mengalami gangguan. Karenanya tanggung jawab siswa sangat diperlukan dalam hal ini .

3. Belajar bekerja sama dengan teman yang mempunyai potensi berbeda.

Ujian praktik prakarya instalasi listrik, dokumentasi P.Aksan

Seperti diketahui bersama tiap individu adalah unik, mereka lahir dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dengan bekerja sama dalam kelompok yang heterogen dalam ujian praktik mereka akan belajar menerima kelebihan dan kekurangan masing masing individu dan berkolaborasi antar sesama siswa. 

Sebelum masuk ruang ujian TIK, dokumentasi pribadi

Sebuah hal yang sangat berharga karena kelak dalam masyarakat mereka akan menghadapi manusia dengan berbagai macam karakter dan potensi yang beraneka ragam.

Semangat sebelum masuk ruang ujian praktik, dokumentasi pribadi

Tentunya masih banyak hal bermanfaat yang bisa diambil dari kegiatan ujian praktik. Hal yang patut diapresiasi adalah semangat seluruh peserta ujian, juga bapak ibu guru yang bertugas sebagai penguji.

Akhirnya semoga kelancaran siswa di ujian praktik ini bisa membuka kemudahan dan kesuksesan mereka di PAT dan ujian tulis yang akan mereka jalani beberapa minggu mendatang. 

Terus semangat dan salam Bintaraloka ….😊

Peringatan Isra’ Mi’raj 1445 H di Bumi Bintaraloka

Allahumma bariklana fi Rojaba, Wa Sya’bana, wabalighna Romadhona

(Ya Allah berkahilah kami pada bulan Rajab, juga Sya’ban, dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan)

Lagu pujian dinyanyikan beberapa kali pagi itu di lapangan volley. Yang menjadi pemandu adalah Ustadz Dedi Novianto sementara pengiringnya adalah kelompok banjari SMP Negeri 3 Malang.

Suasana terasa demikian teduh. Lebih-lebih sebelumnya lewat mauidhatul hasanah Ustadz Dedi menyampaikan tentang sejarah Isra’Mi’raj dan pentingnya kita untuk selalu menjaga sholat lima waktu. 

Ustadz Dedi Novianto, M.PdI, dokumentasi Addin

Ya, sholat ibadah yang demikian penting. Sampai untuk menerima perintah sholat ini Nabi harus diperjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, dan dari Masjidil Aqsha ke Sidratul Muntaha. Sebuah perjalanan istimewa yang dikenal dengan nama peristiwa Isra’ Mi’raj.

Di atas adalah pelaksanaan Peringatan Isra’ Mi’raj 1445 H di Bumi Bintaraloka pagi ini.

Peringatan Isra’ Mi’raj tahun ini mengambil tema “Shalat adalah sarana menggali kedalaman karakter diri melalui refleksi dan kontemplasi”.

Acara dipandu oleh pembawa acara Lily dan Saka kelas 9.5, juga dimeriahkan oleh sholawatan dari Al Banjari Bintaraloka.

Pembawa acara, Lily dan Saka, dokumentasi Addin
Al Banjari, dokumentasi Addin

Sejak pagi Al Banjari sudah tampil dengan berbagai lagu pujian. Sekitar pukul tujuh acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an dan terjemahan oleh Ayra Firna Derlen dan Maulidyah Hanifah.

Sambutan Ibu Kepala SMP Negeri 3 Malang, dokumentasi Addin

Setelah sambutan Ibu Kepala SMP Negeri 3 Malang, acara inti yaitu mauidhatul hasanah dari Ustadz Dedi Novianto, M.PdI segera dimulai.

Pembacaan Ayat suci Alquran dan terjemahan, dokumentasi Addin

Menurut penjelasan Ustadz Dedi, sebagai seorang muslim wajib bagi kita untuk selalu menjaga sholat, utamanya sholat wajib.

 Hakekatnya nanti yang dihisab pertama kali atas amalan kita adalah sholat. Jika baik sholatnya maka baik amal ibadah yang lain, sebaliknya jika tidak baik sholatnya maka tidak baik pula amal ibadah yang lain.

Peserta Peringatan Isra’ Mi’raj, dokumentasi Addin

Karenanya jangan meninggalkan sholat apapun kondisinya. Bukankah Allah memberikan berbagai keringanan dalam pelaksanaannya ketika kondisi darurat?

Misal dalam perjalanan kita boleh melakukan sholat dengan jama’ dan qoshor, dalam kondisi sakit kita boleh sholat dengan duduk, tidur ataupun isyarat mata menyesuaikan dengan kondisi fisik kita.

Kuis dan pembagian hadiah, dokumentasi pribadi

Lalu bagaimana jika seseorang sudah sholat, tapi masih menunjukkan perilaku yang kurang baik? Itu pasti ada yang belum beres dengan sholatnya, jelas Ustadz Dedi.

Pagi itu Ustadz Dedi menutup ceramahnya dengan mempersilakan audiens untuk bertanya. Tanya jawab berlangsung hangat. Masalah yang dilontarkan siswa langsung mendapat tanggapan dari Ustadz Dedi.

Sebelum acara berakhir ada sesi yang sangat menarik yaitu kuis dan pembagian door prize untuk siswa yang bisa menjawab pertanyaan dengan benar.

Apresiasi setinggi-tingginya pada Bapak/Ibu guru Pendidikan Agama Islam, panitia, juga BDI yang membuat acara Isra’ Mi’raj pagi ini berjalan lancar. 

Sebagian panitia, dokumentasi pribadi
Bersama para guru PAI dan Ustadz Dedi, dokumentasi pribadi

Harapannya semoga melalui peringatan Isra’ Mi’raj ini kita semua bisa Istiqomah dalam menjaga sholat lima waktu, dan ke depan siswa Bintaraloka tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tapi juga mempunyai karakter yang membanggakan.