Program Nutrition Goes to School (NGTS) merupakan salah satu program utama SEAMEO RECFON yang bertujuan untuk mendukung kegiatan siswa dalam mencapai siswa yang aktif, sehat, bergizi baik dan cerdas.
Sedikit Tentang SEAMEO RECFON
Minum susu bersama sebagai contoh pelaksanaan program NGTS yang sudah pernah dilaksanakan di sekolah, dokumentasi Ruth
SEAMEO RECFON, singkatan dari Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Center for Food and Nutrition, merupakan pusat pangan dan gizi regional Asia Tenggara.
Sebagai organisasi di bidang pangan dan gizi SEAMEO RECFON mempunyai 3 program unggulan yaitu Anakku Sehat dan Cerdas / Early Childhood Care Nutrition and Education, Gizi Untuk Prestasi/ Nutrition Goes to School, dan Gizi Untuk Produktivitas/ Nutrition Goes to Workplace.
Sejak bulan Mei 2024 SMP Negeri 3 Malang bersama SMP Al Ya’lu dan SMP As Salam menjadi sekolah sasaran program Nutrition Goes to School (NGTS) di kota Malang.
Sosialisasi awal tim NGTS, dokumentasi pribadi
Dalam sosialisasi awal NGTS yang dilakukan oleh Ibu Indah, Suster Ratna, Ibu Eka dan Ibu Lilik, dijelaskan bahwa ada empat komponen NGTS yang meliputi:
1. Edukasi gizi
2. Kantin Sehat Sekolah
3. Kebun Sekolah
4. Kewirausahaan Gizi
Berbagai komponen tersebut akan dituangkan dalam bermacam-macam kegiatan di sekolah seperti sosialisasi gizi seimbang dan penerapannya, fun breakfast, on point’ Snack, sosialisasi makanan sehat dk kantin dan banyak lagi.
Makan bubur bersama sebagai salah satu pelaksanaan komponen NGTS, dokumentasi pribadi
Jika dilihat dari penjelasan tim NGTS, komponen tersebut sudah banyak yang dilakukan oleh SMP Negeri 3 Malang, seperti sarapan bersama dengan menu makanan sehat, minum susu bersama, makan bubur kacang hijau dan yang lain.
Dijelaskan oleh Ibu Indah bahwa yang perlu digiatkan lagi adalah pada poin kebun sekolah dan kewirausahaan gizi.
Di masa liburan kenaikan kelas ini bapak ibu guru yang tergabung dalam tim NGTS sudah melakukan berbagai kegiatan. Di antaranya melakukan diskusi secara online, penataan kembali hidroponik dan mengikuti workshop dan webinar ecoliteracy.
Penataan dan membersihkan area hidroponik, dokumentasi Bintaraloka
Workshop secara offline dilakukan dengan cara meninjau langsung pembuatan kompos, Eco Enzym dan Biowash di Universitas Brawijaya Malang.
Workshop pembuatan kompos, Eco Enzym dan Biowash di UB, dokumentasi Bu Lilik
Pelaksanaan NGTS dan semua komponennya tentunya bisa berjalan lancar jika ada kekompakan dan sinergi yang baik di antara semua warga sekolah, baik dari siswa, orang tua juga guru di SMP Negeri 3 Malang.
Akhirnya semoga NGTS kita berjalan lancar, sehingga pada akhirnya tercipta siswa Bintaraloka yang aktif, sehat, bergizi baik dan cerdas.
Makan durian bikin kepayang, segelas limau itu obatnya..
Selamat jalan anakku sayang, kulepas engkau menggapai cita..
(Mengutip Pantun Ibu Vipha Maksum, Ketua Komite SMP Negeri 3 Malang)
Pagi yang cerah. Meski beberapa ruas jalan di kota Malang tampak basah karena sisa hujan yang turun kemarin, semua tak mengurangi semangat para undangan yang akan menghadiri acara di ballroom Ijen Suite Hotel.
Siap untuk mengikuti kirab wisuda, dokumentasi pribadi
Ya, hari itu, Kamis 13 Juni 2024 akan dilaksanakan Penyerahan Kembali Siswa Kelas 2.4 dan 3.6 SMP Negeri 3 Malang.
Siswa, guru maupun orang tua memenuhi jalan di luar ballroom. Semua tampak gembira, terutama para siswa. Tentu saja , setelah tiga tahun mereka belajar di Bintaraloka sekolah tercinta, kini tiba saatnya mereka harus diserahkan kembali oleh sekolah kepada orang tua.
Panitia bagian penerima tamu, dokumentasi pribadi
Acara pagi itu diawali dengan kirab seluruh siswa diikuti para guru. Lagi Padamu Negeri mengiringi jalannya kirab dari luar menuju ke dalam ballroom hotel.
Dengan dipandu Mister Sony dan Ibu Galuh sebagai MC dari guru dan Al fil zacky, Anya kalia, Anindya dan M Irsyad sebagai MC dari siswa, acarapun dimulai.
Pembawa acara guru, dokumentasi pribadi Pembawa acara siswa, dokumentasi pribadi
Acara pertama diisi dengan suara merdu Kirana. Rolling in the Deep. Lagu dari Adele ini dinyanyikan oleh siswi kelas 8 ini dengan begitu apik.
Setelah berdoa dan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan.
Penampilan Kirana, dokumentasi pribadi
Sambutan pertama adalah dari Ibu Melly Syamallia, Ketua panitia Penyerahan Siswa Tahun 2024. Dalam sambutannya beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dan kerjasama sehingga acara pagi itu bisa berlangsung dengan baik.
Sambutan Ibu Kepala SMP Negeri 3 Malang, dokumentasi pribadi
Sambutan berikutnya adalah dari Ibu Kepala SMP Negeri 3 Malang Dra Mutmainah Amini, M.Pd. Dalam sambutan pagi itu Ibu Amini mengucapkan selamat atas kelulusan seluruh siswa kelas 2.4 dan 3.6. Beliau juga berpesan agar semua siswa terus berusaha meraih prestasi yang lebih baik, tidak mudah putus asa, tetap kuat dan tangguh.
Tari Maheswari, dokumentasi pribadi
Tak lupa beliau juga berpesan agar orang tua selalu mendampingi siswa dalam belajar, mengingat begitu beragamnya media belajar sehingga kita semua harus pandai memilah dan memilih.
Sesudah sambutan Ibu Kepala SMP Negeri 3 Malang, Bapak Sutikno, S.Pd, MM, pengawas SMP Negeri 3 Malang juga memberikan pesan yang berintikan agar para siswa terus menjaga nama baik sekolah dan selalu berbakti pada orang tua, guru dan negeri kita tercinta.
Penampilan Jason, dokumentasi pribadi
Setelah berbagai sambutan acara dilanjutkan dengan tampilan Tari Maheswari dari siswa kelas 8. Dengan gemulai namun energik mereka membawakan tari kreasi yang cantik ini.
Suasana semakin hangat ketika sesudah tampilan tari, Jason Aditya yang juga merupakan wisudawan membawakan lagu “Sekali Ini Saja” dengan alunan saxophone nya yang lembut.
Trinors feat Kak Oni, dokumentasi pribadi
Kejutan berikutnya adalah penampilan dari The Trinors feat Kak Oni yang membawakan lagu O Sole Mio. Lagu yang diciptakan di era 1800 an ini dibawakan oleh Addin, Imraan, Danendra dan Kak Oni dengan begitu memukau. Tepuk tangan penonton begitu meriah setelah mereka menyelesaikan lagu ini.
Petrichor Band, dokumentasi pribadi
Setelah tampilan dari Petrichor Band yang membawakan lagu dari Sheila On 7, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Komite SMP Negeri 3 Malang yaitu Ibu Vipha Maksum.
Dalam sambutannya Ibu Vipha mengucapkan selamat atas kelulusan para siswa dan ucapan terima kasih pada seluruh orang tua yang telah memberikan kontribusi begitu berarti sehingga semua acara pagi itu bisa terlaksana.
Kirab 10 besar wisudawan , dokumentasi pribadi
Sesudah sambutan dari Ibu Ketua Komite, sampailah pada acara yang ditunggu-tunggu yaitu prosesi sepuluh besar wisudawan dan wisudawati Bintaraloka 24.
Pengiring kirab sepuluh besar, dokumentasi pribadi
Dengan didampingi kedua orang tua, para wisudawan dan wisudawati yang masuk dalam jajaran sepuluh besar memasuki ballroom. Ada wajah bangga dan haru atas pencapaian yang mereka raih setelah tiga tahun belajar di SMP Negeri 3 Malang.
Wisudawan sepuluh besar, dokumentasi pribadi Berfoto bersama sepuluh besar dengan Ibu Kepala SMP Negeri 3 Malang dan Pengawas, dokumentasi pribadi
Setelah pemberian penghargaan dan berfoto bersama acara kembali dilanjutkan. Kini yang tampil adalah duet Maureen dan Syahjendra dalam lagu The Prayer.
The Prayer by Mauren dan Syahjendra , dokumentasi pribadi
Sebuah tampilan yang luar biasa. Lagu yang berisi rasa syukur, harapan dan doa pada Tuhan ini dibawakan dengan begitu manis oleh keduanya.
Tidak hanya prestasi akademik, prestasi non akademik pun sangat diperhatikan oleh SMP Negeri 3 Malang.
Sesudah penayangan di LCD para siswa yang mempunyai prestasi non akademik, acara dilanjutkan dengan prosesi wisuda seluruh siswa mulai dari 3.6.1 hingga 3.6.8 dan 2.4.1.
Kelas 3.6.4 berfoto bersama sesudah prosesi, dokumentasi pribadi Keroncong Bintaraloka , dokumentasi pribadi
Acara prosesi diiringi oleh lagu-lagu dari paduan suara dan tim Keroncong Bintaraloka secara bergantian.
Di sela-sela prosesi wisuda, acara dihentikan sejenak karena kedatangan dari Bapak Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Suwardjana, SE MM.
Berfoto bersama Pak Kadinas, dokumentasi Bintaraloka
Dalam kesempatan tersebut Bapak Suwardjana memberikan sambutan yang berintikan ucapan selamat atas pelaksanaan kegiatan pada hari itu, juga agar siswa dan orang tua lebih cermat dalam mengikuti PPDB SMA yang akan berlangsung tidak lama lagi.
Sesudah sambutan dan foto bersama Kadinas, acara prosesi dilanjutkan hingga selesai.
Penyerahan siswa pada orang tua secara secara simbolis dokumentasi pribadi
Sesudah prosesi dilaksanakan pembacaan janji wisudawan, penyerahan siswa kepada orang tua secara simbolis dan pengalungan selempang alumni pada dua orang siswa sebagai perwakilan angkatan B24.
Acara hari itu ditutup sekitar pukul 13.00 dengan doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Aksan selaku Wakakur SMP Negeri 3 Malang.
Doa dipimpin oleh Pak Aksan, dokumentasi pribadi
Sungguh sebuah acara yang menggambarkan kolaborasi yang luar biasa antara sekolah dan orang tua siswa.
Foto bersama guru dan panitia wisuda, dokumentasi Fabi
Akhirnya selamat atas kelulusan seluruh siswa kelas 3.6 dan 2.4, satukan harapan dan raih kemenangan.., semoga semua semakin berprestasi dalam belajar di jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Selasa pagi ini ada kesibukan yang demikian nyata di sekolah. Setelah lebih kurang satu minggu diselenggarakan SAS Genap untuk kelas 7 dan 8, kini ganti kelas 9 yang melaksanakan aktivitas.
Siswa membentuk barisan di lapangan volley sesuai kelas dan nomor urut masing-masing. Di bagian depan Mister Sony beserta seluruh sie acara sibuk mengatur bagaiman jalannya acara nanti saat prosesi wisuda.
Siswa mengikuti semua petunjuk sie acara dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat. Ya, gladi wisuda kali ini, disamping untuk latihan juga merupakan pengobat rasa rindu mereka setelah sekian lama tidak datang ke sekolah dan bertemu dengan teman-teman.
Seragam kaos kelas yang berwarna warni , dokumentasi pribadi
Salut pada sie acara wisuda yang dengan sabar mengarahkan dan membimbing anak anak dalam gladi pagi ini.
Arahan sie acara, dokumentasi pribadi
Warna- warni kaos kelas tampak menggambarkan keceriaan hati siswa kelas sembilan yang sebentar lagi akan lulus dan menuntut ilmu di jenjang yang lebih tinggi.
Arahan tim sie acara, dokumentasi pribadi
Akhirnya tetap semangat anak-anak kelas 9, semoga acara wisuda ke depan berjalan lancar sesuai yang diharapkan.
Apa yang menarik dari budaya Jawa? Kehalusannya, sopan santunnya , adat istiadatnya? Betapa banyak yang tidak kita ketahui tentang Jawa tercinta meski sebagian besar dari kita lahir dan besar di pulau Jawa.
Untuk lebih jauh mengenal tentang Jawa dan berbagai hal menarik tentangnya, kelas 9.3 menyajikan pameran karya dan pawai budaya yang berjudul Magnificent of Java.
Siap pawai bersama wali kelas 9.3, dokumentasi Bintaraloka
Kata Magnificent berarti extremly beautiful atau keindahan yang luar biasa. Judul ini dipilih oleh kelas 9.3 secara voting di kelas.
Judul tersebut dipilih karena dianggap sangat cocok untuk menggambarkan keagungan yang tersebar luas di pulau Jawa.
Kelas 9.3 mengenakan busana Jawa dengan dominasi warna hitam, dokumentasi Bintaraloka
Dalam mempersiapkan pameran dan pawai, kelas ini membentuk panitia inti juga berbagai sie pelaksana kegiatan sesuai bagian masing-masing.
Persiapan sudah dilaksanakan sejak awal semester genap. Wow, benar-benar semangat yang luar biasa dari siswa kelas 9.3.
Maskot yang dibuat untuk kegiatan ini adalah adalah rumah joglo. Mengapa harus joglo? Karena rumah joglo merupakan rumah adat khas Jawa, dan sangat melekat dengan rumah adat Jawa Timur.
Pembuatan rumah joglo sebagai maskot, dokumentasi pribadi
Sebagai informasi, Joglo berasal dari kata Tajug Loro (Juglo) yang artinya dua gunung. Dalam filosofi Jawa, gunung adalah tempat yang tinggi dan sakral.
Jika melihat bangunan rumah Joglo, maka akan ditemukan dua gunung yang dapat dilihat dari bentuk atap rumah Joglo.
Dalam perkembangannya kata juglo sering diucapkan dengan joglo.
Rumah joglo, dokumentasi Bintaraloka
Dengan dikerjakan bersama, pembuatan maskot ini membutuhkan waktu kurang lebih 2 minggu.
Pameran dan pawai pagi itu berjalan demikian menarik. Kelas 9.3 dengan busana Jawa yang didominasi warna hitam tampak demikian anggun.
Ibu Kepala SMP Negeri 3 Malang dan Komite menikmati jamu, dokumentasi Bintaraloka
Berbagai karya disajikan dalam pameran karya seni mereka. Semua karya berusaha menonjolkan kharisma dan keindahan budaya Jawa. Yang menarik di stand kelas 9.3 juga disediakan jamu. Aha, siapa tak kenal minuman berkhasiat dari Jawa ini?
Dalam pameran bahkan Ibu Kepala Sekolah, komite dan alumni berkenan untuk mencicipi kesegaran jamu khas Jawa yang disediakan di stand ini.
Alumni , Ibu Kepala SMP Negeri 3 dan Komite berkunjung ke stand 9.3, dokumentasi Bintaraloka
Akhirnya harapan kelas 9.3 berkaitan dengan pelestarian budaya Indonesia adalah agar
generasi muda turut aktif melestarikan budaya kita yang sangat indah dan beragam.
Poster Magnificent of Java dari kelas 9.3, dokumentasi pribadi
Tanpa kepedulian generasi muda dikhawatirkan budaya kita yang Adi luhung akan tergerus oleh perkembangan zaman yang berjalan demikian cepat.
Tanah Papua tanah yang kaya, surga kecil jatuh ke bumi
Seluas tanah sebanyak madu, adalah harta harapan …
(Aku Papua – Frankie Sahilatua)
Salah satu bagian dari bumi Indonesia yang demikian kaya akan keindahan panoramanya adalah Bumi Papua. Bahkan lewat lagu yang berjudul Aku Papua Frankie Sahilatua mengibaratkam bahwa Papua ibarat surga kecil yang jatuh ke bumi.
***
Siap berangkat pawaii bersama wali kelas, dokumentasi 9.8
Dalam acara pawai dan pameran yang merupakan puncak perayaan HUT ke 74 SMP Negeri 3 Malang, keindahan dan kekayaan Bumi Papua dieksplor lebih jauh oleh kelas 9.7 lewat berbagai karya, busana adat juga berbagai perlengkapan pawai yang mereka laksanakan hari itu.
Adapun judul dari pameran kelas 9.7 ini adalah Ratimaya Papua. Ratimaya diambil dari bahasa Sansekerta yang artinya keindahan bayangan.
Siap mengikuti pawai, dokumentasi 9.7
Istilah Ratimaya diambil setelah melalui proses diskusi. Alasan pengambilan judul ini adalah untuk mencari kosa kata yang memiliki ciri khas dan jarang dipakai.
Ratimaya Papua bermakna keindahan yang begitu luar biasa dari Papua.
Persiapan pameran dilakukan sejak awal diberikan tugas. Dengan bimbingan dari Ibu Diana selaku guru seni budaya, juga saran dari wali kelas rapat -rapat diadakan.
Persiapan pawai, dokumentasi 9.7
Hal hal yang dibicarakan saat rapat adalah pembagian tugas. Pembagian tugas dilakukan berdasarkan kesadaran masing masing siswa untuk mampu bertanggung jawab pada job yang dipilih.
Suasana ruang pameran , dokumentasi 9.7
Maskot yang dipilih untuk pameran dan pawai adalah burung khas Papua yaitu cendrawasih.
Burung ini mendapat julukan Bird of paradise atau burung dari surga karena bulu yang dimiliki sangatlah indah sehingga diibaratkan burung yang turun dari surga
Proses pembuatan maskot dimulai pada hari Senin 22 April 2024. Mulai dari merancang, membuat kerangka sampai dengan finishing.
Saat pameran, dokumentasi 9.7
Sehari sebelum pelaksanaan pameran dilakukan pemasangan tenda termasuk dekorasi dan penataan karya oleh semua siswa kelas 9.7.
Persiapan yang demikian cermat membuat penampilan siswa kelas 9.7 dalam pameran dan pawai demikian menarik.
Baju adat yang didominasi warna coklat dan rumbai-rimbai sangat menarik perhatian para penonton pawai. Demikian juga pengunjung yang mendatangi stand juga sangat banyak.
Akhirnya harapan dari kelas 9.7 pada para generasi muda berkaitan dengan kecintaan terhadap budaya Indonesia adalah agar generasi muda tetap menjaga budaya bangsa.
Sebelum pameran, dokumentasi 9.7
Jangan menjadi generasi yang mudah terbawa arus budaya global sehingga lebih memahami kebudayaan lain dan melupakan budaya Indonesia sendiri.